Anda di halaman 1dari 9

Sakit Kepala (Headache atau Sefalgia)

Sakit kepala (headache atau sefalgia) merupakan keluhan yang sangat umum pada pasien.
Sefalgia atau sakit kepala adalah salah satu keluhan fisik paling utama pada manusia. Sakit
kepala pada kenyataannya adalah gejala bukan penyakit dan dapat menunjukkan penyakit
organik (neurologi atau penyakit lain), respon stress, vasodilatasi (migrain), tegangan otot
rangka (sakit kepala tegang) atau kombinasi respon tersebut. Karena nyeri kepala sering
menyertai pada penyakit-penyakit lainnya, terkadang pasien mengobati sendiri nyeri
kepalanya, padahal banyak nyeri kepala yang disebabkan karena penyakit serius seperti
infeksi dan tumor intracranial, meningitis, infeksi akut, cedera kepala, hipoksia serebral, atau
penyakit kronis dan akut pada mata, hidung, dan tenggorokan. Nyeri kepala terjadi ketika
area sensitif pada kepala distimulus kemudian diproyeksikan ke permukaan dan dirasakan di
daerah distribusi syaraf yang bersangkutan. Area-area tersebut diantaranya kulit kepala,
periosteum, syaraf kranial V, IX, X, daerah meningen. (Price, Sylvia A., Wilson,LM.
Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit)
Klasifikasi
Sakit kepala digolongkan menjadi dua jenis : sakit kepala primer dan sekunder. Pada sakit
kepala primer, rasa sakit itu sendirilah penyakitnya. Sakit kepala sekunder disebabkan oleh
masalah medis lain (Majalah Kesehatan/16/11/2010) :
1. Sakit kepala primer.
Stres, cuaca atau ketidakseimbangan hormon dapat memicu sakit kepala primer, yang
berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Ada dua jenis utama sakit kepala
primer, yaitu yang disebabkan oleh ketegangan otot (myogenik) dan pelebaran pembuluh
darah (vaskular).
Sakit kepala myogenik disebabkan oleh ketegangan otot wajah, leher dan kepala. Sakit kepala
ini merupakan jenis yang paling umum. Prevalensi tahunan sakit kepala myogenik adalah
74%, jauh lebih tinggi daripada untuk semua jenis sakit kepala lainnya. Perempuan 40% lebih
sering terkena sakit kepala ini dibandingkan laki-laki. Sakit kepala myogenik ditandai dengan
tekanan di kedua sisi kepala dengan tingkat ringan sampai sedang dan tidak bertambah sakit
bila melakukan aktivitas fisik rutin. Sakit kepala ini juga tidak menyebabkan mual, muntah
atau lebih peka terhadap cahaya dan suara.

Sakit kepala vaskular disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi ) otak yang
menekan saraf-saraf sehingga menimbulkan nyeri. Jenis sakit kepala ini yang paling umum
adalah migren. Migren adalah sakit kepala berulang, yang banyak terjadi pada wanita,
terutama menjelang menstruasi. Migren ditandai dengan sakit parah pada satu atau kedua sisi
kepala, yang berlangsung selama minimal 12 jam. Jenis sakit kepala ini disertai hilangnya
nafsu makan, mual dan muntah. Pada beberapa orang, migren juga ditandai dengan
peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara keras. Oleh karena itu, mereka biasanya
ingin beristirahat di kamar yang gelap, tenang dan sejuk.

Tahapan-tahapan kejadian migraine yaitu (Ikawati, 2010):


1. Fase prodrome: Suatu rangkaian peringatan sebelum terjadi serangan, meliputi
perubahan mood, perubahan perasaan/sensasi (bau atau rasa) atau lelah dan
ketegangan otot.
2. Aura, yaitu ganguan visual yang mendahului serangan sakit kepala. Tidak semua
migraine diawali dengan aura. Aura adalah gangguan penglihatan seperti melihat sinar
berpendar, atau warna-warna yang berbaur.
3. Sakit kepala, umumnya satu sisi, berdenyut-denyut, disertai mual dan pada orang
yang mungkin bisa sampai muntah, menjadi sensitive terhadap cahaya dan suara.
Sakit kepala ini terjadi selama sekitar 4-72 jam.
4. Postdrom: tanda-tanda lain migraine seperti tidak bisa makan dan tidak konsentrasi,
kelelahan.
Serangan migraine dapat dipicu oleh berbagai hal, misalnya kepanasan, bau-bauan
menyengat, makanan tertentu, terlalu lelah, stress pikiran, faktor hormonal dan lain-lain.
Jenis sakit kepala vaskular lain adalah sakit kepala klaster (cluster). Sakit kepala klaster
terjadi berulang kali setiap hari pada waktu yang sama selama beberapa hari atau minggu dan
kemudian mereda. Serangan sakit kepala klaster bisa berulang hingga berkali-kali dalam
setahun. Rasa sakit umumnya meningkat perlahan-lahan dan menjadi sangat parah dalam
beberapa menit, dan kemudian menghilang dalam satu sampai tiga jam. Lebih dari satu kali
serangan sakit kepala dapat terjadi dalam sehari.

Sakit kepala klaster umumya berkembang dari wilayah sekitar mata dan menyebar ke seluruh
wajah. Mata yang dipengaruhi oleh sakit kepala ini biasanya menjadi merah dan basah dan
lubang hidung di sisi yang sama pada wajah sering menjadi meler dan tersumbat. Salah satu
perbedaan utama antara klaster dan migren adalah penderita sakit kepala klaster biasanya
merasa lebih baik jika bergerak.
Beberapa mekanisme umum yang agaknya bertanggung jawab atas timbulnya nyeri kepala
antara lain, (Hasan, S., Mekanisme Terjadinya Nyeri Kepala Primer dan Prospek
Pengobatannya) :

Peregangan atau perubahan letak pembuluh darah intra atau ekstrakranial

Traksi pembuluh darah

Kontraksi otot-otot pada kepala dan leher (kelelahan otot)

Peregangan periosteum (nyeri local)

Degenerasi tulang belakang bagian servikal atas disertai penekanan radiks saraf
servikal (misalnya : arthritis vertebra servikalis)

Defisiensi enkefalin (peptide otak yang bekerja seperti opiate; ahan aktif dari
endorphin)

2. Sakit kepala Sekunder


Sakit kepala sekunder dapat disebabkan oleh influenza, radang sinus, tekanan darah tinggi,
stroke ringan/stroke berat, cedera kepala, tumor otak, gangguan metabolisme (mis. diabetes
dan penyakit tiroid), gangguan saraf mata, sakit gigi, dan lain-lain. Efek samping obat dan
masalah psikologis juga dapat mengakibatkan sakit kepala. Dengan terapi yang tepat atas
penyakit yang mendasari, biasanya sakit kepala akan menghilang.
Beberapa gejala yang patut diwaspadai bahwa terdapat kelainan serius yang mendasari sakit
kepala di antaranya adalah (harian/04/04/2013) :

Sakit kepala paling buruk yang pernah dialami

Sakit kepala berat pertama kali

Memburuk secara subakut dalam beberapa hari atau minggu

Terdapat abnormalitas pada pemeriksaan neurologis

Terdapat demam atau gejala sistemik yang tidak dapat dijelaskan

Sakit kepala yang diawali muntah

Nyeri yang diinduksi oleh bending, lifting dan batuk

yeri yang mengganggu tidur atau sampai membangunkan dari tidur

Terdapat sakit sistemik

Onset sesudah usia 55 tahun

Nyeri yang berkaitan dengan tenderness lokal misalnya pada area arteri temporal.

11 hal sederhana yang dapat menyebabkan sakit kepala antara lain (Artikel/2012) :
1. Udara panas.
2. Aroma yang menyengat.seperti aroma cat, minyak wangi dan beberapa jenis bunga.
3. Ikatan rambut, kepangan atau penggunaan headband yang terlalu kencang dapat
menyebabkan penghubung jaringan dikulit kepala menegang.
4. Aktivitas seks dan latihan fisik yang berlebihan, terutama bagi penderita migrain.
5. Gerakan atau postur tubuh yang salah. Misalnya menjepit telepon diantara telinga dan
pundak, duduk dengan kursi tanpa penyangga punggung,
6. Jarak pandang yang terlalu dekat atau terlalu jauh (misalnya pada monitor atau tv) .
7. Zat tiramin atau zat yang terkandung didalam makanan yang proses pembuatannya
memakan waktu lama, misalnya keju (termasuk blue cheese, keju cheddar, keju
parmesan dan keju Swiss). Semakin lama proses pembuatan makanan tersebut,
semakin banyak kandungan tiramin didalamnya. Tiramin juga banyak terdapat pada
minuman beralkohol, dan kandungan alkohol tersebut juga dapat meningkatkan
tekanan darah ke otak sehingga membuat Anda semakin pusing.
8. Melewatkan makan dapat menyebabkan kadar gula dalam darah menurun. Saat perut
kosong, hindari mengkonsumsi makanan manis, terutama permen, karena akan
memperparah kadar gula darah. Belum lagi pada penderita gastritis, terlambat makan
dapat memicu naiknya asam lambung dan dapat memberikan efek sakit kepala.
9. Dehidrasi juga dapat berdampak pada keseimbangan sel dalam tubuh kita, yang dapat
memberikan manifestasi berupa sakit kepala.
10. Asap rokok, nikotin yang terkandung didalamnya menyebabkan pembuluh darah pada
otak menyempit. Terutama bagi penderita migrain, asap rokok akan menimbulkan
rasa sakit yang amat sangat, bahkan akan berpengaruh juga pada mata dan hidung.
Beberapa tips untuk mencegah dan mengobati sakit kepala tanpa menggunakan obat-obatan,
antara lain :

1. Buat catatan setiap kali mengalami sakit kepala


Dengan membuat catatan, akan diketahui pola datangnya sakit kepala dan dengan demikian
dapat di identifikasi pemicunya. Misalnya jika anda merasa pusing beberapa saat setelah
minum kopi, bisa jadi kafein adalah penyebabnya. Dengan memiliki catatan riwayat sakit
kepala, anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat (Ikawati, 2010).
2. Redakan stress
Terlalu banyak pikiran menjadi timbulnya sakit kepala. Jika tidak dikelola, berbagai pikiran
itu bisa mendatangkan stress yang memperburuk sakit kepala. Biasakan hidup teratur dan
seimbang akan mengurangi risiko sakit kepala (Ikawati, 2010).
3.Berhenti merokok dan minum alkohol berlebihan.
Rokok dan alcohol adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala karena zat yang
dikandungnya (Ikawati, 2010).
4. Makan teratur
Pada orang-orang tertentu, makan terlambat juga dapat menimbulkan sakit kepala. Penting
untuk menyantap makanan yang kaya karbohidrat dan rendah lemak serta minum banyak air
(Ikawati, 2010).
5. Periksakan mata anda secara teratur
Kelainan refraksi mata seperti kondisi mata minus plus silinder dapat menyebabkan sakit
kepala. Ini karena mata berusaha menangkap objek agar terlihat jelas(Ikawati, 2010).
6. Tidur
Kelebihan tidur, tidur yang salah, dan kurangnya tidur dapat menyebabkan sakit kepala yang
berkepanjangan. Sebaiknya menyempatkan diri untuk tidur yang cukup sekitar 7 hingga 8
jam dalam sehari sehingga tubuh akan lebih terlihat segar di pagi harinya dan dapat
menghilangkan sakit kepala (artikel / 04/11/2013).
7. Minum Air Putih
Mengkonsumsi air putih merupakan satu komponen asupan yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh manusia, karena selain dapat menghilangkan rasa haus, dengan meminum air putih 8
hingga 10 gelas dalam sehari secara rutin maka hal itu akan membuat berbagai sistem yang
terdapat dalam tubuh manusia bisa bekerja secara optimal. Sakit kepala disinyalir sebagai
salah satu indicator rasa haus atau kehausan pada tubuh, dengan meminum air putih pastinya
dapat membuat diri menjadi lebih baik.
8. Es Batu
Memanfaatkan sekantong es batu akan membuat mati rasa daerah yang terdapat sakit dan
dapat mengurangi sakit kepala, jika meraskan rasa sakit atau nyeri akibat suatu ketegangan

atau stress, cukup mengambil icepack lalu diletakkan di kepala atau bahu atau leher bagian
belakang.
9. Pijat
Saat merasa sakit kepala, berikanlah pijat lembut selama 15 menit di lokasi sakit kepala,
pijatlah pada daerah penghilang rasa sakit yang dilakukan dengan cara memijat bagian
telapak tangan yang berada diantara jempol dan jari telunjuk. Lakukanlah pemijatan hingga
merasakan sakit karena pemijatan ini.
10. Biofeedback
Biofeedback ini adalah salah satu metode yang menggunakan sensor elektronik untuk
memonitor fungsi tubuh seperti masalah ketegangan otot, suhu kulit, detak jantung dan juga
tekanan darah. Keterangan suatu kondisi pasien ini biasanya akan terlihat melalui suara atau
gambar pada komputer. Sebuah penelitian menunjukan bahwa biofeedback sangat efektif
untuk mengatasi migraine dan kegetangan pada kepala, dan sebuah analisis terbaru yang
sudah dipublikasikan dalam jurnal Headache menunjukan bahwa terapi perilaku seperti
biofeedback ini lebih hemat biaya dibandingankan dengan pemberian resep dokter.
11. Peregangan
Lakukanlah peregangan untuk mengurangi otot-otot tegang yang memberikan konstribusi
terhadap nyeri dan cobalah tiga gerakan seperti, gerakan leher dagu ke depan, ke atas, ke
samping kiri dan kanan, lalu gerakan bahu seperti gerakan bahu ke atas, lalu putar bahu ke
depan dan kebelakang ataupun peregangan yang lainnya. Lakukan peregangan ini dua kali
sehari sekitar 20 menit persesinya dan tahan peregangan selama lima detik, releks selama
lima detik dan ulangi setiap peregangan hingga 3 atau 5 kali.
Beberapa makanan dan cairan diyakini dapat membantu mengusir rasa sakit di kepala. Inilah
delapan di antaranya :
1. Kentang
Sakit kepala yang muncul akibat mabuk tak hanya disebabkan karena dehidrasi tetapi juga
karena hilangnya elektrolit seperti kalium. Maka dari itu, menyantap makanan yang kaya
akan kalium dapat membantu meringankan sakit kepala. Kentang mengandung banyak
kalium yakni 100 gram, sedangkan kentang panggang (dengan kulitnya) mengandung kalium
hingga 600 mg (Harian Kompas/2011/08/08).
2. Tamanan gandarusa
Tanaman gandarusa sudah secara klinis terbukti cukup efektif untuk mengatasi sakit kepala
dan nyeri lainnya. Kondisi itu bisa terjadi karena gandarusa memiliki kandungan salisin,
dimana zat tersebut akan dikonversi dalam tubuh jadi asam salisilat untuk mengatasi rasa
nyeri sakit kepala (okezone.com/2013/08/)
3. Pisang

Pisang tidak hanya kaya akan potasium tetapi juga magnesium (pisang ukuran sedang
mengandung 10% dari rekomendasi asupan harian Anda). Magnesium dapat meringankan
migrain Anda dan sakit kepala akibat stres. Sejumlah penelitian telah menghubungkan antara
kekurangan magnesium dan sakit kepala migrain. Penelitian menujukkan bahwa sekitar
separuh dari semua penderita migrain memiliki magnesium terionisasi dalam darah dalam
jumlah sedikit (Harian Kompas/2011/08/08).
Magnesium, yang dikandung dalam pisang, melindungi tubuh dari sakit kepala dengan cara
merelaksasi pembuluh darah. Selain itu, magnesium memiliki efek menenangkan sehingga
berguna untuk meredakan sakit kepala akibat tegang. Apricot kering, alpukat, almond, kacang
mete, beras merah, kacang-kacangan dan biji-bijian merupkan makanan lain yang kaya akan
magnesium (Harian Kompas/2011/08/08)..
4. Kopi
Kafein dalam kopi bermanfaat sekaligus berbahaya bagi korban sakit kepala. Kafein
merupakan zat yang umum dalam resep dan obat-obatan bebas untuk sakit kepala karena
dapat meredakan rasa nyeri dan 40% lebih efektif dalam mengobati sakit kepala. Kafein juga
membantu tubuh menyerap obat sakit kepala lebih cepat, sehingga obat tersebut lebih cepat
bekerja. Kafein bisa menjadi pereda sakit kepala yang sangat efektif, terutama migrain, tetapi
jika dikonsumsi terlalu banyak bisa membuat sakit kepala kembali kambuh. Jadi, dianjurkan
untk meminum kopi tidak lebih dari 2 atau 3 cangkir per hari (Harian Kompas/2011/08/08).
5. Biji-biji serelia utuh (whole grain)
Jika menjalani diet rendah karbohidrat, maka akan mulai menguras sumber utama energi
untuk otak, yakni cadangan glikogen. Selain itu juga menjadikan tubuh kehilangan cairan
dengan cepat sehingga menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi bersamaan dengan berkurangnya
energi ke otak bisa memicu timbulnya sakit kepala. Jika mengkonsumsi makanan-makanan
karbo yang sehat seperti (biji-bijian seperti roti gandum, sereal gandum, oatmeal, dan buah),
tidak hanya bisa mengusir rasa sakit pada kepala tetapi juga meningkatkan mood (Harian
Kompas/2011/08/08).
6. Semangka
Dehidrasi adalah penyebab umum timbulnya sakit kepala, maka pertimbangkan untuk
meminum banyak air dan mengasup makanan yang kaya akan air (seperti semangka). Buah
yang kaya akan air ini juga mengandung mineral penting, seperti magnesium, yang
merupakan kunci untuk mencegah sakit kepala. Selain itu juga dapat mencoba minuman
olahraga berelektrolit jika mungkin mengalami sakit kepala setelah berolahraga dalam waktu
yang lama karena kehilangan banyak mineral dalam tubuh (Harian Kompas/2011/08/08).
7. Ikan
Ikan berlemak (seperti salmon, tuna, dan makarel) bermanfaat sebagai obat untuk sakit kepala
migrain karena kaya akan asam lemak esensial, omega-3. Asam lemak omega-3 dapat
menghambat peradangan yang sering memicu timbulnya migrain. Jika tidak bisa
mengkonsumsi ikan ini setiap hari, maka dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan dan
menambahkan makanan seperti biji rami, walnut, tahu, dan kacang kedelai untuk tambahan
omega-3 pada diet. (Harian Kompas/2011/08/08).

8. Biji Wijen
Biji wijen kaya akan kandungan vitamin E dan dapat membantu menstabilkan kadar estrogen
dan mencegah migrain selama periode menstruasi. Selain itu, biji wijen juga kaya akan
magnesium, yang selanjutnya akan membantu pencegahan sakit kepala. Makanan lain yang
mengandung vitamin E dalam jumlah tinggi antara lain, kacang-kacangan, minyak zaitun,
dandelion, gandum, dan kentang manis (Harian Kompas/2011/08/08).
9. Tanaman butterbur
Penelitian menemukan bahwa tanaman Butterbu dapat mengobati sakit kepala migrain.
Dimana dalam hasil penelitian itu, peneliti dari Albert Einstein College of Medicine
menemukan data, dari 245 penderita migrain, 68 persen diantaranya mengalami penurunan
setidaknya 50 persen dari gejala migrain saat menggunakan butterbur
(health.okezone.com/read/2013/08/30).
10. Daun feverfew
Daun feverfew memiliki sifat anti-inflamasi dari kandungan parthenolide yang menghambat
zat kimia yang menyebabkan pembuluh darah otak kejang. Untuk mendapat manfaat ini,
disarankan untuk mengonsumsi 250 miligram ekstrak feverfew setiap hari selama bulan
untuk menimalisasi kambuhnya migraine (health.okezone.com/read/2013/08/30).
11. Jahe
Beragam manfaat kesehatan terdapat dalam jahe, salah satunya ialah membantu mengatasi
nyeri sakit kepala. Belakangan ini jahe sudah banyak dijualbelikan dalam bentuk kapsul atau
berupa irisan tipis yang dididihkan menjadi teh. Untuk mengonsumsi jahe dengan dijadikan
teh, jahe harus dididihkan setidaknya 30 menit untuk mendapat tingkat kematangan yang baik
(health.okezone.com/read/2013/08/30).
12. Durian
Mengunyah durian juga membantu meringankan sakit kepala. Riboflavin atau vitamin B
(29%) dalam durian membantu mengobati migrain. Selain itu durian juga memiliki sejumlah
manfaat lain. Antara lain, kandungan Kaliumnya (30%) yang baik untuk tulang, Tembaga
(25%) yang bermanfaat dalam penyerapan hormon, Folat (22%) yang baik dalam menjaga
kehamilan dan Magnesium (18%) yang bermanfaat untuk mengendurkan saraf dan otot
(health.okezone.com/read/2013/08/30).