Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tinggi

rendahnya

tingkat

pendidikan,

sangat

berpengaruh terhadap peradaban sebuah bangsa. Itulah


sebabnya, mengapa wahyu pertama yang diturunkan oleh
Allah Subhanahu Wataala adalah Surah Al-Alaq 1-5:

--- -
-
-
-



--- -


-- -
-

-


-
-
-

--- -
-


-
-
-



-- -


1. bacalah

dengan

(menyebut)

nama

Tuhanmu

yang

Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.1
Dengan sangat tegas dan jelas, Allah Subhanahu wataala
memberi petunjuk kepada umat islam
dan

dalam

arti

luas

adalah

untukmembaca,

belajar

serta

lebih

memprioritaskan aspek pendidikan dari pada aspek-aspek


yang lain.

1Al-quran dan terjemahnya, 1424 H. Mujamma Almalik Fahd Lithibaat


Al-Mushaf Assyariif Madinah, Hlm.1079

EVALUASI PAIPage 1

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah dunia,


pasca peristiwa luluh lantaknya Hirosima dan Nagasaki,
banyak korban jiwa, baik yang tewas maupun cacat
seumur hidup.bangunan rata dengan tanah, termasuk
gedung-gedung sekolah, menghadapi peristiwa Hirosima
dan Nagasaki, kaisar Jepang kaisar Hirohito memerintahkan
supaya segera diidentifikasi korban dari para guru. Berapa
guru

yang

meninggal,

berapa

sekolah-sekolah

yang

kehilangan gedung dan fasilitas.Mengapa guru dan sekolah


yang pertama ditanyakan oleh kaisar? Karena kaisar
memahami

bahwa

pendidikan

adalah

factor

penentu

kemajuan suatu Negara dan bangsa.


Kemudian bagaimanakah dengan Indonesia? Lebih
mengerucut

lagi,

bagaimanakah

pendidikan

Islam

di

Indonesia, setelah Umat islam Indonesia terbebas dari


imperialisme selama 70 tahun, dan selama 70 tahun itu
masyarakat islam membangun segala aspek kehidupan
beragama, berbangsa dan bernegara, termasuk juga aspek
pendidikan. Namun hasil penelitian menunjukan, kualitas
pendidikan islam di Indonesia belum menunjukan hasil
yang signifikan. Masih banyak ditemukan kekurangan dan
ketimpangan.
Seperti
menganalisa

statement
persoalan

mengistilahkan
Winarto,

Surakhmad

pendidikan

dengan

timbulnya

Winarto
Busung

di

Indonesia,

pendidikan

fenomena

ketika

busung

dia

menurut
pendidikan

merupakan peringatan bahwa pemerintah tidak boleh


terus-menerus

mengabaikan

kewajibannya

dalam

pelayanan publik, karena cepat atau lambat akan berakibat


negative

terhadap

segala

segi

kehidupan.

Kondisi

kependidikan yang negative di kalangan masyarakat yang


hampir tidak layak lagi disebut pendidikan-bukanlah gejala

EVALUASI PAIPage 2

baru.Namun, selama ini fenomena itu tidak seberapa


mengusik bangsa ini, dan tampaknya justru masih diberi
toleransi.

Remedinya

adalah

terus-menerus

memperkatakan tentang tentang peningkatan kualitas.2


Perlunya evaluasi segala program terutama program
pendidikan tentu sudah diakui dan diamini seluruh fihak
baik pengambil kebijakan, birokrasi, tenaga swasta, para
funding

father

terutama

para

praktisi

pendidikan.

Kekompakan dan ketegasan dalam menjalankan system


serta melaksanakan UU pendidikan. Ketidak tegasan yang
sangat perlu untuk diefaluasai diantaranya adalah (sebagai
bukti) implementasi pasal 12 yang sampai saat ini yakni
tahun 2016, menurut pengamatan penulis belum sesuai
dengan idealisme yang termaktub dalam undang-undang.
Masih banyak siswa yang belum mendapatkan pelajaran
agama sesuai dengan yang dianutnya.Terutana siswa
muslim yang bersekolah di yayasan bukan yayasan islam.
Sebagai data autentik, berikut penulis cuplikan berita
yang di orbitkan oleh kantor berita antara Jawa Timur yang
judul beritanya adalah, Pelajar Kritik Pengajaran Agama di
Sekolah Non-MuslimKamis, 2 Mei 2013 14:47 WIB- Sekitar
100 pelajar baik SMP, SMA ataupun SMK di Kota Blitar, Jawa
Timur, unjuk rasa di kantor DPRD setempat, mengkritik
penerapan pendidikan agama di sejumlah sekolah nonMuslim."Terdapat

beberapa

yayasan

yang

tidak

memasukkan kurikulum pendidikan di sekolahnya," kata


koordinator aksi Ahmad Mustofa ditemui saat unjuk rasa,
Kamis.Sejumlah sekolah yang dikritik itu di antaranya SMK
Katolik Santo Yusuf Blitar, Yayasan Yohanes Gabriel Kota
Blitar,

yang

tercatat

sebagai

penyelenggara

sekolah

2Winarno Surakhmad. 2009. Pendidikan Nasional Strategi dan Tragedi.


Jakarta: PT Kompas Media Nusantara. Hal 212

EVALUASI PAIPage 3

Katholik mulai dari TK, SD, SMP dan SLTA (SMA/SMK), SDSMP Yos Sudarso Blitar, sampai SDK Santa Maria Blitar, dan
sejumlah sekolah lain Saat unjuk rasa, massa yang
merupakan pelajar itu membawa berbagai macam spanduk
yang isinya tentang pentingnya pendidikan agama. Mereka
juga membawa spanduk tentang ketentuan sekolah yang
telah menyalahi aturan pemerintah.Mereka sempat ditemui
oleh Komisi I DPRD Kota Bltar. Komisi yang membawahi
bidang

pendidikan

itu

berjanji

segera

menyelesaikan

masalah ini, sehingga sistem pendidikan pun bisa berjalan


dengan lancar.Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar Supriyono
mengatakan masalah ini memang perlu ditegaskan. DPRD
juga akan memanggil sekolah terkait serta instansi terkait
untuk mencari jalan keluar dari masalah itu..3 relitas ini
hendaknya menjadi pemicu semangat upaya evaluasi dan
perbaikan-perbaikan sehingga kesahalan dan kekurangan
yang terjadi tidak terus berulang-ulang dan tidk jatuh
dalam lubang yang sama.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian analisis hasil evaluasi program
kualitatif?
2. Bagaimanakah Aplikasikan evaluasi program?
3. Bagaimanakah Analisis hasil evaluasi program melalui
data kualitatif?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui pengertian analisis hasil evaluasi
program kualitatif.
2. Untuk mengetahui aplikasikan evaluasi program.
3. Untuk mengetahui analisis hasil evaluasi program
melalui data kualitatif.

3http://www.antarajatim.com/lihat/berita/109506/pelajar-kritikpengajaran-agama-di-sekolah-non-muslim akses; 05 Mei 2016.

EVALUASI PAIPage 4

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN -EVALUASI -PROGRAM
Evaluasi

adalah

suatu

proses

merencanakan,

memperoleh, dan menyediakan informasi yang

sangat

diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. 4


Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap evaluasi atau
penilaian

merupakan

suatu

proses

yang

4 Dahlan Ahmad, pengertian dan peranan evaluasi


pembelajaran,http//eurekapendidikan.com, di akses 05 Mei 2016.

EVALUASI PAIPage 5

sengaja

di

rencanakan

untuk

memperoleh

informasi

atau

data,

berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu


keputusan.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran , Nourman
E. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai
berikut : Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk
menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana
tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.
Menurut Suharsimi Arikunto Evaluasi adalah kegiatan
untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu,
yang

selanjutnya

menentukan

informasi

alternatif

yang

tersebut
tepat

digunakan
dalam

untuk

mengambil

keputusan.
Sedangkan pengertian program adalah suatu rencana
yang melibatkan berbagai unit

yang berisi kebijakan dan

rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu


tertentu.
Jika kedua istilah tersebut digabung menjadi satu menjadi
istilah evaluasi program artinya adalah suatu unit atau
kesatuan kegiatan yang bertujuan mengumpulkan informasi
tentang

realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan,

berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan


terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok
orang guna pengambilan keputusan.
Ciri dan persyaratan evaluasi program mengacu pada
kaidah yang berlaku, dilakukan secara sistematis,
teridentrifikasi penentu keberhasilan dan kebelumberhasilan
program, menggunakan tolok ukur baku, dan hasil evaluasi

EVALUASI PAIPage 6

dapat digunkan sebagai tindak lanjut atau pengambilan


keputusan.
Program merupakan satu kesatuan dari beberapa bagian
atau komponen yang saling berkait untuk mencapai tujuan
yang ditentukan oleh sistem tersebut. Komponen tersebut
merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Masingmasing komponen terdiri atas beberapa subkomponen dan
masing-masng subkomponen terdapat beberapa indikator.
Dalam kegiatan evaluasi program, indikator merupakan
petunjuk untuk mengetahui keberhasilan atau
ketidakberhasilan suatu kegiatan. Perlu diketahui bahwa
ketidakberhasilan suatu kegiatan dapat juga dipengaruhi oleh
komponen atau subkomponen yang lain.
B. MENGAPLIKASIKAN -EVALUASI -PROGRAM
1.

Model-model evaluasi program


Dalam Suharsimi Arikunto, model evaluasi menurut
Kaufan dan Thomas yang membedakan model evaluasi
program menjadi delapan, yaitu:
a. Goal Oriented Eavaluation Model
Objek pengamatan model ini adalah tujuan dari
program. Evaluasi dilaksanakan berkesinambungan,
terus-menerus untuk mengetahui ketercapaian
pelaksanaan program.
b. Goal Free Eavaluation Model
Dalam melaksanakan evaluasi tidak memperhatikan
tujuan khusus program, melainkan bagaimana
terlaksananya program dan mencatat hal-hal yang
positif maupun negatif.

EVALUASI PAIPage 7

c. Formatif Summatif Evaluation Model


Model evaluasi ini dilaksanakan ketika program masih
berjalan (evaluasi formatif) dan ketika program sudah
selesai (evaluasi sumatif).
d. Countenance Evaluation Model
Model ini juga disebut model evaluasi pertimbangan.
Maksudnya evaluator mempertimbangkan program
dengan memperbandingkan kondisi hasil evaluasi
program dengan yang terjadi di program lain, dengan
objek ssaran yang sama dan membandingkan kondisi
hasil pelaksanaan program dengan standar yang
ditentukan oleh program tersebut.
e. Responsif Evaluation Model
Model ini tidak dijelaskan dalam buku ini karena model
ini kurang populer.
f. SSE-UCLA Evaluation Model
Model ini meliputi empat tahap, yaitu
1) Needs assessment, memusatkan pada
penentuan masalah hal-hal yang perlu
dipetimbangkan dalam program, kebutuhan uang
dibutuhkan oleh program, dan tujuan yang dapat
dicapai.
2) Program planning, perencanaan program
dievaluasi untuk mengetahui program disusun
sesuai analisis kebutuhan atau tidak.
3) Formative evaluation, evaluasi dilakukan pada
saat program berjalan.

EVALUASI PAIPage 8

4) Summative program, evaluasi untuk


mengetahui hasil dan dampak dari program serta
untuk mengetahui ketercapaian program.
g. CIPP Evaluation Model (Context Input Process
Product)
1)
Evaluasi Konteks
Evaluasi konteks adalah evaluasi terhadap
kebutuhan, tujuan pernenuhan dan karakteristik
individu yang menangani. Seorang evaluator harus
sanggup menentukan prioritas kebutuhan dan
memilih tujuan yang paling menunjang kesuksesan
program.
2)
Evaluasi Masukan
Evaluasi masukan mempertimbangkan
kemampuan awal atau kondisi awal yang dimiliki
oleh institusi untuk melaksanakan sebuah
program.
3)
Evaluasi Proses
Evaluasi proses diarahkan pada sejauh mana
program dilakukan dan sudah terlaksana sesuai
dengan rencana.
4)
Evaluasi Hasil
Ini merupakan tahap akhir evaluasi dan akan
diketahui ketercapaian tujuan, kesesuaian proses
dengan pencapaian tujuan, dan ketepatan
tindakan yang diberikan, dan dampak dari
program.
h. Discrepancy Model
Model ini ditekankan untuk mengetahui kesenjangan
yang terjadi pada setiap komponen program. Evaluasi
kesenjangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat
kesesuaian antara standar yang sudah ditentukan
dalam program dengan penampilan aktual dari
program tersebut.

EVALUASI PAIPage 9

2.

LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM


Langkah atau tahapan dalam melaksanakan evaluasi
program. Secara garis besar tahapan tersebut meliputi :
tahapan persiapan evaluasi program, tahap pelaksanaan,
dan

tahap

monitoring.

Penjelasan

tentang

langkah-

langkah tersebut dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :5


a. Persiapan Evaluasi Program
1) Penyusunanevaluasi
2) Penyusunaninstrumenevaluasi
3) Validasi instrument evaluasi
a) Menentukanjumlahsampelyangdiperlukan
b) Penyamaan persepsi antar evaluator sebelum data di ambil
c) Penyusunan terkait dengan model diantaranya; model CIFF,
model

Metfessel

and

Michael,

model

Stake,

model

Kesenjangan, model Glaser, model Michael Scriven, model


Evaluasi Kelawanan, dan model Need Assessment.
b. Langkah langkah yang ditempuh dalam penyusunan
instrument evaluasi :
1) Merumuskan tujuan yang akan dicapai
2) Membuat kisi-kisi
3) Membuat butir-butir instrument
4) Menyunting instrument
5) Instrumen yang telah tersusun perlu di validasi
6) Dapat dilakukan dengan metode Sampling
7) Beberapa hal yang perlu disamakan : tujuan
program, tujuan evaluasi, kriteria keberhasilan
program, wilayah generalisasi, teknik sampling,
jadwal kegiatan
c. Pelaksanaan Evaluasi Program
1) Evaluasi program dapat dikategorikan evaluasi
reflektif, evaluasi rencana, evaluasi proses dan
evaluasi hasil. Keempat jenis evaluasi tersebut
mempengaruhi
metode

dan

evaluator
alat

dalam

pengumpul

mentukan
data

yang

digunakan.

5Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), cet. 3,


hlm. 1.

EVALUASI PAIPage 10

2) Dalam pengumpulan data dapat menggunakan


berbagai alat pengumpul data antara lain :
pengambilan data dengan tes, pengambilan data
dengan observasi ( bias berupa check list, alat
perekam suara atau gambar ), pengambilan data
dengan

angket,

pengambilan

data

dengan

wawancara, pengambilan data dengan metode


analisis dokumen dan artifak atau dengan teknik
3.

lainya.
Obyek Evaluasi Program Pendidikan
Diantara aspek yang perlu mendapat perhatian
serius

adalah

evaluasi

program-progran

pendidikan.

Sebagai gambaran kongkrit dalam pelaksanaan evaluasi,


yaitu perlu penentuan obyek evaluasi sebagai focus
pelaksanaan evaluasi. Focus evaluasi pendidikan yaitu:
a) Delapan Standard Nasional Pendidikan
1) Standard Sarana Prasarana
2) Standard Isi
3) Standard Proses
4) Standard Penilaian
5) Standard Kompetensi Lulusan
6) Standard Pengelolaan
7) Standard Pendidik dan Tenaga Kependidikan
8) Standard Pembiayaan
b) Program/Rencana Pengembangan Sekolah
1) Rencana Operasional (Renop) merupakan program
tahunan.
2) Rencana Strategis (Renstra) merupakan program 4
tahunan
c) Program Pembelajaran
1) Unit lesson plan (terdiri beberapa RPP)
2) Lesson plan (terdiri 1 RPP)
d) Program Analisis Hasil Pembelajaran
1) Program Perbaikan
2) Program Pengayaan
3) Program tindak lanjut
e) Program Bimbingan dan Konseling
1) Program Bimbingan Klasikal
2) Program Bimbingan Individual

EVALUASI PAIPage 11

Dari program pendidikan yang ada belum banyak yang


melakukan evaluasi terhadap program-program tersebut,
sehingga banyak kesempatan untuk memperbaiki kinerja,
meningkatkan
menyusun,

profesionalisme

melakukan

dan

melalui

diantaranya

mengevaluasi

program-

program pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya.


C. Analisis -hasil -evaluasi -program -melalui -data -kualitatif
Data adalah catatan atau kumpulan fakta yang berupa
hasil pengamatan empiris pada variable penelitian. Data
dapat berupa angka, kata, atau dokumen yang berfungsi
untuk menjelaskan variable penelitian sehingga memiliki
makna yang dapat dipahami. Data penelitian bentuknya
bermacam-macam, antara lain data bentuk teks, data bentuk
gambar, data bentuk suara, dan data bentuk kombinasi.6
Kata analysis berasal dari bahasa Greek (Yunani), terdiri
dari kata ana dan lysis. Ana artinya atas (above), lysis
artinya memecahkan atau menghancurkan.

Agar data bisa

dianalisis maka data tersebut harus dipecah dahulu menjadi


bagian-bagian

kecil

(menurut

element

atau

struktur),

kemudian menggabungkannya bersama untuk memperoleh


pemahaman yang baru. Analisa data merupakan proses paling
vital dalam sebuah penelitian.
Menurut Nasution, Pengertian Analisis Data adalah proses penyusunan
data agar dapat ditafsirkan. Menyusun data berarti bahwa menggolongkannya
di dalam pola atau tema. Tafsiran atau interprestasi artinya memberikan makna
terhadap analisis, menjelaskan kategori atau pola, serta mencari hubungan
antara berbagai konsep.7

6 H.M, Musfiqon, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT.Prestasi


Pustakaraya, 2015), hlm.149.
7 http://www.informasiahli.com/2015/08/pengertian-analisis-datatujuan-dan.html#, diakses tanggal 05 Mei 2016.

EVALUASI PAIPage 12

Terkait dengan menganalisis hasil evaluasi program kualitatif, yang


perlu dipersiapkan adalah data-data hasil evaluasi dengan menerapkan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan Data dalam Analisis Kualitatif
Menurut patilima ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam melakukan analisis kualitatif, yakni
menganalisis data-data kualitatis yang diantaranya yaitu:8
a. Transkrip wawancara
b. Transkrip diskusi kelompok
c. Catatan lapangan dan pengamatan
d. Catatan harian peneliti
e. Catatan kejadian penting dari lapangan
f. Rekaman video, kamera, gambar
Semua data di atas akan mempermudah
pengevaluasi untuk melakukan kategorisasi dan reduksi
data. Setelah data direduksi dan dikategorisasikan maka
analisis kualitatif akan lebih terarah dan terfokus sesuai
dengan masalah penelitian. Langkah-langkah inilah
yang dapat mengurangi subjektifitas peneliti dan data
penelitian menjadi reliable dan substansif.
2. Langkah-langkah analisis data evaluasi

program

kualitatif
Setelah data terkumpul peneliti dapat melakukan
langkah-langkah analisis, sebagai berikut:9
a. Editing
Dalam tahapan ini dilakukan reduksi

data,

pemilahan data sesuai focus penelitian, transliting


data (konversi data). Selanjutnya data yang belum
bisa dibaca dilakukan penerjemahan agar mudah
dibaca dan dipahami.
b. Kategorisasi/Coding
Pada tahap ini peneliti melakukan kategorisasi
dengan focus masalah penelitian. Kategorisasi ini
8 H.M Musfiqon, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Prestasi
Pustakaraya, 2015), hlm. 156
9 H.M Musfiqon, Metodologi Penelitian Pendidikan, hlm.166.

EVALUASI PAIPage 13

dapat dilakukan secara domain, yaitu kategorisasi


data sesuai domain-domain yang akan dianalisis.
Selain kategorisasi data juga mempertimbangkan
aspek kesamaan dan perbedaan dalam masalah
penelitian.
c. Meaning
Langkah ini juga disebut langkah interpretasi
data, yaitu melakukan kegiatan menghubungkan,
membandingkan, dan mendeskripsikan data sesuai
focus masalah untuk diberi makna.

BAB -III
PENUTUP

KESIMPULAN
Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh,
dan menyediakan informasi yang

sangat diperlukan untuk

membuat alternatif-alternatif keputusan.


program adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai
unit

yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus

dilakukan dalam kurun waktu tertentu.


Analisis Evaluasi Program Pendidikan adalah suatu kegiatan
menganalisis data dari evaluasi yang telah dilakukan terhadap
program-program

pendidikan.

Adapun

tujuan

dari

analisis

evaluasi program pendidikan adalah untuk mengethaui tingkat


keberhasilan program itu setelah dilaksanakan. Karena program
adalah suatu kegiatan yang direncanakan dengan seksama,
sehingga dengan kata lain analisis evaluasi program adalah

EVALUASI PAIPage 14

kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi


keberhasilan dari suatu kegiatan yang direncanakan.

DAFTAR -RUJUKAN

Al-quran dan terjemahnya, 1424 H. Mujamma Almalik Fahd


Lithibaat Al-Mushaf Assyariif Madinah
H.M,

Musfiqon, Metodologi Penelitian Pendidikan,


PT.Prestasi Pustakaraya, 2015), hlm.149.

(Jakarta:

http://www.informasiahli.com/2015/08/pengertian-analisis-datatujuan-dan.html#, diakses tanggal 05 Mei 2016.


Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2011), cet. 3
Dahlan

Ahmad,

pengertian

dan

peranan

evaluasi

Pembelajaran, http//eurekapendidikan.com, di akses 05 Mei


2016.

EVALUASI PAIPage 15

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/109506/pelajar-kritikpengajaran-agama-di-sekolah-non-muslim
2016.

EVALUASI PAIPage 16

akses;

05

Mei