Anda di halaman 1dari 5

Analisis Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia SD/MI

ANALISIS MATERI PEMBELJARAN BAHASA INDONESIA SD/MI


1.
Dari analisa SK dan KD,Bahasa Indonesia SD/MI diperoleh 38 materi
pembelajaran,yang tersebar pada 4 aspek ketrampilan berbahasa
(mendengarkan,berbicara,membaca dan menulis).
2.

Kompetensi guru materi pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain:

1)

Menganalisa materi BI

2)

Mengembangkan bahan ajar BI

3)

Menilai ketrampilan berbahasa sesuai SK/KD

4)

Menilai apresiasi sastra anak sesuai SK/KD

3.
Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia SD/MI adalah anak
berkemampuan:
1)

Berkomunikasi lisan dan tulis yang beretika secara efektif dan efisien.

2)
Menghargai dan bangga menggunakan BI sebagai bhs.perstuan dan
bernegara.
3)
Memahami dan menggunakan BI scra tepat dan kreatif di berbagai
keperluan.
4)
Menggunakan BI dalam meningkatkan intelektual,kematangan emosional
dan social.
5)
Menikmati dan menggunakan karya sastra BI untuk memperluas
wawasan,dan memperhalus budi pekerti.
6)
Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sbg khazhanah budaya
dan intelektual manusia Indonesia. ( Permen No.22/2006)
4.
Aspek mendengarkan bertujuan memahami wacana lisan,aspek membaca
bertujuan memahami wacana tulis yang bersifat reseptif (menerima secara
aktif).
5.
Makna memahami adalah menghubungkan informasi dari wacana dengan
pengetahuan yang telah tersimpan pada memori (schemata).
6.
Skemata mempengaruhi pemahaman secara signifikan.Schemata
berkembang berdasarkan pengalaman menghadapi wacana,jika terbatas tidak
akan memadai merespon informasi dalam wacana,akibatnya pemahaman
menjadi terbatas pula.Dalilnya :sebuah wacana lisan maupun tulis tidak
sendirinya mengandung makna.(Hamied,1994 dalam Gipayana 2010:21)

7.
Mengungkapkan pikiran,perasaan dan informasi dapat dengan lisan dan
tulis,yang keduanya bersifat aktif produktif.
8.
Masing masing aspek mendengarkan,berbicara,membaca dan menulis
semua diajarkan di kelas kelas atas untuk mendorong membangun maknaatau
memahami,dan disajikan secara terpadu.Menyimak dg. berbicara,membaca dg.
menulis atau silang antara keempatnya.

Membaca Nyaring
1.
Tujuan pembelajaran membaca nyaring utk. meningkatkan ketrampilan
menyimak,memperkaya kosa kata,membantu pemahaman dan menumbuhkan
minat baca.Guru harus memilih bacaan yang menarik dan bisa menjadi model
pembacaan yang baik.Dapat berupa teks pendek/panjang,cerita,dongeng,puisi
atau drama.penting sesuai usia anak.
2.
Membaca nyaring atau membacakan dibutuhkan ketrampilan melafalkan
bunyi atau huruf yang jelas,intonasi,bahkan pada teks cerita,dongeng,puisi dan
drama perlu mimic dan pantomimic sebagai penjiwaan isi dan bahkan di SD/MI
perlu keberanian.
3.
Pada lagu kalimat atau intonasi perhatikan jeda pendek(di tengah
kalimat,bisa ditandai dengan garis miring satu) dan jeda panjang (di akhir
kalimat,bisa ditandai garis miring dua).

Membaca Dalam Hati


1.
Membaca dalam hati dibedakan atas membaca intensif (telaah isi dan
telaah bahasa) dan membaca ekstensif (survey,skiming/sekilas,membaca
dangkal)
2.
Membaca telaah isi meliputi membaca teliti,membaca pemahaman dan
membaca kritis. Sedang membaca telaah bahasa meliputi membaca bahasa dan
sastra.
3.
Di SD/MI materi membaca dalam hati adalah membaca
pemahaman,telaah bahasa dan membaca sekilas.
4.

Materi membaca pemahaman terdiri:

1)
Membaca teks agak panjang antara 20-25 kalimat,teks 100-150 kata,teks
150-200 kata.
2)
Menemukan kalimat utama,gagasan utama,mendiskrifsikan isi,teknik
penyajian laporan pengamatan.
3)

Menemukan makna tersirat dalam teks.

5.
Materi membaca telaah bahasa terdiri: membca puisi,dongeng dan
menyimpulkan isi cerita anak.
6.
Materi membaca sekilas terdiri: membaca memindai(skimming) utk
menemukan pikiran pokok teks agak panjang 150-200 kata, menemukan makna
atau informasi pada kamus atau insiklopedi.
7.
Kemampuan membaca dalam hati dinilai dengan pertanyaan
bacaan.Barret memilah kepada pemahaman
literel,reorganisasi,inferensial,evaluasi dan apresiasi.
8.
Pemahaman literel tergolong pemahaman tingkat rendah,tujuannya untuk
membantu anak memahami idea atau informasi dari bacaan seperti pertanyaan
tentang pikiran utama,urutan kejadian,watak tokoh cerita.
9.
Reorganisasi srtingkat diatas literel,bertujuan menganalisis,sintesis dan
menyusun idea atau informasi dari wacana,misalnya pertanyaan tentang
garisbesar isi bacaan,ikhtisar,pemilahan tokoh,fakta kejadian.
10. Pemahaman inferensial setingkat diatas reorganisasi,bertujuan membuat
kesimpulan lebih dalam menggunakan intuisi dan imaginasi.Pertanyaan nya
menuntut kemampuan membuat dugaan atau hipoteses berdasarkan bacaan
dan pengalaman pembaca sendiri. Misalnya pertanyaan tentang ide
utama,motivasi,moral atau dugaan nasib tokoh cerita yang belum jelas.
11. Evaluasi diatas inferensial,bertujuan mampu membuat penilaian dan
pendapat tentang isi bacaan dengan cara membandingkan dengan
informasi,pengalaman atau pengetahuan dari sumber lain. Misalnya pertanyaan
tentang kebenaran isi bacaan,bukti pendukung informasi yang disajikan,logika
berfikir,tindakan tokoh cerita.
12. Apresiasi setingkat diatas evaluasi,bertujuan mampu menghargai sebuah
karya tulis,sensitive terhadap estetika,responsive terhadap nilai nilai psikologis
artistic. Misalnya pertanyaan tentang sensitifitas,simpati,empati terhadap
kejadian,atau tentang pilihan kata,gaya bahasa,dan estetika bahasa.

Puisi Anak
1.
Walaupun sederhana,setiap puisi pasti mengandung tema,rasa,nada dan
maksud atau tujuan.
1)
Tema (sense) merupakan suatu pokok persoalan yang hendak
dikemukakan atau merupakan ekspresi seseorang.
2)
Rasa (feeling) merupakan sikap penulis terhadap pokok persoalan dalam
puisinya.
3)
Nada (tone) merupakan sikap penyair terhadap pembaca atau
penikmatnya.

4)
Maksud (intention) merupakan tujuan penulis puisi dalam menciptakan
puisinya.
2.

Puisi yang serius mengandung kepiawaian penulisnya,dalam mengolah:

1)
Diksi atau pilihan kata,untuk mengundang daya bayang penulis dalam
usahanya membawa pembaca seolah olah melihat,mendengar menyentuh dan
merasakan apa yang diungkapkan,maka diksi harus cermat,tepat dan konkrit.
2)

Gaya bahasa untuk membangkitkan daya bayang.

3)

Irama dan rima bersifat efonis untuk membangun kemanisan bunyi.

Cerita Anak
1.
Cirri cerita anak dapat dilihat dari segi: tema,amanat,sajian cerita dan
fungsinya.
1)
Tema cerita anak pantang mengangkat masalah seks,cinta dan
erotis,dendam kebencian,kekejaman,prasangka buruk,kecurangan yang jahat
dan kematian.
2)
Tema kemiskinan,kekejaman ibu tiri,perlakuan tidak adil terhadap tokoh
patagonis misalnya,sastra anak amanatnya lebih disederhanakan dan akhir
cerita menemui kebahagiaan.
3)

Sajian cerita anak :

a)

Diskripsinya singkat menuju sasaran.

b)

Gerak cerita dinamis dan jelas sebab sebabnya.

c)
Sipat dan peranan tokoh tokohnya jelas terlihat dari pengisahan dialog
dialognya.
d)
Sipat tokoh cenderung digambarkan secara hitam putih,artinya satu tokoh
mewakili satu sifat baik atau jahat.
e)
Isinya cenderung informative,pengetahuan umum,ketrampilan khusus atau
untuk pertumbuhan pribadi anak.
f)
Tokoh utamanya antara lain dari alam benda mati,makluk hidup bukan
manusia,alam manusia.
2.
Sesederhana apapun cerita anak mempunyai unsure tema,alur
cerita,penokohan,latar dan sudut pandang penceritaan.
3.
Tema adalah ide cerita tentang permasalahan hidup,pandangan
hidup,atau komentar terhadap kehidupan.

4.
Alur cerita adalah rangkaian cerita yang dibangun oleh konflik sebab
akibat,unsure unsure pengenalan,timbulnya konflik,konflik
memuncak,klimaks,pemecahan masalah atau penyelesaian.
5.
Penokohan adalah cara menghidupkan watak tokoh,melalui
perbuatan,ucapan,gambaran fisik,jalan pikiran atau penerangan langsung
mengenai tokoh itu.
6.

Latar ditandai tempat dan waktu terjadinya cerita.

7.
Sudut pandang (point of view) menyangkut teknis bercerita agar
pandangan pribadi penulis dapat disampaikan sebaik baiknya. Empat teknis
bercerita,yaitu:
a)

Pengarang bertindak sebagai pencipta segalanya.

b)

Pengarang sebagai pencerita apa adanya seperti penonton saja.

c)

Pengarang bercerita dengan sudut pandang sebagai aku.

d)

Pengarang memilih salah satu tokohnya sebagai pencerita.

Sumber : Modul Pengembangan Materi Bidang Studi Sekolah Dasar,Kemendiknas


UNIVERSITAS NEGERI MALANG PANITIA SERTIFIKASI GURU (PSG) RAYON 15