Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN GEOFISIKA PADAT

PROGRAM STUDI GEOFISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
LAPORAN EKSKRUSI GEOLOGI STRUKTUR SUNGAI JENE LATA
KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

DISUSUN OLEH :
ALIFKA CENDANI PUTRI

H22114004

MUSTAKIMA

H22114005

LA ODE ARMIN

H22114023

DEWI RAHMA AHMADI

H22114505

PROGRAM STUDI GEOFISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Laporan Kuliah lapangan mengenai mata kuliah geologi struktur.
Kuliah lapangan ini merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh di
Departemen Geofsika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Hasanuddin. Laporan Lapangan ini disusun sebagai pelengkap Kuliah
Lapangan yang telah dilaksanakan 15 Oktober 2016 Di daerah Jenelata.
Dengan selesainya laporan kerja kuliah lapangan ini tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk
itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik dari
materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan
pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan.
Terima kasih.
Makassar,
2016

Penulis

Oktober

BAB I
GEOLOGI REGIONAL DAERAH KABUPATEN GOWA
Geologi Sulawesi Selatan menarik untuk diteliti, karena wilayah ini dari segi tektonik
merupakan bagian kontinen Sunda yang bergabung dengan kawasan lain di Sulawesi yang
merupakan pecahan dari Papua dan Australia (Massinai, 2011).
Lokasi yang dijadikan daerah penelitian adalah Daerah Aliran Sungai Jenelata Kabupaten
Gowa yang merupakan lembah Gunungapi Sapaya disusun oleh batuan gunungapi Fomasi
Lompobattang (Qlv).Daerah Aliran Sungai Jenelata disusun oleh batuan gunungapi Formasi
Baturappe-Cindako (Tpbv) (Massinai, 2012).
Secara geografis Daerah Aliran Sungai Jenelata terletak pada 119o3200BT-119o5000BT
dan 051500 LS - 052700 LS.Sungai ini diprediksi merupakan aliran letusan gunungapi
purba Sapaya.Secara geologis bermula dari terbentuknya formasi gunungapi Sapaya yang
kemudian erupsi.Erupsi ini kemudian menyebabkan keluarnya material-material tertentu dari
perut bumi, membawa batu dan abu hasil erupsi ini menyembur sampai sejauh radius 18 km
atau lebih, sedangkan lava bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.Bermula dari proses
ini, dimana semua batuan berawal dari magma yang keluar melalui puncak gunungapi dan
akan kembali menjadi magma lagi karena proses subsduksi lempeng yang membawanya
menuju astenosfer kembali (Arlen, 2010).
Pulau Sulawesi terdiri dari empat lengan yaitu lengan Utara Sulawesi, lengan Timur
Sulawesi, lengan Tenggara Sulawesi dan lengan Selatan Sulawesi. Keempat lengan Pulau
Sulawesi ini menyatu berbentuk huruf K (Katili, 1989). Kondisi tektonik Selatan Sulawesi
sangat mempengaruhi aktivitas kegempaan dan gerakan tanah di daerah Sulawesi Selatan
(Lantu dkk, 2006). Depresi Jenelata yang merupakan wilayah DAS (daerah aliran sungai)
Jenelata adalah BAB II
DATA HASIL PENGUKURAN
II.1 Lokasi I
Pukul : 08:00 08:30

Tempat : Desa Kampili, Kecamatan Manuju

Cuaca : Cerah

Koordinat : 5o756,4 LU 119o2912 LS

Strike : N230oE

Dip: N24oW

II.2 Lokasi II
Pukul : 08:55 09:34

Tempat : Bendungan Bisua, Kabupaten Takalar

Cuaca : Cerah

Koordinat : 5o1418,95 LU 119o3054,5 LS

Strike : N52oE

Dip: N86oW

II.3 Lokasi III


Pukul : 09.55 10:30

Tempat : Desa Towata, Kabupaten Takalar

Cuaca : Cerah

Koordinat : 5o1649,4 LU 119o3448 LS

Strike : N275oE

Dip: N40oW

II.4 Lokasi IV
Pukul : 10:45 11:37

Tempat : Desa Pattallikkang, Kecamatan Manuju

Cuaca : Cerah

Koordinat : 5o1843,9 LU 119o3733,5 LS

Strike : N92oE

Dip: N62oW

II.5 Lokasi V
Pukul : 01:15 01:35

Tempat : Sungai Jenelata

Cuaca : Cerah

Koordinat :

Strike : N180oE

Dip: N86oW

BAB III
REKONSTRUKSI SINGKAPAN
III.1 Lokasi I

Dari gambar di atas dapat dilihat struktur yang terbentuk yakni perlapisan. Lapisanlapisan ini terdiri atas lempung serpih lempung pasiran breksi (diurutkan dari bawah).
III.2 Lokasi II

Daari gambar diatas dapat dilihat anak panah menunjukkan rekahan-rekahan yang
terjadi. Jadi dapat disimpulkan struktur yang terbentuk pada batuan ini adalah berupa kekar.
III.3 Lokasi III

Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi rekahan pada batuan ini
namun tidak mengalami pergeseran, sehingga strukturnya berupa kekar. Rekahan ini
mengalami rekahan sepanjang 48 cm, hasilnya didapatkan berdasarkan pengukuran yang
telah dilakukan.
III.4 Lokasi IV

Gambar diatas menunjukkan adanya struktur berupa sesar turun, yakni pada batuan
tersebut telah terjadi rekahan dan kemudian mengalami pergeseran ke arah bawah seperti
yang ditunjukkan anak panah berwarna biru. Pada batuan tersebut juga terlihat garis gores
seperti yang ditunjukkan anak panah berwarna merah.

III.5 Lokasi V

Dari gambar diatas dapat dilihat rekahan-rekahan yang terbentuk, dan ada juga
rekahan yang mengalami pergeseran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur yang
terbentuk pada daerah ini yakni berupa kekar dan sesar.