Anda di halaman 1dari 6

CCNA 4.

0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011

DISTANCE VECTOR PROTOCOL


Disadur dari materi CCNA 4.0 exploration

Seperti yang telah kita ketahui bahwa protocol distance vector ini dipakai oleh 2 jenis ruting yaitu
RIP ,IGRP dan EIGRP. Untuk memahami pengertian dari distance vector diilustrasikan sbb:

Distance adalah seberapa jauh letak ruter yang akan di advertise ( melewati berapa hop count ), dan
vector adalah titik akses yang dilewatinya ( ruternya ).
Kemudian gambaran dari protocol dengan distance vector adalah sbb:
Kita mulai saat ruter melakukan cold start ( pertama kali dinyalakan )

CCNA 4.0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011


Pada step ini ruting tabel masing-masing ruter hanya berisi jaringan yang terkoneksi langsung
kepadanya ( hop count = 0 ).
Step kedua masing-masing ruter mengirimkan informasi tabel ruting ke tetangganya, sambil
menghitung hop count untuk dimasukkan ke ruter yang dituju. Seperti kita lihat di tabel jika hop
countnya bernilai = 1 berarti jaraknya adalah melewati satu ruter untuk mencapainya dari ruter
sumber.

Step ketiga dan seterusnya, masing-masing ruter mengirimkan advertise lebih meluas lagi untuk
melengkapi tabel rutingnya dengan distance terbesar = 15 ( 15 ruter / hopcount ) yang dapat di
jangkau untuk di beri update tabel ruting.
Kemudian kita lihat gambaran advertise ruter denga jaringan yang lebih komplex sbb:
STEP 1

CCNA 4.0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011


STEP 2

STEP 3

CCNA 4.0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011


STEP 4

STEP 5

JARINGAN SUDAH CONVERGENCE

CCNA 4.0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011


Dalam mengirimkan update ke jaringan tetangganya ada beberapa timer yang diterapkan IOS cisco
di RIP dan IGRP yaitu :

Update timer ( setiap 30 detik ) ruter akan ruting mengirimkan update ke network tetangga
setiap 30 detik, ada atau tidak perubahan dari topologi.
Invalid timer ( 180 detik ), apabila update tidak diterima dalam 180 detik maka jaringan yang
bersangkutan akan ditandai sebagai invalid network dengan menset metric menjadi 16.
Ingat rip hanya menjangkau metrik maks=15.
Flushed timer ( 240 detik ), jika dalam rentang waktu invalid timer ditambah 60 detik
kemudian tidak juga diterima update dari jaringan bersangkutan, maka jaringan tersebut
akan dihapus dari daftar ruting.
Holddown timer ( 180 detik ), timer ini digunakan untuk menjaga stabilitas dari informasi
ruting dan untuk antisipasi looping dalam network.
Trigered update, ini akan dilakukan jika tiba-tiba ada perubahan topologi atau memasukkan
rute baru dalam tabel dan triger akan diberikan tanpa menunggu interval waktu dari update
habis.

Waktu untuk update informasi ke jaringan yang dituju dapat dilihat dengan perintah show ip route
dengan output sbb:

ROUTING UPDATE di EIGRP berbeda dari kedua type ruting ( RIP dan IGRP ). Karakteristik dari ruting
ini adalah sbb:
1. Mengirimkan update hanya jika terjadi perubahan topologi ( ada jalur putus atau ada jalur
tambahan )
2. Mengirimkan update tidak ke semua lini, hanya yang mempunyai ruting tabel yang berisi
jalur yang diupdate yang akan menerima update.

CCNA 4.0 EXPLORATION (Routing Protocol + concept ) March 16, 2011


Bagaimana jika topologi beberapa ruter adalah sbb:

Akan terjadi collision ( tabrakan ) paket update antar ruter karena centralnya berupa hub, untuk
mengantisipasinya adalah dengan metode RIP_JITTER, yaitu kemungkinan untuk menset interval
update masing-masing ruter menjadi bervariasi sehingga waktu updatenya tidak tabrakan. Interval
yang diijinkan adalah 0-15 % dari interval 30 detik defaultnya. Atau solusi lainnya adalah jangan
menggunakan hub tapi gunakan switch sebagai center dari koneksi ruter diatas.