Anda di halaman 1dari 2

Article Review

Artikel : Does Auditor Quality and Tenure Matter to Investors? Evidence from the Bond Market.
Peneliti : Sattar A. Mansi, William F. Maxwell, & Darius P. Miller
A. Permasalahan Riset
Permasalahan yang melatarbelakangi riset ini diawali dari adanya konflik kepentingan antara pemilik,
pengelola, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya yang menciptakan keadaan dimana auditor menjadi
dibutuhkan. Auditor diharapkan dapat memberikan nilai informasi yang signifikan terhadap para investor.
Namun, pada kenyataannya masih terdapat salah saji dan penipuan yang dilakukan perusahaan-perusahaan
besar. Hal ini menyebabkan peningkatan pengawasan pada peran kantor akuntan publik dalam pasar
keuangan.
Pada saat riset ini dilaksanakan, bukti empiris yang mengaitkan audit dan investor masih terbatas dan
belum terfokus. Contoh riset sebelum ini menyatakan bahwa peran penjamin audit telah terbukti sulit untuk
dipisahkan dari peran informasi mereka. Riset lain juga menemukan bahwa ukuran auditor berhubungan
negatif terhadap harga sebelum IPO dan komponen informasi tentang kualitas audit tidak terlalu penting.
Riset-riset selanjutnya yang menyatakan bahwa peran audit itu penting untuk investor juga masih langka.
Riset ini meneliti peran auditor dari perspektif yang berbeda, yaitu dari sisi pemegang obligasi. Riset ini juga
mengontrol peran penyedia informasi lainnya dalam pasar modal, hal ini dilakukan agar peneliti dapat
membedakan efek informasi dan efek penjamin dari pilihan auditor.
Secara umum para peneliti dalam riset ini mencoba untuk meneliti dampak ekonomi dari pilihan dan
masa jabatan auditor terhadap tingkat pengembalian obligasi investor yang dibutuhkan. Para peneliti
mencoba untuk memberikan bukti-bukti atas pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah karakteristik auditor
yang diproksikan menggunakan big six auditor atau lamanya hubungan auditor dan klien mempengaruhi
harga yang akan dibayar investor untuk surat utang suatu perusahaan? Apakah konsekuensi ekonomi audit
berbeda untuk perusahaan yang lebih beresiko?
B. Pendekatan Riset
Data perusahaan yang digunakan peneliti dalam riset ini diperoleh dari Database Industri
COMPUSTAT untuk perusahaan dengan tahun fiskal yang berakhir antara Januari 1974 dan Maret 1998,
perusahaan yang diteliti adalah sebanyak 8.528 perusahaan. Untuk dimasukkan dalam sampel perusahaan
harus memiliki informasi pilihan auditor, laporan keuangan yang telah diaudit, data keuangan COMPUSTAT,
dan informasi keuangan CRSP. Peneliti mengklasifikasikan auditor menjadi big six auditor dan non-big six
auditor. Kualitas auditor diukur menggunakan variabel biner yang diasumsikan nilai satu untuk auditor kecil
dan nilai nol untuk sebaliknya. Masa jabatan auditor diukur dari lamanya hubungan auditor dan klien. Data
untuk informasi harga obligasi diperoleh dari Lehman Brothers Bond Database (LBBD). Credit Spread
digunakan sebagai variable dependen. Credit Spread didefinisikan sebagai perbedaan antara bond yield to
maturity perusahaan dan yield to maturity keamanan Treasury yang sesuai. Terdapat beberapa variabel
kontrol dalam riset ini seperti tingkat kredit, model kebangkrutan Ohlson, ukuran, leverage, profitabilitas,
cakupan perusahaan, usia perusahaan, durasi Macaulay, wesel bayar, Quality Spread, RMRF, kategori
industri, dan indikator tahunan. Riset ini diuji dengan beberapa tes seperti rangkaian tes korelasi, potensi
endogenitas, dan korelasi variabel yang dihilangkan.
C. Teori Dasar
Teori dasar yang digunakan dalam riset ini adalah teori keagenan. Teori ini menyatakan bahwa
perusahaan yang memisahkan fungsi pengelolaan dan fungsi kepemilikan akan mengakibatkan munculnya
perbedaan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham. Keuntungan yang diperoleh perusahaan
yang tidak dapat sepenuhnya dinikmati oleh manajer, sehingga manajer tidak hanya berkonsentrasi pada
maksimalisasi nilai dalam pengambilan keputusan pendanaan untuk peningkatkan kemakmuran pemegang
saham, melainkan cenderung bertindak untuk mengejar kepentingan dirinya sendiri. Auditor adalah pihak
yang dianggap mampu menjembatani kepentingan pihak pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya
dengan pihak manajer dalam mengelola keuangan perusahaan.

Peran auditor dalam pasar modal adalah sebagai perantara informasi dan pemberi jaminan. Menurut
pendapat para ahli auditor menyediakan verifikasi independen dari laporan keuangan yang disiapkan oleh
manajer, auditor dapat menemukan dan melaporkan pelanggaran-pelanggaran dalam sistem akuntansi klien.
Kualitas audit berkontribusi terhadap kredibilitas laporan keuangan, audit juga dapat mengurangi biaya-biaya
dalam sistem keuangan suatu perusahaan. Auditor juga menyediakan sarana untuk mengidentifikasi kerugian
kepada investor, karena investor sering menggunakan laporan keuangan yang telah diaudit sebelum
memutuskan investasi.
D. Related Articles
Pada tahun 2012 terdapat riset yang menguji apakah relevansi nilai atas nilai wajar yang diukur
dengan teknik penilaian dapat meningkat jika tenure auditor lebih panjang atau laporan keuangan diaudit
oleh KAP Big Four. Riset ini dilakukan di Indonesia oleh Taufik Hidayat yang dipublikasikan dalam Jurnal
Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 9 Nomor 2, Desember 2012. Pengujian dilakukan dengan data
panel berdasarkan model Ohlson. Menggunakan sampel 147 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2008-2011, menghasilkan kesimpulan umum bahwa nilai wajar memiliki relevansi
nilai, dimana relevansi nilai atas nilai wajar yang diukur dengan kuotasi pasar aktif lebih tinggi dibandingkan
yang diukur dengan teknik penilaian. Hasil riset ini menunjukkan bahwa relevansi nilai atas nilai wajar yang
diukur dengan teknik penilaian akan meningkat ketika tenure KAP lebih panjang atau laporan keuangan
diaudit oleh KAP Big Four.
Pada tahun 2013, Sri Wahyuni meneliti pengaruh karakteristik kualitas auditor terhadap cost of debt
financing: pengujian dual roles auditor pada pasar obligasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh karakteristik kualitas auditor, yang diproksikan dengan ukuran dan spesialisasi auditor
serta tenur auditor terhadap cost of debt financing. Secara khusus penelitian ini menguji peran ganda auditor
pada pasar obligasi di Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 554 amatan dengan
periode 2006-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor di Indonesia mengevaluasi peran ganda
yaitu peran informasi dan peran penjaminan yang tercakup dalam ukuran dan spesialisasi industri auditor,
meskipun besarannya tidak sama (lebih mengevaluasi peran penjaminan dibanding peran informasi). Hasil
tersebut mengimplikasikan bahwa investor tidak hanya menilai reputasi brand name dari auditor besar
(Big-4), tetapi juga keahlian dari spesialisasi auditor. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan
bukti empiris bahwa karakteristik kualitas auditor, yaitu ukuran dan spesialisasi auditor penting bagi
partisipan pasar obligasi di Indonesia. Sedangkan tenur auditor mempunyai pengaruh negatif terhadap cost
of debt financing, mengimplikasikan bahwa hasil penelitian ini sejalan dengan peraturan pemerintah
mengenai kewajiban rotasi bagi kantor akuntan publik dan akuntan publik. Hasil penelitian ini memberikan
bukti validitas teori keagenan. Melalui peran gandanya, yaitu peran informasi dan peran penjaminan, ukuran
dan spesialisasi auditor dapat mengurangi konflik keagenan antara manajemen dan investor. Hasil penelitian
ini memperkaya literatur pada karakteristik kualitas auditor bahwa ada dimensi lain dari kualitas auditor
selain ukuran dan tenur, yaitu spesialisasi auditor. Hasil penelitian ini mempunyai implikasi metodologis
bahwa pengukuran auditor size, tidak hanya auditor besar dan auditor kecil saja seperti penelitian
sebelumnya tetapi auditor medium juga harus diperhatikan. Hasil penelitian ini berguna bagi regulator untuk
menyusun Undang-Undang Pelaporan Keuangan dan mempertegas aturan mengenai rotasi kantor akuntan
publik dan akuntan publik di Indonesia.
E. Kesimpulan
Hasil observasi dari riset ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kualitas dan masa
jabatan auditor dengan tingkat pengembalian obligasi investor yang dibutuhkan. Dampak ini dua kali lebih
besar berlaku untuk perusahaan non-investment dibandingkan untuk perusahaan yang go public. Hasil riset
ini menyatakan bahwa investor menilai peran jaminan auditor sebagai efek informasi dari audit. Karakter
ganda auditor sebagai penyedia jaminan dan perantara informasi memberi kesan bahwa audit memberikan
nilai ke pasar modal.