Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Asuhan antenatal ( Antenatal Care) adalah suatu program yang terencana
berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk
memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan
memuaskan.
Pelayanan antenatal merupakan

pelayanan kesehatan yang

diberikan oleh tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter


umum, bidan, pembantu bidan dan perawat bidan) untuk ibu selama masa
kehamilannya, sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang berlaku,
meliputi 5T yaitu timbang berat badan, ukur tinggi badan, ukur tekanan
darah, pemberian imunisasi TT, ukur tinggi fundus uteri dan pemberian
tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Kunjungan antenatal
ini minimal dilakukan sebanyak 4 kali pada masa kehamilan oleh semua
ibu hamil. Namun pada kenyataannya masih banyak ibu ibu hamil yang
tidak melaksanakan hal tersebut.
Oleh sebab itu, karena pentingnya kunjungan awal antenatal
sehingga penulis membuat makalah dengan judul Asuhan kehamilan
kunjungan awal pada kehamilan normal dan patologis yang meliputi
tujuan kunjungan,pengkajian data kesehatan ibu hamil dan pengkajian data
kesejahteraaan janin

bertujuan agar penulis maupun pembaca dapat

memahaminya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah definisi dari kunjungan awal?
1.2.2 Apa saja tujuan dari kunjungan awal?
1.2.3 Apa saja pengkajian data kesehatan pada ibu hamil yang dapat
dilakukan?
1.2.4 Apa saja pengkajian data kesejahteraan janin yang dapat
dilakukan?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui definisi dari kunjungan awal.
1.3.2 Mengetahui tujuan dari kunjungan awal.

1.3.3

Mengatahui pengkajian data kesehatan pada ibu hamil yang dapat

dilakukan.
1.3.4 Mengetahui pengkajian data kesejahteraan janin yang dapat
dilakukan.
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1 Bagi Penulis
Agar menambah informasi dan wawasan penulis mengenai asuhan
kehamilan kunjungan awal pada kehamilan normal dan patologis yaitu
tujuan kunjungan, pengkajian data kesehatan ibu hamil dan pengkajian
data kesejahteraan janin.
1.4.2 Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan
wawasan

mahasiswa,

sehingga

dapat

mengaplikasikannya

dalam

memberikan asuhan kebidanan khususnya asuhan kehamilan kunjungan


awal pada kehamilan normal dan patologis yaitu tujuan kunjungan,
pengkajian data kesehatan ibu hamil dan pengkajian data kesejahteraan
janin.
1.4.3

Bagi Petugas Kesehatan


Agar dapat menambah informasi bagi petugas kesehatan dalam

pemberian pelayanan kebidanan khususnya pada asuhan kehamilan


kunjungan awal pada kehamilan normal dan patologis yaitu tujuan
kunjungan, pengkajian data kesehatan ibu hamil dan pengkajian data
kesejahteraan janin.
serta dapat memeberikan pelayanan sesuai standar pelayanan
kebidanan yang berlaku.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kunjungan Awal
Kunjungan awal adalah suatu kunjungan yang dilakukan pertama kali ibu hamil
dari awal kehamilan hingga minggu ke-36.

2.1 Tujuan Kunjungan


Tujuan dari kunjungan awal ini yaitu sebagai berikut
1. Menentukan tingkat kesehatan ibu dengan melakukan pengkajian riwayat
lengkap dan uji skrining yang tepat.
2. Menetapkan catatan dasar tentang tekanan darah,urinalisis, nilai darah,
serta pertumbuhan dan perkembangan janin dapat digunakan sebagai
standar pembanding sesuai kemajuan kehamilan
3. Mengidentifikasikan faktor risiko dengan mendapatkan riwayat detil
kebidanan masa lalu dan sekarang.
4. Memberi kesempatan pada ibu dan keluarga untuk mengekspresikan dan
mendiskusikan
adanya kekhawatiran tentang kehamilan saat ini,proses persalinan, serta m
asa nifas.
5. Menganjurkan adanya pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam upaya m
empertahankn kesehatan ibu dan perkembangan kesehatan bayinya.
6. Membangun hubungan saling percaya karena ibu dan bidan adalah mitra
dalam asuhan
7. Mendiskusikan filosofi klinis perawatan
8. Memperoleh rujukan konseling genetic
9. Menentukan diagnosis ada/tidaknya kehamilan
10. Menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan
11. Menentukan rencana pemeriksaan/penatalaksanaan selanjutnya.

2.3 Pengkajian Data Kesehatan Ibu Hamil


1. Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan merupakan identifikasi keluhan sekarang, penyakit umum
yang pernah diderita, serta penyakit yang dialami saat masa sebelum kehamilan
maupun saat kehamilan.
a. Sosial
1) Kumpulan keluarga

Informasi tentang keluarga klien harus mencakup asal keluarga, tempat


lahir, orang-orang yang tinggal bersama klien, individu yang dianggap
keluarga, dan individu yang dapat diandalkan dalam memperoleh
dukungan,tentang status klien saat ini, dan klien tinggal dengan siapa klien
tinggal.hal ini menunjukan bahwa bidan menyadari tidak semua wanita
hamil terikat dan sanggup untuk sendiri menghadapi semua keadaan saat
ia hamil.
2) Situasi tempat tinggal
Dapatkan informasi tentang tempat tinggal klien, seberapa kali ia pindah,
seperti apa rumahnya, jumlah individu, keamanan lingkungan, daan jika
diindikasikan, apakah tersedia cukup makanan didalam rumah,dan
keadaan lingkungan sekitar, diharapkan tetap bersih dan terhindar dari
berbagai sumber penyakit.
3) Pekerjaan
Mengetahui pekerjaan klien adalah penting untuk mengetahui apakah klien
berada dalam keadaan utuh dan untuk mengkaji potensi kelainan
premature dan pajanan terhadap bahaya lingkungan kerja, yang dapat
merusak janin.
4) Pendidikan, minat, hobi, dan tujuan
Tanyakan pendidikan tertinggi yang klien tamatkan juga minat, hobi, dan
tujuan jangka panging. Informasi ini membantu klinis memahami klien
sebagai individu dan memberi gambaran kemampuan baca-tulisnya.
Kadang-kadang bahaya potensial dari hobi, seperti melukis, memahat,
mengelas, membuat mebel, piloting, balap, menembak, membuat keramik,
dan berkebun akan diidentifikasi. Materi yang digunakan dalam kegiatan
seni dan kerajinan tangan dapat mengandung silicon, talek, pelarut, dan
logam berat, semua ini berpotensi membahayakan.
5) Pilihan agama
Tanyakan pilihan agama klien dan berbagai praktik terkait-agama yang
harus diobservasi. Informasi ini dapat menuntun ke suatu diskusi tentang
pentingnya agama dalam kehidupan klien, tradisi keagamaan dalam
kehamilan dan kelahiran, perasaan tentang jenis kelamin tenaga kesehatan,
dan pada beberapa kasus, penggunaan produk darah.
6) Hewan peliharaan

Tanyakan jenis dan jumlah hewan peliharaan ditempat tinggal klien.


Hewan peliharaan yang berpotensi menimbulkan bahaya dan penyakit
harus didiskusikan.
7) Sumber dukungan dan perencanaan kehamilan
Tanyakan siapa yang dapat klien andalkan untuk memberinya dukungan.
Pada saat tertentu wanita mungkin menjawab tidak seorangpun. Dengan
demikian , kunjungan yang lebih lama dan lebih sering serta berfokus pada
upaya mencari dukungan emosional dan menjalin hubungan dengan
sumber komunitas yang tepat harus dijadwalkan jika memungkinkan dan
tanyakan pada klien apakah kehamilan ini direncanakan atau tidak.
8) Sumber stress
Faktor-faktor yang umum menjadi sumber steres pada wanita hamil ialah
biaya, pemukiman, kenakalan anak, dan masalah hubungan dengan
pasangan atau anggota keluarga lain.pertanyaan, apakah sumber utama
stress anda saat ini? akan memb antu klinisi memahami beberapa factor
yang mempengaruhi kehidupan dan kehamilan klien.
9) Kebiasaan yang meningkatkan kesehatan
Informasi tentang pola hidup sehat klien akan bermanfaat untuk
mengidentifikasi bidang pendidikan kesehatan yang butuhkan, baik saat

ini maupun pada masa pascapartum, seperti kebiasaan :


Merokok
Kebanyakan wanita mengetahui bahwa mereka tidak boleh merokok pada
masa kehamilan meskipun mereka tidak mengetahui bahaya yang
sebenarnya. Wanita yang merokok pada masa kehamilan pertama dan
melahirkan bayi sehat mungkin tidak percaya bahwa merokok membawa

resiko.
Alkohol
Masalah signifikan yang ditimbulkan oleh anak-anak yang mengalami
sindrom alcohol janin dan ganguan perkembangan saraf terkait-alkohol
membuat klinis wajib menanyakan asupan alcohol dan mengingatkan
wanita efek potensial alcohol jangka panging pada bayi yang

dikandungnya.
Obat terlarang dan obat rekreasional
Mengidentifikasi penggunaan obat pada masa hamil sangat penting, paling
tidak untuk tiga alasan berikut : membantu wanita yang inin berhenti
merokok, mengidentifikasi janin dan bayi beresiko, dan mengidentifikasi

janin dan bayi berisiko, dan mengidentifikasi wnita beresiko terinfeksi


HIV. Wanita yang menggunakan obat-obatan tidak akan tertolong, kecuali
mereka diidentifikasi sejak awal. Identifikasi pemakaian obat dan alcohol
pada wanita hamil dapat mengubah hidup mereaka, hal ini berarti member
suatu kehidupan yang utuh bagi ibu dan bayinya dan mencegah bayi
mengalami keterlambatan perkembangan, retadasi, atau bahkan kematian.
b. Riwayat Kebidanan
1) Riwayat menstruasi
Gambaran riwayat menstruasi klien yang akurat biasanya membantu
penetapan tanggal perkiraan kelahiran (estimated date of delivery- EDD)
yang sering disebut taksiran partus. Perhitungan dilakukan dengan
menambahkan 9 bulan dan 7 hari pertama haid terakhir (HPHT) atau
dengan mengurangi bulan dengan 3, kemudian menambahkan 7 hari dan 1
tahun.
Rumus Naegele (h+7 b-3 + x + 1mg) untuk siklus 28 + x hari. Informasi
tambahan tentang siklus menstruasi yang harus diperoleh mencakup
frekuensi haid dan lama pendarahan. Jika menstruasi lebih pendek atau
lebih panging daripada normal, kemungkinan wanita tersebut telah hamil
saat terjadi pendarahan. Dan tentang haid meliputi :menrache, haid teratur
atau tidak dan sikulus, lamanya haid, banyaknya darah, sifatnya darah( cair
atau berbeku-beku, warnanya, baunya), serta haid nyeri atau tidak dan
kapan haid terakhir.
2) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu,
Kehamilan:
Adakah ganguan seperti perdarahan, muntah yang sangat (sering),

toxaemia gravidarum.
Persalinan:
Spontan atau buatan, aterme atau premature, perdarahan, ditolong oleh
siapa (bidan, dokter).
Nifas:
Adakah panas atau perdarahan, bagaimana laktasi.
Anak:
Jenis kelamin, hidup atau tidak, kalau meninggal umur berapa

dan sebabnya meninggal, berat badan waktu lahir.


3) Riwayat kontrasepsi

Riwayat kontrasepsi diperlukan karena kontrasepsi hormonal dapat


mempengearuhi EDD, dan karena penggunaan metode lain dapat
membantu menangalli kehamilan.ketika seorang wanita menghabiskan pil
berisi hormone dalam tablet kontrasepsi oral, periode selanjutnya akan
mengalami disebut withdrawal bleed. Dan terkadang ada kalanya
kehamilan terjadi ketika IUD masih terpasang. Apabila ini terjadi, lepas
IUD jika talinya tampak. Prosedur ini dapat dilakukan oleh perawat
praktik selama trimester I, tetapi lebih baik dirujuk kedokter bila
kehamilan sudah berusia 13 minggu.
Pelepasan IUD menurunkan resiko keguguran, sedangkan membiarkan
IUD terpasang meningkatkan aborsi septic pada pertengahan trimester.
Riwayat pengunaan IUD terdahulu meningkatkan resiko kehamilan
ektopik. Dan tanyakan kepada klien lamanya pemakaian alat kontrasepsi
dan jenis kontrasepsi yang digunakan.
4) Riwayat obstetric
Informasi esensial tentang kehamilan terdahulu mencakup bulan dan tahun
kehamilan tersebut berakhir, usia gestasi pada saat itu itu, tipe persalinan
(spontan, forsep, ekstrasi vakum, atau bedah sesar), lama persalinan (lebih
baik dihitung dari kontraksi pertama), berat lahir, jenis kelamin, dan
komplikasi lain.ketika menggambarkan kehamilan yang berakhir sebelum
minggu ke 20, bedakan antara aborsi spontan, elektif, terapeutik, dan
kehamilan ektopik.
Adakah riwayat kehamilan atau persalinan atau abortus sebelumnya
(dinyatakan dengan kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa jumlah
anak hidup.
Ada atau tidaknya masalah-masalah pada kehamilan atau persalinan
sebelumnya

seperti

prematuritas,

cacat

bawaan,

kematian

janin,

perdarahan dan sebagainya. Penolong persalinan terdahulu, cara


persalinan, penyembuhan luka persalinan, keadaan bayi saat baru lahir,
berat badan lahir jika masih ingat. Riwayat kehamilan, persalinan , nifas
pada kehamilan yang telah lalu,Riwayat hasil kehamilan , jumlah anak ,
usia dan gender, menentukan status kehamilan sekarang.
5) Riwayat ginekologi
Riwayat penyakit atau kelainan ginekologi serta pengobatannya dapat
memberi keterangan penting, terutama operasi yang pernah dialami.
7

Apabila penderita pernah diperiksa oleh dokter lain, tanyakan juga hasilhasil pemeriksaan dan pendapat dokter itu. Tidak jarang wanita di
Indonesia pernah memeriksakan dirinya diluar negri, dan membawa
pulang hasil- hasil pemeriksaan. Dan tanyakan apa pasien biasa
mengalami keputihan atau amnorhea dll.
6) Riwayat seksual
Riwayat seksual adalah bagian dari data dasar yang lengkap karena
riwayat ini member informasi medis yang penting sehingga klinis dapat
lebih memahami klien dan mendapat kesempatan untuk :
a) Mengidentifikasi riwayat penganiayaan seksual
b) Menawarkan informasi yang dapat mengurangi kecemasan dan
menghilangkan mitos
c) Menawarkan anjuran-anjuran untuk memperbaiki fungsi seksual
d) Membuat rujukan apabila tercatat disfungsi seksual atau masalah
emosional
c. Riwayat Keluarga
Informasi tentang keluarga klien penting untuk mengidentifikasi wanita
yang beresiko menderita penyakit genetic yang dapat memengaruhi hasil akhir
kehamilan atau beresiko memiliki bayi yang menderita penyakit genetik.
Informasi ini juga dapat mengidentifikasi latar belakang rasa tau etnik yang
diperlukan untuk melakukan pendekatan berdasarkan pertimbangan budaya atau
untuk mengetahui penyakit organic yang memiliki komponen herediter.
Tenaga kesehatan juga harus menentukan apakah :

Terdapat

riwayat

penyakit

psikiatri

(termasuk

depresi)

atau

penyalahgunaan obat dan alcohol.


Ibu atau saudara perempuan klien pernah mengalami pre-eklampsia.
Ibu klien mengonsumsi DES saat klien berada dalam kandungan.
1) Latar belakang etnis
Ras, etnis dan keturunan harus diidentifikasi dalam rangka memberikan
perawatan yang peka budaya kepada klien dan mengidentifikasi wanita
atau keluarga yang memiliki kondisi resesif otosom dengan insiden yang
tinggi pada populasi tertentu. Jika kondisi yang demikian diidentifikasi,
wanita tersebut diwajibkan menjalani skring genetik.
2) Kepekaan budaya

Kepekaan budaya dimulai dari hati tenaga kesehatan yang mudahmudahan menghargai kebiasaan, perspektif, dan pendekatan kehidupan
wanita dengan tradisi yang berbeda-beda.
3) Dukungan dari keluarga
Kehamilan yang direncanakan atau tidak
d. Penyakit
1) Penyakit Organik
Meskipun tidak setiap penyakit dan gangguan akan mempengaruhi atau
dipengaruhi kehamilan, penting juga menanyakan setiap penyakit tersebut
supaya diperoleh data yang lengkap. Wanita yang juga memiliki riwayat
kesehatan yang kronis atau lemah juga wanita yang menderita penyakit,
seperti hipertensi kronis, SLE, diabetes mellitus tergantung insulin,
penyakit jantung, paru-paru dan anemia, pemeriksaan kadar TSH (thyroid
stimulating hormone).
2) Human Papilloma Virus (HPV)
Adalah virus yang mudah menular dan sering menyebabkan kondiloma
akuminata, kadang-kadang disebut kutil venereal. Kutil ini biasanya
ditemukan di seviks dan dinding vagina, uretra, bokong, anus dan alat
genetalia ekterna. Selama masa hamil, pengobatan kutil venereal
dilakukan setiap minggu dengan mengoleskan salep teratogenik. Terapi
laser yang digunakan pada wanita tidak hamil dapat menyebabkan
perdarahan hebat pada wanita hamil, untuk itu menanganan yang cepat
dapat menghilangkan resiko kanker serviks walaupun kutil tersebut
mungkin tumbuh dari suatu kutil kecil yang dengan mudah mudah
disingkirkan oleh kepala bayi yang keluar saat proses persalinan.
3) Penyakit Radang Panggul
Klinis harus mengetahui riwayat PID sedini mungkin pada masa
kehamilan karena PID mingkatkan risiko kehamilan ektopik tujuh kali
lipat(Oregon health division, 1995). Setiap kram atau perdarahan pada
wanita yang memiliki riwayat penyakit ini perlu diperiksa menggunakan
ultrasonografi untuk memastikan bahwa kehamilan terjadi di uterus.

2. Pemeriksaan Fisik
Pada kunjungan awal prenatal difokuskan untuk mengidentifikasi kelainan
yang sering mengontribusi morbiditas dan mortalitas dan untuk mengidentifikasi
gambaran tubuh yang menunjukkan gannguan genetic. Pemeriksaan harus
mencakup penetapan tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan drah (TD) dan
nadi, dan pemeriksaan kulit; kelenjar tiroid; jantung; paru; payudara; ekstremitas;
dan abdomen, serta pemeriksaan pelvis.
a) Tinggi Badan
Tubuh yang pendek dapat menjadi indikator gannguan genetik. Karena
tinggi yang pasti sering kali tidak diketahui dan tinggi badan berubah
seiring peningkatan usia wanita, tinggi badan harus diukur pada saat
kunjungan awal.
b) Berat Badan
Berat badan ditimbang pada kunjungan awal untuk membuat rekomendasi
penambahan berat badan pada wanita hamil dan untuk membatasi
kelebihan atau kekurangan berat.
c) Tekanan Darah
Penentuan tekanan darah (TD) sangat penting pada masa hamil karena
peningkatan TD dapat membahayakan kehidupan ibu dan bayi. Pada
kehamilan normal, TD sedikit menurun sejak minggu ke-8. Kondisi ini
menetap sepanjang trimester kedua dan kemudian mulai kembali ke TD
sebelum hamil. Seluruh tekanan darah pada wanita hamil harus diukur
pada posisi duduk. Pengukuran harus dilakukan pada lengan yang sama
terutama lengan kanan untuk memperoleh hasil pengukuran yang
konsisten. Wanita yang tekanan darahnya sedikit meningkat di awal
pertengahan kehamilan mungkin mengalami hipertensi kronis atau, jika
wanita tersebut adalah nulipara dengan sistolik lebih dari 120 mmHg, ia
berisiko mengalami preeklampsia.
d) Nadi
Denyut nadi maternal sedikit meningkat selama hamil, tetapi jarang
melebihi 100 denyut permenit (dpm). Curigai hipotiroidisme jika denyut
naadi lebih dari 100 dpm. Periksa adanya eksoflatmia dan hiperrefleksia
yang menyertai.
e) Refleks

10

Terutama reflex lutut. Reflex lutut negative pada hypovitaminose dan


penyakit urat saraf.
f) Pemeriksaan Kulit
Perubahan kulit yang sering terjadi pada masa hamil mencakup
hiperpigmentasi pada wajah (kloasma), pada areola dan putting susu, stria
gravidarum, spider nevi, serta linea nigra. Periksa warna kulit, adanya
ruam, massa, lesi, jaringan parut, tanda penganiayaan fisik, dan bukti
penyalahgunaan obat. Beri perhatian khusus untuk melihat suatu ruam di
telapak tangan dan telapak kaki yang merupakan tanda sifilis. Jaringat
parut menunjukkan pernah dilakukan prosedur bedah atau, pada kasus
yang jarang, menunjukkan praktik seksual yang berkaitan dengan ritual
sadomasokistik.
g) Pemeriksaan kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid sedikit membesar selama masa hamil akibat hiperplasia
kelenjar dan peningkatan vaskularitas. Namun, perubahan anatomi ini
tidak menyebabkan tiromegali yang signifikan dan setiap pembesaran
yang signifikan perlu diteliti. Hipotiroidisme sulit dideteksi selama masa
hamil karena banyak gejala hipotiroidisme, yakni keletihan, penambahan
berat, dan kostipasi, yang menyerupai gejala-gejala kehamilan.
h) Pemeriksaan Paru
Pemerikasaan paru harus mencakup observasi sesak nafas, napas dangkal,
napas cepat, pernapasan yang tidak teratur, mengi, batuk, dan dispnea.
Pemeriksaan paru biasanya merupakan tindakan yang sangat membantu
dalam menegakkan diagnosis bronchitis atau pneumonia.
i) Pemeriksaan Jantung
Pada akhir kehamilan, 45% volume darah wanita hamil lebih tinggi dari
pada volume darah wanita tidak hamil (Pritchard, 1965). Peningkatan
volume darah ini menyebabkan uterus membesar dan melindungi ibu
ketika darah keluara saat melahirkan. Pada wanita tidak hamil, murmur
jantung sistolik bermakna. Pada wanita hamil yang asimptomatik, murmur
derajat 1/6 atau 2/6 umumnya dianggap ringan. Apabila murmur sistolik
lebih dari 2/6 atau terdengar bunyi murmur lain, lakukan ekokardiogram
jika tersedia dana yang cukup.
j) Pemeriksaan Payudara
Payudara harus diperiksa umtuk mendeteksi setiap massa yang mungkin
ganas dan setiap kondisi yang dapat mengganggu proses menyusui.
11

Pastikan anda memeriksa putting dengan cermat, terutama jika klien


berkeinginan menyusui bayinya. Tes protaklitas harus menjadi bagian
pemeriksaan payudara pada wanita yang sebelumnya tidak mampu

menyusui dengan baik.


Putting Susu yang Datar dan Inversi
Breast Shell, alat yang digunakan untuk menarik puting susu yang
melesak kedalam, mulai digunakan pada minggu ke-28 kehamilan. Wanita
yang memiliki payudara besar hampir selalu memiliki puting susu datar
dan hal ini disebabkan berat payudara tersebut. Breast shell untuk putting

susu yang datar tidak perlu digunakan pada periode prenatal.


Agenesis Mamaria
Salah satu kondisi yang menghalangi proses menyusui ialah agenesis
mamaria, yaitu tidak adanya jaringan payudara. Pada pemriksaan awal,
wanita yang mengalami agenesis mamaria disebut dada rata. Palpasi dan
pemeriksaan yang saksama akan membantu menegakkkan diagnosis.
Wanita yang mengalami agenesis mamaria akan menghasilkan ssejumlah
kecil kolostrum dan air susu, tetapi jumlah tersebut tidak akan cukup untuk

menyusui bayi.
Augmentasi dan Reduksi Payudara
Wanita yang menjalani reduksi payudara atau pembedahan augmentasi
payudara akan mengalami masalah menyusui. Prosedur pembedahan
reduksi payudara terdahulu dilakukan melalui penanaman kembali putting
sehingga secra anatomi putting tampak pas. Sayangnya, saraf yang menuju
ke areola dan putting sering terpotong sehingga mengganggu pengiriman
pesan dari payudara keotak. Wanita yang pernah menjalani pembedahan
semacam ini memprosuksi kolostrum dan air susu dalam jumlah yang
biasanya tidak mencukupi. Penambahan berat badan bayi harus dipantau
ketat. Kemungkinan pemberian makanan tambahan diperlukan untuk
dipadukan dengan menyusui.

2.4 Pengkajian Data Kesejahteraan Janin


Pada pemeriksaan yang pertama, keadaan umum akan diperiksa secara
keseluruhan, meliputi payudara, jantung dan paru-paru. Pemeriksaan dalam dapat

12

keseluruhan, meliputi payudara, jantung dan paru-paru. Pemeriksaan dalam dapat


pula dilakukan untuk mengetahui keadaan serviks/mulut rahim dan rongga
panggul untuk melihat apakah cukup memadai untuk persalinan normal. Metode
pengkajiannya diarahkan untuk menentukan formasi kehamilan dan usia
kehamilan itu sendiri. Informasi meliputi riwayat kesehatan dan pengkajian fisik
ibu di samping pengkajian khusus terhadap janin. Pemeriksaan yang biasa
dilakukan adalah :
a. Tes darah
Dilakukan untuk menentukan jenis golongan darah, gula darah, kadar
hemoglobin darah normal, kekebalan terhadap penyakit rubella, memilki kelainan
genetic spesifik serta factor rhesus. Factor rhesus merupakan suatu jenis zat yang
terdapat dalam sel darah merah. Sebanyak 85% manusia memilki substansi ini
dalam sel darah merahnya dan golongan ini disebut rhesus positif. Sebagian kecil
yang tidak memilki substansi tersebut disebut golongan rhesus negative. Keadaan
rhesus negative ini sangat penting diperhatikan, terlebih lagi pada pada ibu hamil
dan bayi justru rhesus positif.
b. Pengukuran Kadar Serum B-hCG ( Beta Human Chorionic Gonadotropin).
Penggunan serum B-hCG kuantitatif, dianjurkan untuk kehamilan yang
diragukan apakah keadaan janinnya normal. Kadar awal serum B-hCG dijadikan
dasar untuk melakukan pengkajian embrio lebih lanjut. Serum ini di deteksi
dalalm 8-11 hari setelah konsepsi. Dan akan meningkat menjadi 2x lipat setiap 2
hari selama seminggu dengan puncaknya pada usia sekitar 10 minggu kehamilan.
Kadar serum B-hCG yang menurun drastics menunjukkan keguguran pada
kehamilan awal atau kehamilan berusia lebih dari 12 minggu.
c. Auskultasi.
Untuk mendengar denyut jantung janin pada kehamilan. Trimester 1, dapat
digunakan alat ultrasound Stetoscope atau doppler. DJJ dapat mulai terdengar
dengan alat ini antara usia kehamilan 10-12 minggu. Normal frekuensni DJJ
adalah 120-160 denyut per menit (dpm) dan harus dibedakan dengan denyut nadi
ibu. Agar denyut jantung bayi dapat didengar, tekan sedikit alat tersebut di atas

13

simphisis pubis. Kemudian putar perlahan sejauh 360 derajat sampai denyut
terdengar. Jika tidak terdengar apa-apa, gerakan alat tersebut 1 cm ke atas
mendekati umbilicus. Jika masih belum terdengar juga, gerakan 1 cm ke sisi garis
pertengahan dan dorong ke bawah mendekati simfisis. Jika DJJ masih belum
terdengar lakukan hal yang sama pada sisi yang berlawanan. Pastikan alat tersebut
diputar keposisi yang baru, mengikuti katup jantung bayi.
d. USG.
USG dapat dilakukan setidaknya pada minggu ke 9 kehamilan, walaupun
hal ini bervariasi pada setiap orang. Didalam ruang USG, calon ibu akan diminta
untuk berbaring telentang disamping mesin USG dan membuka pakaian agar
perut kelihatan. Selanjutnya pemeriksa akan mengoleskan cairan minyak atau gel
di atas perut yang berfungsi sebagai penghantar gelombang suara. Kemudian ia
akan mengerak-gerakkan transduser yang berbentuk seperti mikrofon di
sekeliling perut calon ibu. Gelombang suara akan bergerak dari dan ke arah rahim
sambil melewati suatu tampilan yang jelas tapi kabur. Proses ini biasanya akan
berlangsung selama 30 menit. USG tidak berbahaya bagi wanita hamil. USG
berbeda dengan sinar rontgen karena USG tidak menggunakan radiasi apa pun.
Meskipun demikian, USG hanya dilakukan bila diperlukan saja dan bukan hanya
untuk melihat bayi.
e. Pengambilan sample vili korionik (chorionic villi sampling (CVS)
CVS adalah metode untuk mengevaluasi kesejahteraan janin. CVS adalah
pengambilan dan analisis vili korioniks untuk dilakukan analisis kromosom.
Pengambilan ini dilakukan diawal minggu ke-5 kehamilan ; biasanya dilakukan
diantara minggu ke-8 dan ke-10. Dengan menggunakan teknik ini, lokasi sel
korion dapat ditentukan melalui ultrasonografi. Kateter tipis dimasukkan ke dalam
vagina atau jarum biopsi dimasukkan ke abdomen atau vagina, kemudian
sejumlah sel korionik diambil untuk dianalisis. Sel yang diambil kemudian
menjalani kariotipe atau diambil untuk analisis DNA guna mengetahui apakah
janin memiliki

masalah genetik. Karena sel vili korionik membelah dengan

sangat cepat, maka hasil analisis juga dapat segera diketahui, kadang-kadang
keesokan harinya.

14

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Dari materi yang kami paparkan dalam makalah kami, kami dapat
menyimpulkan bahwa kunjungan awal merupakan kunjungan pertama yang
dilakukan oleh ibu hamil selama kehamilannya. Kunjungan ini sangat penting

15

untuk ibu hamil maupun untuk bayinya untuk memantau keadaan ibu dan janin
supaya jika tedeteksi komplikasi agar segera mendapat intervensi.
Dalam pengkajian data kesehatan ibu, yang dikaji adalah data subjektif yaitu
riwayat kesehatan ibu yang merupakan identifikasi keluhan sekarang, penyakit
umum yang pernah diderita, serta penyakit yang dialami saat masa sebelum
kehamilan maupun saat kehamilan. Data objektif dengan melakukan pemeriksaan
fisik. Pada kunjungan awal prenatal difokuskan untuk mengidentifikasi kelainan
yang sering mengontribusi morbiditas dan mortalitas dan untuk mengidentifikasi
gambaran tubuh yang menunjukkan gannguan genetic.. Adapun data-data yang
dikaji pada riwayat kesehatan ibu adalah social, riwayat kebidanan, riwayat
keluarga, penyakit. Setelah itu dilanjutkan ke pemeriksaan fisik. Untuk pengkajian
data kesejahteraan janin data-data yang dikaji adalah tes darah, pengukuran kadar
serum B-hCG ( Beta Human Chorionic Gonadotropin), auskultasi, USG,
pengambilan sample vili korionik (chorionic villi sampling (CVS).
3.2 Saran
Saran yang bisa diberikan untuk petugas kesehatan supaya melakukan
asuhan kebidanan pada kehamilan dengan optimal mengkaji data-data supaya dari
data-data itu bisa memberikan intervensi yang sesuai dari masalah-masalah yang
dihadapi oleh ibu hamil. Kepada ibu hamil supaya rutin melakukan kunjungan
untuk memeriksakan kehamilannya supaya secara dini terdeteksi komlikasi yang
terjadi pada kehamilannya yang berpengaruh pada dirinya ataupun pada janinnya.

16