Anda di halaman 1dari 15

Ringkasan Materi Corporate Governance Season 4

Kelompok 3:
1.
2.
3.
4.

Achmad Rifky Fauzi


Marthin L. Sianturi
Nurlaila W. Zakariya
Yuliana Rotua P.

(1506798850)
(1506799494)
(1506799651)
(1506800110)

OECD (2015), CG Principle 3


Investor institusi adalah investor yang melakukan penanaman modal secara
kelompok atau badan, terdiri atas perusahaan-perusahaan asuransi, bank, lembaga simpan
pinjam, dan perusahaan investasi. Kerangka corporate governance harus memberikan
insentif suara di seluruh rantai investasi dan menyediakan untuk pasar saham agar
berfungsi dengan cara yang memberikan kontribusi untuk tata kelola perusahaan yang
baik. Pada kenyataannya, rantai investasi sering panjang dan rumit, dengan berbagai
perantara yang berdiri di antara penerima utama dan perusahaan. Kehadiran perantara
bertindak sebagai pengambil keputusan independen mempengaruhi insentif dan
kemampuan untuk terlibat dalam tata kelola perusahaan. Jika keterlibatan pemegang
saham bukan bagian dari model bisnis dan investasi strategi lembaga, persyaratan wajib
untuk terlibat, misalnya melalui voting.
A.

Investor Institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fidusia harus

mengungkapkan keseluruhan tata kelola perusahaan dan kebijakan pemungutan


suara berkaitan dengan investasinya, termasuk tata cara yang telah ditetapkan
untuk memutuskan penggunaan hak suara mereka.
Efektivitas dan kredibilitas dari kerangka tata kelola seluruh perusahaan dan
perusahaan pengawasan tergantung pada besarnya kemauan investor institusi dan
kemampuan untuk memanfaatkan informasi hak pemegang saham mereka dan secara
efektif melaksanakan fungsi kepemilikan mereka di perusahaan di mana mereka
berinvestasi. Bagi lembaga yang bertindak dalam kapasitas fidusia, seperti dana pensiun,
skema investasi kolektif dan beberapa kegiatan perusahaan asuransi, dan manajer aset
yang bertindak atas nama mereka, hak untuk memilih dapat dianggap sebagai bagian dari
nilai investasi yang dilakukan atas nama klien mereka. Kegagalan untuk melaksanakan

hak-hak kepemilikan dapat mengakibatkan kerugian bagi investor yang karenanya harus
dibuat aturan kebijakan yang harus diikuti oleh investor institusi.
B.

Vote sebaiknya dialihkan oleh custodian atau nominator dengan arah yang

menguntungkan pemilik saham.


Institusi kustodian memegang hak dalam RUPS sebagai nominasi untuk customer
yang tidak diizinkan untuk mewakilkan orang RUPS tersebut kecuali mereka telah
menerima petunjuk khusus untuk melakukannya. Aturan meminta kustodian untuk
memberikan pemegang saham informasi yang tepat waktu mengenai pilihan mereka
dalam melaksanakan hak suara mereka. Pemegang Saham dapat memilih untuk memilih
sendiri atau mendelegasikan semua hak suaranya kepada custodian.
C.
Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fiduciary harus
mengungkapkan bagaimana mereka menangani benturan kepentingan yang
material yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan hak-hak pemilik utama
berkaitan dengan investasinya
Insentif bagi pemilik perantara untuk memilih saham mereka dan melaksanakan
fungsi-fungsi kunci kepemilikan dalam keadaan tertentu, berbeda dari pemilik langsung.
Perbedaan tersebut mungkin kadang-kadang menjadi kedengaran komersial tetapi juga
mungkin timbul dari konflik kepentingan ketika lembaga fidusia merupakan anak
perusahaan atau afiliasi dari lembaga keuangan lain, dan terutama kelompok keuangan
yang terintegrasi. Lembaga harus mengungkapkan tindakan apa yang mereka ambil untuk
meminimalkan dampak negatif untuk melaksanakan hak-hak kepemilikan kunci.
Tindakan tersebut dapat mencakup pemisahan bonus untuk pengelolaan dana dari orangorang yang terkait dengan akuisisi bisnis baru di tempat lain dalam organisasi. struktur
biaya untuk pengelolaan aset dan jasa perantara lainnya harus transparan.
D.

Kerangka corporate governance harus mensyaratkan bahwa penasehat

proxy(mandat),

analis,

broker, lembaga

pemeringkat

dan

lain-lain

yang

menyediakan analisis atau saran yang relevan dengan keputusan oleh investor,
mengungkapkan

dan

meminimalkan

konflik

kepentingan

yang

mungkin

membahayakan integritas analisis atau nasihat mereka.


Rantai investasi dari pemilik utama untuk perusahaan tidak hanya melibatkan
beberapa pemilik perantara. Hal ini juga mencakup berbagai macam profesi yang
menawarkan saran dan layanan kepada pemilik perantara. Penasehat Proxy (suatu

dokumen resmi dari pemegang saham yang memberikan wewenang kepada orang lain
untuk memberikan hak suara dalam suatu rapat perusahaan) yang menawarkan
rekomendasi untuk investor institusi tentang cara memilih dan menjual layanan yang
membantu dalam proses pemungutan suara adalah yang paling relevan dari perspektif tata
kelola perusahaan langsung. Pada saat yang sama, konflik kepentingan dapat timbul dan
mempengaruhi penilaian, seperti ketika penyedia saran juga berusaha untuk menyediakan
layanan lainnya kepada perusahaan yang bersangkutan, atau di mana penyedia memiliki
kepentingan materi langsung di perusahaan atau pesaingnya.
E. Insider trading dan manipulasi pasar harus dilarang dan aturan yang berlaku
ditegakkan.
Insider trading yaitu keikutsertaan seseorang dalam suatu transaksi yang
didasarkan kepada informasi khusus yang didapatnya dari kedudukannya yang mana hal
ini menghasilkan keuntungan secara tidak fair dan informasi yang didapatnya akan
mempengaruhi harga dalam transaksi. Yang masih menjadi masalah adalah penegakkan
hukum yang belum efektif atas pelanggaran ketentuan yang ada. Oleh sebab itu,
pemerintah diminta untuk memberikan perhatiannya terdapat penegakan hokum
khususnya untuk transaksi di atas.
F. Bagi perusahaan yang terdaftar dalam yurisdiksi selain yurisdiksi incorporasi
mereka, hukum tata kelola perusahaan dan peraturan yang berlaku harus
diungkapkan secara jelas.
Hal

ini

semakin

umum

bahwa

perusahaan

yang

terdaftar

atau

diperdagangkan(traded) di tempat-tempat yang terletak di yurisdiksi yang berbeda dari


perusahaan

tersebut

didirikan.

Konsekuensi

penting

lain

dari

meningkatnya

internasionalisasi dan integrasi pasar saham adalah prevalensi daftar sekunder sebuah
perusahaan yang sudah terdaftar di bursa lain, yang disebut cross-listing. Perusahaan
dengan cross-listing sering tunduk pada peraturan dan kewenangan yurisdiksi di mana
mereka memiliki daftar utama mereka. Pasar saham harus jelas mengungkapkan aturan
dan prosedur yang berlaku untuk cross-listing dan pengecualian terkait dari aturan tata
kelola perusahaan lokal.
G. Pasar saham harus memberikan price discovery yang adil dan efisien sebagai
sarana untuk membantu mempromosikan tata kelola perusahaan yang efektif

Tata kelola perusahaan yang efektif berarti bahwa pemegang saham harus dapat
memantau dan menilai investasi perusahaan mereka dengan membandingkan informasi
yang berhubungan dengan pasar dengan informasi perusahaan tentang prospek dan
kinerja. Kualitas dan akses informasi pasar termasuk price discovery yang adil dan efisien
mengenai investasi mereka itu penting bagi pemegang saham untuk menggunakan hak
mereka.

CalPERS (2012), Towards Sustainable Investment: Taking Responsibility


CalPERS adalah sebuah perusahaan dana pensiun raksasa yang memiliki dana
sebesar AS$231.9 miliar (per 31 Januari 2012) yang merupakan tabungan dana pensiun
para pekerja di negara bagian California. CalPERS menginvestasikan dana yang
diperolehnya itu kedalam beberapa bentuk investasi deperti saham, obligasi, cash maupun
investasi lainya. CalPERS dapat menghasilkan 66 cent dari setiap dollar manfaat pensiun
yang dibayarkan yang merupakan hasil investasi berupa 63.2% di Growth Assets, 21.9%
di Income Assets, dan 14.9% pada Real & Other Assets.
Sebagai perusahaan yang menampung dan menginvestasikan dana pensiun
anggotanya, CalPERS memiliki tanggung jawab untuk membayarkan kembali manfaat
pensiun kepada lebih dari 1.6 juta anggota dan keluarganya, sehingga prioritas utama
CalPERS dalam berinvestasi adalah tumbuh dan berkembangnya portofolio investasi
untuk menjamin terpenuhinya komitmen kepada penerima manfaat melalui investasi yang
berkelanjutan. Dalam laporan investasi CalPERS, terdapat tiga faktor utama untuk
mengukur keberlanjutan dan dampak etika investasi yaitu environmental, social and
governance (ESG).
1. GOVERNANCE : Alignment of Interest
CalPERS percaya bahwa penguatan tata kelola akan memastikan kepentingan
akan selaras dengan portofolio, penyelarasan ini penting untuk memastikan efisiensi dan
efektifitas. Tata kelola yang baik memastikan dana CalPERS digunakan untuk
kepentingan anggotanya, untuk produksi jangka panjang dan pengembalian risiko
disesuaikan yang membayar pensiun. CalPERS menggunakan 3 komponen dalam
melaksanakan tata kelolanya yaitu : Reformasi Pasar Keuangan, CalPERS bekerja
sama dengan investor jangka panjang lainnya untuk mengadvokasi peraturan dan undang
undang yang melindungi investor secara komprehensif dan efektif serta

mempromosikan stabilitas pasar. Keterlibatan Perusahaan, CalPERS menganggap


keterlibatan perusahaan dalam kerja tata kelola merupakan hal yang penting dalam
mengatasi kinerja yang kurang pada keuangan jangka panjang, untuk mempertimbangkan
bagaimana reformasi tata kelola dapat mengatur tahap recovery dan improvement serta
membuat perusahaan terlibat dalam pembahasan isu-isu tertentu dimana undang-undang
gagal mengatur.
Manajer Eksternal dan Kendaraan merepresentasikan bagian penting
portofolio CalPERS dan konsep penyelarasan dari kepentingan yang relevan, karena
berdampak pada biaya, transparansi dan akuntabilitas. Sebagai perusahaan pendanaan
pensiun terbesar CalPERS mengambil tanggung jawab untuk memastikan tata kelola
yang mencerminkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi dan dipandu oleh
integritas, CalPERS memastikan kepercayaan publik dalam keputusan, tindakan dan
operasi perusahaan, karena CalPERS percaya tata kelola yang baik akan mendorong
pencapaian tujuan keuangannya. Pada tahun 2011 CalPERS telah selesai melakukan
review atas kebijakan dan praktik tata kelolanya dengan apa yang berlaku umum secara
internasional sehingga menghasilkan 6 Prinsip Tata Kelola Perusahaan Pengelola Dana
Pensiun yang Efektif, yaitu ;
- Menjadi perusahaan fidusia yang efektif dan memiliki kemampuan
- Menjadi pemimpin yang etis Terbuka kepada pemangku kepentingan
- Menggunakan kemampuan menganalisa risiko dalam mengambil keputusan
- Mengambil pandangan jangka panjang dalam nilai kebutuhan jangka panjang
dari pemenuhan manfaat dan sistem partisipasi
- Melakukan pembelajaran yang terus menerus dan beradaptasi dalam setiap
kondisi.

2. ENVIRONMENTAL : Climate Change


Dalam mengawas isu lingkungan CalPERS telah melakukan beberapa hal untuk
memperbaiki lingkungan di sekitar gedung utamanya, dimana gedung utamanya telah
memiliki sertifikasi LEED level emas. Program sertifikasi green building LEED adalah
patokan yang diterima secara nasional untuk desain, konstruksi, dan pengoperasian
bangunan hijau. CalPERS telah melaporkan emisi gas rumah kaca sejak 2006. Program
sertifikasi LEED ini telah memberikan dampak penghematan, yang diidentifikasi dari
langkah-langkah CaLPERS dalam meningkatkan kinerja. Sebagai contoh, sistem

bangunan kontrol manajemen, memastikan bangunan dioperasikan pada efisiensi


tertinggi, termasuk pemanas dan pendingin udara sistem otomatis. Lampu rendah energi
yang dipasang ditoilet toilet baru yang mengurangi konsumsi air. CalPERS juga membeli
50 persen daya terbarukan bersertifikat hijau melalui perusahaan utilitas lokalnya, yaitu
Sacramento Municipal Utility District. CalPERS memiliki target mengalihkan setidaknya
50 persen limbah padat dari tempat pembuangan sampah dengan tujuan pengiriman
sampah ke tempat pembuangan sampah di tingkat bawah 0,6 pound per orang per hari.
CalPERS juga mensyaratkan setidaknya 50 persen dari pembeliannya merupakan produk
daur ulang.
3. SOCIAL : Human Capital
CalPERS berusaha untuk menemukan kaliber berbakat tinggi yang mencerminkan
penduduk Negara beragam. nilai-nilai inti CalPERS yaitu kualitas, rasa hormat,
akuntabilitas, integritas, keterbukaan dan keseimbangan meresap kedalam budaya
perusahaan yang sangat penting bagi keberhasilan CalPERS baik dalam operasi seharihari dan strategi jangka panjang. CalPERS menyadari bahwa tenaga kerja yang beragam
meningkatkan caranya melakukan bisnis dan memungkinkan untuk lebih melayani basis
pelanggan yang semakin beragam. CalPERS telah bekerja untuk menumbuhkan
lingkungan inklusif melalui kelompok sumber daya karyawan seperti CalPERS
Disability Advisory Council dan Diversity Outreach Committee. Pada CalPERS,
keragaman dan inklusi adalah tentang membuat lingkungan kita kerja inklusif untuk
semua orang. CEO CalPERS membentuk Diversity Executive Steering Committee, dan
diberikan tanggung jawab dengan mendukung pengembangan dan pelaksanaan inisiatif
perusahaan dan upaya penjangkauan. CalPERS juga memiliki anggota Dewan, Henry
Jones, yang menjabat sebagai penasehat khusus Presiden Dewan Diversity. CalPERS juga
menyediakan onsite day care center, menawarkan Program Layanan Karir yang
menyediakan layanan, sumber daya, dan alat-alat untuk membantu karyawan CalPERS
dalam memenuhi tujuan karir pribadi mereka dan Program Commute Alternatif termasuk
pilihan Telework dan program sepeda yaitu menyediakan beberapa sepeda untuk kepada
karyawan.
Baring (2016), Barings Conflict of Interest Policy

Kegiatan Business & Struktur Organisasi dari Barings


The Barings companies menyediakan jasa manajemen kebijakan memilih
investasi. Mereka juga menjual pendanaan dan jasa layanan Baring langsung kepada klien
dan melalui perusahaan distributor professional. Induk peusahaan Barings ialah
Massachusetts Mutual Life Insurance Company. Pokok perantara perusahaan Barings
adalah Baring Asset Management Limited (BAML); yang merupakan badan pengelola
Barings. Jajaran Direksi dan Committee Manajemen of BAML bertanggung jawab dalam
memastikan:
a. pengukuran yang masuk akal akan dipakai untuk mengidentifikasi konflik
kepentingan;
b. Pengaturan organisasi dan administrasi yang efektif dipertahankan untuk
mencegah konflik kepentingan dari pengaruh buruk kepentingan klien Barings;
c. catatan dipertahankan dari jenis layanan / kegiatan yang dilakukan oleh atau atas
nama Barings di mana konflik kepentingan memerlukan, atau mungkin
memerlukan, risiko material kerusakan pada kepentingan satu atau lebih klien.
Definitions of terms used in this Policy
Perusahaan afiliasi: Berarti Massachusetts Mutual Life Insurance, Perusahaan dan
anak perusahaan yang bukan bagian dari Barings. Barings: berarti BAML dan anak
perusahaan dan Baring Utara America LLC (tetapi tidak termasuk Baring Asset
Management Korea). Pendanaan Barings: Berarti investasi kolektif terbuka skema / reksa
dana dan dana akhir tertutup yang ditetapkan, disponsori dan dikelola oleh Barings.
Klien: Lembaga dan individu untuk siapa Barings menyediakan jasa pengelolaan
investasi diskresioner. Klien Amanat: kebijakan investasi yang spesifik, pedoman,
pembatasan dan toleransi risiko yang ditetapkan dalam perjanjian investasi manajemen
antara masing-masing klien dan Barings. Kontrol: kebijakan, prosedur, organisasi dan
pengaturan pengawasan dirancang, ditetapkan dan dilaksanakan oleh Barings untuk
mengelola dan memantau konflik kepentingan ditetapkan dalam Kebijakan ini.
Karyawan: berarti direksi, pejabat dan karyawan dari Barings. Efek: berarti saham,
obligasi dan instrumen keuangan lainnya.
Purpose of this Policy
Tujuan dari aturan kebijakan ini adalah merangkum potensi terjadinya konflik
kepentingan yang timbul dalam menjalankan bisnis investasi dengan Barings yang bisa

menyajikan risiko material kerusakan pada kepentingan klien Barings 'tanpa adanya
kontrol. Konflik kepentingan adalah: (a) antara Barings dan / atau yang klien karyawan
dan; (B) sebagai antara satu klien / kelompok klien dan klien lain / kelompok klien dan,
(c) sebagai akibat dari aktivitas bisnis struktur dan dari Barings atau hubungannya dengan
perusahaan afiliasinya; Dan kunci Kontrol. Konflik kepentingan dan pengendaliannya
dirangkum pada section B dibawah. Dalam menyikapi situasi dari konflik kepentingan,
Prinsip utama Baring adalah untuk bertindak demi kepentingan klien. Pendekatan Barings
untuk mengelola atau mengatasi konflik adalah dengan menggabungkan kontrol rinci
yang diperlukan dalam kebijakan khusus dan proses-proses yang berkaitan dengan
relevan materi pokok / kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan Barings dan
departemennya.
Urusan dan aturan dengan perusahaan afiliasi
Konflik potensial: dalam usaha bisnis untuk klienya, barings berurusan dengan
perusahaan afiliasi. Dalam menjalankan usahanya Barings memperlakukan perusahaan
afiliasi lebih menguntungkan daripada klien biasa. Baring kontrol : barings menyediakan
invesatasi diskresi kepada perusahaan afiliasi dan investasi kendaraan yang disponsori
oleh perusahaan afiliasi.
Aspek-aspek tertentu dari struktur Barings dan perusahaan afiliasi, dan karena
sejumlah layanan tidak tersedia / dilakukan oleh mereka, memastikan bahwa sejumlah
konflik kepentingan tidak muncul. Ini adalah: (a) tidak Barings atau perusahaan afiliasi:
(i) surat berharga untuk investasi masyarakat, Oleh karena itu, Barings tidak bisa
berinvestasi dalam sekuritas tersebut untuk klien; (ii) menyediakan layanan perbankan
dan jasa karena seperti tidak dapat diberikan kepada klien Barings Oleh karena itu
layanan tersebut tidak dapat diberikan kepada klien Barings; (iii) bertindak sebagai
penasihat, manajer atau pengatur masalah sekuritas oleh perusahaan lain atau terlibat
sebagai lead atau placings. (b) Barings tidak mempublikasikan rekomendasi penelitian
tertulis untuk klien atau pihak ketiga atas tindakanya. analisis pasar dan laporan ikhtisar
disediakan untuk klien sebagai bagian dari penilaian berkala mereka, bagaimanapun ada
rekomendasi yang dibuat untuk membeli, menjual atau mempertahankan keamanan
apapun. Analis Barings tidak akan menyadari setiap publikasi dimaksudkan untuk dikirim

oleh perusahaan afiliasi Barings atau sepotong penelitian atau analisis, untuk mereka (c)
tidak ada transaksi dipengaruhi oleh Barings atas nama klienya, atau melalui agen.
Hubungan dengan Barings langsung dengan klien
Potensi Konflik: Membeli untuk dan menjual kepada klien, sekuritas dari akun
Barings sendiri; melakukan transaksi lain secara langsung dengan Barings bisa
menimbulkan kemungkinan investasi yang tidak cocok, yang dibuat untuk klien dan
memperoleh keuntungan finansial yang tidak adil. Baring`s Control : Barings tidak
bertindak dalam kapasitas pemilik modal dengan klien (yaitu tidak membeli dari, atau
menjual kepada, klien setiap Efek dari rekening sendiri). perannya selalu bahwa dari agen
dari klien.
Pemisahan Tugas
Potensi Konflik: Aktivitas dan peran karyawan yang terlibat dalam membuat
keputusan investasi dan / atau pemantauan pembatasan investasi, risiko investasi atau
mengatur pelaksanaan perdagangan klien bisa menyajikan kemungkinan karyawan
tersebut untuk mendukung atau Kerugian satu atau lebih banyak klien dan untuk
mendapatkan keuntungan finansial jika mereka mampu mempengaruhi pilihan broker
dengan Kontrol yang tepat.
Risiko Investasi: Tingkat risiko investasi dalam portofolio klien dimonitor oleh
tim Risiko Investasi. Tim ini adalah independen daritim Investasi dan laporan melalui
Baring Chief OperatingPetugas. Pelaksanaan transaksi: Portofolio manajer tidak
diizinkan untuk pilih atau menginstruksikan broker
broker

dari

untuk mengeksekusi transaksi.

penawaran harga eksekusi yang dicari dan pilihan broker

untuk

melaksanakan perdagangan harus ditentukan oleh dealer dan perintah yang diizinkan.
Alokasi adil & partisipasi dalam peluang investasi
Potensi Konflik: Proses yang melibatkan penelitian sekuritas, pelaksanaan
perdagangan, alokasi sekuritas yang membentuk bagian dari perdagangan, partisipasi
dalam Initial Public Offering ( "IPO") eksekusi atau alokasi di rekening nasabah investasi
peluang dan perdagangan dieksekusi di prioritas untuk mendukung satu atau lebih banyak
klien di kelemahan klien
Kontrol Barings : Penelitian efek: Semua efek telah dapat dinilai atau disetujui
esebelum mereka dapat dibeli. Agregasi Pesanan: dealer Barings 'umumnya berusaha

untuk agregat pesanan untuk lebih dari satu klien dalam keadaan bahwa mereka cukup
percaya akan menghasilkan pelaksanaan keseluruhan lebih menguntungkan. Alokasi
Investasi: Barings mengharuskan tunduk pada persyaratanmasing-masing Mandat,
manajer portofolio mempertimbangkan partisipasi di Penawaran Umum Perdana, private
placement atau subunderwriting untuksetiap klien. Cross-transaksi: Dalam beberapa
kasus perintah dua pembelian untuk satu klien dan penjualan untuk klien lain dalam
jumlah yang sama dari keamanan yang sama dapat diatur.
Kesalahan perdagangan
Konflik potensial: Kesalahan sementara perdagangan (misalnya pelanggaran dari
investasi klien pembatasan), mungkin tidak diperbaiki segera dan klien tepat kompensasi
untuk menghindari kerugian keuangan.
Kontrol Barings : Barings telah membentuk Pelaporan Insiden Kebijakan yang
mengharuskan pelaporan yang cepat dan pembetulan semua insiden (termasuk kesalahan
perdagangan). Kebijakan ini mengharuskan Barings mengganti klien atas kerugian yang
timbul. Insiden pelaporan dan proses penyelidikan dan kontrol di tempat memastikan
bahwa klien tidak dirugikan oleh kesalahan perdagangan yang dibuat oleh Barings.
Jabatan oleh karyawan di perusahaan lain dari pada Barings Konflik potensial:
Karyawan yang manajer portofolio, dealeratau yang mungkin dinyatakan memiliki posisi
yang berpengaruh di Barings atauyang memiliki akses ke informasi portofolio dan, yang
memegang posisi yang sama dengan lainnya perusahaan lain yang mengeluarkan surat
berharga

atau dapat diinvestasikan oleh Barings untuk klien atau di mana

sepertiperusahaan membawa pada / kegiatan serupa yang sama seperti Barings


mengusung potensi karyawan tersebut yang mampu menggunakan posisi merekadan
informasi yang diperoleh dari salah satu perusahaan untuk memperoleh keuntungan
finansial atau menghindari kerugian. Kontrol Barings : ini berlaku untuk semua
karyawan. Jika seorang karyawan ingin menerima / mengambil posisi apapun dengan
entitas eksternal untuk Barings sebagai direktur, pejabat atau posisi apapun memiliki
apapun fidusiatanggung jawab atau keterlibatan dalam penanganan / keuangan
mengawasi,apakah ia / dia akan dibayar dan / atau melakukan waktu selama jam kerja,
dibutuhkan persetujuan terlebih dahulu dari manajemen yang senior.
Voting proxy untuk klien

Potensi Konflik: Di mana klien mengizinkan Barings untuk meningkatkan hak


voting yang melekat pada surat berharga yang dimiliki dalam portofolio mereka, konflik
ini termasuk keadaan di mana: (i) perusahaan meminta para vote yang merupakan klien
baring (ii) manajer portofolio yang terlibat dalam membuat keputusan suara adalah
direktur, pejabat, atau karyawan perusahaan meminta proxy. Kontrol Barings : Barings
telah membentuk Kebijakan Proxy Voting yang diawasi oleh Panitia Pemungutan Suara
Proxy. Kebijakan inidirancang untuk memastikan bahwa suara diberikan sesuai dengan
yang terbaik kepentingan ekonomi klien.
Penerimaan & tawaran pemberian
Potensi Konflik: memberi atau menerima hadiah atau manfaat lainnya mungkin
merupakan pancingan material untuk keuntungan dari satu atau lebih klien. Selain itu,
pembayaran dibuat oleh Barings untuk diterima dari perusahaan lain untuk pengenalan
dapat bertindak merugikan satu atau lebih klien. Kontrol Barings ': ini mengatur
pemberian /menerima hadiah dan manfaat lainnya ataubujukan. Setiap hadiah menerima
atau memberikan tidak harus dari jumlah tersebut tidak begitu sering untuk material
konflik dengan tugas kepada para klien.
Transaksi dan potensi berurusan dengan pihak perdagangan di mana orang
yang berhubungan dipekerjakan
Potensi Konflik: Dalam melakukan bisnis untuk klien, Barings menyajikan
kemungkinan untuk memperlakukan perdagangan lebih menguntungkan di mana orang
terhubung dipekerjakan. Kontrol Barings : dealer Barings diwajibkan untuk menyatakan
kepada Departemen Kepatuhan dan Kepala Menangani apakah mereka memiliki orang
terhubung

dipekerjakan

dengan

perdagangan

aktual

Departemen

Kepatuhan

mempertahankan log tersebut koneksi dan mengambil ini ke rekening dalam monitoring.
Perdagangan Pribadi oleh karyawan Barings
Potensi Konflik: Karyawan yang baik terlibat dalampengambilan keputusan
investasi untuk klien atau yang memiliki akses keinformasi tentang perdagangan
dilakukan untuk klien, bisa menggunakan informasi untuk melaksanakan transaksi di
keamanan yang sama untuk memperoleh keuntungan finansial.Portofolio manajer yang
berinvestasi dalam dana yang mereka kelola bisa mendukung dana ini lebih dari
portofolio lain yang mereka kelola.

Kontrol Barings : Tunduk tertentu pengecualian (mis mana sepertigaperusahaan


investasi pihak mengelola portofolio investasi karyawansepenuhnya pada kebijaksanaan
perusahaan pihak ketiga, reksa dana tidakdikelola oleh Barings), karyawan diharuskan
untuk memperoleh tertulis sebelumnyaotorisasi untuk efek perdagangan dalam keamanan
untuk akun mereka sendiri ataubahwa setiap orang yang terhubung dengan mereka.
Kontrol Barings : karyawan diharuskan untuk memperoleh bukti tertulis sebelum
otorisasi untuk efek perdagangan dalam keamanan untuk akun mereka sendiri ataubahwa
setiap orang yang terhubung dengan mereka
ARTIKEL :

Kasus Insider Trading Saham Danamon, BEI Temui UBS


Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menemui
manajemen UBS Indonesia pada hari ini terkait terkuaknya kasus insider trading atau
kecurangan transaksi saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk karena pendahuluan
informasi

yang

dilakukan

oleh

mantan

Country

Head

UBS

Group

AG.

Seperti diketahui, mantan Country Head UBS Group AG, Rajiv Louis, dinyatakan
melakukan insider trading terkait transaksi saham Bank Danamon. Transaksi tersebut
dilakukan

oleh

Rajiv

Louis

melalui

broker

di

Singapura

pada

2012.

Siang ini kami akan menemui pihak UBS Indonesia. Kami mau menanyakan beberapa
hal dan meminta informasi, ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio saat dihubungi CNN
Indonesia, Jumat (16/10).
Tito menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memulai penyelidikan terhadap kasus
tersebut. Ia mengakui jika penyelidikan kali ini sulit dilakukan karena transaksi tersebut
dilakukan oleh broker asing yang sesuai aturan tidak bisa secara mudah diungkap ke
publik. Karena transaksi ini kan melalui broker asing yang tidak tahu siapa dan tidak di
Indonesia. Intinya melalui pihak asing. Kita lagi mau penyelidikan siapa broker ini, kita
coba cari, ungkapnya. Lebih lanjut, Tito menyatakan bahwa UBS Indonesia tidak
tersangkut secara langsung dengan kasus ini. Pasalnya, transaksi insider trading tersebut
dilakukan

oleh

Rajiv

melalui

rekening

bank

istrinya

di

Singapura.

Intinya kita ketemu dan tanya beberapa hal ke UBS. Bukan UBS (yang terkait

langsung),

kan

itu

pribadi.

Bukan

UBS,

jelasnya.

Untuk diketahui, dalam UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal, disebutkan bagi mereka
yang melakukan kegiatan yang tergolong perdagangan orang dalam dapat dikenakan
pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.
Lebih lanjut, kasus insider trading yang terjadi tiga tahun lalu tersebut muncul ke
permukaan setelah The Monetary Authority of Singapore (MAS) mengumumkan perkara
itu pada Rabu (14/10).
Seperti diberitakan Reuters, MAS mengganjar Rajiv Louis, dengan hukuman denda
penalti sebesar S$434.912, atau setara dengan US$312.965, tanpa tuntutan hukum.
MAS membeberkan Louis membeli saham 1 juta lembar saham Bank Danamon pada
Maret 2012 lewat akun bank milik istrinya di Singapura setelah mendapat informasi
nonpublik atas rencana akuisisi saham Danamon oleh DBS Group Holdings Ltd di negeri
Singa tersebut.
DBS kemudian mengumumkan penawarannya atas saham Bank Danamon pada April
2012. Hal itu membuat Rajiv meraup untung hingga S$173.965. Rajiv kemudian
bergabung dengan Carlyle Group LP setahun kemudian sebagai managing director di tim
pembelian kawasan Asia dan bertanggung jawab terhadap investasi di Indonesia.
Kepada Reuters, pihak Carlyle Group LP menyatakan telah memecat Rajiv terkait
penetapannya sebagai pelaku dari kasus insider trading tersebut.
THE BIG SHORT
Pada tahun 1970, seseorang di industri perbankan, Lewis Ranieri, menemukan suatu ide
yang dapat menguntungkan bank ataupun institusi keuangan lainnya dengan resiko yang
kecil tetapi mendapat imbalan yang besar yaitu Mortgage-backed Security (MBS). MBS
menggunakan:
a.
b.
c.

Nilai mortgage rata rata


Fixed rate, dan
Termasuk dalam tingkat obligasi AAA

Pada tahun 2005, Michael Burry, seorang manager di salah satu hedge fund menemukan
suatu hal yang tidak dipikirkan orang lain pada saat itu, yaitu bahwa pasar real estate
sangatlah tidak stabil, karena MBS sangatlah beresiko dan berisi subprime-loans dengan
tingkat resiko yang tinggi, Michael melihat hal ini sebagai suatu kesempatan untuknya
mengambil keuntungan. Cara Michael untuk mengambil keuntungan dari situasi yang

telah dia analisis ialah dengan menggunakan pasar Credit Default Swap (CDS). Dimana
pembeli akan melakukan serangkaian pembayaran atas pembelian kepada penjual dan
sebagai gantinya pembeli akan mendapatkan pembayaran dengan term yang ditentukan
apabila pinjaman yang di CDS kan default. Kemudian Michael mulai mengajukan
penawaran kepada institusi-institusi keuangan yang besar akan rencana yang akan dia
lakukan, Michael pun mendapatkan $1,3 Billion atas pengajuan yang ia lakukan tersebut.
Pada tahun 2007, setelah kenaiakn secara terus menerus dari nilai atas real estate,
terjadi pula collapsed pada pasar real estate. Pada saat inilah teori yang dikemukakan olek
Michael CDS yang payoff in return, dengan jatuhnya pasar real estate maka institusi
keuangan yang telah mempunyai perjanjian dengan Michael akan CDS yang
dilakukannya harus membayar kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada CDS
tersebut. Dan hasilnya, Michael mendapatkan profit sebesar $2.69 Billion dan hedge fund
yang dimillikinya bernilai 489%.
Vennet menjelaskan bahwa prediksi jatuhnya pasar properti sedang dibuat lebih
menjadi-jadi oleh kumpulan pinjaman-pinjaman yang tidak bernilai yang dimasukkan ke
dalam collateral debt obligations (CDO) yang cukup besar untuk dianggap diversified dan
diberikan rating AAA.
Pada awal tahun 2007, pinjaman-pinjaman pemilikan rumah mulai gagal terbayar,
namun harga saham naik dan ratingnya tetap sama. Ketika Baum mempertanyakan
kenalannya di Standard & Poors, dia mendapati bahwa terjadi konflik kepentingan dan
ketidakjujuran diantara agensi credit rating. Vennett mempertahankan posisinya dan
mengajak baum dan timnya ke American Securitization Forum di Las Vegas, dimana
Baum melakukan interview kepada manajer CDO, Wing Chau, yang membuat CDO
untuk salah satu bank investasi. Chau menjelasakan bagaimana CDO buatan membuat
rantai atas meningkatnya tingkat pinjaman-pinjaman yang salah, termasuk uang 2x lebih
besar dari pinjaman itu sendiri. Baum menyadari bahwa besarnya fraud yang terjadi akan
berdampak pada jatuhnya ekonomi global. Baum meyakinkan partner bisnisnya untuk
ikut membeli CDS.
Dua investor muda bernama Charlie Geller dan Shipley secara tidak sengaja
menemukan prospectus Vennet yang meyakinkan mereka untuk ikut membeli credit

default swap. Karena nilai investasi mereka berada di bawah capital yang diharuskan
untuk mendapatkan ISDA, mereka meminta bantuan pensiunan trader sekuritas Ben
Rickert. Ketika nilai saham pinjaman dan CDO naik tetapi semakin banyak pinjaman
yang tak terbayar, Geller curiga kalau bank melakukan fraud, oleh karena itu dia membeli
lebih banyak CDS.