Anda di halaman 1dari 3

MKDU: Farmakologi

Pro-drug

Pengertian Prodrug
Yang dimaksud dengan pro-drug adalah senyawa yang secara biologi tidak aktif, akan
tetapi dalam organisme diubah secara enzimatik menjadi bentuk yang aktif. Perkembangan
pro-drug baru dilakukan jika sifat-sifat teknologi, farmakokinetika, farmakodinamika atau
toksikologi dari bahan berkhasiat perlu diperbaiki. Jadi sintesis pro-drug diperlukan pada
bahan berkhasiat dengan rasa tak enak, kelarutan dalam air tidak cukup pada pemakaian
parenteral yang dibutuhkan, kurang dapat terabsorpsi, pengaruh lintas pertama besar, lama
kerja singkat, distribusi kedalam organ sasaran tak cukup, keselektifan kerja rendah atau
toksisitas tinggi.
Pro-drug adalah obat yang diberikan dalam bentuk inaktif yang kemudian dikonversi
menjadi bentuk aktif obat melalui proses metabolisme. Pro-drug dirancang untuk mengubah
sifat fisika kimia obat. Dengan melindungi gugus asam bebas pada suatu molekul AINS
maka saluran pencernaan dapat terlindungi dari iritasi lokal. Salah satu cara pembuatan prodrug adalah dengan pembentukan ester.
Prodrug merupakan zat farmakologis (obat) yang diberikan dalam bentuk (atau secara
signifikan kurang aktif) tidak aktif. Setelah diberikan, prodrug yang dimetabolisme secara in
vivo menjadi metabolit aktif, proses yang disebut bioactivation. Alasan di balik penggunaan
prodrug yang umumnya untuk penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi (ADME)
optimasi. Prodrug biasanya dirancang untuk meningkatkan bioavailabilitas oral, dengan
penyerapan yang buruk dari saluran pencernaan biasanya menjadi faktor pembatas.
Sejarah Pro-drug
Sejarah obat prodrug berawal pada tahun 1989 yaitu obat metenamine (atau
Hexamine). Obat Methenamine (Hexamine) melepaskan Antibakterial formaldehid 6 Eq
bersamaan ion ammonium 4 Eq dalam urin asam yang aktif dan menjadi contoh yang baik
dari prodrug selektif. Pada saat yang bersamaan ditemukan Asprin (Asam asetilsalisilat) yang
kurang mengiritasi dibandingkan agen antiinflamasi Sodium Salisilat. Akan tetapi masih

diperdebatkan apakah aspirin prodrug atau bukan.Tetapi Aspirin cepat dihidrolisis di dinding
usus dan hati menjadi asam salisilat, yang menunjukkan memiliki aksi seperti prodrug.
Pengembangan pro-drug kebanyakkan dilakukan dengan mereaksikan gugus fungsi
yang terdapat pada bahan berkhasiat (misalnya gugus OH atau gugus amino) dengan senyawa
yang cocok (misalnya asam karboksilat), yang kemudian dalam organisme diuraikan lagi.
Selain itu, penggunaan strategi prodrug meningkatkan selektivitas obat untuk
target yang diinginkan. Contoh ini dapat dilihat dalam banyak pengobatan kemoterapi,
dimana pengurangan dampak buruk selalu penting. Obat yang digunakan untuk menargetkan
sel-sel kanker melalui penggunaan redoks-aktivasi, memanfaatkan jumlah besar enzim
reduktase dalam sel hipoksia untuk bioaktivasi obat ke dalam bentuk sitotoksiknya, pada
dasarnya mengaktifkannya.
Dalam rancangan obat rasional, pengetahuan tentang sifat kimia untuk meningkatkan
penyerapan dan jalur metabolik utama dalam tubuh, digunakan untuk memodifikasi struktur
entitas kimia baru untuk peningkatan bioavailabilitas. Sebaliknya, penciptaan prodrug
kadang-kadang tidak disengaja, misalnya dengan penemuan obat kebetulan, dimana obat ini
kemudian hanya diidentifikasi sebagai prodrug setelah studi metabolisme obat yang luas.
Klasifikasi Pro-drug
Prodrug dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, berdasarkan situs selular
mereka dari bioactivasi ke dalam bentuk obat akhir aktif, dengan dua tipe :
a.)

Bioactivated intrasel misalnya, analog nukleosida anti-virus, penurun lipid.

b.)

Bioactivated ekstrasel, terutama dalam cairan pencernaan atau sirkulasi sistemik


(misalnya, etoposid fosfat, valgansiklovir, fosamprenavir, antibodi, gen atau virus
diarahkan prodrugs enzim [ADEP / GDEP / VDEP] untuk kemoterapi atau
immunotherapy).
Kedua jenis dapat dikategorikan lebih lanjut menjadi Subtipe, yaitu :

a.)

Tipe IA, Agen antimikroba dan kemoterapi, misalnya 5-flurouracil.

b.)

Tipe IB, Agen enzim metabolisme, terutama dalam sel hati, untuk bioaktivasi yang
prodrugs intrasel terhadap obat aktif

c.)

Tipe II A, Prodrug yang bioactivated extracelluarly, baik di lingkungan GI, cairan


dalam sirkulasi sistemik, dan / atau kompartemen cairan ekstraselular lainnya

d.)

Tipe II B, Prodrug yang bioactivated extracelluarly, baik di lingkungan GI cairan


dalam dekat jaringan target terapi / sel.

e.)

Tipe II C, Prodrug yang bioactivated extracelluarly, baik di lingkungan GI cairan


umum enzim seperti esterases dan fosfatase atau enzim target yang diarahkan.

Contoh-contoh Pro-drug :
Pro-drug

Bentuk berkhasiat Tujuan pengembangan pro-

Kloramfenikol-palmitat

Kloramfenikol

drug
Meniadakan rasa pahit

Eritromisin-etilsuksinat

Eritromisin

Memperbaiki rasa tidak enak

Metilfrednisolon-

Metilprednisolon

Meningkatkan kelarutan dalam

hemiksusinat
Pivampisilin

Ampisilin

air
Meningkatkan

L-Dopa

Dopamin

absorpsi
Meningkatkan

Flufenazin-dekanoat

Flufenazin

otak
Memperpanjang kerja

Dietilstilbestrol-difosfat

Dietilsbestrol

Memperbaiki

Mekoptopurin

kerja
Menurunkan daya racun

Azatrioprin

kuosien
sawar

darah

keselektifan

Secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa prodrug adalah obat yang diberikan
dalam bentuk aktif atau kurang aktif sepenuhnya, dan kemudian diubah menjadi bentuk
aktifnya (atau menjadi lebih aktif) melalui proses metabolisme normal tubuh.