Anda di halaman 1dari 13

BUKU SAKU:

RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI DAN HARMONISASI


RENCANA KEGIATAN PER BIDANG DAK FISIK TINGKAT PROVINSI

Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan

DAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.

PENDAHULUAN
KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 2017
MEKANISME PENGALOKASIAN DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 2017
RENCANA RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI DAN HARMONISASI
RENCANA KEGIATAN PER BIDANG DAK FISIK TINGKAT PROVINSI
5. DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN
6. PETUNJUK PENGISIAN KERTAS KERJA DAK FISIK
7. PENUTUP

1. PENDAHULUAN
Dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Pusat secara terus menerus melakukan perbaikan Kebijakan Transfer Ke Daerah dan
Dana Desa dalam rangka mendukung implementasi Nawacita, yaitu cita ketiga membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat pembangunan daerah dan desa dalam kerangka NKRI, dan memperkuat ciri Indonesia sebagai negara yang telah
melaksanakan desentralisasi fiskal.
Khusus terkait kebijakan alokasi DAK Fisik, Pemerintah Pusat mencoba melakukan beberapa terobosan dan perbaikan kebijakan
sebagai upaya untuk mempercepat peningkatan pelayanan dasar publik dan mendukung pencapaian prioritas nasional, melalui:
1) Mengubah pengalokasian DAK dari Formula Based menjadi Proposal Based;
2) Afirmasi kepada daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan dan transmigrasi.
3) Menghilangkan kewajiban Dana Pendamping, agar tidak membebani daerah;
4) Mempercepat penetapan juknis DAK, penetapan juknis dengan Perpres, dan berlaku 3 tahun untuk memberi kepastian bagi
daerah;
5) Memperbaiki Penyaluran DAK, yaitu secara triwulan per bidang dan berbasis kinerja penyerapan (performance based);
6) Mempertajam bidang dan menu kegiatan;
7) Menyempurnakan proses pengalokasian DAK berdasarkan proposal based (proses penilaian, sinkronisasi dan harmonisasi
kegiatan antarbidang, antardaerah, antara DAK dan non DAK, dan penetapan alokasi dilengkapi dengan penetapan rincian
kegiatan);
8) Menetapkan alokasi DAK Fisik melalui Perpres, meliputi: alokasi per jenis per bidang per daerah; dan rincian kegiatan per
bidang per daerah.

2. KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 2017


A. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan dana yang bersumber dari Pendapatan APBN, yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk
membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
B. Pengalokasian DAK Fisik bertujuan untuk:
a) Membantu daerah tertentu;
b) Mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat; dan
c) Mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional.
1. Untuk TA 2017, DAK Fisik terdiri dari: DAK Reguler, terdiri dari 7 bidang DAK, yaitu: Pendidikan; Kesehatan; Perumahan dan Permukiman;
Pertanian; Kelautan dan Perikanan; Sentra Industri Kecil dan Menengah; dan Pariwisata.
2. DAK Penugasan, terdiri dari 8 Bidang DAK, yaitu: Pendidikan SMK; Kesehatan (Rumah Sakit dan Rujukan); Air Minum; Sanitasi; Jalan; Pasar;
Irigasi; dan Energi Skala Kecil.
3. DAK Afirmasi, terdiri dari 3 Bidang, yaitu: Perumahan dan Permukiman; Transportasi (Transportasi Desa, Dermaga Kecil, dan Tambatan
Perahu), dan Kesehatan (Puskesmas).
C.

Pokok-pokok kebijakan DAK Fisik tahun 2017 adalah:


Mempertajam menu kegiatan pada masing-masing bidang/sub bidang untuk mendukung pencapaian prioritas dan sasaran nasional, yang
meliputi dimensi pembangunan manusia, dimensi pembangunan sektor unggulan, dimensi pemerataan dan kewilayahan.
Mengalokasikan DAK Fisik berdasarkan usulan daerah (proposal based) dan prioritas nasional dengan memperhatikan perubahan
kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi.
Memberikan afirmasi untuk daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan transmigrasi.
Melakukan sinkronisasi pengalokasian: (a) antarbidang/subbidang DAK, (b) antara alokasi DAK untuk masing-masing kabupaten/kota dan
antara kabupaten/kota dengan provinsi, dan (c) antara kegiatan yang didanai DAK dengan yang didanai dari dana selain DAK, dengan
mengoptimalkan peran Provinsi dalam pelaksanaan sinkronisasi tersebut.
Memberikan diskresi kepada daerah untuk menggunakan maksimal 5% dari pagu DAK Fisik untuk kegiatan penunjang yang bersifat nonfisik.
Menghilangkan kewajiban Daerah untuk menyediakan dana pendamping.
Memperkuat dasar hukum dan mempercepat penetapan petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan DAK.
Memperbaiki mekanisme penyaluran DAK Fisik berbasis kinerja penyerapan

3. MEKANISME PENGALOKASIAN DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 2017


1

PENETAPAN
BIDANG/SUBBIDANG/
MENU KEGIATAN DAN
FORMAT/TEMPLATE
USULAN DAK

MEI-JUNI

MEI

PENENTUAN PAGU PER


BIDANG/
SUBBIDANG/SUBJENIS
BERDASARKAN KEBUTUHAN
DAERAH DAN KETERSEDIAAN
PAGU DAK DALAM RAPBN

PENGHITUNGAN
ALOKASI SEMENTARA
DAK PER
BIDANG/SUBBIDANG/
SUBJENIS PER DAERAH
AGUSTUS-SEPTEMBER

VERIFIKASI, PENILAIAN,
DAN PEMBAHASAN HASIL
PENILAIAN USULAN DAK
OLEH K/L, BAPPENAS, DAN
KEMENKEU

SINKRONISASI &
HARMONISASI DAK ANTAR
BIDANG DAN ANTAR
DAERAH

AGUSTUS-SEPTEMBER

PENYUSUNAN DAN
PENYAMPAIAN USULAN
DAK OLEH DAERAH

MENU KEGIATAN DAN


FORMAT/TEMPLATE USULAN
DAK)

APRIL

PEMBERITAHUAN KEPADA
PEMDA (BIDANG/SUBBIDANG/

JULI-AGUSTUS

SEPTEMBER

9
PERTIMBANGAN
DPD ATAS ARAH
KEBIJAKAN DAK
SEPTEMBER

PEMBAHASAN RUU
APBN (PANJA
TRANSFER KE
DAERAH DAN DANA
DESA)
OKTOBER

10
PENETAPAN ALOKASI
DAK PER DAERAH
OKTOBER

PEMBAHASAN HASIL PENILAIAN USULAN DAK


Penghitungan Dummy alokasi
DAK/bidang/daerah
Penghitungan pagu DAK per jenis dan per
bidang utk RAPBN dan NK
Penyiapan Juknis DAK

KEMENTERIAN/LEMBAGA
DAFTAR KEGIATAN YANG LAYAK- TEKNIS:
1. Nama Kegiatan
2. Target Output kegiatan
3. Satuan Biaya
4. Lokasi kegiatan

BAPPENAS
DAFTAR KEGIATAN YANG LAYAKPRIORITAS NASIONAL:
1. Nama Kegiatan
2. Target Output kegiatan
3. Lokasi kegiatan

KEMENKEU
DAFTAR KEGIATAN YANG LAYAK- SATUAN
BIAYA & PENYERAPAN:
1. Nama Kegiatan
2. Target Output kegiatan
3. Satuan Biaya

TRILATERAL
MEETING
PEMBAHASAN
HASIL
PENILAIAN
DAK DI PUSAT

1. DAFTAR KEGIATAN YANG LAYAK:


Nama Kegiatan
Target Output kegiatan
Satuan Biaya
Lokasi kegiatan
2. DAFTAR KEGIATAN PER BIDANG YANG
PERLU DISINKRONISASIKAN :
Antarbidang
Antar daerah
Antar DAK dengan rencana kegiatan
vertikal dan TP K/L di daerah

RAKOR SINKRONISASI DAN HARMONISASI


KEGIATAN DAK DI DAERAH (PER PROVINSI)

4. RAPAT KOORDINASI SINKRONISASI DAN HARMONISASI


RENCANA KEGIATAN PER BIDANG DAK FISIK TINGKAT PROVINSI
TUJUAN:
1. Menyampaikan hasil penilaian usulan kegiatan per bidang bidang per daerah.
2. Melakukan sinkronisasi dan harmonisasi kegiatan antarbidang DAK, kegiatan DAK antardaerah, dan kegiatan yang didanai dari DAK dengan
yang didanai dari nonDAK.
3. Memastikan kesiapan daerah untuk melaksanakan kegiatan DAK.
MEKANISME :
1. Kementerian/Lembaga, Bappenas, dan Kemenkeu (Tim Pusat) memberitahukan hasil penilaian atas usulan kegiatan masing-masing bidang
DAK dari daerah.
2. Tim Pusat bersama dengan SKPD, Bappeda dan DPKAD membahas kegiatan per bidang DAK per daerah, untuk mensinkronisasikan dan
mengharmonisasikan:
kegiatan dalam satu bidang DAK;
kegiatan pada satu bidang DAK dengan bidang DAK lain yang terkait;
kegiatan bidang DAK pada satu daerah dengan daerah yang lainnya yang terkait;
kegiatan yang akan didanai dari DAK dengan yang akan didanai dari nonDAK.
3. Hasil sinkronisasi/harmonisasi kegiatan per bidang DAK per daerah dikonsolidasikan per provinsi
OUTPUT :
1. Hasil sinkronisasi/harmonisasi kegiatan per bidang DAK dituangkan dalam risalah hasil pembahasan,
2. Kegiatan yang telah dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi dirinci menurut:
nama kegiatan,
target output,
satuan biaya, dan
lokasi kegiatan.
3. Hasil sinkronisasi dan harmonisasi kegiatan per bidang DAK per daerah digunakan sebagai dasar :
perhitungan alokasi DAK per daerah sesuai dengan ketersedian pagu APBN; dan
Penyusunan Juknis DAK per bidang.

RUN-DOWN ACARA RAKOR DAK FISIK


HARI PERTAMA
JAM

HARI KEDUA
KEGIATAN

KETERANGAN

07.30 08.00

Pendaftaran peserta

08.00 10.00

Pembukaan (Pleno):
1. Sambutan Gubernur / Setda
(selaku Tuan Rumah)
2. Sambutan Direktur Jenderal
Perimbangan Keuangan /
atau Pejabat Eselon II DJPK
3. Sambutan Anggota DPD

1.

10.00 10.15

Coffee break

Snack

10.15 12.00

Desk per Daerah dan per


Bidang

Per Daerah 45 menit


diakhiri dengan
Penandatanganan Berita
Acara

12.00 13.00

ISHOMA

13.00 18.00

Desk per Daerah dan per


Bidang

18.00 19.00

ISHOMA

19.00 21.00

Desk per Daerah dan per


Bidang

2.
3.

Direktur Jenderal
Perimbangan
Keuangan
Anggota DPD
Gubernur/Sekda

JAM

KEGIATAN

07.30 08.00

Pendaftaran peserta

08.00 10.00

Desk per Daerah dan per Bidang

Lanjutan per
Daerah

10.00 10.15

Coffee break

Snack

10.15 12.00

Desk per Daerah dan per Bidang

Lanjutan per
Daerah

12.00 13.00

ISHOMA

13.00 15.00

Desk per Daerah dan per Bidang

Lanjutan per
Daerah

15.00 18.00

PLENO: Rekapitulasi dan


Rekonsiliasi hasil sinkronisasi
dan harmonisasi antar Daerah

Rekonsiliasi antara
Kemenkeu,
Bappenas, K/L dan
BAPPEDA Provinsi
diakhiri dengan
penandatanganan
Berita Acara

18.00 19.00

ISHOMA

19.00 21.00

PLENO

21.00 21.15

Penutupan

Lanjutan per Daerah

Lanjutan per Daerah

KETERANGAN

Lanjutan

5. DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN


NO

PERTANYAAN

JAWABAN
Pengisian/update Kertas Kerja DAK Fisik per Daerah (Format disediakan oleh DJPK)
Hasil sinkronisasi/harmonisasi kegiatan per bidang DAK dituangkan dalam risalah hasil
pembahasan
Kegiatan yang telah dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi dirinci menurut:
a. nama kegiatan,
b. target output,
c. satuan biaya, dan
d. lokasi kegiatan.
Hasil sinkronisasi dan harmonisasi kegiatan per bidang DAK per daerah digunakan sebagai
dasar :
a. perhitungan alokasi DAK per daerah sesuai dengan ketersedian pagu APBN; dan
b. Penyusunan Juknis DAK per bidang.

OUTPUT KEGIATAN RAKOR?

PESERTA RAKOR DARI PEMERINTAH


PUSAT?

Kemenkeu, Bappenas, K/L teknis yang menangani DAK Fisik sesuai bidang/subbidang

PESERTA RAKOR DARI PEMDA?

Bappeda, BPKAD, dan SKPD yang mengusulkan DAK Fisik TA 2017 (Kabupaten, kota, dan provinsi)

DOKUMEN APA YANG HARUS


DISIAPKAN PEMDA?

Dokumen proposal DAK Fisik 2017 (yang telah dikoordinasikan dengan Bappeda terkait
prioritas daerah dan keterkaitan dengan bidang lainnya di masing-masing daerah)
Data lokasi kegiatan (alamat/kecamatan/ruas) yang diusulkan akan didanai DAK Fisik 2017
Dokumen satuan biaya per kegiatan yang diusulkan (peraturan kepala daerah)

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN (2)


NO

PERTANYAAN

JIKA PEMDA ATAU SKPD


BERHALANGAN HADIR?

JAWABAN

JIKA K/L TEKNIS ATAU


BAPPENAS BERHALANGAN
HADIR?

MEKANISME
PEMBAHASAN?

Seluruh Pemda dan SKPD diharapkan hadir saat Rakor tepat waktu karena akan menentukan penghitungan
alokasi DAK Fisik TA 2017
Pemda dan SKPD teknis segera berkoordinasi (sebelum pelaksanaan Rakor) dengan Kementerian Keuangan
cq. DJPK dan Kementerian/Lembaga Teknis jika berhalangan karena alasan penting
Ketidakhadiran Pemda/SKPD dan ketidaklengkapan data menjadi catatan bagi Pemerintah Pusat dalam
pengalokasian DAK Fisik 2017.
SKPD teknis (jika berhalangan) dapat diwakili oleh Bappeda dengan menjamin ketersediaan data dan
memahami teknis yang dibahas.
Kementerian/Lembaga Teknis dan Bappenas diharapkan hadir saat Rakor karena sangat terkait dengan penetapan
alokasi DAK Fisik TA 2017
Jika berhalangan akibat alasan penting, K/L teknis dapat diwakili oleh Bappenas yang menangani bidang/subbidang
terkait
Jika wakil K/L dan Bappenas terbatas jumlahnya, maka akan disiapkan ruangan khusus saat Rakor sehingga K/L atau
Bappenas dapat secara khusus membahas bidang/subbidang DAK Fisik yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil
pembahasan akan ditindaklanjuti dalam Rapat Pleno dalam rangka sinkronisasi antar bidang dan antar daerah.
Seluruh pemda (dan SKPD) mengikuti Acara Pembukaan (Sambutan DPD dan Kementerian Keuangan)
Panitia mengumumkan jadwal pembahasan (per desk)
Pemda (dan seluruh SKPD) memasuki ruangan pembahasan sesuai urutan yang telah diatur panitia
Saat pembahasan, masing-masing SKPD menempati meja sesuai bidang/subbidangnya
Waktu pembahasan adalah 45 menit untuk masing-masing meja
Hasil pembahasan masing-masing meja akan direkap oleh panitia untuk kemudian dibahas dalam Rapat Pleno Daerah
(oleh Bappenas, DJPK, Bappeda provinsi, dan Bappeda kab/kota terkait) untuk finalisasi prioritas daerah dan
keterkaitan antar bidang di masing-masing daerah
Hasil Rapat Pleno Daerah akan dibahas kembali dalam Rapat Pleno Antar Daerah (Pleno Besar) untuk menilai
keterkaitan kegiatan antar daerah.

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN (3)


NO

PERTANYAAN

JAWABAN

APAKAH MEMBAHAS PAGU PER


DAERAH?

Rakor tidak membahas nilai (Rupiah) alokasi per daerah, namun hanya fokus kepada: penajaman
prioritas kegiatan di daerah, melengkapi data satuan biaya (jika belum ada), melengkapi data lokasi
kegiatan yang menjadi prioritas dan telah dinilai layak, keterkaitan antar bidang dan antar daerah,
serta kesiapan daerah untuk melaksanakan kegiatan (readiness criteria).

BAGAIMANA MENJAGA ASPEK


GOVERNANCE DARI KEGIATAN INI?

10

APA TINDAK LANJUT DARI KEGIATAN


RAKOR INI?

Mekanisme penilaian usulan daerah dilakukan secara bersama-sama antara Kementerian


Keuangan, Bappenas dan Kementerian/Lembaga
Kementerian Keuangan juga mengundang perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP), dan Kantor Staf Presiden untuk dapat terlibat dan bersama-sama mengawal aspek
governance dari kegiatan Rakor di seluruh provinsi.
Rakor Sinkronisai dan Harmonisasi Kegiatan DAK Fisik di Provinsi akan dilaksanakan di 21 lokasi
dari tanggal 5 September s/d 30 September 2016.
Setelah seluruh kegiatan selesai, Kementerian Keuangan bersama-sama Bappenas dan
Kementerian/Lembaga akan melakukan rekapitulasi data hasil Rakor dan kemudian melakukan
penghitungan alokasi DAK Fisik per daerah (merinci volume kegiatan, standar biaya, dan lokasi
kegiatan)
Hasil perhitungan kemudian akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dalam Panja
Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

6. Petunjuk Pengisian Kertas Kerja

1. Buka File Kertas Kerja DAK


Nasional.xls (sesuai Bidang);

2. Pilih daerah pada cell D5


sesuai dengan
Provinsi/Kabupaten/Kota;

3. Input kolom Volume


Kegiatan pada kolom F dan
Lokasi Kegiatan pada kolom G;

4. Masukkan Catatan Hasil


Sinkronisasi kegiatan antar
bidang di daerah pada Kolom
C150 dan Catatan Hasil
Sinkronisasi kegiatan antar
daerah pada Kolom C158;

5. Masukkan nama-nama
pihak yang melakukan
pembahasan pada Baris 167
dan seterusnya (nama, nip,
jabatan);

6. Simpan file dengan format


penamaan daerah_bidang
(contoh Kota
Sorong_Pendidikan.xls).

7. Cetak kertas kerja untuk


ditandatangani masing-masing
pihak yang melakukan
pembahasan;

8. Serahkan softcopy dan


hardcopy kertas kerja yang
telah ditandatangani ke
Petugas.

TERIMA KASIH