Anda di halaman 1dari 22

Hutan (Pengertian, Jenis / Macam, Fungsi, Manfaat)

Diposkan oleh Cah Samin on Rabu, 07 September 2016

Label: Geografi, IPS

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya
kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Hutan meliputi pengertian hutan, jenis/ macammacam hutan, fungsi / manfaat hutan, dan faktor yang mempengaruhi persebaran
hutan. Mari kita bahas selengkapnya...
A. PENGERTIAN HUTAN
Pengertian Hutan adalah kumpulan dari vegetasi tumbuh-tumbuhan yang di dominasi oleh
pohon-pohonan yang terbentang pada suatu areal yang cukup luas dan mampu menciptakan
suatu iklim tertentu yang berbeda dengan areal di sekitarnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, yang dimaksud
dengan hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya
alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu
dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Menurut Dengler, Pengertian / definisi hutan adalah suatu kumpulan atau juga asosiasi
pohon-pohon yang cukup rapat serta juga menutup areal yang cukup luas sehingga akan bisa
membentuk suatu iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas dan juga berbeda dengan
areal luarnya (Anonimous 1997).

B. JENIS / MACAM-MACAM HUTAN


1. Berdasarkan jenis pohon
- Hutan Heterogen
Hutan heterogen adalah hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan seperti hutan hujan
tropis yang terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan. Sulawesi dan Papua.
- Hutan Homogen
Hutan homogen adalah hutan yang terdiri atas satu jenis pohon seperti hutan jati, hutan

bambu,
2.

hutan

karet,

dan

hutan

pinus.

Berdasarkan tujuan pemanfaatan

Hutan Produksi
Hutan produksi adalah hutan yang diusahakan melalui sistem Hak Pengusahaan Hutan (HPH)
baik BUMN maupun pengusaha swasta, yang memanfaatkan hasil hutan seperti kayu untuk
kegiatan produksi. Adapun hasil dari kegiatan industri pengolahan kayu antara lain berupa
triplek, kusen pintu dan mebel serta perabot rumah tangga lainnya.
Hutan Lindung
Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan
sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi,
mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
- Hutan Wisata
Hutan wisata adalah hutan yang berfungsi untuk objek wisata sebagai tempat rekreasi atau
hiburan para wisatawan karena keindahan alamnya. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu
hutan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
- Hutan Suaka Alam
Hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki keadaan alam khas, diperuntukkan bagi
perlindungan dan pelestarian flora dan fauna yang hampir punah, agar dapat berkembang
biak sesuai dengan kondisi ekosistemnya. Hutan suaka alam Ujung Kulon merupakan tempat
perlindungan
badak
bercula
satu
dan
beberapa
fauna
lainnya.
3.

Berdasarkan iklim yang mempengaruhi

Hutan Hujan Tropis


Hutan hujan tropis tumbuh di sekitar garis khatulistiwa atau equator yang memiliki suhu
udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Sebagian besar hutan ini tumbuh di
lembah sungai Amazon, lembah sungai Kongo, dan di wilayah Asia Tenggara. Hutan hujan
tropis dikenal sebagai hutan heterogen karena terdiri dari berbagai jenis tumbuhan. Di
Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, kalimantan dan Irian Jaya (Papua).
Hutan Musim
Hutan musim terdapat di daerah di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan
musim kemarau secara jelas. Tumbuhan pada hutan musim umumnya bersifat homogen (satu
jenis tumbuhan), seperti hutan jati, hutan karet dan hutan bambu. Di Indonesia hutan musim
banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sabana dan Stepa
Sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh pepohonan atau semak belukar,

sedangkan steppa merupakan padang rumput yang sangat luas yang tidak diselingi
pepohonan. Sabana dan Steppa banyak dijumpai di daerah bercurah hujan rendah atau relatif
sedikit. Di Indonesia, sabana dan steppa terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Timur.
4. Berdasarkan letak geografis

Hutan

Tropis

Secara astronomi, hutan tropis terbentang pada wilayah 23,5o


LU 23,5o LS. Ciri-ciri utama kawasan ini adalah curah hujan yang cukup tinggi dan
matahari bersinar sepanjang tahun. Curah hujan yang tinggi menyebabkan hutan tropis sangat
lebat yang terdiri dari berbagai jenis pohon serta daunnya menghijau sepanjang tahun. Hutan
ini berfungsi sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap
karbondioksida serta menjaga keseimbangan suhu dan iklim dunia.
Hutan Temperature / Hutan Gugur

Hutan temperate atau hutan gugur terdapat di daerah beriklim


sedang yang memiliki empat musim, secara astronomis di antara 23,5o 66,5o lintang utara
maupun lintang selatan. Hutan ini berisi tumbuhan yang daunnya gugur (meranggas) pada
musim dingin. Keadaan ini akan berlangsung hingga menjelang musim semi. Pada musim
semi, temperatur akan meningkat, salju mulai mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali
(bersemi). Daerah persebaran hutan gugur terutama meliputi wilayah sub-tropis sampai
sedang seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Tengah dan Timur serta Chili.
Hutan Boreal / Taiga

Hutan boreal atau hutan taiga berkembang di daerah lintang


tinggi dekat dengan kawasan lingkar kutub dan merupakan jenis hutan terluas kedua setelah
hutan tropika. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis pohon berdaun jarum, dimana di kawasan ini
memiliki musim panas yang pendek dan musim dingin yang panjang. Daerah yang termasuk
kawasan ini meliputi Alaska - Amerika Utara, Skandinavia - Eropa Utara, dan Siberia-Rusia.
Vegetasi yang berkembang di daerah ini hanya satu jenis species saja yaitu pohon spruce,

alder, birch dan juniper. Permukaan tanah hutan ini umumnya tertutup lumut kerak yang
tebal.
5.

Berdasarkan ketinggian tempat

Hutan Pantai (beach forest)


Hutan yang tumbuh di daerah pantai adalah hutan bakau (mangrove). Hutan bakau memilik
akar napas dan daun yang berlapis tebal di pemukaannya untuk mengurangi penguapan.
Hutan bakau banyak dijumpai di pantai yang ombak lautnya tenang, seperti di pantai
Sumatera bagian Timur, pantai Kalimantan Barat, pantai Kalimantan Selatan dan pantai Irian
Jaya.
Tumbuhan bakau memiliki karakteristik khusus yang memungkinkan tumbuhan ini hidup dan
beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan tempat hidup tanaman ini umumnya
memiliki kadar garam yang cukup tinggi, selalu tergenang, dan tanah yang kurang oksigen.
Hutan Gambut
Hutan gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dibentuk oleh adanya
penimbunan atau akumulasi bahan organik di lantai hutan yang berasal dari reruntuhan
vegetasi di atasnya dalam kurun waktu lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju
dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organik di lantai hutan yang
basah/tergenang tersebut.
Di Indonesia, lahan gambut terdapat di daerah pantai rendah Kalimantan, Sumatera dan
Papua Barat. Sebagian besar berada pada daerah rendah dan tempat yang masih terpengaruh
dengan kondisinya, berada di daratan sampai jarak 100 km sepanjang aliran sungai dan
daerah tergenang.
Hutan Dataran Rendah (lowland forest)
Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan
ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di
Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah.
Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia.
Sebanyak 425 jenis atau 2/3 dari 626 jenis burung yang ada di Sumatera hidup di hutan
dataran rendah bersama dengan harimau Sumatera, gajah, tapir, beruang madu dan satwa
lainnya. Selain itu, di hutan dataran rendah Sumatera juga ditemukan bunga tertinggi di dunia
(Amorphophallus tittanum) dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi).
Hutan Pegunungan Rendah (sub mountain forest)
Hutan ini terdapat di daerah Indonesia dengan ketinggian antara 1.300 m sampai 2.500 m di
atas permukaan laut. Hutan pegunungan memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di
gunung maupun yang tinggal di bawahnya. Hutan yang ada merupakan sumber kehidupan.
Dari hutan pegunungan, mereka memanfaatkan tumbuhan dan hewan sebagai makanan, obatobatan, kayu bakar, bahan bangunan dan lain sebagainya. Selain itu masyarakat yang tinggal

di bawahnya membutuhkan hutan pegunungan yang lestari sebagai daerah tangkapan air atau
resapan air.
Hutan Pegunungan Atas (mountain forest)
Hutan ini terdapat di daerah daerah Indonesia dengan ketinggian di atas 3.500 m di atas
permukaan laut. Hutan ini berfungsi sebagai cagar alam dan taman wisata alam. Vegetasi
hutan pegunungan yang dijadikan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam termasuk tipe hutan
hujan tropik pegunungan dengan floranya terdiri dari jenis-jenis pohon dan liana serta
epiphyte.
6. Menurut Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan
Pemerintah menetapkan hutan berdasarkan fungsi pokoknya ada tiga, yaitu hutan
konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.
Departemen Kehutanan dan Perkebunan (1999) menerangkan hutan lindung adalah hutan
yang diperuntukan bagi perlindungan tata tanah dan air bagi kawasan di sekitarnya.
Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang diperuntukan bagi
perlindungan alam, pengawetan jenis-jenis flora dan fauna, wisata alam dan keperluan ilmu
pengetahuan.
Hutan produksi adalah hutan yang diperuntukan bagi produksi kayu dan hasil hutan lainnya
untuk mendukung perekonomian negara dan perekonomian masyarakat.
C. FUNGSI / MANFAAT HUTAN
Hutan memiliki banyak manfaat untuk kita semua. Hutan merupakan paru-paru dunia (planet
bumi) sehingga perlu kita jaga karena jika tidak maka hanya akan membawa dampak yang
buruk
bagi
kita
di
masa
kini
dan
masa
yang
akan
datang.
1. Manfaat/Fungsi Ekonomi
- Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi.
Membuka
lapangan
pekerjaan
bagi
pembalak
hutan
legal.
- Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri.
2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
Hutan
dapat
mengatur
iklim
- Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan.
3. Manfaat/Fungsi Hidrologis
-

Dapat
menampung
air
Mencegah
intrusi
Menjadi
pengatur

4. Manfaat/Fungsi Ekologis

hujan
air

di
laut

tata

dalam
yang
air

tanah
asin
tanah

Mencegah
erosi
Menjaga
dan
mempertahankan
- sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati

dan
kesuburan

banjir
tanah

D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN HUTAN


1. Keadaan tanah
Daerah gurun pasir akan membentuk hutan yang berbeda dengan daerah tropis yang banyak
hujannya.
2.
Tinggi
rendah
permukaan
tanah
Jenis hutan beserta isi tanaman dipengaruhi oleh suhu wilayah yang berbeda antara dataran
tinggi
dan
dataran
rendah.
3.
Makhluk
hidup
Manusia dapat menentukan di mana boleh ada hutan dan tidak boleh ada hutan.
4.
Iklim
Iklim yang memiliki curah hujan tinggi akan membentuk hutan yang lebat seperti hutan hujan
tropis
Persebaran 19 Jenis / Macam Tanah di Indonesia dan gambarnya

A. Pengertian Tanah

Tanah adalah lapisan tipis kulit bumi dan terletak paling luar. Tanah merupakan hasil
pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik. Tanah
mengandung partikel batuan atau mineral, bahan organik ( senyawa organik dan organisme )
air dan udara.

Di negara kita Indonesia, terdapat berbagai jenis tanah yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya, hal ini dikarenakan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya karakteristiknya
berbeda ditambah wilayah Indonesia yang luas membuat tanah-tanah Indonesia menjadi
beragam.

Tanah menjadi media yang cukup penting sekali bagi makhluk hidup. Makhluk hidup
menggantungkan hidupnya dari tanah, misalnya tumbuhan yang hidup pada media tanah serta
mencari berbagai keperluan untuk hidup seperti air dan zat hara juga didalam tanah.

B. Jenis / Macam-Macam Tanah di Indonesia dan Persebarannya

Berikut adalah jenis / macam-macam tanah yang ada di Indonesia beserta karakteristik,
persebaran, dan gambarnya.
1. Tanah Aluvial (Endapan)

Tanah aluvial atau tanah endapan adalah yang terbentuk dari


material halus hasil pengendapan aliran sungai di dataran rendah atau lembah.
Persebaran : Tanah ini terdapat di pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, dan sepanjang
Sungai Barito, Mahakam, Musi, Citarum, Batanghari, dan Bengawan Solo.
2. Tanah Vulkanis (Andosol)

Tanah vulkanis adalah tanah yang berasal dari abu hasil


peletusan gunung berapi yang sudah mengalami proses pelapukan. Vegetasi yang tumbuh di
tanah andosol adalah hutan hujan tropis, bambo, dan rumput.
Persebaran : Tanah andosol terdapat di lereng-lereng gunung api, seperti di daerah Sumatra,
Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa.
3. Tanah Regosol

Tanah regosol adalah tanah berbutir kasar dan berasal dari


material gunung api.
Tanah regosol berupa tanah aluvial yang baru diendapkan dan tanah pasir. Material jenis
tanah ini berupa tanah regosol, abu vulkan, napal, dan pasir vulkan. Tanah regosol sangat
cocok ditanami padi, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran.

Persebaran : terdapat di Bengkulu, pantai Sumatra Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Barat.

4. Tanah Kapur (Mediteran)

Tanah kapur atau tanah mediteran adalah tanah yang


terbentuk dari batu kapur yang mengalami pelapukan.
Tanaman yang hidup di daerah kapur adalah palawija, stepa, savana, dan hutan jati atau hutan
musim.
Persebaran : Tanah kapur terdapat di daerah perbukitan kapur Sumatra Selatan, Jawa Tengah,
Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

5. Tanah Litosol (Azonal)

Tanah litosol adalah tanah berbatu-batu. Bahan


pembentuknya berasal dari batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna.
Jenis tanah ini juga disebut tanah azonal. Tanaman yang dapat tumbuh di tanah litosol adalah
rumput ternak, palawija, dan tanaman keras.
Persebaran : Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di
bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.

6. Tanah Argonosol (Gambut)

Tanah argonosol atau tanah gambut adalah tanah yang


terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan rawa yang mengalami pembusukan. Jenis tanah ini
berwarna hitam hingga cokelat.
Persebaran : Tanah ini terdapat di rawa Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Tanaman yang
dapat tumbuh di tanah argonosol adalah karet, nanas, palawija, dan padi.
7. Tanah Grumusol (Margalith)

Tanah grumusol atau margalith adalah tanah yang terbentuk


dari material halus berlempung.
Jenis tanah ini berwarna kelabu hitam dan bersifat subur. Tanaman yang tumbuh di tanah
grumosol adalah padi, jagung, kedelai, tebu, kapas, tembakau, dan jati.
Persebaran : tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Sulawesi
Selatan.
8. Tanah Latosol

Tanah latosol adalah tanah yang banyak mengandung zat besi


dan aluminium.Tanah ini sudah sangat tua sehingga kesuburannya rendah.
Warna tanahnya merah hingga kuning sehingga sering disebut tanah merah. Tanah latosol
mempunyai sifat cepat mengeras jika tersingkap atau berada di udara terbuka disebut tanah
laterit.

Tumbuhan yang dapat hidup di tanah latosol adalah padi, palawija, sayuran, buah-buahan,
karet, sisal, cengkih, kakao, kopi, dan kelapa sawit.
Persebaran : Tanah latosol tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, lampung, Jawa Barat,
Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
9. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan
dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan
lapili.
Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya
ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum
memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis
Jogjakarta.
Persebaran : tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai
parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.
10. Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari


pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.
Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat
subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak
karena
pelapukkan
tumbuhan
hingga
warnanya
agak
kehitam
hitaman.
Persebaran : Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia
meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.

11. Tanah Inseptisol

Inseptisol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf


dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah
ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.
Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari
horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti
perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.
Persebaran : Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera,
Kalimantan dan papua.
12. Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung


banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di
berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.

Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk
ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.
Persebaran : Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

13. Tanah Mergel

Tanah Mergel adalah tanah yang hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga
berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan
adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah
liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.
Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat
banyak
mineral
dan
air
di
dalamnya.
Persebaran : banyak terdapat di daerah dataran rendah seperti di Solo (Jawa Tengah), Madiun
dan Kediri (Jawa Timur).
14. Tanah Oxisol

Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis
ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.
Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan
ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki
tekstur halus seperti tanah liat.
Persebaran : Biasanya terdapat di daerah beriklim tropis basah dan cocok untuk perkebunan
subsisten seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.

15. Tanah Padas

Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat keras hampir
seperti dengan batuan.
Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada karena tanah padas sangat
padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di dalamnya sangat rendah dan kandungan
organiknya sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan
untuk
bercocok
tanam.
Persebaran : Jenis tanah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
16. Tanah Pasir

Tanah Pasir Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir.
Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.
Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah.
Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai
negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di
dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.
Persebaran : Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki persebaran tanah pasir.
17. Tanah Podsol

Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir


hingga bebatuan kecil.

Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning
hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya
sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.
Persebaran : tanah ini antara lain meliputi Kalimantan utara, Sulawesi utara dan papua serta
daerah lainnya yang tidak pernah kering alias selalu basah.
18. Tanah Podsolik Merah Kuning

Tanah Podsolik merak kuning ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia
karena persebarannya yang hampir rata.
Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat
mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini
harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk
baik hayati maupun hewani.
Persebaran : Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan persawahan serta dapat
ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Jawa terutama jawa bagian barat.
19. Tanah Liat

Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari
aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat
terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan
sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Tanah liat tersebar di sebagian
besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga
keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah
ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.
Persebaran : Tanah liat hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, hanya
yang membedakannya adalah kedalaman tanah tersebut.

Keadaan Tanah di Indonesia

Kondisi tanah di Indonesia dikenal dengan kesuburannya sehingga ketika ditanami suatu
tanaman senantiasa tumbuh dan memberikan manfaat kepada pemiliknya. Suatu tanah
dikatakan
subur
apabila
memenuhi
syarat-syarat
sebagai
berikut:
1) banyak mengandung unsur hara atau zat-zat yang diperlukan tanaman untuk
pertumbuhannya;
2) cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara agar dapat diserap oleh
akar
tumbuhan;
3) struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak
terlalu lenggang.

Cara Merawat Tanah

Pendekatan konsep geografi yang benar akan memudahkan dalam merawat tanah. Tanah
merupakan lapisan bumi yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu
sangat wajib untuk merawat tanah supaya lebih subur dan tidak mudah rusak karena dapat
menjadi penyebab banjir atau bencana lainnya seperti erosi tanah dan tanah longsor. Cara
yang dapat dilakukan antara lain:
Melakukan pemupukan
Pemupukan yang harus dilakukan tidaklah menggunakan pupuk kimia namun menggunakan
bahan organic. Seperti dengan menanami tanah dengan tumbuhan dan nantinya tumbuhan
akan menghasilkan kandungan yang dibutuhkan oleh tanah. Jadi, jangan segan untuk
menanam pohon ya, selain baik untuk alam karena memproduksi oksigen juga sangat baik
untuk keberlangsungan kehidupan manusia.
Rotasi Tanaman
Lakukanlah rotasi tanaman supaya tanah tidak kehilangan keseimbangannya karena diambil
beberapa zat nya saja sedangkan zat lainnya tetap ada. Rotasilah tanaman supaya tanah juga
bisa menjadi lebih subur.
Mengolah Sampah
Bila anda memiliki sampah plastic jika sudah tidak bisa didaur ulang sebaiknya untuk
membakarnya saja. hal ini dikarenakan plastik tidak mudah diuraikan dan membutuhkan
waktu lama hingga 100 tahun. Jadi, bisa dibayangkan jika anda membuang sampah plastik
sembarangan dan akibatnya pada kesuburan tanah.

Tanah adalah nyawa seluruh penduduk bumi, ia juga merupakan penopang langkah kita
berpijak di bumi. Oleh karena itu ia wajib kita jaga bersama sama.

Struktur Lapisan Bumi (Gambar dan Penjelasan)


Bumi adalah salah satu planet di tata surya (sistem matahari) yang terdapat dalam suatu
galaksi yang bernama Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways atau Kabut Putih). Dalam tata
surya kita planet bumi menduduki nomor tiga dari matahari. Selain planet-planet dalam tata
surya ada juga benda-benda angkasa lain dan 200 milyar bintang yang ada pada Galaksi Bima
Sakti. Pada sebuah penelitian galaksi Bima Sakti ternyata buka satu-satunya galaksi namun
terdapat ratusan,jutaan bahkan milyaran galaksi lainnya yang mengisi jagat raya ini. Adapun
proses pembentukan batu-batuan terjadi secara bertahap di dalam bumi dan reliefnya
berdasarkan dengan zaman sejarah dalam ilmu geologi.

Dalam ilmu geologi akan dipelajari mengenai kejadian, struktur, dan komposisi batu-batuan
kulit bumi diselidiki oleh,sedangkan dalam ilmu geofisika dipelajari sifat batubatuannya.Hasil penelitian ilmu geologi menunjukkan bahwa unsur bumi telah berusia
4.700 tahun dari mulai proses pendinginan sampai pada akhirnya mengalami pembekuan.
Planet bumi terus berputar mengelilingi sumbunya yang disebut berotasi selama 24 jam
tepatnya 23 jam 56 menit dalam satu hari.Berevolusi mengelilingi matahari dengan lintas
garis edar berupa elips.Satu putaran/berevolusi memakan waktu 365 hari 5 jam 48 menit atau
satu tahun.

Struktur bumi menurut pada ahli

Ada juga ahli mengidentifikasi struktur bumi berdasarkan klasifikasi struktur dan unsur
kimianya. Latar belakang klasifikasi yakni berdasarkan ketika planet bumi telah terbentuk
dari massa gas, maka akan lambat laun mengalami sebuah proses pendinginan. sehingga
bagian terluar planet bumi berubah menjadi keras, sedangkan bagian dalam bumi masih tetap
dimana itu merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak.

Pada saat proses pendinginan berlangsung dalam waktu yang menghabiskan jutaan tahun,
maka zat-zat pembentuk bumi yang terdiri dari berbagai jenis sifat kimia dan fisikanya telah
sempat memisahkan diri berdasarkan dengan perbedaan sifat-sifat tersebut. Dari hasil-hasil
penelitian terhadap bagian fisik bumi menunjukkan bahwa batuan-batuan pembentuk sistem

tata surya pada bagian planet bumi dimulai dari bagian kerak bumi sampai inti bumi dengan
komposisi kandungan mineral dan unsur kimia yang berbeda-beda.

Secara struktur, Berikut adalah penjelasan mengenai struktur bumi :

1. Kerak bumi (crush)


Kerak bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan
kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan dan
masam. Lapisan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah
kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celcius. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya
hingga kedalamn 100 km dinamakan litosfer. Kerak dean mantel dibatasi oleh Mohorovivic
Discontinuity. Susunan kerak bumi yaitu terdiri dari feldsfar dan mineral silikat. Lapisan
bagian atas kerak bumi yang berada di daerah daratan, biasanya dilapisi oleh tanah. Tanah,
yang terdiri atas kandingan partikel batuan yang telah ditimpa cuaca, dan juga
mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup pada
zaman purba.Tanah bisa mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang
karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.
2. Selimut atau selubung bumi (mantle)
Lapisan ini juga disebut juga astenosfer. Selimut atau selubung merupakan lapisan yang
terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan
lapisan batuan padat. Selimut bumi terdiri dari campuran berbagai bahan yang memiliki baik
cair,padat dan gas dengan suhu yang tinggi. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai
3.000 derajat celcius. Mantel atau selimut bumi ini yang membungkus inti bumi. adapun
komposisinya kaya dengan magnesium. Mantel bumi terdiri atas dua yaitu mantel atas yang

memiliki sifat plastis hingga semiplastis dengan kedalaman sampai 400 km sedangkan mantel
bagian bawah memiliki sifat padat dengan kedalaman hingga 2.900 km.
3. Inti bumi (core)
Inti bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90 %),nikel (8
%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900-5200 km. Lapisan ini dibedakan
menjadi dua yaitu lapisan inti luar (outer core) dan lapisan inti dalam (innner core). Lapisan
inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200
derajat Celcius. Adapun inti bagian dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan
diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai
4.500 derajat Celcius. Pada penelitian geofisikia,inti bumi memiliki material dengan berat
jenis yang sama dengan berat jenis meteorit logam yang terdiri atas material besi dan nikel.
Sehingga para ahli percaya inti bumi tersusun dari beberapa senyawa besi dan nikel.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik lapisan bumi paling
dalam (inti) memiliki sifat pejal atau keras yang diselubungi lapisan cair relatif kental,
sedangkan pada bagian luar atau atasnya berupa litosfer yang pejal dan keras pula.
Susunan Kimia pada Bumi

Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian,yakni bagian padat
(lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan,bagian cair (hidrosfer) yang terdiri dari berbagai
bentuk ekosistem perairan seperti laut,danau,dan sungai dan bagian udara (atmosfer) yang
menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian yang ditempati oleh berbagai jenis
organisme (biosfer). Keempat komponen tersebut berinteraksi secara aktif satu sama
lain,misalnya dalam siklus biogekimia dari berbagai unsur kimia yang ada di bumi,proses
transfer panas dan perpindahan materi padat. Dari empat macam susunan kimia yang terdapat
pada bumi yang bisa dijelaskan yakni dua yaitu:
Atmosfer Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara
menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer

terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran
bumi. Fungsi atmosfer adalah pada perputaran bumi ini akan mengakibatkan
bergeraknya massa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai
tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin. Pada lapisan atmosfer
terdapat kandungan berbagai jenis gas. Berdasarkan volumenya,jenis gas yang paling
banyak terkandung berturut-turut adalah nitrogen (N2) sebanyak 78,08 %,oksigen
(O2) sebanyak 20,95%,argon sebanyak 0,93 %,serta karbon dioksida (CO2) sebanyak
0,03%. Berbagai jenis gas lainnya juga terkandung dalam atmosfer,tetapi dalam
konsentrasi yang jauh lebih rendah,misalnya neon (Ne),helium (He),kripton
(Kr),hidrogen (H2),xenon (Xe),ozon (O3), metan dan uap air
Hidrosfer Hidrosfer merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. hidrosfer
meliputi samudra, laut, danau, air, tanah,mata air, hujan, dan air yang berada di
atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air di bumi
bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, dimana air jatuh sebagai hujan dan mengalir
ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
Air di alam terbagi menjadi tiga,sebagai berikut
Air di permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, rawa,salju, es dan glester
Air di udara, meliputi uap air, kabut,dan berbagai macam awan
Air di dalam tanah, meliputi air tanah,air kapiler,geiser dan artois
Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering
mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat,cair,dan gas) membentuk suatu siklus atau
daur yang disebut siklus/daur hidrologi. Siklus hidrologi adalah proses perputaran air, seperti
proses terjadinya hujan dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik
jenuh awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus
hidrologi air mengalami perubahan bentuk.
Lapisan Pada Bumi
Sejauh yang diketahui, bumilah satu-satunya tempat tinggal di jagatraya ini yang dihuni
makhluk hidup, di mana manusia berada. Bumi pada dasarnya adalah sebuah bola batuan
raksasa yang melakukan pergerakan di angkasa dengan kecepatan hampir mencapai 3000 m
per detik. Adapun Berat bumi sekitar 6000 juta ton. Hampir dua pertiga bagian permukaan
bumi yang berbatu-batu tertutupi oleh air. Pada bagian batuan yang tidak tertutup air inilah
akan membentuk bagian bumi yang lain lalu kemudian disebut sebagai daratan. Bumi
diselimuti oleh lapisan gas yang dinamakan atmosfer dengan ketinggian lapisan sejumlah 700
km dari permukaan bumi. Dari luar batas atmosfer inilah, di situlah lapisan yang disebut
lapisan luar angkasa.
Bumi terdiri atas beberapa lapisan yaitu:
1. Atmosfer merupakan lapisan udara yang mengelilingi bumi. Tebalnya 2.000 km.
Lapisan udara ini terutama mengandung nitrogen, oksigen,dan gas. Lapisan atmosfer

menjaga bumi agar tidak terlalu panas kena sinar matahari dan tidak terlalu dingin.
Lapisan udara ini juga melindungi bumi terhadap sinar ultra ungu dari matahari, sinar
ini berbahaya bagi berlangsungnya kehidupan. Di lapisan bawah atmosfer terdapat
awan yang mengandung butir-butir air yang berasal dari uap air lautan dan uap air
daratan turun ke bumi sebagai hujan.
2. Hidrosfer lautan perairan Lautan merupakan cekungan besar yang berisi air
dengan kedalaman rata-rata 3.500 m. Luas lautan mencapai dua per tiga permukaan
bumi.
3. Litosfer yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan
1200 km, berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3. Suhu di bagian kerak bumi mencapai
sekitar 1.050 C. Litosfer biasa juga disebut sebagai lapisan batuan pembentuk kulit
bumi atau crust .
Litosfer berasal dari dua kata yaitu katalithos yangberarti batu dan katasfhere/sphaira dengan
arti bulatan atau lapisan. Dengan demikian Litosfer dapat dimaknai sebagai suatu
lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam kata lain, litosfer merupakan bagian
lapisan bumi paling atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan
penyusun
kulit
bumi.
Kulit bumi atau litosfer terdiri atas :
Lapisan sial (si silica al aluminium) Yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
atas logam silisium dan aluminium,senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2o3.
Dalam lapisan ini anatra lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis batuan
metamorf dan batuan lain di daratan benua. Lapisan sial disebut juga lapisan kerak
yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-rata kurang lebih 35 km.
Kerak benua Merupakan benda padat yang terdiri dari betuan beku granit ada
bagian tasnya dan batuan beku basalt ada bagian bawahnya. Kerak ini yang
menempati sebagai benua. Kerak benua terdiri kandungan mineral berupa Si,Al.
Adapun ketebalannya sekitar 30-80 km (Condie,1982) dan rata-rata 35 km sedangkan
berat jenisnya yaitu sekitar 2,85 mg/cc. Biasanya kerak benua disebut juga lapisan
granitis karena terdiri dari susunan batuan yang berkomposisi batuan granit.
Kerak samudera Merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut ada
bagian atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah
tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini yang menempati samudra.
Kerak samudra terdiri atas mineral yakni Si,Fe,Mg. Ketebalan kerak samudra sekitar
5-15 km (Condie,1982). Berat jenisnya rata-rata sebanyak 3 mg/cc. Nama lain dari
kerak samudra yaitu lapisan basaltis karena penyusunnya berupa batuan yang
berkomposisi basalt.
Perbedaan dari kedua kerak ini bukan hanya dari ketebalan dan berat jenisnya namun juga
terdapat perbedaan umur. Batuan kerak benua telah diketahui sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Umur inilah yang muda dibanding dengan kerak benua karena kerak benua telah ditemukan
pada 3800 juta tahun yang lalu. Lapisan sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh
logam-logam silisium dan megnesium dalam bentuk senyawa siO2 dan Mgo. Lapisan ini

mempunyai berat jenis lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan
magnesium,yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan
yang
bersifat
elastis
dan
mempunyai
ketebalan
rata-rata
65
km.
Kulit bumi memiliki lapisan batuan dengan ketebalan 4-80 km. Adapun batuan kulit bumi
adalah:
1. Batuan beku Batuan jenis ini ialah batuan yang terbentuk karena magma pijar yang
mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannyaada tiga macam batuan beku.
Batuan tubir/batu beku dalam. Batuan ini terbentuk jauh di dalam kulit bumi dan
hanya terdiri atas kristal saja. Karena pendinginannya lambat sekali maka kristalnya
besar-besar, misalnya granit.
Batuan leleran/batu beku luar, Batuan ini membeku di luar kulit bumi sehingga
temperatur turun cepat sekali. Zat-zat dari magma hanya dapat membentuk kristalkristal kecil, dan sebagian ada yang sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu
sebabnya batuan leleran ada yang terdiri atas kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil
dan bahan amorf, misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri atas bahan amorf, misalnya
batu apung.
Batuan korok/batu beku gang. Batuan ini terbentuk di dalam korok-korok atau ganggang. Karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat.Itu sebabnya
batuan ini terdiri atas kristal besar, kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak
mengkristal. Misalnya bahan amorf dan granit fosfir.
Bila batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin,
atau es, dan diendapkan di tempat lain.Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen.
Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan.
Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan
sebagai berikut:
Batuan sedimen aeris atau aeolis .Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya
tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
Batuan sedimen glasial, Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.
Batuan sedimen aquatis (aqua = air). Batuan ini terdiri dari:
Breksi, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batu yang bersudut tajam yang
sudah direkat satu sama lain.
Konglomerat, yakni batuan sedimen yang terdiri atas batu-batuyang bulat-bulat yang
sudah direkat satu sama lain
Batu pasir, yakni batuan sedimen yang terdiri atas kristal-kristal.
Pengendapan pada batuan sedimen

Batuan sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau. Contoh :
turf danau dan tanah liat danau.
Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contoh :
tanah los dan tanah gurun pasir.
Batuan sedimen marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contoh:
lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, dan lumpur merah.
2. Batuan metamorf Batuan ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang
dahsyat. Asalnya dapat dari batuan beku atau batuan sedimen.Perubahan itu dapat terjadi
karena bermacam-macam sebab sebagai berikut:
Karena suhu tinggi Suhu tinggi berasal dari magma, sebab batuan itu berdekatan
dengan dapur magma sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak. Contoh :
marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
Karena tekanan tinggi Tekanan tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan
yang tebal sekali di atasnya. Contoh: batu pasir dari pasir.
Karena tekanan dan suhu tinggi Tekanan dan suhu tinggi kalau ada pelipatan dan
geseran waktu terjadi pembentukan pegunungan, metamorfosa seperti ini disebut
metamorfosa dinamo.Contoh: batu asbak, schist, dan shale
3. Mesosfer atau mantel bumi Di bawah kerak bumi terdapat lapisan mantel bumi.
Mantel ini merupakan lapisan batuan setebal sekitar 2.900 km. Suhu di bagian bawah lapisan
mantel mencapai 3.700 C, tetapi batuan tetap padat karena berada di bawah tekanan tinggi.
4. Barisfer Yaitu lapisan inti bumi berupa bahan padat yang tersusun dari lapisan ini
(niccolum =nikel dan ferrum= besi). Jari-jari +- 3.470 km dan batas luarnya ada kurang lebih
2.900 km di bawah permukaan bumi. Inti bumi terdiri atas dua lapisan, yaitu inti dalam dan
inti luar.1) Inti luar tebalnya 2.000 km terdiri atas besi cair, suhunya mencapai 2.200C.2)
Inti dalam terdapat di pusat bumi, merupakan sebuah bolaberdiameter 2.740 km. Bola ini
terdiri atas besi dan nikel padat.Suhu di pusatnya menjadi 4.500C.
5. Lapisan pengantara Yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km.
Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Lapisan pengantara, disebut juga asthenosfer ( mantle),
merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar