Anda di halaman 1dari 6

(MIKROBIOLOGI)

PERTUMBUHAN MOKROORGANISME

Disusun Oleh:
KELOMPOK 8
Ananda Savira Rahmat

( P2.31.33.1.15.004 )

Dwita Indah Sari

( P2.31.33.1.15.014 )

Inanda Putika Sari

( P2.31.33.1.15.021 )

Muhammad Zufar Ibrahim

( P2.31.33.1.15.029 )

Tika Dwi Astuti

(P2.31.33.1.15.042)

Viska Fitri Arly

(P2.31.33.1.15.044)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGANPROGRAM STUDI D-IV TINGKAT II

Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120


Telp.(021)7397641, 7397643.Fax (021) 7397769
2016

I. PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran atau subtansi atau masa zat
suatu organisme, misalnya kita makhluk makro ini dikatakan tumbuh ketika bertambah
tinggi, bertambah besar atau bertambah berat. Pada organisme bersel satu pertumbuhan lebih
diartikan sebagai pertumbuhan koloni, yaitu pertambahan jumlah koloni, ukuran koloni yang
semakin besar atau subtansi atau masssa mikroba dalam koloni tersebut semakin banyak,
pertumbuhan pada mikroba diartikan sebagai pertambahan jumlah sel mikroba itu sendiri.
Pertumbuhan merupakan suatu proses kehidupan yang irreversible artinya tidak dapat dibalik
kejadiannya. Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler
dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran, diikuti pertambahan jumlah,
pertambahan ukuran sel, pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Sebagai hasil
pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi
pertumbuhan populasi mikroba (Iqbalali, 2008).
Bila suatu sel mikroorganisme mikroorganisme ditempatkan ditempatkan dalam suatu
medium yang medium yang mengandung mengandung nutrisi nutrisi yang diperlukan
diperlukan untuk pertumbuhan pertumbuhan mikroorganisme mikroorganisme, di dalam
suatu sistem tertutup tertutup (batch system) (batch system) maka pola pertumbuhannya
pertumbuhannya mengikuti mengikuti fase -fase tertentu tertentu Setiap jenis
mikroorganisme mikroorganisme memiliki memiliki kekhas -an tersendiri tersendiri.
II. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN MIKROORGANISME
Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan suatu hal yang
penting untuk diketahui. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
mikroba sangat penting di dalam mengendalikan mikroba. Berikut ini faktor-faktor penting
yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba :

Suplai Nutrisi
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber
energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen,
hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau
kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba hingga
pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.
Kondisi tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber
nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di
lingkungan seperti ini. Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan
higinis adalah untuk mengeliminir dan meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar
pertumbuhannya terkendali.

Suhu / Temperatur
Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan
mikroorganisme. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan :
1) Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat.
Sebaliknya apabila suhu turun, maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan
diperlambat.
2) Apabila suhu naik atau turun secara drastis, tingkat pertumbuhan akan terhenti,
kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak, sehingga sel-sel menjadi mati.
Berdasarkan hal di atas, maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroorganisme
digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1)

Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti.

2)

Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum.

(Disebut juga suhu inkubasi)


3)

Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak

terjadi.
Sehubungan dengan penggolongan suhu di atas, maka mikroba digolongkan menjadi :
Tabel 1 : Penggolongan bakteri menurut suhu
Kelompok

Suhu Minimum

Suhu Optimum

Suhu Maksimum

Psikrofil

- 15o C.

10o C.

20o C.

Psikrotrof

- 1o C.

25o C.

35o C.

Mesofil

5 10o C.

30 37o C.

40o C.

Thermofil

40o C.

45 55o C.

60 80o C.

Thermotrof

15o C.

42 46o C.

50o C.

Berdasarkan ketahanan panas, mikroba dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :


1)

Peka terhadap panas, apabila semua sel rusak apabila dipanaskan pada suhu 60oC selama

10-20 menit.
2) Tahan terhadap panas, apabila dibutuhkan suhu 100oC selama 10 menit untuk mematikan
sel.
3) Thermodurik, dimana dibutuhkan suhu lebih dari 60oC selama 10-20 menit tapi kurang
dari 100oC selama 10 menit untuk mematikan sel.

Keasaman atau Kebasaan (pH)


Setiap organisme memiliki kisaran pH masing-masing dan memiliki pH optimum yang
berbeda-beda. Kebanyakan mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran ph 8,0 8,0 dan nilai
pH di luar kisaran 2,0 sampai 10,0 biasanya bersifat merusak.

Ketersediaan Oksigen
Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri di dalam kebutuhannya akan oksigen.
Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi :
1) Aerobik : hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas.
2) Anaerob : hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas.
3) Anaerob fakultatif : dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas.
4)

Mikroaerofilik : dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil.

Syarat mikroba tumbuh

Ada sel hidup


Ada sumber energi
Ada nutrisi nutrisi dan faktor pertumbuhan pertumbuhan
Tidak ada inhibitor inhibitor atau toksin
Kondisi Kondisi fisiko-kimia yang mendukung mendukung

III. GRAFIK PERTUMBUHAN MIKROORGANISME

FASE LAG
Setelah inokulasi, terjadi peningkatan ukuran sel, mulai pada waktu sel tidak atau sedikit
mengalami pembelahan. Fase ini, ditandai dengan peningkatan komponen makromolekul,
aktivitas metabolik, dan kerentanan terhadap zat kimia dan faktor fisik. Fase lag merupakan
suatu periode penyesuaian yang sangat penting untuk penambahan metabolit pada kelompok
sel, menuju tingkat yang setaraf dengan sintesis sel maksimum.
FASE LOG/PERTUMBUHAN EKSPONENSIAL
Pada fase eksponensial atau logaritmik, sel berada dalam keadaan pertumbuhan yang
seimbang. Selama fase ini, masa dan volume sel meningkat oleh faktor yang sama dalam arti
rata-rata komposisi sel dan konsentrasi relatif metabolit tetap konstan. Selama periode ini
pertumbuhan seimbang, kecepatan peningkatan dapat diekspresikan dengan fungsi
eksponensial alami. Sel membelah dengan kecepatan konstan yang ditentukan oleh sifat
intrinsik bakteri dan kondisi lingkungan. Dalam hal ini terdapat keragaman kecepatan
pertumban berbagai mikroorganisme. Waktu lipat dua untuk E. coli dalam kultur kaldu pada
suhu 37oC, sekitar 20 menit, sedangkan waktu lipat dua minimal sel mamalia sekitar 10 jam
pada temperatur yang sama.
FASE STASIONER
Pada saat digunakan kondisi biakan rutin, akumulasi produk limbah, kekurangan nutrien,
perubahan pH, dan faktor lain yang tidak diketahui akan mendesak dan mengganggu biakan,
mengakibatkan penurunan kecepatan pertumbuhan. Selama fase ini, jumlah sel yang hidup
tetap konstan untuk periode yang berbeda, bergantung pada bakteri, tetapi akhirnya menuju
periode penurunan populasi. Dalam beberapa kasus, sel yang terdapat dalam suatu biakan
yang populasi selnya tidak tumbuh dapat memanjang, membengkak secara abnormal, atau
mengalami penyimpangan, suatu manifestasi pertumbuhan yang tidak seimbang.
FASE PENURUNAN POPULASI ATAU FASE KEMATIAN
Pada saat medium kehabisan nutrien maka populasi bakteri akan menurun jumlahnya, Pada
saat ini jumlah sel yang mati lebih banyak daripada sel yang hidup.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/287466704/2-Pertumbuhan-Mikroorganisme-ppt
http://download.fa.itb.ac.id/filenya/Handout%20Kuliah/Biosintesis%20Senyawa
%20Obat/PERTUMBUHAN%20MIKROORGANISME.pdf
http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/MIKROBIOLOGI/document/Pertumbuhan