Anda di halaman 1dari 4

PERSPEKTIF SOSIOLOGI DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Riset Naratif
Riset Naratif memiliki banyak bentuk, menggunakan beragam praktik analitis, dan
berakar pada beragam disiplin sosial dan humaniora.
Ciri Utama Riset Naratif:
1. Para peneliti naratif mengumpulkan cerita dari individu tentang pengalaman individual
yang dituturkan.
2. Cerita naratif menuturkan pengalaman individual, dan memperlihatkan identitas dari
individu dan bagaimana mereka melihat diri mereka.
3. Cerita naratif dikumpulkan melalui beragam bentuk data.
4. Cerita naratif sering kali didengar dan kemudian disusun oleh para peneliti menjadi suatu
kronologi meskipun tidak secara kronologis.
5. Cerita naratif dianalisis dalam beragam cara.
6. Cerita naratif sering kali mengandung titik balik yang diperlihatkan oleh peneliti dalam
penuturan cerita tersebut.
7. Cerita naratif berlangsung di tempat/ situasi yang spesifik.
Tipe Narasi:
1. Studi biografi: penelitiannya dilakukan dengan menulis dan merekam pengalaman dari
kehidupan orang lain.
2. Auto-etnografi: ditulis dan direkam oleh individu yang menjadi subjek penelitian
tersebut.
3. Sejarah kehidupan: menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh.
4. Sejarah tutur: pengumpulan refleksi pribadi tentang peristiwa terhadap satu atau
beberapa individu.
Prosedur dalam Pelaksanaan Riset Naratif:
1. Menentukan apakah problem / pertanyaaan risetnya sudah cocok untuk riset naratif.
2. Memilih satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalam hidup.
3. Mempertimbangkan bagaimana pengumpulan data dan perekamannya dapat dilakukan
dalam beragam cara.
4. Mengumpulkan informasi tentang konteks dari cerita.
5. Menganalisis cerita dari partisipan.
6. Berkolaborasi dengan para partisipan dengan secara aktif melibatkan mereka dalam riset
tersebut.
Riset Fenomenologis
Riset tersebut mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap
berbagai pengalam hidup mereka terkait dengan fenomena.
Ciri Utama Fenomenologis:
1. Penekanan pada fenomena yang hendak dieksplorasi berdasarkan sudut pandang.
2. Eksplorasi fenomena pada kelompok individu yang semuanya telah mengalami
fenomena tersebut.
3. Pembahasan filosofis tentang ide dasar yang dilibatkan dalam studi fenomenologi.

4. Pada sebagian bentuk fenomenologi, peneliti mengurung dirinya di luar dari sudut
tersebut dengan membahas pengalaman pribadinya dengan fenomena.
5. Prosedur pengumpulan data yang secara khas melibatkan wawancara terhadap individu
yang telah mengalami fenomena tersebut.
6. Analisis data yang dapat mengikuti prosdur sistematis yang bergerak dari satuan analisis
yang sempit.
7. Fenomenologi diakhiri dengan bagian deskriptif yang membahas esensi dari pengalaman
yang dialami individu tersebut.
Tipe Fenomenologi:
1. Fenomenologi hermeneutik
2. FenomenologoEmpiris
3. Fenomenologi Transendental atau psikologis
Prosedur bagi Pelaksanaan Riset Fenomenologis
1. Peneliti menentukan apakah problem risetnya paling baik dipelajari dengan
menggunakan pendekatan fenomenologis.
2. Fenomena yang menarik untuk dipelajari.
3. Peneliti mengenali dan menentukan asumsi filosofis yang luas dari fenomenologi.
4. Data dikumpulkan dari individu yang telah mengalami fenomena tersebut.
5. Para partisipan diberi dua pertanyaan umum. Apakah yang telah anda alami terkait
dengan fenomena tersebut? Kedua diarahkan pada deskripsi tekstual dan struktural.
6. Langkah analisis data fenomenologis secara umum sama untuk semua fenomenolog
psikologis yang membahas metode.
7. Pertanyaan penting dan tema kemudian digunakan untuk menulis deskripsi tentang apa
yang dialami oleh para partisipan.
Riset Grounded Theory
Riset grounded theory bertujuan untuk bergerak ke luar dari deskripsi dan untuk
memunculkan atau menemukan teori.
Ciri Utama dari Grounden Theory:
1. Peneliti memfokuskan pada proses atau aksi yang memiliki tahapan atau fase khas yang
terjadi sepanjang waktu.
2. Peneliti kemudian berusaha untuk mengembangkan teori tentang proses atau aksi ini.
3. Memoing menjadi bagian dari pengembangan teori ketika peneliti menuliskan ide
berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
4. Bentuk data berupa wawancara yang penelitinya secara konstan membandingkan data
yang dikumpulkan dari para partisipan dengan ide tentang teori baru.
5. Analisis data dapat distrukturkan dan mengikuti pola pengembangan kategor terbuka.
Tipe Grounded Theory
1. Kondisi kausal
2. Kondisi pengganggu
3. Konsekuensi
Prosedur untuk Pelaksanaan Riset Grounded Theory
1. Peneliti perlu memulai dengan menentukan apakah grounded theory paling cocok untuk
problem risetnya.

2. Pertanyaan riset yang diajukan oleh penelitikepada partisipan akan diarahkan bagaiman
individu mengalami proses tersebut dan mengidentifikasi tahap dalam proses tersebut.
3. Pertanyaan dilakukan dengan wawancara
4. Analisi dta berlangsung secara bertahap.
5. Dalam coding aksial, peneliti menyusun data dalam cara baru setelah coding terbuka.
6. Dala coding selektif, peneliti dapat menulis alur cerita yang menghubungkan beberapa
kategori.
7. Hasil dari proses pengumpulan data dan analisis data ini adalah suatu teori.
Riset Etnografis
Riset etnografis adalah suatu desain kualitatif yang penelitinya mendeskripsikan dan
menafsirkan pola yang sama dari nilai, perilaku, keyakinan, bahasa, dan suatu kelompok
berkebudayaan sama.
Ciri Utama Etnografi:
1. Etnografi berfokus pada pengembangan deskripsi yang kompleks dan lengkap tentang
kebudayaan dari kelompok yang berkebudayaan sama.
2. Peneliti mencari berbagai pola dari aktivitas mental kelompok tersebut, misalnya ide dan
keyakinan.
3. Kelompok yang berkebudayaan sama tersebut telah lengkap dan berinteraksi dalam
waktu yang cukup lama hingga dapat membangun pola kerja yang jelas.
4. Teori memainkan peran penting dalam memfokuskan perhatian peneliti ketika
melaksanakan etnografi.
5. Untuk dapat menggunakan teori tersebut dan untuk menemukan pola dari kelompok
kebudayaan sama peneliti harus terjun ke lapangan.
6. Dalam menganalisis data, peneliti bersandar pada pandangan dari para partisipan sebagai
perspektif enis insider.
7. Analisis ini menghasilkan pemahaman tentang bagaimana kelompok berkebudayaan
sama berjalan.
Tipe Etnografi:
Dua bentuk etnografi yang populer yaitu etnografi realis yaitu pendekatan tradisional
yang digunakan para antropolog kebudayaan dan etnografi kritis yaitu satu jenis riset
etnografis dimana para penulis memperjuangkan emansipasi bagi kelompok masyarakat yang
terpinggirkan. Selain itu terdapat Etnografi pengakuan, Riwayat Hidup, Auto-etnografi,
Etnografi feminis, Novel etnografis, Etnografi visual.
Prosedur Pelaksanaan Etnografi:
1. Menentukan apakah etnografi merupakan desain yang paling digunakan untik
mempelajari permasalahan riset yang dimaksud.
2. Mengidentifikasi dan menentukan suatu kelompok berkebudayaan sama yang hendak
dipelajari.
3. Menyeleksi berbagai tema, permasalahan atau teori kebudayaan yang akan dipelajari.
4. Untuk mempelajari konsep kebudayaan harus ditentukan tipe etnografi yang akan
digunakan.
5. Mengumpulkan informasi dalam konteks atau lingkungan dimana kelompok tersebut
hidup.
6. Dari sumber data yang terkumpul, etnografer menganalisis data tersebut untuk menyusun
suatu deskripsi tentang kelompok berkebudayaan sama dan penafsiran keseluruhan.

Riset Studi Kasus


Riset studi kasus mencakup studi tentang suatu kasus dalam kehidupan nyata
melainkan pilihan tentang sesuatu yang hendak dipelajari yaitu kasus yang terbatas dibatasi
oleh waktu dan tempat.
Ciri Khas Studi Kasus:
1. Riset studi kasus dimulai dengan mengidentifikasi satu kasus yang spesifik.
2. Tujuan dari pelaksanaan studi kasus tersebut juga penting
3. Ciri utama dari studi kasus kualitatif yang baik adalah studi kasus memperlihatkan
pemahaman mendalam tentang kasus tersebut.
4. Pendekatan untuk analisis data dalam studi kasus akan berbeda-beda.
5. Agar analisisnya dapat dipahami dengan baik riset studi kasus yang baik juga melibatkan
deskripsi tentang kasus tersebut.
6. Studi kasus sering diakhiri dengan kesimpulan yang dibentuk oleh peneliti tentang
makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus tersebut.
Tipe Studi Kasus:
1. Studi kasus instrumental tunggal fokus pada isu atau persoalan
2. Studi kasus kolektif atau majemuk
3. Studi kasus instrinsik
Prosedur Pelaksanaan Studi Kasus
1. Peneliti menentukan terlebih dahulu apakah pendekatan studi kasus sudah tepat untuk
mempelajari risetnya.
2. Peneliti perlu mengidentifikasi kasus mereka.
3. Pengumpulan data pada riset studi kasus biasanya meluas mengambil beragam sumber
informasi.
4. Tipe analisis data ini dapat berupa analisis holistik dan keseluruhn kasus atau analisis
melekat dari salah satu aspek dari kasus tersebut.Pada tahap penafsiran terakhir peneliti
melaporkan makna dari kasus tersebut.