Anda di halaman 1dari 6

1.

2.
3.
4.

Apa yang berbeda antara substainbility reporting dan integrated reporting?


Apa yang menjadi tujuan dari penerapan integrated report itu sendiri?
Permasalahan apa yang timbul jika perusahaan ingin menerapkan integrated reporting?
Sudah adakah negara yang menerapkan integrated report untuk menciptakan perusahaan

yang lebih baik?


5. Bagaimana asal mula ada nya integrated report?
6. Apa saja manfaat dari segi komunikasi dengan dibuatnya integrated reporting?
7. Kerangka yang diberikan oleh IIRC terkait dengan <IR>, bahwa laporan tersebut harus
menggambarkan sumberdaya yang dimiliki perusahaan dan hubungan antar sumber daya
tersebut. Apa yang dimaksud dengan Sumber daya tersebut ?
8. Apa yang menjadi visi dari pembuatan integrated itu sendiri ?

Konsep integrated reporting merupakan konsep baru yang digagas oleh IIRC International Integrated
Reporting Council. Bagaimana entitas melaporkan kepada stakeholder dalam laporan yang ringkas
namun dari laporan tersebut dapat tergambar strategi, kinerja dan bagaimana nilai tambah
perusahaan di masa depan.

1. Apa yang berbeda antara substainbility reporting dan integrated reporting?


Sustainability Reporting adalah pelaporan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengukur,
mengungkapkan (disclose), serta upaya untuk menjadi perusahaan yang akuntabel bagi seluruh
pemangku kepentingan (stakeholders) untuk tujuan kinerja perusahaan menuju pembangunan yang
berkelanjutan.Sustainability Reporting mengacu
keberlanjutan

pembangunan

maupun

pada

keberlanjutan

konsep
dari

sisi

keberlanjutan

peusahaan,

akuntansinya. Namun,

disisi

lain sustainability reporting terdapat kekurangan; karena tidak menyajikan informasi tentang strategi,
tatakelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi (jangka pendek, menengah dan
panjang). Akibatnya, informasi dalam sustainability reporting tidak utuh dan tidak lengkap untuk
pertimbangan keputusan para stakeholder . Dapat diketahui bahwa

Sustainbability reporting

merupakan sebuah laporan yang membahas tentang aktivitas perusahaan terkait dengan ekonomi,
lingkungan, dan sosialnya yang penyajiannya terpisah dengan annual report. Laporan yang terpisah
ini tentunya akan membingungkan para pengguna laporan tersebut.
Integrated reporting menyediakan satu laporan yang sepenuhnya mengintegrasikan informasi
keuangan

perusahaan

dan

non-keuangan

(termasuk environmental, social,governance,

dan intangibles ) (Krzus 2010; Eccles dan Krzus 2010; Oates 2009 dalam Azam,et al. 2011).
Konsep

inti

dari integrated

mengintegrasikan

reporting adalah

informasi

keuangan

menyediakan

satu

laporan

perusahaan

dan

non

yang

sepenuhnya

keuangan

seperti

masalah environmental,governance, social issues (Krzus 2010; Eccles dan Krzus 2010; Azam, et al.
2011; PwC 2010; Oates 2009; White 2005).
IR adalah pembuatan laporan tunggal yang menyediakan informasi yang memadai bagi stakeholders
mengenai resiko, peluang dan strategi yang berhubungan dengan kondisi sosial, lingkungan,

ekonomi dan keuangan dari organisasi, sehingga bisa membuat stakeholder bisa menilai
kemampuan organisasi dalam menciptakan dan mempertahankan nilai dalam jangka pendek,
menengah dan jangka panjang
Telah

jelas

bahwa sustainability

reportdimana integrated

reporting melakukan

reporting menyajikannya

penyajian

secara

terpisah

dengan annual

terpadu/teringtegrasi

sehingga

mempermudah stakeholder mendapatkan informasi.

2. Apa yang menjadi tujuan dari penerapan integrated report itu sendiri?
Integrated Reporting bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas informasi bagi penyedia modal
keuangan (financial capital) dalam rangka memudahkan alokasi modal yang efektif dan efisien, (2)
memajukan sebuah pendekatan yang lebih padu dan efisien dalam laporan perusahaan yang
mengomunikasikan secara keseluruhan faktor faktor yang berpengaruh secara material terhadap
kemampuan perusahaan menciptakan nilai antar waktu, (3) meningkatkan akuntabilitas dan
stewardship akan enam jenis modal (sumber daya) yang dimiliki oleh perusahaan yakni sumber
daya keuangan (financial), produk yang dihasilkan (manufactured), intelektual (intellectual), manusia
(human), sosial dan hubungan (social and relationship), dan alam (natural) serta meningkatkan
pemahaman keterkaitan antar sumber daya tersebut, serta (4) mendukung integrated thinking,
pengambilan keputusan, dan tindakan yang fokus pada penciptaan nilai dalam jangka pendek,
jangka menengah, dan jangka panjang.

3. Permasalahan apa yang timbul jika perusahaan ingin menerapkan integrated reporting?
<IR> dalam aplikasinya dapat menimbulkan beberapa permasalahan (Roth: 2014), seperti:

Perusahaan perlu mengidentifikasi informasi yang relevan dan signifikan untuk setiap tujuan
strategis.

Karyawan membutuhkan pendidikan dan pelatihan mengenai <IR>

Data yang diperlukan untuk membuat <IR> berasal dari banyak sumber yang berbeda.

Perusahaan yang belum membuat sustainability report sebelumnya memerlukan usaha yang besar
ketika akan mencoba membuat <IR> seperti pendidikan, pelatihan, system dan informasi yang
digunakan untuk menintegrasikan berbagai data yang diperlukan.

4. Sudah adakah negara yang menerapkan integrated report untuk menciptakan perusahaan yang
lebih baik?
Saat ini di beberapa negara, regulasi bagi perusahaan publik sudah mengarah kepada pemberlakukan
integrated reporting. Negara yang mulai mensyaratkan pelaporan non finansial bagi perusahaan
publik diantaranya adalah Amerika, UK, Jerman, Brazil, Afrika Selatan, India, Malaysia, Singapura,
Jepang, Australia, dan New Zaeland. The Financial Reporting Council (FRC) di UK telah

mempublikasikanGuidance on the Strategic Report yang merupakan merupakan program untuk


meningkatkan pelaporan yang jelas dan ringkas dan merupakan program yang konsisten dengan
<IR>. The European Parliament di Jerman telah memberlakukan arahan yang meminta
6.000 European entities untuk melaporkan informasi yang berkaitan dengan lingkungan, sosial,
karyawan, hak asasi manusia, serta korupsi dan suap. Pada Japans Revitalization Strategy yang
dipublikasikan pada Juni 2014, perdana menteri Jepang menuliskan bahwa <IR> akan menjadi
agenda pelaporan perusahaan di masa yang akan datang. Singapura melalui The Singapore
Accountancy Commission (SAC) yang telah menghasilkan integrated report-nya sendiri pada tahun
2014 sedang mengatur rute pengadopsian <IR>. Di indonesia sendiri, belum terdapat kebijakan dan
aturan mandatory yang mengharuskan perusahaan publik untuk melaporkan laporan non-finansial
namun beberapa perusahaan telah bergerak ke arah pelaporan yang terintegrasi demi
meningkatkan kualitas dari pelaporan nilai perusahaan seperti :
PT Tractors United Tbk, PT Antam (Persero) Tbk, PT. Timah Tbk, dan PT Pertamina EP. Dan
perusahaan tersebut terbukti berhasil menciptakan image positip dimata stakteholders.
5. Bagaimana asal mula ada nya integrated report?
Perkembangan akuntansi pada awalnya bermula dari

pelaporan keuangan (financial reporting),namun FR hanya menyajikan informasi

item-item

keuangan (posisi dan kinerja keuangan) dan indikator-indikator keuangan, sedangkan informasi lain
yang mendasari informasi keuangan (sosial, lingkungan, tatakelola, risiko, dan prospek,

keberlanjutan bisnis, dll.) diabaikan dalam pelaporan.


Kemudian muncul laporan manajemen (management reporting), meskipun sudah dilengkapi dengan
laporan terkait manajemen perusahaan, namun tidak menyajikan tentang komiten dan tanggung

jawab perusahaan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.


Perkembangan selanjutnya adalah green reporting yang menyajikan laporan tentang CSR
(Corporate Social Responsibility) atau Pelaporan Lingkungan (Green Reporting). Laporan ini
memiliki keterbatasan, yaitu pelaporan CSR atau lingkungan dinyatakan dalam bentuk terpisah,

sehingga membingungkan pemakai.


Kemudian Global Reporting Inisiatives (GRI) pada 1999 menggagas Sustainability Reporting (SR)
yang menyajikan pelaporan informasi sosial, lingkungan dan keuangan secara terpadu dalam satu
paket pelaporan korporasi, tetapi pelaporan ini memiliki kelemahan, yaitu tidak menyajikan informasi
tentang strategi, tata kelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi yang dapat
menimbulkan penciptaan nilai, sehingga membingungkan keputusan stakeholder.[5]

Analisa faktor seputar perusahaan, yaitu sustainabilitas, sosial, dan lingkungan menjadi kebutuhan bagi
Indonesia saat ini. Melihat eksistensi perusahaan tidak hanya terkait dengan masalah optimalisasi
keuntungan, tetapi juga terkait masalah sosial dan lingkungan, maka model pelaporan juga harus
disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia saat ini. Transisi baru menuju paradigma pembangunan
hijau menjadi lebih adil, rendah karbon, sumber daya ekonomi produktif dan zero waste akan
memerlukan perubahan mendasar dalam operasi perusahaan. Hal ini, pada gilirannya akan
mewajibkan perusahaan untuk mendapatkan kembali kepercayaan pemangku kepentingan dengan

mengatasi kelemahan dalam praktek pelaporan saat ini agar menjadi lebih akuntabel dan
transparan.

Integrated Reporting: Penciptaan Nilai Perusahaan


Menurut The International Integrated Reporting Committee (IIRC), Integrated reporting (IR) adalah
suatu proses komunikasi informasi suatu organisasi, terutama tercermin dalam integrated report
kepada stakeholder tentang penciptaan nilai dari waktu ke waktu dan juga berperan sebagai
komunikasi yang ringkas dan terintegrasi tentang bagaimana strategi, tatakelola dan remunerasi,
kinerja dan prospek suatu organisasi menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek,
menengah dan jangka panjang.[6]
Integrated reporting akan menghubungkan antara ekonomi, sosial, lingkungan, pemerintah, dan faktor
sosial beserta dampaknya terhadap kinerja jangka panjang perusahaan. Laporan ini nantinya akan
menjadi pencipta nilai perusahaan yang bermula dari kepedulian perusahaan terhadap sosial dan
lingkungan, juga peduli dengan unsur pemerintah dan remunerasi, sehingga akan menciptakan nilai
bisnis dan mempertahankan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.

Adanya integrated reporting akan mengubah paradigma baru laporan perusahaan. Nilai bisnis yang
ditimbulkan, pada gilirannya akan menguatkan posisi perusahaan kepada stakeholder dan juga
menjadi solusi dalam penanggulangan berbagai dampak yang diakibatkan oleh eksistensi
perusahaan.

Berkaitan

dengan

Indonesia

yang

berada

dalam

transisi

menuju

negara

maju, integrated reporting akan menguatkan posisi perusahaan Indonesia di mata dunia, sehingga
dalam jangka panjang perusahaan akan berkembang dan akan mempengaruhi perekonomian
makro Indonesia.

6. Apa

saja

manfaat

komunikasi

dengan

dari

segi

dibuatnya

integrated reporting?

Informasi
lebih

yang

dilaporkan

sesuai dengan

kebutuhan investor.

Informasi non keuangan yang lebih


akurat untuk penyedia data.

Kesepakatan

yang

lebih

besar

dengan investor dan stakeholder


lainnya.

Pengembangan bahasa informasi

yang sama.

Kolaborasi yang lebih kuat diantara fungsi yang berbeda dalam organisasi,

Kejelasan mengenai hubungan dan komitmen antara berbagai fungsi dalam organisasi

Pelaporan internal dan eksternal yang lebih konsisten dan efisien.

7. Kerangka yang diberikan oleh IIRC terkait dengan <IR>, bahwa laporan tersebut harus
menggambarkan sumberdaya yang dimiliki perusahaan dan hubungan antar sumber daya
tersebut. Apa yang dimaksud dengan Sumber daya tersebut ?
Sumber daya tersebut mencakup :

Financial: dana yang tersedia untuk digunakan dalam produksi barang dan jasa, termasuk dana
yang diperoleh melalui utang, modal atau yang berasal dari aktfitas operasi.
Manufactured: objek fisik manufaktur yang tersedia untuk digunakan dalam memproduksi
barang dan jasa termasuk didalamnya gedung, peralatan dan infrastruktur.
Intellectual: asset tak berwujud berupa pengetahuan dari organisasi termasuk asset intelektual,
system, prosedur dan reputasi.
Human: sumber daya manusia termasuk kompetensi, kemampuan, pengalaman dan motivasi
untuk berinovasi.
Social and Relationship: institusi dan hubungan didalam dan antar komunitas dan stakeholder
termasuk norma, nilai-nilai, perilaku, kepercayaan dan izin dari masyarakat untuk organisasi
melakukan operasinya.
Natural: sumberdaya alam yang bisa dan tidak bisa diperbaharui, sumber daya yang
mendukung tersedianya barang dan jasa di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang
(seperti: udara, air, tanah, mineral, hutan, keanekaragaman hayati dan ekosistem).

8. Apa yang menjadi visi dari pembuatan integrated reporting itu sendiri?
Visi dari pembuatan <IR> menurut International Integrated Reporting Council (IIRC) adalah
menyajikan informasi mengenai strategi organisasi, governance, kinerja dan potensi perusahaan
secara bersama-sama
yang menggambarkan sisi komersial, sosial dan lingkungan dimana

perusahaan tersebut beroperasi.


Laporan tersebut menyajikan presentasi yang jelas dan ringkas mengenai bagaimana
perusahaan tersebut bisa bernilai sekarang dan dimasa datang. <IR> menggabungkan elemen
penting dari informasi yang sekarang dilaporkan secara terpisah (keuangan, pendapat manajemen,
governance dan remunerasi serta sustainability) secara komprehensif dan yang lebih penting bisa
menunjukkan hubungan diantara semua elemen tersebut dan menjelaskan bagaimana elemen
tersebut bisa mempengaruhi kemampuan organisasi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai
dalam jangka pendek, menengah dan panjang (IIRC, 2011).

Bagaimana cara nya laporan terintegrasi dapat memenuhi syarat kualitas?


Agar supaya Laporan Terintegrasi (LT) memenuhi syarat kualitas, maka berbagai informasi keuangan
seperti Laporan Keuangan Berbasis Kebijakan Akuntansi tertentu, dilengkapi dengan opini auditor
eksternal atas LK tersebut. Laporan aspek non keuangan seperti lingkungan & keanekaragaman
eksternal, dampak perusahaan kepada lingkungan sosial, politik, perekonomian NKRI, ditujukan
pemangku kepentingan eksternal, dilengkapi dengan pengujian materi laporan oleh pernyataan
asersi auditor perusahaan. Agar proses komunikasi bernilai tambah dalam perusahaan dapat
bermuara pada laporan terintegrasi perusahaan (atau LT perusahaan), maka LT harus mencakupi
pelaporan

pelaksanaan,

saihan,

sukses

dan/atau

kegagalan

penerapan

strategi

terpilih

perusahaan, governance perusahaan, dan raihan kinerja perusahaan. Prospek masa depan
perusahaan harus dilaporkan dalam konteks lingkungan eksternal perusahaan, dilakukan agar
mencipta nilai tambah informasi dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang bagi
perusahaan.
Agar LT perusahaan berbasis hasil-kerja asurans terintegrasi (combined assurance), manajemen risiko
terintegrasi (integrated risk management), dan kerja sama antar lini-pertahanan pada three line of
defense, dalam kaidah good
khususnya.

LT

governance umumnya,

menampilkan

transparansi

diri

nilai (value)
perusahaan

yang dianut
sebagai

perusahaan

pelapor

dan

pertanggungjawaban kepada publik terfokus pada upaya menghapus kecurigaan/keraguan publik


untuk pelaksanaan misi perusahaan dengan cara-cara kurang berterima umum. LT perusahaan
harus mampu memberi jawaban memuaskan untuk menghapus kecurigaan/tuduhan tersebut.