Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kegiatan industri, khususnya dalam industri pertanian, penggunaan
mesin tentu tidak dapat dipisahkan dalam pembuatan produk industri tersebut.
Baik dalam industri besar maupun industri kecil, ada sedikitnya alat atau mesin
yang digunakan untuk pengoprasian secara otomatis. Selain itu juga,
penggunaannya dimanfaatkan untuk mengejar hasil yang lebih efisien dan efektif
dengan mempertimbangkan kualitas dan kuantitas produknya, serta keuntungan
yang tinggi.
Dalam mengoprasikan mesin untuk menghasilkan produk industri pastilah
membutuhkan sumber tenaga atau motor pembangkit tenaga untuk dapat
menjalankan mesin yang akan digunakan. Motor pembangkit tenaga yang
digunakan biasanya berupa motor bakar atau motor listrik. Kombinasi antara
penggunaan mesin dengan sumber daya manusi yang bagus, tentu akan
menghasilkan produk dengan kualitas handal dan berlangsung secara kontinyu.
Dalam penggunaannya, mesin harus dipili secara tepat sesuai dengan kebutuhan
dalam operasi, baik dari segi fungsi, maupun kapasitasnya.
Umumnya jenis peralatan industri pertanian tidak banyak berbeda dengan
peralatan industri manufaktur. Perbedaan mendasar terletak pada penanganan
bahan sebab komoditas pertanian memiliki karakter mudah rusak dan kamba
sehingga diperlukan teknik khusus agar tidak mengalami kerusakan atau cacat
selama proses produksi.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian Umum Motor Bakar

Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin penggerak yang banyak
dipakai dengan memanfaatkan energi kalor dari proses pembakaran menjadi
energi mekanik. Mesin yang bekerja dengan cara seperti ini disebut motor
pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Adapun mesin kalor yang cara
memperoleh energi dengan proses pembakaran di luar disebut motor pembakaran
luar (External Combustion Engine).
Motor pembakaran dalam adalah mesin yang memanfaatkan fluida kerja/gas
panas hasil pembakaran, di mana antara medium yan memanfaatkan fluida kerja
dengan fluida kerjanya tidak dipisahkan oleh dinding pemisah.
2.1.1 Klasifikasi Motor Bakar
Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) macam. Adapun
pengklasifikasian motor bakar adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan Sistem Pembakarannya
1. Mesin bakar dalam (Internal Combustion Engine).
Pada mesin pembakaran dalam fluida kerja yang dihasilkan pada
mesin itu sendiri, sehingga gas hasil pembakaran yang terjadi
sekaligus berfungsi sebagai fluida. Contoh: motor bakar torak.
2. Mesin bakar luar (External Combustion Engine)
Pada mesin pembakaran luar fluida kerja yang dihasilkan terdapat
di luar mesin tersebut. Energi thermal dan gas hasil pembakaran
dipindahkan ke dalam mesin melalui beberapa dinding pemisah.
Contoh: kereta uap.
b. Berdasarkan Sistem Penyalaan
1. Motor bensin
Motor bensin dapat juga disebut sebagai motor otto. Motor tersebut
dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi menghasilkan loncatan
bunga api listrik yang membakar campuran bahan bakar dan udara
karena motor ini cenderung disebut spark ignition engine.
Pembakaran bahan bakar dengan udara ini menghasilkan daya. Di
dalam siklus otto (siklus ideal) pembakaran tersebut dimisalkan
sebagai pemasukan panas pada volume konstanta.

(Wiranto Arismunandar, 1988: 61).


2. Motor diesel
Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor
bensin. Proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga
api listrik. Pada waktu torak hampir mencapai titik TMA bahan
bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar. Terjadilah pembakaran
pada ruang bakar pada saat udara udara dalam silinder sudah
bertemperatur tinggi. Persyaratan ini dapat terpenuhi apabila
perbandingan kompresi yang digunakan cukup tinggi, yaitu
berkisar 12-25. (Wiranto Arismunandar, 1988: 89).
2.1.2

Pengertian Motor Bensin


Secara umum pengertian motor bakar diartikan sebagai pesawat yang dapat

mengubah suatu bentuk energi thermal menjadi bentuk energi mekanik. Motor
bakar dapat pula diartikan sebagai pesawat dan energi kerja mekaniknya diperoleh
dari pembakaran bahan bakar dalam pesawat itu sendiri. Oleh karena itu, motor
bakar yang pembakarannya terjadi di dalam pesawat itu sendiri disebut pesawat
tenaga dengan pembakaran dalam (Internal Combustion Engine).
Pada mulanya perkembangan motor bakar torak dengan motor bakar bensin
ditemukan oleh Nichollus Otto pada tahun 1876. Karena bentuknya kecil dan
tenaganya besar juga mudah dihidupkan dan sangat praktis, maka memberikan
kemungkinan untuk dapat mempergunakan motor tersebut diberbagai lapangan
kerja dengan aneka macam ragamnya.
Motor bakar torak menggunakan silinder tunggal atau beberapa silinder.
Salah satu fungsi torak disini adalah sebagai pendukung terjadinya pembakaran
pada motor bakar. Tenaga panas yang dihasilkan dari pembakaran diteruskan torak
ke batang torak, kemudian diteruskan ke poros engkol yang mana poros engkol
nantinya akan diubah menjadi gesekan putar.
2.1.3

Prinsip Kerja Motor Bensin


Berdasarkan prinsipnya, terdapat 2 (dua) prinsip pada motor bakar torak,

yaitu: 4 (empat) langkah dan 2 (dua) langkah. Adapun prinsip kerja motor bakar 4
(empat) langkah dan 2 (dua) langkah adalah sebagai berikut:

a. Prinsip Kerja Motor 4 Langkah


Yang dimaksud dengan motor bakar 4 (empat) langkah adalah bila 1 (satu)
kali proses pembakaran terjadi pada setiap 4 (empat) langkah gerakan
piston atau 2 (dua) kali putaran poros engkol. Dengan anggapan bahwa
katup masuk dan katup buang terbuka tepat pada waktu piston berada pada
TMA dan TMB, maka siklus motor 4 (empat) langkah dapat diterangkan
sebagai berikut:

Gambar 2.2 Prinsip Kerja Motor 4 Langkah


(Wiranto Arismunandar, 2002 : 8)
b. Prinsip Kerja Motor 2 Langkah
Pada motor bensin 2 (dua) langkah, setiap siklus terdiri dari 2 (dua)
langkah piston atau 1 (satu) kali putaran poros engkol. Proses yang terjadi
pada motor 4 (empat) langkah, juga terjadi 1 (satu) langkah penuh.
Langkah-langkah tersebut adalah:

Gambar 2.3 Prinsip Kerja Motor 2 Langkah


(Wiranto Arismunandar, 2002 : 8)

Langkah Naik

Piston bergerak dari TMB ke TMA. Beberapa saat sebelum piston


sampai di TMB, gas bekas hasil pembakaran sudah mulai
dikeluarkan dan campuran udara bahan bakar barupun sudah mulai
dimasukkan. Langkah ini merupakan langkah kompresi. Pada
waktu

piston

hampir

mencapai

TMA

busi

mengadakan

pembakaran.
Langkah Turun
Dengan adanya pembakaran pada akhir langkah naik maka terjadi
panas dan pemuaian yang tiba-tiba. Piston bergerak dari TMA ke
TMB. Sebelum piston mencapai TMB maka lubang buang sedah
terbuka. Lubang masukpun kemudian terbuka pula, gas baru masuk
dan sekaligus mendorong gas bekas keluar.
2.1.4

Bahan Bakar
Bahan bakar (fuel) adalah segala sesuatu yang dapat di bakar misalnya kertas,

kain, batu bara, minyak tanah, bensin dsb. Untuk melalukan pembakaran
diperlukan 3 (tiga) unsur, yaitu:
1. Bahan bakar
2. Udara
3. Suhu untuk memulai pembakaran
Panas atau kalor yang timbul karena pembakaran bahan bakar tersebut
disebut hasil pembakaran atau nilai kalor (heating value). Ada 3 (tiga) jenis bahan
bakar, yaitu:
1. Bahan bakar padat
2. Bahan bakar cair
3. Bahan bakar gas
Kriteria utama yang harus dipenuhi bahan bakar yang akan digunakan dalam
motor bakar adalah sebagai berikut:
1. Proses pembakaran bahan bakar dalam silinder harus secepat mungkin
dan panas yang dihasilkan harus tinggi.
2. Bahan bakar yang digunakan harus tidak meninggalkan endapan atau
deposit setelah pembakaran karena akan menyebabkan kerusakan pada
dinding silinder.
3. Gas sisa pembakaran harus tidak berbahaya pada saat dilepas ke atmosfer.

Premium berasal dari bensin yang merupakan salah satu fraksi dari
penyulingan minyak bumi yang diberi zat tambahan atau aditif, yaitu Tetra Ethyl
Lead (TEL). Premuim mempunyai rumus empiris Ethyl Benzena (C8H18).
Premium adalah bahan bakar jenis disilat berwarna kuning akibat adanya zat
berwarna tambahan. Penggunaann premiun pada umumnya adalah untuk bahan
bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti mobil, sepeda motor, dll.
Bahan bakar ini juga sering disebut motor gasoline atau petrol dengan angka
oktan adalah 88. Adapun untuk pembakaran pada bensin premium adalah sebagai
berikut:
2 C8H18 + 25 O2 16 CO2 + 18 H2O
Pembakaran di atas diasumsikan semua bensin terbakar dengan sempurna.
Komposisi bahan bakar bensin, yaitu:

Bensin (gasoline) C8H18


Berat jenis bensin 0,65-0,75
Pada suhu 400 bensin menguap 30-65%
4 Pada suhu 1000 bensin menguap 80-90%

(Sumber: Encyclopedia Of Chemical Technologi, Third Edition, 1981: 399)


2.2 Definisi Pompa
Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari
suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.
Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan
pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan,
perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Klasifikasi pompa secara umum dapat
diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement
pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).
1. Pompa pemindah positif (positive displacement pump)
Pompa jenis ini merupakan pompa dengan ruangan kerja yang secara
periodik berubah dari besar ke kecil atau sebaliknya, selama pompa
bekerja. Energi yang diberikan kepada cairan ialah energi potensial,
sehingga cairan berpindah volume per volume.
Yang termasuk dalam kelompok pompa pemindah positif antara lain :
a. Pompa Reciprocating

- Pompa torak
- Pompa plunger
b. Pompa Diaphragma
c. Pompa Rotari
- Pompa vane
- Pompa lobe
- Pompa screw
- Pompa roda gigi
2. Pompa kerja dinamis (non positive displacement pump)
Pompa jenis ini adalah suatu pompa dengan volume ruang yang tidak
berubah pada saat pompa bekerja. Energi yang diberikan pada cairan
adalah enersi kecepatan, sehingga cairan berpindah karena adanya
perubahan energi kecepatan yang kemudian dirubah menjadi energi
dinamis di dalam rumah pompa itu sendiri.
Yang termasuk dalam kelompok pompa kerja dinamis antara lain:
a. Pompa kerja khusus
- Pompa Jet
- Pompa Hydran
- Pompa Elektromagnetik
b. Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pumps)
Salah satu jenis pompa kerja dinamis adalah pompa sentrifugal yang
prinsip kerjanya mengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi
energi potensial melalui suatu impeller yang berputar dalam casing.
Gaya sentrifugal yang timbul karena adanya gerakan sebuah benda
atau partikel melalui lintasan lengkung (melingkar).
Pompa sentrifugal merupakan pompa kerja dinamis yang paling
banyak digunakan karena mempunyai bentuk yang sederhana dan
harga yang relatif murah. Keuntungan pompa sentrifugal dibandingkan
jenis pompa perpindahan positif adalah gerakan impeler yang kontinyu
menyebabkan aliran tunak dan tidak berpulsa, keandalan operasi tinggi
disebabkan gerakan elemen yang sederhana dan tidak adanya katupkatup, kemampuan untuk beroperasi pada putaran tinggi, yang dapat
dikopel dengan motor listrik, motor bakar atau turbin uap ukuran kecil
sehingga hanya membutuhkan ruang yang kecil, lebih ringan dan biaya
instalasi ringan, harga murah dan biaya perawatan murah.

Gambar 2.4 Lintasan Aliran Cairan Pompa Sentrifugal.

Bagian bagian pompa sentrifugal


Secara umum bagian bagian utama pompa sentrifugal dapat
dilihat seperti gambar berikut :

Gambar 2.5 Komponen Utama Pompa Sentrifugal.

Klasifikasi Pompa Sentrifugal


1. Menurut jenis aliran dalam impeller
a. Pompa aliran radial
Pompa ini mempunyai konstruksi sedemikian sehingga
aliran zat cair yang keluar dari impeler akan tegak lurus
poros pompa (arah radial).

Gambar 2.6 Pompa sentrifugal aliran radial


b. Pompa aliran campur
Aliran zat cair didalam pompa waktu meninggalkan
impeler akan bergerak sepanjang permukaan kerucut
(miring) sehingga komponen kecepatannya berarah
radial dan aksial.

Gambar 2.7 Pompa sentrifugal aliran campur.


c. Pompa aliran aksial
Aliran zat cair yang meninggalkan impeler akan
bergerak sepanjang permukaan silinder (arah aksial)

Gambar 2.8 Pompa aliran aksial

BAB III

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran