Anda di halaman 1dari 2

Bentrokan antar ormas di lapas Kerobokan Bali

Bentrokan antar ormas di lapas Krobokan, Denpasar Bali kembali terjadi (kamis, 17/12/2015)
bentrokan tersebut terjadi sekitar jam 20.00 wita. Bentrokan diduga dipicu oleh balas dendam yang
dilakukan oleh anggota ormas baladika bali karena salah satu rekan mereka dibunuh oleh ormas
laskar bali. Kemudian anggota ormas baladika bali yang menjadi napi di lapas krobokan block D
menyerang napi block C yaitu anggota laskar bali dengan senjata tajam.
Dan bentrokan terjadi, aparat keamanan dari Polresta dan Polda bali yang mengendarai 7
truk, tiba untuk mengamankan LP Kerobokan. Pada saat bersamaan, muncul kelompok ormas
tertentu yang berjumlah sekitar 200 orang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul lainnya
Polisi kemudian mendekati pimpinan ormas tersebut untuk memediasi agar membubarkan diri dan
menyerahkan permasalahan ini kepada pihak Lapas. Selanjutnya ormas tersebut membubarkan diri
meninggalkan lokasi. Akibat bentrokan tersebut 2 orang tewas dan satu orang luka parah.
Sumber : Liputan6.com, diposting pada hari sabtu, 19 Desember 2015
Pukul 01.07 WIB dan diakses pada hari minggu, 28 agustus
2016 Pukul 15.09
Opini saya terhadap apa yang sebaiknya dilakukan negara untuk mencegah kejadian pada kasus ini
yaitu sebagai berikut :
1. Menurut saya, pemerintah sebaiknya :
a. Memperketat penjagaan lapas dan tidak memberikan para nara pidana membawa alat
komunikasi dan senjata tajam, agar para nara pidana tidak melakukan hal yang tidak
diinginkan.
b. Tidak mengumpulkan nara pidana yang berasal dari 1 organisasi di dalam satu block
di lapas. untuk mencegah interaksi antar anggota supaya mereka susah merencanakan
tindakan tindakan kriminalitas.
c. Membubarkan organisasi yang bersifat radikal, agar tidak membuat kerusuhan terus
menerus dan merugikan negara, selain itu karena adanya organisasi radikal seperti itu
membuat masyarakat tidak tenang dan tidak merasa aman karena terjadi kerusuhan
dan pembunuhan dimana mana.
d.
Memberikan pendidikan atau pelatihan kepada para nara pidana untuk merubah pola
pikirnya, agar tidak lagi melakukan tindakan criminal yang merugikan orang dan
dirinya sendiri.
2. Menurut saya, warga negara sebaiknya :
a. Meningkatkan kesadaran tentang hukum sehingga bisa hidup dengan tertib dan takut
untuk melakukan tindakan tindakan kriminalitas yang melanggar hukum.
b. Meningkatkan kesadaran tentang rasa kebersamaan dan menghargai orang lain agar
tidak hidup saling membunuh hanya untuk balas dendam.
c. Menggunakan hak sebagai warga negara dengan baik, jangan menggunakan hak
bebas dalam berorganisasi untuk membangun organisasi kriminal yang merugikan
banyak hal.
d. Menjadi warga negara yang baik dengan mentaati aturan-aturan yang ada dan
mengamalkan nilai nilai Pancasila.
Jadi, dengan kita menjadi seorang warga negara yang baik dengan penuh kesadaran dan
saling mengerti dengan sesama, maka konflik antar sesama ridak akan terjadi, tidak menyimpan rasa

dendam terhadap sesama dan tidak membela kawan yang memang benar benar bersalah dan tidak
menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan, akan membentuk hubungan bermasyarakat yg rukun.