Anda di halaman 1dari 34

ANALISA USAHA TERNAK LELE DENGAN KOLAM TERPAL

Analisa Usaha Budidaya Lele Kolam Terpal

Langkah Pembuatan kolam budidaya lele media terpal

Seperti diceritakan disini, gw coba kasih gambaran berapa sih


keuntungan yang kita peroleh untuk membuat usaha ini?
Analisa usaha ini gw buat sendiri berdasarkan apa yang telah
gw alami dan pelajari. Yang gw alami artinya sampai tahap
pembelian bibit dan pakan. Sedangkan yang lainnya
berdasarkan yang gw pelajari dan cari tau.
1. Analisa Usaha yang gw buat secara umum
Analisa Usaha Budidaya Lele
A. Biaya Investasi
1. 3 buah terpal ukuran 2 x 3: @Rp. 150.000,- = Rp. 450.000,2. Selang 15 meter @Rp.2.500,- = Rp. 37.500,3. Ember karet 2 buah @Rp.10.000,- = Rp. 20.000,4. Gayung 1 buah @Rp. 5000,- = Rp. 5.000,5. Lamit 1 buah @Rp.15.000,- = Rp. 15.000,Jumlah = Rp. 527.500,B. Biaya Produksi
1. Bibit lele 5000 ekor @Rp.300,- = Rp.1.500.000,2. Pakan selama 3 bulan = Rp. 337.000,-

3. Obat-obatan selama 3 bulan = Rp. 50.000,4. Tenaga Kerja = Rp. 900.000,6. Biaya Penyusutan/ periode Rp.527.500 : 10 = Rp. 52.750,5. Biaya lain-lain = Rp. 100.000,Jumlah = Rp. 2.939.750,Perkiraan Hasil
Panen : 70% x 5000 : 7 = 500 kg x Rp. 7000, = Rp. 3.500.000,Pendapatan = Rp. 3.500.000 2.939.750 = Rp.560.250,BEP = Rp. 2.939.750 : 500 = Rp. 5879.5

Nah, itu analisa usaha secara umum dengan perhitungan 5000


bibit lele yang di tanam. Sekarang analisa usaha yang bener2
gw alami dalam arti kata apa adanya saja.. hehehe...

2. Analisa usaha itung2an skala kecil yang gw alami saat ini


Biaya investasi
1. Lahan Tanah (saya Tanggung) Rp. 0,2. 2 buah terpal ukuran 2 x 3: @Rp. 150.000,- Rp. 300.000,3. Bambu (saya tanggung) Rp. 0,4. Paku 1 kg Rp. 8.000,
5. Tukang (saya sendiri) Rp. 0,Jumlah Rp. 308.000,Biaya Produksi

1. Bibit/benih 1000 ekor @Rp.300,- Rp. 300.000,2. Pakan :


Pakan bulan pertama 5kg @Rp. 10.000,- Rp. 50.000,
Pakan selanjutnya 1Bal @Rp. 180.000,- Rp. 180.000,-

Biaya obat/lain-lain Rp. 50.000,Jumlah Rp. 580.000,Jumlah modal awal = Rp. 888.000
Diperkirakan panen 1 kolam 150 kg
Harga lele /bulan Mei 2008 = Rp. 9.000/kg (harga bisa berubah
sewaktu-waktu)
150 X 9.000 = Rp. 1.350.000
Pemasukan/panen = Rp. 1.350.000

Pembuatan Kolam Terpal Untuk Lele


Setelah perkenalan dan analisa usaha pembesaran ikan lele di
kolam terpal, sekarang gw coba untuk sedikit menjelaskan cara
pembuatan kolam terpalnya. Penjelasan ini sesuai dengan apa
yang saya lakukan sendiri, sehingga mungkin ada beberapa
perbedaan dengan orang2 yang sudah pernah membuat kolam
serupa or perbedaan dengan apa yang sudah di jelaskan di
blog2 lain.
Apa saja yang di perlukan untuk membuat kolam terpal?
1. Lahan, usahakan lahan yang sedikit rindang, tapi jangan
langsung di bawah pohon.
2. Terpal, berukuran ukuran 4x5. yang gw pake adalah terpal
jenis A3, lebih tebal. Tapi gw
juga pernah ngeliat beberapa kolam sejenis dengan terpal yang
lebih tipis. Jadi, gw pikir itu
pun bisa di pakai untuk menghemat biaya.
3. Bambu, diperlukan bambu yang dibelah besar. dengan
ukuran 2,2 meter sebanyak kurang
lebih 10 belahan, dan ukuran 3,2 meter sebanyak kurang lebih
10 belahan.
4. Tiang patok, diperlukan kayu yang nantinya bakal tumbuh
agar bisa bertahan lama, seperti
tanaman Hanjuang or apa sajalah yang kuat . Jangan

menggunakan bambu karena masa


pakainya terbatas.
5. Paku, digunakan untuk memaku belahan bambu ke
patoknya.
6. Kawat, digunakan untuk mengikat terpal ke patok/bambu.
Cara pembuatan :
Setelah semua bahan tersedia, terlebih dulu ratakan tanah
yang akan di pakai untuk mendirikan kolam terpal, jangan
sampai ada benda tajam di atasnya. Lalu dirikanlah patok di
empat sudut berbeda dengan ukuran panjang 3 meter dan
lebar 2 meter. Kemudian pasang belahan bambu 2,2 m untuk
lebarnya dengan menggunakan paku, dan belahan bambu 3,2
m untuk panjangnya. pasang agak merapat agar rangka kolam
kuat, setelah semua terpasang, maka terpal dapat dipasang
membentuk segi empat di dalam rangka tersebut. Ujung terpal
di ikat kuat2 dengan kawat ke patok. Karena nantinya terpal
akan diisi air, maka pastikan rangka kolam terpasang dengan
kuat.
Selamat mencoba!!!
Keuntungan/panen = Rp. 1.350.000 - Rp. 888.000 = Rp.
462.000,Itu analisa usaha untuk panen pertama. Untuk panen2
selanjutnya jelas lebih besar karena tidak memerlukan biaya
investasi lagi. Oya, kata2 "saya tanggung" itu artinya gw tidak
mengeluarkan biaya untuk itu. beruntung banget di rumah ada
lahan sedikit dan kebun bambu. hehehehe....
Selamat mencoba jika tertarik!!
Pembesaran Lele Kolam Terpal
Setelah kolam terpal didirikan, sekarang gw coba berbagi
bagaimana caranya untuk memulai pemeliharaan ikan lele dari
mulai mencari bibit, sampai tentang pakan yang digunakan.

Kebetulah hal ini juga sekarang sedang saya kerjakan dan baru
jalani, jadi ulasannya hanya sebatas yang saya alami dan
survey serta tanya tanya kesana kemari.
Kolam terpal yang sudah berdiri diisi air sebanyak kurang lebih
20 cm, setelah itu didiamkan selama kira2 satu minggu.
Alangkah lebih baiknya jika selama itu kita bisa memberi
planktonnya. Alhamdulillah gw dikasih cairan berwarna hijau
dan berbau lumayan gak enak yang katanya plankton dari
tukang bibit lele. tapi orang tersebut tidak memberi tahu cara
pembuatan dan apa saja yang terkandung di dalamnya.
Penasaran, gw coba cari informasi sana sini dan didapat
kesimpulan kalo itu terbuat dari bibit plankton yang sudah
banyak di jual (entah apa namanya) di tambah ayam mati,
kotoran kambing dll (intinya yang bisa membuat plankton
berkembang). Di rendam selama beberapa minggu. lalu diambil
cairannya. itu intinya.
Setelah didiamkan sekitar 1 minggu, maka kolam sudah siap
diisi bibit lele. Jangan lupa perhatikan kekuatan kolam. Baik
pagarnya maupun tiang2 patoknya.
Bibit lele
Bibit lele yang kita cari diusahakan berasal dari daerah yang
berada di dekat kolam kita berada. atau cari daerah terdekat.
Alasannya ialah, selain dekat juga menjaga angka kematian
tinggi akibat pengangkutan bibit lele tersebut. Kemudian bibit
lele yang kita beli haruslah yang sudah berukuran sedang,
kira2 sebesar telunjuk orang dewasa, atau ada istilah bibit
ukuran 4 6 sampai 7 8 (mungkin artinya 4x6 cm dan 7x8 cm).
Bibit yang lebih kecil dari itu di takutkan belum kuat untuk
dipindah atau belum bisa untuk beradaptasi dengan lingkungan
yang baru sehingga angka kematiannya akan tinggi. Untuk
kolam ukuran 2 x 3 seperti yang saya punya, bibit bisa di
masukkan sebanyak 1000 ekor. Setelah 1 bulan, air ditambah
sampai ketinggian 40 cm karena bibit lele sudah berkembang
menjadi lebih besar.
Pakan lele

Pakan lele kecil yang di gunakan adalah pakan pabrik (pelet).


Yang gw gunakan adalah jenis pakan F-999, berbentuk bulat
dan berukuran kecil seperti pentul jarum pentul. Pakan ini
biasanya dijual di toko2 pertanian. Harganya bervariasi di
setiap tempat. Disini, gw beli kemarin harga 1 kg nya
Rp.10.000,-. Berdasarkan info sana sini, pakan ini hanya kita
pakai sebanyak 5 kg. Setelah pakan tersebut habis (sekitar 1
bulan), maka diganti dengan pakan jenis 781 polos. Juga
banyak tersedia di toko2 pertanian. Pakan jenis 781 polos
dipakai sampai kira2 2 minggu sebelum panen. Setelah itu kita
ganti pakan dengan jenis 781 -2. Yang perlu di perhatikan pada
saat pemberian pakan ialah jangan terlalu banyak memberi
pakan secara sekaligus, karena pakan2 yang tidak di makan
akan mekar dan tenggelan dan dikhawatirkan menimbulkan
racun. Jadi beri makan nya sedikit2 tapi teratur. Jika terlihat
pakan sudah habis tapi lele masih mau makan, ya di kasih
lagi :) Pemberian pakan dilakukan sehari 3 kali. yaitu pagi,
siang dan malam. Yang gw alami, nafsu makan ikan lele besar
ketika makan malam. Jadi untuk malam jumlah pakan yang di
pakai akan lebih banyak daripada pagi atau siang.
Penyortiran
Penyortiran yang dimaksud disini ialah memisahkan lele yang
sudah berumur 1 bulan di kolam terpal. Karena besarnya lele
setelah 1 bulan tidak sama rata, maka perlu di pisahkan. Jadi,
butuh satu kolam terpal lagi untuk memisahkannya. Lele yang
besar di ambil dan dimasukkan ke kolam berisi air yang kosong
(ingat, air sudah didiamkan selama 1 minggu). penyortiran bisa
menggunakan ember khusus penyortiran (biasanya di jual di
toko pertanian) ataupun secara manual alias memilih sendiri
kira2 mana yang perlu di pisahkan. Pemisahan dilakukan
karena setelah lele membesar, maka kolam sudah tidak cukup
untuk menampung sebanyak 1000 ekor. Selain itu penyortiran
di lakukan untuk menghindari kanibal dari lele dimana lele
besar terkadang memakan lele yang lebih kecil.
Pengairan

Seperti sudah di jelaskan diatas, air dalam kolam pertama kali


diisi setinggi 20 cm dan didiamkan selama 1 minggu sebelum
diisi bibit lele. Setelah 1 bulan, air di tambah sampai setinggi
40 cm karena lele sudah makin membesar. Penambahan air
selanjutnya dilakukan jika air terlihat berkurang karena
penguapan atau kebocoran kecil. Batas 40 cm di pertahankan
sampai kira-kira 2 minggu sebelum panen. Setelah itu air bisa
di tambah kembali sampai 60 cm. Air dikurangi apabila ada
kelebihan air akibat hujan. Yang pasti air jangan sampai terlalu
penuh.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah selalu periksa


ketahanan pagar kolam, karena beban terpal dan air cukup
besar sehingga pagar kolam yang tidak kuat akan berakibat
fatal. Jika kolam yang didirikan berada di area terbuka
(langsung terkena sinar matahari/ bukan tempat rindang)
diusahakan untuk memakai paranet di atasnya, untuk
menghindari sinar matahari langsung. Juga untuk menghindari
tangan2 jahil atau hama manusia.

cara budidaya cacing tanah supaya berhasil


POSTED BY MINANG KABAU ON 21 KOMENTAR
Matagen farm | cara budidaya cacing tanah supaya
berhasil haruslah mengikuti aturan alam supaya cacing tanah
cepat berkembang dan mampu beradaptasi dengan media yang
akan diberikan kepada cacing yang akan dibudidayakan,
maksud dari mengikuti aturan alam yaitu memberikan tempat
hidup bagi cacing sesuai dengan keadaan dan kondisi cacing
tersebut hidup di alam, inilah rahasia berhasil dalam budidaya
cacing tanah. seperti campuran medianya haruslah sama atau
mendekati sama dengan keadaan dimana cacing berkembang
biak sebelumnya. Beternak cacing sangatlah

mudah dan bisa dijadikan pekerjaan sampingan bagi pegawai


yang sibuk dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk
membuka usaha baru seperti usaha budidaya cacing tanah ini,
waktu yang diperlukan hanya berkisar 10-15 menit perharinya.
masih terlalu lama??? keep matagen..

Media yang digunakan untuk budidaya cacing tanah inipun


hanya memanfaatkan barang barang bekas yang ada, atau
barang barang yang tidak dipakai lagi alias bekas.sehingga

anda tidak perlu mengeluarkan modal untuk media dari usaha


budidaya cacing ini.

adapun media yang bisa dipakai untuk budidaya cacing tanah


ini antara lain:
ember pecah bekas ( jahit/ ikat aja )
kotak kayu bekas ( lampisi bagian dalamnya dengan
karung/ plastik bekas )
o
tong bekas
o
bambu bekas penyangga
jikalau diantara salah satu barang barang diatas anda tidak
memilikinya juga, cari saja barang barang bekas anda yang
sekiranya mampu dibentuk at au menampung tanah/
campuran dari media untuk budidaya cacing yang syarat
utamanya hanyalah barang tersebut tidak menyimpan panas
dan tidak lengket/ berminyak.
o
o

campuran dari media untuk budidaya cacing ini adalah sebagai


berikut:
1 ember cacahan pisang ( batang pisang dipotong kecil
kecil -+ 10 Cm )
2.
1 ember pupuk kandang ( bisa dari sapi, ayam, kuda, dll )
3.
2 ember tanah humus ( diusahakan yang sudah berwarna
gelap/ hitam dan gembur )
4.
1/2 ember daun kering
cara menyiapkan media yaitu dengan mengaduk semua bahan
tersebut diatas menjadi satu lalu masukkan kedalam media
yang sudah disiapkan tadi. isi media dengan indukan cacing
dengan sistem tebar diatas media secara perlahan supaya
cacing tidak stres.
1.

adapun modal dari usaha budidaya cacing ini adalah 0 rupiah


( dengan catatan anda haruslah kreatif dan mau sedikit bekerja
keras ).

Terus darimana datangnya bibit dari cacing tanah tersebut?


anda harus mencarinya disekitar rumah atau pekarangan anda
Apakah dalam budidaya cacing tanah tidak dikasih pakan/
makanan ?
ya dikasih makan dong, makannya cacing itu dari bahan bahan
sisa seperti sisa sisa kulit buah yang anda makan sehari hari
ataupun sisa sisa sayuran dapur dari istri anda dirumah.
Wow... ada gak makanan yang tidak disuka oleh cacing tanah?
cacing tidak suka dikasih minyak, gula, garam, air jeruk dan
satu lagi LADO alias cabe
Kalau dibiarkan saja cacing bisa hidup apa tidak?
tergantung kondisi media anda, kalau didalam media tersebut
tidak ada lagi tersedia pakan/ makanan yang bisa dikonsumsi
oleh cacing maka lama kelamaan cacing juga bisa kelaparan
bos, bisa bisa kabur tuh cacing keluar dari media budidaya
anda.
Ada gak tips supaya media cacing tidak mati kalau di
budidayakan?
banyak sekali, diantaranya usahakan media mengandung stok
makanan yang banyak, usahakan jangan sampai media
tergenang oleh air dikarenakan yang dibudidayakan ini
bukanlah cacing air bos.hahaha.. selebihnya cari saja referensi
di internet bos, soalnya banyak cara dan makanan yang bisa
diganti untuk media dan pakan dari cacing tanah ini. dilihat
dari situasi disekitar saja. intinya cuma kreatifitas saja bos..
kok dari tadi saya dipanggil bos terus karena beternak cacing
tanah?

kalau anda mau dan serius dalam menjalani usaha budidaya


yang tidak membutuhkan modal ini maka anda langsung
menjabat sebagai bos dalam usaha kecil anda ini.hahaha..
( bisa bisa admin aja )
jadi kerjaannya santai ya?
ya iyalah.. namanya juga usaha budidaya tanpa modal, tidak
ada kata rugi dalam budidaya cacing tanah, kembali lagi
kepasal satu " peternak cacing haruslah kreatif dan cerdas "
masih boleh nanya?
boleh dong, ilmu itu kan emang untuk dibagi biar ada berkah
nya
Tapi bingung mau tanya apalagi..
kalau bingung langsung saja praktekan budidaya cacing tanah
yang bisa dimulai disamping rumah atau lahan yang kosong
disekitar anda.
kapan?
ya sekarang lah..

YUAN ABADI JAYA 2


16 Desember 2013
Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
August 15, 2013 Filled under Buka Usaha
1
Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
Ternak cacing tanah pembawa keuntungan Bagi kebanyakan
orang cacing tanah dianggap binatang yang menjijikkan,
namun dibalik bentuknya yang menjijikkan cacing tanah
memiliki banyak manfaat, yaitu diantaranya sebagai makanan
hewan dan ikan. Kandungan gizinya yang tinggi membuat
cacing tanah banyak dicari para peternak, petani ikan dan
belut. Namun kebanyakan cacing tanah berasal dari tangkapan
alam sehingga stok selalu terbatas. Heboh Ternak cacing tanah
pembawa keuntunganyang berlipat memang pernah terjadi di
sekitar tahun 2000 dan akhirnya bisnis cacing tanah lesu,
karena pasar tidak ada. Celah ternak cacing tanah ini
sebenarnya masih ada, namun harus pandai mencari pasar
yang riil, misalnya saja kawasan petani ikan dan pakan ternak.
Potensi Bisnis Cacing Tanah Akhir-akhir ini mulai kembali
berkembang, banyak produsen obat yang menggunakan cacing
tanah sebagai bahan untuk membuat obat, misalnya saja obat
typus, penurun tekanan darah dan lain-lain. Pemanfatan yang
lain dari cacing tanah ini adalah sebagai bahan pembuat
kosmetik dan pelembab. Masih banyak manfaat lain dari cacing
tanah yang masih diteliti oleh para ahli.
Pasar untuk kebutuhan cacing tanah ini memang masih perlu
banyak dikaji, sebelum menekuni bisnis ternak cacing tanah.
Namun tidak sedikit orang peternak cacing tanah yang telah
berhasil menekuni bisnis ini. Pasar riil adalah untuk makanan
ikan dan ternak dengan harga per kilogran Rp.50.000. Bisnis
budidaya cacing tanah sebenarnya relatif mudah untuk

dilakukan, mengingat tidak memerlukan lahan luas dan khusus,


bisa dilakukan di pekarangan rumah. Selain bisa menyuburkan
tanah juga bisa dipasarkan sebagai pakan ternak dan ikan. So
bagaimana anda tertarik dengan artikel Ternak cacing tanah
pembawa keuntungan? mari kita bahas mengenai cara ternak
cacing tanah.
Cara ternak cacing tanah :
Bahan yang dipakai untuk Budidaya Cacing Tanah adalah
campuran kompos dengan beberapa bahan organik (limbah
pertanian, limbah pasar). Masukkan bahan-bahan tersebut
hingga mencapai ketinggian 15 cm. Masukkan juga air
secukupnya agar media hidup cacing tanah ini basah dan
gembur. Aduk semua bahan tersebut sampai tercampur
merata, agar terjadi proses fermentasi.Setelah empat minggu,
campurkan kotoran hewan ke dalamnya dengan perbandingan
70% media hidup dan 30% kotoran hewan. Kapur bisa
ditambahkan sebanyak 1% dari media hidup untuk
mendapatkan pH netral. Media sudah dianggap cocok apabila
pH nya mencapai 6,0 7,2 ; tingkat kelembaban 15 30 % dan
suhu antara 15 25c.Kemudian masukkan cacing tanah ke
dalamnya. Cacing yang dimasukkan seberat media hidup yang
telah disediakan. Bila medianya mencapai 2 kg, maka cacing
yang dimasukkan ke dalamnya juga 2kg.Untuk menghindari
kekeringan, permukaan media dilapisi plastik, karung, atau
bahan lain yang tidak tembus cahaya. Agar bisa hidup dan
berkembang dengan baik, setiap hari cacing harus mendapat
suplai makanan yang dibutuhkan. Makanan tersebut berupa
kotoran hewan, baik kotoran sapi, kambing atau ayam.
Banyaknya makanan yang dibutuhkan adalah seberat cacing
yang dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan. Jika berat
cacing mencapai 2 kg, maka pakan yang diberikan juga 2 kg.
Sebelum dimasukkan ke dalam kotak pemeliharaan, pakan
cacing harus dijadikan bubuk atau bubur. Untuk bubur,
perbandingan air dengan pakan adalah 1:1, setelah dicapur,
bahan itu diaduk hingga rata. Bubur pakan ditaburkan secara

merata di atas 1/3 bagian permukaan media hidup cacing


tanah.
Hama dan cara panen cacing tanah :
Selama proses ternak cacing tanah dan pengembangbiakannya
terdapat beberapa hama dan musuh cacing tanah yang harus
diwaspadai. Antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang,
lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah,
dan kutu. Untuk itu, lubang tempat pemeliharaan harus selalu
tertutup. Bahan yang baik digunakan sebagai penutup adalah
kawat kasa. Karena kawat kasa juga menjamin berlangsungnya
proses pergantian udara tetap berjalan dengan baik. Selain itu,
untuk mencegah serangan semut, di sekitar kotak
pemeliharaan diberi air secukupnya (dirambang).
Setelah 2,5 3 bulan, cacing sudah mulai bisa dipanen.
Ditandai banyaknya kascing (kotoran cacing) dan kokon
(kumpulan telur cacing)(. Sebagian cacing dewasa hendaknya
disisakan untuk digunakan menjadi bibit.
Panen cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah
satunya adalah menggunakan alat penerangan seperti
petromaks, lampu neon atau bohlam. Cahaya yang dihasilkan
oleh lampu mengundang cacing untuk berkumpul di bagian
atas media. Setelah itu, cacing tinggal diambil dan dipisahkan
dari medianya. Cara lain adalah membalikkan kotak
pemeliharaan, dan memisahkannya dari media hidup cacing.
Setelah cacing dipanen, sebagian cacing dewasa dan kokon
(telur cacing) masing-masing dimasukkan ke dalam media
hidup yang baru secara terpisah. Telur-telur cacing tanah ini
akan segera menetas dalam tempo 14-21 hari. Setelah itu,
pemeliharaan dilakukan seperti awal budidaya.
Selain cacing, budidaya cacing tanah juga menghasilkan
kascing, yang berbentuk butiran, berserat dan berwarna
kehitaman. Umumnya kascing ini berada di permukaan sekitar
sarang. Kascing mengandung mikro organisma, mineral
anorganik dan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman.
Kascing ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Keunggulan pupuk kascing antara lain, mampu menetralisir


kelebihan zat asam dalam tanah, menjadikan tanah lebih
gembur dan tidak cepat padat.
Terimakasih telah membaca artikel Ternak cacing tanah
pembawa keuntungan . semoga artikel ini bermanfaat buat
anda yang ingin memulai usaha dari sebuah ide kecil yang
tertuang disini. Semoga sukses.
Posts related to Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
Sukses budidaya belut dalam drum
Sukses budidaya belut dalam drum
Kisah sukses dari belut
Kisah sukses dari belut
Peluang usaha penangkaran anis merah
Peluang usaha penangkaran anis merah
Komposisi pakan ayam yang tepat
Komposisi pakan ayam yang tepat
Post title Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
ternak cacing sutra nampan, cara ternak merpati potong,
peluang usaha tanah kosong, obat ngorok yang bagus, pasar
cacing sutra, pembuatan tempat budidaya cacing sutra di
nampan, beternak cacing sutra dengan media nampan, ternak
cacing sutra dengan nampan, OBAT PENGEMUK KAMBING,
cacing sutra di nampan, harga pakan ayam bangkok cp551,
cacing pita di nampan, pangsa pasar cacing tanah, cara
merawat mainan rental, usaha ternak babi, perangsang parkit,
makanan apa agar anak kambing cpt gede, perangsang burung
parkit, gambar kandang ayam merah bertelor, makanan agar
ayam aduan cepat galak, pengusaha pisang keju, pasar cacing,
ransum perangsang ayam cepat bertelur, penataan lampu
etalase parfum isi ulang, pemeliharaan burung samyong
Artikel Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
Tags: cara budidaya cacing, cara ternak cacing, kandungan
cacing tanah, manfaat cacing tanah

Kisah sukses dari warung makan


Buka usaha dan tetap sukses berkarir
Search for:
Recent Posts
Bisnis yang sangat menguntungkan
Analisa usaha perikanan
Harga bibit unggas terbaru
Kisah sukses dari warung makan
Ternak cacing tanah pembawa keuntungan
Buka usaha dan tetap sukses berkarir
Usaha kue lebaran murah
Khasiat tokek
Peluang usaha event organizer
Peluang usaha dekorasi pernikahan
Tips memilih ban mobil
Sukses dari warung kopi
Keuntungan budidaya udang galah
Jamu untuk ayam bangkok aduan
Peluang budidaya ulat sutera
Peluang usaha gipsum
Daftar harga burung 2013
Keuntungan ternak bebek petelur
Langkah memulai bisnis
Peluang usaha perhiasan perak lapis emas
Popular Buka Usaha
harga burung parkit
harga ban mobil
ayam bangkok
ayam bangkok termahal di dunia
harga sapi 2013
harga tokek 2013
harga lovebird 2013
yhs-fh_lsonsw
tokobagus burung
harga tokek terbaru

harga sapi perah


daftar harga ban mobil
harga ayam petelur
ayam bangkok termahal
Cara merawat ayam bangkok muda
dana cepat
Search Buka Usaha
suara murai betina memanggil jantan
budidaya ayam pejantan
cara mempercepat pertumbuhan anak ayam bangkok
harga burung rambatan
ternak kenari koloni
bursa burung samyong terkini
tanaman hias termahal saat ini
jangkrik buat ayam bangkok
ayamlaga umur 2 bulan
cara merawat ayam bangkok umur 7 bulan
cara membuat ulat dari bekatul lengkap
gambar kandhang anakan sampaibdewasavayam aduan
cara merawat ayam bangkok mulai umur 0 sampai siap tarung
pakan lovebird ternak
burung kicau murah meriah

Ada Peluang Besar Menjadi Eksportir dari Bisnis Cacing

Bisnis cacing tanah menjanjikan peluang dan prospek yang cukup


cerah, karena permintaan dari luar negeri terus berdatangan
Beternak cacing atau budidaya cacing, mungkin masih menjadi kegiatan
aneh, dan belum familier di telingga kita. Bagaimana mungkin, cacing
yang dikenal menjijikkan itu diternakkan, dan bahkan memiliki prospek
cerah? Namun, tingginya permintaan untuk kebutuhan farmasi,
kosmetik, maupun pakan ternak mampu membuat sirna keraguanraguan akan potensi dan prospek cerah budidaya cacing Lumbricus
Rubellus.

Komoditas cacing juga diharapkan menjadi bisnis agri masa depan yang
selaras dengan misi setiap negara dalam melestarikan lingkungan.
Modal awal untuk memulai usaha ini juga tidaklah besar, karena cukup
membeli indukan dan memanfaatkan pekarangan rumah kita sebagai
lahan pembibitannya. Penasaran? Berikut kisah si cacing dan prospek
cerah peluang usahanya, dikutip dari wartawirausaha.com:

Cacing (khususnya jenis Lumbricus Rubellus) memang memiliki banyak


manfaat untuk manusia. Diantara kebaikan-kebaikan ini, cacing bisa
dijadikan obat penurun panas dan demam yang sangat efektif. Bahkan,
penggunaan cacing dalam obat sudah diperkenalkan sejak nenek

moyang dulu. Tidak hanya di Indonesia, cacing lumbricus rubellus atau


biasa dikenal cacing tanah merah ini juga menjadi bahan utama dalam
pembuatan obat dan bahan kosmetik di luar negeri, seperti Cina, Korea,
Jepang, Kanada, dan Amerika.

Permintaan cacing tak hanya datang dari dalam negeri, dari luar negeri
pun juga sangat besar. Bahkan, untuk memenuhi permintaan dari
pabrik-pabrik dalam negeri, farm kami masih belum mampu memenuhi
kuota permintaan tiap bulannya. Karena inilah, sebenarnya dibutuhkan
mitra kerjasama yang banyak untuk peternak cacing di Indonesia," kata
Harijadi, salah satu peternak dan leader salah satu farm budidaya
cacing di Magetan, Jawa Timur.

Cacing dikenal memiliki banyak keunggulannya. Salah satunya adalah


ketahanan tubuh yang sangat luar biasa. Selain itu, perawatan cacing
juga cukup simple. Dalam perawatan beberapa kolam cacing, tidak
membutuhkan tenaga yang banyak. Menurut Harijadi, cukup satu orang
untuk mengelola dan merawat puluhan kolam cacing. Pakan cacing pun
juga tergolong mudah, sisa atau limbah makanan dari rumah tangga
bisa dijadikan pakan cacing. Selain itu, ampas tahu, atau sayuran busuk
bisa dijadikan pakan cacing juga.

Untuk kebutuhan makan, biasanya saya memberikan sayuran kubis sisa


yang saya ambil dari pasar. Kubis terlebih dulu di cacah sebelum
diberikan ke kolam cacing. Enaknya berternak cacing, cacing tidak
tergantung pada pemberian makan. Bahkan, untuk pemberian makan
yang tidak rutin pun tidak masalah," katanya.

Perkembangbiakan cacing tergolong super cepat, bahkan masa panen


untuk cacing jenis lumbricus rubellus ini menurut Harijadi hanya
membutuhkan waktu 40 hari. Harga satu kilo untuk jenis cacing yang
lumayan tinggi, membuat budidaya cacing menjadi salah satu alternatif
di bidang agri. Dari pengakuan Harijadi, untuk satu kilo cacing umur 40

hari dihargai 40 50 ribu rupiah.

Ukuran kolam tempat budidaya cacing, idealnya memiliki panjang dan


lebar 1 x 4 meter. Untuk satu kolam biasanya diisi 15 -20 kg indukan
cacing. Nah, kelebihan cacing lumbricus ini, dalam waktu 30 40 hari
cacing sudah bisa dipanen. Dan jangan kaget, dalam waktu 40 hari 15
kg indukan cacing lumbricus bisa berkembang menghasilkan 3 kali lipat,
yaitu 45 kg setiap kolam," tambah pria yang mengaku rutin mengirimkan
minimal 60 kg cacing ke salah satu rekannya di Malang.

Hal pertama yang harus disiapkan dalam budidaya cacing ini adalah
bibit cacing dan media yang akan digunakan untuk cacing. Media untuk
cacing bisa digunakan grajen sisa jamur atau limbah dari budidaya
jamur. Harijadi menjelaskan, grajen bekas jamur ini bisa dicampur
dengan kletong (kotoran sapi) yang sudah kering atau setengah kering,
serta tanah.

"Jika media sudah siap, media tersebut bisa langsung diratakan di


kolam. Untuk ukuran kolam bisa menggunakan 1 x 4 meter dengan
tinggi 60 cm. Dasar kolam bisa dialasi batu bata yang ditata sedemikian
rupa.

Mengingat cacing merupakan binatang dengan habitat asli di tanah,


maka jangan lupa untuk mencampur tanah di media budidaya cacing.
Tanah yang baik untuk campuran media cacing ini adalah tanah yang
diambil di pinggir sungai. Setelah media siap, indukan cacing pun siap
ditebar secara merata.

Cacing merupakan binatang yang menyukai tempat lembab dan


gampang stress jika terkena cahaya matahari. Karena itu, penting setiap
hari mengecek kelembaban media. Usahakan media jangan terlalu
basah dan terlalu kering. Jika kering, media cacing bisa disemprot air

secara merata dan tidak berlebihan. Untuk kolam sendiri sebaiknya


menggunakan iyup-iyup (atap) agar cahaya tidak masuk ke kolam, ucap
Harijadi yang saat ini sudah memiliki 20 kolam dan berencana ingin
menambah kolam lagi.

Kendala utama dalam budidaya cacing ini, menurut Harijadi adalah


serangan semut serta tikus. Selain dua binatang tersebut perlu
diwaspadai juga hewan predator cacing seperti katak dan kadal. Namun
serangan semut dan tikus ini biasanya terjadi hanya di bulan-bulan awal
budidaya. Solusi Harijadi untuk kendala ini adalah dengan menjaga
kebersihan sekitar kolam. Setiap siang atau sore sisi-sisi luar kandang
bisa disemprot air agar tetap bersih dan bebas semut.

Budidaya cacing, bisa dilakukan di daerah manapun. Inilah kelebihan


yang dimiliki cacing, karena di semua daerah cacing bisa hidup subur.
Yang penting, media di kolam diusahan tetap selembab mungkin.
Karena cacing menyukai habitat yang lembab. Saat panen atau 40 hari,
cacing besar siap panen biasanya akan meminggir di pinggir kolam.
Sedangkan telur dan anakan cacing biasanya akan menggumpul di
tengah. Tambah Harijadi.

Usaha Cacing Lumbricus RubellusSelain cacingnya yang laku dijual


dalam kondisi hidup di pabrik farmasi dan kosmetik atau diekspor ke luar
negeri, ternyata kascing (media bekas budidaya cacing) juga laku dijual.
Kascing merupakan pupuk organik alami yang memiliki kandungan hara
makro serta mikro yang lengkap dengan pH basa. Kascing ini biasanya
digunakan untuk pupuk tanaman sayuran, buah-buahan, selain itu juga
cocok untuk pupuk padi organik. Untuk perkilo kascing, biasanya
Harijadi menghargai 5.000 sampai 6.000 rupiah.

Pemasaran cacing, menurut Harijadi tidaklah terlalu sulit. Saat ini,


banyak pabrik-pabrik farmasi atau kosmetik yang siap menampung hasil
panen budidaya cacing. Bahkan beberapa negara juga siap

menampung cacing-cacing ini. Penting juga untuk menjalin kemitraan


bersama para petani cacing untuk berbagi info mengenai penjualan
serta tips-tips beternak cacing.

Sampai sejauh ini, prospek untuk wirausaha ternak cacing lumbricus


rubellus masih sangat bagus. Selain cacingnya yang diburu oleh pabrik
obat dan kosmetik serta pabrik pakan ternak, media bekas cacing atau
kascing juga laku keras. Jika sudah merasakan hasil dari budidaya
cacing ini, saya jamin anda tidak bakal jijik lagi sama cacing," katanya.
(bn)

CARA PRAKTIS BUDIDAYA CACING LUMBRICUS


21 Juli 2013 pukul 7:35
Cara Praktis Beternak Cacing Tanah / Lumbricus sp.

Salah satu kunci sukses dalam memelihara ikan sidat adalah


dengan cara beternak cacing sendiri, baik itu cacing sutra untuk
pembesaran glass eel maupun beternak cacing tanah. Khusus untuk
cacing tanah ini yang paling mudah dan sekaligus mempunyai harga
jual yang cukup tinggi jika dijadikan tepung cacing maupun dijual hidup
adalah jenis cacing Lumbricus sp. Seperti kita ketahui bahwa bibit ikan
sidat tangkapan alam seringkali kondisinya tidak bagus, dikarenakan
banyak sebab. Tentu saja setelah tiba pada pembudidaya dan masuk ke
kolam budidaya maka masalah berikutnya adalah tingkat kematian yang
cukup tinggi dan sidat tidak mau makan. Nah salah satu solusinya
setelah hal-hal lainnya dilakukan adalah melatih ikan sidat mau makan
dengan cacing tanah atau dengan cacing lumbricus. Karena itu
sangatlah membantu jika kita sudah memelihara cacing sendiri. Dengan
memakan cacing maka kondisi ikan sidat akan cepat pulih dan
berikutnya mudah untuk dilatih memakan makanan lainnya. Berikut cara
praktis memeliharanya.

1. Media Budidaya Cacing Lumbricus

Persiapan pertama dalam budidaya cacing lumbricus adalah media atau


tempat dimana
cacing ini hidup dan berkembang biak. Media untuk perkembangbiakan
cacing ini haruslah mempunyai syarat-syarat sbb :
Syarat Media Cacing.

Bahan organik yang remah, artinya media haruslah longgar dan


tidak mudah menjadi padat karena dalam masa pemeliharaannya akan
ditambahkan pakan cair dan juga media baru secara periodik.
Disamping selama hidupnya cacing akan mengeluarkan kotoran berupa
butiran kecil-kecil seperti tanah. Kotoran cacing dan pakan cair ini
setelah beberapa waktu akan membuat media jadi basah, becek dan
menggumpal, sehingga dapat menghambat pertumbuhan cacing dan
jumlah telur yang menetas. Oleh karena itulah diperlukan media yang
remah, longgar, tidak mudah menggumpal, hangat, meskipun akhirnya
media tersebut akan dimakan cacing dan terurai tetapi prosesnya
berjalan sangat lama, sekitar 2-3bulan. Disamping itu kelonggaran
media ini sebagai sirkulasi udara dan agar cacing bisa bebas bergerak
kemana saja. Satu hal lagi keuntungan jika media cacing yang longgar
adalah, anakan cacing yang nantinya menetas masih bisa mendapatkan
asupan pakan karena pakan yang akan diberikan berupa cair, cairan
pakan ini akan meresap turun sehingga bisa dimakan anakan cacing,
tanpa harus naik ke permukaan. Maka nantinya setelah ditambahkan
media baru secara periodik, anakan cacing tetap bisa berkembang dan
besar di lapisan bawah, sehingga cacing tidak berkumpul dipermukaan
edia saja, tetapi juga bisa hidup dan berkembang dilapisan bawah
media.

Hangat. Salah satu persyaratan agar telur bisa menetas adalah


suhu yang hangat dan stabil. Suhu yang hangat dan stabil inilah yang
nantinya akan membantu telur cacing yang berada di dalam media bisa
matang dan menetas pada waktunya. Jika media dingin maka percuma
saja meskipun banyak telurnya karena tidak akan menetas. Kehangatan
media terjadi akibat proses fermentasi dan penguraian bahan organik
yang berlangsung terus menerus di dalam tumpukan media. Inilah salah
satu fungsi pemberian probiotik pada pakan.

Lembab. Persyaratan lain bagi media hidup cacing lumbricus


adalah kelembaban media yang terjaga, artinya media dapat menyimpan
air dan menjadikannya lembab tetapi karena longgar dan berpori-pori
maka kelembabannya bisa berkurang. Kelembaban ini terjadi karena

secara rutin diberikan pakan cair, dan kalaupun pakan cair ini berlebihan
maka akan cepat meresap ke bawah dan bisa mengalir keluar melalui
paralon di bagian dasar yang berfungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus
sebagai peresapan air. Bahkan sewaktu-waktu media cacing harus juga
disiram, untuk mempertahankan kelembabannya.

Bahan organik. Tentu saja syarat utama dari media cacing harus
terdiri dari bahan organik, inipun dipilih dari bahan yang mudah lapuk
dan terurai, karena nantinya media ini setelah dipanen akan berfungsi
sebagai media tanam atau kompos.

Agar media yang dipergunakan untuk memelihara cacing bisa maksimal


fungsinya, disamping sebagai media tetapi nantinya juga akan hancur
setelah lunak dan bisa dimakan cacing, maka kita harus mempersiapkan
terlebih dahulu media yang cocok untuk itu. Adapun bahan-bahan yang
sebaiknya disiapkan sebagi media cacing adalah, sbb :

Bahan Media Cacing.


Tai gergaji atau bekas baglog jamur yang sudah dibuang. Yang
paling bagus adalah baglog bekas jamur karena teksturnya sudah lunak
dan tidak mengalami pembusukan lagi, sedangkan jika memakai tai
gergaji maka pilihlah yang sudah agak lapuk karena jika masih baru
teksturnya kasar dan tidak disukai cacing, bisa melukai kulitnya.
Pupuk kandang. Pupuk yang dipakai bisa berasal dari sapi,
kambing/domba, ayam dll. Pilihlah yang sudah matang agar nantinya
media tidak terlalu panas karena proses pembusukan dan kandungan
gas amoniaknya yang cukup tinggi, sangat tidak disukai cacing. Cacing
akan keluar meninggalkan media jika masih panas dan mengandung
amoniak yang tinggi.

Batang pisang. Pilihlah batang pisang yang sudah membusuk


karena akan menjadi tempat bersarang yang bagus bagi cacing, tetapi
jika memang tidak tersedia maka bisa menggunakan batang pisang
yang baru. Potong- potonglah batang pisang dan kemudian dijemur
3hari agar layu.
Bahan organik lainnya. Disamping ketiga bahan tadi yang wajib ada,
maka bisa ditambahkan bahan-bahan organik lain yang ada di sekitar
kita yang sifatnya agak keras atau lama terurai, yakni : berbagai macam
daun-daunan; limbah sampah dari pasar; eceng gondok; limbah dari
lahan pertanian seperti jerami, rerumputan, tongkol dan batang jagung,
bekas tanaman kedelai, kacang hijau, dll. Semua bahan ini hendaknya
dirajang dulu untuk memudahkan proses pengomposan dan agar mudah
tercampur merata dengan bahan-bahan yang lain.
Itulah beberapa bahan untuk media cacing yang sudah terbukti bagus
dipergunakan dan mendukung perkembangbiakan cacing. Untuk
komposisinya, bahan-bahan tersebut bisa dicampur bebas. Khusus
untuk kotoran sapi dan kotoran ternak lainnya atau bahan lain yang
masih dalam proses fermentasi/pembusukan sebaiknya dalam jumlah
tidak lebih dari 25%. Misalnya saja ampas tebu; limbah kelapa sawit;
onggok ubi kayu, ampas tahu, ampas pabrik kecap, sisa tempe dll (keempat bahan terakhir ini lebih bagus untuk pakan cacing). Hindari
pemakaian bahan-bahan yang mengandung zat kimia. Setelah semua
bahan tersebut terkumpul dan telah dihancurkan atau dirajang dulu,
selanjutnya diaduk sampai merata dan kemudian siap difermentasi,
dijadikan kompos setengah matang/tidak terlalu lapuk.

Cara Fermentasi Media Cacing :

Siapkanlah semua bahan yang bisa dikumpulkan sesuai dengan yang


terdapat di sekitar lokasi masing-masing. Setelah dihancurkan, dicampur
merata dan kemudian difermentasi. Caranya adalah sbb :

Siapkan terlebih dahulu bahan-bahan untuk dekomposternya,


yakni :
- bakteri pengurai... 1liter , sebaiknya memakai hasil ternak sendiri
- molase/tetes.......... 2liter , bisa diganti gula merah/air tebu
- air kelapa.............. 5liter
- air cucian beras..... 2liter
Semua bahan diaduk dan siap dipergunakan. Campuran ini bisa
dipergunakan untuk sekitar 1ton bahan organik. Usahakan bahan-bahan
tersebut tersedia lengkap agar proses fermentasinya berjalan cepat dan
hasilnya bagus. Jika sulit, setidaknya ada biang bakteri dan air cucian
beras sebagai pengencer dan makanan bakterinya.

Hamparkan campuran bahan-bahan organik tersebut diatas tanah


yang teduh, setinggi 20-25cm (tidak termasuk batang pisang yang
sudah lapuk). Siramkan campuran dekomposter tadi ke atas tumpukan
media sambil diaduk. Setelah itu tutuplah media dengan terpal atau
karung beras dan biarkan selama 3-4hari.

Pada hari ke-empat tumpukan media dibongkar, diaduk dan


dibalik. Biarkan kurang lebih 30menit agar gas-gas yang ada bisa keluar,
setelah itu ditutup dan dibiarkan 3hari lagi. Tujuan pembongkaran ini
agar suhu di dalam media tidak terlalu panas karena malah bisa
menghambat/membunuh bakterinya.

Setelah proses fermentasi selesai pada hari ke 7, aduklah kembali


dan biarkan diangin anginkan selama 2-3hari, agar sisa gas amoniak
yang ada bisa menguap.

Setelah media fermentasi ini jadi dan telah dingin bisa dimasukkan
ke dalam kolam untuk budidaya cacing. Masukkan setebal 20cm saja
bersamaan dengan batang pisang yang sudah lapuk tetapi telah
dipotong-potong dulu.

Bibit/indukan cacing sudah bisa disebar ke atas media, minimal


diperlukan 1kg cacing per m lahan. Setelah bibit cacing dimasukkan
tunggulah beberapa saat, apabila semuanya mau masuk ke dalam
media maka berarti media tersebut telah sesuai dengan kondisi yang
dikehendaki oleh cacingnya. Apabila cacing tidak mau masuk ke dalam
media, berarti ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya, bisa karena
media terasa kasar bagi kulit cacing atau karena media masih terasa
panas dan masih mengandung amoniak hasil pembusukan/proses
fermentasi blm sempurna. Bisa juga karena ternyata di dalam media
telah dipakai bersarang bagi semut merah. Satu hari kemudian barulah
kita beri pakan, karena jika tidak diberi makan maka media ini akan
habis dimakan cacing, padahal tujuannya adalah sebagai media saja
sedangkan pakan telah disiapkan tersendiri yang mengandung gisi lebih
baik.