Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu perhatian dari World
Health Organisation (WHO) karena angka kematian ibu dan anak merupakan
bahagian dari negara Asean yang mempunyai angka kematian Ibu dan Anak
yang masih tinggi dibandingkan dengan negara lain.
Kesehatan ibu dan anak menjadi target

utama

dalam

tujuan

pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) tepatnya pada tujuan 4 dan


tujuan

5 yaitu

menurunkan

angka

kematian

Anak

dan

meningkatkan

Kesehatan ibu. Program Kesehatan ibu dan anak menjadi sangat penting
karena

ibu

dan

anak

merupakan

unsur

pembangun

unsur

penting

pembangunan.
Kematian ibu tersebut erat kaitannya dengan karakteristik ibu yang
meliputi umur, pendidikan, paritas dan perilaku yang berpengaruh terhadap
kondisi kesehatan ibu selama hamil yang dapat mempengaruhi proses
persalinan normal atau patologis.
Penelitian Ridwan dan Wahyuni (2005) komplikasi persalinan yang
mengakibatkan persalinan patologis adalah perilaku ibu selama hamil yang
pemeriksaan kehamilan kurang dari empat kali, tidak makan tablet zat besi
dan asupan gizi yang kurang, mengakibatkan ibu mengalami anemia. Bila ibu
mengalami anemia dapat mengakibatkan komplikasi pada kehamilan dan
persalinan yaitu perdarahan sebelum dan sesudah melahirkan, gangguan
kontraksi rahim, partus lama, kurang daya tahan tubuh terhadap infeksi dan
produksi air susu ibu kurang.

1.2

1.3

Rumusan Masalah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengertian kesehatan ibu dan anak ?


Apakah tujuan umum kesehatan ibu dan anak ?
Apakah tujuan khusus kesehatan ibu dan anak ?
Apa sajakah program kesehatan ibu dan anak?
Apa sajakah program kesehatan ibu?
Apa sajakah program kesehatan anak?
Kasus apa yang terjadi berkaitan kesehatan ibu dan anak ?
Bagaimana solusi untuk contoh kasus kesehatan ibu dan anak?

Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kesehatan ibu dan anak
2. Untuk mengetahui tujuan umum
3. Untuk mengetahui tujuan khusus kesehatan ibu dan anak

4.
5.
6.
7.
8.

Untuk
Untuk
Untuk
Untuk
Untuk

mengetahui
mengetahui
mengetahui
mengetahui
mengetahui

apa saja program kesehatan ibu dan anak


apa saja program kesehatan ibu
apa saja program kesehatan anak
contoh kasus kesehatan ibu dan anak
solusi dari contoh kasus KIA

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut
pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta
anak prasekolah. Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi
masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi
gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan.

Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh dan
untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi/ komunikasi (telepon genggam,
telpon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantaun dan informasi KB.
2.2

Tujuan Umum Kesehatan Ibu dan Anak


Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup

sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau
mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia, serta meningkatnya derajat
kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi
peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
2.3

Tujuan Khusus Kesehatan Ibu dan Anak

1. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap dan perilaku) dalam mengatasi kesehatan diri
dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan
keluarga, Desa Wisma, penyelenggaraan Posyandu dan sebagainya.
2. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam
lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu dan Karang Balita, serta di sekolah TK.
3. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas
dan ibu menyusui.
4. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui,
bayi dan anak balita.
5. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk
mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran
ibu dalam keluarganya.
2.4

Program Kesehatan Ibu dan Anak

1. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita dan anak prasekolah.
2. Deteksi dini faktor resiko ibu hamil.
3. Pemantauan tumbuh kembang balita.

4. Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali pada ibu hamil serta BCG, DPT 3 kali, Polio 3 kali dan campak 1
kali pada bayi.
5. Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
6. Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita dan anak pra sekolah untuk macam-macam penyakit
ringan.
7. Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan serta bayi-bayi
yang lahir ditolong oleh dukun selama periode neonatal (0-30 hari)
8. Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi serta kader-kader
kesehatan.

2.5 Kesehatan Ibu


A. Ibu Hamil
1. Pemeriksaan Kehamilan
Segera ke dokter atau bidan jika terlambat datang bulan. Periksa
kehamilan paling sedikit 4 kali selama kehamilan;
1 kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan.
1 kali usia kandungan 4 - 6 bulan.
2 kali pada usia kandungan 7 - 9 bulan.
Pastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan
yang meliputi;
1) Pengukuran tinggi badan cukup satu kali,
Bila tinggi badan < 145cm, maka faktor risiko panggul sempit,
kemungkinan sulit melahirkan secara normal. Penimbangan
berat badan setiap kali periksa, Sejak bulan ke-4 pertambahan
BB paling sedikit 1 kg/bulan.
2) Pengukuran tekanan darah (tensi),
Tekanan darah normal 120/80mmHg. Bila tekanan darah lebih
besar atau sama dengan 140/90mmHg, ada faktor risiko
hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan.
3) Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA),

Bila < 23,5cm menunjukkan ibu hamil menderita Kurang Energi


Kronis (Ibu hamil KEK) dan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR)
4) Pengukuran tinggi rahim.
Pengukuran tinggi rahim berguna untuk melihat pertumbuhan
janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.
5) Penentuan letak janin (presentasi janin) dan penghitungan
denyut jantung janin,
apabila trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau
kepala belum masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak
atau ada masalah lain. Bila denyut jantung janin kurang dari 120
kali/menit atau lebih dari 160 kali/ menit menunjukkan ada
tanda gawat janin, segera rujuk.
6) Penentuan status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT),
oleh petugas untuk selanjutnya bilamana diper lukan
mendapatkan suntikan tetanus toksoid sesuai anjuran petugas
kesehatan untuk mencegah tetanus pada Ibu dan Bayi.
Tabel rentang waktu pemberian immunisasi TT dan lama
perlindungannya:
Imunisasi

Selang Waktu

TT
TT 1

Minimal

Lama Perlindungan
Langkah awal
pembentukan kekebalan

tubuh terhadap penyakit


TT
TT
TT
TT

2
3
4
5

1 bulan setelah TT 1
6 bulan setelah TT 2
12 bulan setelah TT 3
12 bulan setelah TT 4

Tetanus
3 tahun
5 tahun
10 tahun
>25 tahun

7) Pemberian tablet tambah darah,


dan ibu hamil sejak awal kehamilan minum 1 tablet tambah
darah setiap hari minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah
diminum pada malam hari untuk mengurangi rasa mual.
8) Tes laboratorium:

Tes golongan darah, untuk memper siapkan donor bagi ibu hamil bila
diper lukan.
Tes hemoglobin, untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah
(Anemia).
Tes pemeriksaan urine (air kencing).
Tes pemeriksaan darah lainnya, sesuai indikasi seperti malaria, HIV,
Sifilis dan lain lain.
9) Konseling atau penjelasan
Tenaga kesehatan memberi penjelasan mengenai perawatan
kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi
menyusu dini (IMD), nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI
eksklusif, Keluarga Berencana dan imunisasi pada
bayi.Penjelasan ini diberikan secara bertahap pada saat
kunjungan ibu hamil.
10)
Tata laksana atau mendapatkan pengobatan, jika ibu
mempunyai masalah kesehatan pada saat hamil
2. Perawatan Sehari-hari
1) Makan beragam makanan secara proporsional dengan pola gizi
seimbang dan lebih banyak daripada sebelum hamil.
2) Istirahat yang cukup :
Tidur malam paling sedikit 6-7 jam dan usahakan siangnya
tidur/berbaring 1-2 jam.
Posisi tidur sebaiknya miring ke kiri.
Pada daerah endemis malaria gunakan kelambu
berinsektisida.
Bersama dengan suami lakukan rangsangan/stimulasi pada
janin dengan sering mengelus-elus perut ibu dan ajak janin
bicara sejak usia kandungan 4 bulan.
3) Menjaga kebersihan diri :
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum
makan, setelah buang air besar dan buang air kecil.
Menyikat gigi secara benar dan teratur minimal setelah
sarapan dan sebelum tidur.
Mandi 2 kali sehari
Bersihkan payudara dan daerah kemaluan.
Ganti pakaian dan pakaian dalam setiap hari.

Periksakan gigi ke fasilitas kesehatan pada saat periksa


kehamilan
Cuci rambut minimal 2-3 kali dalam seminggu
4) Boleh melakukan hubungan suami istri selama hamil.Tanyakan
ke petugas kesehatan cara yang aman.
5) Aktivitas fisik :
Ibu hamil yang sehat dapat melakukan aktivitas fisik
seharihari dengan memperhatikan kondisi ibu dan
keamanan janin yang dikandungnya.
Suami membantu istrinya yang sedang hamil untuk
melakukan pekerjaan sehari-hari.
Ikuti senam ibu hamil sesuai dengan anjuran petugas
kesehatan.
3. Makanan Bergizi Untuk Ibu Hamil

Makanlah dengan pola gizi seimbang dan bervariasi, lebih


banyak dari sebelum hamil.
Tidak ada pantangan makanan selama hamil.
Cukupi kebutuhan air minum pada saat hamil. Kebutuhan air
minum ibu hamil 10 gelas perhari.

Jika mual, muntah dan tidak nafsu makan, pilihlah makanan


yang tidak berlemak dalam porsi kecil tetapi sering.
Contohnya: buah, roti, ubi, singkong, biscuit.
Jangan minum minuman keras, merokok.
Jika minum obat tanyakan kepada petugas kesehatan
4. Tanda bahaya pada Kehamilan
1) Muntah terus dan tak mau makan
2) Demam tinggi
3) Bengkak kaki, tangan dan wajah, atau sakit kepala disertai
kejang
4) Janin dirasakan kurang bergerak dibandingkan sebelumnya
5) Pendarahan pada hamil muda dan hamil tua
6) Air ketuban keluar sebelum waktunya
B. Ibu Bersalin
1. Tanda-tanda awal persalinan
1) Perut mulas-mulas yang teratur, timbulnya semakin sering dan
semakin lama.
2) Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir atau keluar
cairan ketuban dari jalan lahir.
Jika muncul salah satu tanda di atas ini, suami atau
keluarga SEGERA BAWA ibu hamil ke fasilitas kesehatan.
2. Proses Melahirkan
1) Didahului dengan mulas teratur, semakin lama semakin kuat
dan sering.
2) Pada kehamilan pertama, bayi biasanya lahir setelah 12 jam
sejak mules teratur. Pada kehamilan kedua dan kehamilan
berikutnya, biasanya bayi lahir setelah 8 jam sejak mules
teratur. Ibu masih boleh berjalan, makan dan minum. Selama
proses

melahirkan

sebaiknya

ibu

didampingi

suami

dan

keluarga.
3) Jika terasa sakit, tarik nafas panjang lewat hidung, lalu
keluarkan lewat mulut.
4) Jika terasa ingin buang air besar segera beritahu bidan/dokter.
Bidan

atau

dokter

akan

mengarahkan

memimpin

ibu

mengejan sesuai dengan dorongan rasa ingin mengejan yang


timbul.
5) Setelah bayi lahir dan sehat segera lakukan inisiasi menyusu
dini (IMD).
6) IMD adalah segera meletakkan bayi di dada ibu (ada kontak
kulit ibu dan kulit bayi sekurang-kurangnya 1 jam untuk
memberikan kesempatan kepada bayi menyusu sesegera
mungkin. IMD merangsang keluarnya ASI, memberi kekebalan
pada bayi serta meningkatkan kekuatan batin antara ibu dan
bayinya. IMD mencegah pendarahan pada ibu.
7) Ibu dapat segera dipasang IUD dalam waktu 10 menit setelah
plasenta lahir bila ibu dan suami sepakat untuk mengikuti KB
dengan metode AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
3. Tanda-tanda bahaya pada persalinan
1) Pendarahan lewat jalan lahir
2) Tali pusar atau tangan bayi keluar dari jalan lahir
3) Ibu mengalami kejang
4) Ibu tidak kuat mengejan
5) Air ketuban keruh dan berbau
6) Ibu gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat
C. Ibu Nifas
Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya placenta
sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara
normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari
(Ambarwati, 2010)
1. Perawatan Ibu Nifas
1) Pelayanan kesehatan ibu nifas oleh bidan dan dokter
dilaksanakan minimal 3 kali yaitu:
Pertama: 6 jam - 3 hari setelah melahirkan.
Kedua: hari ke 4 - 28 hari setelah melahirkan.
Ketiga: hari ke 29 - 42 hari setelah melahirkan.
2. Pelayanan kesehatan ibu nifas meliputi:
a. Menanyakan kondisi ibu nifas secara umum
b. Pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, pernapasan, dan nadi
c. Pemeriksaan lokhia dan perdarahan

d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Pemeriksaan kondisi jalan lahir dan tanda infeksi


Pemeriksaan kontraksi rahim dan tinggi fundus uteri
Pemeriksaan payudara dan anjuran pemberian ASI Eksklusif
Pemberian Kapsul Vit. A
Pelayanan kontrasepsi Pasca Persalinan
Konseling.
Tatalaksana pada ibu nifas sakit atau ibu nifas dengan

komplikasi.
k. Memberikan nasihat yaitu:
Makan makanan yang beraneka ragam yang mengandung
karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buahbuahan.
Kebutuhan air minum pada ibu menyusui pada 6 bulan
pertama adalah 14 gelas sehari dan pada 6 bulan kedua
adalah 12 gelas sehari.
Menjaga kebersihan diri , termasuk kebersihan daerah
kemaluan, ganti pembalut sesering mungkin.
Istirahat cukup, saat bayi tidur ibu istirahat
Bagi ibu yang melahirkan dengan cara operasi caesar maka
harus menjaga kebersihan luka bekas operasi.
Cara menyusui yang benar dan hanya memberi ASI saja
selama 6 bulan.
Perawatan bayi yang benar.
Jangan membiarkan bayi menangis terlalu lama, karena
akan membuat bayi stress.
Lakukan stimulasi komunikasi dengan bayi sedini mungkin
bersama suami dan keluarga
Untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan untuk
pelayanan KB setelah persalinan.
3. Hal-hal yang harus dihindari untuk ibu nifas
Membuang ASI yang pertama keluar (kolustrum) karena sangat
berguna untuk kekebalan tubuh anak
Membersihkan payudara dengan alkohol/povidon iodine/obat
merah atau sabun karena bisa terminum oleh bayi
Mengikat perut terlalu kencang
Menempelkan daun-daunanpada kemaluan karena akan
menimbulkan infeksi

4. Tanda bahaya ibu nifas


1) Pendarahan lewat jalan lahir
2) Keluar cairan berbau dari jalan lahir
3) Bengkak di wajah, tangan dan kaki, atau sakit kepala dan kejangkejang
4) Demam lebih dari 2 hari
5) Payudara bengkak, merah disertai rasa sakit
6) Ibu terlihat sedih, murung dan menangis tanpa sebab (depresi)
D. Ibu Menyusui
1. CARA MENYUSUI BAYI
Cara menyusui yang benar:
Susui bayi sesering mungkin, semau bayi, paling sedikit 8 kali
sehari.
Bila bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan, lalu susui
Susui sampai payudara terasa kosong, lalu pindah ke payudara
sisi yang lain
Bila bayi sudah kenyang, tapi payudara masih terasa
penuh/kencang, perlu
dikosongkan dengan diperah untuk disimpan. Hal ini agar
payudara tetap
memproduksi ASI yang cukup.
E. Keluarga Berencana
KB Pasca persalinan adalah pemanfaatan atau penggunaan alat
kontrasepsi
langsung sesudah melahirkan sampai 6 minggu/42 hari sesudah
melahirkan. Prinsip pemilihan metode kontrasepsi yang digunakan
tidak mengganggu produksi ASI.
Tujuan KB :
- Mengatur jarak dan mencegah kehamilan agar tidak terlalu rapat
-

(minimal
2 tahun setelah melahirkan)
Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
Menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu, bayi dan balita.
Ibu memiliki waktu dan perhatian yang cukup untuk dirinya sendiri,

anak
dan keluarga

Metode kontrasepsi jangka panjang:


a. Metode Operasi Wanita (MOW), metode Operasi Pria (MOP)
b. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral, jangka waktu
penggunaan
c. bisa sampai 10 tahun.
d. Implan (alat kontrasepsi bawah kulit), jangka waktu penggunaan 3
tahun.
Metode kontrasepsi jangka pendek:
a. Suntik, terdapat 2 jenis suntikan yaitu suntikan 1 bulan dan
suntikan 3 bulan. Untuk ibu menyusui, tidak disarankan
menggunakan suntikan 1 bulan, karena akan mengganggu produksi
ASI
a. Pil KB.
b. Kondom
F. Masa Menopose
Menopause adalah masa terhentinya siklus haid pada seorang
perempuan, biasanya

ditandai atau diawali dengan masa

pra-

menopause, yaitu sebuah masa dimana kemampuan tubuh untuk


menghasilkan hormon estrogen and progesterone menjadi semakin
berkurang mengiringi berkurangnya kemungkinan untuk dapat hamil.
Secara umum, menopause terjadi pada perempuan saat memasuki
usia 40, namun ada juga yang baru mengalaminya saat memasuki usia
50 tahun, sedangkan pra-menopause terjadi sekitar 2 atau 3 tahun
sebelum menopause atau terhentinya siklus haid secara total.
Tanda dan gejala menopause
Berikut adalah tanda dan gejala yang dialami pada masa pramenopause hingga memasuki masa menopause.
1) Perubahan siklus haid
Salah satu tanda umum yang seringkali dialami adalah perubahan
pada siklus menstruasi, dimana siklus haid menjadi lebih panjang
atau lama. Hal ini merupakan gejala dari kerusakan dan semakin

berkurangnya kemampuan indung telur untuk memproduksi sel


telur.
2) Perubahan bentuk tubuh
Perubahan pada massa otot saat memasuki masa menopause
menyebabkan perubahan pada bentuk tubuh perempuan. Selain
perubahan bentuk tubuh, sebagian besar perempuan juga
mengalami keluhan pada kesehatan tulang dan sendi.
3) Hot flushes, atau rasa panas pada tubuh
Rasa panas ini dialami secara tiba-tiba dimulai dari bagian atas
tubuh dan berlangsung sekitar beberapa detik, namun ada juga
yang terjadi hingga beberapa menit, biasanya diikuti dengan
keluarnya keringat dan jantung berdebar lebih cepat.
Gejala ini terjadi akibat perubahan hormonal di dalam tubuh.
1) Masalah seksual
Memasuki masa menopause, perempuan mengalami perubahan
pandangan dan minat akan aktifitas seksual. Beberapa perempuan
mungkin mengalami peningkatan minat, namun gangguan di area
genital seperti berkurangnya hingga terhentinya produksi cairan
pelumas membuat aktifitas berhubungan menjadi kurang
menyenangkan, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit.
2) Gangguan pola tidur
Memasuki masa menopause, banyak wanita mengalami gangguan
pada pola tidur, ada yang merasa lebih sulit untuk dapat tertidur,
dan ada yang sering terbangun pada malam hari lalu kemudian
merasa sulit untuk dapat melanjutkan tidur.
2.6 Kesehatan Anak
1. Bayi Baru Lahir (0-28 Hari)
1) Tanda bayi baru lahir sehat
Bayi lahir langsung menangis.
Tubuh bayi kemerahan.
Bayi bergerak aktif.
Berat lahir 2500 sampai 4000 gram
Bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat
2) Perawatan bayi baru lahir
a. Pemberian ASI
- Segera lakukan inisiasi menyusu dini (IMD).

ASI yang keluar pertama berwarna kekuningan (kolostrum)

mengandung zat kekebalan tubuh, langsung berikan pada bayi,


jangan dibuang.
- Berikan hanya ASI saja sampai berusia 6 bulan (ASI Ekslusif).
b. Manfaat Pemberian ASI
o Sehat, praktis dan tidak butuh biaya.
o Meningkatkan kekebalan alamiah pada bayi.
o Mencegah perdarahan pada ibu nifas.
o Menjalin kasih sayang ibu dan bayi.
o Mencegah kanker payudara.
c. Cara Menjaga Bayi Tetap Hangat
- Mandikan bayi setelah 6 jam, dimandikan dengan air hangat.
- Bayi harus tetap berpakaian dan diselimuti setiap saat,
-

memakai pakaian kering dan lembut.


Ganti popok dan baju jika basah
Jangan tidurkan bayi di tempat dingin atau banyak angin.
Jaga bayi tetap hangat dengan menggunakan topi, kaos kaki,
kaos tangan dan pakaian yang hangat pada saat tidak dalam

dekapan.
Jika berat lahir kurang dari 2500 gram, lakukan Perawatan
Metode Kanguru (dekap bayi di dada ibu/bapak/anggota
keluarga lain kulit bayi menempel kulit ibu/bapak/anggota

keluarga lain)
Bidan/Perawat/Dokter menjelaskan cara Perawatan Metode

Kanguru
d. Perawatan Tali Pusar :
1. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
sebelum dan sesudah memegang bayi.
2. Jangan memberikan apapun pada tali pusar.
3. Rawat tali pusar terbuka dan kering.
2. Anak Usia 29-6 Tahun
1) Tanda Anak Sehat :
Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan, mengikuti pita hijau

di KMS atau naik ke pita warna di atasnya.


Anak bertambah tinggi.
Kemampuan bertambah sesuai umur.

Jarang sakit.
2) Pola Asuh Anak
Lakukan pola asuh sesuai kondisi anak dengan penuh kasih
sayang.
Berikan contoh yang baik dan terapkan nilai agama dalam
kehidupan sehari-hari.
Ajarkan perbedaan baik dan buruk, prilaku sopan santun, saling
menghargai dan menyayangi.
Luangkan waktu bersama anak, misalnya: bermain, bercerita dan
lain-lain.
Perhatikan dan dengarkan pendapat anak, dan bantu anak
mengatasi masalah.
Melatih dan mengenal kelebihan dan kekurangan anak dan tidak
membandingkan dengan yang lain.
Ajarkan anak disiplin, mandiri dan percaya diri sesuai kemampuan
anak.
Berikan pujian atau penghargaan jika berhasil melakukan hal yang
baik.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)
Lindungi anak dari pengaruh negatif media.
2.7

Contoh Kasus

1. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menyebutkan bahwa AKI di
Indonesia adalah 359 per 100 ribu kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) adalah
32 per seribu kelahiran hidup. Dia menambahkan, target penurunan AKI secara global pada tahun
2030 adalah 70 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Penurunan AKI menjadi salah satu
indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan.
2. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) th 2013 secara Nasional diperkirakan Prevalensi

Balita Gizi Buruk dan Kurang sebesar 19,6 %. Bila dilakukan konversi ke dalam jumlah
absolutnya, maka ketika jumlah Balita tahun 2013 adalah 23.708.844, sehingga jumlah
Balita Giburkur sebesar 4.646.933 Balita.

2.8 Solusi

1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi :


- Meemperbaiki status gizi ibu : kurang gizi kronik, anemia, kekurangan yodium
- Meningkatkan pendidikan ibu : kemampuan membaca, menyerap dan meneerapkan
informasi
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu
- Pertolongan persalinan dan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di sarana kesehatan
2. Mengatasi gizi buruk :
- Penggunaan ASI minimal 2 tahun
- Makanan tambahan setelah 6 bulan

BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan

Kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang


menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu
menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah. Tujuan program
kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup
sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan
keluarganya. Program Kesehatan Ibu dan Anak Pemeliharaan kesehatan
ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita dan anak prasekolah,
Deteksi dini faktor resiko ibu hamil, Pemantauan tumbuh kembang balita.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.yukitabaca.com/2014/03/pengertian-tanda-gejalamenopause.html