Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Disusun Oleh :
Kelompok 7
Lintang Widhiasty

( 121130304 )

Ragita Putri W.

( 121130252 )

Liza Monica P.

( 121130217 )

M. Hambudi Sulendra

( 121130309 )

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016

I. KONSEP DASAR PERANCANGAN PABRIK KIMIA


Pabrik adalah setiap tempat dimana faktor-faktor manusia, mesin dan peralatan,
material, energi, modal, informasi sumber daya alam dan lain lain dikelola secara bersama
dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk secara efektif, efisien dan
aman.
1.1 Produk Kimia ( Chemical Products )
Pada saat ingin merancang sebuah pabrik kimia, salah satu faktor penting dalam
perancangan adalah produk kimia. Kita mempertimbangkan desain proses untuk pembuatan
produk kimia tersebut dan pasar penjualan produk, dimana pertimbangan tersebut sangat
mempengaruhi prioritas dan tujuan dalam pembuatan pabrik kimia. Produk kimia dibagi
menjadi tiga :

Komoditas atau
Produksi Massal
( Commodity or Bulk
Chemical )
Produk khusus
atau fungsional
( Specialty or
Functional
Chemicals)

Dibeli berdasarkan
efek dan
fungsinya. Contoh :
Obat-obatan,
pestisida, zat
pewarna, parfum
dan perasa.

Prod
uk
Kimi
a

Diproduksi dlm skala besar ,


dibeli berdasarkan komposisi,
kemurnian, dan harga. Cth :
as. Sulfat , nitrogen, oxygen,
ethylene and chlorine.

Bahan Kimia
bernilai tinggi
(Fine
Chemicals )
Diproduksi dalam
skala besar, dibeli
berdasar
komposisi,
kemurnian, dan
harga. Cth :
dimethyl
formamide, n-

1.2 Penyusunan Masalah Perancangan ( Formulation of Design Problem )


Penyusunan masalah perancangan membutuhkan spesifikasi produk

( contoh :

spesifikasi kemurnian produk ) . Dari spesifikasi produk, akan dianalisa dan ditemukan
beberapa masalah, sebuah tim engineer akan memiliki beberapa pilihan yang menjadi

pertimbangan dalam perancangan . Pilihan-pilihan tersebut kemudian akan dikembangkan


dan disusun menjadi masalah perancangan yang spesifik. Sebuah tim engineer harus memiliki
pilihan yang spesifik yang akan dibandingkan berdasarkan asumsi-asumsi dasar seperti
misalnya harga bahan baku baru dan harga produk yang akan dijual. Dari perbandingan
pilihan-pilihan yang spesifik tersebut, maka tim akan dapat menentukan metode engineering
dan analisis ekonomi yang tepat untuk perancangan produk tersebut. Karena terdapat juga
ketidakpastian dari pertimbangan pilihan-pilihan tersebut, maka seringkali dalam merancang
alat proses, tim engineer akan mempertimbangkan faktor overdesigned, untuk menerapkan
faktor keamanan dalam perancangan. Apabila angka overdesigned yang dipilih terlalu kecil,
sebuah pabrik ada kemungkinan tidak dapat beroperasi, apabila angka overdesigned yang
dipilih terlalu besar maka biaya produksi pabrik akan menjadi sangat mahal, dan
kemungkinan sulit beroperasi serta kurang efisien.
II. PERANCANGAN STRUKTUR PROSES
2.1. Perancangan Proses Kimia dan Integrasi
Pada suatu proses kimia, perubahan bahan baku menjadi produk kimia yang
diinginkan tidak dapat dicapai hanya dalam satu step. Dibutuhkan beberapa tahap reaksi,
separasi, mixing, heating, cooling, perubahan tekanan, atau reduksi ukuran partikel. Apabila
salah satu tahap telah dipilih, maka akan terhubung dengan tahap-tahap yang lain untuk
menjadikannya dalam suatu proses yang menyeluruh. Sehingga akan dibentuk suatu
flowsheet yang akan merepresentasikan suatu proses secara menyeluruh.

Gambar 1. Perancangan proses dimulai dari sintesis perubahan bahan baku menjadi suatu
produk yang diinginkan.

Gambar 2. Simulasi memprediksikan bagaimana suatu proses akan bereaksi apabila telah
dihubungkan.
Apabila struktur flowsheet sudah ditentukan, sebuah simulasi proses dapat dijalankan.
Simulasi merupakan model matematis dari suatu proses yang meprediksikan bagaimana suatu
proses akan bereaksi apabila pabrik tersebut dijalankan. Dari simulasi proses kemudian dapat
ditentukan flowrate, komposisi, temperatur, dan tekanan operasi. Hal ini juga membantu
dalam penentuan ukuran alat, sebagai contoh seberapa banyak bahan baku yang diperlukan
atau berapa banyak energi yang dipakai. Banyak faktor dari perancangan yang kemudian
dapat dihitung. Faktor ekonomi bukan satu-satunya yang menjadi pertimbangan utama.
Ketika dasar-dasar perancangan sudah ditinjau, beberapa perubahan dapat dibentuk
untuk meningkatkan efisiensi, hal ini disebut sebagai optimasi proses. Perubahan tersebut
dapat saja mengembangkan sintesis dari beberapa struktur alternatif, yang disebut sebagai
optimasi struktur. Kemudian, suatu proses disimulasi lagi dan ditinjau kembali.
3. HIERARKI PROSES KIMIA DAN INTEGRASI

Gambar 3. Sebuah reaktor yang mengkonversi bahan baku menjadi produk dan
byproduct

Gambar 4. Untuk memisahkan produk yang diinginkan, dan me recycle feed yang tidak
bereaksi dibutuhkan suatu sistem separasi

Berdasarkan struktur proses seperti gambar diatas, suatu proses membutuhkan reaktor
untuk mengkonversi feed menjadi produk, sayangnya bisa juga tidak semua feed dapat
bereaksi, dan juga sebagian dari feed bereaksi menjadi byproduct ( produk samping ).
Sehingga sistem separasi dibutuhkan untuk memisahkan produk yang diinginkan sesuai
dengan tingkat kemurnian yang dibutuhkan. Gambar 4 menunjukkan kemungkinan sistem
separasi dari dua tingkat kolom distilasi. Feed yang tidak bereaksi di recycle dan produk
serta byproduct dipisahkan dari proses. Dari suatu reaksi dapat dikembangkan beberapa alur
proses dalam flowsheet dan dilihat kemungkinan kemungkinan yang lain serta ditinjau dan
dipilih alur proses yang memungkinkan dan paling efisien. Yang menjadi dasar dari
pembuatan alur proses adalah Onion Model.

Gambar 5. Onion Model

Onion Model merupakan suatu urutan proses dimana reaktor dibutuhkan sebelum masuk
ke sistem separasi dan recycle. Reaktor merupakan pusat proses kimia, karena didalam
reaktor akan terjadi reaksi yang dapat mengubah bahan baku menjadi produk yang

diinginkan.
Setelah reaktor dipilih, ada kemungkinan terdapat campuran dari feed yang tidak
terkonversi sempurna, produk, dan byproduct, yang perlu dipisahkan, sehingga diperlukan

sistem separasi dan sistem recycle


Sistem reaktor, separasi dan recycle kemudian akan dihubungkan melalu heat exchanger

network
Keperluan energi akan disediakan di sistem utilitas ( seperti steam, cooling water, dsb.)
4. CONTOH-CONTOH PROSES KIMIA

Pada proses pembuatan benzene dari toluen dan H2 adalah sebagai berikut :
Bahan baku dibeli toluen cair ( C6H5CH3 ) 98% dg impurities benzene 2%. Disimpan pada
suhu lingkungan & atmosferik. Gas H 2 terdiri dari H2 95% dan CH4 5%. Disimpan pada
tekanan 15 atm dan T lingkungan. Setelah kedua reaktan mengalami persiapan bahan baku
( fase, P, T ) kemudian masuk ke reaktor fase gas non katalis. Pada suhu 621 oC 670oC
tekanan 35 atm. Reaksi eksotermis. Campuran gas keluar reaktor didinginkan dan

diembunkan sebagian. Diinginkan produk benzen 99,5%, sisanya toluen 0.5% keluar pada
puncak menara distilasi 1. Ada hasil samping diphenyl yang keluar dari MC 2. Toluen
yang keluar sebagian di recycle, sebagian di purging.
Reaksi :

C6H5CH3 (g) + H2(g)


( Toluen )

2C6H6 (g)

621-670 oC

C6H6 (g) + CH4 (g)


(Benzene) (Metana)

35 atm

C12H10 (g) + H2 (g)


(diphenyl)

Optimasi Struktur Proses

DAFTAR PUSTAKA
Smith, Robin. 2005. Chemical Process Design and Integration. McGraw- Hill Book
Company, New York