Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH OBSERVASI MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT

Disajikan Untuk Perkuliahan Pengantar Sosiologi Dosen : Prof. Dr. H. Wahyu M.S. Dan Mariatul Kiftiah, S.Pd., M.Pd.

Nama Nim : Al Misbah Hajihi : A1A213058
Nama
Nim
: Al Misbah Hajihi
: A1A213058

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN

2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah Pengantar Sosiologi yang berjudul “Interaksi Sosial Masyarakat Di Komplek Dan Di Desa” .

Penyusunan makalah ini di buat dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam mempelajari mata kuliah Pengantar Sosiologi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. H. Wahyu M.S. dan Ibu Mariatul Kiftiah, S.Pd., M.Pd. yang telah membimbing penulis pada mata kuliah Pengantar Sosiologi.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan sebaik- baiknya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan makalah selanjutnya.

Akhirnya penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pengantar Sosiologi

Banjarmasin,

Nopember 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................

i

DAFTAR ISI ...................................................................................................

ii

BAB I. PENDAHULUAN ...............................................................................

1

  • A. Latar Belakang

..................................................................................

1

  • B. Rumusan Masalah ...............................................................................

1

  • C. Tujuan Penulisan .............................................................................

1

  • D. Tempat Dan Waktu Pelaksaan Observasi.............................................

1

BAB II. PEMBAHASAN ................................................................................

2

  • A. Pengertian Masyarakat .........................................................................

2

  • B. Pengertian Masyarakat Perkotaan Dan Masyarakat Pedesaan..............

3

  • C. Perbedaan Kehidupan Masyarakat Perkotaan Dengan Pedesaan.........

4

  • D. Masalah Sosial Masyarakat Perkotaan Dan Pedesaan..........................

6

  • E. Penyebab Terjadinya Masalah Sosial Dalam Masyarakat Perkotaan Dan Pedesaan.....................................................................................

8

BAB III. LAPORAN OBSERVASI.................................................................

9

  • A. Lokasi penelitian...................................................................................

9

  • B. Objek Penelitian....................................................................................

9

  • C. Tanggal Penelitian.................................................................................

9

  • D. Hasil penelitian.....................................................................................

9

BAB III. PENUTUP .......................................................................................

22

A. Kesimpulan ..........................................................................................

22

B.Saran ......................................................................................................

22

DAFTAR PUSTAKA

23

..................................................................................... LAMPIRAN – LAMPIRAN ............................................................................

24

A. Latar Belakang

Pengantar Sosiologi

BAB I PENDAHULUAN

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah Pengantar Sosiologi Sesuai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK&KD). Adapun makalah ini akan membahas mengenai masalah sosial yang terjadi di masyarakat perkotaan dan

pedesaan. Dalam makalah ini juga akan di bahas bagaimana perbedaan kehidupan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, apa penyebab terjadinya dan solusi mengatasinya.

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Apa pengertian masyarakat ?

    • 2. Apa pengertian masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan ?

    • 3. Apa perbedaan kehidupan masyarakat perkotaan dengan pedesaan ?

    • 4. Apa saja masalah sosial masyarakat perkotaan dan pedesaan ?

    • 5. Apa penyebab terjadinya masalah sosial dalam masyarakat perkotaan dan pedesaan ?

    • 6. Hasil penelitian yang dilakukan di perkotaan dan pedesaan ?

  • C. Tujuan Penulisan

    • 1. Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengantar Sosiologi.

    • 2. Agar mengetahuai apa pengertian masyarakat.

    • 3. Agar mengetahui pengertian masyarakat perkotaan dan pedesaan.

    • 4. Agar mengetahui perbedaan kehidupan masyarakat perkotaan dengan pedesaan.

    • 5. Untuk mengetahui apa saja masalah sosial masyarakat perkotaan dan pedesaan.

    • 6. Untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah sosial dalam masyarakat perkotaan dan pedesaan.

  • D. Tempat Dan Waktu Pelaksaan Observasi Observasi lapangan untuk salah satu tugas mata kuliah ‘Sosiologi’ ini bertempat di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 jalur 1, 2 dan 3, juga dilakukan di Desa Batakan Rt.09 Rw.03 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Adapun waktu pelaksanaa observasi lapangan ini di lakukan pada Penelitian dilakukan pada tanggal 26 - 27 kemudian 29 - 30 Oktober 2013 di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3 dan penelitian di lakukan pada tanggal 2 – 3 Nopember 2013 di Desa Batakan Rt.09 Rw.02 Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut.

  • A. Pengertian Masyarakat

  • BAB II PEMBAHASAN

    Masyarakat adalah suatu perwujudan kehidupan bersama manusia. Dalam masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan dan antar aksi. Dalam masyarakat terdapat suatu lembaga kehidupan manusia yang berlangsung dan juga tempat terjadinya keseluruhan proses perkembangan kehidupan. Dengan demikian masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan tempat berlangsungnya antar aksi warga masyarakat itu. Tetapi masyarakat dapat pula diartikan sebagai subyek, yakni sebagai perwujudan warga masyarakat dengan semua sifat (watak) dalam suatu gejala dan

    Pengantar Sosiologi

    manifestasi tertentu atau keseluruhan, sosio-psikologisnya. Untuk mengerti bentuk dan sifat masyarakat dalam mekanismenya ada ilmu masyarakat (sosiologi). Pengertian secara sosiologis atau ilmiah ini sesungguhnya sudah memadai bagi seseorang profesional supaya ia lebih efektif menjalankan fungsinya di dalam masyarakat, khususnya bagi pendidik. Bahkan bagi setiap warga masyarakat adalah lebih baik apabila ia mengenal “masyarakat” dimana ia menjadi bagian daripadanya. Lebih dari pada itu, bukanlah seseorang itu adalah warga masyarakat yang sadar atau tidak, selalu terlibat dengan proses dan mekanisme masyarakat itu. Tiap-tiap pribadi tidak saja menjadi warga masyarakat secara pasif, melainkan dalam kondisi-kondisi tertentu ia menjadi warga masyarakat yang aktif. Kedudukan pribadi yang demikian di dalam masyarakat, berlaku dalam arti, baik masyarakat luas maupun masyarakat terbatas, dalam lingkungan tertentu adalah suatu kenyataan bahwa kita hidup, bergaul, bekerja, sampai meninggal dunia, di dalam masyarakat. Masyarakat sebagai lembaga hidup bersama sebagai suatu gemeinschafts, bahkan tidak dapat dipisahkan Daripada warga masyarakatnya dengan segala antar hubungan dan antar aksi yang berlangsung di dalamnya. Untuk mengerti hakikat masyarakat, bagaimana kedudukan pribadi (individu), peranan, hak dan kewajiban warga masyarakat kepada masyarakat, bagaimana hubungan masyarakat dengan pendidikan.

    B. Pengertian Masyarakat Perkotaan Dan Masyarakat Pedesaan

    • 1. Masyarakat perkotaan

    Masyarakat

    perkotaan

    ( modern ) adalah masyarakat yang sebagian besar

    warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam

    peradaban masa kini. Pada umumnya masyarakat perkotan ( modern ) tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat modern, sebab ada sebagian masyarakat kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan. Ciri – ciri masyarakat perkotaan, yaitu :

    • a. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.

    • b. Hubungan antar manusia didasarkan atas kepentingan- kepentingan pribadi.

    • c. Lingkungan kehidupan yang luas dan jauh dari alam.

    • d. Penduduknya padat.

    • e. Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat.

    Pengantar Sosiologi

    • f. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.

    • g. Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menurun.

    • h. Perubahan-perubahan sosial tampak denagn nyata

    dikota-kota, karena kota-kota

    biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

    • 2. Masyarakat pedesaan

    Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah sesuatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosial hidup bersama, bekerja sama dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Ciri – ciri masyarakat pedesaan , yaitu :

    • a. Dari segi pekerjaan/mata pencaharian

    • b. Lingkungan kehidupan masyakat pedesaan lebih berorientasi ke alam berbeda jauh dengan lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan yang cenderung hidup di antara bangunan – bangunan kokoh yang tinggi.

    • c. Penduduk yang lebih sedikit dari penduduk perkotaan.

    • d. individu lebih banyak saling mengetahui.

    • e. Masyarakat pedesaan diantara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan hubungan mereka dengan masyarakat lainnya di luar batas-batas wilayahnya.

    • f. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar sistem kekeluargaan.

    • g. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian dan pekerjaan- pekerjaan yang bukan agraris hanya bersifat pedesaan bersifat waktu luang.

    • h. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

    C. Perbedaan Kehidupan Masyarakat Perkotaan Dengan Pedesaan

    Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan,

    pada hakekatnya bersifat gradual. Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-

    masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan Pengantar Sosiologi

    fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan

    kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:

    • a. Masyarakat perkotaan Perilaku heterogen perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi mobilitas sosial, sehingga dinamik kebauran dan diversifikasi kultural birokrasi fungsional dan nilai- nilai sekular individualisme.

    • b. Masyarakat Pedesaan Perilaku homogen Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status Isolasi sosial, sehingga statik Kesatuan dan keutuhan kultural banyak ritual dan nilai-nilai sakral Kolektivisme.

    Adapun perbedaan lainnya dari masyarakat pedesaan dan perkotaan, yaitu :

    • 1. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.

    • 2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.

    • 3. Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.

    • 4. Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.

    • 5. Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.

    • 6. Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.

    Pengantar Sosiologi

    7.

    Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.

    Perbedaan pelapisan sosila yang tak resmi masyarakat perkotaan dan pedesaan, yaitu :

    • a. pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengan di desa.

    • b. pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.

    • c. masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.

    • d. ketentuan kasta dan contoh perilaku.

    Masyarakat desa dan Masyarakat kota tidak sepenuhnya dua komunitas yang berbeda karena keduanya mempunyai sifat ketergantungan karena saling membutuhkan satu sama lain. Dalam memenuhi kebutuhan warganya dalam bahan-bahan pangan, kota bergantung pada desa. Sebaliknya warga desa memerlukan barang-barang yang dihasilkan oleh kota, contohnya barang elektronik.

    D. Masalah Sosial Masyarakat Perkotaan Dan Pedesaan

    Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur- unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

    Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :

    • 1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.

    • 2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.

    • 3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.

    • 4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb

    Adapun masalah sosial lainnya, yaitu :

    • a. Masalah sosial masyarkat perkotaan

    1.

    Kehidupan keagamaan didalam kota lebih buruk dari kehidupan keagamaan di

    desa.

    Pengantar Sosiologi

    2.

    Kehidupan di kota pada umumnya mengurus dirinya masing-masing tanpa bergantung pada orang lain sehingga kehidupan keluarga susah disatukan karena perbedaan agama, kepentingan, dsb

    • 3. Kemungkinan mendapatkan pekerjaan lebih besar daripada di desa.

    • 4. Pola fikir yang rasional sehingga menyebabkan interaksi yang lebih dibesarkan kepada kepentingan daripada diri sendiri.

    • 5. Alur kehidupan yang cepat dikota menyebabkan pentingnya faktor waktu dalam kehidupan.

    • 6. Masyarakat kota lebih terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

    • 7. Karena kurangnya sosialisasi terhadap tetangga menyebabkan kurang atau ketiadaannya gotong royong dalam bermasyarakat. Seperti dalam hal membangun rumah yang pada umumnya masyarakat desa membuat rumah dengan gotong royong, sedangkan masyarakat perkotaan lebih sering menyewa tukang.

    • 8. Seperti itulah permasalahan sosial yang sering ditemukan didalam masyarakat perkotaan. Kehidupan yang penuh gengsi menyebabkan masyarakat perkotaan sukar untuk membantu antar sesama.

    • b. Masalah sosial masyarkat pedesaan

      • 1. Kurangnya penguasaan teknologi yang menyebabkan masyarakat pedesaan sukar mendapatkan informasi.

      • 2. Lemahnya infrastruktur dan lemahnya aspek kelembagaan didalam pedesaan

      • 3. Sulit untuk mendapatkan pekerjaan

      • 4. Kurangnya pengetahuan sosial sehingga mudah ditipu oleh masyarakat kota

      • 5. Konflik/pertengkaran yang biasanya berkisar dari masalah sehari-hari/rumah tangga

      • 6. Kontroversi yang disebabkan dari perubahan konsep adat istiadat dan kebudayaan

      • 7. Kompetisi dan persaingan yang negatif bila menunjukan sifat iri

    Dari semua hal diatas dapat kita ketahui perbedaan-perbedaan permasalahan

    sosial didalam masyarakat perkotaan dan pedesaan, sehingga dapat diketahui perbedaan permasalahan sosial dalam hal :

    Jumlah dan kepadatan penduduk

    Lingkungan hidup

    Mata pencaharian

    Corak kehidupan sosial

    Stratifiksi sosial

    Mobilitas sosial

    Pola interaksi sosial

    Solidaritas sosial

    E. Penyebab Terjadinya Masalah Sosial Dalam Masyarakat Perkotaan Dan Pedesaan

    Pengantar Sosiologi

    Adapun penyebab terjadinya masalah sosial di dalam masyarakat perkotaan dan pedesaan ada beberapa macam dinataranya, yaitu :

    • 1. Penyebab Terjadinya Masalah Sosial Dalam Masyarakat Perkotaan a. Kurangnya interaksi antar masyarakat terutama dengan tetangga sehingga b.

    semangat gontong royong dan tolong menolong kurang. Adanya keinginan untuk memajukan diri sendiri di bandingkan kelompok atau

    anggota masyarakat.

    • 2. Penyebab Terjadinya Masalah Sosial Dalam Masyarakat Pedesaan Hubungan sosial pada masyarakat desa terjadi secara kekeluargaan, dan jauh menyangkut masalah-masalah pribadi, satu dengan yang lain mengenal secara rapat, menghayati secara mendasar. Pertemuan-pertemuan dan kerja sama untuk kepentingan individu. Segala kehidupan sehari-hari diwarnai dengan gotong royong. Misalnya : mendirikan rumah, mengerjakan sawah, menggali sumur, maupun melayat orang meninggal. Namun seiring perkembangan zaman, Kini proses solidaritas sosial dan tingkat partisipasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Proses memudarnya ikatan kerjasama itu disebabkan berbagai faktor, misalnya: masuknya nilai-nilai kapitalisme, perubahan sosial budaya, migrasi, urbanisasi, dan lain-lain. Selain itu pada era globalisasi dan informasi telah terjadi perubahan pada berbagai aspek yang mendorong keterbukaan pada hampir di semua aspek dan sistem kehidupan manusia, termasuk pada masyarakat desa. Pengaruh globalisasi ini antara lain menyebabkan terbentuknya masyarakat desa transisi. Masyarakat desa transisi merupakan masyarakat yang di dalamnya terdapat masyarakat asli yang sudah secara turun temurun tinggal di desa tersebut dan masyarakat pendatang yang baru bertempat tinggal di desa tersebut. Salah satu potensi konflik yang terjadi pada masyarakat desa secara langsung dan terbuka adalah antara warga dusun (masyarakat kampung) dengan warga perumahan (masyarakat pendatang) sebagai masyarakat desa transisi. Beragamnya masalah konflik yang timbul mulai dari masalah yang sepele, saling mengejek antar pemuda, sampai persoalan perbedaan pendapat dan pandangan antar warga.

    • A. Lokasi Penelitian

    BAB III LAPORAN OBSERVASI

    Di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3 Dan Di Desa Batakan Rt.09

    Rw.02 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut.

    • B. Objek Penelitian Narasumber :

    Pengantar Sosiologi

    1.

    Di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3

    • a. jalur 1

    Ibu Fatma ( nama samaran )

    • b. Jalur 2

    Bapak Rudi ( nama samaran )

    • c. Jakur 3

    Mba dewi ( nama samaran )

    2. Di Desa Batakan Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut

     

    Ketua Rt. 09 Rw. 03 Bapak Aini ( nama samaran )

    Ibu sri ( nama samaran )

    C. Tanggal Penelitian

    Penelitian dilakukan pada tanggal 26 - 27 kemudian

    29

    -

    30

    oktober

    2013 di

    Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3 dan penelitian di lakukan pada

    tanggal 2 – 3 nopember 2013 di Desa Batakan Rt.09 Rw.02 Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut.

    • D. Hasil Penelitian a. Di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3 Lingkungan Pemukiman Keadaan lingkungan komplek kayu tangi jalur 1, 2 dan 3 sangat memadai, dilihat dari bangunan perumahan, jalan umum, sarana umum, semuanya memadai. Kebanyakan bangunan perumahan di lingkungan komplek ini terbuat dari beton , begitu pula dengan jalanan umum yang sudah terbuat dari aspal. Sarana umum juga sudah hampir terpenuhi misalnya adanya mushola untuk shalat dan adanya jembatan pada saat ini yang sedang dalam tahap renovasi yang sudah hampir selasai, dan hampir di setiap jalur sudah memiliki penjaga malam tersendiri yang akan menjaga pemukiman atau tempat tinggal warga yang pada jam 12.00 malam pagar pembatas jalur akan di tutup. Kehidupan Masyarakat Kehidupan masyarakar jalur 1, 2 dan 3 di komplek kayu tangi di mulai pada 05.00 yang di mulai dari menyiapkan makanan untuk suami dan anaknya bagi ibu rumah tangga ataupun pembantu rumah tangga untuk menyiapkan sarapan untuk majikannya dan bagi anak kos menyiapkan sarapan sebelum berangkat kuliah pagi dan di lanjutkan dengan kegiatan mengantar anak pergi ke sekolah bagi ibu rumah tangga ata bapaknya yang mengantar anaknya ke sekolah, anak – anak yang pergi sekolah, para mahasiswa yang berangkat kuliah, ibu atau bapak yang pergi bekerja setelah melihat kegiatan tersebut hampir di setiap jalur, kemudian pada sekitar jam 08.30 pagi di jalur 2 terlihat ada seorang ibu - ibu berusia sekitar 45 tahun sedang memegang kemucing dan kain pel akan membersihkan kaca rumah yang ditempatinya. Dan ada seorang bapak terlihat sedang membersih mobil dan pada jalur 3 pada jam 10.00 pagi juga ada beberapa ibu -

    Pengantar Sosiologi

    ibu sedang membeli sayur kepada bibi sayur yang lewat di komplek ini, dan juga terlihat ada 2 orang pemuda sedang membersihkan kendaraan miliknya, setelah kelakukan semua kegiatan itu mereka kembali ke rumah masing –masing yang jalan pun kembali sepi baik dari jalur 1, 2 dan 3.

    Dan setelah melihat semua kejadian di jalur di kompleks

    itu saya pun kembali ke

    kos saya dan sepanjang perjalanan menuju kos, saya mengamati bahwa rumah yang terletak di kawasan ini sangat mewah, bagus dan sepi. Itulah kesan yang saya dapatkan

    dari observasi pertama saya. Sabtu, 26 oktober 2013 jam 08.30 – 10.35 pagi dan jam 14.00 – 15.30 sore Hasil pengamatan :

    Pada saat hari sabtu sekitar jam 08.30 -09.00 pagi saya mengamati kegiatan yang di lakukan di jalur 1 di sana tidak banyak yang dapat saya lihat selain seorang ibu yang sedang menyapu halaman rumahnya, kendaraan yang terkadang mondar – mandir di jalan itu atau orang – orang yang menjual berbagai macam seperti ada penjual sayur, bubur ayam dan jamu yang lewat menjajakan jualannya dan terlihat juga ada seorang ibu rumah tangga yang membeli jualan jamu dari yang jajakan bibi jamu, setelah mengamati yang terjadi jalur 1 saya berpindah ke jalur 2 sekitar jam 09.05 – 09.45 pagi sama hal yang terjadi jalur 1 di jalur 2 juga hanya terlihat kendaraan yang mondar – mandir, ada seorang bapak yang terlihat ingin pergi bekerja, ada juga mahasiswa yang berangkat kuliah dan juga terdapat beberapa penjual yang menjajakan jualannya sama halnya yang terjadi di jalur 1 tetapi penjual yang dapatkan di jalur 2 ini adalah penjual koran dan ada juga pembeli barang bekas, setalah puas mengamati yang terjadi di jalur 1 dan 2 saya kemudian pindah ke jalur 3 sekitar jam 10.00 -10.35 di jalur 3 ini sama saja dengan jalur 1 dan 2 hanya terlihat kendaraan yang mondar – mandir, dan ada beberapa pekerja yang sedang bekerja merenovasi rumah dan ada juga pekerja yang sedang menbangun bangunan yang akan di jadikan tempat kosan di jalur 3 ini dan sekitar jam 10.10 pagi terlihat seorang ibu yang baru pulang dan membawa beberapa barang belanjaan mungkin ibu itu pergi kepasar membeli barang keperluan rumah tangga, setelah menunggu cukup lama sekitar jam 10.30 pagi saya melihat ada bibi sayur yang sedang menjajakan sayurannya dengan memakai kendaraan dan ada seorang ibu rumah tangga yang memanggil bibi sayur itu untuk membeli sayurnya setelah menunggu cukup lama saya tidak melihat ada kegiatan lain sayapun kembali ke kosan saya yang ada di jalur 3 itu pengamatan ini akan saya lanjutkan lagi nanti pada jam 14.00 – 15.30 sore.

    Pengantar Sosiologi

    Sekitar jam 14.00 siang saya kembali mengamati yang terjadi jalur 1, 2 dan 3 di sana saya melihat ada seorang bapak yang pulang bekerja, ada beberapa anak sekolahan yang pulang sekolah dan kendaraan yang mondar – mandir dan pedagang yang sedang menjajakan jualannya setelah menunggu lama saya tidak melihat aktivatas lain saya memutuskan untuk pualng kembali ke kos saya. Sekitar jam 15.20 saya kembali mengamati yang kegiatan yang terjadi jalur 1 di sana saya melihat ada seorah ayah sedanh menggendong anaknya dan ada nenek yang sedang mengajak cucunya jalan – jalan sore, kemudian saya indah ke jalur 2 di sana tidak banyak yang saya temui selain kendaraan yang lewat dan beberapa aktivatas lainnya, setelah di jalur 2 saya pun pindah ke jalur 3 di jalur itu saya melihat ada seorang anak perempuan yang sedag bermain dengan sepedanya dan ada seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, karena tidak ada kegiatan lainnya saya pun akhirnya kembali ke kos saya.

    Minggu, 27 oktober 2013 jam 13.00 – 16.30 sore Hasil observasi :

    Observasi yang dilakukan pada hari ini cukup lama hal ini dikarenakan saya ingin lebih mengamati aktivitas individu di kompleks kayu tangi ini. Di jalut 1 banyak bangunan perumahan yang terbuat dari beton dan hanya beberapa rumah saja yang terbuat dari kayu itu pun cuma sedikit begitu yang ada di jalur 2 dan 3, kebanyakan pekerjaan dari warga komplek ini adalah pegawai negeri maupun swasta dan ada juga yamg bekerja sebagai wirausaha atau pedagang. Aktivitas yang terjadi di komplek tidak banyak yang dapat saya lihat interaksi antar tetangga pun tidak saya lihat di komplek ini walaupun ada itu cuma beberapa saja seperti saat beberapa ibu sedang

    membeli sayur itu pun cuma sebentar setelah mereka membeli sayur atau barang mereka inginkan mereka akan langsung masuk ke dalam rumah kembali, anak – anak yang bermain pun jarang saya temui di komplek ini bila pun ada anak – anak hanya akan bermain di halaman rumah mereka saja.

    Selasa, 29 oktober 2013 jam 07.00 – 10.00 pagi Hasil observasi :

    Pada hari selasa saya memulai kegiatan saya dengan mengamati yang terjadi di jalur 3 sekitar jam 07.10 pagi terlihat ada seorang ibu yag keluar dari rumahnya hendak mengantarkan anaknya pergi ke sekolah ada juga seorang mahasiswa yang menjemput temannya hendak berangkat kuliah, ada juga beberapa pedagang yang

    Pengantar Sosiologi

    menjajakan jualannya seperti pejual roti, nasi kuning, bubur ayam dan beberapa pedagang lainnya dan berapa orang yang pergi berangkat bekerja dan ada juga beberapa kendaraan yang mobar – mandir di jalur ini.sekitar jam 08.00 pagi saya pergi ke jalur 2 di sana tidak banyak yang saya temui karena jalanan sudah mulai terlihat sepi dan hanya terlihat beberapa saja kendaraan yang mondari – madir di jalur itu mungkin hampir semua warganya sudah pergi melakuakn aktivitasnya masing – masing, karena tidak ada kegiatan lainnya saya pun pergi kejalur 1 di jalur itupun sama saja dengan jalur 2 jalanan yang mulai sepi hanya ada beberapa penjual saja yang terlihat menjajakan jualannya dan beberapa kendaran yang lewat di jaln itu, setelah menunggu cukup lama dan tidah terlihat ada kegitan lainnya saya pun memutuskan untuk pergi dan kembali ke kos saya yang berada di jalur 3.

    Rabu, 30 oktober 2013 jam 11.00 – 14.00 siang Hasil observasi :

    Pada hari rabu ini saya memulai pengamatan pada jam 11.00 pagi di jalur 1 di sana tidak banyak yang dapat saya lihat selain kendaraan lewat, pedagang yang menajajakn jualannya dan ada beberapa mahasiswa yang berangkat kuliah, setelah menunggu cukup lama saya pun melakukan pengamatan di jalur 2 di jalur itu sama saja denga jalur 1 tidak ada banyak kegiatan yang saya lihat selain kendaraan yang lewat, sekitar jam 11.35 terlihat ada seorang bapak yang keluar dari rumahnya dan terlihat membawa berapa barang dan juga terlihat seorang ibu yang sedang membersihkan rumah di lihat dari apa yang dia bawa yaitu kain pel dan kemoceng yang dia bawa, karena jga tidak ada kegiatan lain maka saya pun pergi ke jalur 3 di sana terlihat ada beberapa pekerja yang sedang bekerja membangun rumah dan juga bekerja yang sedang merenovasi rumah dan beberapa kendaraan yang mondar – mandir di jalur itu.

    1. Wawancara di Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3 a. Jalur 1 Nara sumber :

    Ibu Fatma ( nama samaran ) Hasil wawancara :

    Saya : bagaimana perasaan ibu tinggal di komplek ini ? Ibu Fatma: persaan saya tinggal di sini soalnya saya merasa man, nyaman dan

    tentram tetapi saya kurang suka tinggal di sini karena interaksi antar tetangganya kurang baik bahkan mungkin kami hampir jarang sekali berintaksi dengan tetangga di belah rumah saya.

    Pengantar Sosiologi

    Saya : kenapa ibu kurang berinteraksi dengan tetangga ibu ? Ibu fatma : karena jarang ketemu dan juga saya sibuk dengan kegiatan saya di

    rumah mungkin begitu pula dengan tentangga saya yang juga sibuk dengan

    pekerjaannya. Saya : apakah ibu tidak ingin berinteraksi dengan tetangga ibu ? Ibu fatma : sebenarnya saya ingin saja tapi mau bagaiman lagi kami sibuk

    dengan kegiatan kami masing masing hingga sulit untuk berinteraksi bahkan

    untuk sekedar bertegur sapa pun sulit. Saya : kalau menurut ibu sendiri untuk meningkat interaksi di jalur ini perlukah

    adanya kegiatan yang di adakan ? Ibu fatma : seberna perlu ada kegiatan misalnya saja mengadakan kegiatan

    pengajian atau arisan antar warga agar rasa kebersamannya dapat tercipta di

    lingkungan komplek ini. Saya : baiklah kalau begitu saya permisi dulu dan terima kasih ibu telah

    meluangkan waktu untuk karena mau saya wawancara dalam hal ini. Ibu fatma : iya sama – sama.

    • b. Wawancara di jalur 2 Nara sumber : Bapak Rudi ( nama samaran ) Hasil wawancara : Saya : bagaimana perasaan bapak tinggal di komplek ini ? Bapak Rudi : Saya merasa nyaman tinggal di komplek disini soalnya ada penjaga malamnya dan warganya pun baik – baik. Saya : Bagaimana interaksi bapa dengan warga di sini ? Bapak Rudi :Cukup baik,Karena walaupun kami sibuk,tapi kami tetap menjaga rasa kebersamaan kami. Saya : Bagamana bapa menjaga kebersamaan itu ? Bapak Rudi : Dengan cara bertegur sapa tiap kali bertemu apabila ada kesempatan Saya :Apakah bapak punya cara untuk meningkatkan kebersamaan yang sudah ada ? Bapak Rudi :Mungkin dengan cara gotong royong atau melakukan kegiatan lainnya yang bermanfaat; Saya : Baiklah bapak terima kasih atas waktunya. Bapak Rudi : Iya sama – sama.

    • c. Wawancara di jalur 3 Nara sumber : Mba Dewi (Nama Samaran ) Hasil wawancara : Saya : Bagaimana perasaan mba selama ngekost di komp kayutangi ini ? Mba Dewi : Selama saya ngekost di jalur 3 ini saya merasa aman,soalnya saya

    gak pernah kehilangan barang dan juga di sini ada penjaga malamnya sehingga saya pulang malam saya tidak merasa takut pulang sendirian Pengantar Sosiologi

    Saya : Menurut mba interaksi di sini bagaimana? Mba dewi : Menurut saya interaksinya kurang,soalnya hampir 2 tahun saya kos

    di sini saya tidak mengenal dengan baik tetangga saya walaupun sering

    beberapa kali saya ketemu. Saya : Interaksi yang bagaimana yang mba inginkan? Mba dewi : Yang saya inginkan cukup bertegur sapa saat ketemu dan saling

    menngenal. Saya : Untuk melakukan interaksi yang mba inginkan perlu melakukan kegiatan yang bagaimana ? Mba dewi : Mungkin cukup dengan kegiatan gotong royong yang di adakan setiap bulan sekali agar dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan antar warga. Saya : Baiklah mda terima kasih atas waktunya. Mba dewi : Iya sama – sama de.

    • 2. Kesimpulan hasil wawancara Dari hasil wawancara tersebut dapat di simpulkan bahwa interaksi di komplek ini kurang karena kesibukan masing – masing warganya dan untuk meningkatkan kebersamaan warganya di harapkan di adakannya pengajian, atau arisan antar warga atau dengan melakukan gontong royong antar warga yang di lakukan setiap bulan sekali atau setiap minggu sekali agar dapat meningkatkan kebersamaan antar warganya.

    • 3. Masalah sosil yang di hadapi di Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3

      • a. Kurangnya interaksi antar tetangga.

      • b. Kurangnya rasa kebersamaan antar anggota masyarakat.

      • c. Kurangnya rasa saling tolong – menolong.

      • d. Lebih mementingkan kepentingan pribadi di bandingka kepentingan bersama.

  • 4. Penyebab terjadinya masalah sosial di Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3

    • a. Kurangnya interaksi antar tetangga menyebabkan kurangnya rasa tolong - menolong sehingga menimbulkan sikap acuh tak acuh ( tidak peduli ) dengan anggota masyarakat lain atau tetangga.

    • b. Kurangnya rasa peduli antar anggota masyarakat atau tetangga.

    • c. Faktor pekerjaan yang menyebabkan kesibukan sehingga menjadi kurang berinteraksi dengan tetangga atau anggota masyarakat lainya.

  • 5. Cara mengatasi masalah sosial di Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3

    • a. Dengan menanamkan sejak usia dini kepada seorang anak betapa pentingnya hidup bertetangga dan saling tolong – menolong.

  • Pengantar Sosiologi

    • b. Dengan mengadakan kegiatan antar komplek contonya : mengadakan lomba 17 agustusan, lomba kebersihan jalur antara jalur 1, 2 dan 3 dan jalur lainnya untuk meningkat rasa tolong – menolong dalan bergontong – royong, mengadakan pengajian setiap minggu untuk meningkatkan rasa kebersamaan.

    b. Di Desa Batakan Rt.09 Rw.02 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Lingkungan Pemukiman

    Keadaan lingkungan

    desa

    batakan

    sangat

    memadai,

    dilihat

    dari

    bangunan

    perumahan, jalan umum, sarana umum, semuanya memadai. Hampir kebanyakan rumah di desa batakan terbuat dari kayu dan hampir sebagian sudah terbuat dari beton jalanan juga sudah terbuat dari aspal. Sarana umum juga sudah memenuhi yaitu adanya masjid yang hampir selesai di renovasi. Kehidupan Masyarakat Kehidupan masyarakat di desa batakan di mulai pada jam 05.30 dengan kegiatan mengurus rumah tangga yaitu menyiapkan sarapan untuk anak atau suaminya dan sekitar jam 07.00 pagi banyak orang yang mondar – mandir dan ada banyak anak

    yang pergi berangkat sekolah dan ada juga bapak atau ibu – ibu yang pergi bekerja. Setelah selesai mengamati apa saja kegiatan yang di lakukan di lingkungan Rt.09

    Rw.02 itu saya pun kembali kerumah saya.

    Sabtu , 02 Nopember 2013 jam 06.05 - 11. 00 pagi dan 13.00 – 16.30 sore Hasil observasi :

    Hari

    ini saya

    memulai pengamat pada jam 06.05 pagi di pagi ini saya

    menemukan banyak kegiatan yang di lakukan di sekitar lingkungan rt.09 rw.03 ini terlihat ada beberapa ibu yang membeli roti yang di jajakan penjual roti setelah membeli roti yang mereka inginkan merekanpun kembali ke rumah masing – masing dan melakukan kegiatan lainnya seperti mempersiapkan sarapan untuk suami dan anaknya atau mempersiapkan keperluan anaknya yang ingin pergi sekolah dan lain sebagainya, setelah menunggu beberapa menit sekitar jam 07.10 pagi telihar ada beberapa anak yang pergi ke sekolah baik ada yang menggunakan kendaraan ada juga berjalan kaki terlihat juga ada bapak dan ibu – ibu yang ingin pergi bekerja. Sekitar jam 09.00 pagi bapak sekitar rumah saya ada yang pergi bekerja menjajakan jualan , dan sekitar jam 10.30 terlihat ada seorang anak tk yang baru pulang dari sekolahnya dan setelah itu saya hanya melihat beberapa kendaraan yang mondar – mandir atau ibu – ibu yang sedang

    Pengantar Sosiologi

    berbincang – bincang di teras rumah, karena tidak ada hal lainnya saya pun kembali ke rumah saya dan akan melanjutkan pengamatan pada siang hari nanti.

    Pada

    siang

    hari

    ini

    sekitar

    jam

    13.00

    siang

    saya

    kembali

    melanjutkan

    pengamatan saya, setelah menunggu sekitar beberapa menit terlihat ada beberapa anak yang pulang dari sekolah ada yang berjalan kaki dan ada yang memakai kendaraan., ada berapa bapak dan ibu yang pulang bekerja dan setelah menunggu sekitar jam 14.00 siang terlihat ada ada beberapa anak yang pergi sekolah madrasah di sekitar lingkungan ini, ada anak yang sedang bermain rumah – rumahan dan permainan lainnya dan beberapa kendaraan yang lewat. Sekirat jam 16.20 menit terlihat ada anak yang baru pulang dari sekolah madrasah dan beberapa pekerja lain yang baru pulang dari sawah atau dari laut, setelah menunggu cukup lama dan hari semakin sore maka saya putuskan untuk kembali ke rumah saya.

    Minggu, 03 Nopember 2013 jam 08.00 - 10. 00 pagi dan 12.00 – 14.00 siang Hasil observasi :

    Hari ini pengamatan di mulai pada jam 08.00 pagi karena hari ini adalah hari

    minggu maka jalanan pun ramai ada beberapa kendaraan yang mondar – mandir pergi ke pasar dan juga beberapa kendaraan yang pergi ke pantai untuk menikmati hari libur, terlihat juga ada beberapa orang yang berpakaian rapi ingin pergi ke perkawinan yang di adakan di desa batakan, setelah lama mengamati saya hanya melihat kendaraan yang mondar – mandir, ada beberapa anak yang bermain di sekitar halaman rumah, pekerja salon yang berkerja mengurus pelanggannya dan beberapa ibu yang saling berbincang – bincang. Sekitar jam 12.25 terlihat ada beberapa anak yang berangkat pergi ke sekolah dan ada juga ada beberapa kendaraan yang mondar – mandir, ada juga terlihat beberapa ank sedang bermain kelereng di halaman rumah, setelah menunggu cuckup lama dan tidak ada kegiatan lainnya saya pun kembali keruamah.

    1. Wawancara di Desa Batakan Rt.09 Rw.02 Nara sumber :

    Ketua Rt. 09 Rw. 03 Bapak

    Hasil wawancara :

    Aini

    ( nama samaran )

    Saya : bagaimana keadaan lingkungan di sekitar rt.09 ini ?

    Pengantar Sosiologi

    Bapak Aini : lingkungan di sekitar sini cukup aman karena selama saya menjadi ketua rt di lingkungan ini saya tidak pernah pendapatkan laporan pencurian ataupun kehilangan barang. Saya : menerut bapak bagaimana dengan warga di linkungan ini ? Bapak Aini : warganya di lingkungan ini cukup ramah sehingga apabila ada masalah kami dapat menyelesaikannya dengan cara musyawarah. Saya : maslah seperti apa yang sering terjadi lingkunagn ini ? Bapak Aini : kebanyakan masalah yang di hadapi di lingkungan ini biasanya perkelahian antar sesama pemuda karena saling ejek sehingga menimbulkan pertengkaran dan untungnya masalah dapat mudah di selesaikan dengan musyawarah dan memberi pengertian kepada mereka. Saya : apa harapan bapak untuk lingkungan ini untuk kedepannya ? Bapak Aini : saya berharap untuk kedepannya lingkungan ini dapat lebih maju misalnya dalam bidang teknologi karena saat ini jaman sudah semakin maju dan juga saya berharap warga kampung ini sudah bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada saat ini agar kampung ini dapat berkembang lagi. Saya : bagaimana harapan bapak untuk warga lingkungan ini ? Bapak Aini : saya harap warga lingkungan ini bisa lebih mengemukakan pendapatnya apabila ada musyawarah sehingga kami bersama dapat membangun lingkungan ini menjadi lebih baik lagi daripada yang sudah ada sat ini dan saya harap apabila ada kegiatan gontong royong semua warga dapat ikut berpartisipasi untuk meningkatkan rasa kebersamaan sehingga lingkungan ini menjadi lebih

    hidup dan tidak sepi. Saya : baiklah bapak terima kasih banyak atas waktunya . Bapak Aini : iya sama - sama. Warga lingkungan desa batakan rt.09 rw.02 Ibu Sri ( nama samaran ) Hasil wawancara :

    Saya : apakah ibu sudah lama tinggal di lingkungan ini ? Ibu sri : iya, saya sudah lama tinggal di lingkungan mulai sayakecil sampai saya

    sudah memiliki anak. Saya : menurut ibu bagaimana keadaan lingkungan di sini ? Ibu sri : selama saya tinggal di lingkungan ini aman – aman saja walaupun dulu

    ada pernah kejadian pencurian yang lagi ramai – ramainya karena hampir semua rt ada saja yang kehilangan tapi setelah di adakan pos ronda bergantian antar warga pencurian itu hampir tidak pernah terjadi lagi dan sekarang pos ronda itu malah

    tidak di adakan lagi. Saya : bagaimana pendapat ibu soal warga di lingkungan ini ? Ibu sri : warga di lingkungan ini ramah dan bisa membantu saya sehingga saat

    saya meminta bantuaan mereka untuk membantu saya dalam menyiapkan cara

    Pengantar Sosiologi

    pengajian atau acara lainnya mereka dapat langsung membantu saya misalnya saat saya mengadakan pengajian di rumah saya mereka ikut membantu saya dalam

    menyiapkan acara tersebut. Saya : bagaimana hubungan ibu dengan para tetangga di lingkungan ini ? Ibu sri : hubungan saya dengan tetangga saya baik. Kami sering berbincang –

    bincang hampir setiap sore apabila ada waktu luang. Saya : harapan ibu untuk lingkungan di kampung ini bagaimana ? Ibu sri : untuk harapan saya tentang lingkungan ini kembalinya diadakan pos ronda

    di lingkungan ini agar lingkungan yang sudah aman ini menjadi lebih aman lagi. Saya : selain kembali di adakannya pos ronda apa ada lagi harapan i u untuk

    lingkungan ini ? Ibu sri : iya ada, saya ingin apabila ada kegiatan gontong royong di lingkungan ini

    agar setiap warga dapat ikut berpartisipasi karena biasanya yang ikut kegiatan itu hanya orang – orang itu saja dan apabila semuanya ikut maka itu dapat meningkatkan rasa kebersamaan kami sehinggan mudah untuk meminta bantuan apabila ada kesusahan. Saya : terima kasih banyak ibu telah meluangkan waktunya untuk wawancara saya kalinya. Ibu sri : iya sama – sama.

    • 2. Kesimpulan wawancara Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa warga di lingkungan rt.09 rw.02 desa batakan ini ramah dan dapat saling tolong – menolong apabila tetangganya memerlukan bantuan. Lingkungan daerahnya juga aman walupun dulu pernah terjadi pencurian tetapi sekarang sudah aman dan kejadian itu sudah hampir tidak terjadi lagi. Harapan dari ketua rt dan warga lingkungan ini agar saat gontong royong di harapkan agar semua warga dapat berpartisipasi dan apabila ada kegiatan musyawarah agar warga dapat mengemukan pendapatnya sehingga tercapai kesepakan bersama untuk kemajuan lingkungan ini dan juga di harapkannya kegiantan pos ronda kembali di adakan agar lingkungan yang sudah aman menjadi lebih aman lagi.

    • 3. Masalah sosial yang di hadapi oleh masyarakat di Desa Batakan Rt.09 Rw.02

      • a. Kurangnya pengetahuan sosial sehingga mudah ditipu oleh masyarakat kota;

      • b. Sulit untuk mendapatkan pekerjaan;

      • c. Kurangnya penguasaan teknologi yang menyebabkan masyarakat pedesaan sukar mendapatkan informasi;

  • 4. Penyebab terjadinya masalah sosial di Desa Batakan Rt.09 Rw.02

    • a. Perubahan sosial budaya; Pengantar Sosiologi

    • b. Adanya pengaruh dari era globalisasi seperti teknologi sehingga mulai terciptanya masyarakat transisi;

    • c. persoalan perbedaan pendapat dan pandangan antar warga yang dapat mengakibatkan perkalahian antar warga;

    5. Cara mengatasi masalah sosial di Desa Batakan Rt.09 Rw.02

    • a. Dengan lebih sering melakukan kegiatan kebersamaan seperti gorong royong membersihkan daerah rt masing – masing;

    • b. Lebih terbuka dalam menerima aspirasi atau pendapat orang lain;

    • c. Membuka lapangan kerja agar para penduduk desa tidak pergi ke kota dan tetap menetap di desa untuk bekerja.

    A. Kesimpulan

    BAB IV

    PENUTUP

    Masyarakat adalah suatu perwujudan kehidupan bersama manusia. Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini, sedangkan Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Di dalam masyarakat perkotaan atau pedesaan selalu terdapat perdedaan baik dari gaya hidup maupun cara berkomunikasi. Dan dari semua hah tersebut ada saja masalah sosial yang ada dan dari hasil observasi yang saya lakukan di kota cenderung masalah sosialnya terletak pada interaksi yang kurang terjadi antar warganya karena kesibukan masing – masing warga sedangkan untuk

    Pengantar Sosiologi

    masalah sosial di desa kebanyakan adalah adanya perbedaan pendapat yang biasanya dapt menimbulkan konflik. Dari semua perbedan ataupun masalah sosial sesungguhnya Masyarakat desa tidak sepenuhnya dua komunitas yang berbeda karena keduanya mempunyai sifat ketergantungan karena saling membutuhkan satu sama lain. Dalam memenuhi kebutuhan warganya dalam bahan-bahan pangan, kota bergantung pada desa. Sebaliknya warga desa memerlukan barang-barang yang dihasilkan oleh kota, contohnya barang elektronik

    B. Saran

    Untuk melakukan suatu observasi diperlukan waktu yang relative cukup panjang agar mendapat data yang lengkap dan akurat. Observasi tidak hanya dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan secara sekilas tapi diperlukan pengamatan secara intensif. Dalam melakukan observasi ini saya mendapat kendala dalam masalah waktu sehingga data yang didapat kurang lengkap, contohnya masalah waktu yang kurang cukup memadai untuk melakukan kegiatan pengamatan di tengah jadwal kuliah yang cukup padat, sehingga data yang saya dapat kurang lengkap. Oleh karena itu, saya meyarankan untuk mengetahui lebih dalam mengenai kehidupan masyarakat perkotaan dan pedesaan adalah dengan melakukan penelitian lebih lama dan lebih intensif agar karakter asli mereka dapat terlihat dengan jelas dan mendalam.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://blogstoryaboutme.blogspot.com/2012/11/6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan _ yanniyanoll.html diakses pada 22 Oktober 2013 jam 16:15 Mansyur, M.Cholil. 2005. Sosiologi Masyarakat Kota Dan Desa. Surabaya: Usana Offset Rudianto. 2009. Masyarakat desa dan masyarakat kota. Online

    http://mbahrudisblog.blogspot.com/2009/01/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html

    pada tanggal 1 juni 2009 saiedbelajarngeblog.blogspot.com/. Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada

    Pengantar Sosiologi

    LAMPIRAN – LAMPIRAN

    • 1. Di Banjarmasin Komplek Kayu Tangi 2 Jalur 1, 2 Dan 3.

    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi
    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi
    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi

    2. Di Desa Batakan Rt.09 Rw.03 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Pengantar Sosiologi
    • 2. Di Desa Batakan Rt.09 Rw.03 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut.

    2. Di Desa Batakan Rt.09 Rw.03 Jalan Pariwisata Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi
    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi
    Pengantar Sosiologi

    Pengantar Sosiologi