Anda di halaman 1dari 3

INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)

SOP
Dinas Kesehatan
kab. Aceh Tamiang

Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas
Kota Kualasimpang

No. Kode
Terbitan
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku

:
:
:
:

Halaman

: 1-5

UPTD Puskesmas Kota


Kualasimpang

Hj. Muliyani S.Kep


Nip: 19680315 198603 2 002

I. Pengertian

II.

Tujuan

III.

Kebijakan

IV.

Prosedur

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah ditemukannya bakteri pada urin di


kandung kemih, yang umumnya steril. Istilah ini dipakai secara
bergantian dengan istilah infeksi urin, termasuk pula berbagai infeksi
disaluran kemih yang tidak hanya mengenai kandung kemih (protatitis
uretritis).
Melaksanakan pelayanan ilmu kesehatan anak yang komprehensif,
cepat, tepat, akurat dan optimal.

Klasifikasi
ISK dapat diklasifikasi berdasarkan :
a. Patogenesis
- Proses terjadi dan kliniknya
- Ada atau tidaknya obstruksi struktural maupun obstruksi
fungsional saluran kemih.
- Simptomatik asimptomatik
b. Lokalisasi
- Urethrilis, sistitis, pielitis, pielonettitis
c. Penyulit
- ISK tanpa penyulit
- ISK dengan penyulit
d. Pengelolahan
- Infeksi pertama, relaps, reinfeksi
- Pengobatan yang kurang/ tidak berhasil.
e. Radiologi
- Parut ginjal
- Refluks.
Diagnosa
ISK ditegakkan dengan kriteria bakteriologik yang berdasarkan adanya
bakteriuria bermakna sebagai berikut:
1. Kemih spontan bersih (aliran tegah) > 100.000kolonin kuman
tunggal per ml pada pemeriksaan untuk pria dan 2 kali pemeriksaan
berturut-turut untuk wanita menunjukkan 90-95% bakteriuria
bermakna.
2. Kemih kateterisasi > 1000 kuman tunggal per ml pada 1 kali
pemeriksaan menunjukkan 100% bakteriuria bermakna.
3. Kemih aspirasi suprapublik adanya pertumbuhan kuman tunggal
gram negatif menunjukkan 100% bakteriuria bermakna.

Apabila pada kemih spontan bersih terdapat 10.000-100.00 cfu koloni


per ml ada perkiraan ISK, pemeriksaannya harus diulang, sedangkan
10.000 koloni per ml ada perkiraan kontaminasi.
Untuk menghindarkan keraguan ini maka setelah kemih dikumpulkan
secara steril harus disimpan di tempat dingin 0-4 derajat celcius sampai
ditanamkan pada medium pembiaknya. Anamnesis mengenai keluhan
dan perjalanan penyakit yang terinci serta pemeriksaan fisik yang cermat
sangat menunjang dalam menegakkan diagnosis ISK.
Pemeriksaan penunjang
Jumlah lekosit dalam kemih.
Piuria hanyalah suatu tanda radang daerah genital atau saluran kemih
yang bersifat bakterial ataupun nonbakterial. Tidak dapat menggantikan
biakan kemih untuk diagnosis ISK bakterial sebaliknya jumlah lekosit
yang normal dalam kemih tidak dapat menyingkirkan ISK.
Menghitung jumlah kemih berguna untuk:
1. Menegakkan diagnosis tentatif pada penderita sakit akut
sebelumnya ada hasil biakan kemih.
2. Menunjang diagnosis pada penderita jumlah kuman yang rendah
pemeriksaan mikroskopis urin tanpa dipusingkan dengan kontak
penghitung: abnormal apabila pada anak laki-laki >10/ul anak
perempuan > 50ul
3. Persangkaan kelainan ginjal oleh adanya torak lekosit.
Faal Ginjal:
- Daya konstrasi ginjal biasanya menurun pada stadium akut.
- Meningkatnya kadar ureum dan kratinin darah menunjukkan
kemungkinan adanya obstraksi bilateral atau kerusakan parenkim
ginjal yang berkat.
Pemeriksaan radiologis:
Ultrasonografi
Tujuan:
- Mencari faktor predisposisi/ penyebab infeksi.
- Menentukan adanya dan mengukur pengerutan jaringan ginjal serta
pelebaran kaliks.
Terapi
Tujuan :
- Membrantas kuman penyebab infeksi.
- Mencegah dan mengobati kekambuhan.
- Indentifikasi dan koreksi kelainan struktur kongenital maupun
akuisita.
Pengobatan umum :
- Menghilangkan gejala (demam, muntah, diare, kejang)
- Intake air yang banyak.
- Mengosokkan buli-buli dengan sempurna dan higiene perineum
yang baik.
- Membrantas oxyuris.
- Asidifikasi kemih dengan pemberian vitamin C 3 x sehari 250 mg.
Pengobatan khusus pada ISK akut tanpa penyulit:
- Kausa biasanya adalah Escherichia Coli.
- Pemberian antibiotika terpilih (berdasarkan sensitivitas biakan

V.

Unit Terkait

kemih) selama 7 -10 hari. Sebelum ada hasil kultur kuman diberikan
amoxcycilin 100 mg mg/kg/hari, dibagi dalam 3 dosis per os atau
I.V. tergantung pada berat ringan sakitnya.
Tindak lanjut:
Ulangan biakan kemih berturut-turut pada:
- 4 hari setelah pengobatan antibiotik berakhir.
- 4 minggu, kemudian 8 minggu dan seterusnya sampai infeksinya
sembuh.
Pengobatan khusus pada ISK dengan penyakit:
- Kausa biasanya adalah proteus. Klebsiella, pseudomonas aeroginosa
dan enterococci.
- Penyulit yang berupa kelainan metabolik, neiulogi atau anatomik
perlu diobati/dikoreksi secara klinis.
- Antibiotik terpilih sesuai dengan hasil uji resistensi kuman
(antiseptik) jangka pendek (10-14 hari), jangka panjang (3-4 bulan)
pada kekambuhan sering setelah 2-3 kali pengobatan jangka pendek.
- Tindak lanjut pemeriksaan secara teratur tiap bulan sampai 1-3
tahun.
Pencegahan
Kerusakan parekim ginjal merupakan suatu proses yang ireversibel,
tetapi masih mungkin dicegah kerusakan ginjal selanjutnya dengan
pengobatan medik dan/ atau pembedahan yang tepat. Pemberian
antiseptik kemih selama kira-kira 6 bulan pada:
- ISK disertai kelainan radiologis atau
- ISK kambuh sering tanpa kelainan radiologis
Antiseptik kemih yang sering dipergunakan adalah:
- Trimethoprim 2 mg/kg/hari.
- Sullamethaxozole 10 m/kg/hari.
- Nitrolurantoin 1-2 mg/kg/hari.
Prognosis
Umur merupakan faktor penting untuk terjadinya parut ginjal pada ISK.
Infeksi pada umur muda seringkali menimbulkan kerusakan jaringan
ginjal apabila tidak terdiagnosis dan tidak diobati secara tuntas. Infeksi
yang sering terjadi pada anak lebih besar mempunyai prognosis yang
lebih baik.
Pielonefritis bayi yang didiagnosis dini dan diobati segera akan
mengurangi berat dan menetapkannya kerusakan ginjal.
ISK tanpa komplikasi mempunyai prognosis yang baik.
1. IRNA
2. IPI
3. Laboratorium
4. Radiologi