Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1;

Latar Belakang
Industri kimia memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan

masyarakat madani. Adapun salah satu produk yang dihasilkan dalam industri
kimia adalah plastik, yang tentu saja memegang peranan penting untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat
Dalam upaya bersama untuk meningkatkan kinerja perekonomian
nasional, sektor industri kimia tetap menjadi salah satu tumpuan dan harapan.
Peluang yang cukup baik dalam sektor ndustri kimia dimasa-masa yang akan
datang diharapkan mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan negara.
Kondisi tersebut sangat ditunjang dengan kebijakan pemerintah indonesia dalam
bidang industri kimia yang mendukung berkembangnya industri-industri kimia.
Vinyl Cloride Monomer (C2H3Cl2) merupakan salah satukomoditi
internasional yang cukup penting. VCM pertama kali didapatkan dari reaksi antara
dichloroethane dengan kalium hidroksida dalam tabung reaksi tertutup yang
dikenal cahaya matahari selama beberapa waktu, kemudian pada tahun 1912
dipatenkan penggunaan katalis merkuri klorid untuk reaksi antara hidrogen
kloride dandengan asetilen. Setelah etilen tersedia cukup banyak, maka pada awal
tahun 1950 dikembangkan proses komersial dalam memproduksi vcm dari etilen

(EDC). Dan Cracking EDC menjadi VCM. Produksi vinylchloridemonomer


(VCM) berkaitan dengan erat dengan kebutuhan polyvinyl chloride (PVC).
Kebutuhan VCM di indonesia akan terus menglami peningkatan. Hal itu terjadi
karena konsumsi VCM akan tetap tergantung pada kinerja bisnis PVC. 99% dari
produksi VCM diolah lebih lanjut menjadi PVC, salah satu bahan baku plastik
yang sering di jumpai di dunia.
Tingginya kebutuhan PVC di dunia merupakan indikasi bahwa investasi
dibidang produksi VCM cukup menarik. Saat ini kebutuhan VCM dalam negeri
indonesia bisa dibilang kurang. Pendirian pabrik VCM baru lebih baik
berorientasi dalam negeri, dimana kebutuhan akan PVC masih tinggi. Disamping
itu,

pendirian pabrik ini juga akan membuka lapangan kerja baru dan akan

memacu tumbuhnya pabrik baru yang menggunakan bahan baku VCM. Pabrik
VCM yang akan didirikan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan
luar negeri. Adanya peningkatan kebutuhan dan berkembangnya industri hilir di
indonesia iklim investasi yang semakin membaik, maka dirasa penting untuk
mendirikan pabrik baru yang memproduksi VCM di indonesia.

1.2;

Tujuan dan Manfaat

1.2.1. Tujuan
1; Mengimplentasikan materi yang didapatkan selama masa perkuliahan dengan

praktek yang ada dilapangan.

2; Mempelajari proses pengolahan EDC & VCM khususnya di PT. Sulfindo

Adiusaha.
3; Mempelajari prinsip kerja dari peralatan-peralatan yang digunakan di

PT. Sulfindo Adiusaha.


4; Untuk menjalin kerjasama perusahaan dalam menyediakan tenaga ahli madya

yang berkompetensi, terampil dan berpengalaman di bidang pengolahan.

1.2.2; Manfaat

Manfaat praktek kerja lapangan di PT. Sulfindo Adiusaha bagi mahasiswa


adalah:
1; Memahami berbagai proses yang terjadi dan prinsip kerja peralatan yang

digunakan dalam proses pengolahan migas yang telah di pelajari sebelumnya


pada teori mata perkuliahan.
2; Dapat memahami sistem kerja unit yang ada didalam proses produksi di

PT. Sulfindo Adiusaha Unit EDC & VCM.


3; Dapat memaham prinsip kerja dari peralatan-peralatan yang digunakan di

PT. Sulfindo Adiusaha.


4; Mengenal dunia kerja yang sesungguhnya dan dapat mengaplikasikan ilmu

yang diperoleh di bangku kuliah.

1.3;

Batasan Masalah
Dalam penulisan laporan Praktek Kerja Lapangan ini, penulis membatasi

pokok permasalahan pada proses di bagian EDC & VCM Plant PT. Sulfindo
Adiusaha, Serang-Banten.

1.4;

Metodologi Penulisan
Dalam penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT. Sulfindo

Adiusaha, dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut:

Studi Pustaka
Metode ini adalah dengan cara mengumpulkan sumber-sumber berupa literatur,
catatan kuliah, buku manual, dokumen perusahaan, internet dan semua literatur
yang menunjang isi laporan ini.

Metode Observasi (Studi Lapangan)


Metode ini adalah dengan cara pengamatan langsung terhadap peralatan dan
proses serta operasi yang ada di lapangan.

Wawancara
Metode ini adalah menerapkan sistem pengumpulan data melalui diskusi
dengan pembimbing atau karyawan yang menguasai bidangnya agar
mendapatkan data yang sesuai.

1.5;

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam laporan Praktek Kerja Lapangan ini terdiri

dalam beberapa bahasan (BAB) antara lain :


BAB I

: PENDAHULUAN
Membahas mengenai latar belakang, manfaat dan tujuan, batasan
masalah dan sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN UMUM
Menjelaskan tentang sejarah, tugas pokok, tata letak dan lokasi serta
struktur organisasi PT. Sulfindo Adiusaha.

BAB III : TINJAUAN KHUSUS


Berisi tentang uraian fungsi alat dan proses yang terjadi di EDC &
VCM Plant, PT. Sulfindo Adiusaha Serang-Banten.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi tentang kesimpulan dan saran dari penulis setelah melakukan
Praktek Kerja Lapangan di PT. Sulfndo Adiusaha Serang-Banten.
DAFTAR PUSTAKA