Anda di halaman 1dari 93

Tugas Manajemen Strategi

PT JAYA PARI STEEL Tbk.


Kelompok:

Vica Puspitasari 120820150006


Fitri Ayu Aprilia 120820150027
Anindita Pradipta 120820150061

Komponen

Analisis Lingkungan

A. 1. Analisis Kinerja & Postur Strategik


A. 1. 1. Penjelasan Situasi Saat Ini
Jelaskan profil singkat perusahaan terkini:
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : PT Jaya Pari Steel Tbk
Tanggal Pendirian : 18 Juli 1973
Bidang Usaha : Meliputi Industri Plat Baja dari bahan baku slab melalui proses
re-rolling dengan mesin berteknologi 3 high rolling mill
Modal Dasar : Rp 150.000.000.000,Alamat Perusahaan : Jl. Margomulyo No. 4 Tandes Surabaya - 60186
Website : WWW.jayaparisteel.co.id
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
Perseroan terutama meliputi industri plat baja dari bahan baku slab melalui proses rerolling dengan mesin berteknologi 3 high rolling mill. Untuk meningkatkan kinerja
perusahaan, Jaya Pari bekerja sama dengan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk dan PT
Surya Steel. Kerjasama ini bertujuan untuk menjamin pengadaan bahan baku dan
penjualan produk utama serta waste yang dihasilkan.
Produk yang dihasilkan
PT Jaya Pari Steel, Tbk. (JPS) didirikan pada tahun 1973 dan beroperasi secara
komersial pada tahun 1976 dengan bidang usaha pemotongan hot rolled coil untuk
kemudian dijadikan plat. Seiiring dengan perkembangan usaha, perusahaan membangun
plat mill dengan membeli plat mill bekas milik Nakayama stell di Jepang. Lalu pada
85

tahun 1982, perusahaan sudah memproduksi produsen plat baja swasta pertama di
Indonesia.
Pasar yang dilayani
JPS (Jaya Pari Steel) merupakan produsen plat baja swasta pertama di Indonesia.
Saat ini JPS hanya fokus menggarap pasar domestik saja melalui para distributornya di
Jakarta dan Surabaya dan kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
JPS memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 70.000 ton bahan baku slab atau
60.000 ton barang jadi per tahun.
Jangkauan pemasaran produk
Untuk jangkauan pemasaran produk hasil produksi perusahaan 100% dipasarkan
di Indonesia. Disebarkan melalui para distributor di Jakarta dan Surabaya dan berbagai
daerah di Indonesia
Kepemilikan perusahaan
Komposisi Pemegang Saham

86

Pesaing perusahaan
Pesaing perisahaan JPS ini berasal dari produsen sejenis di dalam negeri dan
impor produksi sejenis uang pada umumnya adalah berbentuk persaingan harga dan
syarat pembayaran. Pesaingnya antara lain: PT Krakatau Steel dan PT Gunawan Dian
Jaya.
A. 1. 2. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan
Tabel 1. Tabel Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan

87

88

Tabel 2. Interpretasi Kinerja Keuangan-1: Liquidity Ratio

89

Tabel 3. Interpretasi Kinerja Keuangan-2 : Leverage Ratio

Presentasi
Jelaskan
(peningkatan/ ratio
penurunan)

arti Interpretasi atas


yang dicapai

ratio Jelaskan implikasi terhadap


perusahaan
bila
ratio
meningkat/menurun/tetap
LEVERAGE RATIO
Debt to Asset Digunakan
Nilai debt to asset ratio Meningkatnya hal tersebut
Ratio
untuk mengukur perusahaan
tersebut menunjukkan
bahwa
banyaknya dana terjadi
peningkatan kebutuhan akan pendanaan
2013 (0,037) pinjaman yang sebesar 0,004.
yang berasal dari hutang
2014 (0,041) sudah
meningkat.
dimanfaatkan
untuk
membiayai asset
perusahaan.
Semakin rendah
ratio
yang
didapat
maka
semakin baik.
Debt
to Digunakan
Terjadi peningkatan debt Meningkatnya hal tersebut
Equity Ratio untuk mengukur to equity ratio dari tahun mengakibatkan
beban
perbandingan
2013 ke tahun 2014 perusahaan semakin tinggi
2013(0,038)
total
hutang sebesar 0,007.
karena menurunnya jumlah
2014(0,043)
perusahaan
beban bunga.
dengan modal
perusahaan.
Long-Term
Digunakan
Nilai long term debt to Hal ini menandakan bahwa
debt
to untuk mengukur equity ratio dari tahun hutang jangka panjang
Equity Ratio seberapa banyak 2013 ke tahun 2014 semakin
banyak
hutang jangka mengalami peningkatan dibandingkan
dengan
2012(0,036)
panjang
sebesar 0,005.
modal perusahaan.
2013(0,041)
perusahaan
dibandingkan
dengan modal
perusahaan.
Times
Digunakan
Nilai tersebut terjadi Dapat
meningkatkan
Interest
untuk mengukur peningkatkan
sebesar kepercayaan
kreditur
Earned
seberapa
baik 0,73.
terhadap perusahaan.
perusahaan
2012(3,29)
mampu
2013(4,02)
memenuhi
pembayaran
bunga
berdasarkan kas
yang dihasilkan
kegiatan
operasional
perusahaan.

90

Fix Change Digunakan


Coverage
untuk mengukur
kemampuan
2012()
perusahaan
2013()
untuk memenuhi
semua
kewajiban
pembayaran
tetap (bunga dan
pokok pinjaman
pembayaran
sewa,
dan
dividen prefered
stock). Semakin
tinggi
rasio
semakin baik.
Tabel 4. Interpretasi Kinerja Keuangan-3 : Activity Ratio

Presentasi
Jelaskan
(peningkatan/ ratio
penurunan)

arti Interpretasi atas


yang dicapai

ratio Jelaskan implikasi terhadap


perusahaan
bila
ratio
meningkat/menurun/tetap

ACTIVITY RATIO

Receivable
Turnover
2013(52,03)
2014(40,19)

Inventory
Turnover
2013(3,67)
2014(7,54)

Mengukur
efisiensi berapa
banyak
penjualan yang
dihasilkan oleh
setiap
rupiah
account
receivable
perusahaan.
Semakin tinggi
semakin baik.
Mengukur
efisiensi
penggunaaan
persediaan atau
untuk mengukur
kemampuan
dana
yang
tertanam dalam
persediaan
untuk berputar
dalam
satu
periode tertentu.
Semakin tinggi
rasio
semakin
baik.

Penurunan
nilai
ini
menunjukan
bahwa
perusahaan
tidak
maksimal
dalam
perputaran
account
receivable yang ada
untuk
menghasilkan
penjualan.

Perusahaan
mengalami
penurunan
risiko
atas
kemungkinan piutang tak
tertagih.

Apabila rasio perputaran


persediaan meningkat maka
modal kerja yang tertanam
Nilai Inventory Turnover
pada persediaan semakin
tahun 2014 mengalami
kecil sehingga modal kerja
peningkatan.
dapat segera digunakan
untuk produksi berikutnya,
selain itu risiko persediaan
rusak juga semakin kecil.

91

Mengukur
berapa banyak
penjualan yang
dihasilkan oleh
Working
setiap
modal
Capital
kerja
pada
Turnover
perusahaan.
2013(0,831x)
Semakin tinggi
2014(1,402x)
perputaran
modal
kerja
maka semakin
baik
Mengukur
berapa banyak
penjualan yang
dihasilkan oleh
setiap fix aset
Fix
Asset
pada
Turnover
perusahaan.
2013(13,80x)
Semakin tinggi
2014(23,93x)
perputaran fix
asset
untuk
menghasilkan
penjualan, maka
semakin baik.
Mengukur
efisiensi
penggunaan
Total Asset
dana
yang
Turnover
tertanam pada
2013(0,518x)
total asset dalam
2014(0,845x)
rangka
menghasilkan
penjualan

Nilai Working Capital


Turnover
perusahaan
tahun 2013 mencapai
sebesar 0,831 kali, tahun
2014
mengalami
kenaikan menjadi 1,402
kali,

Nilai Fix Asset Turnover


perusahaan tahun 2013
mencapai sebesar 13,80
kali,
tahun
2014
mengalami peningkatan
menjadi 23,93 kali.

Nilai
Total
Asset
Turnover tahun 2013
mencapai sebesar 0,518
kali,
tahun
2014
mengalami peningkatan
menjadi 0,845 kali.

Kenaikan perputaran modal


kerja berarti perusahaan
memiliki
modal
kerja
meningkat
sehingga
tambahan
pendanaan
kurang dibutuhkan.

Peningkatan dalam fix aset


turnover
baik
bagi
perusahaan karena investasi
dalam fix aset memberikan
kontribusi bagi penjualan.

Peningkatan
perputaran
total aset menggambarkan
perusahaan efisien dalam
menggunakan asetnya.

Tabel 5. Interpretasi Kinerja Keuangan-4 : Profitability Ratio

Presentasi
Jelaskan
(peningkatan/ ratio
penurunan)

Gross Profit
Margin
2013
(-0,005)
2014
(0,016)

arti Interpretasi atas


yang dicapai

ratio Jelaskan implikasi terhadap


perusahaan
bila
ratio
meningkat/menurun/tetap
PROFITABILITY RATIO

Mengukur
marjin
laba
kotor
atas
penjualan.
Semakin tinggi
rasio
menunjukkan
semakin
baik
kondisi
perusahaan.

Nilai Gross Profit Margin


perusahaan tahun 2013
mencapai sebesar -0,005,
tahun 2014 mengalami
kenaikan menjadi 0,016

Kenaikan GPM perusahaan


akan
meningkatkan
kemampuannya membayar
beban dan mendapatkan
profit.

92

Rasio
tingkat
pengembalian
perusahaan atas
pemanfaatan
aset
yang
dimiliki
Tingkat
pengembalian
Return
on
dari
investasi
Equity
yang dilakukan
2013(0,041)
shareholder
2014(-0,019)
terhadap
perusahaan
Return
on
Investment
2013(0,039)
2014(-0,018)

Menunjukkan
pendapatan
bersih
atas
penjualan.
Net
Profit Semakin tinggi
Margin
rasio
semakin
2013(0,077)
baik
karena
2014(-0,022) menunjukkan
besaran
net
income relatif
terhadap
revenue.

Nilai
Return
on
Investment, tahun 2013
sebesar 0,039, tahun
2014
mengalami
penurunan
menjadi
-0,018

Perusahaan
mengalami
penurunan produktif dalam
menggunakan keseluruhan
dananya.

Nilai Return on Equity


perusahaan tahun 2013
hingga
tahun
2014
mengalami penurunan

Terjadinya penurunan pada


nilai ROE menunjukkan
perusahaan tidak efisien
dalam menggunakan modal
sendiri untuk menghasilkan
keuntungan.

Nilai Net Profit Margin


tahun 2013 mencapai
sebesar 0,077 tahun 2014
mengalami
penurunan
menjadi -0,022

Penurunan net profit margin


dari
2013
ke
2014
menunjukkan bahwa profit
yang dihasilkan setiap
rupiah pendapatan semakin
kecil.

Tabel 6. Interpretasi Kinerja Keuangan-5 : Book to Market Ratio

Presentasi
Jelaskan
(peningkatan/ ratio
penurunan)

Price
Earning
Ratio
2013
(13,45)
2014
(-26,19)

arti Interpretasi atas


yang dicapai

ratio Jelaskan implikasi terhadap


perusahaan
bila
ratio
meningkat/menurun/tetap
BOOK TO MARKET RATIO

Digunakan
untuk mengukur
penilaian dasar
pasar terhadap
sebuah saham
berdasarkan
pendapatannya
sehingga
menunjukkan
berapa banyak
investor
bersedia
membayar untuk
setiap
rupiah
pendapatannya.

Terjadinya
penurunan
price earnings ratio. Hal
ini menunjukan adanya Penurunan ini dianggap
penurunan
penilaian investor harga saham murah
pasar terhadap sebuah dan tidak beresiko.
saham
berdasarkan
pendapatannya.

93

Digunakan
untuk mengukur
Market Book langsung sudah
Ratio
berapa
kali
2013(0,558)
market vaue dari
2014(0,510)
satu
saham
dihargai
dari
book valuenya.
Digunakan
untuk mengukur
Economy
tingkat
Value Added
keberhasilan
2013()
dari
sudut
2014()
kepentingan
penyandang
dana
Digunakan
Market
untuk mengukur
Value Added perbedaan nilai
2013(1,14)
pasar
dengan
2014(1,62)
nilai modal dari
investor

Tejadinya
penurunan
nilai, hal ini menunjukan
bahwa saham perusahaan
dihargai tidak
lebih
tinggi dari book valuenya.

Penurunan
nilai
menunjukkan
saham
perusahaan tidak diminati
dan harga saham tidak
berpotensi untuk naik.

Peningkatan nilai dari


tahun 2013 ke tahun Nilai pasar perusahaan naik
2014, hal ini menunjukan dan harga saham sangat
peningkatan
nilai berpotensi untuk naik.
perusahaan.

Tabel 7. Interpretasi Kinerja Keuangan-6 : Growth Ratio

Presentasi
Jelaskan
(peningkatan/ ratio
penurunan)

arti Interpretasi atas


yang dicapai

ratio Jelaskan implikasi terhadap


perusahaan
bila
ratio
meningkat/menurun/tetap

GROWTH RATIO
Sales
2013- 2014
0,606%

Menunjukan
tingkat
pertumbuhan
penjualan,
semakin
meningkat
semakin baik

Net Income
2013-2014
-1,460%

Penurunan net income


menunjukan bahwa terdapat
penurunan jumlah profit
atau laba perusahaan. Hal
Menunjukan
ini bisa disebabkan karena
tingkat
menurunnya
tingkat
pertumbuhan
Dari tahun 2013 ke tahun penjualan atau perusahaan
laba
bersih, 2014
net
income kurang
efesien
dalam
semakin
menurun.
penggunaan sumber daya
meningkat
yang ada. Namun pada
semakin baik
perusahaan Pari Jaya Steel
terdapat penurunan nilai
yang
tajam
pada
keuntungan dari mata uang
asing.

Meningkatnya
sales
Penjualan dari tahun menunjukan
bahwa
2013 ke tahun 2014 perusahaan efesien dalam
meningkat.
menggunakan sumber daya
yang ada

94

Menunjukkan
besarnya
laba
bersih
Earning per
perusahaan yang
Share
siap dibagikan
-1,460%
untuk
semua
pemegang
saham.
Menunjukkan
bagian
keuntungan
yang diberikan
kepada
para
Dividend per
pemegang
Share
saham
yang
0%
jumlahnya
sebanding
dengan jumlah
saham
yang
dimiliki.
A.

Pada perusahaan Jaya


Pari
Steel,
jumlah
earning
per
share
menurun.

Laba bersih
menurun
menurunkan
perusahaan.

perusahaan
sehingga
nilai

Pada tahun 2013 dan pada


Tidak
adanya
tahun 2014 tidak adanya
peningkatan
atau
pembagian dividen pada
penurunan dividen per
perusahaan PT Jaya Pari
share.
Steel Tbk.

1. 3. Strategic Posture
Analisis kesesuaian postur stratejik perusahaan dengan kinerja perusahaan dan

situasi lingkungan saat ini.


1. 3. 1.

Current Vision:

VISI : Menjadi Perusahaan terkemuka di Indonesia dalam bidang industri plat baja
Analisis keuangan antara kinerja keuangan perusahaan dan visi perusahaan:
JPS (Jaya Pari Steel) merupakan produsen plat baja swasta pertama di Indonesia.
Perusahaan hanya menghasilkan 1 (satu) jenis produk (plat baja canai panas) yang tidak
memiliki karakteristik yang berbeda dalam proses produksi, golongan pelanggan, dan
pendistribusian produk. Dengan demikian, Perusahaan hanya memiliki satu segmen
usaha. Jumlah hasil produksi pada tahun 2014 sebesar 16.539 ton, turun jika
dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai sebesar 23.334 ton.
1. 3. 2.

Current Mission:

MISI :

Menjadi perusahaan yang terpercaya, menyediakan produk bermutu tinggi dan

pelayanan terbaik untuk memenuhi kepuasan pelanggan yang total,


Ingin selalu diingat sebagai perusahaan terbaik di bidangnya dengan memberikan
keuntungan bagi pemegang saham dan kesempatan bagi karyawan untuk
mengembangkan dirinya, dan

95

Mengandalkan diri pada pengembangan sumber saya manusia, manajemen yang


konservatif dan pemeliharaan iklim kerja sama antar seluruh stakeholder untuk
mancapai tujuan perusahaan.

Analisis keuangan antara kinerja keuangan perusahaan dan misi perusahaan:


Kapasitas produksi terpasang sebesar 70.000 ton bahan baku slab atau 60.000 ton
barang jadi plat pertahun. Sementara hasil produksi plat tahun 2014 mencapai 16.539
ton atau 28% dari kapasitas produksi. Penjualan mengalami penurunan yaitu dari 24.875
ton plat pada tahun 2013 menjadi 16.299 ton plat pada tahun 2014. Kontribusi terbesar
terhadap total penjualan menurut segmen geografis adalah Jawa Timur (Rp 205,5
miliar) DKI Jakarta (Rp 107,9 miliar), Jawa Barat (Rp 205,3 juta). Target pasar dari
hasil produk plat baja Perusahaan adalah 100% pasar domestik.
1. 3. 3.

Current Objectives (tujuan saat ini):

Komitmen JPS untuk memproduksi dan memasarkan produk baja berkualitas


yang bertujuan untuk kepuasan pelanggan.
Analisis keuangan antara kinerja keuangan perusahaan dan current Objectives
perusahaan: JPS fokus untuk memperbaiki kinerja yang telah dicapai pada tahun 2014,
di tahun 2015, Perusahaan menetapkan target laba setelah pajak sebesar 5% dari total
penjualan dan dengan segmentasi target pemasaran 100% untuk pasar domestik. Untuk
target penjualan tahun 2015 manajemen menetapkan target Rp 350 miliar dan target
laba bersih Rp 15 miliar.
1. 3. 4.

Current Strategy (strategi saat ini):

Dengan tetap mempertahankan kinerja dan pertumbuhan yang telah dicapai selama
ini, Perseroan mengambil langkah-langkah strategi sebagai berikut:
1. Tetap berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan pangsa pasar
domestik terutama penjualan langsung kepada pemakai akhir (end user) serta
selalu membina komunikasi yang baik dengan distributor dan supplier bahan.
2. Secara konsisten memantau adanya peluang pasar ekspor dengan
memepertimbangkan harga dan waktu yang tepat serta pergerakan kurs mata
uang asing (US Dollar) terhadap Rupiah.
3. Memonitor strategi para pesaing baik domestik maupun importir secara agar
tetap mampu bersaing di pasar.
4. Memprioritaskan strategi fleksibilitas dalam kuantitas order, ketepatan waktu
serah (delivery time) dan menambah variasi standardisasi produk.

96

Analisis keuangan antara kinerja keuangan perusahaan dan current Strategy


perusahaan: Jumlah hasil produksi pada tahun 2014 sebesar 16.539 ton, turun jika
dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai sebesar 23.334 ton.
1. 3. 5.

Current Policy (kebijakan saat ini):

Setiap aturan dan kebijakan yang dijalankan Perseroan selalu mengacu pada
undang-undang yang berlaku seperti UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 serta PP No. 50 Tahun 2007.
Analisis keuangan antara kinerja keuangan perusahaan dan kebijakan
perusahaan: JPS fokus untuk memperbaiki kinerja yang telah dicapai pada tahun 2014,
di tahun 2015.
A. 1. 4. Corporate Governanve, Business Ethics & CSR
1. 4. 1.

Corporate Governance

Selama tahun 2014, JPS telah menjalankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang
Baik Good Corporate Governance (GCG) dengan maksimal. Dengan menerapkan
prinsip GCG pada setiap jenjang manajemen.
Jelaskan Praktik GCG perusahaan:

Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik


JPS selalu berupaya untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mewujudkan
visi untuk menjadi perusahaan terkemuka di Indonesia dalam industri plat baja.
Perusahaan selalu menjaga komitmen untuk memenuhi aspek-aspek GCG sesuai
dengan standar dalam menjalankan usahanya. Upaya ini dilaksanakan untuk
mendukung tujuan Perseroan baik pertumbuhan usaha, profitabilitas, nilai
tambah

untuk

seluruh

pemangku

kepentingan,

serta

meningkatkan

keberlangsungan usaha jangka panjang dan membangun bisnis yang sehat.


Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik telah memenuhi prinsip
keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, serta kesetaraan

dan kewajaran pada setiap aspek bisnis dan di seluruh jajaran manajemen.
Rapat Umum Pemegang Saham
RUPS terdiri dari RUPS tahunan dan RUPS lainnya, RUPS tahunan wajib
diadakan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku
berakhir. Mengacu pada Pasal 78 (2) Undang-Undang No. 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas, sepanjang tahun 2014 PT Jaya Pari Steel, Tbk. telah
melaksanakan RUPS sebanyak 1 (satu) kali pada 26 Juni 2014.

1. 4. 2.

Business Ethics & Code of Counduct

97

Setiap aturan dan kebijakan yang dijalankan Perusahaan selalu mengacu pada
undang-undang yang berlaku seperti UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas dan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 serta PP No. 50 Tahun 2007.
Jelaskan praktik Business Ethics & Code Of Counduct Perusahaan:
Dalam praktiknya, perusahaan selalu melakuakn pelaporan pelanggaran kode
etik perusahaan. Pelaporan pelanggaran dapat dilakukan oleh pemegang saham yang
mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari seluruh saham dengan
hak suara, pihak lain yang mempunyai perjanjian dengan Perseroan dan Kejaksaan
untuk kepentingan umum.
1. 4. 3. Corporate Social Responsibility
Mengacu pada Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-431/BL/2012
tanggal 1 Agustus 2012, Peraturan X.K.6 huruf h tentang Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan.
People :
Fokus kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social
Responsibility (CSR) tahun 2014 dititikberatkan ke arah peningkatan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM) di lingkungan sekitar Perusahaan.
Untuk meningkatkan kinerja dan tingkat kompetensi karyawan, Perusahaan
menyelenggarakan serangkaian pelatihan atau seminar berupa:
1. Training teknis internal yang diberikan kepada para supervisor masing-masing
divisi untuk nantinya akan diteruskan kepada stafnya masing-masing
2. Training eksternal sesuai program-program dan institusi penyelenggara seperti
audit energi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lingkungan dan lain-lain.
Namun Program Tanggung Jawab Sosial Perseroan pada tahun 2013
dilaksanakan dengan melakukan perbaikan sebuah jembatan penyeberangan orang yang
berada di Jalan Margomulyo Surabaya.
Planet :
Kebijakan, jenis program dan biaya untuk lingkungan hidup, sistem pengolahan
limbah.
Profit :
Perusahaan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp 771 juta.

98

A.2. Analisis Lingkungan Internal


A.2.1. Analisis Fungsi Bisnis
A.2.1.1. Marketing

Fungsi
Manajemen
Pemasaran

Komponen penentu kekuatan Komponen penentu kelemahan


strategis
strategis

Product

Kebijakan pemerintah saat ini


yang masih belum mampu
Diterapkannya
ISO
memproteksi secara maksimal
9001:2008
produsen baja dalam negeri.
produk
yang
dihasilkan Perusahaan hanya memproduksi
berkualitas sebab perusahaan
satu jenis produk.
telah mendapatkan sertifikasi
produk plat baja dari Biro
Klasifikasi Indonesia.

Price

Harga produk terjangkau.

Place

Promotion

Terjadi penurunan permintaan


baja
Apabila harga bahan baku
pembuatan plat baja yaitu slab
di
pasar
internasional
mengalami
kenaikan,
berdampak pada kenaikan harga
beban pokok produk.

Focus pada pasar domestic


yang merupakan pasar utama
Produk yang dihasilkan
dijual ke berbagai daerah di
Indonesia.

Area penjualan produk hanya


meliputi dalam negeri

Focus pada pasar domestic


yang merupakan pasar utama
bagi perseroan.
Pemasaran
produk
Perusahaan
melalui
distributornya di Jakarta dan
Surabaya,
kemudian
didistribusikan ke berbagai
daerah di Indonesia.

Perusahaan
kurang
melakukan
promosi
terhadap produk-produknya.

99

People

SDM yang terstruktur rapi


dan kompeten dalam 4 unit
kerja yaitu:
pemasaran,
produksi, keuangan, urusan
umum.
Perusahaan mengikutsertakan
sejumlah karyawan untuk
mengikuti pelatihan, seminar,
dan sosialisasi peraturanperaturan pemerintah.

Process

Physical
Evidence

Perusahaan
menerapkan
sistim
manajemen
keselamatan dan kesehatan
Kerja (SMK3), dan telah
mendapat sertifikat SMK3.

Perusahaan
menawarkan
competitive advantage dalam
hal jaminan kualitas produk
menerapkan
ISO
9001,
mengutamakan
ketepatan
waktu delivery order pada
customer.
Tabel 7. Product Mix

Kelebaran Produk
Plat
Plat baja
Kedalaman
Produk

A.2.1.2. Finance

Fungsi
Manajemen
Keuangan
Obtaining Fund
(Financing
Decision)

Allocating fund
(Investing
Decision)
Operation
(Dividend

Komponen
strategi

penentu

kekuatan Komponen penentu kelemahan


strategi

Perusahaan Jaya Pari Steel


memiliki proporsi ekuitas yang
lebih
tinggi
dibandingkan
proporsi hutang.
Perusahaan Jaya Pari Steel Tbk
berkerjasama dengan perusahaan
lain dalam melakukan efisiensi
biaya transportasi bahan mentah.
Investasi pada entitas asosiasi

Perusahaan Jaya Pari Steel


memiliki nilai jumlah liabilitas
jangka panjang lebih tinggi
dibandingkan liabilitas jangka
pendek.

Tidak
optimal
menggunakan aset

dalam

Perusahaan melakukan 2 kali Tidak ada pembagian dividen


pembagian dividen dalam setahun dari tahun 2013 hingga tahun
100

Policy)

2014.

A.2.1.3 Operation

Fungsi
Manajemen Komponen
Penentu Komponen
Penentu
Operasi
Kekuatan Strategis
Kelemahan Strategis
Product Design
Perusahaan
hanya
Menggunakan
memproduksi satu jenis
standarisasi
produk
produk.
ISO 9001
produk yang dihasilkan
berkualitas
sebab
perusahaan
telah
mendapatkan sertifikasi
produk plat baja dari
Biro
Klasifikasi
Indonesia.
Product manufacture &
facilities

Plant design and service


Production
control

planning

&

Perusahaan membangun
plate
mill,
dengan
membeli plate mill bekas
nakayama steel di Jepang.
Proses pembuatan produk
melalui proses re-rolling
dengan mesin berteknologi
3 high rolling mill.
Ketepatan delivery time
kepada customer
Produk yang dihasilkan
telah melalui tahapan
quality
control
dan
menerapkan ISO 9001

Keterbatasan
produksi

fasilitas

Pangsa pasar domestik


Hanya memproduksi satu
jenis produk

A. 2. 1. 4. HRM

Fungsi Manajemen SDM


Proqurement
Planning,

Komponen

Penentu Komponen

(HR

Kekuatan Strategis
Kelemahan Strategis
Adanya perencanaan SDM Tidak dijelaskan secara rinci

recruitment,

yang jelas, yang mana pada proses HR Planning, seleksi,

selection, placement dan

web JPS terdapat konten placement

orientation)

career
Memberikan

Development (training &


development dan career
development)

Penentu

dan

oroientasi

dalam perusahaan JPS


kesempatan

pengembangan karir bagi


seluruh karyawan, program
pendidikan dan pelatihan
yang mendukung tugas dan
fungsi perusahaan

Maintenance

Tidak dijelaskan secara rinci


101

(Compensation,

tentang

integration dan hubungan

(Compensation,

dengan

dan hubungan dengan Labor

Labor

union,

evaluasi)

Maintenance
integration

union, evaluasi)

A.2.1.5. Management Information System

Fungsi
Sistem Komponen penentu kekuatan Komponen
penentu
Informasi
strategis
kelemahan strategis
Manajemen
Tingkat Operasional Perusahaan mengimplementasikan
(Transaction
Dashboard Penjualan dengan
Processing System)
aplikasi berbasis web.
Tingkat Manajerial Perusahaan
menggunakan
(Management
Enterprise Resource Planning
Information System)
(ERP) dimana ini ERP adalah
sebuah sistem terintegrasi yang
bermanfaat untuk berbagai proses
dalam perusahaan.
Tingkat Strategical Perusahaan mengimplementasikan
(Executive Support management resiko.
System,
Decision
Support
System,
Artificial
Intelligence)
Tabel 8. IFAS, Kekuatan
Faktor Dtrategis Internal
A. Kekuatan

Bobot Rating Skor Keterangan

Diterapkannya
ISO
9001:2008,
0.08
Produk yang dihasilkan berkualitas.

0.24

Produk sudah berstandar ISO


dan konsumen tidak ragu untuk
menggunakan produk yang
dihasilkan dari PT Jaya Pari
Steel

0.05

0.1

Memiliki nilai lebih karena


merupakan
salah
satu
perusahaan yang pertama yang
ada di Indonesia

SDM yang terstruktur rapi dan


kompeten dalam 4 unit kerja yaitu:
0.04
pemasaran, produksi, keuangan,
urusan umum.

0.12

Meningkatkan sumber daya


manusia agar kinerja perusahaan
lebih baik

Penerapan (SMK3), dan


mendapat sertifikat SMK3.

0.15

Meningkatkan keselematan dan


kesehatan pegawai agar kinerja
perusahaan menjadi lebih baik

Perusahaan swasta pertama yang


menghasilkan plat baja di Indonesia

telah

0.05

102

0.04

0.04

Meningkatkan
perusahaan

Perusahaan membangun plate mill.


Proses pembuatan produk melalui
0.05
proses re-rolling dengan mesin
berteknologi 3 high rolling mill.

0.05

Meningkatkan kualitas produk


yang dihasilkan

Produk yang dihasilkan telah melalui


tahapan
quality
control
dan 0.07
menerapkan ISO 9001

0.21

Meningkatkan hasil produk yang


sesuai standar dan mengurangi
terjadinya cacat pada produk

Perusahaan mengimplementasikan
Dashboard Penjualan dengan aplikasi 0.04
berbasis web.

0.08

(Memudahkan dalam hal jual


beli produk)

Perusahaan menggunakan Enterprise


Resource Planning (ERP) dimana ini
ERP
adalah
sebuah
sistem 0.05
terintegrasi yang bermanfaat untuk
berbagai proses dalam perusahaan.

0.15

Proses yang digunakan untuk


meningkatkan hasil produksi

0.12

Dengan manajemen resiko,


perusahaan akan lebih dapat
menentukan kebijakan dan
menyusun strategi

Investasi pada entitas asosiasi

Perusahaan mengimplementasikan
0.04
management resiko.

pendapatan

Tabel 9. IFAS, Kelemahan


Faktor Dtrategis Internal
B. Kelemahan
Kebijakan pemerintah saat ini
yang masih belum mampu
memproteksi secara maksimal
produsen baja dalam negeri.
Bergantungnya bahan baku dari
luar negeri
Area penjualan produk
Perusahaan Jaya Pari Steel
memiliki nilai jumlah liabilitas
jangka panjang lebih tinggi
dibandingkan liabilitas jangka
pendek.
Tidak
optimal
menggunakan aset

dalam

Perusahaan tidak melakukan


diversifikasi produk

Bobot Rating Skor Keterangan


Menyebabkan perusahaan
negeri
bersaing
ketat
perusahaan dari luar negeri.

dalam
dengan

0.07

0.07

0.1

0.3

0.08

0.24

0.06

0.12

Dengan lebih banyak liabilitas jangka


panjang maka bunga yang wajib
dibayar akan lebih besar

Menyebabkan harga plat besi menjadi


mahal
Pangsa pasar perusahaan yang terbatas

0.05

0.1

Tidak memberikan tambahan profit


untuk
perusahaan,
sehingga
perusahaan
tidak
mendapatkan
pendapatan dengan optimal

0.06

0.18

Perusahaan tidak memperluas atau


memperdalam produk

103

Keterbatasan fasilitas produksi

0.07

0.21

total

41

2.48

Perusahaan tidak melakukan investasi


terhadap aset produksi yang dapat
meningkatkan pendapatan

A. 2. 2. VALUE CHAIN ANALYSIS


Tabel 10. Analisis Rantai Nilai Perusahaan; Inbound logistic

Aktivitas

Penjelasan

Inbound logistic
1. Infrastruktur
Perusahaan

-Adanya suplier yang tetap dalam memasok bahan


baku
-Adanya pengontrolan bahan baku dari supplier

2. Manajemen SDM

Pendidikan yang direkrut perusahaan yaitu :


-S1 Management Pemasaran

-S1 Management

-S1 Teknik Industri


-Seminar tentang peraturan perpajakan terbaru
-Sosialisasi peraaturan OJK dan BEI
-Training ahli K3 dan SMK3 kepada karyawan dan
manajemen
-Training mengenai manajemen lingkungan hidup
-Training mengenai manajemen secara umum
3. Pengembangan
Teknologi

Adanya perencanaan, pemesanan dan pengontrolan


bahan baku yang terdapat pada suatu form dan
penerapan sistem komputerisasi antar divisi dalam
pengaturan bahan baku.

4. Pengadaan

-Form masuknya bahan baku ke lantai produksi


-Form pesanan bahan baku
-Form order produk
Tabel 11. Analisis Rantai Nilai Perusahaan; Operations

Aktivitas

Penjelasan

Operations
1. Infrastruktur Perusahaan

-Slab

(bahan

baku)

di

potong

dan

melewati
104

pemeriksaan. Slab yang telah melewati pemeriksaan


akan dilanjutkan ke dapur pemanas dan pembersihan
slab. Kemudian slab akan di rolling dan diratakan,
slab tersebut berubah menjadi plat. Plat akan dipotong
dibagian ujung-ujungnya dan dimasukkan ke dalam
meja pendinginan. Kemudian plat akan di periksa, jika
plat sudah sesuai ukurannya akan diteruskan ke
pemeriksaan akhir dan jika belum sesuai akan
diproses kembali. Plat yang sudah melewati tahap
pemeriksaan akhir akan di masukan ke dalam gudang
plat, yang nantinya akan dikirim.
-Perusahaan melakukan pemeriksaan terhadap bahan
baku maupun barang jadi dengan berkali-kali agar
produk yang dihasilkan sesuai dengan aturan ataupun
standar yang ditetapkan.
2. Manajemen SDM

-Pendidkan yang direkrut oleh perusahaan yaitu :


-S1 Teknik Material

-SMP

-SMAK Mesin
-Training Ahli K3 dan SMK3 kepada karyawan dan
manajemen
-Training mengenai manajemen secara umum
3. Pengembangan Teknologi

-Adanya alat khusus pemindahan bahan baku dari


warehouse ke lantai produksi
-Mesin-mesin yang sudah komputerisasi

4. Pengadaan

-Form produksi (masuk bahan baku dan keluar barang


jadi)
-Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya
overhead

Tabel 12. Analisis Rantai Nilai Perusahaan; Outbound logistic

Aktivitas

Penjelasan

Outbound logistic
1. Infrastruktur Perusahaan

Perusahaan telah memiliki standar operation


procedure (SOP) yang mana setiap pengiriman ke
pelanggan, kesiapan armada distribusi ke pelanggan,
lalu dicocokan terlebih dahulu dengan form
pemesanan kemudian dilengkapi dengan surat jalan
dan surat ekspedisi, pendokumentasian melalui form
pengiriman bahwa perusahaan sudah melakukan
pengiriman ke pelanggan disertai dengan tanda tangan
dan nama jelas serta cap, tanggal dan tanda terima
105

bahwa pelanggan telah menerima dengan baik barang


yang dikirimkan
2. Manajemen SDM

3. Pengembangan Teknologi
4. Pengadaan

Perusahaan melakukan rekruitmen dan seleksi


terhadap tenaga distribusi baik dilevel staf
maupun level managerial di divisi penjualan
secara ketat dan sesuai dengan persyaratan
sebagai tenaga distribusi yang efektif,
Mengadakan berbagai pelatihan dan seminar
dari kepada divisi distribusi mengenai cara
distribusi yang efektif,
melakukan penilaian kinerja terhadap divisi
Distibusi sebagai fungsi control dan tanggung
jawab perusahaan terhadap hasil yang dicapai
maupun terhadap karir dari para pekerja
Memiliki sistem komputerisasi divisi distribusi seperti
terhadap pengiriman pesanan ke pelanggan
Perusahaan mengeluarkan biaya ongkos produksi
berupa biaya pengiriman dan transportasi kepada
pelanggan, akomodasi bagi tenaga kerja yang
melakukan pengiriman dan biaya tenaga kerja yang
melakukan pengiriman .Perusahaan bekerja sama
dengan distributor untuk melakukan proses
pengiriman ke pelanggan

Tabel 13. Analisis Rantai Nilai Perusahaan; Marketing Selling

Aktivitas

Penjelasan

Marketing Selling
1. Infrastruktur Perusahaan

Product
-

Mendapatkan sertifikasi Produk Plat Baja dari


Biro Klasifikasi Indonesia
Mendapatkan Sertifikasi Produk Plat Baja dari
Lioyds Register of Shipping dan Factory
Production Control Certificate to BC 1:2008
dari Bureau Veritas.
Perusahaan mendapatkan penghargaan atas
penerapan ISO 9001: 2008 yang merupakan
penghargaan kualitas atas sistem manajemen
mutu perusahaan.
Bauran produk :
1. Plat baja canai panas dengan spesifikasi
LR & BKI certificate
2. Plat Baja Canai Panas (Hot Rolled Plate)
dengan ASTM A-36, JIS G 3101 SS 400,
106

EN 10025-S235JR, DIN 17100 ST 37,2


3. Strip Plate
-

Melakukan perluasan gerai Autocare, Sentraservis


dan Tire Centre di seluruh Indonesia
Melakukan perluasan penjualan ke seluruh
wilayah di Indonesia
Menetapkan strategi di bidang penjualan dan
pemasaran

Price
-dalam menetapkan harga PT Jaya Pari Steel
menetapkan rasio harga dengan menetapkan harga
dengan mempertimbangkan biaya-biaya produksi dan
biaya operasional yang terjadi serta membandingkan
dengan pesaing
Promotion
Perusahaan tidak melakukan promosi sebab
perusahaan memiliki langganan distributor yang
memiliki permintaan pasokan yang tetap
Place
PT Jaya Pari Steel mendirikan usaha dikota Surabaya,
kota besar yang berpotensial bagi perusahaan dalam
menjual produknya sebab Surabaya merupakan kota
yang memiliki perkembangan infrastruktur.
2. Manajemen SDM

S1 management pemasaran, S1/S2 Management


-Pembentukan tim penjualan, tim analis harga dan
pasar
-Pemberian pelatihan selling and communication
skills
-Pemberian pelatihan negotiation skills

3. Pengembangan Teknologi

Penerapan system komputerisasi divisi marketing,


yang didalam sistem tersebut terdapat data order, form
pesanan pelanggan, database pelanggan

4. Pengadaan

-biaya perjalanan dinas


-biaya entertainment bagi pelanggan
-komisi bagi tenaga marketing dan sales
Tabel 14. Analisis Rantai Nilai Perusahaan; Services

107

Aktivitas

Penjelasan

Services
1. Infrastruktur Perusahaan

2. Manajemen SDM

3. Pengembangan Teknologi

4. Pengadaan

Perusahaan
mengutamankan
kepuasan
konsumen, yang mana menerima kritik dan
saran dari konsumen
Jika terdapat keluhan konsumen perusahaan
maka perusahaan akan mendokumentasikan
keluhan tersebut dalam form keluhan
pelanggan
menindaklanjuti keluhan pelanggan tersebut
dengan mengirimkan petugas lapangan atau
teknisi untuk mengecek keluhan pelanggan
Melakukan pengecekan langsung kepada
produk dengan melakukan dokumentasi
terhadap barang yang tidak sesuai tersebut
yaitu dengan memotret nomor seri baja pada
produk tersebut dan mencocokannya dengan
data perusahaan untuk mengetahui apakah baja
tersebut merupakan produk perusahaan.

Merekrut sesuai dengan kompetensi, melatih


services excellent kepada pelanggan dan
melakukan kontrol dan penilaian kerja
karyawan services
Menyediakan posisi staff customer service
diperusahaan Telah dibekali pengetahuan
terhadap
prosedur
standar
mengenai
penanganan service kepada pelanggan
termasuk menangani keluhan.
Perusahaan memiliki database terhadap data
pelanggan maupun pesanan yang telah masuk dan
memiliki database mengenai form pergantian produk
atau retur secara fisik
Perusahaan akan menanggung secara penuh biaya
pergantian atas produk yang tidak sesuai dengan
pesanan pelanggan yang diakibatkan cacat produksi
atau kesalahan produksi dari perusahaan dan biaya
perjalanan dinas tenaga ahli mereka

Tabel 15. Value Chain Analysis ( Kompilasi )

Infrastuktur
Perusahan
Perusahaan
melakukan

Infrastuktur
Perusahan
Perusahaan
melakukan

Infrastuktur
Perusahan
Kesiapan
Armada

Infrastuktur
Perusahan
Product
Perusahaan

Infrastuktur
Perusahan
Menyediakan
layanan keluhan
108

seleksi
pengelolaan
dan kontrol
terhadap
bahan baku
yang berasal
dari supplier

proses
produksi
yang
terstandarisas
i dan melalui
proses
QC
yang ketat,
mesin
dan
fasilitas
produksi
yang dimiliki
cenderung
sudah tua

distribusi
memiliki
serta standar
bauran
operation
produk yang
procedure
kuat
dimana setiap
Produk baja
pegiriman ke
yang
pelanggan
dihasilkan
dicocokan
telah
terlebih
mendapatkan
dahulu
berbagai
dengan form
sertifikasi
pemesanan
nasional dan
kemudian
internasional
dilengkapi
Promotion
dengan surat
Perusahaan
jalan
dan
tidak gencar
surat
melakukan
ekspedisi,
promosi
pendokument
terhadap
asian melalui
produknya
form
karena
pengiriman
permintaan
baja
dari
konsumen
tinggi
dan
cenderung
berlebih
Place
Lokasi pabrik
yang strategis
yaitu dikota
Surabaya
dengan
pembanguna
n
infrastruktur
tinggi
Price
Harga telah
mempertimb
angkan biaya
produksi dan
operasional
serta
kompetitior

pelanggan
apabila,
pelanggan tidak
puas
dengan
pelayanan
ataupun
saran
dan
kritik
terhadap
perusahaan.
Mempunyai
SOP mengenai
penanganan
keluhan
pelanggan,
setiap keluhan
pelanggan
dicatat
dan
didokumentasik
an
kemudian
dilakukan
verifikasi oleh
petugas untuk
mengecek
nomor seri plat
baja
Setiap kerusakan
akibat kelalaian
perusahaan akan
dilakukan
pergantian

109

HRM
Merekrut
sesuai
dengan
kompetensi,
melatih,
melakukan
kontrol dan
penilaian
kerja
karyawan
inventory
agar
mengatur
persediaan

HRM
Merekrut
sesuai dengan
kompetensi,
melatih dan
melakukan
kontrol dan
penilaian
kerja
karyawan
produksi
cara
memproduksi
baja
canai
panas yang
berkualitas
Aplikasi
Aplikasi
Teknologi
Teknologi
Perusahaan
PT Jaya Pari
telah
Steel
telah
melakukan
memiliki
dokumentasi komputerisi
terhadap
pada proses
aktivitas
produksinya
perencanaan karena untuk
pembelian
penjadwalan
bahan baku pemeliharaan
dalam form mesin-mesin
pemesanan
produksi
bahan baku yaitu Rolling
dan
miles,
perencanaan
bahan baku
Procuremet Procurement
Pengadaan
Biaya listrik
meliputi
biaya
upah
biaya
langsung
pembelian
pekerja,
bahan baku, biaya
pajak
dan maintenance
transportasi
peralatan
bahan baku
ke gudang,
biaya tenaga
kerja
langsung

HRM
Merekrut
sesuai dengan
kompetensi,
melatih dan
melakukan
kontrol dan
penilaian
kerja
karyawan
distribusi
agar
mendistribusi
kan barang
dengan baik

HRM
Merekrut
sesuai
dengan kompetensi,
pelatihan
dalam
transaksi pembelian
dengan
pelanggan
dan
melakukan
kontrol dan penilaian
kerja
karyawan
marketing dan sales
agar dapat melayani
pelanggan
dengan
baik
dan
meningkatkan
penjualan

HRM
Merekrut sesuai
dengan
kompetensi,
melatih services
excellent kepada
pelanggan dan
melakukan
kontrol
dan
penilaian kerja
karyawan
services

Aplikasi
Teknologi
Memiliki
sistem
komputerisas
i
divisi
distribusi
seperti
terhadap
pengiriman
pesanan ke
pelanggan
Tetapi belum
terintegrasi.

Aplikasi Teknologi

Aplikasi
Teknologi
Perusahaan telah
memiliki
database
terhadap
data
pelanggan
maupun pesanan
yang
telah
masuk
dan
memiliki
database
mengenai form
pergantian
produk
atau
retur secara fisik

Procurement
Perusahaan
mengeluarka
n
biaya
ongkos
produksi
berupa biaya
pengiriman
dan
transportasi
kepada
pelanggan,
akomodasi

Procurement
Biaya
yang
dikeluarkan adalah
biaya
perjalanan
dinas,
seperti
transportasi
dan
akomodasi karyawan
diluar kota dan uang
saku karyawan untuk
keperluan dinas dan
biaya entertainment
bagi
pelanggan
dalam
proses

Memiliki
sistem
komputerisasi divisi
marketing
seperti
terhadap dokumen
pesanan pelanggan
yang ada
seperti
purchase order dan
form
pesanan
pelanggan serta data
base pelanggan

Procurement
Perusahaan akan
menanggung
secara
penuh
biaya pergantian
atas
produk
yang
tidak
sesuai dengan
pesanan
pelanggan yang
diakibatkan
cacat produksi
atau kesalahan
110

pengadaan
bahan baku

Inbound
Logistics
Pengadaan
bahan baku
dari supplier
memiliki
nilai tambah
yang penting
untuk
digunakan
dalam proses
produksi
agar
dapat
memenuhi
standar
kualitas yang
ditetapkan

bagi tenaga
kerja
yang
melakukan
pengiriman
dan
biaya
tenaga kerja
yang
melakukan
pengiriman .
Perusahaan
bekerja sama
dengan
distributor
untuk
melakukan
proses
pengiriman
ke pelanggan
Operations
Outbound
Logistics
Operasi
Proses
bernilai
Distribusi
tambah
hasil
karena
produksi ke
terdapat
tangan
standar
konsumen
minimal yang memiliki
harus diikuti nilai penting
dalam
karena
peraturan
berdampak
pemerintah
kepada
dan standar kepuasan
internasional pelanggan
dan
untuk
menghasilkan
produk yang
berkualitas.

negosiasi
yang
dilakukan serta gaji
pokok dan komisi
bagi
tenaga
marketing dan sales

produksi
dari
perusahaan dan
biaya perjalanan
dinas tenaga ahli
mereka

Marketing
&
Selling
Marketing
dan
selling
kurang
gencar
dilakukan
oleh
perusahaan
karena permintaan
terhadap baja canai
panas kebutuhannya
tinggi

Services
Proses
pelayanan
pelanggan
memiliki nilai
penting karena
berdampak
kepada kepuasan
pelanggan

111

A.2.3. TANGIBLE, INTANGIBLE RESOURCES & ORGANIZATIONAL


CAPABILITIES ANALYSIS (TIROCA)

No Apakah Sumberdaya atau Kapabilitas organisasi memiliki kriteria sbb :


V R I N Daya Saing
Tangible Resources
Cash Account
Y N N N CP
Financial
Piutang
Y N N N CP
Kapasitas Meminjam
Y N N N CP
Kemodernan pabrik dan fasilitas N N N N CDA
Kestrategisan lokasi pabrik
Kecanggihan
mesin/perlengkapan pabrik
Rahasia dagang
Proses produksi yang inovatif
Technological
Patent
Hak atas kekayaan intelektual
Merek dagang
Keefektifan
perencanaan
strategis
sistem
Organisational Keunggulan
pengendalian
keunggulan sistem evaluasi
Intangible Resources
Pengalaman dan kapabilitas
Kemampuan untuk dipercaya
Human
Resources
Keefektifan tim kerja
Keterampilan manajerial
Innovation & Keahlian ilmiah
Physical
1

N N N CDA

N
N
N
N
N
Y

N
N
N
N
N
N

N N N CP

Y
Y
V
V
V
V
V
N

N
N
R
N
N
N
N
N

N
N
N
N
N
N

N
N
I
N
N
N
N
N

N
N
N
N
N
N

N
N
N
N
N
N
N
N

CDA
CDA
CDA
CDA
CDA
TCA

CP
CP
Daya Saing
CP
CDA
CDA
CP
112

Creativity

Reputation

Keahlian teknis
Penciptaan ide kreatif
Nama merek
Reputasi (dengan pemasok)
Reputasi (dengan pelanggan)
Keandalan produk
Kinerja mutu produk

Organisational Capability
Adaptability to Pelayanan pelanggan yang
Consumer
unggul
Kapabilitas
pengembangan
Product
produk yang unggul
Development
Process
Keinovatifan produk dan jasa
Kemampuan untuk merekrut,
HRM Process
memotivasi
dan
mempertahankan modal SDM

Y
N
Y
Y
Y
Y
Y

N
N
N
N
N
N
N

N
N
N
N
N
N
N

N
N
N
N
N
N
N

CP
CDA
TCA
CP
CP
CP
CP

R I

N N N CP

N
N

N N N CDA
N N N CDA

N N N CDA

N Daya Saing

Tabel 16. TIROCA

A.3. Analisis Lingkungan Eksternal


A.3.1. Analisis Lingkungan Makro (Remote Environtment)
A.3.1.1. Lingkungan Politik & Regulasi
Lingkungan Politik dan Peluang Strategi yang
REgulasi
dapat ditindak lanjuti
perusahaan dari:
Undang-Undang
UU mengenai izin
pendirian industri
yaitu diatur dalam
peraturan
pemerintah
RI
NOMOR
13
TAHUN
1995
Mengenai
pendirian
usaha
industri yang salah
satunya
mengharuskan
lokasi
pabrik
berada pada area
industri
dan UU No.32
tahun 2009 tentang
perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup.

Ancaman strategi yang


harus/perlu dihindarkan
perusahaan dari:
Peraturan mengenai ijin
mendirikan indutri dan
lokasi pabrik

Peraturan Pemerintah

Resiko

kebijakan

atau
113

regulasi pemerintah
Instruksi Presiden

Keputusan Mentri

Peraturan Daerah

Nomor 12 Tahun 2015


tentang Peningkatan Daya
Saing
Insudtri,
Kemandirian
dan
kepastian Usaha
Peraturan Menteri
Perindustrian
Republik Indonesia
NOMOR
09/MIND/PER/2/2013
dan
Nomor
40/M/IND/PER/2/2
012 dimana akan
memberikan
keamanan
pada
usaha industri yang
sedang
berjalan
dan
pengaturan
tentang
kualitas
produk
Peraturan Mentri
Keuangan
RI
Nomor
:
154/PMK.03/2010
Mengenai
pajak
atas hasil penjualan
baja didalam negri
dikenakan
0,3%
dari
dasar
pengenaan pajak
pertambahan nilai,
dan
Permen
No
30/2012
yang
sudah
ditandatangani
Menteri
ESDM
pada 21 Desember
2012.
Mengenai
kenaikan tarif dasar
listrik

Peraturan mentri tentang


kenaikan dasar listrik,
peraturan perpajakan bagi
industri

Pemerintah Kota Surabaya


Peraturan Daerah Kota
Surabaya Nomor 1 tahun
2010
Tentang
114

Penyelenggaraan Usaha Di
Bidang Perdagangan Dan
Perindustrian
Situasi Politik

Ketidakstabilan politik dan


keamanan di dalam negeri
khususnya akan dapat
menimbulkan
adanya
gangguan
kemanan,
kerusuhan dan berdampak
pada kondisi ekonomi
seperti inflasi dan mata
uang

A.3.1.2. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan
Ekonomi

Peluang strategi yang dapat Ancaman


strategi
yang
ditindak lanjuti perusahaan
harus/perlu
dihindarkan
perusahaan
Tingkat
Bunga
Suku bunga yang ditetapkan
perbankan
oleh Bank Indonesia dari bulan
januari 2013 hingga Desember
2014 mengalami kenaikan yang
cukup besar. Dari 5,75% hingga
7,75%. Dengan meningkatnya
nilai suku bunga tersebut
membuat
perusahaan sulit
melakukan
investasi
dikarenakan besarnya bunga
pinjaman oleh bank.
Tingkat
Tingkat
pengangguran
di
Pengangguran
Indonesia menurun. Dari tahun
ke tahun, BPS menyatakan
pada tahun 2013 jumlah
pengangguran sebanyak 7,39
juta dan pada tahun 2014
sebanyak 7,24 juta. Pada tahun
2013 hingga tahun 2014
jumlah pengangguran menurun
namun pada tahun 2015
jumlah
pengangguran
meningkat menjadi 7,45 juta.
Dengan tingkat pengangguran
yang
meningkat
dapat
memudahkan
perusahaan
dalam
mencari
pegawai
kontrak. Perusahaan dapat
mencari pegawai kontrak dari
luar
daerah
Surabaya,
mengingat pabrik berada di
Surabaya. Pegawai dari luar
Surabaya atau dari daerah
115

memiliki standar upah yang


lebih kecil sehingga ketika
ditawarkan standar upah untuk
pegawai kontrak sering merasa
cocock.
Tingkat
daerah/kota

upah

Devaluasi/Revaluasi Pada tahun 2013 hingga tahun


2014,
rupiah
mengalami
devaluasi
dan
revaluasi
terhadap dolar. Pada tahun
2013
rupiah
mengalami
revaluasi, dengan menguatnya
rupiah
terhadap
dolar
menjadikan
perusahaan
mendapatkan
keuntungan.
Perusahaan yang membeli
bahan baku dari luar negeri
dan masih bergantungnya
perusahaan terhadap nilai
dolar.
Dengan
adanya
revaluasi
memberikan
perusahaan kesempatan untuk
memutar kembali dana untuk
investasi lainnya.
Ketersediaan Energi

Tingkat upah minimum regional


(UMR) daerah di Jawa Timur
tepatnya kota Surabaya pada
tahun 2012 sebesar Rp 1250000
dan pada tahun 2014 sebesar Rp
2200000. Oleh karena itu
perusahaan
harus
mengantisipasi
adanya
kenaikan
upah
minumum
regional (UMR) yang naik
setiap tahun.
Pada tahun 2013 hingga tahun
2014,
rupiah
mengalami
devaluasi
dan
revaluasi
terhadap dolar. Pada tahun 2014
hingga 2015 rupiah mengalami
devaluasi, dengan melemahnya
rupiah
terhadap
dolar
menjadikan
perusahaan
mendapatkan
kerugian.
Perusahaan yang membeli
bahan baku dari luar negeri dan
masih
bergantungnya
perusahaan terhadap nilai dolar.
Hal ini dapat mengganggu
produksi perusahaan. Oleh
karena
itu
sebaiknya
perusahaan memiliki plan bila
terjadi devaluasi rupiah agar
perusahaan
tetap
dapat
produksi.
Pada tahun 2013 hingga tahun
2014 harga bahan bakar
meningkat. Hal ini dapat
mengurangi jumlah produksi
perusahaan oleh karena itu
sebaiknya perusahaan dapat
mencari bahan bakar alteratif
dan merancang suatu rencana
untuk mengantisipasi terjadinya
hal tersebut. Namun pada tahun
2015 harga bahan bakar
menurun. Hal ini dapat
memberikan
kesempatan
perusahaan untuk melakukan
investasi lain (membeli mesin
yang lebih ramah bahan bakar).
116

A.3.1.3. Lingkungan Sosial dan Budaya

Lingkungan
Budaya

dan Peluang Strategi yang


dapat ditindak lanjuti
perusahaan dari:
Perubahan Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup
akan
menyebabkan
permintaan
akan
infrastruktur
semakin
meingkat demi kemudahan
dan kenyamanan yang
mana menjadi prospek
bagi perusahaan
Aktivisme Konsumen
Konsumen adalah raja,
sehingga perlu dengan
cepat merespon apa yang
konsumen butuhkan dan
inginkan
Tingkat formasi Kelurga
Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan
tingkat
populasi penduduk yang
semakin
tinggi
akan
semakin
membuka
peluang lebih luas, karena
akan
terkait
dengan
seberapa
besar
suatu
produk diserap karena
meningkatnya kebutuhan
Distribusi Umur Populasi
Tingkat Moralitas
Dengan
perkembangan
jaman
sekarang
ini,
perushaan
perlu
memperhatikan
perkembangan moral yang
ada agar budaya perushaan
yang
baik
tidak
terpengaruh
kepada
perkembangan moral yang
negatif
Tingkat Harapan Hidup
3.1.4.

Sosial

Ancaman strategi yang


harus/perlu dihindarkan
perusahaan dari:
Peningkatan kualitas tetapi
banyak
yang
menginginkan harga tetap
atau murah

Perkembangan moralitas
yang mengarah pada undur
negatif

Lingkungan Teknologi

117

Lingkungan Teknologi

Peluang Strategi yang Ancaman strategi yang


dapat ditindak lanjuti harus/perlu dihindarkan
perusahaan dari:
perusahaan dari:

Perkembangan moral

Pengembangan
baru
Perkembangan
internet

produk
teknologi Adanya
perkembangan
internet.
internet
merupakan salah satu cara
bagi perusahaan untuk
dapat
memasarkan
produknya
untuk
pengembangan usaha dan
meminimalisir biaya.

Dengan
perkembangan
jaman
sekarang
ini,
perushaan
perlu
memperhatikan
perkembangan moral yang
ada agar budaya perushaan
yang
baik
tidak
terpengaruh
kepada
perkembangan moral yang
negative
Munculnya
pesaingpesaing baru
Adanya
perkembangan
teknologi
internet
menimbulkan
ancaman
bagi perusahaan sebab
menimbulkan persaingan
antar
industri
yang
semakin ketat.

3.1.5. Lingkungan Lainnya (Ekologi)

Lingkungan
Ekologi
Perubahan
Iklim

Perubahan
Sumber
Daya Alam

Peluang strategi yang dapat Ancaman strategi yang harus/perlu


ditindak lanjuti perusahaan
dihindarkan perusahaan
Beberapa tahun belakangan ini
kondisi iklim atau cuaca tidak
dapat diprediksi dengan akurat.
Cuaca yang berubah dengan
ekstrim
dapat
membuat
terganggunya ketersediaan akan
bahan baku. Oleh karena itu
perusahaan harus mengantisipasi
akan
pasokan
bahan
baku,
mengingat pasokan bahan baku
berasal dari luar negeri. Tidak
hanya mengantisipasi dari bahan
baku namun produk yang sudah
jadi pun harus diperhatikan,
mengingat
pasarnya
seluruh
indonesia.
Perubahan sumber daya alam yang
berdampak pada perusahaan yaitu
ketersediaan
biji
besi
dan
kandungan-kandungan dalam suatu
baja. Sumber daya tersebut
118

merupakan sumber daya yang


terbatas sehingga perusahaan harus
hati-hati dalam mengatur bahan
baku yang suatu saat bisa terjadi
kelangkaan/habisnya bahan baku
tersebut.
Potensi
bencana
Alam

Perusahaan berada di lingkungan


yang minim terkena becana alam.
Hal ini memberikan nilai positif
terhadap perusahaan sehingga
perusahaan tidak perlu khawatir
akan terkena bencana alam.
Perusahaan
sebaiknya
menggalangkan
kepada
masyarakat untuk hidup yang
ramah lingkungan, dari hal
tersebut perusahaan secara tidak
langsung meningkatkan nilai
perusahaan di mata masyarakat.

Kondisi
Kerusakan
Lingkungan

Keadaan kerusakan lingkungan


akan berpotensi akan terjadinya
bencana alam. Hal tersebut
merupakan
ancaman
untuk
perusahaan dan hal tersebut harus
diperhatikan oleh perusahaan.
Tabel 17 EFAS, PELUANG
Bobot Rating Skor

Factor Strategis Eksternal


A. Peluang
UU mengenai izin pendirian industri
yaitu
diatur
dalam
peraturan
0.07
pemerintah RI NOMOR 13 TAHUN
1995
UU No.32 tahun 2009 tentang
perlindungan
dan
pengelolaan 0.04
lingkungan hidup
Peraturan
Menteri
Perindustrian
Republik Indonesia NOMOR 09/MIND/PER/2/2013
dan
Nomor
40/M/IND/PER/2/2012 dimana akan 0.08
memberikan keamanan pada usaha
industri yang sedang berjalan dan
pengaturan tentang kualitas produk
Peraturan Mentri Keuangan RI
Nomor : 154/PMK.03/2010 Mengenai
pajak atas hasil penjualan baja didalam 0.03
negri dikenakan 0,3% dari dasar
pengenaan pajak pertambahan nilai,
Permen No 30/2012 yang sudah
ditandatangani Menteri ESDM pada 21
0.03
Desember 2012. Mengenai kenaikan
tarif dasar listrik

Keterangan

0.21

UU merpakan peraturan
yang mengikat dan harus
diikuti
oleh
seluruh
perusahaan

0.12

Dimana
UU
ini
menjelaskan
tentang
perlindungan lingkungan
bagi perusahaan

0.24

Sebagai
sektorindustri
baja, JPS harus mengikuti
Peraturan
Menteri
Perindustrian

0.09

Peraturan
mengatur
perushaan

0.09

Peraturan
Perindustrian

ini

untuk
pajak

Mentri

119

Pemerintah Kota Surabaya Peraturan


Daerah Kota Surabaya Nomor 1 tahun
2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha 0.03
Di
Bidang
Perdagangan
Dan
Perindustrian
Pada tahun 2013 hingga tahun 2014,
rupiah mengalami devaluasi dan
revaluasi terhadap dolar. Pada tahun
2013 rupiah mengalami revaluasi, 0.04
dengan menguatnya rupiah terhadap
dolar
menjadikan
perusahaan
mendapatkan keuntungan.

0.09

Karena lokasi JPS di kota


Surabaya

0.08

Perusahaan mendapatkan
keuntungan.
Dengan
revaluasi rupiah terhadap
dolar membuat hargaharga
menjadi
lebih
murah dan perusahaan
dapat memutar dana
tersebut untuk investasi.

Pada tahun 2013 hingga tahun 2014


harga bahan bakar meningkat. Hal ini
dapat mengurangi jumlah produksi
perusahaan oleh karena itu sebaiknya
perusahaan dapat mencari bahan bakar
alteratif dan merancang suatu rencana.
0.04
Namun pada tahun 2015 harga bahan
bakar menurun. Hal ini dapat
memberikan kesempatan perusahaan
untuk melakukan investasi lain
(membeli mesin yang lebih ramah
bahan bakar).

0.12

Perusahaan
harus
melakukan antisipasi jika
adanya perubahan harga
bakar yang meningkat,
dengan
adanya
penurunan bahan bakar
dapat
memberikan
perusahaan dana lebih.
yang dapat digunakan
untuk investasi lain.

Infrastruktur yang meningkat

0.15

Membutuhkan
banyak
plat baja untuk pembutan
jembatan dll

0.15

internet merupakan salah


satu cara bagi perusahaan
untuk dapat memasarkan
produknya
untuk
pengembangan usaha dan
meminimalisir biaya.

0.05

Adanya perkembangan internet.

Factor Strategis Eksternal


A.

0.05

Tabel 18 EFAS, ANCAMAN


Bobot Rating Skor Keterangan

Ancaman
0.06

0.24

Berdampak terhadap bahan baku


yang masih impor dari luar
negeri

Peraturan
mentri
tentang
kenaikan dasar listrik, peraturan 0.05
perpajakan bagi industri

0.15

Naiknya tarif dasar listrik dan


tarif pajak untuk perusahaan
disektor industri

0.2

Membuat perusahaan harus


menjaga kondisinya agar terus
dapat bertahan dengan gangguan
keamanan
ataupun
kondisi
ekonomi yang mengancam

Resiko kebijakan atau regulasi


pemerintah

Ketidakstabilan politik
keamanan di dalam negeri

dan

0.05

120

Suku bunga yang ditetapkan


oleh Bank Indonesia dari bulan
januari 2013 hingga Desember
2014 mengalami kenaikan yang
cukup besar. Dari 5,75% hingga
7,75%. Dengan meningkatnya 0.04
nilai suku bunga tersebut
membuat
perusahaan
sulit
melakukan
investasi
dikarenakan besarnya bunga
pinjaman oleh bank.
Tingkat upah minimum regional
(UMR) daerah di Jawa Timur
tepatnya kota Surabaya pada
0.04
tahun 2012 sebesar Rp 1250000
dan pada tahun 2014 sebesar Rp
2200000.

0.12

Meningkatnya nilai suku bunga


akan membuat perusahaan sulit
melakukan investasi lain.

0.08

Perusahaan harus melakukan


antisipasi jika terjadi kenaikan
UMR.

Peningkatan kualitas yang tidak


disertai dengan kenaikan harga

0.04

0.12

Perkembangan moralitas yang


mengarah pada negatif

0.04

0.04

Munculnya
baru

0.06

0.18

pesaing-pesaing

Adanya
perkembangan
teknologi internet

0.04

0.12

Beberapa tahun belakangan ini


kondisi iklim atau cuaca tidak
dapat diprediksi dengan akurat.

0.04

0.12

Perubahan sumber daya alam


yang
berdampak
pada
perusahaan yaitu ketersediaan 0.04
biji besi dan kandungankandungan dalam suatu baja.

0.08

Keadaan kerusakan lingkungan


akan berpotensi akan terjadinya
bencana alam.

0.04

0.08

total

62

2.87

Membuat perusahaan sulit untuk


meningkatkan kualitas dengan
harga yang sama
Yang
mana
dengan
perkembangan
moralitas,
perusahaan harus dapat menjaga
budaya organisasinya agar tidak
mengarah ke hal negatif
Terancamnya perusahaan akan
pangsa pasar atau bersaing
dalam pangsa pasar
Dengan adanya perkembangan
teknologi
internet
maka
persaingan industri semakin
ketat
Cuaca yang berubah dengan
ekstrim
dapat
membuat
terganggunya ketersediaan akan
bahan baku. Perusahaan harus
mengantisipasi akan pasokan
bahan baku, mengingat pasokan
bahan baku berasal dari luar
negeri
Sumber
daya
tersebut
merupakan sumber daya yang
terbatas sehingga perusahaan
harus hati-hati dalam mengatur
bahan baku yang suatu saat bisa
terjadi
kelangkaan/habisnya
bahan baku tersebut.
Hal
tersebut
merupakan
ancaman untuk perusahaan dan
perlu
diperhatikan
oleh
perusahaan.

121

A.3.2 Analisis Lingkungan Mikro (Task Environment)


A.3.2.1 Consumer (Market) Analysis

Plat Baja Canai Panas (Hot


Rolled Plate)
Slab

B2C

Hasil produksi baja


dijual hanya kepada
distributor tidak dijual
kepada konsumen akhir

PT Gunawan
Dianjaya Steel
Tbk

PT Sribaja Intan
Plat Baja Canai Panas (Hot
Rolled Plate)
Slab

PT Pelita Tatamas
Jaya

PT Timur Jaya
Indo Steel

122

Tabel 19. Template Analisis Pelanggan (Pasar) Perusahaan

No.
1

Wilayah
Pelanggan
Bisnis
Surabaya

Surabaya

Jakarta

Jakarta

Jenis
Pelanggan
Bisnis
PT Gunawan
Dianjaya Steel
PT Timur Jaya
Indo Steel

Jenis Produk Kategori


Yang Dibeli
Pelanggan

Slab
(bahan
baku baja)
Plat
Baja
Canai
Panas
(Hot
Rolled
Plate)
PT
Sribaja Plat
Baja
Intan
Canai
Panas
(Hot
Rolled
Plate)
PT
Pelita Plat
Baja
Tatamas Jaya
Canai
Panas
(Hot
Rolled
Plate)

High
Medium

Medium

Low

Intrepretasi Hasil Analisis


Pada tahun 2011, penjualan terbesar yaitu pada PT Gunawan Dianjaya Steel yang
berlokasi di Surabaya. PT Gunawan Dianjaya Steel merupakan konsumen slab (bahan baku)
terbesar dan sekaligus menjadi pesaing, dengan jumlah pembelian terbesar

yaitu sebesar

267.934.075.797 dari total penjualan selama tahun 2011 yaitu sebesar 452.600.459.559 .
kemudian penjualan produk hot rolled plate (plat baja canai panas) kepada distributornya yaitu
PT Timur Indo Steel yang berlokasi di Surabaya sebesar 71.847.370.949 kemudian PT Sribaja
Intan yang berlokasi di Jakarta sebesar 65.086.729.952, kemudian PT Pelita Tatamas Jaya yang
berlokasi di Jakarta sebesar 47.732.282.861. Maka jumlah pembelian terbesar masih didominasi
daerah Jawa Timur dan Jakarta. Penjualan terbesar dan pangsa pasar potensial PT Jaya Pari
Steel yaitu berada di Jawa Timur (Surabaya) dan Jakarta. Total penjualan untuk pasar Jawa
Timur adalah 422.549.578.005 atau sebesar 66% dari total penjualan tahun 2011. Sedangkan
untuk penjualan di Jakarta adalah sebesar 216.159.424.376 atau sebesar 34% dari total
penjualan tahun 2011. Untuk konsumen terbesar PT Jaya Pari Steel adalah pesaing potensial nya
yaitu PT Gunawan Dianjaya Steel yang secara rutin membeli bahan baku (slab) baja dari
perusahaan dengan jumlah pembelian yang besar dan intensitasnya yang tinggi dengan lokasi
Surabaya kemudian distributor baja PT Timur Jaya Indo Steel (Surabaya), dan Sribaja Intan
(Jakarta) dengan intensitas medium PT Pelita Tatamas Jaya dengan intensitas yang rendah.

A.3.2.2. Competitors (Industry) Analysis


1. Industry Analysis
123

1) Threat of New Entrans


Economic of Scale
Walaupun permintaannya selalu meningkat karena permintaan baja
nasional
kewalahan

semakin

meningkat

hingga

membuat

perusahaan

beberapa tahun terakhir tetapi biaya produksi yang

dikeluarkan juga cenderung mengalami kenaikan terutama biaya

direct labor dan direct material.


Differensiasi Produk
Industri baja sudah memiliki standar produksi, desain dan quality
control terhadap produk yang dihasilkan mulai dari ketebalan dan
ukuran demi keamanan peggunaannya dan cenderung spesifik dan
tidak terdifferensiasi yang mana diatur dalam ISO yang merupakan
standar internasional. Sehingga pendatang baru yang ingin masuk
dalam industry baja ini akan mengalami kesulitan untuk bersaing

dengan perusahaan baja yang sudah ada dan berpengalaman.


Cost Advantages of Independent of Life
Untuk masuk dalam industri ini memerlukan modal yang besar,
pengetahuan dan keahliaan dalam produksi baja serta pengetahuan

mengenai supplier dan distributor yang tepat


Berdasarkan regulasi pemerintah terdapat aturan pendirian usaha
industri yang diatur dalam undang-undang, standar produksi dan
sertifikasi dari SNI yang dikeluarkan menteri perindustrian dan
perdagangan dan peraturan mengenai lingkungan hidup banyaknya
regulasi yang mengatur industri baja tersebut menimbulkan

hambatan masuk bagi perusahaan pendatang baru.


2) Rivalry Among Existing Firms
Persaingan dengan perusahaan sejenis tergolong oligopoly karena jumlah
perusahaan baja sendiri sedikit, dengan pembeli yang banyak dan biaya
keluar masuk sangat mahal.
3) Threats of Subtitute Products
Produk pengganti besi canai panas (hot rolled plate) yang digunakan
untuk pembuatan jembatan dan infrastruktur tersebut saat ini belum ada
karena produk tersebut sudah memiliki standarisasi internasional dan
nasional mengenai keamanannya.
4) Bargaining Power of Buyer
Pembeli tidak memiliki Bargaining Power of Buyer yang kuat atas
industri baja ini karena penyedia industri ini masih terbatas disetiap
negara bahkan

permintaan masyarakat untuk infrastruktur selalu

124

meningkat yang membuat penggunaan baja Di Indonesia semakin


meningkat.
5) Barganing Power of Supplier
Kekuatan supplier untuk mempengaruhi perusahaan sangat cukup kuat
sehingga dapat menjadi suatu ancaman berarti. Hal ini disebabkan
supplier yang berkualitas dari industri ini sangat terbatas untuk memasok
slab baja yang berkualitas sehingga perusahaan harus melakukan impor
dari negara lain.
6) Relative Power of Other Stakeholders
Pemerintah menjadi kekuatan yang cukup besar terhadap industri ini. Hal
ini terkait dengan regulasi, perizinan dan kebijakan yang ditetapkan
pemerintah mengenai perindustrian baja di Indonesia.
POTENSI
PENDATANG
BARU

Ancaman tinggi
atribut pemasok :
Pemasok terbatas
dengan produk
yang unik yaitu
slab baja

Hambatan Masuk :
Cost Advantage of
Independence Scale/
Economic of Scale
Ancaman tinggi Atribut
Pembeli :
Jumlah pembeli banyak

PERSAINGAN
INDUSTRI

PEMASO
K

PEMBELI

Pasar Oligopoli
Ancaman produk
pengganti :
Belum ada produk
pengganti untuk
baja canai panas

Kekuatan relative
pemerintah, organisasi /
asosiasi
PEMANGKU
KEPENTINGAN
LAIN

PRODUK
PENGGANTI

Tabel 20. Competitors ( Industri) Analysis


Kekuatan Industri

Bobot

Rating

Skor

1. Threat of New Entrants

0,15

0,45

Argumentasi
&
Justifikasi
Modal yang besar untuk
membangun
perusahaan
ini, biaya produksi yang
tinggi serta bahan baku
yang harus di impor dari
negara lain.

Skala ekonomi
Diferensiasi produk
Cost
Advantage
of
independen scale
Regulasi pemerintah yang
menghambat industri

125

2. Rivalry Among Existing


Firms

0,2

0,8

Masih terdapat pesaing


yang memiliki biaya yang
lebih efisen dan penjualan
yang lebih tinggi jika
dibandingkan perusahaan
walau jumlahya sedikit

Pesaing
3. Threat of Substitute
Services

0,05

0,05

Produk baja canai panas


tidak memiliki pengganti
karena
sudah
kriteria
produk
sudah
terstandarisasi
secara
nasional dan internasional

Produk Pengganti
4. Bargaining Power of
Buyers

0,2

0,2

Pembeli tidak memiliki


bargain power yang kuat
karena penyedia produk ini
terbatas
sementara
kebutuhan baja cendrung
meningkat

0,2

0,8

Sedikitnya penghasil bahan


baku baja yang berkualitas
didalam negri membuat
perusahan memilih untuk
mengimpor bahan baku
untuk menjaga kualitas
sehingga supplier memiliki
bargain
power
dalam
perusahaan

0,2

0,8

Pemerintah
memegang
kekuatan
yang
cukup
besasr terhadap regulasi
industri baja panas (hot
rolled plate)

Jumlah pembeli dalam


industri
Produksi standar
Produksi penentu biaya
akhir pembeli
Ancaman integrasi vertikal
ke depan dari pembeli
5. Bargaining Power of
Suppliers

Jumlah pemasok dalam


industri
Produk terdiferensiasi tinggi
Ancaman integrasi vertikal
ke depan
Bukan pelanggan penting
pemasok
6. Relative Power of Other
Stakeholders

Total

1,0

Kesimpulan
Pada industri baja keberadaan pabrik atau perusahaan akan sangat dipengaruhi
oleh keberadaan pesaing dan Bargaining Power of Suppliers dimana ada beberapa
perusahaan yang lebih besar yang mana meng-ekspor produknya yang sejenis yang
dihasilkan oleh JPS dengan produk yang juga telah terstandarisasi ISO.

126

3.

Strategic Group

Gambar 2 Matriks Kelompok Strategis


Profit

Krakatau
Steel
PT Gunawan
Dianjaya
Steel Tbk

Harga
Total
Asset

PT Jaya Pari
Steel Tbk
Market Share Kelebaran
Produk

teknologi

Dapat disimpulkan bahwa PT Jaya Pari Steel Tbk memiliki sedikit kelebaran
produk bila dibandingkan dengan pesaingnya yaitu PT Gunawan Dian Jaya Steel Tbk
dan Krakatau Steel Tbk. Karena PT Jaya Pari Steel Tbk skala usaha nya yang masih
tergolong menengah dibandingkan dengan pesaingnya dimana perusahaan membuat
produksi yang terfokus pada plat baja canai panas dan memiliki konsumen pengguna
plat baja canai panas. PT Jaya Pari Steel Tbk juga memiliki market share, teknologi,
profit, total asset yang masih dibawah pesaingnya yaitu PT Gunawan Dian Jaya Steel
Tbk dan Krakatu Steel Tbk.
3.

Key Success Factor


Factor Kunci Sukses-1
Kualitas rantai operasi dan produksi
Merupakan hal yang paling penting karena hasil produksi sangat bergantung
kepada kualitas rantai operasi dan produksi yang dilakukan mulai dari
pemilihan supplier bahan baku (ketersediaan barang, pemilihan bahan baku
yang berkualitas), pembuatan/proses produksi, kualitas bahan baku kualitas
barang yang dihasilkan hingga proses quality control yang dilakukan oleh

perusahaan
Factor Kunci Sukses-2
Harga
127

Harga menjadi penentu keberhasilan produksi baja karena harga bersangkutan


dengan kemampuan perusahaan melakukan produksi efisien dan efektif
terhadap proses produksi dan berhubungan dengan keuntungan serta kualitas
produksi.

Factor Kunci Sukses-3


Saluran distribusi
Merupakan factor penting karena menyangkut proses jalur pengiriman hasil
output produksi atau barang yang akan dijual . keputusan pemilihan saluran
distribusi berdasarkan jenis produk dan kuantitas produk . untuk produk
perusahaan yaitu baja panas dijual dengan memilih saluran distribusi
distributor karena pembelian baja dilakukan dengan skala besar kepada

distributor.
Factor Kunci Sukses-4
Penerapan sistem informasi
Merupakan hal yang penting sebagai database dokumentasi seluruh kegiatan
perusahaan mulai dari data persediaan, bahan baku, maupun pesanan

konsumen.
Factor Kunci Sukses-5
Marketing
Untuk melayani kebutuhan pelanggan mulai dari pemesanan order hingga

meningkatkan jumlah penjualan.


Factor Kunci Sukses 6
Infrastruktur Perusahaan
Untuk mendukung aktivitas perusahaan
Factor kunci sukses 7
Diferensiasi produk Merupakan variasi produk yg dihasilkan untuk membidik
kebutuhan konsumen yg bervariasi kepada produksi baja canai panas
perusahaan.
Tabel 21. Analisis KSFA

Key

Success

Bobot

PT Jaya Pari Steel Tbk

PT Gunawan Dianjaya

PT Krakatau Steel

Rating

Steel
Rating

Rating

Pembob

4.0

otan
0.64

Factor

Saluran

0.16

3.5

Pembobotan
0.56

3.0

Keterangan (alasan factor


tersebut menjadi kunci

Pembobotan
0.48

Distribusi

sukses)
Saluran

distribusi

merupakan

hal

yang

penting karena pembelian


baja tidak dibeli dalam
jumlah yang sedikit atau
eceran

dan

biasanya

dijual melalui distributor


Kualitas

0.20

3.0

0.6

3.5

0.70

4.0

0.8

besar.
Adanya

ketersediaan

Layanan

barang yang dibutuhkan

(Ketersediaan

konsumen dan kualitas

128

barang

baja yang baik sangat

kualitas

penting

karena

barang)

digunakan untuk proyekproyek

baja

infrastruktur

seperti

jembatan

dan

pembuatan

alat

transportasi

sehingga

harus

sesuai

dengan

peraturan standar kualitas


baja

internasional

standar
Harga

0.18

4.0

0.72

3.5

0.63

0.54

kualitas

nasional
Harga merupakan
yang

dan
baja
hal

penting

karena

baja

telah

kualitas

memiliki kualitas yang


terstandarisasi

sehingga

harga menjadi penentu


terhadap pangsa pangsa
pembelian
Promosi

0.08

2.0

0.16

2.0

0.16

3.5

0.28

oleh

konsumen.
Sekalipun pemintaan baja
yang

cenderung

tinggi

membutuhkan
untuk
Diferensiasi

0.10

2.5

0.25

3.5

0.35

0.40

Produk

telah

perusahaan tetap
promosi

mendapatkan

konsumen yang baru


Kelebaran
produk
merupakan

hal

yang

harus diperhatikan karena


konsumen

memiliki

permintaan

yang

tidak

sama karena kebutuhan


Penerapan

0.13

3.0

0.39

3.5

0.455

0.52

mereka yang berbeda


Sistem
informasi

Sistem

Merupakan

Informasi

sangat

hal

penting

yang
karena

memuat informasi yang


berharga

mengenai

sumber daya perusahaan


seperti

bahan

baku,

output produksi, database


Jaringan Mitra

0.15

3.5

0.525

4.0

0.6

4.5

0.675

pelanggan dan distributor


Merupakan hal yang
penting

untuk

meningkatkan penjualan
pada industri baja
TOTAL

3.205

3.375

3.855

129

A.3.2.3 Collaborators (Suppliers) Analysis


1. Supply Chain Analysis
Gambar 3. Supply Chain Management Analysis (C2 : Colaborators Analysis)

Slab (bahan
baku baja)

Nama
Distributor
PT. Timur Jaya
Indo Steel

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

Nama
Distributor
PT. Sribaja Intan

Slab (bahan
baku baja)

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

Slab (bahan
baku baja)

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

PT. Jayapari
Steel

Nama
Distributor
PT. Pelita
Tatamas Jaya

Nama Distributor
PT. Pelita Tatamas
Jaya

85

Tabel 22. Template Analisis Rantai Nilai Industri

Nama Pemasok

Produsen Produk Nama Distributor


Sejenis
Stemcor (SEA) Pte. Ltd Slab
PT. Timur Jaya Indo
Singapura
Stemcor (SEA) Pte. Ltd Slab
PT. Sribaja Intan
Singapura
Stemcor (SEA) Pte. Ltd Slab
PT. Pelita Tatamas
Singapura
Jaya

Nama Pengecer
Tidak
adanya
pengecer
Tidak
adanya
pengecer
Tidak
adanya
pengecer

Intrepretasi Hasil Analisis


Perusahaan PT Jaya Pari Steel mendapatkan bahan baku dari Stemcor (SEA)
Pte. Ltd Singapura dengan bahan baku berupa slab yang kemudian diolah oleh PT. Jaya
Pari Steel. Bahan tersebut diolah dengan menggunakan plate mill dan produk yang
dihasilkan plat baja canai panas (hot rolled steel plate). Kemudian produk-produk
tersebut dijual melalui distributor yaitu PT. Timur Jaya Indo Steel, PT. Sribaja Intan, PT.
Pelita Tatamas Jaya. Penjualan produk ini dilakukan dengan konsep bisnis to bisnis
sehingga distributor akan memasarkan kembali produknya.
Tabel 23. Template Analisis Rantai Nilai Industri
Nama Pemasok
Stemcor Pte Ltd
(PT Gunawan Dianjaya Steel)

Produsen Produk Sejenis

Century Bearindo
Internasional

Samarco (PT Krakatau Steel


Tbk)

Nama Distributor
PT Beton Jaya Manunggal

PT Jaya Pari Steel


Tbk
Mineracao
Novexco (cyprus)

Nama Pengecer
PT Gunawan Dianjaya Steel
langsung

menjual

kepada

distributor

tidak

melalui

pengecer
PT Krakatau Steel langsung

Produk Baja Tidak dijual

menjual ke pengguna akhir

kepada pengecer

tidak

melalui

seperti

distributor
pembangunan

perumahan, PT Adhi Karya


dan Pertamina

Intrepretasi hasil analisis


Berdasarkan supply chain analysis Industri pemasok yang digunakan perusahaan
memiliki kesamaan dengan industri pemasok yang digunakan pesaing PT Gunawan
Dianjaya Steel juga menggunakan Stemcor Pte Ltd sebagai pemasok slab bajanya.
Selain itu perusahaan dan pesaingnya juga menggunakan konsep bisnis to bisnis (B2B)
Bisnis yaitu menjual kepada distributor besar yang kemudian akan memasarkan kembali
produknya.

85

A.3.2.3 Collaborators (Suppliers) Analysis


1. Value Chain Analysis
Gambar 4. Analisis Rantai Nilai Industri
Jenis produk
yang dipasok PT.
Krakatau Steel:
Baja lembaran
panas
Baja batang
kawat
Baja lembaran
dingin
sdusdysuydsdsu

PT, Jaya Pari


Steel: Slab
(bahan baku
baja)

PT. XXXX:
Slab (bahan
baku baja)

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

Nama Pemasok
Stemcor (SEA) Pte.
Ltd Singapura

Nama
Produsen:

Nama
Produsen:
Stemcor
(SEA) Pte. Ltd
Singapura

Nama
Produsen:
Stemcor
(SEA) Pte. Ltd
Singapura

Nama
Distributor:

Nama Distributor:
PT. Timur Jaya Indo
Steel
PT. Pelita Tatamas
Jaya
PT. Sribaja Intan

Nama
Distributor:

Nama Pengecer:

Nama Pengecer
Tidak dijual
melalui pengencer
karena
perusahaan
menjualnya
melalui distribusi

Nama Pengecer:

85

A.4

Analisis Situasional Perusahaan (Tabel SFAS)

A.4.1 Strategic Factor Analysis Summary (SFAS)


Tabel 24. Tabel Strategic Factors Analysis Summary (SFAS)

Factor Strategis Eksternal

Bobot Rating Skor

Diterapkannya ISO 9001:2008,


Produk
yang
dihasilkan 0.13
berkualitas.

0.39

Produk yang dihasilkan telah


melalui tahapan quality control 0.12
dan menerapkan ISO 9001

0.36

Bergantungnya bahan baku dari


0.12
luar negeri

0.36

Area penjualan produk

0.15

0.45

Keterbatasan fasilitas produksi

0.09

0.27

UU mengenai izin pendirian


industri yaitu diatur dalam
0.09
peraturan
pemerintah
RI
NOMOR 13 TAHUN 1995

0.27

Peraturan
Menteri
Perindustrian
Republik
Indonesia NOMOR 09/MIND/PER/2/2013 dan Nomor
40/M/IND/PER/2/2012 dimana 0.07
akan memberikan keamanan
pada usaha industri yang
sedang berjalan dan pengaturan
tentang kualitas produk

0.21

Skor
Keterangan
S M L
Produk
sudah
berstandar
ISO
dan
konsumen
tidak ragu untuk
x
menggunakan
produk
yang
dihasilkan dari PT
Jaya Pari Steel
Meningkatkan
hasil produk yang
sesuai standar dan
x
mengurangi
terjadinya
cacat
pada produk
Menyebabkan
x
harga plat besi
menjadi mahal
Pangsa
pasar
X
perusahaan yang
terbatas
Perusahaan tidak
melakukan
investasi terhadap
X
aset produksi yang
dapat
meningkatkan
pendapatan
UU
merupakan
peraturan
yang
x mengikat dan harus
diikuti oleh seluruh
perusahaan

Sebagai
sektor
industri baja, JPS
harus
mengikuti
Peraturan Menteri
Perindustrian

86

Resiko kebijakan atau regulasi


0.08
pemerintah

0.32

Ketidakstabilan politik dan


0.09
keamanan di dalam negeri

0.36

Munculnya
baru

0.06

0.18

32

3.17

pesaing-pesaing

TOTAL

Berdampak terhadap
bahan baku yang
masih impor dari
luar negeri
Membuat
perusahaan
harus
menjaga kondisinya
agar terus dapat
bertahan
dengan
gangguan keamanan
ataupun
kondisi
ekonomi
yang
mengancam
Terancamnya
perusahaan
akan
pangsa pasar atau
bersaing
dalam
pangsa pasar

A.4.2 Review of Mission and Objective

Faktor Strategic ( Short Term )


Memenuhi kebutuhan dan pangsa pasar yang telah dimiliki perusahaan saat ini
dengan menambah produktivitas dengan melakukan investasi terhadap mesin baru
dan peninjauan terhadap strategi harga yang kompetitif sebagai penyesuaian terhadap
kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional yang terjadi dan analisis terhadap

pesaing
Faktor Strategic ( Med Term )
Mempertahankan pangsa pasar dan membidik pangsa pasar baru melalui strategi

diferensiasi produk
Faktor Strategic ( LongTerm )
Menjadi perusahaan produk baja yang dapat memenuhi permintaan dan menguasai
pangsa internasional(leading company for international market)

Komponen

Perencanaan (Formulasi) Strategi

87

B.1 Pemetaan Strategi Perusahaan


Buatlah pemetaan strategi yang dilakukan saat ini baik di tingkat: korporasi (corporate
strategy), bisnis (business strategy), dan fungsional (functional strategy).
B.1.1 Strategi Korporasi
Jelaskanlah

strategi

yang

telah

diterapkan

perusahaan

apakah

dalam

bentuk

growth/expansion strategy, delay/stability strategy dan atau retrenchment strategy disertai


ilustrasi/contoh praktik yang telah terjadi.
1.1.1

Directional Strategy : Growth / Expansion Strategy


Gambar 5. Pemetaan Strategi Korporasi : Directional Strategy
(Growth / Expansion : Concentration via Vertical Growth)

Tabel 25. Integrasi vertikal yang dilakukan

Integrasi Penuh (full integration)

Tidak dilakukan

Integrasi lancip (taper integration) atau

88

pengadaan

sumber

daya

yang

ada Tidak dilakukan

(concurent sourcing) atau backward taper


integration
Integrasi sebagian (quasi integration) atau Perusahaan
backward-quasi integration
Kontrak

jangka

panjang

membeli

bahan baku dari

pemasok dan tidak membuat sama sekali


(long

term

contract)

produk yang dibutuhkan.


Perusahaan Jaya Pari melakukan kerjasama
dalam penyediaan produk yang dibutuhkan
dengan perusahaan PT. Gunawan Dianjaya
Tbk dan melakukan kontrak kerjasama
dengan distributor.

Tabel 26. Bentuk Horizontal Growth yang dilakukan.

Intensifikasi (intensify)
Ekspansi (expansion)
Replikasi (replication)
Jaringan (network)

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan PT.
Gunawan Dianjaya Tbk, PT. Surya Steel, PT.Betonjaya
Manunggal Tbk.

Tabel 27. Bentuk Diversification Strategy yang dilakukan (bila diterapkan).


Diversifikasi berhubungan (diversification related atau concentric)
Diversifikasi Produksi/perusahaan (diversify into
related production/enterprises)
Diversifikasi penangkap sinergi (capture synergies)

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan
Diversifikasi tidak berhubungan (diversification unrelated atau conglomerates)
Diversifikasi pada industri yang berbeda (nonrelated
industries)
Diversifikasi penghindar sinergi (Ignore synergy)

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Diversifikasi penghasil aliran kas (for cash flow)


Diversifikasi pengurang risiko (risk reduction)
1.1.2

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Directional Strategy : Stability/Delayed Strategy


Tabel 28. Bentuk Horizontal Growth yang dilakukan.

Strategi

berhenti

secara

hati-hati Tidak dilakukan


89

(pause/proceed with caution strategy)


Strategi tidak ada perubahan (no change Tidak dilakukan
Strategy)
Strategi keuntungan (profit strategy)
1.1.3

Tidak dilakukan

Directional Strategy : Retrenchment Strategy


Tabel 29. Bentuk Retrenchment Strategy yang dilakukan

Strategi putar haluan (turn-around strategy)


Efisiensi biaya (contraction)
Tidak dilakukan
Penggabungan
biaya Tidak dilakukan
(consolidation)
Alih daya (outsourcing)

Perusahaan

Jaya

Pari

menggunakan

alih

daya

(outsourcing) untuk kepentingan keamanan perusahaan


sebanyak 24 orang
Strategy turunan/terikat (captive company strategy)
Pemasok utama (Sole supplier) Tidak dilakukan
Rekanan terpilih (Preffered Perusahaan memiliki rekanan yang terpilih dalam
provider)

pengadaan bahan baku yaitu dengan perusahaan PT.


Gunawan Dianjaya Steel

Rekanan berkontrak (Contract


grower)
Tidak dilakukan
Strategi keluar (exit strategy)
Strategi menjual (sel-out)
Tidak dilakukan
Strategi
memisahkan
diri Tidak dilakukan
(divest)
Pailit (bankcruptcy)
Pencairan (liquidation)

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

B.1.2 Strategi Bisnis


1.2.1 Review Unit Bisnis Strategis
Produk yang ditawarkan oleh PT Jaya Pari Steel Tbk adalah Plat
Baja Canai Panas.
Strategi bisnis yang dilakukan saat ini ialah:

Tetap berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan pangsa


pasar domestik terutama penjualan langsung kepada pemakai akhir
(end user) serta selalu membina komunikasi yang baik dengan
distributor dan supplier bahan.

90

Secara konsisten memantau adanya peluang pasar ekspor dengan


memepertimbangkan harga dan waktu yang tepat serta pergerakan

kurs mata uang asing (US Dollar) terhadap Rupiah.


Memonitor strategi para pesaing baik domestik maupun importir

secara agar tetap mampu bersaing di pasar.


Memprioritaskan strategi fleksibilitas dalam

kuantitas

order,

ketepatan waktu serah (delivery time) dan menambah variasi


standardisasi produk.
1.2.2 Review Strategi Generik (Porter)
1. Competitive Strategy
Strategi yang telah diterapkan perusahaan adalah competitive strategy
atau strategi persaingan terdiri dari model strategi generik dari Porter dan
taktik bersaing.
Tabel 30. Bentuk Business Strategy yang dilakukan
Kepemimpinan biaya (Cost
Perusahaan menjalin kerja
Leadership)
sama dengan PT Gunawan Dian
Jaya Steel untuk pengadaan
bahan baku slab secara kolektif
agar mendapatkan harga yang
lebih baik dan efisien dalam
biaya pengapalan.

Tabel 31. Bentuk Competitive Tactics yang dilakukan


Timing Tactics (Taktik Waktu)
First Mover :
Late Mover :
Perusahaan ini termasuk kedalam
late mover karena sudah ada
perusahaan yang terlebih dahulu
menjual plat baja canai panas.
Market Location Tactics (Taktik Lokasi Pasar)
Offensive Tactics (Taktik Menyerang)
Frontal Assault :
Flanking Maneuver :
Encirclement :
Bypass Attack :
Guerilla Warfare :
Defensive Tactics (Taktik Bertahan)
91

Memperbesar hambatan
industri :
Meningkatkan pembalasan
yang diperkirakan :
Menurunkan dorongandorongan untuk
menyerang :

Perusahaan terus memantau


pergerakan kurs mata uang asing
(US Dollar) terhadap Rupiah dan
Memonitor strategi para pesaing
agar dapat terus bersaing dipasar.

2. Cooperative Strategy
Tabel 32. Bentuk Cooperative Strategy yang dilakukan
Strategi kolusi biaya
: Tidak dilakukan
(Collusion strategy)
Kemitraan strategis
: PT. Jaya Pari Steel melakukan kemitraan dengan
(Strategic alliances)
PT Gunawan Dianjaya Steel dalam hal pengiriman
bahan baju plat baja.
Konsorsium
: Tidak dilakukan
(Consortium)
Lisensi (Licensing)
: Tidak dilakukan
Waralaba (franchising)
: Tidak dilakukan
Maklun (contract
: Tidak dilakukan
manufacture)
Patungan (joint venture) : Tidak dilakukan
Investasi langsung di LN : Tidak dilakukan
(foreign direct
investment)

B.1.3.Strategi Fungsional
1.3.1. Marketing Strategy
Tabel 33. Penerapan Marketing Strategy
Segmentasi (Segmentation)
Variabel Segmentasi Utama untuk
Variabel Segmentasi Utama untuk
Pasar Konsumen
Pasar Bisnis
Geografis
: dalam negeri
Geografis
: Dalam negeri
Demografis : Daya beli kelas atas
Variabel
: Coorporate
operasi
customer, proyekproyek pemerintah
dan swasta
92

Psikografis

: -

Pendekatan
pembeli

Perilaku

: Konsumen membeli
secara borongan.
Untuk pembangunan
infrastruktur

Faktor
situasi

: Proyek infrastruktur
pemerintah atau
swasta melalui
sistem tender.

: Kebijakan
pembelian dengan
langsung dari pabrik
secara PO
Karakteristik : pribadi

Penetapan Sasaran (Targeting)


M1

M2

M3

P1
P2
P2

PT Jaya Pari Steel hanya memiliki 1 jenis Produk yaitu Plat Baja
Canai Panas. Sehingga segmenpasar yang dipilih oleh perusahaan yaitu
konsentrasi segmen tunggal, yang dimana hanya produksi satu produk
untuk satu segmen pasar.
Pemosisian (positioning)
Setelah

menetukan

targetnya

maka

perusahaan

menentukan

posisinya guna meningkatkan citra PT Jaya Pari Steel Tbk. Maka


positioning PT Jaya Pari Steel Tbk yaitu sebagai produsen utama dalam
bidang plat baja canai panas yang berkomitmen dalam pemenuhan
kebutuhan plat baja di pasar domestik Indonesia.

Menyediakan produk

bermutu tinggi dan melakukan pelayanan terbaik dalam memenuhi


kepuasan pelanggan.
1.3.2. Financial strategy
Tabel 34. Penerapan Financial Startegy

Keputusan Pembiyaan (financing decision)


Keputusan
Struktur Keputusan Biaya Modal

Keputusan Akuisisi dan


93

Modal

(cost of capital decision)

(capital structure decision)

Merger
(acquisition

&

merger

decision)
Pembiayaan

yang

dilakukan
dengan

rendah

perusahaan
finacial

dikarenakan

leverage

modal

lebih

banyak berasal dari modal


sendiri dengan nilai debt to
equity sebesar 0,043.
Kesimpulan : PT. Jayapari Steel lebih banyak menggunakan dengan modal sendiri
dibandingkan dengan menggunakan hutang atau liabilitas.
Keputusan Deviden (dividend decision)
Keputusan
laba
yang Dividen yang dibayarkan

Penerbitan

saham

atau

dibayarkan
pembelian kembali saham
Kesimpulan : PT. Jayapari Steel tidak melakukan pembagian dividen dari tahun 2010
hingga tahun 2014.

Keputusan Investasi (investment decision)


Keputusan alokasi dan Keputusan alokasi

dan Keputusan

alokasi

dan

realokasi

dan realokasi

modal

dan

modal

dan realokasi

sumberdaya pada proyek

modal

sumberdaya pada aset

sumberdaya pada produk,


dll

Kesimpulan : PT. Jayapari Steel tidak melakukan alokasi maupun realokasi modal dan
sumberdaya pada proyek, aset maupun produk pada perusahaan.

94

1.3.3. Operation Strategy


Tabel 35. Penerapan Operation Strategy
Pendekatan
Fungsi Operasi
Cost leadership
Differentiation
Response
(cheaper)
(better)
(faster)
Desain
: Memproduksi
plat baja canai
panas yang
berstandar
Internasional
(ISO)
Kualitas
:
Standar ISO
Proses
: melalui
proses rerolling
dengan
mesin
berteknologi
3 high rolling
mill
Lokasi
:
Pabrik berdekatan
dengan daerah
pemasaran dan
perusahaan
kemitraan
Layout
:
Memiliki layout
telah terstandardisasi
SDM
:
Pemberian
kompetensi terkait
bidang
Rantai Pasok
:
Persediaan
:
e-Procurement
Penjadwalan
:
Penjadwalan yang
telah terintegrasi
Pemeliharaan
:
After sales services
Kesimpulan: PT Jaya Pari Steel terkait dengan fungsi operasi kebanyakan melalui
strategi yang bertujuan untuk mempercepat respon dari proses produksi hingga
pendistribusian produk, sehingga alur barang dari bahan baku hingga menjadi
produk dan mencapai konsumen akan lebih cepat dan ontime.

1.3.4. Strategy in HRM


Tabel 36. Penerapan Strategy in HRM
Fungsi

Isu strategis yang menentukan

95

Manajemen
SDM
Pengadaan
(procurement)

Pengembangan
(development)

Pemeliharaan
(maintenance)

Kesimpulan

kesinambungan perusahaan

Melakukan analisis jabatan guna


mengetahui tugas apa saja yang harus
dilakukan pada suatu posisi atau jabatan
tertentu.
Rekrutmen tidak hanya dari internal
perusahaan namun bisa dari eksternal.
Perusahaan menerapkan program
pelatihan yang berkesinambungan dengan
pekerjaan dari masing-masing karyawan,
Perusahaan selalu mengikutsertakan
sejumlah karyawan untuk mengikuti
pelatihan, seminar, dan sosialisasi
peraturan-peraturan yang diadakan
lembaga swasta maupun pemerintah
Perusahaan selalu berusaha untuk
menjamin kesehatan dan keselamatan
Karyawan. Seluruh aktivitas operasional
perusahaan dilandasi sistem dan prosedur
yang telah tertata dengan baik. Sehingga
dapat meminimalisasi terjadinya gangguan
selama operasional berlangsung.
PT Jaya Pari Steel telah berupaya untuk
mensejahterakan karyawan dan menjaga
kesehatan, keselamatan dan keamanan
seluruh karyawan.

1.3.5. Other Functional Strategy


Tabel 37. Penerapan Other Functional Strategy(bila diterapkan)
Isu Strategis yang menentukan kesinambungan perusahaan
Distribusi dan logistik : Dalam pengadaan bahan baku, perusahaan menjalin
kerja sama dengan PT Gunawan Dianjaya Steel
dalam proses pengiriman, dan juga PT Jaya Pari
Steel sendiri bekerja sama dengan pihak supplier di
Jakarta dan Surabaya.
Kesimpulan : Untuk meminimalisasi biaya
B.2 Penentuan Alternatif Strategi
Petakanlah posisi perusahaan kedalam BCG Matrix, GE Matrix, dan TOWS Matrix
serta vuatlah analisis atas hasil pemetaan tersebut sehingga penjelasan posisi bersaing
perusahaan serta perumusan strategi yang direkomendasikan dalam menghadapi persaingan
sesuai dengan kompetensi inti perusahaan. Bila terdapat data industri dapat digunakan BCG
Matriks dan GE Matriks orisinal dan bukan yang modifikasi.
96

B.2.1. BCG MATRIX


Gambar 5. BCG Matrix (Modifikasi)

Interpretasi atas pemetaan :


BCG matrix di atas terdiri dari nilai IFAS dan EFAS, dari nilai tersebut terlihat bahwa
perusahaan berada dalam kuadran question marks. Hal ini berarti PT. Jaya Pari Steel Tbk
masih termasuk bisnis yang masih dalam tahap perkenalan atau pertumbuhan dimana pangsa
pasar masih rendah dan butuh dana besar untuk pertumbuhan dan meningkatkan pangsa
pasarnya.

Alternatif Strategi Yang Diusulkan :


Usulan untuk perusahaan Jaya Pari yaitu forward integration. Hal ini dikarenakan
perusahaan masih terbatas dalam pendistribusian produk sehingga perusahaan perlu
melakukan pertumbuhan atau perluasan strategi. Pemilihan strategi tersebut dikarenakan
perusahaan masih terbatas dalam mendistribusikan produknya sehingga perusahaan lebih
baik memiliki anak perusahaan dalam distributor produk.
B.2.2. GE MATRIX
97

Gambar 6. GE Matrix (Modifikasi)

Interpretasi atas pemetaan :


GE matrix di atas terdiri dari nilai IFAS dan EFAS, dari nilai tersebut terlihat bahwa
perusahaan berada dalam kuadran Pertumbuhan (Konsentrasi Via Integrasi Horizontal). Hal
ini berarti PT. Jaya Pari Steel Tbk dalam posisi persaingan termasuk dalam kategori rata-rata
dan dalam daya tarik industri termasuk ke dalam posisi medium. Dari hasil tersebut dapat
dilihat bahwa PT Jaya Pari Steel Tbk berada posisi rata-rata baik dilihat dari skor IFAS
maupun EFAS.
Alternatif Strategi yang diusulkan :
Melihat posisi perusahaan pada matrik GE tersebut maka PT Jaya Pari Steel harus
melakukan integrasi secara Horizontal. Melakukan integrasi secara horizontal dikarenakan
perusahaan yang ingin memperkuat perusahaannya dengan mengambil alih peran distributor
produk serta menjalin kerjasama untuk keberlangsungan distribusi produk.
B.2.3. TOWS MATRIX
Gambar 7. TOWS matrix

98

Kekuatan (S) :

Kelemahan (W) :

1. Diterapkannya ISO 9001:2008.

2. Bergantungnya bahan baku

3. SDM yang terstruktur rapi dan


kompeten.
4. Penerapan (SMK3) dan telah
mendapat sertifikat SMK3.

dari luar negeri.


3. Area penjualan produk.
7. Keterbatasan fasilitas
produksi.

7. Produk yang dihasilkan telah


melalui tahapan quality control
IFAS

sesuai ISO 9001.


8. Perusahaan mengimplementasikan
dashboard penjualan dengan
aplikasi berbasis web.
9. Perusahaan menggunakan
Enterprise Resource Planning
(ERP).

EFAS
Peluang (O) :
1. UU mengenai izin pendirian
industri yaitu diatur dalam
peraturan pemerintah RI
NOMOR 13 TAHUN 1995.
3. Peraturan Menteri Perindustrian

Strategi SO :

Strategi WO :

09/M-IND/PER/2/2013 dan

No Change Strategy

Profit Strategy

Nomor 40/M/IND/PER/2/2012

S1,S3,S4,S8,S9

(Implementasi dalam sistem

dimana akan memberikan

O1,O3,09,010

Marketing)

Republik Indonesia NOMOR

keamanan pada usaha industri


yang sedang berjalan dan

W3
O9,O10

pengaturan tentang kualitas


produk.
9. Infrastruktur yang meningkat.
10. Adanya perkembangan
internet.
Ancaman (T) :

99

1. Resiko kebijakan atau regulasi


pemerintah
8. Munculnya pesaing-pesaing
baru.
10. Beberapa tahun belakangan ini
kondisi iklim atau cuaca tidak
dapat diprediksi.

Strategi ST :

Strategi WT :

Service Quality

Cooperative Strategy

S1,S7,S8,S9

W2,W7

T8

T1,T8,T10

Interpretasi atas pemetaan :


Hasil TOWS Matrix dapat menyatakan bagaimana strategi yang dapat dilakukan pada
perusahaan dengan melihat kekuatan, kelemahan, ancaman maupun peluang dari perusahaan.
Dari hasil TOWS Matrix tersebut maka didapatkan strategi-strategi untuk dilakukan
perusahaan, berikut merupakan interpretasi dari masing-masing matriks dari analisis TOWS.
Strategi S-O
Dalam strategi ini, PT. Jayapari Steel dapat melakukan strategi alternative No Change
strategy, yang dilihat dari kekuatan dan peluang. Alternatif strategi tersebut berdasarkan
pemilihan antara kelebihan dengan peluang, kelebihan perusahaan tersebut yaitu
diterapkannya ISO 9001:2008, SDM yang terstruktur rapi dan kompeten, penerapan (SMK3),
Perusahaan mengimplementasikan dashboard penjualan dengan aplikasi berbasis web dan
telah mendapat sertifikat SMK3. Untuk peluang perusahaan yaitu UU mengenai izin
pendirian industri yaitu diatur dalam peraturan pemerintah RI NOMOR 13 TAHUN 1995,
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia NOMOR 09/M-IND/PER/2/2013 dan
Nomor 40/M/IND/PER/2/2012 dimana akan memberikan keamanan pada usaha industri yang
sedang berjalan dan pengaturan tentang kualitas produk,

infrastruktur yang meningkat,

adanya perkembangan internet.


Strategi W-O
Dalam strategi ini, PT. Jayapari Steel dapat melakukan strategi alternatif Profit
Strategy (Implementasi dalam sistem Marketing) yang dilihat dari kelemahan dan peluang.
Alternatif strategi tersebut berdasarkan pemilihan antara kelemahan dengan peluang,
kelemahan perusahaan tersebut yaitu area penjualan produk. Untuk peluang perusahaan yaitu
infrastruktur yang meningkat, adanya perkembangan internet.
100

Strategi S-T
Dalam strategi ini, PT. Jayapari Steel dapat melakukan strategi Service Quality yang
dilihat dari kekuatan dan ancaman. Alternatif strategi tersebut berdasarkan pemilihan antara
kekuatan dengan ancaman, ancaman perusahaan tersebut yaitu diterapkannya ISO 9001:2008,
produk yang dihasilkan telah melalui tahapan quality control sesuai ISO 9001, perusahaan
mengimplementasikan dashboard penjualan dengan aplikasi berbasis web, perusahaan
menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP). Untuk ancaman yaitu munculnya
pesaing-pesaing baru.
Strategi W-T
Dalam strategi ini, PT. Jayapari Steel dapat melakukan strategi Cooperative Strategy
yang dilihat dari kelemahan dan ancaman. Alternatif strategi tersebut berdasarkan pemilihan
antara kelemahan dan ancaman, kelemahan perusahaan yaitu Bergantungnya bahan baku dari
luar negeri dan keterbatasan fasilitas produksi. Untuk ancaman perusahaan yaitu resiko
kebijakan atau regulasi pemerintah dan munculnya pesaing-pesaing baru.
Alternatif Strategi yang diusulkan :
Dari hasil yang didapatkan dengan menggunakan TOWS Matrix tersebut maka
didapatkan 4 alternatif strategi yaitu : Growth Strategy (Ekspansi),

Profit Strategy

(Implementasi dalam sistem Marketing), Service Quality dan Cooperative Strategy.

B.3 Alternatif Strategi-pro and Contra


Tabel 38. Tabel Penerapan Alternatif Strategi Pro dan Kontra

Recommended Strategy

Alternatif Strategi dari :


SO-Strategy
No Change Strategi
Ekspansi
WO-Strategy
Profit Strategy
(Implementasi dalam sistem

Pro
Menstabilkan

Contra
kondisi Tidak

perusahaan
Dapat

memberikan

nilai

tambah untuk perusahaan


menjangkau Biaya yang besar untuk

konsumen lebih banyak

mencari

jaringan

101

Meningkatkan keefektivan

Marketing)

dan

keefisienan

pemasaran

dalam

pemasran.
ST-Strategy
Service Quality

Memberikan kepercayaan Adaptasi yang cukup lama


kepada konsumen sehingga

dalam penerapan strategi.


komitmen
nama perusahaan di mata Memerlukan
pihak internal perusahaan,
konsumen menjadi baik.
kesiapan

dalam

semua

bagian (SDM, Finansial,


operasional)
WT-Strategy
Cooperative Strategy

Biaya

operasional

yang Membutuhkan waktu yang

lebih efisien

lama

dalam

menyusun

aturan antar perusahaan.

Alternatif Strategi dari BCG


Integrasi Vertikal

Perusahaan

(Forward Integration)

dapat Butuhnya

mengontrol pendistribusian
produk.
Jangkauan pemasaran lebih

penambahan

biaya

untuk

unit

bisnis

dalam pendistribusian.

luas.
Alternatif Strategi dari GE
Integrasi Vertikal

dapat Butuhnya

Perusahaan

biaya

untuk

unit

bisnis

mengontrol

penambahan

pendistribusian

dalam pendistribusian

produk.
Jangkauan
pemasaran

lebih

luas.
B.4. Ranking Strategi Terpilih
Tabel 26. Tabel Ranking Rekomendasi Strategi Terpilih

Final

Selected Strategy

Alasan

Kode Strategi

Ranking

102

No Change Strategi

Dengan

melakukan

change

No S-1

strategi

perusahaan

dapat

menstabilkan kondisinya.
Hal

ini

dimaksudkan

perusahaan

tetap

melakukan produksi agar

tetap

mendapatkan

Integrasi Vertikal

income.
Strategi

ini

(Forward Integration)

dibutuhkan untuk industri

sangat S-2

plat baja canai panas,


perusahaan

akan

dapat

mengurangi cost dan dapat


mengontrol
proses

langsung

pendistribusian.

Salah satu faktor penting


dalam industri baja adalah
pendistribusian.

Strategi

ini akan membantu dalam


3

Service Quality

proses ekspansi.
Perusahaan

harus S-3

meningkatkan
quality

service

agar

dapat

meningkatkan

value

perusahaan
konsumen,
dikarenakan

dimata
hal

ini
service

quality merupakan salah


satu

yang

sangat

mempengaruhi

nilai

perusahaan.

Apalagi

dengan adanya kompetitor


dari

China

yang

103

memasukkan

produknya

ke Indonesia dengan harga


4

Cooperative Strategy

yang lebih murah,


Dengan
strategi
perusahaan

dapat

berkerjasama
pihak
pengadaan
untuk

ini S-4
dengan

lain

dalam

bahan

baku

meminimalisir

resiko kelangkaan bahan


baku dan meminimalisir
5

Profit Strategy

cost.
Strategi

ini

berfungsi S-5

(Implementasi dalam untuk lebih memperluas


sistem Marketing)

pemasaran produk.

104

B.5. Integrasi Strategi pada Keuangan


Tabel 27. Analisis Situasional Perusahaan (Integrasi Strategi pada Keuangan)
Indikator

Forecast
(Tahun yad)

Operasional Strategy
(Program)

372,780083

390,673527

395,146888

Meningkatkan aset dan


mengurangi hutangnya

Cash Ratio
Cash Turn Over
Inventory to Net Working
Capital

0,246436952
2640,420154
0,198534805

0,258265926
2767,160321
0,208064476

0,261223169
2798,845363
0,210446893

Debt To Asset Ratio

0,041337797

0,043322012

Leverage Ratio
0,043818065

Debt To Equity Ratio

0,043120295

0,04519007

0,045707513

Long Term debt to Equity


Ratio

0,041764966

0,043769684

0,044270864

Times Interest Earned

6,867908552

7,197568163

7,279983065

Current Ratio
Quick Acid Ratio

Realisasi
(Tahun Terakhir)

464,8755187

Target (naik atau


turun dari tahun
terakhir)
LIQUIDUTY RATIO
487,1895436
492,7680498

Meningkatkan sales
Meningkatkan sales
Meningkatkan aset dan
mengurangi hutangnya

Strategi Planning (Selected


Strategy)

No Change
Strategy/Cooperative Strategy

Service Quality, Profit Strategy


Service Quality, Profit Strategy
No Change
Strategy/Cooperative Strategy
No Change
Strategy/Cooperative Strategy

Menurunkan hutang

No Change
Strategy/Cooperative Strategy
No Change
Strategy/Cooperative Strategy

Meningkatkan sales
perusahaan

Service Quality, Profit Strategy

Meningkatkan sales
perusahaan
Meningkatkan sales

Service Quality, Profit Strategy

Fix Charge Coverage


Activity Ratio
Receivable Turn Over
Inventory Turn Over

7,547334966

7,909607044

8,000175064

Working Capital Turn

1,402740755

1,470072312

1,486905201

Service Quality, Profit Strategy

105

Over
Fix Assets Turn Over

23,93985192

25,08896481

25,37624303

Total Assets Turn Over

0,845452977

0,88603472

0,896180156

Gross Profit Margin

0,016146106

Return on Investment

-0,018680857

Return on Equity

-0,019486381

Earnings per share


Net Profit Margin

Price Earning Ratio


Market Book Ratio
Economy Value Added
Market Value Added

-9,24
-0,022095678

Profitability Ratio
0,016921119
0,017114872

perusahaan
Meningkatkan sales
perusahaan
Meningkatkan sales
perusahaan

Meningkatkan sales
perusahaan dan menurunkan
COGS
-0,019577538
-0,019801708
Meningkatkan sales
perusahaan
-0,020421727
-0,020655563
Meningkatkan sales
perusahaan
-9,68352
-9,7944
Meningkatkan sales
perusahaan
-0,02315627
-0,023421418
Meningkatkan sales
perusahaan
BOOK TO MARKET RATIO
-

Service Quality, Profit Strategy


Service Quality, Profit Strategy

Service Quality, Profit Strategy


Service Quality, Profit Strategy
Service Quality, Profit Strategy
Service Quality, Profit Strategy
Service Quality, Profit Strategy

106

PT Jaya Pari Steel

KOMPONEN C

Implementasi Strategi

C.1
Organisasi Pelaksana Program
C.1.1 Organization Chart

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

C.1.2 Job Description


Deskripsi pekerjaan (job description) dari masing-masing bagian atau
departemen yang ada di PT Jaya Pari Steel Tbk dipaparkan pada tabel di bawah
ini.
No
Posisi
Job Description
1
Direktur Utama
Menentukan arah kebijakan dan
strategi perusahaan secara menyeluruh
meliputi

bidang:

produksi

dan

pengembangan; keuangan; pemasaran;


serta bidang Umum dan SDM
Menentukan arah kebijakan

dan

strategi bidang Audit Internal yang


meliputi kegiatan audit operasional &
audit

administrasi/keuangan

dan

bidang sekretaris perusahaan serta


bertanggung jawab terhadap penerapan
2

Audit Internal

PT Jaya Pari Steel

dan pemantauan GCG


1. Menyusun rencana audit tahunan dan
perencanaan penugasan audit yang
berbasis risiko.
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan
pengendalian
internal
dan
sistem
manajemen risiko sesuai dengan kebijakan
Perseroan.
3.Melakukan
pemeriksaan
dan
penilaianatas efisiensi dan efektifitas di
bidang keuangan,akuntansi,operasional,
sumber daya manusia, pemasaran,
teknologi informasi, dan kegiatan lainnya.
4. Memberikan saran perbaikan dan
informasi yang objektif tentang kegiatan
yang diperiksa pada semua tingkat
manajemen.
5. Membuat laporan hasil audit dan
menyampaikannya
kepada
Direktur
Utama dan kepada Dewan Komisaris
melalui Komite Audit.
6. Melakukan telaah atas informasi
keuangan
yang
akan
dikeluarkan

PT Jaya Pari Steel

Sekretaris perusahaan

Perusahaan, seperti: laporan keuangan,


proyeksi keuangan, dan informasi
keuangan lainnya.
7. Melakukan penelaahan atas ketaatan
Perusahaan terhadap peraturan perundangundangan yang berhubungan dengan
kegiatan Perusahaan.
8. Melakukan evaluasi pelaksanaan audit
oleh auditor eksternal, termasuk menelaah
independensi dan obyektifitas Audit
Eksternal sertamenelaah
kecukupan
pemeriksaan yang dilakukan auditor
eksternal.
9. Menelaah persiapan RUPS khususnya
agenda dan materi RUPS serta telaah atas
kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan
di pasar modal dan peraturan lainnya.
10.Memantau
tindak
lanjut
hasil
pemeriksaan dalam rangka menjamin
perbaikan maupun peningkatan mutu
pengelolaan perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab
atas terlaksananya kegiatan operasional
Perseroan termasuk bidang Kepatuhan dan
Manajemen Risiko, Kehumasan, Hukum,
Kesekretariatan,
maupun
organisasi
RUPS, Rapat Direksi, Rapat Direksi
dengan Dewan Komisaris, dan kegiatan
lainnya dengan stakeholders.
Mengikuti perkembangan pasar modal
khususnya
peraturan
perundangundangan yang berlaku di bidang Pasar
Modal
Memberikan masukan kepada Direksi
dan Dewan Komisaris Emiten atau
Perusahaan Publik untuk mematuhi
ketentuan
peraturan
perundangundangan di bidang Pasar Modal
Membantu Direksi dan Dewan
Komisaris dalam pelaksanaan tata
kelola perusahaan yang meliputi:
a) keterbukaan informasi kepada

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

masyarakat, termasuk ketersediaan


informasi pada Situs Web Emiten
atau Perusahaan Publik
b) penyampaian laporan kepada
Otoritas Jasa Keuangan tepat
waktu
c) penyelenggaraan dan dokumentasi
Rapat Umum Pemegang Saham
d) penyelenggaraan dan dokumentasi
rapat Direksi dan/atau Dewan
Komisaris.

Direktur Pemasaran

Direktur produksi

Direktur Keuangan

Direktur Urusan Umum

Sebagai penghubung antara Emiten atau


Perusahaan Publik dengan pemegang
saham Emiten atau Perusahaan Publik,
Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku
kepentingan lainnya.
Menentukan arah kebijakan dan strategi
perusahaan di Departemen Pemasaran
yang meliputi:
- Bidang Penjualan;
- Bidang Pemasaran;
- Bidang Distribusi dan Transportasi.
Menentukan arah kebijakan dan strategi
perusahaan di Departemen Pemeliharaan,
Departwmen
Produksi,
Departemen
Gudang, Departemen PPC & QC
Menentukan arah kebijakan dan strategi
perusahaan di Departemen Keuangan
yang meliputi:
- Bidang Akuntansi;
- Bidang Perbendaharaan Pajak &
Asuransi
- Bidang Anggaran dan Analisa Keuangan
- Bidang Information Communication
Technology
mengelola unit kegiatan yang meliputi
perencanaan dan pengendalian atas
sumber daya manusia dan legalitas
Perusahaan, serta melakukan koordinasi
terhadap fungsi-fungsi lini dibawahnya.
Menentukan arah kebijakan dan strategi
perusahaan di Departemen SDM dan

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

Manager Penjualan

Manager Pemeliharaan

10

Manager Produksi

Umum serta Departemen Logistik yang


meliputi:
- Bidang Umum dan Keamanan
- Bidang pengelolaan Sumber Daya
Manusia (SDM)
- Bidang Pengadaan, Perencanaan dan
Pengendalian Material
Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan
membuat Target penjualan dan Strategi
pencapaiannya.
membuat Activity Plan bulanan dan
Tahunan ,untuk mencapai target
penjualan(Identifikasi buyer di dalam
coverage area dan aktifitas yang akan
dilakukan)
mengarahkan
dan
menggerakan
masing-masing team Supervisor sesuai
rencana aktifitas (Activity Plan)
disesuaikan dengan Segmentasi dan
Target market.
memonitor aktifitas masing-masing
team penjualan terhadap target
penjualan dan tindakan perbaikan &
pengembangan personal Supervisor &
Wiraniaga
mengontrol kondisi alat-alat pabrik
mengatur jadwal pemeliharaan mesin
dan infrastruktur pabrik

PT Jaya Pari Steel

Melakukan
perencanaan
dan
pengorganisasian jadwal produksi
Menentukan standar kualitas produk
Mengawasi proses produksi
Mengorganisir
perbaikan
dan
pemeliharaan rutin peralatam produksi
Mengawasi pekerjaan staf
Menilai kelayakan proyek
Mengelola pemesanan & pembelian
bahan baku produksi
Memperkirakan
serta
melakukan
negosiasi rentang waktu dengan klien
dan manajer dalam hal yg berkaitan

PT Jaya Pari Steel

dgn proses produksi


Melaksanakan
pemeriksaan
fisik
persediaan (stock Opname) barang
yang ada di gudang.
Menganalisa total kebutuhan barang
dan mengatur penyediaan, pengadaan,
dan pengiriman barang sedemikian
rupa agar alokasi barang di setiap
tempat dapat memenuhi kebutuhan
dengan efisien, efektif dan tepat waktu.
Memeriksa pembuatan berita acara
pemeriksaan fisik persediaan yang ada
di gudang sebelum disampaikan
kepada Direktur Keuangan dan
Akuntansi

Manager Gudang

6.

11

Manager PPC & QC

Memastikan setiap produk melewati


tahap
quality
control
untuk
standardisasi produksi

Manager Keuangan

Mengelola unit kegiatan yang meliputi


perencanaan dan pengendalian atas
sumber dan penggunaan dana serta
melakukan koordinasi terhadap fungsifungsi lini dibawahnya.
Mengambil keputusan yang berkaitan
dengan investasi
Mengambil keputusan yang berkaitan
dengan pembelanjaan
Mengambil keputusan yang berkaitan
dengan deviden
Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol perencaaan, laporan dan
pembiayaan perusahaan
Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol arus kas perusahaan
Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol anggaran perusahaan
Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol pengembangan sistem dan
prosedur keuangan perusahaan
Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol analisis keuangan

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

Merencanakan,
mengatur
dan
mengontrol untuk memaksimalkan
nilai perusahaan
Memimpin dan menerapkan pedoman
sistem akuntansi yang telah disetujui
Direktur Keuangan dan Akuntansi
yaitu mulai dari pemeriksaan buktibukti
akuntansi,
pencatatannya,
pengelompokan
sampai
dengan
penyusunan laporan keuangan menurut
pedoman
Pernyataan
Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK).
Memimpin
penyusunan
laporan
keuangan (Laporan Posisi Keuangan,
Laporan Laba-Rugi Komprehensif,
Laporan Mutasi Ekuitas, Laporan Laba
Ditahan, Laporan Arus Kas, Catatan
atas
Laporan
Keuangan)
dan
mengkonsolidasikan semua laporan
keuangan tersebut untuk pihak
manajemen serta laporan keuangan
untuk pihak luar agar laporan tersebut
benar, teliti dan tepat waktu.
Mengatur dan mengawasi pelaksanaan
tugas yang dibebankan kepada
bawahannya menurut sistem dan
prosedur yang ditentukan.
Memeriksa
dan
menandatangani
Laporan Mutasi Piutang dan Laporan
Mutasi Hutang, sebelum disampaikan
kepada Direktur Keuangan dan
Akuntansi.

Manager Akuntansi

Secara periodik, besama-sama dengan


Bagian
Gudang
melaksanakan
pemeriksaan fisik persediaan (stock
Opname) barang yang ada di gudang.
Memeriksa pembuatan berita acara
pemeriksaan fisik persediaan yang ada
di gudang sebelum disampaikan
kepada Direktur Keuangan dan
Akuntansi.

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

12

Manager Personalia & Urusan


Umum

Mengidentifikasi
lowongan
staf,
merekrut, mewawancarai dan memilih
pelamar.
Mengembangkan,
mengelola
dan
mengevaluasi tes pelamar kerja
Melakukan rencana dan melakukan
orientasi,
pelatihan
dan
pengembangan, baik terkait hard
competency maupun soft competency
Melakukan evaluasi kinerja pegawai
dan menetapkan sistem kompensasi
bagi pegawai
Menetapkan mutasi dan promosi
terhadap pegawai di dalam perusahaan
Mengatur dan mengelola serikat buruh
di dalam perusahaan
Membina hubungan dengan mitra dan
masyarakat
Menjadi
penghubung
antara
manajemen dan karyawan
Menyelidiki dan melaporkan jika
terjadi kecelakaan kerja pada karyawan
guna kepentingan asuransi

C.1.3 Types of Cross Functional Team


Cross Functional Team pada PT Jaya Pari Steel adalah:
1) Tim Promosi: Menggabungkan

antara

departemen

pemasaran

yang

menguasai kondisi pasar, departemen produksi yang memahami spesifikasi


produk, departemen keuangan yang mengalokasikan dana untuk
kebutuhan promosi, dan SDM yang mengelola kebutuhan kompetensi
untuk tim promosi.

C.2. Penjadwalan Pelaksanaan Program


C.2.1. Program to be implemented

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

Alternatif strategi yang akan diterapkan pada PT Jaya Pari Steel antara lain
adalah growth strategy: ekspansi, profit strategy, integrasi vertikal, service
quality, dan coorporative strategy. Berikut adalah paparan program dari masingmasing strategi yang akan diterapkan.
Tabel 43. Program-Program yang Akan Diimplementasikan

.Kode
Nama Strategi
Strategi
S-1
No change Strategy
S-2

Integrasi Vertikal

S-3

Service Quality

S-4

Coorporative
Strategy
Profit Strategy

S-5

Program
Pengurangan aktivitas bisnis
Pengurangan Hutang
Pendirian Anak Perusahaan dalam
pendistribusian produk
Melakukan
Upgrade
Sistem
Pemesanan
Program After Sales Service
Bekerjasama dengan pihak lain
dalam pengadaan bahan baku
Proses pendistribusian produk

(Implementasi dalam
sistem Marketing)
C.2.2. People (department) responsible to implement programs
Departemen yang bertanggung jawab atas program-program yang
dilaksanakan oleh perusahaan adalah departemen Produksi, departemen personalia
dan umum, departemen keuangan, dan departemen pemasaran. Berikut adalah
tanggung jawab dari masing-masing departemen di dalam program yang akan
diimplementasikan.
Tabel 44. Tanggung Jawab Departemen dalam Implementasi Program

Kode
Strategi
S-1
S-2

Program

Departemen
Penanggung
Jawab
Pengurangan aktivitas bisnis
produksi, umum,
Keuangan
Pengurangan Hutang
Keuangan
Pendirian Anak Perusahaan Keuangan,
dalam pendistribusian produk
Produksi,
pemasaran, umum

PT Jaya Pari Steel

PT Jaya Pari Steel

S-3
S-4
S-5

Melakukan Upgrade Sistem


Pemesanan
Program After Sales Service
Bekerjasama dengan pihak lain
dalam pengadaan bahan baku
Proses pendistribusian produk

Produksi,
pemasaran
Umum pemasaran
Produksi
Produksi,
Keuangan,
Marketing

C.2.3. Budget (proposed budget for each program)


Anggaran yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan program-program
tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 45. Total Anggaran Yang Diusulkan

No.

1.

Kode
Strategi

Kode
Program

S-1

1.1

2.

S-2

1.2
2.1

3.

S-3

3.1

Pengurangan aktivitas
bisnis
Pengurangan Hutang
Pendirian
Anak
Perusahaan
dalam
pendistribusian produk
Melakukan
Upgrade
Sistem
Pemesanan
(teknologi)
Program After Sales
Service
Program
melakukan
kerjasama dengan pihak
lain dalam pengadaan
bahan baku
Melakukan
sistem
program
pemasaran
produk (teknologi)

3.2
4.

S-4

4.1

5.

S-5

5.1
TOTAL

PT Jaya Pari Steel

Program

Budget
(dalam
jutaan
rupiah)
0
0
700
200
200
25

150
1275

PT Jaya Pari Steel

Tabel 46. Total Anggaran Yang Diusulkan

No. Kode
Kode Kegiatan
Program

Kegiatan

Budget
(dalam jutaan
rupiah)
Melakukan
Efisiensi
0
dalam proses produksi

1.1

Kegiatan-1.1.1

1.2

Kegiatan-1.2.1

Mengurangi peminjaman
kepada pihak eksternal

2.1

Kegiatan-2.1.1

Melakukan Riset pasar

350

Kegiatan-2.1.2

Melakukan
jaringan
distribusi produk

350

3.1

Kegiatan 3.1.1

Melakukan peningkatan
aplikasi pemesanan dan
pelayanan

200

3.2

Kegiatan 3.2.1

Gathering

150

Kegiatan 3.2.2

Pemberian
reward
kepada distributor terbaik

50

4.1

Kegiatan 4.1.1

Melakukan perundingan
dalam pengadaan bahan
baku

25

5.1

Kegiatan 5.1.1

Pengembangan
pemasaran
website

150

Total

PT Jaya Pari Steel

sistem
melalui

1275

PT Jaya Pari Steel

C.2.4. Procedures (standard of procedure of implemented program)


Berikut adalah prosedur dari masing-masing strategi yang telah dipilih untuk dijalankan di PT Jaya Pari Steel.
Tabel 47. Strategi-1: No Change Strategy
Kode
Program

Program

P.1.1

Pengurangan aktivitas bisnis


Melakukan Efisiensi Produksi
dalam
proses dan
produksi
keuangan

P.1.2

PIC/DIC

Month
1

Pengurangan Hutang
Mengurangi
keuangan
peminjaman kepada
pihak eksternal
TOTAL
Optimal Success Parameter

Keuangan : Kebijakan dan keputusan pembiayaan yang baik

Produksi
: Proses produksi dan plant baru

10

11

12

Budget
(dalam jutaan
rupiah)

Keterangan

Pengeluaran yang tidak


perlu dikurangi, untuk
mengurangi
beban
perusahaan

Perusahaan
tidak
melakukan peminjaman
dana kepada pihak luar
Total nilai kebutuhan
biaya untuk strategi 1
adalah Rp 0

Distinctive Competencies
Keahlian perancangan desain pabrik

PT Jaya Pari Steel

Tabel 48. Strategi-2: Integrasi Vertikal


Kode
Program

P.2.1

Program

PIC/DIC

Month

1
2
3
4
5
6
Pendirian Anak Perusahaan dalam Pendistribusian Produk
Melakukan Riset pemasaran

10

11

Budget
(dalam
jutaan
rupiah)

Keterangan

350

Mencari
potensial
pembangunan
infratruktur
Mencari ditributor

12

pasar
Melakukan
jaringan
distribusi produk

pemasaran

350

TOTAL

700

Optimal Success Parameter

pemasaran : Proses pendistribusian

Distinctive Competencies
Keahlian dalam negosiasi

Kebutuhan biaya dalam


strategi-2 adalah Rp
700 juta

PT Jaya Pari Steel

Tabel 49. Strategi-3: Service Quality


Kode
Program

Program

P.3.1

Melakukan Upgrade Sistem Pemesanan (Teknologi)


Melakukan peningkatan Produksi, IT
aplikasi pemesanan dan
pelayanan
Program After Sales service

P.3.2

PIC/DIC

Month
1

Gathering

Pemberian
kepada
terbaik

reward
distributor

10

11

12

Budget
(dalam
rupiah)

Keterangan
jutaan

200

Jaringan internet

Umum

150

Umum

50

TOTAL

400

Mempererat hubungan
bisnis
dengan
distributor/coorporate
customer.
Motivasi
bagi
Distributor/mitra bisnis
yang berperan dalam
proses penjualan
Kebutuhan biaya dalam
strategi-3 adalah Rp
400 juta

Optimal Success Parameter


Produksi : Kemudahan dan kecepatan dalama pemesanan serta distribusi
Umum : Peningkatan kinerja

Distinctive Competencies
Terus mendengar/menerima keluhan atau saran yang membangun dalam
aspek pelayanan

PT Jaya Pari Steel

Tabel 50. Strategi-4: Coorporative Strategy


Kode
Program

Program

PIC/DIC

Month

P 4.1

Program melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam pengadaan bahan baku

1
Melakukan perundingan
dalam pengadaan bahan
baku

Produksi
dan
keuangan
TOTAL

Optimal Success Parameter

Keuangan : Meminimalkan pengeluaran

Produksi
: Inovasi dan efisiensi operasi

10

11

12

Budget
(dalam jutaan
rupiah)

Keterangan

25

Perundingan
baku

25

Kebutuhan biaya dalam


strategi-4 adalah Rp 25
juta

Distinctive Competencies
Efisiensi dan efektivitas waktu dan biaya

bahan

PT Jaya Pari Steel

Tabel 51. Strategi-5: Profit Strategy (Implementasi dalam sistem Marketing)


Kode
Program

Program

PIC/DIC

Month

P.5.1

Melakukan sistem program pemasaran produk (teknologi)


Pengembangan sistem Produksi,
pemasaran
melalui Keuangan,
website
Marketing
dan Umum

TOTAL
Optimal Success Parameter

Keuangan : Keputusan pembiayaan yang baik


Produksi
: Keberjalanan proses produksi
Marketing : Kemampuan mengenali kebutuhan pasar
Umum
: Pengalokasian dan pengembangan jumlah SDM yang
berkompetensi

10

11

12

Budget
(dalam
rupiah)

Keterangan
jutaan

150

Pengembangan teknologi
internet

150

Kebutuhan biaya dalam


strategi-5 adalah Rp 150
juta

Distinctive Competencies

Keahlian perancangan desain produk

Kemampuan perekrutan dan pengembangan SDM

KOMPONEN D

D.1

EVALUASI DAN PENGENDALIAN STRATEGI

Pengukuran Kuantitatif

D.1.1. Marketing Performance (indicators)


Indikator keberhasilan PT.Jaya Pari Steel. Tbk. dari segi marketing atas
strategi yang telah diusulkan sebelumnya, diantaranya:
1. Penjualan
Penjualan naik 8% karena perusahaan melakukan

sehingga diharapkan

dapat meningkatkan penjualan perusahaan serta memperluas jangkauan


pemasaran
2. Pangsa Pasar
Pangsa pasar naik sebesar 8% dengan memperluas jangkauan yaitu dengan
memperbanyak

jumlah

jaringan

distribusi

di

sumatera

dan

mengoptimalkan pemasaran.
3. Jumlah jaringan distribusi
Jumlah jaringan distribusi perusahaan meningkat sebesar 24%. Karena
dilakukan perluasan jaringan distribusi ke daerah sumatera.
D.1.2 HRM Performance (Indicators)
Perseroan memandag penting terhadap Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkualitas. Oleh karenanya, Perseroan berkomitmenuntuk senantiasa
memberikan motivasi dan bekal kemampuan, pengetahuan dan keahlian internal
sebagai upaya meningkatkan kinerja SDM.

Pada tahun 2014 Perseroan telah mengikutsertakan sejumlah karyawan

untuk mengkiti pelatihan, seminar dan sosialisasi peraturan-peraturan yang


diadakan lembaga swasta maupun pemerintah, yaitu diantaranya:

Seminar tentang peraturan perpajakan terbaru


Sosialisasi peraturan OJK dan BEI
Training Ahli K3 dan SMK3 kepada karyawan dan manajemen
Training mengenai menejemn lingkungan hidup
Training mengenai manajemen secara umum

Selain kompensasi, untuk kepentingan keamanan, perseroan juga


menggunakan tenaga kerja secara kontrak (Outsourcing) sebanayak 24 orang.
D.1.3 Operation Management Performance (Indicators)
1. Pengembangan research and development dari intern perusahaan,
menciptakan nilai baru agar tercipta sistem operasi yang baik dan produk
yang berkualitas tinggi.
2. Biaya produksi pada tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami penururnan.
Beban pokok penjualan pada tahun 2013 ke tahun 2014 secara garis besar
mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya
namun pada tahun 2013 tidak adanya bebab pokok penjualan akan bahan
baku slab.
3. Beban penjualan (ongkos angkut, gaji dan upah dan lain-lain) yang sudah
mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2014.
D.1.4 Financial Mangement Performance (Indicators)
1. Dari segi sales pada tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami peningkatan
yang cukup signifikan.
2. Dari segi activity, inventory turnover terjadi peningkatan yang cukup
signifikan. Hal ini menandakan perputaran inventory yang cukup likuid
dan hal ini baik untuk perusahaan dikarenakan inventory yang tidak likuid
akan memberikan cost namun tidak memberikan nilai lebih pada
perusahaan

3. Net Profit Margin perusahaan pada tahun 2013 ke tahun 2014 terjadi
penurunan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan beban pokok
penjualan yang meningkat sehingga laba bersih pada tahun 2014 menurun.
D.2

Pengukuran Kualitatif

D.2.1 Survey Kepuasan Pelanggan


Komitmen PT Jaya Pari Steel untuk memproduksi dan memasarkan
produk baja berkualitas yang bertujuan untuk kepuasan pelanggan. PT Jaya Pari
Steel juga menjalin kerja sama dengan PT Gunawan Dianjaya Steel, Tbk yang
merupakan afiliasinya untuk pengadaan bahan baku slab secara kolektif agar
mendapatkan harga yang lebih baik dan efisien dalam biaya pengapalan (freight).
Komitmen dalam pencapaian kepuasan pelanggan juga disebut di dalam visi
perusahaan PT Jaya Pari Steel.
D.2.2 Survey Kepuasan Karyawan
PT Jaya Pari Steel memberikan kesempatan bagi karyawan untuk
mengembangkan dirinya. Mengikutsertakan sejumlah karyawan untuk mengikuti
pelatihan, seminar, dan sosialisasi peraturan-peraturan yang diadakan lembaga
swasta maupun pemerintah, antara lain: Seminar tentang Peraturan Perpajakan
terbaru, Sosialisasi Peraturan OJK dan BEI, Training Ahli K3 dan SMK3 kepada
karyawan dan manajemen, Training mengenai manajemen lingkungan hidup,
Training mengenai manajemen secara umum. Salah satu penghargaan dan
sertifikasi yang didapatkan PT Jaya Pari Steel Tbk merupakan pencapaian
keberhasilan akan kualitas, inovasi, produktivitas dan penerapan keselamatan
kerja yang diberikan oleh lembaga internasional maupun dari media nasional.
D.3. Balance Score Card
Gambar 10. Strategy Map untuk Objek Perusahaan yang diteliti

Tabel 46. Balanced Score Card : Financial Perspective

Perspective
Area
Financial
Perspective

Objectives

Measurements

Meningkatkan
Pendapatan

Tingkat pendapatan

Meningkatkan
Inventory
Tutnover

Perputaran Inventory

Meningkatkan
Net Profit
Margin

Customer
Perspective

meningkatkan
kepuasan
konsumen

Targets
Meningkatkan nilai
pendapatan 6%

Tingkat Net Profit


Margin

Jumlah komplain
menurun

Penjualan produk
yang meningkat 6%

NPM meningkat
6%

Komplain menurun

Initiative
(Program)
Melakukan
efisiensi dalam
proses produksi
Melakukan
Efisiensi dalam
proses produksi
Melakukan
perundingan
dalam
pengadaan
bahan baku
Melakukan
Efisiensi dalam
proses produksi
Mengurangi
peminjaman
kepada pihak
eksternal
Pendiriain anak
perusahaan di
distribusi
Melakukan
peningkatan
sistem produksi

Kode Program
P 1.1
P 1.1
P 4.1

P 1.1
P 1.2

P 2.1
P.1.1

Internal
Business
Process
Perspective

Learning &
Growth
Perspective

Memperluas
pangsa pasar

Persentase pangsa pasar

Meningkatkan
efisiensi
distrbusi
Meningkatkan
efektivitas dan
efisiensi biaya
produksi
Meningkatkan
efektivitas dan
efisiensi biaya
produksi
Pemahaman
SOP

Biaya distribusi

Pengembangan
Manajemen

Biaya Produksi

Pangsa pasar
meningkat 20%
Meningkatkan
efisiensi biaya
distribusi 6%
Mengurangi biaya
produksi 6%

Melakukan
pengiriman
tepat waktu
Meningkatkan
kualitas produk
Memperluas
pangsa pasar
lokal
Pendirian Anak
Perusahaan di
distribusi
Melakukan
efisiensi dalam
proses produksi

P.3.1
P.1.1
P.2.1

P.2.1

Biaya Produksi

Mengurangi biaya
produksi 6%

Melakukan
efisiensi dalam
proses produksi

P.1.1

Tingkat Pemahaman
Karyawan terhadap SOP
Perusahaan

Seluruh karyawan
dapat memahami
dan menerapkan
SOP.

Penyediaan dan
Pengembangan
SDM untuk
plant baru
Penyediaan dan
Pengembangan
SDM
Melakukan
Upgrade Sistem

P.3.1

Tingkat implementasi IT 80% sistem


di dalam sistem
perusahaan

P.2.1
P.3.1

Berbasis IT
Pelatihan dan
Kompetensi
Karyawan

Jam pelatihan

dijalankan berbasis Pemesanan


IT
Waktu pelatihan 30 Penyediaan,
jam/karyawan/tahun pelatihan dan
Pengembangan
SDM untuk
plant baru
Penyediaan,
pelatihan dan
Pengembangan
SDM

P.3.1
P.5.1

DAFTAR PUSTAKA

PT. Jaya Pari Steel Tbk. 2014. Laporan Tahunan 2014 dan Laporan Tahunan 2013