Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CTR/STK PADA TUKANG OJEK GAREGEH


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas kelompok Keperawatan Gerontik

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 2 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Alistia Andini.
Andini Yusnia
Fauziah
Hilma Dwi Hidayanti
Nike Fardilla
Yuliani

DOSEN PEMBIMBING:
Ns. Cory Febrina.S,Kep, M.Kes

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
FORT DE KOCK BUKITTINGGI
TAHUN 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

CTS/STK
Topik

: CTS ( Carpal Tunner Syndrome ) atau


Sindrome Terowongan Karpal

Hari/Tanggal

: Senin, 31 Oktober 2016

Waktu / Jam

: 30 Menit / 09.00 09.30 WIB

Tempat

: Pangkalan Ojek Garegeh.

Peserta

: 15 orang.

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Sindroma terowongan karpal merupakan penyakit yang menyerang
tangan, dimana syaraf tangan menyatu di bagian pergelangan tangan sehingga
menyebabkan nyeri tidak berfungsinya syaraf jari jemari diakibatkan adanya
tekanan pada nervus medianus atau syaraf gabungan yang berfungsi sebagai
pembawa rasa dan juga penggerak. Medianus merangsang syaraf pergerakan
motorik ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh jari manis. Ekanan terjadi
jika rongga terowongan menyempit. (Hendrawan Kurnia, 2009)
Penyakit yang paling umum dan sering mengenai nervus medianus
biasanya adalah neuropati tekanan atau jebakan (entrapment neuropathy). Pada
pergelangan tangan nervus medianus ini berjalan menuju carpal tunnel atau
terowongan karpal dan menginnervasi kulit telapak tangan dan punggung tangan
di daerah ibujari, telunjuk, jari tengah dan setengah radial dari jari manis. pada
saat berjalan melalui terowongan inilah nervus medianus ini paling sering
mengalami tekanan yang dapat menyebabkan terjadinya neuropati tekanan yang
dikenal dengan Carpal Tunnel Sindrom/ sindroma terowongan karpal (STK).

Tulang tulang karpalia membentuk dasar dan sisi sisi terowongan yang
keras dan kaku sedangkan atapnya dibentuk oleh fleksor retinakulum (transverse
carpal ligament dan palmar carpal ligament ) yang kuat dan melengkung diatas
tulang tulang karpalia tersebut.
Tulisan

ini

akan

mencoba

membahas

STK

meliputi

etiologi,

epidemiologi, patogenese, gejala, diagnose, diagnose banding, penatalaksanaan


dan prognosisnya. Dengan segala keterbatasan diharapkan tulisan ini dapat
memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai STK

B. KEGIATAN.
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit CTS.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum : Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan peserta
mengerti dan mengenal tentang penyakit CTS .
2. Tujuan Khusus : Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta
dapat :
a. Mengerti dan memahami pengertian penyakit CTS.
b. Mengerti dan memahami penyebab CTS..
c. Mengerti dan memahami gejala CTS.
d. Mengerti dan memahami perawatan CTS.
e. Mengerti dan memahami pencegahan kambuhnya CTS.
D.
1.
2.
3.
E.

STRATEGI PELAKSANAAN
Metode : Ceramah dan Tanya jawab.
Media : LCD, Laptop Leaflet dan Video.
Sasaran : Masyarakat/ tukang ojek ( 15 orang ).
STRUKTUR ORGANISASI DAN PEMBAGIAN TUGAS

1. Moderator :
Tugas Moderator :
a. Membuka acara penyuluhan( Salam)

b. Memperkenalkan diri dan anggota kelompok (Pembimbing


bila ada)
c. Klarifikasi kontrak waktu,dan tempat
d. Membuat kontrak bahasa.
2. Presentator :
Tugas Presentator :
a. Membina suasana yang rileks dan menyenangkan selama
penyajian.
b. Menggali pengetahuan audiens tentang
akan dijelaskan.
c. Memberi kan

reinforsement

positif

point materi yang


atas

jawaban

audiens( bukan berarti membenarkan jawaban yang salah).


d. Menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti.
e. Menyampaikan tujuan penyuluhan.
f. Mennyampaikan sistematika penyuluhan.
3. Observer :
Tugas Observer :
a. Mengamati jalannya penyuluhan.
b. Mendokumentasikan jalannya penyuluhan.
c. Point
yang
di
dokumentasikan
terkait
struktur,evaluasi proses,evaluasi hasil.
4. Fasilitator :
Tugas Fasilitator :
a. Menjaga kelancaran jalannya pnnyuluhan
b. Memfasilitasi audiens untuk bertanya
c. Menjaga ketenangan selama penyuluhan
F. SETTING TEMPAT

evaluasi

KEGIATAN PENYULUHAN
NO
1

WAKTU
5
Menit

KEGIATAN

KEGIATAN PESERTA

PENYULUHAN
Pembukaan :
a.

Membuka/memulai

a.

Menjawab salam

b.

Mendengarkan

kegiatan dengan
mengucapkan salam

b.

Memperkenalkan diri

c.

Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan

d.

Mendengarkan

d.

Mendengarkan &

Menyebutkan materi
penyuluhan

e.

c.

memperhatikan
e.

Menjawab pertanyaan

Bertanya kepada
peserta apakah sudah
mengetahui tentang
CTS.

15
Menit

Pelaksanaan :
a. Menjelaskan

a.

Mendengarkan

pengertian penyakit
CTS.
b. Memberikan kesem

b.

Menjawab pertanyaan

patan kepada peserta


untuk bertanya
c. Menjelaskan
penyebab

penyakit

c.

Mendengarkan

CTS.
d. Memberikan kesem
patan kepada peserta d.

Menjawab pertanyaan

untuk bertanya
e. Menjelaskan gejala
penyakit CTS.
e.
f. Memberikan kesem

Mendengarkan

patan kepada peserta


untuk bertanya
g. Menjelaskan

f.

Menjawab pertanyaan

perawatan

pada

penyakit CTS.
h. Memberikan kesem g.

Mendengarkan

patan kepada peserta


untuk bertanya
i. Menjelaskan
pencegahan
kambuhnya penyakit

h.

Menjawab pertanyaan.

CTS.
j. Memberikan kesem
patan kepada peserta i. Mendengerkan.
untuk bertanya

5
Menit

j. Menjawab Pertanyaan

Evaluasi :
a.

Menanyakan kepada

a.

Menjawab pertanyaan

a.

Mendengarkan.

peserta tentang materi


yang telah diberikan,
dan reinforcement
kepada peserta yang
dapat menjawab.

5
Menit

Terminasi :
a.

Mengucapkan terima
kasih atas peran serta-

nya
b.

Mengucapkan salam
penutup.

b.

Menjawab salam

G. KRITERIA HASIL
1. Evaluasi Standar
a. Kesiapan peserta mengikuti penyuluhan tentang penyakit CTS
b. Media dan alat dipahami.
c. Tempat sesuai dengan kegiatan.
2.

Evaluasi Proses
a. Kegiatan penyuluhan dilakukan sesuai dengan waktu yang
direncanakan.
b. Perawat dan peserta kooperatif dan aktif dalam mengikuti
penyuluhan

3. Evaluasi Akhir
a. Setelah mengikuti penyuluhan maka peserta akan dapat:
Menjelaskan kembali tentang defenisi CTS.
Menjelaskan kembali tentang penyebab CTS.
Menjelaskan kembali tentang gejala CTS.
Menjelaskan kembali tentang perawatan CTS.
Menjelaskan kembali tentang mencegah kambuhnya CTS.

CTS
(CARPAL TUNNEL SYNDROME)
A. DEFINISI
Carpal tunnel syndrome atau CTS (sindrom terowongan/lorong
karpal) adalah kondisi yang memengaruhi tangan dan jari hingga mengalami
sensasi rasa kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Gejala yang muncul ini biasanya
berkembang secara perlahan-lahan dan pada malam hari akan bertambah
parah. Bagian yang paling sering terpengaruh adalah jempol, jari tengah, dan
telunjuk.
Carpal tunnel atau lorong karpal adalah jalur pada pergelangan tangan
dimana terdapat saraf median dan sembilan tendon yang berguna dalam
pergerakan jari-jari tangan.
Ketika terjadi pembengkakan pada bagian saraf, tendon, atau bahkan
keduanya, saraf median akan tertekan dan mengakibatkan terjadi carpal
tunnel syndrome. Saat saraf median ini terhimpit atau terjepit, maka akan
menimbulkan mati rasa, sensasi kesemutan, dan terkadang muncul rasa sakit
pada bagian-bagian yang terpengaruh oleh saraf ini.
Fungsi dari saraf median adalah memberikan sensasi perasa atau
sentuhan pada telapak ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah dari jari

manis. Selain itu, saraf median juga memberikan tenaga pada otot tangan
untuk menjepit atau mencubit benda oleh ibu jari dan ujung jari-jari yang lain.
B.

ETIOLOGI
Carpal tunnel syndrome terjadi karena saraf median tertekan atau

terhimpit yang menyebabkan pembengkakan. Pada kebanyakan kasus CTS,


penyebab tertekannya saraf median ini masih belum diketahui. Tapi ada
beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita CTS.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena
carpal tunnel syndrome

Faktor keturunan keluarga yang menderita CTS.


Cedera pada pergelangan tangan.
Pekerjaan berat dan berulang-ulang dengan memakai tangan, seperti

mengetik tanpa henti, pengendara sepeda motor.


Berulang kali menekuk pergelangan tangan ke bawah.
Gerakan tangan yang dipaksakan.
Getaran pada tangan.
Kondisi medis lain, misalnya rheumatoid arthritis dan diabetes.
Beberapa orang lebih rentan untuk mendapatkan Carpal Tunnel

Syndrome karena pekerjaan mereka atau kegiatan rutin.


C. GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME
Gejala yang ditimbulkan oleh Carpal Tunnel Syndrome, yaitu :

Kesemutan.
Mati rasa
Kelemahan
Nyeri.
Kekakuan.
Penurunan kekuatan dan genggaman gejala ini, yang bisa sedang atau

berat, dapat membuat gerakan tangan sederhana menjadi sulit.


Hilangnya kekuatan untuk gerakan mencubit.

Atrofi Gejala ini ditandai dengan otot ibu jari menjadi lebih kecil dan
lebih lemah.
Gejala-gejala ini biasanya dirasakan di lengan, terutama antara tangan

dan siku, serta ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah dari jari manis.
Gejala juga bisa menjadi lebih buruk ketika Anda menggunakan tangan atau
pergelangan tangan seperti ketika mencengkeram benda.
Salah satu indikasi yang pasti adalah ketika Anda memiliki masalah
dengan jari lain yang Anda tidak merasakan di jari kelingking; hal ini karena
saraf yang berbeda mengontrol sensasi rasa pada jari kelingking. Ini mungkin
berarti bahwa hanya saraf median yang terkena, dan oleh karena itu,
menghilangkan penyebab lain pada gejala Anda.
Gejala ini biasanya menjadi lebih jelas pada malam hari, dan dapat
menghilang sementara ketika Anda menjabat tangan Anda.
D. PERAWATAN CARPAL TUNNEL SYNDROME
Gejala carpal tunnel syndrome ringan biasanya dapat Anda obati
sendiri. Semakin dini pengobatan maka kemungkinan untuk menghentikan
gejala dan mencegah kerusakan saraf jangka panjang juga semakin tinggi.
Beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu tangan
dan pergelangan tangan Anda menjadi lebih baik:

Hentikan kegiatan penyebab baal dan nyeri. Istirahatkan pergelangan

tangan Anda diantara setiap kegiatan.


Kompres dingin pergelangan tangan Anda selama 10 sampai 15 menit,
sebanyak 1 atau 2 kali dalam periode satu jam. Coba mengonsumsi obat
nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) untuk meredakan nyeri

dan mengurangi pembengkakan.


Gunakan belat pada pergelangan tangan di malam hari untuk menjaga agar
pergelangan Anda dalam posisi netral. Hal ini untuk menghilangkan

tekanan pada saraf median. Posisi netral pergelangan tangan yaitu ketika
tangan lurus atau hanya sedikit ditekuk. Contoh posisi netral yaitu
memegang segelas air .
Temui dokter Anda jika gejala-gejala carpal tunnel syndrome tidak
membaik setelah 1 sampai 2 minggu perawatan, atau jika gejalanya serius.
Obat mungkin diperlukan untuk mengobati carpal tunnel syndrome atau
masalah kesehatan lain yang menyebabkan sindrom ini.
E. MENCEGAH KAMBUHNYA CTS
Ada 3 macam test yang dapat dan biasa dilakukan pada rematoid
arthritis guna menegakkan diagnosa pasti yaitu:
Cara mencegah kambuhnya carpal tunnel syndrome adalah dengan
menjaga kesehatan, seperti:

Menjaga berat badan ideal.


Tidak merokok.
Berolahraga agar tetap kuat dan fleksibel.
Jika Anda mempunyai masalah kesehatan jangka panjang, seperti arthritis
atau diabetes, maka ikuti saran dokter agar kondisi Anda tetap terkendali.
Kesehatan tangan dan pergelangan tangan Anda juga dapat dijaga

dengan:

Menjaga pergelangan tangan dalam posisi netral.


Menggunakan seluruh tangan dan bukan hanya jari Anda ketika

memegang benda.
Ketika mengetik: jaga pergelangan tangan lurus dan tangan Anda sedikit
lebih tinggi dari pergelangan tangan. Lemaskan bahu Anda ketika lengan

berada di samping.
Jika memungkinkan, gunakan tangan secara bergantian ketika mengulangi
gerakan yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

Manjoer A, dkk, 1999, Kapita Selekta kedokteran Jilid 1 Edisi 3, Jakarta: Media
Aesculapius FK UI
Prince S.A., & Wilson L.M., 1995, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit Buku 2 Edisi 4, Jakarta: EGC
Smeltzer S.C., & Bare B.G., 2001, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner
& Suddarth Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGC