Anda di halaman 1dari 3

1. Apa kelemahan terbesarmu?

Inti dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui seberapa baik kamu mengenal
dirimu sendiri dan bagaimana kamu mengatasi kelemahan tersebut. Jawablah
dengan kelemahanmu dan apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya. Psst,
jangan terlalu jujur! Pilihlah kelemahan terbaikmu dan tidak menghalangi
kemampuanmu untuk mengisi posisi yang kamu lamar.
Contoh jawaban:
Pelupa Katakan pada pewawancara bahwa kamu selalu berusaha mencatat halhal penting agar tidak lupa atau kamu menggunakan fitur alarm dan pengingat di
ponsel untuk memastikan tidak ada hal penting terlewat.
Susah menolak Katakanlah bahwa kamu memiliki kebiasaan buruk susah
menolak permintaan orang lain, sehingga pada akhirnya kamu uring-uringan
menyelesaikan tugas sendiri. Untuk mengatasinya, katakan bahwa kamu akan
belajar lebih tegas dan mencoba membantu yang lain tanpa mengorbankan
pekerjaan sendiri.
Manajemen waktu Memang agak sulit menyeimbangkan kehidupan pribadi
dan karier secara sempurna, namun kamu bisa meyakinkan pewawancara bahwa
kamu tidak akan membawa pekerjaan pulang kerumah kecuali terpaksa. Yakinkan
juga bahwa kamu akan mengatasi kelemahan ini dengan mengatur skala
prioritasmu secara lebih baik.
2. Saat bekerja dalam tim, pernahkah sebuah masalah terjadi?
Bagaimana kamu mengatasinya?
Ini adalah pertanyaan yang cukup menjebak, karena dapat mengungkap sifatmu
yang sebenarnya, oleh karena itu berhati-hatilah dalam menjawabnya. Pastikan
jawabanmu tidak mengindikasikan bahwa kamu menggosip atau mengeluh
tentang rekan kerja, karena hal ini menandakan kamu adalah orang yang negatif
dan tidak dapat bekerja sama dengan baik dalam tim.
Mulai jawabanmu dengan menjelaskan situasi dan masalah yang terjadi,
kemudian jelaskan secara detail hal-hal yang kamu lakukan untuk memecahkan
masalah tersebut. Usahakan menjawab dalam 2-3 kalimat saja, agar kamu tidak
ribet dalam menjawab. Jika pewawancara menyuruhmu menjelaskan lebih jauh,
barulah jelaskan lebih detail mengenai keahlian dan perananmu.
3. Mengapa kamu pindah dari pekerjaan yang lama?
Kamu bisa duduk berjam-jam memikirkan jawaban kreatif untuk pertanyaan ini,
tapi pada akhirnya semua menuju kepada keinginan untuk tumbuh, berkembang,
dan belajar lebih banyak lagi.
Beri tahu pewawancara bahwa kamu merasa tidak dapat mengembangkan
potensimu lagi di pekerjaan lamamu, kemudian tunggu pertanyaan selanjutnya
dari pewawancara. Ketika menjawab pertanyaan ini, ingat: less is more. Semakin

sedikit kamu beralasan, semakin baik. Jangan sampai terdengar terlalu mencaricari alasan, maka tetap tenang dan jawablah dalam satu atau dua kalimat.
4. Mengapa kamu banyak pindah-pindah kerja?
Kebanyakan HRD khawatir terhadap kutu loncat dan dampak finansial yang
mereka timbulkan pada perusahaan, karena rukrutmen berkali-kali bisa
menghabiskan waktu serta biaya yang tidak sedikit (baca artikel kami
mengenai kutu loncat dunia kerja untuk informasi lebih lanjut).
Jawaban terbaik untuk pertanyaan ini adalah mengutarakan bahwa kamu
berusaha menemukan rumah bagi kariermu dan kamu serius mencari
perusahaan tempatmu bernaung untuk jangka waktu lama. Pewawancara
mungkin meminta penjelasanmu tentang seringnya pindah kerja dan jawablah
dengan jujur. Pastikan jawabanmu berfokus pada kesempatan berkarier dan
keseriusanmu dalam melakukan segala tanggung jawab kerja, bukannya
berorientasi pada uang serta gaji semata.
5. Mengapa kamu menginginkan pekerjaan ini?
Pewawancara menginginkan jawaban spesifik mengapa kamu menginginkan
posisi tersebut. Jika kamu diwawancarai untuk entry level software developer,
kamu sebaiknya menjawab bahwa kamu senang membuat aplikasi,
menemukan bug, dan membuat produk lebih baik lagi. Jangan lupa tambahkan
keinginan dan harapan terhadap pekerjaanmu nanti, misalnya ingin
mengembangkan kemampuan coding dan membuat aplikasi untuk platform yang
berbeda-beda.
Kalau kamu tidak mampu memberikan alasan yang tepat, kamu akan terkesan
tidak niat dan mungkin akan membuat pewawancara berpikir ulang tentang
menerimamu.
6. Mengapa kami harus menerima kamu?
Kalau kamu baru lulus dan belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa
menjawab dengan pengalaman saat kuliah atau sekolah yang berkaitan dengan
pekerjaan yang kamu lamar. Jawabanmu ini mungkin bisa menggiring ke dalam
percakapan yang berujung pertanyaan-pertanyaan lain, tetapi tenang saja dan
jawablah dengan lancar.
Jika kamu pernah memiliki pengalaman kerja dan mempertimbangkan pekerjaan
baru ini sebagai bagian dari kariermu, maka kamu harus benar-benar paham
posisi yang kamu lamar.Review pengalaman kerjamu sebelumnya, jadi kamu
punya jawaban yang mantap mengenai betapa cocoknya kamu untuk pekerjaan
ini.

Saran terakhir: santai, jujur, dan jangan berbohong atau mengada-ada.


Sebenarnya tidak ada jawaban yang benar atau salah dari pertanyaan-pertanyaan
di atas, hanya saja kamu harus kelihatan seperti orang yang akan
menguntungkan perusahaan di mata pewawancara. Pikirkan responmu baik-baik
sebelum menjawab, karena tujuannya adalah mengevaluasi kepribadian,
motivasi, dan proses berpikirmu.
Pada akhir wawancara, jika kamu diberi kesempatan untuk bertanya, selalu
gunakan kesempatan ini. Tanyakan hal-hal seperti, Apakah ada pendidikan dan
pelatihan bagi karyawan? atau Apa yang Anda sukai dari bekerja di sini?
Tunjukkan ketertarikan yang tulus pada perusahaan dan posisi yang kamu lamar,
maka kamu akan punya kesempatan besar sukses dalam wawancaramu. Semoga
sukses!