Anda di halaman 1dari 3

Manfaat-manfaat Kontrol

Kontrol dapat membantu manajer. Pendapat yang berkembang saat ini menyatakan
bahwa control haruslah menjadi sarana positif untuk membantu manajer mencapai tujuan dan
sasarn.
Filosofi manajemen modern memandang kontrol sebagai bantuan, bukan penyempitan
ruang gerak. Filosofi tersebut memandang kontrol sebagai sebuah sarana pengintregasikan
pribadi-pribadi dan tujuan perusahaan untuk membantu karyawan mencapai sasarannya. Filosofi
tersebut menyarankan agar orang-orang yang dikontrol juga membantu merencanakan kontrol.
Jadi kontrol dipandang sebagai alat ukur seseorang menentukan apakah standar telah dicapai,
apakah seseorang telah menyelesaikan pekerjaannya.
Dengan demikian kontrol menjadi sarana mengendalikan diri sendiri. Sarana kontrol
tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan diri. Juga dapat digunakan untuk mendorong
individu meningkatkan kinerja mereke, tidak hanya puas dengan pekerjaan yang telah dilakukan.
Dipandang dari sudut pandang sudut sempit pun, kontrol tetap bisa bermanfaat. Kontrol dapat
memusnahkan godaan untuk melakukan kecurangan. Contohnya, kita ketahui bahwa terdapat
tiga kondisi yang menyebkan karyawan melakukan penyelewengan dana: kebutuhan yang
berlebihan (dalam kenyataan atau dalam keinginan), adanya kesempatan, dan anggapan bahwa
penyelewengan adalah hal yang biasa. Manajemen tidak dapat berbuat banyak atas apa yang
dianggap kebutuhan yang memadai oleh karyawannya. Tetapi dengan kontrol yang memadai,
kesempatan atau godaan untuk melakukan penyelewengan bisa dikurangi atau dihilangkan. Hal
ini merupakan keniscayaan, sebelum karyawan berpikir untuk merusak sistem kontrol. Namun
jika aktiva dibiarkan tanpa pengawasan, karyawan dapat saja beralasan bahwa kondisinya
memang memungkinkan untuk melakukan penyelewengan terhadap aktiva.
Kontrol yang baik tidak hanya melindungi organisasi, tetapi juga karyawan. Manajemen
bertanggung jawab secara moral bahwa tidak ada celah untuk melakukan kecurangan.
Kebanyakan karyawan akan menghargai operasi yang dikendalikan dengan baik. Kelemahan
kontrol menimbulkan celah dan memudahkan karyawan untuk mengajukan alasan: karena
manajemen juga tidak memperhatikan, kenapa kita tidak melakukan kecurangan? Misalnya,

menumpukan tugas semua bagian operasi di tangan satu orang adalah berbahaya, tidak baik
untuk organisasi dan juga untuk masing-masing individu.
Manfaat kontrol lainya muncul dari teori agensi untuk manajemen. Manajer, sebagai agen
dari pemilik, bertanggung jawab kepada pemilik. Mereka harus membuktikan bahwa mereka
telah menggunakan sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka dengan sebaikbaiknya.
Dengan melaksanakan kontrol-melalui laporan dan verifikasi yang objektif oleh auditor,
pemilik bisa yakin bahwa tanggung jawab yang dibebankan kepada manajer telah dilaksanakan
dengan baik. Lebih lanjut, dengan menerapkan sistem kontrol yang tetap, manajer sebagai agen
dapat memberikan keyakinan yang memadai kepada pemilik mengenai pengelolaan perusahaan
yang telah dijalankan.

Sistem Kontrol
Elemen-elemen sistem kontrol
Sarana kontrol meliputi orang, peraturan, anggaran, jadwal, dan analisis komponenkomponen lainnya. Bila digabungkan, elemen-elemen ini membentuk sistem kontrol. Sistem
tersebut bisa memiliki subsistem-subsistem, dan bisa juga menjadi bagian dari sistem yang lebih
besar. Semua sistem ini beroperasi secara harmonis untuk memenuhi satu atau lebih tujuan
bersama. Sistem tersebut bisa berbentuk tertutup atau terbuka. Sebuah sistem tertutup (closed
system) tidak berinteraksi dengan lingkungan; sedangkan sistem terbuka (open system) memiliki
interaksi. Sistem tertutup jarang diterapkan, tetapi sejak komputer digunakan secara luas, sistem
ini jadi sering digunakan. Auditor internal akan berhubungan dengan kedua sistem meskipun
mereka tidak dapat mengabaikan dampak lingkungan pada sitem kontrol terbuka.
Sistem usaha, tentu saja, biasanya lebih kompeks, tetapi cara kerjanya tetap sama. Sistem
lingkaran tertutup yang lebih umum, seperti sistem pemesanan ulang persediaan, disebut sistem
umpan balik (feedback system). Seperti halnya yang berlaku pada termostat, keluaran (dalam hal
ini, lingkungan). Dibandingkan dengan suatu standar sehingga diperoleh respons yang tepat.

Semua sistem operasi memiliki bagian-bagian dasar yang terdiri dari masukan (input),
pemrosesan (processing) dan keluaran (output)
Masukan

Pemrosesan

Keluaran

Untuk mengendaliakn proses sehingga keluaran tetap memenuhi standar yang diinginkan, ada
dua elemen yang harus ditambahkan kontrol dan umpan balik:
Kontrol

Masukan
Keluaran

Pemprosesan

Umpan Balik