Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. UMUM
Precast Concrete atau beton pracetak adalah suatu metode percetakan komponen secara
mekanisasi dalam pabrik atau workshop dengan memberi waktu pengerasan dan mendapatkan
kekuatan sebelum dipasang.
Precast Concrete atau Beton pra-cetak menunjukkan bahwa komponen struktur beton
tersebut : tidak dicetak atau dicor ditempat komponen tersebut akan dipasang. Biasanya
ditempat lain, dimana proses pengecoran dan curing-nya dapat dilakukan dengan baik dan
mudah. Jadi komponen beton pra-cetak dipasang sebagai komponen jadi, tinggal disambung
dengan bagian struktur lainnya menjadi struktur utuh yang terintegrasi.
Karena proses pengecorannya di tempat khusus (bengkel frabrikasi), maka mutunya
dapat terjaga dengan baik. Tetapi agar dapat menghasilkan keuntungan, maka beton pra-cetak
hanya akan diproduksi jika jumlah bentuk typical-nya mencapai angka minimum tertentu,
sehingga tercapai break-event-point-nya. Bentuk typical yang dimaksud adalah bentuk-bentuk
yang repetitif, dalam jumlah besar.
Prinsip dari sistem pracetak ini adalah dicetak atau dicor terlebih dahulu sebelum di
install. Berbicara tentang sistem precast maka hal pertama untuk dijadikan pertimbangan
memakai sistem ini adalah bentuk yang tipikal dan jumlah yang banyak. Contoh pekerjaan
yang sering dibuat menggunakan sistem precast antara lain, saluran air, balok, anak tangga
dan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya berulang dan banyak.
Keuntungan menggunakan sistem pracetak antara lain waktu yang lebih efisien, memang
sangat efisien jika jenis pekerjaannya tipikal. Sementara pekerjaan precast disiapkan kita bisa
bekerja untuk bagian yang lain. Selain memiliki kelebihan sistem ini juga memiliki
kekurangan, antara lain system precast memerlukan analisa yang lebih rumit dibanding
dengan cetak langsung ditempat. Kita harus memperhitungkan sistem sambungan, pertemuan
tulangan apakah sudah memenuhi panjang penyaluran atau belum serta saat perencanaan
sudah harus memikirkan lokasi pembuatan sistem pengangkutan dan sistem istallasi.
a. Keuntungan Beton Pracetak
Pengendalian mutu teknis dapat dicapai, karena proses produksi dikerjakan di
pabrik dan dilakukan pengujian laboratorium
Waktu pelaksanaan lebih singkat
Dapat mengurangi biaya pembangunan

Tidak terpengaruh cuaca

b. Kendala Precast

1.2.

Membutuhkan investasi awal yang besar dan teknologi maju

Dibutuhkan kemahiran dan ketelitian

Diperlukan peralatan produksi ( transportasi dan ereksi)

Bangunan dalam skala besar

PRINSIP KONSTRUKSIONAL PRECAST


Berikut prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk desain struktural :
1. Struktur terdiri dari sejumlah tipe-tipe komponen yang mempunyai fungsi seperti
balok, kolom, dinding, plat lantai dll
2. Tiap tipe komponen sebaiknya mempunyai sedikit perbedaan
3. Sistem sambungan harus sederhana dan sama satu dengan yang lain, sehingga
komponen-komponen tersebut dapat dibentuk oleh metode yang sama dan
menggunakan alat Bantu yang sejenis
4. Komponen harus mampu digunakan untuk mengerjakan beberapa fungsi
5. Komponen-komponenharus cocok untuk berbagai keadaan dan tersedia dalam
berbagai macam-macam ukuran produksi
6. Komponen komponen harus mempunyai berat yang sama sehingga mereka bias
secara hemat disussun dengan menggunakan peralatan yang sama
Ada tiga macam konstruksi prefabrikasi :
1. Pembuatan didalam sebuah pabrik, dimana komponen-komponen mudah untuk
dibuat dan nyaman untuk pengangkutan
2. Pembuatan pada site dengan menggunakan alat-alat mekanik
3. Rangkaian dari komponen dirakit ke dalam komponen-komponen yang lebih luas

1.3.

METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN


Bentuk dan jenis sambungan merupakan bagian penting pada konstruksi

beton precast. Pada sambungan basah, penyambungan dilakukan dengan cara grouting atau
pengecoran di tempat. Penyambungan ini bertujuan mendapatkan kekuatan sambungan balokbalok beton pracetak dengan pembebanan statis dan kemampuan struktur yang disambung
untuk meredam gaya luar yang bekerja dari pengujian dinamis. Metode penyambungan
elemen beton pracetak menggunakan bahan beton polimer dengan kecepatan pengeringan 15

menit. Dengan metode ini kecepatan kostruksi struktur pracetak akan lebih cepat dibanding
dengan cor di tempat. Selain itu mutu material elemen struktur menggunakan beton pracetak
akan lebih baik.
Untuk mendapatkan struktur beton pracetak yang mempunyai redaman yang besar,
maka sambungan elemen beton pracetak mempunyai konfigurasi tulangan pada sambungan
yang tidak kaku. Pada sambungan tipe-A, tulangan tengah tidak disambung tetapi ditekuk
45o ke arah pusat sambungan. Tipe ini mempunyai daya redam yang besar daripada
sambungan tipe-B yang seluruh tulangan utamanya diteruskan. Metode ini dapat diperluas
dengan meneliti sambungan kolom-balok, kolom-kolom, dan kolom-fondasi.Selain itu jenis
sambungan dapat menggunakan sambungan kering yang menggunakan baut atau sistem las.
BEBERAPA PRINSIP CARA PEMASANGAN (ERECTION )
1.

Cara pemasangan perbagian ( vertical )

Dilakukan trave per trave

Cocok untuk bangunan dengan luas lantai besar

Perlu landasan yang cukup kuat, Mobil crave bias bergerak memenuhi jarak
jangkau

Lengan momem untuk crane tidak terlalu besar sehingga berat komponen lebih
leluasa

2.

3.

4.

Biasanya untuk 3-5 tingkat

Cara pemasangan perlapis ( horizontal )

Dilakukan lantai perlantai

Perlu alat pengangkat yang dapat mencari seluruh bagian bangunan

Karena besarnya momen crane, berat komponen terbatas terutama palt lantai

Crane yang biasa digunakan Tower CXrane Putar

Diperlukan penunjang kolom selama pemasangan

Cara pemasangan Lift Slab

Kolom menerus pelat lantai di cor satu diatas yang lain

Alat pengangkat Hidraulis

Perlu pasak untuk pengunci dalam pemasangan

Cara Pemasangan Jack Block

Lantai teratas disiapkan diatas permukaan tanah Hidraulis Jack dipasang di


bawah komponen pendukung vertical

Dengan mengatur secara berganti penggunaan hydraulic Jack dan penempatan


penunjang ( dari blok beton ) seluruh komponen diangkat ke atas

Setelah mencapai ketinggian lantai yang diinginkan, lantai berikutnya


dipersiapkan di permukaan tanah

5.

Demikian seterusnya

Cara Pemasangan Kombinasi

Penggunaan cara pemasangan dengan berbagai cara

Ini cara yang paling lazim

BAB II
ANALISIS PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN STRUKTUR
Diketahui data sebagai berikut:
Konsep:
Sebuah Hall atau gedung serbaguna akan dibangun dengan menggunakan beton
pracetak dimana semua bahan2 dan bagian bangunan merupakan beton pabrikasi atau
pracetak. Direncanakan bangunan hall tidak memiliki kolom di tengahnya. Kolom
hanya terletak di pinggir dan menumpu balok sedemikian rupa sehingga kerangka
bangunan dapat berdiri.
Berikut ini adalah denah bangunan:

Denah Bangunan

Dalam hal ini akan ditentukan desain dan ukuran dari kolom, balok, dinding, pondasi
dan sloof dari bangunan hall.

1. BALOK
Balok direncanakan terdiri dari dua tipe yaitu type A untuk balok melintang dengan
lebar bentang 17 m dan balok antara pertal dengan jarak portal 6 m.
Balok type A
Ukuran h ditentukan berkisar antara 1/10L - 1/16L.
Direncanakan h = 1/16 L = 1/16*17 = 1,0625 m
b = 1/2*h = 0,531 m
Digunakan balok prestress:
hmin = 75%*h = 0,75*1,0625 = 0,7986 m 80 cm
b = 1/2*80 = 40 cm
Balok type B
h = 1/16 L = 1/16*6 = 0,375 m 40 cm
b = 1/2*h = 0,1875 m 20 cm
Jadi digunakan balok prestress dan precast melintang dengan ukuran 40x80 cm2 , dan
balok precast memanjang dengan ukuran 20x40 cm2

Balok type A

Balok type B

2. Kolom
Dimensi kolom beton pracetak dengan kekakuan kolom lebih besar dari pada
kekakuan balok, yaitu:
Kk = 1,2 Kbalok
Ibalok = 1/12bh3
= 1/12*(40)*(803)
= 1.706.666,67 cm4
1,2 (Ibalok/L3) = (Ikolom/H3)
1,2 (1.706.666,67/17003) =((1/12*h4)/9003)

H kolom direncanakan 9 m.

h4 = 3646651,74 cm4

h = 43,699208 cm 45 cm

3. Dinding
Untuk dinding, dipilih Load Bearing Panels Walls dengan jenis solid panel dan
sculptured panels.
Dinding yang digunakan setebal 15 cm (dipilih seukuran dengan batu bata) dan
panjang 300 cm (jarak antar portal 300cm).

t = 15 cm
h = 100 cm
p= 300 cm

4. Pondasi
Sebuah pondasi merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah bangunan
karena pondasi berguna untuk memikul beban-beban yang akan diterima oleh
bangunan. Pemilihan jenis pondasi sangat tergantung dengan kondisi tanah. Sebelum
memilih jenis pondasi yang akan digunakan, kondisi tanah harus terlebih dahulu
ditentukan. Penentuan kondisi tanah melalui soil test yang dapat dilakukan oleh
kontraktor atau konsultan ahlinya.Setelah jenis tanah berhasil ditentukan barulah jenis
pondasi dipilih dengan juga mempertimbangkan jenis bangunan (1 lantai atau 2
lantai).

Pada bangunan

hall ini direncanakan dengan menggunakan pondasi setempat

dengan ukuran 1,5x1,5 m dengan kedalaman 5 m (diperkirakan kondisi tanahnya pasir,


dan kedalaman tanah keras berada di 5 m dibawah permukaan tanah). Pondasi precast
yang direncanakan adalah sebagai berikut.

5. Sloof
`Sloof adalah suatu konstruksi pengaku yang mengikat atau menghubungkan pondasi
satu dengan yang lainnya. Fungsi dari dari sloof adalah menerima momen dan
mengurangi penurunan akibat pembebanan padas struktur, khususnya beban lateral
akibat gempa bumi atau angin. Oleh karena itu, sloof harus memenuhi syarat kekakuan
yang cukup struktur portal sehingga membentuk satu kesatuan konstruksi dalam
memikul beban.

Perhitungan Balok Prestress


Diketahui dimensi balok prestress = 40x80 cm2
Direncanakan fc = 50 Mpa, fkabel = 1800 KN/m2
E baja = 2,1x105 MN/m2
E beton = 4700

Beban-beban yang dipikul:


Berat sendiri =

qtaksir(akibat beban atap, dan beban hidup seperti angin, hujan dll) = 300 kg/m2
q total = 1132 kg/m2
Direncanakan kabel baja terletak di 1/6 d = 1/6 x 80 = 13,3 cm 13 cm.
Tegangan pada saat transfer
(v+g1)

Tegangan pada saat servis


(v+g1+g2)

Dengan mengasumsikan tidak terjadi retak pada saat balok telah dibebani (atau pada
saat servis, maka:

Dengan memasukkan nilai P diperoleh:

Direncanakan digunakan kabel prategang sebanyak 6 unit dengan luas penampang


masing-masing Fz = 0,4 cm2, Fz total = 6(0,4) = 2,4 cm2
Kemudian struktur balok prestress diperiksa kembali:

Tegangan pada saat transfer


(v+g1)

Tegangan pada saat servis


(v+g1+g2)

BAB III
PERENCANAAN SAMBUNGAN STRUKTUR

Jenis sambungan yang dipilih untuk sambungan balok dan kolom adalah sambungan
dengan konsol. Konsol sendiri berfungsi sebagai penyangga rangka atap overstek dengan
dimensi konsol yang direncanakan adalah sebagai berikut:

Gambar detail konsol

Sketsa Sambungan Balok dan Kolom

Sambungan pada titik I

Sambungan pada titik II

Gambar dimensi kolom dan detail sambungan kolom-dinding:

Sambungan kolom dengan pondasi:

Kolom

Rekapitulasi:
No.

Nama
Bangunan

Dimensi

Jumlah

Keterangan
Prestress dan

Balok type A

40 x 80 cm

Balok type B

precast

20x40 cm2

10

precast

Kolom

45 x 45 cm2

14

precast

Pondasi

150 x 150 cm2

14

precast

Dinding

300 x 15 cm2

Balok sloof

precast