Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KELOMPOK

METODE PERHITUNGAN TENAGA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT


Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Manajemen Keperawatan

Disusun oleh:
Debby Agung Sulistiawan
Annas Anshori

(22020112130103)

(22020112140)
A.12.1

JURUSAN KE[ERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

Gambaran Situasi Ruangan di Rumah Sakit


Di suatu Rumah Sakit Umum Daerah dengan Tipe A mempunyai fasilitas pelayanan
ruang rawat inap terdiri dari perawatan NICU, ICU, penyakit anak, bedah, dalam, unit stroke
dan syaraf. Dimana salah satu dari ruang rawat inap penyakit dalam tersebut adalah cempaka.
Diruang cempaka merupakan ruang kelas III yang mempunyai jumlah bed 26 tempat tidur.
Perawat dibagi tiga sift yaitu pagi, siang dan malam. Tentukan jumlah kebutuhan tenaga
perawat dalam ruang cempaka tersebut? (Teori Ratio (Permenkes 262 / Menkes / Per /
VII / 1979), Teori Drajat ketergantungan (Teori Douglas), dan Pedoman cara
penghitungan Kebutuhan tenaga Keperawatan menurut Direktorat Pelayanan
Keperawatan (Depkes, 2002)).
A. Teori Ratio (Permenkes 262 / Menkes / Per / VII / 1979)
Cara ratio yang umumnya digunakan adalah berdasarkan surat keputusan menkes R.I.
Nomor 262 tahun 1979 tentang ketenagaan rumah sakit, dengan standar sebagai berikut:

Tipe
Sakit

A& B
C
D
Khusus

Rumah Tenaga

Tenaga

Tenaga

Tenaga

Non-

Medis/Tempat

Paramedis

Paramedis

Medis/ Tempat

Tidur

Perawat/

Non-Perawat/

Tidur

1/(4-7)
1/9
1/15

Tempat Tidur Tempat Tidur


(3-4)/2
1/3
1/1
1/5
1/2
1/6
Disesuiakan

1/1
3/4
2/3

Tenaga Keperawatan menurut Teori Ratio (Permenkes 262 / Menkes / Per / VII / 1979)
adalah 3-4/2 tempat tidur. Jadi dapat ketahui sesuai dengan kasus diatas 3-4/2 bed x 26 = 3648 orang tenaga keperawatan dalam ruang Cempaka di RSUD tersebut.

B. Teori Drajat ketergantungan (Teori Douglas)


Dalam penelitian Douglas (1975) tentang jumlah tenaga pearawat di rumah sakit, didapatkan
jumlah perawat yang dibutuhkan pada pagi, sore dan malam teragantung pada tingkat
ketergantungan pasien seperti pada table di bawah ini:
Jumlah pasien KLASIFIKASI PASIEN
minimal Parsial Total

pagi Siang malam pagi Siang malam Pagi Siang malam


1 0,17 0,14 0,10 0,27 0,15 0,07 0,36 0,30 0,20
2 0,34 0,28 0,20 0,54 0,30 0,14 0,72 0,60 0,40
3 0,51 0,42 0,30 0,81 0,45 0,21 1,08 0,90 0,60
dst
Contoh perhitungan:
Di ruang bedah RSU Sehat dirawat 20 orang pasien dengan kategori sebagai berikut: 5
pasien dengan perawatan minimal, 10 pasien dengan perawatan parsial dan 5 pasien dengan
perawatan total. Maka kebutuhan tenaga perawatan adalah sebagai berikut:
1. untuk shift pagi:
5 ps x 0,17 = 0,85
10 ps x 0,27 = 2,70
5 ps x 0,36 = 1,80
total tenaga pagi = 5,35 2. untuk shift siang:
5 ps x 0,14 = 0,70
10 ps x 0,15 = 1,50
5 ps x 0,30 = 1,50
total tenaga siang = 5,35 3. untuk shift malam:
5 ps x 0,10 = 0,50
10 ps x 0,07 = 0,70
5 ps x 0,20 = 1,00
total tenaga malam = 2,20
Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah: 5,35 + 3,70 + 2,20 = 11,25 (11 orang perawat)
Klasifikasi Klien Berdasarkan Derajad Ketergantungan
Kriteria Ketergantungan Jumlah Klien Perhari Sesuai Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst
Perawatan Minimal:
1. Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri
2. Makan dan minum dilakukan sendiri
3. Ambulasi dengan pengawasan
4. Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap shift
5. Pengobatan minimal, status psikologis stabil
6. Persiapan prosedur memerlukan pengobatan
Perawatan Parsial:
1. Kebersihan diri dibantu, makan dan minum dibantu

2. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam sekali


3. Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali
4. Folly cateter intake output dicatat
5. Klien dengan pasang infus, persiapan pengobatan memerlukan prosedur
Perawatan total:
1. Segalanya diberi bantuan
2. Posisi yang diatur, observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam
3. Makan memerlukan NGT, intravena terapi
4. Pemakaian suction
5. Gelisah/ disorientasi
Jumlah total pasien perhari
Petunjuk Penetapan jumlah Klien Berdasarkan Derajad Ketergantungan:
a. dilakukan satu kali sehari pada waktu yang sama dan sebaiknya dilakukan oleh perawat
yang sama selama 22 hari
b. Setiap klien dinilai berdasarkan criteria klasifikasi klien (minimal mmemenuhi tiga
kriteria)
c. Kelompok klien sesuai dengan klasifikasi dengan memberi tanda tally (I) pada kolom yang
tersedia sehingga dalam waktu satu hari dapat diketahui berapa jumlah klien yang ada dalam
klasifikasi minimal, parsial dan total
d. Bila klien hanya mempunyai satu criteria dari klasifikasi tersebut maka klien
dikelompokkan pada klasifikasi di atasnya.
Hari ke Klasifikasi Klien Rata-rata klien/ hari Jumlah Kebutuhan Perawat
Minimal Parsial Total Pagi Sore Malam
1 6 2 4 12 3 2,34 1,54
2 4 3 3 10 2,57 1,91 1,21
3 3 6 3 12 3,21 2,22 1,32
4 4 5 3 12 3,11 2,21 1,35
5 6 3 2 11 2,55 1,89 1,21
6 5 7 1 13 3,1 2,05 1,19
7 7 4 1 12 2,63 1,88 1,18
8 9 3 1 13 2,7 2,01 1,31
9 5 5 3 13 3,28 2,35 1,45
10 7 3 1 11 2,36 1,73 1,11
11 3 8 2 13 3,39 2,22 1,26
12 4 9 2 15 3,83 2,51 1,43
13 6 7 3 16 3,99 2,79 1,69
14 2 10 3 15 4,12 2,68 1,5

15 7 4 4 15 3,71 2,78 1,78


16 5 9 3 16 4,36 2,95 1,73
17 6 3 4 13 3,27 2,49 1,61
18 4 6 5 15 4,1 2,96 1,82
19 6 5 5 16 4,17 3,09 1,95
20 7 4 3 14 3,35 2,48 1,58
21 6 5 4 15 3,81 2,79 1,75
22 7 4 3 14 3,35 2,48 1,58
Jadi rata-rata tenaga yang dibutuhkan untuk tiga shift adalah: 7 perawat. Berarti kebutuhan
untuk satu ruangan adalah 7 perawat + 1 Karu + 3 Katim + 2 cadangan = 13 perawat
Berdasarkan Derajat Ketergantungan Klien dengan menggunakan Rumus
Douglas (1984).
Menurut Douglas (1994) Loveridge & Cummings (1996) klasifikasi derajat
ketergantungan pasien dibagi menjadi 3 katagori. yaitu : 1) Minimal care memerlukan waktu
12 jam / 24 jam. 2)Partial care memerlukan waktu 34 jam/24 jam. 3) Total care memerlukan
waktu lebih dari 5 jam
Sebagai contoh, suatu ruang rawat dengan 22 klien (3 klien dengan klasifikasi minimal, 14
klien dengan klasifikasi parsial dan 5 klien dengan perawatan total) maka jumlah perawat
yang dibutuhkan untuk jaga pagi ialah:
JUMLAH

KLASIFIKASI PASIEN

PASIEN

MINIMAL
Pagi

Siang

PARSIAL
Malam

Pagi

Siang

TOTAL
Malam

Pagi

Siang

Mala
m

0,17

0,14

0,07

0,27

0,15

0,10

0,36

0,30

0,20

0,34

0,28

0,14

0,54

0,30

0,20

0,72

0,60

0,40

0,51

0,42

0,21

0,81

0,45

0,30

0,108

0,90

0,60

DST

1. Tenaga untuk pagi :

3 x 0,17

= 0,51

14 x 0.27

= 3,78

5 x 0,36

= 1,90

Jumlah

= 6,09

2. Tenaga untuk siang :


3 x 0,14

= 0,42

14 x 0,15

= 2,1

5 x 0,30

= 1,5

Jumlah

= 4,02

3. Tenaga untuk Malam :


3 x 0,07

= 0,21

14 x 0,10

= 1,4

5 x 0,20

=1

Jumlah

= 2,61

Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah: 6,09 + 4,02 + 2,61 = 12,72
(13

orang

perawat)

Klasifikasi Klien Berdasarkan Derajad Ketergantungan

C. Pedoman cara penghitungan Kebutuhan tenaga Keperawatan menurut Direktorat


Pelayanan Keperawatan (Depkes, 2002)
Berdasarkan Pedoman Cara Perhitungan Kebutuhan Tenaga Keperawatan
(Direktorat Pelayanan Keperawatan, Depkes 2002). Untuk menentukan kebutuhan
tenaga keperawatan di ruangan dapat diperhitungkan dan di pertimbangkan berdasarkan
Menetapkan jumlah tenaga perawat sesuai dengan tingkat ketergantungan pasien.
Menurut Johnson ( 1984 ) yang dikutip oleh Gillies,1989 bahwa klasifikasi pasien dibagi
menjadi lima :
a. Tingkat ketergantungan I ( self care ), dengan kondisi pasien sbb :
Makan sendiri atau dengan bantuan minimal, kebersihan diri hampir seluruhnya
dilakukan sendiri, eliminasi dilakukan di kamar mandi tanpa bantuan , tidak
mengalami inkontinentia.
b. Tingkat ketergantungan II ( minimal care ), dengan kondisi pasien sbb :
Makan perlu bantuan dalam menyiapkan, mengatur posisi dapat makan sendiri,
kebersihan diri dapat dapat melakukan sendiri atau dengan bantuan minimal,
eliminasi perlu bantuan, dapat mobilisasi sendiri atau engan bantuan minimal, tidak
mengalami inkontinentia.
c. Tingkat ketergantungan III ( moderate care ), dengan kondisi pasien sbb :

Pasien tidak dapat mengunyah dan menelan, tidak mampu melaksanakan kebersihan
diri sendiri, eliminasi perlu bantuan bedpan, kurang mampu mobilisasi sendiri.
Inkontinentia .2 kali setiap shift perlu bantuan untuk kenyamanan.
d. Tingkat ketergantungan IV ( extensif care ), dengan kondisi pasien sbb :
Pasien tidak dapat makan sendiri, kesulitan untuk mengunyah dan menelan,
kemungkinan dipasang slang. Kebersihan diri perlu bantuan secara total, eliminasi
mengalami inkontinentia 2 kali tiap shift, tidak mampu mengatur posisi sendiri perlu
bantuan 2 orang untuk mengatur posisi.
e.

Tingkat ketergantungan V ( intensif care ), dengan kondisi pasien sbb :


Diperlukan satu orang perawat untuk satu pasien dalam melakukan observasi atau
monitoring secara terus meneruis tiap shift.
Menurut Ann Mariner ( 1992 ), sesuai klasifikasi pasien tersebut diatas, rata rata

kebutuhan perawatan untuk self care adalah 1-2 jam /hari, minimal care 3-4 jam/hari,
moderate care 5-6 jam/hari, extensif care 7-8 jam/hari, dan intensif care 10-14 jam/hari.
Ditinjau dari keperawatan langsung dan keperawatan tidak langsung. (perhitungan
gillies). Perkiraan jumlah tenaga dapat dihitung berdasarkan tingkat ketergantungan
pasien.
a. Waktu untuk keperawatan langsung. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk
keperawatan langsung pada pasien yang didasarkan pada tingkat ketergantungan
pasien adalah 4-5 jam per pasien. ( Gillies 1989 ).
b. Waktu untuk keperawatan tidak langsung, Selain dibutuhkan waktu keperawatan
langsung juga dibutuhkan waktu keperawatan

tidak langsung. Keperawatan tidak

langsung mencakup kegiatan perencanaan, menyediakan persiapan peralatan,


berbicara debngan anggota tim kesehatan lain, menulis dan membaca dokumentasi
pasien, melaporkan pada atasan maupun pada tim kesehatan lain. Pada umumnya
kebutuhan perawatan tidak langsung relatip sama meski tingkat ketergaantungan dan
penyakitnya berbeda. Dari hasil penelitian di R.S. Detroit ( Gillies,1989 ) rata-rata
waktu keperawatan tidak langsung adalah 38 menit / pasien per hari, sedang menurut
Wolf

( 1965 ) adalah 60 menit/pasien per hari.

c. Waktu untuk penyuluhan kesehatan.Waktu untuk memberikan pendidikan kesehatan


merupakan aspek yang juga perlu diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan
tenaga. Penyuluhan bersifat individu sesuai diagnose, pengobatab dan keadaan
pasien masing-masing.Waktu untuk

pendidikan

kesehatan

menit/pasien/hari termasuk dukungan emosional ( Gillies, 1 989 )

adalah

15

Maka untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk perawatan pasien adalah = waktu
perawatan langsung + waktu perawatan tidak langsung + waktu untuk penyuluhan
kesehatan.
Kebutuhan tenaga dihitung berdasarkan beban kerja perawat.
Hal hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan beban kerja perawat :
a. Jumlah pasien yang di rawat per hari, bulan, tahun.
b. Tingkat ketergantungan pasien.
c. Rata-rata hari perawatan pasien.
d. Pengukuran perawatan Iangsung, tidak langsung. dan penyuluhan kesehatan.
e. Frekuensi tindakan keperawatan yang dibituhkan pasien.
f. Rata-rata waktu untuk setiap tindakan.
d. Berdasarkan pembagian ruangan di rumah sakit
1. Rawat Inap
-Berdasarkan Klasifikasi Klien
Cara perhitungan berdasarkan :

Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus

Rata-rata pasien perhari

Jam perawatan yg diperlukan/hari/pasien

Jam perawatan yg diperlukan/ruangan/hari

Jam kerja efektif setiap perawatn-> 7 jam/hari

Contoh : Cara perhitungan dalam satu ruangan :


No

1.

2.

3.

4.

Jenis/kategori

Pasien peny.dalam

Pasien bedah

Pasien gawat

Pasien anak

Rata-rata

Rata-rata

jam

Jml

pasien/hari

pwt/pasien/hari

perawat/hari

10

3,5

35

32

10

10

4,5

13,5

jam

5.

Pasien kebid.

Jumlah

2,5

23

2,5

93,0

Ket. :
Jadi jlm tenaga kep. Yg diperlukan adalah
Jlm jam perawatan
-

= 93/7 13 perawat

Jam kerja efektif per shift


Untuk perhitungan jlm tenaga tsb perlu ditambah (faktor koreksi):
Hari libur/cuti/hari besar (loss day) :
52 + 12 + 14 = 78 hari x 13 = 3.5
286
Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas non kep. (non-nursing jobs)
seperti contoh : membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan, kebersihan alat-alat
makan pasien, dll diperkirakan 25% dari jam pelayanan keperawatan
Jlm tenaga : tenaga yg tersedia + faktor koreksi 16.5 + 4.1 = 20.6 (dibulatkan 21 perawat)
Jadi tenaga kep. yg dibutuhkan untuk contoh di atas adalah 21 orang.
Berdasarkan Tingkat Ketergantungan Pasien
Pasien diklasifikasikan dalam beberapa kategori yg didasarkan pada kebutuhan terhadap
asuhan keperawatan, meliputi :
Askep minimal (minimal care)
Askep sedang
Askep agak berat
Askep maksimal
Kategori asuhan keperawatan pasien :

Askep minimal, kriteria :


1. Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri
2. Makan dan minum dilakukan sendiri
3. Ambulasi dg pengawasan
4. Observasi ttv dilakukan setiap shift
5. Pengobatan minimal, status psikologis stabil
Askep sedang, kriteria :
1. Kebersihan diri dibantu. Makan minum dibantu
2. Observasi ttv setiap 4 jam
3. Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali
Askep agak berat, kriteria :
1. Sebagian besar aktifitas dibantu
2. Observasi ttv setiap 2-4 jam sekali
3. Terpasang folley catheter. Intake output dicatat
4. Terpasang infus
5. Pengobatan lebih dari sekali
6. Persiapan pengobatan memerlukan prosedur
Askep maksimal, kriteria :
1. Segala akifitas diberikan oleh perawat
2. Posisi diatur. Observasi ttv setiap 2 jam
3. Makan memerlukan NGT. Terapi intravena
4. Penggunaan suction
5. Gelisah/disorientasi
Contoh kasus :
No

Kategori

Rata-rata

Jml jam prwt/hari

jml

Jml

jam

prwat/hari

pasien/hari

(c x d)

(risetLN)

1.

Askep minimal

14

2.

Askep sedang

3.08

21.56

3.

Askep agak berat

11

4.15

45.65

4.

Askep minimal

6.16

6.16

Jumla

26

87.37

h
Untuk perhitungan jlm tenaga tsb perlu ditambah (faktor koreksi) dengan :
Hari libur/cuti/hari besar (loss day)
= 52 + 12 + 14 = 78 hari x 12.5 = 3.4 orang
286
Tenaga kep. yg mengerjakan pekerjaan non kep. (non-nursing jobs) seperti contohnya :
membuat perincian pasien pulang, kebersihan ruangan, kebersihan alat2 makan pasien, dll
diperkirakan 25% dari jam pelayanan keperawatan
= 12.5 + 3.4 x 25 = 3.9
100
Jlm tenaga : tenaga yg tersedia + faktor koreksi 15.9 + 3.9 = 19.8 (dibulatkan 20 perawat)
Jadi tenaga kep. Yg dibutuhkan dalam contoh kasus di atas adalah sebanyak 20 orang.
2. Kamar Operasi
2.1 Di kamar Operasi
Dasar perhitungan tenaga di kamar operasi
a. Jumlah dan jenis operasi
b. Jumlah kamar operasi
c. Pemakaian kamar operasi (diprediksi 6 jam perhari) pada hari kerja
d. Tugas perawat di kamar operasi: instrumentator, perawat sirkulasi (2 orang
/tim)
e. Ketergantungan pasien :
Operasi besar : 5 jam/1 operasi
Operasi sedang : 2 jam/1 operasi
Operasi kecil : 1 jam/ 1 operasi

Contoh kasus :
Dalam suatu RS terdapat 30 operasi perhari, dengan perincian :
Operasi besar

: 6 orang

Operasi sedang : 15 orang


Operasi kecil

: 9 orang

Perhitungan kebuth. Tenaga kep. Sbb:


[(65 jam) + (152 jam) +(91 jam)] x 2 = 19.71 +1 (pwt cadangan inti)
7 jam
Jadi jlm tenaga kep. Yg dibutuhkan di kamar operasi untuk contoh kasus di atas
20 orang.
2.2 Di ruang penerimaan dan RR
Ketergantungan pasien di ruang penerimaan : 15 menit
ketergantungan pasien di RR : 1 jam
1.25 x 30 = 5.3 orang (dibulatkan 5 orang) Jadi jlm tenaga kep. Yang dibutuhkan
di ruangan penerimaan dan RR adalah 5 orang
Perhitungan di atas dg kondisi : alat tenun dan set operasi dipersiapkan oleh
CSSD.

3. Gawat Darurat
Dasar perhitungan di unit gawat darurat adalah:
a. Rata-rata jlm pasien per hari
b. jumlah jam perawatan per hari
c. Jam efektif perawat/hari
Contoh ;
Rata-rata jlm pasien/hari = 50
Jlm jam perawatan = 4 jam
Jam efektif/hari = 7 jam
Jadi kebuth. Tenaga perawat di IGD :
50 x 4 = 35.7 = 29 orang + loss day ( 78 x 29) =7,9 ~ 8 JADI perawat yang dibutuhkan 29 orang + 8 orang = 37 orang
7

286

4. Critical Care
Rata-rata jlm pasien/hari = 10
Jml jam perawatan/hari = 12
Jadi kebutuhan tenaga kep. di Critical care :
10x12 =17.15 = 17 orang + loss day ( 78 x 17 = 4,63 ~ 5 orang JADI jumlah perawat yang dibutuhkan 17orang + 5 Orang = 22 orang
7

286

5. Rawat Jalan
Rata-rata jumlah pasien 1 hari = 100
Jml jam pwt 1 hari = 15
Jadi kebutuhan tenaga kep. di rawat jalan :
100x15 = 4 orang + koreksi 15% = 15
7 x 60

x 4 = 0,6 ~ 1 JADI jumlah perawat yang dibutuhkan 4 orang + 1 orang = 5 orang

100

6. Kamar Bersalin
a. Waktu yg diperlukan untuk pertolongan persalinan mencakup kala I s/d IV = 4 jam/pasien
b. Jam efektif kerja bidan 7 jam/hari
c. Rata-rata jumlah pasien setiap hari = 10 pasien
d. Contoh : jumlah bidan yg diperlukan
10 ps x 4 jam/ps = 40 = 5.7 = + 6 orang + loss day78/286 x 6 = 2 JADI jumlah bidan yang dibutuhkan 6 orang + 2 orang = 8 orang
7 jam/hari