Anda di halaman 1dari 1

Logika Perantara - Logika Jahiliah - Logika Kemusyrikan

"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang
mengambil pelindung selain Dia (berkata): 'Kami tidak menyembah mereka
melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah
dengan sedekat-dekatnya.'..."
Az-Zumar [39]: 3
Logika yang sangat mudah diterima orang-orang fasik (Semoga Allah menjauhkan
kita dari sifat fasik). Mereka melihat orang-orang sholeh sebagai perantara dengan
Allah, karena mereka (orang-orang sholeh) lebih kuat imannya, tekun ibadahnya,
serta baik akhlaknya. "Sudah tentu lebih dekat kedudukannya di hadapan
Allah. Sedangkan kita hanya manusia hina yang masih banyak maksiat,
ibadah enggan. Kalau mau minta hal-hal yang remeh ya sama orang-orang
sholeh itu saja. Malu kalau harus minta sama Allah." Logika ini kemudian
diwariskan kepada anak cucu, yang menjadi bibit lahirnya syirik. Menjadikan namanama orang sholeh sebagai nama berhala.
Padahal Islam mengajarkan kedekatan yang indah antara hamba dan
Rabb-nya, KEDEKATAN LANGSUNG TANPA PERANTARA.
"Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan."
An-Najm [53]: 39-40
"Dan katakanlah, 'Beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang
mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada
Allah Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada
kalian apa yang telah kamu kerjakan."
At-Taubah [9]: 105