Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

VISI DAN KOMITMEN SEORANG MUSLIM


MENURUT AL-QURAN DAN HADITS
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
STUDI AL-QURAN HADITS
Dosen Pengampu :
Dr. H. M. SUAIB MUHAMMAD, M.Ag.
(Oleh Misran Hoy)
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Manusia adalah salah satu sosok makhluk hidup yang bila
dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya, maka manusia
adalah makhluk yang paling baik. Manusia dikatakan baik menurut
Allah, karena manusia tidak hanya dianugerahi bentuk tubuh yang
paling baik

dan lengkap, tetapi manusia juga diberi akal.

manusia diberi kelengkapan jasmani dan rohani.


Dengan potensi inilah manusia menerima amanah

Jadi

Allah yang

menurut al-Quran bahwa ketika amanah tersebut Allah tawarkan


kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi mereka enggan
untuk menerima amanah tersebut karena langit, bumi dan gununggunung tidak sanggup menerima amanah tersebut.
Keengganan langit, bumi dan gunung-gunung untuk menerima
amanat

tersebut

disebabkan

karena

ada

konsekwensi

dari

diterimanya amanah tersebut. Jika manusia menjaga hak-hak


amanah maka konsekwensinya dibalas dengan kebahagiaan berupa
surga. Jika hak-hak amanah tersebut tidak dijaga atau dilanggar,
maka konsekwensinya adalah mendapat siksa neraka.
Hal tersebut telah diketahui juga oleh manusia, yakni ketika
manusia diciptakan Allah dalam Rahim ibunya dan telah menjadi
bentuk yang sempurna, maka sebelum ditiupnya ruh ke dalam jasad
manusia, terjadilah suatu dialog yang sangat menarik yakni Allah

mengajukan pertanyaan, siapakah Tuhanmu ? ketika itu jiwa


manusia menjawab, kami bersaksi bahwa Engkaulah Tuhan kami.
Dengan pernyataan ini menunjukkan bahwa manusia menyatakan
kesiapannya

untuk

menerima

amanah

Allah

dengan

segala

konsekwensinya.
Dari uraian di atas, maka makalah ini diberi judul Visi

dan

Komitmen Seorang Muslim Menurut Al-Quran dan Hadits.


2. Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah tersebut, dapat dirumuskan beberapa
hal dalam kajian ini adalah :
a. Apakah pengertian visi dan komitmen seorang muslim menurut
al-Quran dan hadits.
b. Visi dan komitmen apakah yang terdapat dalam al-Qur,an dan
hadits ?
c. Bagaimanakah

sikap

seorang

muslim

terhadap

visi

dan

komitmen menurut al-Quran dan Hadits tersebut ?


3. Tujuan Pembahasan
Tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah :
a. Untuk mengetahui pengertian visi dan komitmen seorang
muslim menurut al-Quran dan Hadits.
b. Untuk mengetahui visi dan komitmen apakah yang terdapat
dalam al-Quran dan Hadits.
c. Bagaimanakah sikap seorang

muslim

terhadap

visi

dan

komitmen menurut al-Quran dan Hadits.


B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Visi dan Komitmen Seorang Muslim Menurut alQuran dan Hadits
a. Pengertian visi dan komitmen
Dalam kamus bahasa Indonesia

disebutkan

bahwa

visi

adalah kemampuan
untuk melihat pada inti persoalan. 1)
Sedangkan komitmen artinya kesepakatan/perikatan (antara
dua pihak atau lebih untuk melaksanakan sesuatu secara
bersama-sama); kontrak; perjanjian. 2)
1 ) Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet ke 6, PT. Media
Pustaka Phonix, Jakarta 2012, hlm 932.
2

b. Pengertian al-Quran dan Hadits


Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi
Muhammad Saw. Yang dapat digunakan sebagai petunjuk dan
pedoman hidup bagi umat manusia.
Menurut Muhammad ibn Muhammad Abu Syahbah, yang dikutip
Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. mendefinisikan al-Quran adalah
kitabullah atau kalamullah Swt. yang diturunkan kepada nabi
Muhammad Saw. Secara makna dan lafadh , yang membacanya
adalah ibadah, susunan kata dan isinya merupakan mujizat,
termaktub di dalam mushaf dan dinukil secara mutawatir. 3
Sedangkan hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan
kepada nabi Muhammad Saw., baik berupa perkataan (qauly),
perbuatan (fily) dan ketetapan (taqriri). 4
c. Pengertian Visi dan Komitmen Menurut Al-Quran dan Hadits
Dari pengertian visi, komitmen, al-Quran dan Hadits di atas
penulis dapat simpulkan bahwa visi dan komitmen seorang
muslim menurut al-Quran dan Hadits adalah kemampuan
seorang muslim melihat nilai-nilai prinsip yang terkandung dalam
al-Quran dan Hadits untuk ditegakkan atau diamalkan dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Visi dan komitmen seorang muslim menurut al-Quran dan
Hadits.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Allah menciptakan manusia ini
tidak sia-sia. Ketika Allah akan menciptakan manusia, rencana ini
disampaikan Allah kepada para malaikat yang terlebih dahulu
diciptakan Allah Swt. dengan firman-Nya :


2 ) Ibid hlm 464
3 ) Dr, Hj. Umi Sumbulah, dkk. Studi Al-Quran dan Hadits, UIN Maliki Press, Malang,
2014. Hlm 5
4 ) Dr. H. Abdul Majid Khon, M. Ag. Ulumul Hadits, Amzah, Jakarta, 2013 hlm. 3
3

30.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:

"Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka


bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui."(Al-Baqarah :30) 5
Dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Allah hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi yang bertugas memakmurkan bumi,
akan tetapi hal itu dikhawatirkan oleh para malaikat karena hanya
akan

membuat

kerusakan

dan

terjadi

pertumpahan

darah,

sedangkan para malaikat senantiasa memuji dan bertasbih kepadaNya.


Jika kita perhatikan surat al-Baqarah ayat 30 sampai ayat 38, maka
peristiwa penciptaan manusia sampai terusir dari surga dan tinggal
di bumi adalah suatu skenario yang telah direncanakan oleh Allah
Swt. yang tidak diketahui oleh makhluk ciptaan-Nya.
Suatu visi singkat dan padat dan harus diperhatikan seorang
muslim, yang tertuang dalam al-Quran, sebagaimana

dalam surat al-Anam ayat 162 sebagai :


tercantum


5 ) Departemen Agama RI, Syamil Al-Quran The Miracle 15 in 1, PT. Sygma
Examedia Arkanleema, Bandung, 2009, hlm. 9
4

162. Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan


6

matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.


Rasulullah saw bersabda :














:


:








:






.


:





:



.











:






:



] . [



: Arti hadits /
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk
disisi Rasulullah Shallallahualaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah
seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut
sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak
ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia
6 ) ibid, Q.S Al-Anam : 162 hlm. 297
5

duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada


lututnya (Rasulullah Shallallahualaihi wasallam) seraya berkata: Ya
Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?, maka bersabdalah Rasulullah
Shallallahualaihi wasallam : Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada
Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan
dan pergi haji jika mampu , kemudian dia berkata: anda benar . Kami
semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia
bertanya lagi: Beritahukan aku tentang Iman . Lalu beliau bersabda:
Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasulrasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik
maupun yang buruk , kemudian dia berkata: anda benar. Kemudian dia
berkata lagi: Beritahukan aku tentang ihsan . Lalu beliau bersabda: Ihsan
adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika
engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau . Kemudian dia berkata:
Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya). Beliau bersabda:
Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya . Dia berkata:
Beritahukan aku tentang tanda-tandanya , beliau bersabda: Jika seorang
hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang
kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlombalomba meninggikan bangunannya , kemudian orang itu berlalu dan aku
berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: Tahukah engkau
siapa yang bertanya ?. aku berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui
. Beliau bersabda: Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud)
mengajarkan agama kalian . (Riwayat Muslim) 7

Dengan menelaah ayat al-Quran dan Hadits di atas, maka manusia


harus berkomitmen, harus istiqamah atau berpegang teguh pada
janjinya ketika jiwanya mengangkat kesaksian di hadapan Allah swt.,
sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran surat al-Araf ayat
172 :

7 ) Hadits no. 2 shahih Muslim


6

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak

Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka
menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi". (kami
lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:
"Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Berdasarkan ayat ini, tidak ada alasan bagi seseorang terutama


seorang muslim untuk mengingkari adanya Allah, serta melanggar
larangan-larangan-Nya yang telah ditetapkan bagi hamba-hambaNya. Sebagai seorang muslim seseorang harus menyadari bahwa ia
diutus ke dunia ini dengan tugas utama sebagai hamba/pengabdi
dan juga sebagai khalifah.
Tugas manusia sebagai hamba atau abdullah, Allah berfirman :

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.9
Menurut Drs. Muhaimin, M.A. tugas manusia sebagai hamba
(abdullah) bahwa : Pada dasarnya manusia terdiri atas dua
substansi, yaitu jasad/materi dan roh/immateri. Jasad manusia
berasal dari materi sehingga eksistensinya meski tunduk kepada
aturan-aturan atau hokum Allah yang berlaku di alam materi.
Sedangkan roh-roh manusia sejak berada di alam arwah, sudah
mengambil

kesaksian

di

hadapan

Tuhannya,

bahwa

mereka

8 ) Ibid, Q.S. Al-Araf : 172 hlm. 343


9 ) Ibid Q.S Adz-Dzariyat : 56 hlm. 1043
7

mengakui Allah sebagai Tuhannya dan bersedia tunduk dan patuh


kepada-Nya. 10 * Paradigma hlm21.
Manusia juga menerima tugas sebagai khalifah, sebagaimana
firman Allah :


Ingatlah

ketika

Tuhanmu

berfirman

kepada

Para

Malaikat:

"Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka


bumi (Q.S. Al-Baqarah : 30) 11
Khalifah artinya mengganti atau menggantikan. Karena manusia itu
sebagai pengganti, maka tugasnya adalah memimpin, mengelola
dan memakmurkan bumi sebagai tugas yang diemban oleh Allah
kepada manusia.
Menurut Drs. Muhaimin,

Tugas kekhalifahan yang diemban

manusia itu meliputi :


Tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri, tugas kekhalifahan dalam
keluarga/rumah tangga, tugas kekhalifahan dalam masyarakat,
dan.tugas kekhalifahan terhadap alam. 12
a.
Tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri meliputi :
1) Menuntut ilmu pengetahuan karena manusia itu adalah
manusia itu adalah makhluk yang dididik/diajar dan yang
mampu mendidik/mengajar.
2) Menjaga dan memelihara diri dari segala sesuatu yang bisa
menimbulkan bahaya dan kesengsaraan.
3) Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia.
b. Tugas kekhalifahan dalam rumah tangga,
membentuk

dan

membina

rumah

tangga

yaitu
yang

tugas
bahagia

10 ) Drs. Muhaimin, M.A., et.al, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan


Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Remaja Rosdakarya, Bandung 2012
11 ) Ibid, QS. Al-Baqarah : 30 hlm. 9
12 ) Ibid hlm 21
8

sejahtera, dengan
c.

d.

cara menyadari akan hak dan tanggung

jawab masing-masing, baik sebagai suami maupun sebagai istri.


Tugas kekhalifahan dalam masyarakat meliputi :
1) Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat
2) Tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa
3) Menegakkan keadilan dalam masyarakat
4) Bertanggung jawab dalam amar maruf nahi mungkar
5) Berlaku baik terhadap orang lain
Tugas kekhalifahan terhadap alam semesta meliputi :
1) Melestarikan alam
2) Melestarikan budaya dengan menyesuaikannya dengan nilainilai Isalmi
3) Tetap berkomitmen

terhadap

nilai-nilai

Islam

dalam

berbudaya.
Inilah tugas-tugas yang diemban manusia sebagai khalifah di
muka bumi yang bila dilaksanakan dengan baik dan penuh
tanggung jawab, maka hal itu merupakan terwujudnya visi dan dan
teguhnya komitmen seorang muslim terhadap pedoman hidupnya,
yakni al-Quran dan Hadits.
3. Sikap Seorang Muslim Terhadap Visi dan Komitmen Menurut
al-Quran dan Hadits
Menurut penulis, manusia adalah makhluk potensial yang layak
menerima

amanah

Allah

(syariat

agama),

jika

dibandingkan

makhluk ciptaan Allah lainya, karena ada dua faktor penting yang
mempengaruhi kehidupan manusia, baik sebagai hamba Allah
(Abdullah) maupun sebagai pemimpin (Khalifah), yaitu faktor
internal dan faktor eksternal.
Faktor internal yaitu hal-hal yang berkaitan langsung dengan diri
manusia itu sendiri, yaitu :
a. Fitriyah (naluri), yaitu suatu potensi yang ada dalam diri manusia
yang menggerakkan hati seseorang untuk meyakini adanya Allah
swt, sebagai Khalik yang menciptakan langit dan bumi serta
alam dan segala isinya termasuk manusia. Hal ini sesuai dengan
firman Allah :
9

Maka

hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama

Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan


manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah
Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui. (Ar-Ruum : 30).
b. Khalqiyah, yaitu bentuk tubuh yang paling baik dan sempurna.
Setiap anggota tubuh manusia tumbuh berimbang antara yang
satu dengan yang lainnya, pada diri manusia selalu ada
keseimbangan

sehingga

tidak

menyulitkan

manusia

untuk

melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya.


Allah berfirman dalam al-Quran surat at-Tiin ayat 4 :

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia


dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
c. Aqliyah (akal).
Di samping manusia diberi kelengkapan tubuh, manusia juga

dianugerahi suatu potensi yang amat besar pengaruhnya dalam


kehidupan

jika dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah

lainnya. Dengan akal manusia berpikir, mengelola alam semesta


ini, dengan akal pula manusia mengenal siapakah dirinya dan
siapa penciptanya, untuk apa ia diciptakan, apakah tugas dan
fungsinya di dunia ini.
d. Nafsu
Manusia memiliki fitrah, diciptakan dalam bentuk yang baik dan
sempurna, dilengkapi dengan akal, tapi Allah juga memberinya
10

nafsu. Nafsu merupakan suatu potensi dalam diri manusia, yang


apabila dituntun dengan baik oleh akal dan agama, maka ia akan
melahirkan sesuatu yang baik dan berguna. Tetapi apabila tidak
dituntun dengan baik, maka dia akan mendatangkan
yang

bertentangan

dengan

perintah

Allah,

sesuatu

karena

nafsu

cenderung melanggar perintah Allah dan mudah dipengaruhi


setan.

118. Yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya

benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau


bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). (An-Nisa :
118).
Adapun factor eksternal yang turut berpengaruh pada seseorang
untuk melaksanakan tugas dan fungsi kekhalifahannya dimuka
bumi adalah :
a. Adanya pedoman hidup bagi seorang muslim yaitu al-Quran
dan Hadits, yang telah memberikan petunjuk yang jelas baik
untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
b. Adanya alam beserta segala isinya yang dikelola manusia
untuk menunjang kehidupannya di dunia dalam rangka
mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.
Allah berfirman dalam al-Quran surat alAraf ayat 10 :

10. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian


di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi
(sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
Dengan memperhatikan potensi internal dan ekternal pada
manusia, maka seorang muslim mampu menjalankan visi yang
11

terkandung dalam al-Quran, dengan melaksanakan semua


perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah sebagai
bukti komitmennya terhadap janji atau kontraknya kepada Allah
ketika akan ditiupnya ruh ke dalam jasad manusia saat masih
berada dalam kandungan ibunya.
C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari pembahasan isi makalah tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a. Alllah telah menetapkan visi dan komitmen dalam al-Quran dan
Hadits

yang harus dipelajari, dihayati, diamalkan, disebar

luaskan dan dijaga atau dipertahankan oleh setiap muslim dalam


kehidupannya.
b. Satu contoh visi yang digariskan Allah dalam al-Quran adalah
tercantum dalam terdapat pada surat al-Anam ayat 162 yaitu :

.c

162. Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku


dan matikuhanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
c.

seorang muslim harus memegang teguh perjanjiannya dengan


Allah Swt. dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi
larangan-larangan Allah sebagai suatu komitmen dengan penuh
rasa tanggung jawab (istiqamah).

2.

Usul/Saran
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini terdapat banyak

kekurangan

dan

kelemahan,

oleh

karena

itu

kami

sangat

mengharapkan kritik konstruktif dan usul saran yang baik agar kami
dapat melengkapi makalah ini.
Semoga Allah senantiasa meridhoi amal ibadah kita, Amiin.

12

13