Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Penelitian


Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak
Usia Dini ( PAUD ) adalah suatu pembinaan yang di tujukan kepada anak
sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut.
Anak-anak merupakan bagian dari kehidupan kita, anak adalah subjek
didik dalam pendidikan anak usia dini, Banyaknya perlakukan yang kurang
tepat atau bahkan cenderung salah terhadap anak lebih banyak diakibatkan
oleh kekurangan pengetahuan kita terhadap anak.
Mewarnai merupakan kegiatan yang mempunyai kaitan dengan
kemampuan-kemampuan menggunakan alat serta melatih motorik halus
anak..
Untuk mengembangkan motorik halus anak bukanlah suatu kegiatan
yang mudah, maka kegiatan itu haruslah menarik dan menyenangkan serta
dapat

mengembangkan

kreatifitas

anak.

Maka

dari

itu

penulis

melaksanakan observasi pengamatan di KB Benang Sari pada hari senin 17


Oktober 2016. Pada kegiatan pengembangan motorik halus anak melalui
kegiatan mewarnai, terlihat anak masih belum fokus pada pembelajaran
yang diajarkan guru.
B.

Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas dan setelah dilakukan observasi
penelitian di KB Benang Sari maka penelitian ini berfokus pada
Pengembangan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mewarnai.

C.

Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah :
1.

Untuk mengumpulkan data mengenai


a.

Mengetahui perkembangan motorik halus anak KB Benang Sari


melalui kegiatan mewarnai.

b.

Mengevaluasi hasil belajar anak KB Benang Sari dalam hal


motorik halus melalui kegiatan mewarnai.

c.

Untuk menganalisis kegiatan tersebut sesuai apa yang telah


dipelajari dan diberikan pada mata kuliah analisis kegiatan
pembelajaran anak usia dini.

2.

Analisis Kritis
Kegiatan pengembangan motorik halus anak melalui kegiatan

mewarnai adalah satu cara untuk meningkatkan perkembangan motorik


halus anak dengan gambar dan warna lebih mudah memberikan motivasi
berlajar terhadap pemahaman objek-objek yang terdapat di hadapanya.
C.

Manfaat Penelitian
a.

Penulis
Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu
kegiatan di lembanga PAUD

b.

Guru
Memberikan masukan terhadap kegiatan pengembangan motorik
halus anak dengan kegiatan mewarnai.

c.

Orang Tua
Memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang perkembangan
motorik halus anak.

BAB II
LANDASAN TEORI
A.

Motorik Halus
Keterampilan motorik anak di bagi menjadi 2 jenis yaitu motorik
kasar dan motorik halus. Motorik halus merupakan gerakan yang hanya
membutuhkan otot-otot kecil dan tidak memerlukan tenaga yang besar
seperti menulis, mengunting, melipat, mewarnai, menempel, meronce dan
sejenisnya ( Hurlock,1987).
Pestalozzi berpandangan bahwa anak pada dasarnya memiliki
pembawaan yang baik, pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada
anak berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.
Pamela Couglin(1997) menemukan karakteristik seni anak dilihat dari
sudut pandang perkembangannya menyatakan bahwa pada anak usia 3-4
Tahun anak mulai mengasosiasikan garis dan bentuk dengan benda-benda
nyata ada perubahan dari coret-coretan yang digoreskan kedalam suatu
bentuk gambar, seni di tentukan lebih banyak oles segala sesuatu yang
nyata dan kegiatan kinestetik dari pada penglihatan.
Gerakan motorik halus apabila gerakan hanya melibatkan bagianbagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti
keterampilan

menggunakan

jari

jemari

dan

gerakan

pergelangan

tangan yang tepat. Semakin baiknya gerakan motorik halus anak membuat
anak dapat berkreasi, seperti mewarnai.
B.

Pengertian Mewarnai
Kegiatan mewarnai ini akan mengajak kepada anak bagaimana
mengarahkan kebiasaan-kebiasaan anak dalam mewarnai dengan spontan
menjadi kebiasaan-kebiasaan menuangkan warna yang mempunyai nilainilai pendidikan ini dilakukan melalui memberi warna, memilih warna dan
menjajarkan warna untuk mendapatkan kemampuan-kemampuan yang
berguna bagi perkembangan motorik halus anak..

C.

Tekhnik Mewarnai

1.

Tekhnik mewarnai
Seperti dijelaskan diatas bahwa mewarnai gambar yang di maksud
adalah bukan mewarnai gambar objek yang telah di rancang oleh
pengambar lalu anak tinggal menentukan warna objek gambar sesuai
dengan warna yang ada di alam. Tetapi yang di maksud dengan mewarnai
gambar di sini adalah mewarnai gambar yang telah di rancang yang
nantinya gambar tersebut akan di padukan dengan gambar yang lain
sebagai satu kesatuan. Untuk mewarnai sebaiknya menggunakan kertas
yang tebal di maksudkan agar sewaktu kertas di warnai tidak mudah rusak.

D.

Bahan dan Alat


Bahan untuk mata kegiatan mewarnai adalah :
1.

Kertas, merupakan bahan pokok dalam kegiatan ini dan sangat


mudah di dapatkan serta termasuk murah harganya

2.

Pewarna, Bahan pewarna yang dapat di gunakan untuk anak usia dini
adalah cat air, krayonpastel, spidol,sepuhan, teres.

3.

Pengaris, Sebaiknya setiap anak dalam kelompok kegiatan kerja di


kelas memiliki pengaris masing-masing karena setiap anak tidak
jarang akan melakukan kegitan bersama-sama.

4.

Pensil, dipergunakan untuk membuat pola baik yang akan di gunting


dilipat bahkan untuk membuat bidang bidang yang akan di beri
warna.

5.

Spidol, sebagai alat tambahan untuk pewarna.


Uraian mengenai bahan dan alat untuk pembelajaran mewarnai,

menggunting dan menempel di atas merupakan gambaran media yang lazim


di pakai, tetapi tentu masih banyak media inkonvensional yang mungkin di
temukan dan dipergunakan sebagai media pembelajaran.

BAB III

MEODOLOGI PENELITIAN
A.

Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah anak-anak, pendidik dan
pimpinan Kelompok Belajar Benang Sari Desa Mandala Sari.

B.

Metode Penelitian
Penelitian

ini

menggunakan

metode

interpretative

yaitu

menginterpretasikan data mengenai gejala/fenomena yang diteliti di


Kelompok Bermain Benang Sari Desa Mandala Sari.
C.

Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a.

Observasi
Yaitu untuk melihat fenomena yang unik/menarik di kelompok
Bermain Benang Sari Desa Mandala Sari

b.

Wawancara
yaitu untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai fokus
penelitian

c.

Dokumentasi
yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih
luas mengenai fokus penelitian.

BAB IV

ANALISIS DATA
A.

Tabulasi Data
Untuk memudahkan analisis data maka data hasil penelitian di buat
tabulasi sebagai berikut :
OBSERVASI

KB

Benang

adalah

WAWANCARA

WAWANCARA
DENGAN

DENGAN GURU

Sari Program

DOKUMENTASI

PEMIMPIN
KBKarna
mewarnaiRKH,

di

kelompok adalah diadakanyamerupakan

salahWawancara,

bermain yang maju, kegiatan

satu

perkembanganya

pembelajaran kami,

pengembangan

baik, pembelajaran motorik

halusmaka

di dalam ruangan melalui

kegiatanpimpinan

saya

ruangan,

kegiatan macam gambar danmenfasilitasi

secara

luar mewarnai, berbagaimendukung

karna

seimbang dilaksanakan
usia

KB dengan

dan

tersebut.

Dengan

adanya

tujuankegiatan

tersebut

adalah dimana usia meningkatkan

Hasil

sebagai

di

dilaksanakan bentuk pola, hal inikegiatan

Hasil

programObservasi

maupun
ini

Foto,

akan

anak masih dalam kreatifitas anak danmengembangkan


taraf bermain, dan akan
suatu

melatihkreatifitas anak dan

masa motorik halus anak melatih

pertumbuhan
eksplorasi

dan
salah

kemampuan
motorik halus anak.

satu kegiatan yang


dilaksanakan adalah
kegiatan

kegiatan

mewarnai
B.

Analisis Kritis
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan
mewarnai, dapat mengembangkan kreatifitas anak di Kelompok Bermain

Benang Sari Pengembangan motorik halus anak merupakan prioritas


program yang dicampurkan dalam dokumen lembaga. Pelaksanaan
pengembangan motorik halus anak di KB Benang Sari tidak seperti
disekolah dasar, melainkan hanya menanamkan dasar-dasar kemampuan
anak berupa kognitifnya, bahasa, motorik halus, motorik kasar, seni melalui
kegiatan bermain.
Guru harus menciptakan konsep yang lebih baik, untuk itu guru dan
tenaga pendidik perlu menciptakan kegiatan yang berpusat pada anak
dalam mengembangkan dan memproses kreatifitas anak.
Secara umum KB Benang Sari telah mempunyai kegiatan-kegiatan
yang baik dan terarah, kegiatan-kegiatan tersebut telah disusun sedemikian
rupa dan sejalan dengan teori-teori dalam pengembangan motorik halus
anak serta di rancang dengan panduan menu generik dengan kurikulum
PAUD serta pedoman penyelengaraan PAUD.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan dari permasalahan tersebut di atas dapat
di simpulkan bahwa :
a.

Dalam lingkungan kelas KB Benang Sari disiapkan sedemikian rupa


sehingga dapat mendukung pencapaiaan kemampuan dasar-dasar
motorik halus, kreatifitas, bahasa, seni dan kognitif anak.

b.

Melalui pengembangan motorik halus anak melalui kegiatan


mewarnai

sangat

bermanfaat

bagi

anak

khususnya

dapat

meningkatkan kreatvitas dan imajinasi anak


c.

di KB Benang Sari Desa Mandalasari mempunyai program


pengembangan pada anak usia dini dengan meletakkan dasar-dasar
yang kuat untuk berpikir kritis

B.

Saran
1.

Disarankan mengingat bahwa usia KB adalah usia yang peka


terhadap segaala rangsangan, maka semua bentuk pendidikan dan
pengajaran

yang

diterapkan

hendaknya

mempertimbangkan

karakteristik dan tingkat kematangan anak.


2.

Sangat di harapkan dalam pengembangan motorik halus anak pada


kelompok bermain, hendaknya guru dapat memberikan pembelajaran
dan latihan dalam bentuk permainan.

3.

dengan harapan agar dalam penelitian ini hendaknya penulis


mengerti dan memahami apa arti perkembangan motorik halus pada
anak usia dini.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang,

Sujiono,dkk(2009) Metode

Pengembangan

Fisik, Universitas

Terbuka : Jakarta
Hajar Pamadhi, dkk(2012)Seni Keterampilan Anak. Universitas Terbuka : Jakarta
Winda Gunarti, dkk(2012) Metode Pengembangan perilaku dan kemampuan
dasar anak usia dini Universitas Terbuka : Jakarta
Siti. Aisyiyah, dkk(2007) Pengembangan dan Konsep dasar pengembangan
pendidikan anak usia dini. Universitas Terbuka : Jakarta
TIM PG PAUD, Analisis Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini.
Universitas Tebuka : Jakarta