Anda di halaman 1dari 13

KELOMOK 6

KELAS XI IPS 6

NAMA KELOMOK :

NO :

I DEWA GEDE RISKY CHANDRA PUTRA


BIMA CAKRA BUANA A
NI LUH PUTU RANI LESTARI
KADEK DWIK PRAMESTI

( 03 )
( 14 )
( 22 )
( 25 )

SMA N2 MENGWI
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
i
Kata Pengantar
OM.SWASTIYASTU
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ida Hyang Widhi Wasa atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan Makalah ini, tepat pada waktunya yang berjudul KERAJAAN SRIWIJAYA

Makalah ini disusun untuk dapat melengkapi kebutuhan belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran sejarah.
Makalah ini dilengkapi dengan gambar gambar serta penjelasan secara detail sehingga diharapkan siswa lebih
mengerti dan memahami materi makalah yang kami berikan ini. Dalam makalah ini kami akan membahas sejarah,
kehidupan politik, social budaya dan ekonomi kerajaan sriwijaya, peninggalan kerajaan sriwijaya serta kemajuan dan
penyebab runtuhnya kerajaan sriwijaya.
Kami mengharapkan bahwa makalah ini dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran agar lebih
mengerti dan memahami hal yang menyangkut kerajaan sriwijaya. Kami juga berharap pihak pembaca sekalian
dapat memberikan saran terbaik agar makalah ini menjadi lebih baik sehingga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
OM SANTHI, SANNTHI, SANTHI OM

Hormat Kami

Penyusun

ii
Daftar Isi
Judul....i
Kata Pengantarii
Daftar Isi..iii
BAB I Pendahuluan...1
1.1
Latar Belakang.1
1.2

Rumusan Masalah..1

1.3

Tujuan Penulisan1

BAB II Pembahasan2
2.1

sejarah sriwijaya..2

2.2

kehidupan kerajaan sriwijaya......3

2.3

peninggalan kerajaan sriwijaya..5

2,4

kemajuan dan keruntuhan sriwijaya.10

BAB III Penutup..12

3.1

kesimpulan.12

3.2

Saran..12

Daftar Pustaka...13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakamg :


Dalam pelajaran sejarah kelas XI, kita belajar tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berdiri
di Indonesia. Salah satunya adalah kerajaan Sriwijaya yang merupakan salah satu dari kerajaan Hindu-Buddha
yang memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Kerajaan ini juga berhasil menguasai perairan di jalur
perdagangan Negara barat dan timur
1.2 Rumusan Masalah :
a. Bagaimana sejarah,kehidupan politik,sosial budaya & ekonomi kerajaan sriwijaya
b. Apa peniggalan prasasti yang ada di kerajaan sriwijaya
c. Penyebab kemajuan dan kemunduran kerajaan sriwijaya
1.3 Tujuan Penulisan :
a. Mengetahui sejarah, kehidupan politik, sosial budaya, & kehidupan ekonomi kerajaan sriwijaya
b. Mengetahui prasasti yang ada di kerajaan sriwijaya
c. Mengetahui penyebab kemajuan & runtuhnya kerajaan sriwijaya

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1

SEJARAH SRIWIJAYA
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kemaharajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyak
memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand,
Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam bahasa Sansekerta, sri berarti
bercahaya dan wijaya berarti kemenangan. Jadi sriwijaya mempunyai arti kemenangan yang germilang.
Bukti awal berasal dari abad ke-7, menurut sebuah berita dari Cina, yaitu pada tahun 682 M ada seorang
pendeta Tiongkok bernama I-Tsing yang ingin belajar agama Budha di India.
Pendeta tersebut singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mendalami bahasa Sanskerta selama 6
Bulan. Dalam sebuah literatur juga menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya pada saat itu dipimpin oleh
Dapunta Hyang.
Selain berita dari luar, ada juga prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya, diantaranya adalah prasasti
Kedukan Bukit (683 M) yang ditemukan di Palembang. Isi prasasti tersebut adalah Dapunta Hyang
mengadakan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 tentara dan berhasil menaklukkan beberapa daerah.
Raja raja yang pernah menduduki kerajaan sriwijaya adalah

Dapunta Hyang Sri Jayanasa


Sri IndravarmanChe-li-to-le-pa-mo
Rudra VikramanLieou-teng-wei-kong
Maharaja Wisnu Dharmmatungga Dewa
Dharanindra Sanggramadhananjaya
Samaragrawira
Samaratungga
Bala Putra Dewa
Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan
Hie-tche (Haji)
2

Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi

Sumatrabhumi
Sangramavijayottungga
Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo
Rajendra II
Rajendra III
Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa

2.2 KEHIDUPAN KERAJAAN SRIWIJAYA


2.2.1

Kehidupan politik
Dalam perkembangan sejarah Indonesia, kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan besar yang pernah
membawa kemegahan dan kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau. Namun, tidak semua raja yang
memerintah meninggalkan prasasti. Raja-raja yang berasil diketahui pernah memerintah kerajaan sriwijaya
adalah sebagai berikut:
Raja Dapunta Hyang, berita mengenai raja ini diketahui melalui prasasti kedukan bukit(684 M). pada masa
pemerintahannya, raja ini telah berasil memperluas wilayah kekuasannya sampai ke wilayah jambi, yaitu
dengan menduduki wilayah Minangatamwan. Sejak awal pemerintahannya, Raja Dapunta Hyang telah
mencita-citakan agar kerajan sriwijaya menjadi kerajaan maritim.
Raja Balaputra Dewa pada masa pemerintahan balaputra dewa, kerajaan sriwijaya mengalami masa
kejayaannya. Pada awalnya, raja ini adalah raja dari kerajaan syailendra(jawa tengah). Ketika terjadi perang
saudara di kerajaan syailendra antara balaputra dewa dan praodharmawardani (kakaknya) yang dibantu oleh
rakai pikatan (dinasti sanjaya), balaputra dewa mengalami kekalahan. Akibat kekalahan itu, raja balaputra lari
ke sriwijaya. Di kerajaan sriwijaya berkuasa raja dharma sentru (kakak dari ibu balaputra dewa) yang tidak
mempunyai keturunan, sehingga kedatangan balaputra
3
dewa di kerajaan sriwijaya disambut baik dan kemudian , ia diangkat menjadi raja. Pada masa
pemerintahannya raja balaputra meningkatkan kegiatan pelayaran dan perdagangan rakyat sriwijaya. Di
samping itu, raja balaputra dewa juga menjalin hubungan dengan kerajaan kerajaan diluar wilayah
Indonesia, terutama pada kerajaan india seperti kerajaan benggala. Bahkan pada masa pemerintahannya
kerajaan sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama budha di asia tenggara.
Raja Sanggrama Wijayattunggawarman pada masa pemerintahannya kerajaan sriwijaya mengalami ancaman
dari kerajaan chola. Dibawah raja rajendra chola, kerajaan chola melakukan serangan dan berasil merebut
kerajaan sriwijaya. Sehingga raja sanggrama berasil ditawan. Namun, pada masa pemerintahan raja
kilottungga I di kerajaan chola raja sanggrama dibebaskan kembali.

2.2.2

Kehidupan social dan budaya kerajaan sriwijaya


Karena etaknya yang strategis dalam lalu lintas perdagangan internasional menyebabkan
masyarakatnya lebi terbuka dalam menerima berbagai pengaruh asing. Dalam dunia perdagangan,
kemungkinan digunakan bahasa melayu kuno terutama dengan pedagang dari jawa barat, Bangka dan jambi.
Penduduk sriwijaya bersifat terbuka dalam menerima berbagai kebudayaan yang datang. Salah satunya
adalah mengadopsi kebudayaan india. Oleh karena , sriwijaya pernah menjadi pusat pengembangan ajaran
budha di asia tenggara.
Dalam bidang kebudayaan khususnya keagamaan, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha di Asia
tenggara dan Asia timur. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah Agama Buddha Mahayana,
salah satu tokoh yang terkenal ialah Dharmakirti.

2.2.3

Kehidupan ekonomi kerajaan sriwijaya


Sriwijaya membangun armadanya dengan kuat untuk menjaga keamanan wilayah lautnya yang luas.
Aktivitas perdagangan berjalan dengan aman, Penduduk hidup dengan hasil perdagangan & pelayaran,
Banyak memperoleh bea cukai dari kapal-kapal dagang yang melintas atau singgah di pelabuhan milik
sriwijaya, Sriwijaya menjual barang-barang produksinya, seperti emas, perak, gading, penyu, kemenyan,
kapur barus, lada.
4
2.3

2.3.1

PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya berupa prasasti


Pada zaman kerajaan sriwijaya, bukti adanya sebuah kerajaan biasanya dibubuhkan dalam batu
terpahat. Batu terpahat ini lebih kita kenal dengan sebutan prasasti. Adapun prasasti yang ada di wilayah
sriwijaya adalah sebagai berikut:
1. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti ini ditemukan di pinggiran rawa Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Dalam prasasti ini
termuat 13 baris kalimat dengan bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa. Isinya menjelaskan tentang
kutukan orang-orang yang tidak tunduk pada kekuasaan kerajaan.
2. Prasasti Kedukan Bukit

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan pada 20 November 1920 oleh Batenburg. Prasasti
berukuran 45 x 80 cm ini ditemukan di Desa Kedukan Bukit, Palembang.
5
Isi dari prasasti ini menceritakan tentang utusan kerajaan yang melakukan perjalanan suci bersama
2.000 pasukan. Utusan yang melakukan perjalanan suci ini bernama Dapunta Hyang, perjalanan dilakukan
dengan armada perahu.
3. Ligor

Tentu saja kita mengetahui bahwa luas daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya membentang dari
Sumatera hingga sekitar daerah Thailand. Dan di Thailand lah ditemukan prasasti yang satu ini.
Prasasti ini memuat dua sisi, sisi pertama disebut ligor A dan sisi lainnya disebut ligor B. Kedua sisi
menjelaskan tentang kegagahan raja Sriwijaya dan gelar raja dari keluarga Sailendravamsa.
4. Kota Kapur

Kalau peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini ditemukan di Pulau Bangka sebelah barat.
Pertama kali ditemukan pada tahun 1892 oleh J.K van der Meulen. Isinya menjelaskan tentang kutukan bagi
siapa saja yang membantah perintah raja.
Prasasti ini konon merupakan satu dari lima prasasti lainnya yang berisi kutukan. Diperkirakan, pembuatan
prasasti berisi peringatan kutukan ini diperintahkan oleh seorang bernama Dapunta Hyang.

6
5. Talang Tuo

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini ditemukan oleh seorang bupati atau residen Palembang bernama
Louis Constant Westenenk. Prasasti ini ditemukan tahun 1920 dan meneritakan tentang agama Budha di
kerajaan Sriwijaya.
Selain berisi tentang agama Budha, dalam prasasti ini juga dijelaskan tentang doa-doa yang dipercaya pada
saat itu. Aliran Budha yang dijelaskan dalam prasasti ini adalah Budha Mahayana.
6. Karang Berahi

Prasasti ini ditemukan di Desa Karah Berahi, Pamenang, Merangin, Jambi. Peninggalan Kerajaan
Sriwijaya ini ditemukan oleh Berkhout pada tahun 1904. Isi prasasti ini menjelaskan tentang kutukan bagi
orang yang berbuat jahat.
Kutukan bagi orang yang berbuat jahat dan tidak setia pada Kerajaan Sriwijaya ini ditujukan untuk menakutnakuti masyarakat agar tetap tunduk dengan Kerajaan Sriwijaya.

7
7. Telaga Batu

Prasasti ini memang ditemukan di sebuah telaga bernama telaga biru di kelurahan 3 Ilir, kecamatan Ilir
Timur II, Palembang. Isinya tentang permohonan kepada dewa untuk keselamatan rakyat dan kerajaan
sriwijaya.
8. Leiden

Tentu saja peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini dinamakan prasasti Leiden karena saat ini memang
disimpan di KITLV, Leiden, Belanda. Isinya menjelaskan hubungan antara Sriwijaya dengan Kerajaan Chola
dan Tamil di India.
9. Hujung Langit

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini juga ditemukan di Lampung, tepatnya di Desa Haur
Kuning. Diperkirakan berasal dari tahun 997 masehi dan menjelaskan tentang pemberian tanah Sima.

8
10. Prasasti nalanda

Ditemukan di Benggala (India) dan berangka tahun 860 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja
Balaputradewa yang membangun tempat tinggal untuk para pelajar dan sebuah biara di Benggala.
2.3.2

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya berupa candi


1. Candi muara takus

Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten
Kampar, Propinsi Riau. Jaraknya dari Pekanbaru, Ibukota Propinsi Riau, sekitar 128 Km. Kompleks
Candi Muara Takus merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Provinsi Riau.
Candi ini bernuansa Buddhistis. Hal tersebut merupakan petunjuk bahwa agama Budha pernah
berkembang di kawasan ini.

9
2.4 KEMAJUAN & KERUNTUHAN KERAJAAN SRIWIJAYA
2.4.1

Kemajuan Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berada dalam masa kejayaan pada abad ke 9-10 Masehi. Kemajuan pesat dari
kerajaan sriwijaya selain karena rajanya yang cakap, gagah berani, dan bijaksana. Saat itu, Kerajaan
Sriwijaya juga menguasai jalur perdagangan maritim yang ada di Asia Tenggara. Dominasi Sriwijaya atas
Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan kerajaan ini sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan
perdagangan lokal.
Bahkan, Kerajaan Sriwijaya juga mengenakan bea dan cukai atas setiap kapal yang melewati dua selat
tersebut. Armada lautnya yang kuat mampu menjalin kerja sama dengan kerajaan India dan Tiongkok.

Sehingga Sriwijaya mengumpulkan kekayaan dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan, khususnya pasar
Tiongkok dan India.
2.4.2

Keruntuhan Kerajaan sriwijaya

10
Dengan kekuasaan yang begitu luas, Kerajaan Sriwijaya juga dapat mengalami
keruntuhan. Karena tidak adanya tokoh yang cakap, dan beribawa untuk menjadi raja dan memimpin
kerajaan sriwijaya, juga berakhirnya kejayaan kerajaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Kerajaan Sriwijaya menerima serangan yang berhasil menghancurkan armada perangnya. Kejadian itu terjadi
pada tahun 1017 dan 1025. Sriwijaya diseraung oleh Rajendra Chola I, seseorang dari dinasti Cholda di
Koromande, India Selatan. Kedua serangan tersebut membuat perdagangan di wilayah Asia tenggara jatuh
pada Raja Chola. Namun, walaupun telah habis-habisan tetapi Kerajaan Sriwijaya masih tetap berdiri.
Beberapa daerah taklukan Sriwijaya melepaskan diri karena kekuatan militernya melemah. Sampai muncul
Dharmasraya dan Pagaruyung, yang kemudian menjadi kekuatan baru dan menguasai kembali wilayah
jajahan Sriwijaya mulai dari Semenanjung Malaya, Sumatera, sampai Jawa bagian barat.
Berkurangnya pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Hal itu disebabkan
karena daerah strategis yang dulu merupakan bagian dari Sriwijaya jatuh ke tangan raja-raja di sekitarnya.
Munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat seperti Dharmasraya yang sampai menguasai Sriwijaya seutuhnya.
Selain itu ada juga Kerajaan Singasari yang tercatat pernah melakukan sebuah ekspedisi yang bernama
ekspedisi Pamalayu. Hingga akhirnya Kerajaan Sriwijaya pun runtuh di tangan Kerajaan Majapahit pada
abad ke-13.

11
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Jadi sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di asia tenggara yang terletak di
sumatera selatan, yaitu tepat di tepi sungai musi atau sekitar kota Palembang yang sekarang. Dengan tempat
yang strategis membuat kerajaan ini dapat menguasai jalur perdagangan maritim yang ada di asia tenggara.
Penduduknya juga lebih terbuka dalam menerima berbagai pengaruh asing dan menerima berbagai
kebudayaan yang datang salah satunya kebudayaan india. Oleh karena itu sriwijya pernah menjadi pusat
pengembangan ajaran budha di asia tenggara. Berdirinya kerajaan sriwijaya berawal dari abad ke-7 yaitu
menurut berita dari cina dan prasasti kedukan bukit. Raja pertama kerajaan sriwijaya adalah Dapunta Hyang
Sri Jayanasa. Peninggalan kerajaan sriwijaya berupa candid an prasasti yang sebagian besar menggunakan
huruf pallawa dan bahasa melayu kuno. Kemajuan pesat kerajaan sriwijaya adalah raja yang cakap, gagah
berani dan bijaksana dan karena tidak adanya tokoh yang pantas untuk menjadi raja dan memimpin kerajaan
sriwijaya sehingga kerajaan ini menjadi runtuh.

3.2

Saran
Kami berharap makalah ini bisa berguna untuk yang yang nmembutuhkan dan semoga kedepannya
akan ada yang membuat makalah tentang kerajaan sriwijaya dengan lebih lengkap lagi dan penjelasan lebih
luas.

12
DAFTAR PUSTAKA
I Wayan Badrika. 2006. Sejarah Kerajaan Sriwijaya. Jakarta: PT Penerbit Erlangga.

Triyono Suwito. 2009. Kemajuan dan Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya. Jakarta: Graha Pustaka.
http://blog.re.or.id/sejarah-kerajaan-sriwijaya.htm

13