Anda di halaman 1dari 9

SUSUNAN EFISIENT UNTUK BANYAK SEKURITAS

Grafik 11.6 menggambarkan tentang peluang atau kemungkinan atas susunan


banyak sekuritas yang dapat dipertimbangkan. Grafik yang diarsir menunjukkan
kemungkinan atas tingkat pengembalian yang dapat diharapkan dan standar
deviasi atas portofolio. Contohnya untuk 100 sekuritas , point 1 mewakilIi 40
sekuritas portofolio , point 2 mewakilIi portofolio 80 sekuritas, point 3 mewakilI 80
kumpulan sekuritas berbeda atau sekuritas yang sama tapi dalam proporsi yang
berbeda. Jelasnya kombinasi yang sebenarnya tidak ada akhirnya. Tidak ada
sekuritas atau kombinasi dari sekuritas yang jatuh diluar daerah arsiran. lebih jauh
tidak ada yang biasa memilih portofolio dengan standart deviasi dibawah daerah
arsiran. Dengan kata lain pasar moda l sesungguhnya menjaga self destructive
person dari garansi kerugian.
Lebih jauh figure 11.6 berbeda dari berbeda dari grafik sebelumnya. Ketika hanya 2
sekuritas yang dilibatkan, seluruh kombinasi lie on single curve. Sebaliknya dengan
banyak sekuritas
kombinasi dapat mencakupi seluruh area. namun perlu
diperhatikan bahwa orang-orang menginginkan berada diatas sisi antara MV dan X.
Sisi atas yang ditunjukkan pada garis kurva yang ditebalkan disebut efficient set.
Dibawah garis kurva menunjukkan susunan efisien yang diterima dibawah dari
tingkat pengembalian yang diharapkan. Contohnya R merupakan susunan yang
efisien dana W secara langsung berada dibawahnya. Jika W mengandung level
resiko yang diinginkan, maka R harus dipilih dari pada menerima tingkat
pengembalian yang lebih tinggi.
Figure 11.6 hampir sama dengan figure 11.3 . susunan efisien di figure 11.3
membentang dari MV Ke Supertech, namun pada figure 11.6 yang
mengkombinasikan supertech dan slowpoke susunan efisien membentang dari MV
KE X. faktanya seluruh area yang diarsir ditunjukkan oleh figure 11.6 namun tidak
dalam figure 11.3 bukanlah perbedaan yang penting.
Disebutkan sebelumnya bahwa susunan efisien untuk 2 sekuritas dapat dilacak
dengan mudah dalam prakteknya. Hal yang sulit adalah ketika penambahan
sekuritas dimasukkan karena pertumbuhan jumlah observasi. Contohnya
menggunakan analisis untuk mengestimasi tingkat pengembalian dan standar
deviasi katakana 100 atau 500 sekuritas mungkin sekali bisa menjadi yang luar
biasa dan kesulitan dalam korelasipun bisa jadi lebih besar. Hampir 5000 korelasi
yang dapat terjadi dalam 100 sekuritas.

VARIANCE DAN STANDAR DEVIASI DALAM PORTOFOLIO BANYAK ASET


Formula untuk variance portofolio dalam banyak asset dapat dicari dari
pengembangan rumus variance 2 asset. Berikut matrix yang dapat digunakan
menghitung variance portofolio.

Stock
1
2
3
.
.
N

1
X2121
X2X1Cov(R2R1)
X3X1Cov(R3R1)

2
X1X2Cov(R1R2)
X2222
X3X3Cov(R3R2)

3
X1X3Cov(R1R3)
X2X3Cov(R2R3)
pX2323

n
X1XNCov(R1RN)
X2XNCov(R2RN)
X3XNCov(R3RN)

XNX1Cov(RNR1)

XNX2Cov(RNR2)

XNX3Cov(RNR3)

X2N2N

Variance portofolio adalah jumlah dari semua tabel


adalah standar deviasi dari saham i

Cov(RNR2) adalah covariance diantara saham n dan 1


Jumlah
portofolio
1
2
10
100
N

saham

Jumlah terms
1
4
100
10.000
N2

Jumlah
variance
1
2
10
100
N

terms

Jumlah covariance
0
2
90
9900
N2-n

Variance atas return portofolio dengan banyak sekuritas lebih dependent


covariance antara individuall sekuritas daripada variance individual sekuritas

atas

DIVERSIFICATION
Sejauh ini kita telah menentukan bagaimana resiko dan return dari individual asset
berpengaruh terhadap risk dan return portofolio. Kita juga menyinggung satu aspek
dari pengaruh ini yaitu diversification
. contohnya, rata-rata industrial dow jones ( DJIA ) yang terdiri dari 30 barge yang
terkenal di bursa saham , bunga kira2, 5.5 % tahun 2011, meningkat dibawah
standart history. Kenaikan tertinggi dialami oleh Mc. Donalds ( 31 % ), IBM ( 25%)
dan penurunan terendah dialami oleh Bank of Amerika (58%). Variasi atas saham
individual ini akan mengurangi diversifikasi.
KOMPONEN BERITA YANG BISA DIANTISIPASI DAN TIDAK
Difokuskan diskusi tentang diversifikasi terhadap satu perusahaan misalnya Plyers
Company. Tingkat pengembalian dari saham terdiri atas 2 bagian, pertama normal
atau expected return dari saham adalah bagian dari tingkat pengembalian
shareholders yang diprediksi pasar atau expect. Ini terdiri atas semua information

shareholders yang terkandung dalam saham, dan seluruh pengaruh yang mungkin
dibulan berikutnya.
Bagian kedua adalah uncertain atau tingkat pengembalian yang beresiko atas
saham. Ini adalah informasi yang dapat muncul dalam bulan berjalan. Beberapa
contohnya adalah :
-

Berita mengenai research Flyers


Pengumuman pemenrintah mengenai GNP
Hasil dari perjanjian atau kerjasama
Berita atas angka
penjualan
company yang lebih tinggi dari yang
diekpektasikan
Penurunan rate bunga secara tiba-tiba

Pengembalian atas saham


dengan rumus :

pada uncertain

Dima R adalah actual total return dan R


return yang tidak diharapkan.

or risky return dapat diformulasikan


return yang diharapkan dan U adalah

RISK : Systematic and Unsystematic

Unexpected return adalah resiko investasi yang sebenarnya. Jika kita bisa
memperoleh sesuai apa yang diekpektasikan maka tidak ada resiko terhadap
investasi tersebut..
Yang paling penting adalah resiko atas bebagai sumber informasi. Contohnya pada
list information pada Flyers company diatas, manakah informasi yag penting bagi
Flyers?
Pengumuman atas GNP atau tentang interest rate jelaslah penting bagi seluruh
company, sebaliknya pengumuman atas research, sales atau persaingan dengan
perusahaan pesaing merupakan informasi yang specific bagi Flyers. Kita akan bagi
2 tipe yaitu pengumuman dan hasil resiko, menjadi 2 komponan, systematic portion
atau resiko systematic dan resiko yang tidak sistematik.
-

Resiko Sistematis adalah resiko yang berpengaruh terhadap sebagian besar


Asset. Resiko ini sulit untuk dihindari. Kondisi ini sekit banyaknya akan
berpengaruh terhadap saham.
Contohnya adalah GNP dan penurunan tingkat suku bunga.
Yang tidak dapt diantisipasi adalah kenaikan inflasi yag berpengaruh pada
gaji dan biaya pembelian supplies, nilai dari asset y ang dimiliki, harga
penjualan produk.

Resiko tidak sistematis adalah resiko yang secara khusus hanya berpengatuh
terhadap satu assetatau sebagian kecil dari kelompok asset.

Idiosyncratic risk adalah resiko yang hanya berpengaruh terhadap satu atau
beberapa perusahaan. Contohnya adalah pengumuman penghentian produksi
minyak oleh satu perusahaan kecil.
Berikut greek Epsilon () yang menunjukkan resiko unsistematis :
R=R+U
=R+m+
-m merupakan resiko sistematis
Kadang-kadang resiko sistematis ditunjukkan oleh resiko pasar ( market risk).
Sehingga m berpengaruh terhadap seluruh asset.
- adalah resiko yang spesifik terhadap company dan tidak berhubungan dengan
perusahaan lainnya.
Contohnya harga saham Flyers mungkin akan meningkat karena pengumuman
atas hasil researchnya namun, pengumuman ini tidak akan berpengaruh
terhadap harga saham perusahaan lainnya.

INTISARI DARI DIVERSIFIKASI


Bagaimana jika kita mengkombinasikan antara satu saham dengan saham lainnya?
Karena resiko tidak sistematis atau epsilon antara dua saham tidak berhubungan,
epsilon untuk satu saham mungkin positif dan negative untuk saham lainnya.
Karena epsilon bisa di offset maka unsystematic risk portofolio bisa lebih rendah
dari pada unsystematic risk diatara 2 sekuritas.dan jika kita tambahkan sekuritas
ketiga dari portofolio kita maka unsystematic risk portofolio akan lebih rendah dari 2
sekuritas portofolio. Begitu seterusnya jika kita menambahkan sekuritas lainnya.
Secara hipotesis jika kita mengkombinasikan sekuritas sampai batas tak terhingga
maka unsystematic risk bisa semakin berkurang bahkan habis.
Mari kita perhitungkan apa yang akan terjadi pada resiko sistematis portofolio ketika
kita menambahkan 2 sekuritas. Jika contohnya ternyata Inflasi lebih tinggi , dan GNP
lebih rendah dari yang diantisipasi, kedua saham akan mengalami penurunan yang
berpengatuh terhadap penurunan pada portofolio. Dan hal ini akan berpengaruh
sama terhadap 3,4, atau lebih sekuritas. Jika tingkat ekonomi memburuk, maka hal
ini akan berdampak negative pada keseluruhan saham. Tidak seperti unsystematic
risk, systematic risk tidak dapat diversifikasi.

Diilustrasikan pada figure 11.7


Sehubungan dengan standar deviasi portofolio atas jumlah sekuritas portofolio,
menunjukkan standar deviasi yang tinggi untuk untuk stu skuritas. Sering dikatakan
bahwa standar deviasi adalah total resiko portofolio . menambahkan satu atau lebih
sekuritas artinya akan emngurangi standar deviasi. Sehingga total resiko portofolio
stedily falls with diversification
Tapi diversifikasi tidak memperbolehkan total resiko menjadi nol. Ada batas manfaat
atas diversifikasi, karena hanya unsystematic risk yang dapat menghilangkan
diversifikasi.Systematic risk tidak tersentuh. Maka ketika diversifikasi bagus , itu
bukanlah sebagus yang kita harapkan. Systematic risk tidak menurun karena
diversifikasi.
Wajarnay seluruh sekuritas memiliki resiko sistematis, namun satu sekuritas kadang
memiliki resiko lebih tinggi dari yang lainnya. Jumlah dari systematic risk dihitung
dengan beta
RISKLESS BORROWING DAN LENDING
Contoh
Ms. lee sedang mempertimbangkan investasi pada saham biasa perusahaan Astra.
Sebagai tambahan ms. lee meminjam (borrow) atau meminjamkan (lend) dalam
rate bebas resiko.
Parameter yang relevent adalah
Expected return
Standart deviation

Common stock astra


14%
0.2

Risk free asset


10%
0

Jika ms. lee memilih investasi total $ 1,000, dimana 350 diinvestasikan ke astra dan
sisanya ditempatkan di asset bebas resiko. Rata-rata tingkat pengembalian dari
total investasi adalah :
Expected return portofolio = 0.114 = (0.35 x 0.14) + (0.65 x 0.10)
Karena expected return atas portofolio adalah rata-rata tertimbang dari expected
return common stock dan riskless asset, maka perhitungan resikonyapun dapat
sejalan yaitu
X2astra2astra + 2Xastra X risk-free astra,risk-free + X2risk-free2risk-free

Namun daria keterangan bahwa risk-free asset tidak memiliki variabilitas.


Maka risk-free dan astra,risk-free adalah nol. Sehingga

Variance portofolio = X2astra 2astra


(0.35)2 x (0.2)2

= 0.0049

Standart deviasi portofolio adalah : Xastra astra = 0.35 x 0.2 = 0.07

Figure 11.8
hubungan antara resiko dan expected return atas risky asset dan riskless
asset dapat dilihat pada figure 11.8. ms lee memecah 36-% dan 65% antara
2 asset yang dipresentasikan atas garis lurus antara saham astra dan asset
bebas resiko. Dicatat bahwa tidak seperti 2 aset yang beresiko, garisnya
adalah garis lurus bukan kurva.
Misalkan ada alternatif mr. lee meminjam $ 200 dengan rate bebas resiko
dan total investasi mr lee adalah pada saham astra adalah 1.200, maka dia
mengharapkan expected return atas portofolio menjadi :
1.20 % x 0.14% + ( -0.2 x 10 ) = 14.8 %
Disini dia menginvestasikan semua dananya pada saham astra, dan
mendapaatkan returs sebesar 14.8% yang mana lebih besar dari pada tanpa
meminjam sebesar $200. Hal ini terjadi karena dia meminjam dengan
expected return 10 P% yang mana lebih kecil dari expectedreturn investasi
pada astra.
Standar deviasi portofolio ms. lee adalah : 1.20 x 0.2 = 0.24
Standar deviasi atas portofolio ini lebih besar dari sebelumnya karena
meminjamdapat menaikkan variabilitas atas investasi.
Garis putus-putus pada grafik menjelaskan kerika kita meminjam untuk
investasi astra dimana rate atas meminjam lebih besar dari rate
meminjamkan investasi kita.
Optimal portofolio
hubungan antara expected return dan standar deviasi kombinasi investasi
beresiko dan bebas resiko terlihat pada grafik dibawah

Figure 11. 9

point Q menunjukkan sekuritas portofolio atas investasi beresiko.


Berikut contoh soal atas variance portofolio asset beresiko dan bebas resiko
Point Q
AT&T
GM
IBM
RISK FREE
Total investment

30
45
25
0
100

Point 1
lending $70
9
13.5
7.5
70
100

Point 3
Borrowing $40
42
63
35
-40
100

Point 1 menunukkan ketika kita meminjamkan dana investasi kita pada


asset bebas resiko dan sisanya diinvestasikan pada sahan. Sedangkan point
2 menujukkan situasi ketika kita meminjam dana $40 untuk diinvestasikan
pada saham.
lebih lanjut investor bias mendapatkan point yang manapu paga line 1, yang
mana tidak ada point yang optimal. Untuk melihat ini pertimbangkan line 2,
yang dibentuk dari RF ke A. point A menunjukkan potofolio atas sekuritas
beresiko. Sedangkan line 2 dibetuk oleh kombinasi atas asset bebas resiko
dan sekuritas A. point antara RF dan A menjelaskan kondisi dimana beberapa
uang diinvestasikan pada asset bebas resiko dan sisanya ditempatkan ke A.
nilai sebelum point A dicapai dengan meminjam asset bebas resiko yang
kemudian diinvestasikan pada asset beresiko.
MARKET EKUILIBRIUM
Homogeneous expectation adalah
suatu kondisi yang mengharapkan
investor memiliki estimasi yang sama atas expected return, variance dan
covariance. Dengan kata lain jika investor memiliki ekspektasi yang sam
amaka ditunjukkan oleh point A. Jika semua investor memilih portofolio yang
sama yaitu asset beresiko,salah satu yang dapat menentukan portofolio itu.
logikanya hal itu dapat dikatakan sebagai nilai pasar dari rata-rata portofolio
dari seluruh sekuritas.
Contohnya jika index seperti standart & poors 500 proxy nilai pasar,
walaupun tidak semua investor akan menginvst pada portofolio tersebut,
namun dapat dikatakan akan ada banyak investor memilih diversifikasi
portovolio tersebut..
PENGERTIAN RESIKO KETIKA INVESTOR MEMILIH POTROFOLIO PASAR

Diawal telah dibahas bahwa resiko dan standart deviasi atas saham dapat
dipecah menjadi systematic dan unsystematic risk. Unsystematic risk dapat
dikurangi dalam divesrsifikasi portofolio yang besar, namun tidak dengan
systematic risk. Maka untuk diversifikasi investor haruslah khawatir pada
systematic risk untuk setiap sekurtias pada portofolio. Untuk mengukur
systematic risk atas saham dapat diukue dengan beta.
Contoh
Berikut adalah tabel kemungkinan tingkat pengembalian saham jelco dengan
pasar.
State

Type of economic

1
2
3
4

Bull (naik)
Bull
Bear (turun)
bear

Return on market Return on jelco %


%
15
25
15
15
-5
-5
-5
-15

Return pasar hanya ada 2 kemungkinan yaitu 5 dan 15 %, dan return atas
jelco ada 4 kemungkinan. Ini akan membantu dalam mempertimbangkan
expected return atas sekuritas tang diberikan oleh return pasar. Asumsikan
masing-masing wilayah serupa maka :
Type of economic
Bull

Return on market
15%

expected return on jelco


20 % = 25% x + 15%
x
bear
-5%
-10% = -5% x + (15% x )
Jelco merespon pergerakan pasar karena expected return bulliesh stated
lebih besar dari bears stated. Sekarang kita menghitung bagaimana
responsif sesungguhnya sekuritas atas pergerakan pasar. Market return pada
bulliesh economic adalah 20 % lebih tinggi dari bearish economic. Namun
expected return jelco pada bulliesh economic 30 % lebih besar dari bearish
economic. Maka jelco memiliki koefisien kemampuan reaksik respon 1.5
(30% :20%) lebih besar.

Figure 11. 10
Rumus beta

Beta dapat mengukur tingkat kemampuan respon sekuritas atas pergerakan


pasar portofolio.
Beta dapat diformulasikan dengan :
i=Cov( Ri , Rm)
2 ( Rm)
Dimana

Cov ( Ri , Rm ) adalah covariance antara return asset I dan return

market portofolio dan

2 (Rm)

adalah variance pasar. Hal yang penting

adalah rata-rata beta menjelaskan seluruh sekuritas, ketika bobot proporsi


dari masing masing nilai sekuritas pasar atas pasar portofolio adalah 1
N

Xii=1
i=1

Dimana x adalah proporsi nilai pasar sekuritas I atas seluruh pasar dan N
adalah jumlah sekuritas pasar.
Hubungan antara resiko dan expected return (CAPM)
Expected return pasar dapat dipresentasikan dengan formula :
RM = Rf + Risk Premium
Dengan kata lain expected return pasar adalah jumlah rate bebas resiko
ditambah kompensasi atas resiko inherent di pasar portofolio. Karena
investor ingin adanya kompensasi resiko, resiko premium dianggap positive.
Resiko premium masa depan dihitung berdasarkan rata-rata resiko premium
masa lalu atas masing-masing sekuritas. dengan memperhitungkan rata-rata
resiko premium global
Expected Return atas Individual sekuritas