Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hamil memang merupakan hal yang fisiologis tetapi tidak jarang banyak ibu hamil yang
mengalami penyulit dan komplikasi pada kehamilannya misalnya ibu daopat mengalami
kelainan terhadap lamanya kehamilan yang dialaminya, ibu dapat mengalami kehamilan
ganda dan juga dapat mengalami kelainan pada air ketubannya. Dari masalah lamanya
kehamilan banyak ibu sering mengalami kehamilan preterm atau ibu melahirkan sebelum
waktunya yaitu ibu melahirkan pada kehamilan kurang dari 37 minggu (20-37 minggu ) atau
dengan berat janin kurang dari 2500 gram serta ibu juga bisa mengalami kehamilan posterm
yaitu kehmilan yang umur kehamilannya lebih dari 42 minggu selain itu ada juga ibu yang
mengalami kehamilan ganda, kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan
dengan dua janin atau lebih. Biasanya, ibu adalah orang pertama yang mengetahui bila
kehamilannya kembar. Apalagi pada ibu yang sudah pernah mengalami kehamilan. Biasanya
ibu merasa gerakan bayinya lebih ramai dan perutnya terasa lebih besar dibandingkan denagn
kehamilan sebelumnnya. Untuk lebih memastikan adanya kehamilan kembar ini dapat
dilakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi). Kejadian kehamilan ganda terjadi kira-kira
satu diatara depan puluh kehamilan tetapi perbandingan ini tergantung pada bangsa, ada dua
macam kehamilan ganda yaitu kehamilan ganda atau kembar dua telur atau juga sering
disebut kehamilan dizygotik dan kehamilan kembar satu telur atau kembar identik. Selain
kehamilan ganda kelainan air ketuban juga sering dialami oleh ibu kelainan air ketuban dapat
dibedakan menjadi polyhidramnion atau air ketuban yang terlalu berlebihan dan
oligihidramnion atau air ketuban yang kurang dari normal. Dari berbagai masalah yang dapat
dialami ibu ini dapat mengakibatkan masalah-masalah yang berdampak pada ibu maupun
janin.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa Pengertian dari Kelainan lamanya kehamilan ?
1.2.2 Apa etiologi dari kelainan lamanya kehamilan?
1

1.2.3
1.2.4
1.2.5
1.2.6
1.2.7
1.2.8
1.2.9
1.2.10
1.2.11
1.2.12

Apa saja Tanda dan gejala dari kelainan lamanya kehamilan ?


Bagaimana penatalaksanaan dari kelainan lamanya kehamilan ?
Apa Pengertian dari kehamilan ganda ?
Apa etiologi dari kehamilan ganda ?
Apa saja Tanda dan gejala dari kehamilan ganda ?
Bagaimana penatalaksanaan dari kehamilan ganda ?
Apa Pengertian dari kelainan air ketuban ?
Apa etiologi dari kelainan air ketuban ?
Apa saja Tanda dan gejala dari kelainan air ketuban?
Bagaimana penatalaksanaan dari kelainan air ketuban ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari Kelainan lamanya kehamilan
1.3.2 Untuk mengetahui etiologi dari kelainan lamanya kehamilan
1.3.3 Untuk mengetahui Tanda dan gejala dari kelainan lamanya kehamilan
1.3.4 Untuk mengetahui penatalaksanaan dari kelainan lamanya kehamilan
1.3.5 Untuk mengetahui Pengertian dari kehamilan ganda
1.3.6 Untuk mengetahui etiologi dari kehamilan ganda
1.3.7 Untuk mengetahui Tanda dan gejala dari kehamilan ganda
1.3.8 Untuk mengetahui penatalaksanaan dari kehamilan ganda
1.3.9 Untuk mengetahui Pengertian dari kelainan air ketuban
1.3.10 Untuk mengetahui etiologi dari kelainan air ketuban
1.3.11 Untuk mengetahui Tanda dan gejala dari kelainan air ketuban
1.3.12 Bagaimana penatalaksanaan dari kelainan air ketuban

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Mahasisiwa
Diharapkan mahasiswa kebidanan mengerti dan memahami tentang penyulit dan
deteksi komplikasi ibu dan janin pada kehamilan lanjut serta penatalaksanaannya
dalam hal kelainan lamanya kehamilan,kehamilan ganda dan kelainan air ketuban
dalam memberikan asuhan kebidanan kehamilan sehingga mahasiswa nantinya
1.4.2

mampu menerapkan ilmu yang didapatkan pada mata kuliah ini di lapangan.
Bagi Masyarakat
Diharapkan masyarakat mengerti dan memahami tentang penyulit dan deteksi
komplikasi ibu dan janin pada kehamilan lanjut serta penatalaksanaannya dalam hal
kelainan lamanya kehamilan,kehamilan ganda dan kelainan air ketuban sehingga

1.4.3

dapat menambah wawasan pada masyarakat.


Bagi Tenaga Kesehatan

Diharapkan tenaga kesehatan mengerti dan memahami tentang penyulit dan deteksi
komplikasi ibu dan janin pada kehamilan lanjut serta penatalaksanaannya dalam hal
kelainan lamanya kehamilan,kehamilan ganda dan kelainan air ketuban sehingga
petugas kesehatan mampu menangani dengan tepat jika nantinya terdapat ibu hamil
yang mengalami hal tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kelainan Lamanya Kehamilan
Kelainan lamanya kehamilan dapat dibedakan menjadi :
A. Prematur
adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu ( antara 20 37
minggu ) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram.
Bayi prematur adalah bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang
saat kelahiran.
B. Postmatur
Kehamilan postmatur ialah kehamilan yang berlangsung lebih lama dari 42 minggu,
dihitung berdasarkan rumus naegle, dengan siklus haid rata-rata 28 hari.
2.2 Etiologi Dari Kelainan Lamanya Kehamilan
A. Preterm
Hipertensi
Perkembangan janin terhambat
Solusio Plasenta
Plasenta Previa
Ketuban pecah dini
Kehamilan ganda
3

Serviks Inkompeten
B. Postmature
Etiologi pasti belum diketahui. Tapi ada yang menyebabkan faktor penyebabnya
adalah faktor hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun
kehamilan telah cukup bulan, sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang.
Kadar kortisol pada darah bayi yang rendah sehingga disimpulkan kerentanan akan
stress merupakan faktor tidak timbulnya His.
2.3 Tanda Dan Gejala Kelainan Lamanya Kehamilan
A. Premature
Kontraksi yang terjadi lebih dari 4 kali per jam, walaupun tanpa rasa nyeri
Kram seperti saat menstruasi
Nyeri punggung bagian bawah yang tumpul/lemah dan konstan
Tekanan pada panggul
Kram perut atau kembung
Keluar cairan dari vagina yang menyembur atau merembes
B. Postmature
1. Stadium I
Kulit menunjukan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, dan midah
mengelupas.
2. Stadium II
Gejala diatas disertai pewarnaan mekonium ( kehijauan )pada kulit
3. Stadium III
Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan talipusat
2.4 Penatalaksanaan
A. Penatalaksanaan Persalinan Preterm
Penanganan umum
1. Lakukan evaluasi cepat keadaan ibu
2. Upayakan melakukan konfirmasi umur kehamilan bayi
Prinsip penanganan
1. Coba hentikan kontraksi uterus atau
2. Persalinan berjalan terus dan siapkan penanganan selanjutnya
B. Posterem
Prinsip dari tata laksana kehamilan lewat waktu ialah merencanakan pengakhiran
kehamilan. Ada beberapa cara untuk pengakhiran kehamilan, antara lain:
1. Induksi partus dengan pemasangan balon kateter Foley
4

2. Induksi dengan oksitosin


3. Bedah seksio sesaria
2.5 Pengertian Kehamilan Ganda
Kehamilan ganda (multifetus) adalah kehamilan yang terdiri dari dua janin atau lebih.
Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet kembar
empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet). Hamil
kembar tentunya menjadi keajaiban. Butuh perlakuan ekstra terhadap tubuh ibu dan
janinnya, sejalan dengan perubahan dan kebutuhan yang jelas berbeda dibandingkan
kehamilan biasa.
2.6 Etiologi Kehamilan Ganda
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ganda Yaitu
Faktor Ras

A. Frekuensi kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata diantara


berbagai ras yang berbeda.
B. Myrianthopoulos (1970), mengidentifikasi kelahiran ganda terjadi 1 diantara 100
kehamilan pada orang kulit putih, sedangkan pada orang kulit hitam 1 diantara 80
kehamilan.
C. Pada kawasan di afrika, frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi.
Knox dan Morley (1960) dalamsuatu survey pada salah satu masyarakat pedesaan
di Nigeria, mendapatkan bahwa kehamilan ganda terjadi sekali pada setiap 20
kelahiran,kehamilan pada orang timur atau oriental tidak begitu sering terjadi.
D. Perbedaan ras yang nyata ini merupakan akibat keragaman pada frekuensi
terjadinya kehamilan kembar dizigot.
E. Perbedaan kehamilan ganda ini disebabkan oleh perbedaan tinkat Folikel
Stimulating Hormone yang akan mengakibatkan multiple ovulasi.
Factor Keturunan
A. Sebagai penentu kehamilan ganda genotip ibu jauh lebih penting dari genotip
ayah.
B. White dan Wyshak (1964) dalam suatu penelitian terhadap 4000 catatan
mengenai jemaat gereja kristus orang-orang kudus hari terakhir, menemukan
bahwa para wanita yang dirinya sendiri dizigot dengan frekuensi 1/58 kelahiran.
Namun, wanita yang bukan kembar tetapi mempunyai suami kembar dizigot,
melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1/116 kehamilan.
5

C. Dalam analisis Burmer (1960) terhadap anak-anak kembar, 1 dari 25 (40%) ibu
mereka ternyata juga kembar, tetapi hanya 1 dari 60 (1,75) ayah mereka yang
kembar, keterangan didapatkan bahwa salah satu sebabnya adalah multiple
ovulasi yang diturunkan.
Factor Umur Dan Faritas

A. Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan 7,
frekuensi kehamilan ganda akan meningkat.
B. Kehamilan ganda dapat terjadi kurang dari sepertiga pada wanita 20 tahun tanpa
riwayat kelahiran anak sebelumnya, bila dibandingkan dengan wanita yang
berusia diantara 35-40 tahun dengan 4 anak atau lebih.
C. Di Swedia, petterson dkk (1976), memastikan peningkatan yang nyata pada
angka kehamilan ganda yang berkaitan dengan meningkatnya paritas.
D. Dalam kehamilan pertama, frekuensi janin kembar adalah 1,3% dibandingkan
dengan kehamilan ke-4 sebesar 2,7%.
Factor Nutrisi
A. Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan ganda berkaitan
dengan BB ibu. Ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko
hamil ganda sebesar 25-30% dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan
berbadan kecil.
B. McGillivray (1986) juga memaparkan bahwa kehamilan dizigotik lebih sering
ditemui pada wanita berbadan besar dan tinggi dibandingkan pada wanita pendek
dan bertubuh kecil.
Factor Terapi Infertilitas

A. Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionic gonadrotopin atau


chlomiphene citrate menghasilkan ovulasi ganda.
B. Insiden kehamilan ganda seiring penggunaan gonadotropin sebesar 16-40%,75%
kehamilan sengan dua janin. (Schenker, 1981)
C. Tuppin dkk (1993) melaporkan dari Prancis, insiden persalinan gemelli dan
triplet terjadi karena induksi ovulasi terapi human menopause gonadrotopin
(hMG).
D. Faktor resiko untuk kehamilan ganda setelah ovarium distimulasi denganh hMG
berpengaruh terhadap peningkatan jumlah estradiol dan injeksi chorionic
gonadrotopin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karasteristik
sperma, meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma. (Dickey, 1992)

e. Induksi ovulasi meningkatkan insiden kehamilan ganda dizigotik dan


monozigotik.
Factor Assistend Reproductive Technology (ART)
A. Tekhnik ART didesain untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, dan juga
meningkatkan kemungkinan kehamilan ganda. Pasien pada kasus ini, pembuahan
dilakukan elalui teknik fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap
ovum yang benar-benar berkualitas baik, dan dua dari empat embrio ditransfer
kedalam uterus.
B. Pada umumnya, sejumlah embrio yang ditransfer kedalam uterus maka sejumlah
itulah akan beresiko kembar dan meningkatkan kehamilan ganda.
Bangsa, herediter, umur, dan paritas, hanya mempunyai pengaruh terhadap kehamilan
kembar yang berasal dari 2 telur, juga obat klomoid dan hormone gonatropin yang
dipergunakan untuk menimbulkan ovulasi dapat menyebabkan kehamilan dizigotik.
Factor tersebut dengan mekanisme tertentu menyebabkan matangnya 2 atau lebih folikel
de graf atau terbentuknya 2 ovum atau lebih dalam satu folikel. Jika telur-telur yang
diperoleh dapat dibuahi lebih dari satudan jika semua embrio yang kemudian dimasukkan
ke dalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu. Pada kembar yang lebih
dari satu telur, factor bangsa, hereditas, umur dan paritas tidak atau sedikit sekali
mempengaruhi terjadinya kehamilan kembar. Di perkirakan sebabnya ialah faktor
penghambat pada masa pertumbuhan dini hasil konsepsi. Factor penghambat yang
mempengaruhi sigmentasi sebelum blastula terbentuk menghasilkan kehamilan kembar
dengan 2 amnion, 2 korion, dan 2 plasenta seperti pada kehamilan dizigotik. Bila faktor
penghambat terjadi setelah blastula tetapi sebelum amnion terbentuk, maka akan terjadi
kehamilan kembar dengan 2 amnion, sebelum primitive streak tampak maka akan terjadi
kehamilan kembar dengan 1 amnion. Setelah primitive streak terbentuk maka akan terjadi
kembar dempet dalam berbagai bentuk.
2.7 Tanda Dan Gejala Kehamilan Ganda
Keluhan kehamilan lebih sering terjadi dan lebih berat.
Tanda-Tanda Yang Sering Terlihat :
1. Ukuran uterus lebih besar dari kehamilan normal

2. Distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransinya dan seringkali


terjadi partus prematurus. Usia kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin
pada kehamilan kembar.
3. Kenaikan berat badan ibu berlebihan.
4. Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah sehingga
dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain
5. Palpasi yang meraba banyak bagian kecil janin.
6. Detak Jantung Janin lebih dari 1 tempat dengan perbedaan frekuensi sebesar > 8
detik per menit.
2.8 Penatalaksanaan Kehamilan Ganda
Penanganan Dalam Kehamilan
Pemeriksaan Antenatal lebih sering. Mulai kehamilan 24 minggu pemeriksaan
dilakukan tiap 2 minggu, sesudah kehamilan 36 minggu tiap minggu, sehingga tandatanda preeklampsi dapat diketahui secara dini dan penanganan dapat dikerjakan
dengan segera.Setelah kehamilan 30 minggu, perjalanan jauh dan koitus sebaiknya
dialarang karena dapat merupakan faktor predisposisi partus prematurus.Anemia
hipokrom tidak jarang terjadi pada kehamilan kembar karena kebutuhan besi 2 bayi
dan penambahan volume darah ibu sangat meningkat. Pemberian sulfas ferosus
3100 mg secara rutin perlu dilakukan. Selain zat besi dianjurkan untuk memeberikan
asam folik sebagai tambahan.
Penatalaksanaan Persalinan
A. Posisi janin pertama harus ditentukan saat masuk kamar bersalin.
B. Bila janin pertama letak lintang atau letak sungsang maka persalinan diakhiri
dengan SC.
C. Bila janin pertama letak kepala, dapat dipertimbangkan persalinan pervaginam.
D. Bila janin pertama letak sungsang dan janin letak kepala, dikhawatirkan terjadi
interlocking sehingga persalinan anak pertama mengalami after coming head
E. Setelah janin pertama lahir, biasanya kontraksi uterus menghilang atau berkurang
sehingga tidak jarang bahwa kontraksi uterus perlu diperkuat dengan pemberian
oksitosin infuse setelah dipastikan anak ke II dapat lahir pervaginam.
Mekanisme Interlocking pada persalinan kembar dapat menyebabkan
beberapa komplikasi antara lain :
A. Hipertensi dalam kehamilan
B. Anemia
C. Polihidramnion
8

D. Persalinan preterm
E. Persalinan macet akibat interlocking atau collision bagian terendah janin
F. Mortalitas perinatal meningka.
2.9 Pengertian Kelainan Air Ketuban
Kelainan air ketuban dapat dibedakan menjadi :
a. Polyhidramnion : Hidramnion adalah suatu jumlah cairan amnion yang berlebihan
(lebih dari 2000 ml). Normal volume cairan amnion meningkat secara bertahap
selama kehamilan dan mencapai puncaknya kira-kira 1000 ml antara 34 sampai 36
minggu (Ben-Zion Taber, 1994: 39).
b. Oligihidramnion : suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal , yaitu
kurang dari 500 cc

2.10

Etiologi Kelainan Air Ketuban


A. Polyhidramnion
Sampai sekarang penyebab hidramnion masih belum jelas. Pada banyak kasus
hidramnion berhubungan dengan kelainan malformasi janin, khususnya kelainan
sistem syaraf pusat dan traktus gastrointestinal.
Namun secara teori, hidramnion bisa terjadi karena :
1. Produksi Air Ketuban Bertambah
Diduga air ketuban dibentuk oleh sel-sel amnion, tetapi air ketuban dapat
bertambah cairan lain masuk kedalam ruangan amnion, misalnya air kencing
janin dan cairan otak anensefalus.
Naeye dan Blanc (1972) mengidentifikasi dilatasi tubulus ginjal, bladder (vesica
urinaria) ukuran besar, akan meningkatkan output urine pada awal periode
pertumbuhan fetus, hal inilah yang meningkatkan produksi urine fetus yang
mengakibatkan hidramnion.
2. Pengaliran Air Ketuban Terganggu
Air ketuban yang dibentuk, secara rutin dikeluarkan dan diganti dengan yang
baru. Salah satu cara pengeluaran adalah ditelan oleh janin, diabsorpsi oleh usus
kemudian dialirkan ke plasenta untuk akhirnya masuk kedalam peredaran darah
ibu. Ekskresi air ketuban ini akan terganggu bila janin tidak bisa menelan seperti
pada atresia esofagus dan anensefalus.
9

Hidramnion berhubungan dengan kehamilan kembar monozigotik, hipotesis


telah dibuktikan bahwa salah satu fetus menguasai satu bagian sirkulasi dari
janin lainnya, dimana fetus yang satu ini mengalami cardiac hypertrofi dan
produksi output urine yang meningkat.
B. Oligohidramnion
Penyebab pasti terjadinya oligohidramnion masih belum diketahui.Beberapa
keadaan berhubungan dengan oligohidramnion hampir selalu berhubungan dengan
obstruksi saluran traktus urinarius janin atau renal agenesis.. Etiologi primer lainnya
mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi
sekundernya misalkan pada ketuban pecah dini.
2.11 Tanda Dan Gejala Kelainan Air Ketuban
A. Polyhidramnion
1. Pembesaran uterus, lingkar abdomen dan tinggi fundus uteri jauh melebihi
ukuran yang diperkirakan untuk usia kehamilan.
2. Dinding uterus tegang sehingga pada auskultasi bunyi detak jantung janin sulit
atau tidak terdengar dan pada palpasi bagian kecil dan besar tubuh janin sulit
ditentukan.
3. Masalah-masalah mekanis. Apabila polihidramnion berat, akan timbul dispnea,
edema pada vulva dan ekstremitas bawah; nyeri tekan pada punggung, abdomen
dan paha; nyeri ulu hati, mual dan muntah.
4. Letak janin sering berubah (letak janin tidak stabil) (Helen Varney, 2006: 634).
B. Oligohydramnion
1. Perut ibu kelihatan kurang membuncit.
2. Denyut jantung janin sudah terdengar lebih dini dan lebih jelas.
3. Ibu merasa nyeri di perut pada setiap gerakan anak.
4. Persalinan lebih lama dari biasanya.
5. Sewaktu his/mules akan terasa sakit sekali.
6. Bila ketuban pecah, air ketuban akan sedikit sekali bahkan tidak ada yang
keluar.
7. Sering berakhir dengan partus prematurus.
2.12 Penatalaksanaan Kelainan Air Ketuban
A. Polyhidramnion
1. Pada Masa Hamil
Pada hidramnion ringan tidak perlu pengobatan khusus. Hidramnion sedang
dengan beberapa ketidaknyamanan biasanya dapat diatasi, tidak perlu intervensi
sampai persalinan atau sampai selaput membran pecah spontan.Jika terjadi sesak
10

nafas atau nyeri pada abdomen, terapi khusus diperlukan.Bed rest, diuretik dan air
serta diet rendah garam sangat efektif. Terapi indomethacin biasa digunakan
untuk mengatasi gejala-gejala yang timbul menyertai hidramnion. Kramer dan
koleganya (1994) melalui beberapa hasil penelitiannya membuktikan bahwa
indomethacin mengurangi produksi cairan dalam paru-paru atau meningkatkan
absorpsi, menurunkan produksi urine fetus dan meningkatkan sirkulasi cairan
dalam membran amnion. Dosis yang boleh diberikan 1,5-3 mg/Kg per hari. Tetapi
pada hidramnion berat maka penderita harus dirawat dan bila keluhan terlalu
hebat dapat dilakukan amniosentesis (pengambilan sampel cairan ketuban melalui
dinding abdomen). Prinsip dilakukan amniosintesis adalah untuk mengurangi
distress pada ibu. Selain itu, cairan amnion juga bisa di tes untuk memprediksi
kematangan paru-paru janin.
2. Pada Masa Persalinan
Bila tidak ada hal-hal yang mendesak maka sikap kita adalah menunggu.Jika pada
waktu pemeriksaan dalam ketuban tiba-tiba pecah, maka untuk menghalangi air
ketuban mengalir keluar dengan deras, masukanlah tinju kedalam vagina sebagai
tampon beberapa lama supaya air ketuban keluar pelan-pelan.Maksudnya adalah
supaya tidak terjadi solusio plasenta, syok karena tiba-tiba perut kosong atau
perdarahan postpartum karena atonia uteri.
3. Pada Masa Nifas
Observasi perdarahan postpartus. Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan post
partum, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan golongan dan transfuse darah serta
sediakan obat uterotronika. Untuk berjaga-jaga pasanglah infuse untuk
pertolongan perdarahan post partum Jika perdarahan b. nyak, dan keadaan ibu
setelah partus lemah, maka untuk menghindari infeksi berikan antibiotika yang
cukup
B. Oligohidramnion
Penanganan oligohidramnion bergantung pada situasi klinik dan dilakukan pada
fasilitas kesehatan yang lebih lengkap mengingat prognosis janin yang tidak baik.
Kompresi tali pusat selama proses persalinan biasa terjadi pada oligohidramnion,
oleh karena itu persalinan dengan sectio caesarea merupakan pilihan terbaik pada
kasus oligohidramnion.

11

12

BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN
A. Kelainan lamanya kehamilan dapat dibagi menjadi kehamilan preterm dan posterm.
B. Kehamilan ganda (multifetus) adalah kehamilan yang terdiri dari dua janin atau
lebih. Kehamilan ganda dapat menghasilkan anak kembar dua kembar tiga (triplet
kembar empat (quadruplet), kembar lima (quintriplet), dan kembar enam (sextuplet).
Hamil kembar tentunya menjadi keajaiban. Butuh perlakuan ekstra terhadap tubuh
ibu dan janinnya, sejalan dengan perubahan dan kebutuhan yang jelas berbeda
dibandingkan kehamilan biasa.
C. Kelainan air ketuban dapat dibedakan menjadi polyhidramnion dan
oligohidramnion.

3.2 SARAN
Dengan mempelajari dan memahami tentang penyulit dan deteksi komplikasi ibu dan
janin pada kehamilan lanjut serta penatalaksaannya dalam kelainan lamanya
kehamilan,kehamilan ganda dan kelainan air ketuban. Mahasiswa diharapkan mampu
memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Kami mohon maaf jika ada kesalahan katakata dalam penulisan makalah ini, penulis juga meminta kritik dan saran agar bisa
memperbaiki. Terima kasih.

13