Anda di halaman 1dari 8

Edema

Teori underfil menjelaskan bahwa hipoalbuminemia merupakan factor utama


terjadinya edema pada SN.Hipoalbuminemia menyebabkan penurunan tekanan
onkotik plasma sehingga cairan bergeser dari intravascular ke jaringan interstisium
dan terjadi edema.

Tekanan osmotic koloid dalam jaringan biasanya hanya kecil sekali, sehingga tidak dapat
melawan tekanan osmotic yang terdapat dalam darah.Tetapi pada keadaan tertentu jumlah
protein dalam jaringan dapat meninggi, misalnya jika permeabilitas kapiler bertambah.Dalam hal
ini maka tekanan osmotic jaringan dapat menyebabkan edema.Filtrasi cairan plasma juga
mendapat perlawanan dari tekanan jaringan (tissue tension). Tekanan ini berbeda-beda pada
berbagai jaringan. Pada jaringan subcutis yang renggang seperti kelopak mata, tekanan sangat
rendah, oleh karena itu pada tempat tersebut mudah timbul edema.
Retensi natrium terjadi bila eksresi natrium dalam kemih lebih kecil dari pada yang
masuk (intake). Karena konsentrasi natrium meninggi maka akan terjadi hipertoni.
Hipertoni menyebabkan air ditahan, sehingga jumlah cairan ekstraseluler dan
ekstravaskuler (cairan interstitium) bertambah.Akibatnya terjadi edema.

cairan dan elektrolit pengetahuan dasar


Cairan Tubuh: Larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut

AIR
Komponen tunggal terbesar dari tubuh adalah air.Air tubuh total (TBW total body water) yaitu
presentase dari berat air dibanding dengan berat badan total. TBW ini bervariasi menurut jenis
kelamin,berat badan,umur dan kandungan lemak tubuh. Air membentuk sekitar 60% dari berat
badan pria dewasa.Semakin tinggi kandungan lemak tubuh semakit sedikit kandungan air
tubuh,karena lemak bebas air .Pada wanita dewasa kandungn lemak tinggi,air yang
membetuknya sekitar 50% dari berat badan.Pada bayi baru lahir, air membentuknya sekitar 75%
dari berat badannya.

Kompartemen-Kompartemen Cairan Tubuh


Seluruh cairan tubuh didistribusikan di antara dua kompartemen utama yaitu: cairan ekstraseluler

dan cairan intraseluler.Kemudaian cairan ekstraseluler di bagi lagi menjadi cairan intersisial dan
cairan plasma (intravaskular).Ada juga kompartemen cairan yang kecil yang disebut cairan
transeluler,meliputi cairan sinoval,peritonium,perikardial,intraokuler dan cairan
serebrospinal.Biasanya dipertimbangkan sebagai cairan ektraseluler. Cairan intraseluler
mengandung 40% dari beret badat total pria dewas.20% cairan menempati kompartemen
ekstraseluler,15% nya menempati intersisial dan 5% cairan plasma.Cairan transeluler sekitar 1%
dari beran badan total

Pertukaran antara cairan ekstraseluler dan intraseluler

Pertukaran antar cairan ektraseluler dan cairan intraseluler terutama ditentukan oleh efek osmotik
dari zat terlarut ( natrium,klorida,dan elektrolit lainnya)..
Osmosis adalah besar difusi cairan dari tempat yang konsentrasi tinggi ketempat konsentrasi
rendah. Semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam larut,semakin rendah konsentrasi air dalam
larutan itu.Membran sel relatif inpermeabel terhadap zat terlarut tapi sangat permeabel terhadap
air,maka air berdifusi melintasi membran sel menuju daerah dengan kensentrasi zat terlarut
tinggi.jika satu zat terlarut seperti natrium atau klorida di tambahkan kadalam cairan
ekstraseluler,maka air akan berdifusi dari dalam sel ke ruang ekstraseluler.Besar tekanan yang
dibutuhkan untuk mencegah osmosis disebut dengan tekanan osmotik.tekanan osmotik bukan
merupakan tekanan yang menimbulkan difusi akhir air melalui membran.Sebaliknya tekan
osmotik sama dengan besar tekanan yang harus diberikan untuk mencegah difusi akhir melalui
membran. Semakin tinggi tekanan osmotik suatu larutan konsentrasi zat terlarut semakin tinggi
dan konsentrasi air semakin rendah. Jadi tekanan osmotik berbanding langsung terhadap
konsentrasi partikel yang aktif secara osmotik dalam cairan dan berbanding terbalik terhadap
konsrntrasi air
KONSENTRASI. Konsentrasi adalah jumlah partikel zat terlarut dalam larutan,jumlah partikel
ini diukur dalam istilah osmol. 1 osmol sama dengan 1 mol zat terlarut. Jika suatu larutan
mengandung 1 mol glukose dalam setiap liter mempunyai konsentrasi 1 osmol.jika suatu
molekol berdiosiasi menjadi dua ion ( KaCl berdiosisasi menjadi Ka dan Cl ) dan jika larutan itu
mengandung 1 mol/liter,maka akan memberikan konsentrasi osmotik 2 osmol/liter.
Pada umumnya,istilah osmol terlalu besar untuk menyatakan satuan aktivitas osmotik zat terlarut
dalam cairan tubuh. Karenanya,istilah miliosmol (mOsm),yang sama dengan 1/1000 osmol,lebih
sering dipakai.
OSMOLALITAS DAN OSMOLARITAS. Osmolalitas adalah menyatakan jumlah partikel zat
terlarut per kilogram air dan osmolaritas menyatakan jumlah partikel zat terlarut per liter
larutan.Pada larutan encer seperti cairan tubuh, kedua istilah ini dapat di gunakan hampir secara
sinonim karena perbedaannya kecil.Pada kebanyakan kasus, lebih mudah menyatakan cairan

tubuh dalam liter dari pada dalam kilogram air.Karenanya, kebanyakan perhitungan yang dipakai
secara klinis lebih didasarkan pada osmolaritas dari pada osmolalitas.

KESEIMBANGAN OSMOTIK ANTARA CARIAN EKSTRASELULER DAN CAIRAN


INTRASELULER.
Perpindahan cairan yang melintasi membran sel terjadi sedemikan cepat sehingga setiap
perbedaan osmolaritas antara kedua kompartemen ini akan dikoreksi dalam waktu detik atau
menit untuk mencapai keseimbangan osmotik. Perubahan konsentrasi yang relatif kecil pada zat
terlarut dalam cairan ekstraseluler, maka dapat timbul tekanan osmotik yang besar.Ini dibutuhkan
kekuatan yang besar untuk memindahkan air agar dapat melintasi membran sel bila cairan
ekstraseluler dan intraseluler tidak dalam keadaan keseimbangan osmotik.

Cairan Isotonik,Hipotonik dan Hipertonik

Istilah isotonik,hipotonik dan hipertonik menunjukan efek perbedaan konsentrasi zat terlarut
impermeabel dalam cairan ekstraseluler terhadap volume sel. Isotonik menunjukan zat terlarut
dalam larutan yang memiliki osmolaritas sama dengan cairan tubuh. Hipotoni zat terlarut dalam
larutan yang memiliki osmolaritas lebih rendah dari osmolaritas cairan tubuh.Hipertonik zat
terlarut dalam larutan yang memiliki osmolaritas lebih tinggi dari osmolaritas cairan tubuh.
Penambahan cairan-cairan ini kedalam kedalam cairan tubuh akan menyebabkan perubahan
volume cairan ekstraseluler maupun cairan intraseluler dan tekanan osmotik.Istilah
isoosmotik,hipoosmotik dan hiperosmotik merujuk pada larutan yang mempunyai osmolaritas
(kekental ) yang sama,lebih rendah dan tinggi dengan sel.

Pertukaran Antara Cairan Plasma dan Cairan Intersisial

Distribusi air diantara kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang diasilkan oleh darah
kapiler,terutama akibat pompa jantung dan tekanan osmotik keloid yang terutama diakibatkan
oleh albumin serum.Albumin bekerja sebagai osmol efektif yang tidak mudah melewati
membran kapiler. Pada ujung arteri dari kapiler tekan hidrostatik lebih tinggi dari tekanan
osmotik keloid sehigga air berpidah keruang intersisial.Pada ujung vena kapiler cairan berpindah
dari intersisial ke ruang intravaskuler,karana pada ujung vena kapiler tekanan osmotik keloid
melebihi tekanan hidrostatik ( hukum Starling). Proses perpindahan cairan dari kapiler ke
intersisial disebut ultrafiltrasi,karena air elektrolit dan zat terlarut lainnya ( kecuali protein)
dengan mudah menembus membran kapiler.
Pada keadaan tertentu dapat terjadi kebocoran protein plasma keruang intersisial tekanan
osmotik jaringan akan meningkat cukup tinngi,sistem limfatik secara normal akan
mengembalikan kelebihan cairan dan proterin kesirkulasi umum.
Penimbunan cairan yang berlebihan pada ruang intersisial disebut edema,ada empat faktor yang
menyebabkan edema
1. Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler (gagal jantung)
2. Penurunan tekanan osmotik plasma ( serosis dan sindroma nifrotik)
3. Peningkatan permeabilitas membran ( inflamasi)
4. Obstruksi limfe (operasi)

ZAT TERLARUT

Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.
Nonelektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik.
Nonelektrolit terdiri dari protein,glukose,karbondioksida. Elektrolit (ion) adalah zat terlarut yang
dalam larutan dan bermuatan listrik.Elektrolit tubuh mencakup natrium ( Na + ), kalium ( K + ),
kalsium (Ca + ), magnesium ( Mg ++ ), klorida ( Cl - ), bikarbonat ( HCO3 - ), fosfat ( HPO4 - )
dan sulfat ( SO4 - ). Ion-ion yang bermuatan positif disebut kation dan yang bermuatan negatif
disebut anion.
Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian lainnya,dan
dalam keadaan sehat mereka harus berada pada bagian yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.
Kation utama pada cairan ekstrseluler adalah Natrium dan anion utama adalah klorida dan
bikarbonat,konsenrasi ini rendah pada cairan intraseluler. Pada cairan intraseluler kalium adalah
kation utama dan fosfat adalah anion utama,dan sebaliknya konsentrasi elektrolit ini rendah pada
cairan ekstraseluler.Natrium sebagai partikel terbanyak pada cairan ektraseluler memegang

peranan penting dalam mengendalikan volume cairan tubuh total.Sedangkan kalium penting
dalam pengendalian volume sel.Perbedaan mutan listrik di luar dan di dalam mebran penting
untuk menghasilkan kerja otot dan saraf,perbedaan konsentrasi kalium dan natrium di dalam dan
di luar membran sel penting untuk mempertahankan perbedaan muatan listrik.

Hemoestasis
Hemoestasis atau keseimbangan dinamis adalah proses pertukaran atau pergantian cairan yang
terus menerus namun komposisi volume cairan relatif stabil. Istilah hemoestasis dipergunakan
untuk menjelaskan pengaturan kondisi-kondisi statis atau konstan dalam lingkungan
dalam.Karena pada dasarnya semua organ dan jaringan tubuh berfungsi untuk membantu
mempertahankan kondisi-kondisi yang tetap ini.
Diposkan oleh dr.Gede Eka Wijaya di 01:19
http://id.scribd.com/doc/139043569/Patofisiologi-Edema

A. Konsep Dasar Anatomi Fisiologi Cairan


Air beserta unsur-unsur didalamnya yang diperlukan untuk kesehatan disebut cairan
tubuh.Cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstraselular) dan sebagian lagi di dalam sel
(intraseluler). Pada orang dewasa kira-kira 40 % berat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada
di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya
berada di luar sel (ekstraseluler) yang terbagi dalam 15 % cairan interstitial, 5 % cairan
intavaskuler dan 1-2 % transeluler.
Cairan tubuh terdiri dari :
1. Cairan Intraseluler (CIS) adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh. 50%
dari berat badan letaknya didalam sel dan mengandung elektrolit, kalium fosfat dan
bahan makan seperti glukosa dan asam amino. Kerja enzim dalam sifatnya konstan,
memecah dan membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolisme untuk
mempertahankan keseimbangan cairan.
2. Cairan Ekstraselular (CES) adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga
kelompok yaitu :
1. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler.
2. Cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel.
3. cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan
intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Untuk menjaga agar cairan tubuh relatif konstan dan komposisinya stabil merupakan hal yang
penting.Dalam pengaturan yang mempertahankan kekonstanan cairan tubuh diperlukan adanya
pengaturan volume cairan tubuh, cairan ekstraseluler, keseimbangan asan dan basa, kontrol
pertukaran antara kompartemen cairan ekstraseluler dan intraseluler.
Prinsip dasar keseimbangan cairan :
1. Air bergerak cepat melintasi membrane sel karena osmolaritas cairan interseluler dan
ekstraseluler.
2. Membran sel hampir sangat impermeabel terhadap banyak zat terlarut karena jumlah
osmol dalam cairan ekstraseluler atau intraseluler konstan.
Cairan tubuh merupakan sarana untuk mentranspor zat makanan dan metabolisme membawa
nutrient mulai dari proses absorbsi, mendistribsikan sampai ketingkat intraseluler.
Transpor Cairan dalam Tubuh :

Difusi

Pergerakan molekul melintasi membran semipremeabel dari kompartemen berkonsentrasitinggi


menuju kompartemen rendah. Difusi cairan berlangsung melalui pori- pori tipis membran
kapiler. Laju difusi dipengaruhi: ukuran molekul, konsetrasi larutan, dan temperatur larutan

Filtrasi

Proses perpindahan cairan dan solut (substansi yang terlarut dalam cairan) melintasi membran
bersama- sama dari kompartemen bertekanan tinggi menuju kompartemen bertekanan rendah.
Contoh Filtrasi adalah pergerakan cairan dan nutrien dari kapiler menuju cairan interstitial di
sekitar sel.

Osmosis

Pergerakan dari solven (pelarut) murni (air) melintasi membran sel dari larutan berkonsentrasi
rendah (cairan) menuju berkonsentrasi tinggi (pekat).

Transpor Aktif

Proses transpor aktif memerlukan energi metabolisme. Proses tranpor aktif penting untuk
mempertahankan keseimbangan natrium dan kalsium antara cairan intraseluler dan ekstraseluler.
Dalam kondisi normal, konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intraseluler dan kadar kalium
lebih tinggi pada cairan ekstraseluler.
Cairan tubuh normalnya berpindah antara kedua kompartemen atau ruang utama dalam upaya
untuk mempertahankan keseimbangan kedua ruang itu.Kehilangan dari cairan tubuh dapat

mengganggu keseimbangan ini.Kadang cairan tidak hilang dari tubuh, tetapi tidak tersedia untuk
dipergunakan baik oleh ruang cairan intraseluler ataupun ruang cairan ekstraseluler.
Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh
selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman.Dalam kondisi normal intake cairan sesuai
dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi.Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka
tubuh akan kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi, penguapan kulit,
ginjal (urine), ekresi pada proses metabolisme.
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari,
sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000
ml per hari diperoleh dari makanan, dan oksidasi selama proses metabolisme.
Tekanan Osmotik adalah besarnya tekanan yang harus diberikan kepada suatu larutan untuk
mencegah mengalirnya molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi
permiabel.
Osmosis ialah peristiwa perpindahan pelarut dari larutan yang konsentrasinya lebih
kecil (encer) ke larutan yang konsentrasinya lebih besar (pekat) melalui membran
semi permiabel
Perubahan primer pada kelainan ini adalah menurunya tekanan onkotik koloid yang
disebabkan oleh hilangnya protein secara masif melalui urin.Hal ini mendorong
perpindahan cairan ke dalam interstitial, menyebabkan hipovolemia, dan
mencetuskan pembentukan edema sebagai konsekuensi dari berbagai peristiwa di
atas, termasuk aktivasi sistem RAA. Dengan adanya hipoalbuminemia berat dan
penurunan tekanan onkotik koloid, maka retensi garam dan air dalam kompartemen
vaskuler tidak dapat dipertahankan, akibatnya terjadi penurunan colume darah
arteri total dan efektif, sehingga stimulus untuk terjadinya retensi garam dan air
tidak dapat dikurangi. Peristiwa serupa terjadi pada keadaan lain yang
menyebabkan hipoalbuminemia berat, termasuk defisiensi nutrisi berat, enteropati
yang disertai kehilangan protein, hipoalbuminemia kongenital, dan penyakit hati
kronis yang berat. Namun, pada sindroma nefrotik, yang berperan dalam
pembentukan edema adalah gangguan ekskresi natrium di ginjal, walaupun tidak
terjadi hipoalbuminemia berat.

TEKANAN OSMOTIK
Tekanan osmotik () adalah tekanan yang diberikan pada larutan
yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke
dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).

Air menerobos masuk melalui membran semipermeabel sehingga


permukaan pada corong tistel akan naik yang diakibatkan oleh
adanya tekanan osmotik.
Besar tekanan osmotik diukur dengan alat osmometer, dengan
memberikan beban pada kenaikan permukaan larutan sehingga
menjadi sejajar pada permukaan sebelumnya.
Pengaturan cairan pd pasien ggk demi mencapai keseimbangan cairan dalam tubuh
Tekanan osmotik adalah tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan
kesetimbangan osmotik antara suatu larutan dan pelarut murninya yang dipisahkan
oleh suatu membran yang dapat ditembus hanya oleh pelarut tersebut. [1] Dengan
kata lain, tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan
osmosis, yaitu gerakan molekul pelarut melewati membran semipermeabel ke
larutan yang lebih pekat.[2] Tekanan osmotik merupakan salah satu sifat koligatif
larutan.