Anda di halaman 1dari 9

AKADEMIK PAPER

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DALAM BENTUK


E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Dosen pengampu: Ibu Dian, M.Pd.

Disusun oleh:
H.B.A Jayawardana
07680031

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2010

AKADEMIK PAPER

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DALAM BENTUK


E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

H.B.A Jayawardana
Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Sains Dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga
Abstraks
Teknologi Informasi (TI) meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan
sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sementara teknologi komunikasi
merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan
mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. TI dapat diaplikasikan ke dalam dunia
pendidikan dalam bentuk e-learning sebagai media pembelajaran yang mempunyai banyak
manfaat yang bisa diperoleh. Dalam akademik paper yang berjudul Pemanfaatan Teknologi
Informasi (TI) Dalam Bentuk E-learning Sebagai Media Pembelajaran ini bertujuan untuk
mengungkap berbagai manfaat TI sebagai media pembelajaran.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pembelajaran dengan
memanfaatkan TI sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif, baik pada siswa,
guru, ataupun pada praktisi pendidikan. Dengan adanya kemajuan di bidang TI, maka
pembelajaran dapat berlangsung kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun, sehingga tidak terikat
oleh ruang dan waktu. Dengan demikian, diharapkan siswa akan lebih tertarik menggunakan TI
sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan prestasinya.
Kata kunci: Teknologi Informasi (TI), E-learning, media pembelajaran, dampak positif

PENDAHULUAN
Dewasa ini perkembangan Teknologi dan Informasi (TI) berjalan begitu pesat khususnya
perkembangan teknologi di bidang pendidikan yang telah banyak memberikan sumbangan dalam
pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan proses belajar mengajar dan memecahkan
masalah belajar. Salah satu kemudahan yang didapat yakni adanya penggunaan dan pemanfaatan
media dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebenarnya merupakan alat bantu yang
dapat digunakan oleh guru dalam membantu tugas kependidikannya. Media pembelajaran juga
dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap kompetensi yang harus dikuasai, materi yang
harus dipelajari dan dapat mempertinggi hasil belajar. Berbagai macam media pembelajaran
telah diciptakan, dari media yang sederhana misalnya buku, modul, sampai media yang semakin
canggih yang disebut dengan media computer pembelajaran (computer assisted instruction
CAI).
Keberadaan TI tidak dapat disangkal sangat mempengaruhi kemajuan jaman. TI telah
menawarkan media baru untuk menyebarkan informasi yaitu media digital, dimana informasi
tersusun tidak lagi atas atom-atom, tetapi dalam bit-bit, dan oleh sebab itu dapat mempercepat
penyebarannya. Lahirnya e-mail, e-bussines, e-commerce, e-cash, e-money, e-banking,
e-government, e-learning, dan lain sebagainya merupakan efek dari pemanfaatan TI. Terkait
dengan hal itu, e-learning dewasa ini telah menjadi suatu kebutuhan, bukan lagi keharusan atau
keterpaksaan.
Penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran pun sudah tak terelakkan.
Pembelajaran berbasis internet merupakan salah satu manifestasi e-learning yang paling popular,
yang menawarkan berbagai keuntungan seperti kesempatan belajar yang lebih fleksibel tanpa
terikat ruang dan waktu, mempermudah masyarakat mengakses pendidikan, memperkaya materi
pembelajaran, menghidupkan proses pembelajaran, membuat proses pembelajaran lebih terbuka,
meningkatkan efektivitas pembelajaran, serta mendukung siswa untuk belajar mandiri.
Istilah e-learning sendiri tidak terlepas dari penerapan ICT (Information and
Communication Technology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), dimana
e-learning menjadi salah satu bentuk implementasinya. Namun, implementasi TIK dalam
pembelajaran seringkali hanya dikaitkan dengan penggunaan internet dalam proses belajar
mengajar. Padahal, istilah electronic pada e-learning tidak terbatas pada internet saja, media
yang berupa radio dan televisi (TV) juga termasuk ke dalam e-learning, terlebih ketika tidak

semua orang memiliki akses terhadap internet, anggapan semacam tersebut di atas dapat
mengurangi semangat pihak-pihak yang ingin mempraktikkan e-learning.
Data dari Depdiknas menunjukkan bahwa 90% siswa SMA dan 95% siswa SMK telah
memiliki komputer, tetapi kurang dari 25% siswa SMA dan SMK yang telah berhubungan
dengan internet. Bahkan di perguruan tinggi, kesadaran dalam memanfaatkan TI dalam proses
pembelajaran masih kurang. Media berbasis TI hanya dimiliki oleh 15, 54% PTN dan 16, 09%
PTS. Mahasiswa dan dosen yang memiliki media berbasis TI pun tidak berarti telah
memanfaatkannya dengan maksimal. Artinya, penggunaan atau pemanfaatan TI sebagai media
pembelajaran masih cukup rendah. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari semua pihak
terutama praktisi pendidikan untuk terus mengembangkan media pembelajaran berbasis TI.
PEMBAHASAN
Media elektronik merupakan hasil atau bentuk dari Teknologi Informasi (TI). E-learning
merupakan bagian danmerupakan salah satu contoh dari penggunaan TI. Akan tetapi belum ada
standar baku baik dalam hal definisi ataupun implementasi e-learning menjadikan banyak orang
mempunyai konsep yang bermacam-macam tentang apa sesungguhnya e-learning itu. Gilbert &
Jones (2001), mendefinisikan e-learning sebagai pengiriman materi pembelajaran melalui suatu
media elektronik seperti internet, intranet/extranet, satellite broadcast, audio/videotape,
interactive TV, CD-ROM, dan computer based learning.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pemanfaatan TI sebagai media
pembelajaran dapat berdampak positif terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa.
Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Fass (1998), Nugroho (2008), Hertanto (2008), Craciun
dan Isvoran (2009), Amiyati dan Mariono (2010), dan Haviluddin (2010).
1. Jurnal Using the Internet to Enhance Biology Education: Suggestions for the
Novice.
Penelitian ini dilakukan oleh Marion Field Fass (1998). Dari penelitian ini diketahui
bahwa perlunya pemberdayaan internet khususnya email dan web bagi mahasiswa
biologi. Adanya intetrnet membuat komunikasi tak terbatas antara mahasiswa dan
kampus, karena adanya kemungkinan untuk dilakukan kelas jarak jauh. Pemanfaatan
internet memberikan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan.

2. Jurnal Pemanfaatan E-learning Sebagai Salah Satu Bentuk Penerapan TIK Dalam
Proses Pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan oleh Ariyawan Agung Nugroho (2008). Dari penelitian
ini diketahui bahwa penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran memiliki 10
manfaat yaitu:
1) E-learning membawa pengetahuan kepada kita, bukan kita yang pergi membawa
pengetahuan.
2) E-learning membebaskan pikiran kita dan memperbaiki cara berpikir kita.
3) E-leaning merupakan fenomena dunia sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan
siapapun, kapanpun, dan di manapun.
4) Kemampuan belajar dpat terasah dengan baik emnggunakan e-learning.
5) E-learning tidak terbatas hanya pada satu bidang saja.
6) E-learning memberikan sumber belajar yang tidak terbatas.
7) E-learning bersifat individu sehingga bisa mengurangi stress atau tekanan pihak lain.
8) E-learning bersifat interaktif dan inovatif.
9) Siswa akan lebih mahir dan percaya diri.
10) E-learning membangun keingintahuan dan kreatifitas siswa.
3. Jurnal Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis
WEB Dengan Menggunakan CMS (Content Management System) Open Source Bagi
Guru-Guru SMK-SBI se Propinsi DIY.
Penelitian ini dilakukan oleh Deny Budi Hertanto (2008). Penelitian ini dilakukan
dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran
berbasis web atau internet dan yang menjadi peserta pelatihan adalah guru. Dari
penelitian ini diketahui bahwa perlu adanya kemauan dan usaha seorang guru dalam
meningkatkan kemampuan mengajarnya. Usaha tersebut dapat berupa pembuatan media
pembelajaran yang berbasis web atau internet. Dengan adanya media pembelajaran
berbasis web, maka akan memudahkan siswa dalam belajar karena pembelajaran tidak
lagi terbatas oleh ruang dan waktu.

Gambar 1. Contoh hasil pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis web


4. Jurnal Teaching Molecular Biology Using Computational Tools and Tacking Into
Account the Learning Styles of Students.
Penelitian ini dilakukan oleh D. Craciun dan A. Isvoran (2009). Penelitian ini dilakukan
terhadap mahasiswa dengan materi biologi molekuler. Dari penelitian ini diketahui
bahwa penggunaan visualisasi molekul secara efektif dapat meningkatkan pemahaman
siswa mengenai struktur dan fungsi protein karena mereka lebih mudah dalam menerima
informasi tersebut. Dengan menggunakan program grafis molekul, siswa mendapatkan
pengalaman baru dalam mengeksplorasi aspek structural makromolekul.
5. Jurnal Pengembangan Media Komputer Pembelajaran Pada

Mata

Pelajaran

Bahasa Daerah Pokok Bahasan Aksara Jawa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Sidoarjo.
Penelitian ini dilakukan oleh Dewi Lili Amiyati dan Andi Mariono (2010). Media
Komputer Pembelajaran adalah media yang menggunakan teknologi berbasis komputer
merupakan cara menyampaikan materi dengan sumber-sumber yang berbasis
microprosesor. Dari penelitian ini diketahui bahwa hasil analisis data yang diperoleh dari
tahapan uji coba pada media komputer pembelajaran atau Computer Assisted Instruction
(CAI) yang dikembangkan, menunjukkan bahwa secara umum media CAI tersebut dinilai
Sangat baik dengan rincian rerata sebesar 88,2 % pada uji coba Ahli Materi, 87,6% Uji
coba Ahli Media, 86% uji coba perorangan, 88,3% dan 87,5% Uji coba kelompok besar.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan media CAI dalam proses
pembelajaran dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
6. Jurnal Active Learning Berbasis Teknologi Informasi (ICT).
Penelitian ini dilakukan oleh Haviluddin (2010). Penelitian ini dilakukan di
Perguruan Tinggi dan yang menjadi objek adalah mahasiswa. Dari penelitian ini
diketahui bahwa penerapan model pembelajaran aktif (active learning) yang
dikombinasikan dengan TI dapat meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam belajarnya
dan meningkatkan hasil belajar mereka.
Model pembelajaran aktif atau active learning ini telah diuji cobakan pada
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali pada program studi Penelitian dan Evaluasi
Pendidikan oleh Ni Ketut Suarni. Dimana diakhir perkuliahan mahasiswa semester dua,
terdapat 20 dari 35 mahasiswa mendapatkan nilai A dan 15 orang mendapatkan nilai B.
Sementara pada Universitas Mulawarman peneliti telah menerapkan pada mata kuliah
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, juga terlihat dari 27 dari 45 mahasiswa
mendapat nilai A dan 18 orang mendapat nilai B.
Dari kajian beberapa jurnal tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan e-learning dapat
memberikan manfaat yang besar bagi siswa, mahasiswa, guru, dan seluruh praktisi pendidikan.
E-learning dapat membuka pikiran, memperluas wawasan, dan meningkatkan motivasi dalam
mencari ilmu pengetahuan. Terlebih lagi dengan memanfaatkan e-learning dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa di sekolah. Namun, penggunaan e-learning tentu saja ada kelebihan dan
kekurangannya. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan e-learning:
Kelebihan e-learning antara lain:
Sangat aktual untuk penelitian di lapangan dan memungkinkan untuk mendapatkan
informasi rinci untuk setiap materi;
Sumber daya yang tersedia kapan saja dan dimana saja;
Memungkinkan seorang siswa yang berpusat pada lingkungan belajar;
Memungkinkan penggunaan strategi belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa;
Informasi yang diakses menggunakan preferensi strategi belajar siswa dapat dipahami
lebih baik dan dapat memotivasi.

Kekurangan e-learning antara lain:


Kurang efektif bagi siswa yang memiliki gaya belajar auditori;
Keterampilan menggunakan computer yang masih rendah;
Biaya peralatan dan biaya internet yang mahal;
Jaringan internet yang terbatas hanya di kota-kota;
Kesadaran dan pengetahuan yang masih terbatas.

KESIMPULAN
Pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran merupakan terobosan baru dalam
dunia pendidikan. E-learning memiliki segudang manfaat yang perlu di terapkan. Sudah saatnya
sekarang merubah gaya pembelajaran yang konvensional menuju gaya pembelajaran yang lebih
modern dan dinamis. Hal yang penting diperhatikan adalah bahwa e-learning tidak dapat
dijadikan sebagai pengganti guru mata pelajaran dan simulasi yang ada di dalamnya tidak dapat
menggantikan peran laboratorium sebagai tempat praktik yang nyata. Karena e-learning
hanyalah sebuah sarana, alat, atau media yang dapat mendukung siswa dan guru dalam proses
pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
Amiyati, dewi lili dan andi mariono. 2010. Pengembangan Media Komputer Pembelajaran
Pada Mata Pelajaran Bahasa Daerah Pokok Bahasan Aksara Jawa Kelas VII Di SMP
Negeri 2 Sidoarjo. Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No. 1, April 2010
(100-111)
Craciun, D and A. Isvoran. 2009. Teaching Molecular Biology Using Computational Tools
and Tacking Into Account the Learning Styles of Students. Romanian
Biotechnological Letters Vol. 14, No. 4, 2009, pp. 4567-4574
Fass, marion field. 1998. Using the Internet to Enhance Biology Education: Suggestions for
the Novice. Belloit College, Education Journal Volume 24(2), August 1998
Haviluddin. 2010. Active Learning Berbasis Teknologi Informasi (ICT). Jurnal Informatika
Mulawarman Vol. 3 No. 5, September 2010

Hertanto, deny budi, dkk. 2008. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran
Berbasis WEB Dengan Menggunakan CMS (Content Management
System) Open
Source Bagi Guru-Guru SMK-SBI se Propinsi DIY. Artikel Jurnal Lembaga Pengabdian
Kepada Masyarakat, UNY, 2008
Nugroho, ariyawan agung. 2008. Pemanfaatan E-learning Sebagai Salah Satu Bentuk
Penerapan TIK Dalam Proses Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran Vol. 2
No. 4, Oktober 2008