Anda di halaman 1dari 16

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PEMANFAATAN SIMBIOSIS BAKTERI Bacillus sp. DAN MIKROALGA
Chlorella sp DALAM MENURUNKAN NILAI PENCEMARAN LIMBAH
CAIR PABRIK KELAPA SAWIT

BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh :
Rizky Azhari

1414141414

Angkatan 2014

Taufiq Maulana

1206121419

Angkatan 2012

Rizka Prasetyowati

1206113774

Angkatan 2012

Robbanatun

1212121212

Angkatan 2012

NIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016

PENGESAHAN PKM-PENELITIAN
1. Judul Kegiatan
: PEMANFAATAN SIMBIOSIS BAKTERI
Bacillus sp. DAN MIKROALGA Chlorella sp DALAM MENURUNKAN
NILAI PENCEMARAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT
2. Bidang Kegiatan
: PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Taufiq Maulana
b. NIM
: 1206121419
c. Jurusan
: Teknologi Pertanian
d. Universitas
: Universitas Riau
e. Alamat/No.Telp
: Jl. Lobak
f. Alamat Email
: TM230794@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. ir. Fajar Restuhadi, M.si
b. NIDN
:
c. Alamat/No.Telp
:
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
:
b. Sumber Lain
:
7. Jangka Waktu Pelaksanaan :
Pekanbaru, 20 Oktober 2016-10-06
Menyetujui,
Wakil Dekan III Bid. Kemahasiswaan

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Ir. Ridwan Manda Putra, M.Si)


NIP. 19610906 198603 1 002

(Rizky Azhari)
NIM. 14

Wakil Rektor Universitas Riau Bid.


Kemahasiswaan

Dosen Pembimbing

(Dr. Syafrial, M.Pd)


NIP. 1962041219863 1 001

Dr. Ir. Fajar Restuhadi, M.Sc


NIDN.

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Industri kelapa sawit memiliki dampak negatif terhadap lingkungan akibat


dihasilkannya limbah cair dari kegiatan pabrik. Potensi hasil industri yang tinggi
akan diikuti dengan potensi limbah cair yang besar. Limbah cair berdampak
negatif bagi lingkungan perairan karena kandungan zat organik tinggi.
Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup telah mengeluarkan
peraturan Nomor Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi
Kegiatan Industri dan salah satunya adalah untuk Industri Minyak Kelapa Sawit.
Peraturan tersebut mengharuskan bahwa setiap industri kelapa sawit harus
mengolah air limbah sampai standar yang diijinkan sebelum dibuang ke
dalam badan air. Salah satu teknologi untuk mengolah limbah organik yang
relatif murah dan efektif untuk menghilangkan bahan pencemar adalah teknologi
secara biologis. Pengolahan limbah secara biologis dapat dilakukan melalui
pemanfaatan aktivitas mikroorganisme.
Bacillus sp. merupakan bakteri aerob yang dapat dijumpai di alam dan telah
diproduksi secara komersial serta efektif sebagai agen biologi dalam pengolahan
limbah organik. Beberapa penelitian mengenai pemanfaatan Bacillus sp. dalam
menurunkan kandungan bahan organik pada air limbah domestik telah dilakukan
oleh berbagai pihak di antaranya Ishartanto (2005), Apriadi (2008), Efrilia (2008),
serta beberapa peneliti lain. Hasil penelitian tersebut telah diketahui bakteri
Bacillus sp. merupakan agen biologi yang efektif dalam menurunkan kandungan
bahan organik pada air limbah domestik.
Bakteri mengalami kesulitan dalam mendegradasi bahan organik karena
prosesnya yang lambat dan membutuhkan jumlah oksigen yang banyak.
Kristanto (2004), menambahkan tingginya kandungan bahan organik dapat
menurunkan kadar oksigen sehingga dapat menghambat pertumbuhan organisme.
Salah satu cara untuk membantu pertumbuhan bakteri adalah menggunakan
mikroorganisme fotosintetik.
Mikroalga sebagai salah satu mikroorganisme fotosintetik yang dikembangkan
dalam penanggulangan limbah cair. Mikroalga mampu menggunakan
karbondioksida sebagai sumber karbon utama untuk sintesis sel baru dan
melepaskan oksigen melalui mekanisme fotosintesis. Limbah cair yang kaya akan
hara N (Nitrat), P (Fosfat), C (Karbon) dan S (Sulfat) yang merupakan nutrisi bagi
pertumbuhan sel mikroalga. Bakteri bersama dengan mikroalga mereka mampu
mengatur keseimbangan antara oksigen terlarut dengan karbondioksida dalam
perairan.
1.2. Rumus Masalah
Limbah cair berdampak negatif bagi lingkungan perairan karena
kandungan zat organik yang tinggi. Bacillus sp merupakan bakteri aerob yang
dapat dijumpai di alam dan telah diproduksi secara komersial serta efektif sebagai
agen biologi dalam pengolahan limbah organik, dalam mengurai bahan organik
yang terdapat di dalam limbah, memerlukan oksigen yang banyak sehingga di
peroleh dari mikroalga chlorella sp dalam proses fotosintesis.

Berdasarkan uraian tersebut. Pada penelititan ini akan dilakukan upaya


menurunkan pencemaran limbah cair pabrik kelapa sawit dengan menggunakan
Bacillus sp dan Mikroalga Chlorella sp. Sehingga limbah yang di buang pabrik
kelapa sawit tidak mencemari perairan.
1.3. Tujuan Penelitian
1. Menurunkan pencemaran limbah cair pabrik kelapa sawit
2. Mengetahui pengaruh penambahan Bacillus sp dan mikroalga chlorella sp
dalam menurunkan limbah cair pabrik kelapa sawit
1.4. Luaran yang diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penelitian dapat menjadi panduan dalam pengolahan limbah cair pabrik
kelapa sawit menggunakan Bacillus sp dan Mikroalga Chlorella sp.
2. Publikasi penelitian pada seminar nasional ataupun regional.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Mengenalkan Bacillus sp dan mikroalga Chlorella sp dalam menurunkan
pencemaran limbah cair pabrik kelapa sawit.
2. Data-data yang diperoleh menjadi sumber referensi bagi perkembangan
Ilmu pengetahuan. Terutama bidang pengolahan limbah.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Limbah Cair Kelapa Sawit


Proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil
(CPO) menghasilkan produk samping yang jumlahnya sangat besar. Tahun 2004
volume produk samping sawit sebesar 12.365 juta ton Tandan Kosong Kelapa
Sawit (TKKS), 10.215 juta ton cangkang dan serat, dan 32.257 37.633 juta ton
limbah cair. Jumlah ini akan terus meningkat dengan meningkatnya produksi TBS
Indonesia. Produksi TBS Indonesia di tahun 2004 mencapai 53.762 juta ton dan
pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 64.000 juta ton (Mahajoeno, 2007).
2.2. Bakteri Bacillus sp.
Bakteri Bacillus sp. merupakan bakteri berbentuk batang dengan ukuran
(0,3-2,2 x 1,27-7,0) nm (Gambar 1), tergolong bakteri gram positif, motil,
menghasilkan spora yang resisten pada panas, bersifat aerob dan anaerob
fakultatif, katalase positif dan oksidasi bervariasi. Tiap spesies berbeda dalam
penggunaan gula, sebagian melakukan fermentasi dan sebagian tidak (Barrow,
1993). Genus Bacillus sp. mempunyai sifat fisiologis tiap-tiap jenis dengan
kemampuan yang berbeda-beda, diantaranya mampu mengdegradasi senyawa
organik seperti protein, pati, selulosa, hidrokarbon dan agar, mampu menghasilkan
antibiotik, berperan dalam nitrifikasi dan dentrifikasi.
2.3. Mikroalga Chlorella
Mikroalga merupakan Protista autotrof eukariotik, yang dibedakan atas
dinding sel, flagella, kloroplas dan cadangan makanan. Mikroalga memiliki
pigmen fotosintetik hijau (klorofil), coklat (fikosantin), biru kehijauan (fikobilin),
dan merah (fikoreritrin), kebanyakan hidup di air (mensuplai 50% oksigen
perairan dan penyusun utama plankton) dan lainnya hidup di permukaan yang
lembab. Secara morfologis, mikroalga dapat berupa sel tunggal atau membentuk
koloni, mampu hidup hampir di semua habitat perairan. Mikroalga dapat
berbentuk uniseluler atau multiseluler (Reynold, 2006).
Mikroalga memiliki peranan sangat penting dalam rantai makanan karena
merupakan produser primer perairan. Kandungan protein dan vitaminnya yang
tinggi merupakan alasan pengembangan mikroalga sebagai sumber protein tinggi
seperti Chlorella dan Spirulina. Chlorella menghasilkan antibiotik klorelin yang
dapat melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri (Roger, 2011).
Chlorella merupakan mikroorganisme yang termasuk dalam divisi
Chlorophyta atau alga hijau. Alga hijau memiliki struktur yang hampir
sama dengan tumbuhan, salah satunya ialah dinding selnya. Chlorella
mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. Menurut Vashista
(1979) in Rostini (2007), Chlorella memiliki klasifikasi sebagai berikut.
Divisi:Chlorophyta,
Kelas:Chlorophyceae,
Ordo:Chlorococcales,
Famili:Chlorellaceae, Genus:Chlorella, Spesies:Chlorella sp.
Sel Chlorella berbentuk bulat, hidup soliter dan berukuran 2-8 m .Sel
Chlorella mengandung 50% protein, lemak, vitamin A, B, D, E, dan K (Sachlan
1982 in Rostini 2007). Sel Chlorella di dalam tubuhnya terdapat kloroplas
berbentuk mangkuk. Kelebihan Chlorella dibandingkan dengan spesies lain yaitu
mengandung berbagai nutrien seperti protein, karbohidrat, asam lemak tak jenuh,
vitamin, klorofil, enzim dan serat yang tinggi. Chlorella mempunyai

kandungan protein 42,2 %, serat 0,4 % dan minyak berkisar 40-85% (Borowitzka
dan Pootet 2006 in Rahardjo 2010).
2.4. Peranan Simbiosis Mikroalga dan Bakteri dalam Mengolah Limbah Cair
Limbah cair kaya akan hara Nitrat (N), Fosfat (P), Karbon (C) dan Sulfat (S)
yang merupakan nutrisi bagi pertumbuhan sel mikroalga. Unsur hara pada
limbah cair berbentuk kompleks organik sehingga harus dioksidasi terlebih dahulu
menjadi bentuk anorganik yang dapat diserap seperti NO2-, NH3+, SO42- dan lainlain. Oksidasi ini dilakukan oleh aktivitas simbiosis mikroalga dan bakteri.
Oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi pada lapisan aerob diperoleh
melalui reaerasi pada permukaan air tetapi sebagian besar diperoleh dari hasil
fotosintesis mikroalga yang tumbuh secara alami pada kolam jika terdapat sinar
matahari dan nutrien yang cukup.
Mikrolga mampu menggunakan
karbondioksida sebagai sumber karbon utama untuk sintesis sel baru dan
melepaskan oksigen melalui mekanisme fotosintesis (Mara, 1976).
Peranan
mikroalga dalam pengolahan air limbah yang banyak
diperhatikan adalah fungsinya sebagai penghasil oksigen bagi bakteri
pengoksidasi bahan-bahan organik. Degradasi bahan organik oleh bakteri terjadi
pada malam hari. Degradasi ini akan melepaskan CO 2 yang berguna bagi
pertumbuhan mikroalga selanjutnya bila tersedia cahaya. Pada kondisi sangat
banyak sinar di dalam kolam tanpa pengadukan, pH tetap pada nilai diatas 10,
sehingga aktivitas bakteri terhambat. Hal ini mendorong pengembangan kolam
teraduk kecepatan tinggi yang kontiniu (Mara, 1976).
Pengolahan air limbah menggunakan mikroalga bertujuan untuk merubah
bahan organik dalam limbah menjadi sel mikroalga. Sistem stabilisasi melibatkan
organisme hidup dari bakteri, fungi dan mikroalga. Sejumlah besar mikroalga
pada zona tanpa sinar dalam kolam, stabilisasi (yang mungkin merupakan bagian
anaerobik), menimbulkan dugaan bahwa beberapa mikroalga mampu melakukan
proses metabolisme seperti pada bakteri dan fungi (Wiedeman,1970).

Gambar 6. Hubungan Simbiosis antara Bakteri dan Alga


(Mara et al., 2007)

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Bahan Penelitian


Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah isolat Bacillus sp. diperoleh
dari Laboratorium Bioteknologi Pertanian, kultur mikroalga Chlorella sp, limbah
cair kelapa sawit diambil dari pabrik kelapa sawit, Riau, media Nutrien Agar
(NA), Nutrient broth (NB), akuades, alkohol 70%, NPK, Urea, NaOH-KI, H2SO4
pekat, amilum, nutrient, K2Cr2O 0,025N, FAS 0,025 N, feroin, kertas saring
millipore 0,45m, larutan fisiologis dan sebagainya.
3.2 Alat Penelitian
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah bak-bak perlakuan, gelas
ukur, jerigen limbah cair, pH meter, labu erlenmeyer, spektrofotometer, pipet tetes,
cawan, autoklaf, bunsen, jarum ose, BOD inkubator, aerator, lampu, botol, gelas
piala, botol BOD, buret, plastik hitam buret, pipet mohr, timbangan digital, tabung
reaksi, bulb, penangas air, desikator, dan sebagainya.
3.2. Variabel Bebas
Variabel bebas pada penelitian ini adalah perlakuan pada limbah cair
pabrik kelapa sawit dengan memvariasikan penambahan Bacillus sp sebesar
3.3. Variabel kontrol
Variabel tetap pada penelitian ini adalah waktu yang digunakan setelah
inokulasi bacillus selama 7 hari, penggunaan mikroalga chlorella sp sebanyak 800
ml/L, limbah yang digunakan sebanyak 1000 ml.
3.3. Prosedur Penelitian
Secara keseluruhan diagram alir penelitian dapat dilihat pada gambar
Persiapan Mikroalga Chlorella sp

Persiapan isolat Bacillus sp

Pengambilan Sampel Limbah

Proses pengolahan limbah cair kelapa


sawit

3.3. Persiapan sampel limbah

1. pengambilan sampel dilakuakan dengan teknik grab sample


2. pengambilan sampel dilakukan pada jam 09.00 WIB
3.4. Persiapan isolat Bacillus sp
1. media broth disiapkan sebanyak 200 ml
2. alat dan media di sterilisasi menggunakan autoclaf
2. bacillus sp diinokulasi dan diinkubasi selama 48 jam suhu 37C
3.5. Perbanyakan kultur mikroalga Chlorella sp
1. 500 ml kultur mikroalga
2. dimaskukkan ke dalam botol kaca yang sudah dibersihkan
3. diberikan intensitas cahaya 1500-2000 Lux dan aerasi
4. diberikan nutrisi 1x3 hari sebanyak 2ml/L
5. dilakukan penambahan aquades dengan perbandingan 1:1 apabila kultur
berada pada antara fase logaritmik dan fase stasioner atau hari ke-7
3.4. pengolahan lombah cair pabrik kelapa sawit menggunakan bacillus sp dan
mikroalga Chlorella sp
1. 1000 ml limbah cair kelapa sawit
2. dimasukkan ke dalam masing-masing 15 wadah plastik yang sudah
dibersihkan
3. Ditambahkan mikroalga sebanyak 800 ml/L dalam masing-masing wadah
4. dimasukkan Bacillus sp sesuai perlakuan (0 ml/L, 0,5 ml/L, 1 ml/L, 2 ml/L
dan 3 ml/L)
5. ditambahkan aquades hingga volume tera 2000 ml
6. dianalisis kadar pencemar pada hari ke-0 dan ke-7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1. anggaran biaya
No Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
1
Peralatan Penunjang
5.785.000
2
Bahan habis pakai
668.000
3
Perjalanan
3.350.000
4
Lain-lain
120.000
Jumlah
9.923.000
4.2. Jadwal Kegiatan
No
Jenis Kegiatan
1
1
2
3
4
5

Studi Literatur
Persiapan Alat dan Bahan
Pengolahan dengan
Pengumpulan dan Analisis Data
Pembuatan Laporan

BAB 5. DAFTAR PUSTAKA

Bulan
2 3

Ishartanto, W. A. 2009. Pengaruh Aerasi dan Penambahan Bakteri Bacillus


sp. dalam Mereduksi Bahan Pencemar Organik Air Limbah Domestik.
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Apriadi, T. 2008. Kombinasi bakteri dan tumbuhan air sebagai bioremedia
dalam mereduksi kandungan bahan organik limbah kantin. Skripsi.
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan
IlmuKelautan.Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Barrow, P.A. 1992. Probiotics for chickens. Chapman and Hall, London.
Efrilia, Y. 2008. Penggunaan Bakteri Bacillus sp. dan Cromobacterium sp.
untuk Menurunkan Kadar Minyak Nabati dalam Air. Skripsi.
Departemen Manajemen Sumber daya Perairan. Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kristanto, P. 2004. Ekologi Industri. LPPM Universitas Kristen PETRA,
Surabaya dan Penebit Andi, Yogyakarta.
Mahajoeno, E. (2011). Energi Terbarukan Dari Limbah Pabrik Kelapa Sawit.
Limbah Pabrik Kelapa Sawit dibuat untuk Energi Terbarukan. Bandung:
Alpen Steel.
Mara D., 1976, Sewerage Treatment in Hot Climate. John Wiley and Sons, New
York.
Raharjo, P. N. 2009. Studi Banding Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Lingkungan, vol 10(1), 09-18.
Reynolds, Tom D. 1982. Unit Operationsand Processes In Environmental
Engineering. Belmont (US): Wadsworth Inc.
Rostini, I. 2007. Kultur fitoplankton Chlorella sp. dan tetraselmis chuii pada
skala laboratorium. skripsi. Universitas Pandjajaran. Bandung.
Saclan, M. 1982. Planctology. Fakultas Pertanian UNDIP . Semarang.

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota

Ketua :
A.Identitas Diri
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal
Lahir
E-mail
No Hp

Linna Fauziah
Perempuan
Teknologi Hasil Pertanian
1406114180
Sikara-kara, 17 September 1995
linnafauziah@gmai.com
081276039943

B. Riwayat Pendidikan
SD
SDN 142562
Malintang
2002-2009

Nama Institut
Jurusan
Tahun MasukLulus

SMP
MTs Negeri
Siabu
2009-2011

SMA
SMA S Nurul Ilmi
Padangsidempuan
IPA
2011-2014

C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institut


lainnya
N
o
1
2

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Penelitian.

Pekanbaru, Oktober 2016


Pengusul

Rizky Azhari

NIM. 1406114180
Anggota
A.Identitas Diri
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal
Lahir
E-mail
No Hp

Taufiq Maulana
Laki-Laki
Teknologi Hasil Pertanian
1206121419
Bengkalis, 23 Juli 1994
TM230794@gmail.com
085264050816

B. Riwayat Pendidikan
SD
SDN 01
Bengkalis
2000-2006

Nama Institut
Jurusan
Tahun MasukLulus

SMP
SMPN 01
Bengkalis
2006-2009

SMA
SMAN 01
Bengkalis
IPA
2009-2012

C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institut


lainnya)
N
o
1
2

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Kewirausahaan.

Pekanbaru, Oktober 2016


Pengusul

Taufiq Maulana
NIM. 1406122076
Anggota
A.Identitas Diri
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal
Lahir
E-mail
No Hp

Masniar Indah Lestari


Perempuan
Teknologi hasil pertanian
1406122998
Sungai Pinang, 04 April 1996
Masniarindah.lestari@gmail.com
082324449746

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institut
Jurusan
Tahun MasukLulus

SD
SDN 005
Sungai Pinang
-

SMP
SMPN 1
Siak
-

2002 - 2009

2009 - 2011

SMA
SMK N 1
Mempura
Teknik Gambar
Bangunan
2011 2014

C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institut


lainnya)
N
o
1
2

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Kewirausahaan.

Pekanbaru, Oktober 2016


Pengusul

Masniar Indah Lestari


NIM. 1406122998
Anggota
A.Identitas Diri
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal
Lahir
E-mail
No Hp

Novia Agustina
Perempuan
Teknologi hasil pertanian
1406121244
Todanan, 07 Agustus 1996
Noviaagst@gmail.com
082382282040

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institut

Jurusan

Tahun MasukLulus

SD
SDN 028
Pontian Mekar,
Inhu
-

2002-2009

SMP
SMP N 1 Lubuk
Batu Jaya, Inhu
-

2009 2011

SMA
SMK N 1 Pasir
Penyu
Teknologi
Pengolahan Hasil
Pertanian
2011 - 2014

C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institut


lainnya)
No
1
2

Jenis Penghargaan
-

Institusi Pemberi Penghargaan


-

Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Kewirausahaan.
Pekanbaru, Oktober 2016
Pengusul

Novia Agustina
NIM.1406121244
Anggota
A.Identitas Diri
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal
Lahir
E-mail
No Hp

Muhaiminati Adlina
Perempuan
Teknologi Hasil Pertanian
1206121615
Dumai, 13 Juni 1994
muhaiminatiadlina@gmail.com
085271649099

B. Riwayat Pendidikan
SD
SDN 015 Binsus
Kec Dumai Timur
2000-2006

Nama Institut
Jurusan
Tahun MasukLulus

SMP
SMP N 2 Dumai
2006-2009

SMA
SMA N 2 Dumai
IPA
2009-2012

C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institut


lainnya
N
o
1
2

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Kewirausahaan.

Pekanbaru, Oktober 2016


Pengusul

Muhaiminati Adlina
NIM. 1206121615
Lampiran 2. Anggaran Biaya
a. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Kebutuhan
Satuan
Barang Habis Pakai
Minyak Sawit
merah
Susu full cream
Gula
Whipe cream
Telur
Akuades
Es kristal
Ubi jalar kuning
Aluminium foil
Sabun pencuci
Cup es krim

Liter

Jumlah

Harga Satuan

Total

Rp 20.000

Rp 40.000

Kotak
50
Kg
10
Kotak
20
Butir
65
Liter
3
Bungkus
16
Kg
15
Gulung
2
Buah
12
Bungkus
14
Jumlah

Rp 16.000
Rp 15.000
Rp 25.000
Rp 1.500
Rp 2.000
Rp 5.000
Rp 10.000
Rp 35.000
Rp 4.500
Rp 5.000

Rp 800.000
Rp 150.000
Rp 500.000
Rp 84.000
Rp 6.000
Rp 80.000
Rp 150.000
Rp 70.000
Rp 54.000
Rp 70.000
Rp 2.004.000

Peralatan Penunjang Pengolahan


Mixer
Ice cream maker
Blender
Listrik
Spanduk
Timbangan
Kompor gas
Tabung gas

Buah
Buah
Buah
Bulan
Buah
Buah
Buah
Buah

1
1
1
1
1
1
1
1

Rp 500.000
Rp 5.000.000
Rp 500.000
Rp 35.000
Rp 30.000
Rp 50.000
Rp 500.000
Rp 150.000

Rp 500.000
Rp 5.000.000
Rp 500.000
Rp 35.000
Rp 20.000
Rp 50.000
Rp 500.000
Rp 150.000

Kulkas kecil
Baskom
Pisau
Kukusan
Sendok
Kain serbet

Buah
Buah
Buah
Buah
Lusin
Buah

1
5
3
1
1
3

Rp 2.000.000
Rp 10.000
Rp 5.000
Rp 50.000
Rp 25.000
Rp 4.000

Rp 2.000.000
Rp 50.000
Rp 15.000
Rp 50.000
Rp 25.000
Rp 12.000

Jumlah

Rp 8.917.000

Transportasi
Transportasi persiapan praproduksi

Rp 200.000

Jumlah

Rp 200.000

Biaya Lain-lain
Promosi

Rp 350.000
Jumlah

Rp 350.000

Total Keseluruhan Dana


b. Justifikasi Anggaran Penyusutan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Jenis

Jumla
h Alat

Mixer
Ice cream maker
Blender
Kompor gas
Tabung gas
Kulkas kecil
Kukusan
Baskom
Pisau
Kain serbet
Timbangan
Sendok
Listrik
Spanduk

1
1
1
1
1
1
1
5
3
3
1
1
1
1
Total

Harga Satuan
(Rp)
Rp 500.000
Rp 5.500.000
Rp 500.000
Rp 500.000
Rp 150.000
Rp 2.000.000
Rp 50.000
Rp 10.000
Rp 5.000
Rp 3.500
Rp 50.000
Rp 25.000
Rp 35.000
Rp 30.000

Rp 11.471.000
Usia
Pakai
(Tahun)
5
6
3
5
5
6
2
1
1
1
6
2
5
1

Biaya
Penyusustan
(Rp/Bln)
8.333,33
76.388,89
13.888,89
8.333,33
2.500
27.777,78
2.083,33
833,33
416,67
291,67
694,44
1.041,67
583,33
2.500
145.374,993