Anda di halaman 1dari 22

PSIKOTERAPI

Psikoterapi adalah interaksi antara 2


pihak atau lebih. Pihal I sebagai
penolong dan yang lain sebagai yang
ditolong. Interaksi ini menuju suatu
perubahan/penyembuhan.
Perubahan
yang dimaksud adalah perubahan pola
pikir, rasa dan perilaku yang ditimbulakn
akibat tindakan profesional dengan latar
belakang ilmu pengetahuan dan tehniktehnik penyembuhan.
Psikoterapi adalah proses pembelajaran
dan perubahan.
Pembelajaran adalah
- sesuatu yang baru,
- sesuatu yang dulu pernah ada
kemudian di re-learning,
- sesuatu yang terlupakan,
1

- mencoba cara yang pernah dilakukan


orang lain
Perubahan adalah
- kognisi: dialami dan diberitahu
(simbul). Untuk mencapai insight
diperlukan
universalitas
dan
modelling
- afeksi: Acceptance, Altruism dan
transference
- behavior: role playing, games,
interaksi,modelling

Pandangan tentang manusia sebagai


paham dasar pada psikoterapi
1. Psikoanalisis: homo volens yaitu
manusia dipandang sebagai manusia
yang memiliki berbagai dorongan dan
keinginan

2. Behavioristik: homo mechanicus


yaitu manusia sebagai sesuatu yang
dapat diubah seperti mesin
3. Eksistensi-humanistis:
homo
ludens yaitu manusia sebagai pelaku
yang aktif
4. Kognitif: homo sapiens yaitu
manusia sebagai mahluk berpikir

Tujuan Psikoterapi
Menurut Watkins dibagi menjadi 4 yaitu:
1. adalah suatu pembebasan klien
dari masalah yang menimbulkan
gejala kekecewaan dan konflik.
Kekecewaan dan konflik ini dapat
dilihat dari penggalian kehidupan
bawah sadar dengan demikian dapat
memahami keadaan seseorang yang
sebenarnya termasuk hal yang
3

negatif, kegagalan yang ditutupi dan


direpres serta masalah traumatis. Jadi
mempelajari
kesadaran
dan
ketidaksadaran seseorang
2. Membentuk
perasaan
yang
adekuat pada diri sendiri. Dengan
tujuan mempercepat pertumbuhan
manusia sebagai pribadi. Prosesnya
adalah dengan memberi jalan
terhadap potensi yang dimiliki
seseorang dalam menemukan sendiri
arahnya yang ideal
3. Peningkatan hubungan antar
pribadi meliputi kemampuan untuk
memberi dan menerima kasih sayang
4. Mencapai penyesuaian dengan
masyarakat dan budaya dengan cara
mengubah perilaku gagal menjadi
perilaku yang konstruktif

Tujuan yang lain:


- untuk menghilangkan kesalahan
dalam belajar dengan mengganti
perilaku yang tidak sesuai ke perilaku
yang sesuai
- untuk menghilangkan cara pandang
yang salah. Menjadikan pemikiran
lebih rasional dan toleran
- lebih menyadari kehidupannya dan
bertanggung
jawab
terhadap
kehidupan tersebut
- mengubah proses somatik
Tahapan terapi
1.
2.
3.
4.

Wawancara awal
proses terapi
tahapan evaluasi
mengakhiri terapi

Intervensi dasar
1.
2.
3.
4.
5.

bertanya
penjelasan
eksklamasi
konfrontasi
interpretasi

Ketrampilan terapis
1. Ketrampilan dalam berkomunikasi
a. Verbal
b. non verbal
- non verbal dalam menggunakan
waktu
- non verbal dalam menggunakan
tubuh
6

- non verbal melalui suara


- non verbal melalui lingkungan
2. Hubungan yang bersifat afektif
3. Sifat hubungan intens
4. Pertemuan bersifat pribadi
5. Bersifat memberikan dukungan
Fungsi dan peran terapis
1. Tergantung pada pendekatan yang
hendak
digunakan
dalam
menyelesaikan masalah
a. sebagai teman
b. sebagai ahli
c. sebagai pemberi saran
d. sebagai penolong
e. sebagai penjelas
f. sebagai pemberi informasi
g. sebagai penantang
h. sebagai penyedia alternatif
i. sebagai guru
2. Fungsi sentral:
7

a. membantu klien menyadari


kekuatan mereka sendiri,
b. menemukan hal-hal yang
merintangi dalam menggunakan
kekuatan
tersebut
dan
menjelaskan menjadi pribadi
macam apa yang diinginkan,
c. memberikan umpan balik yang
jujur dan langsung kepada klien
3. Peran tergantung pada tehnik
yang dipakai, karakteristik pribadi
terapis, taraf latihan, ragam klien
yang dilayani dan setting
Masalah yang terkait dengan fungsi dan
peran
1. Tingkat pelaksanaan kendali di
luar pertemuan terapi
2. Keadaan
terapis
selama
pertemuan
3. pembagian tugas
8

4. usaha klien dalam memanipulasi


suasana terapi
5. keefektifan terapis
Hubungan Terapiutik
1. Psikoanalitik
:
terapis
menempatkan diri sebagai seorang
yang anomin. Klien mengembangkan
proyeksi terhadap terapis
2. Eksistensi-humanistik:
terapis
menangkap secara akurat adadalam- dunia klien
3. CCT: hubungan klien dan terapis
merupakan hubungan yang sangat
penting
4. Gestalt: terapis tidak membuat
penafsiran tetapi membantu klien
membuat
penafsiran-penafsiran
sendiri
5. Analisis transaksional: hubungan
terapis dan klien adalah sederajat
9

6. Behaviour: terapis bersifat aktif,


direktif dan berfungsi sebagai guru
7. RET: terapis sebagai guru dan
klien sebagi murid
8. Realitas: Terapis terlibat dengan
klien dan mendorong klien untuk
menghadapi kenyataan
Terapis sebagai pribadi
1. Kepribadian dan tingkah laku
terapis
2. Sebaiknya
mengalami
atau
memiliki pengalaman sebagai klien
Hambatan pada terapis pemula
1. kecemasan
2. tidak harus sempuena
3. diam
4. menangani klien penuntut
5. menangani klien yang
berkomitmen

tidak

10

6.
7.
8.

hubungan sosial dengan para klien


mengharapkan hasil seketika
menjadi diri sendiri
Terapi Psikoanalisis

Konsep dasar
a. Struktur kepribadian
- Id adalah sistem kepribadian yang
orisinil. Ketika manusia lahir
kepribadian hanya berisikan id. Id
bersifat buta, penuntut, mendesak,
homeostatik, tidak logis, di dorong
oleh keinginan dan tidak disadari
- Ego merupakan jembatan antara id
dan superego. Merupakan tempak
kontak dengan realita, pengendali
realistis, tempat intelegensi dan
rasionalitas
11

- Superego merupakan hukum dan


moral dari kepribadian, kode moral
individu, penghambat id
b. Pandangan tentang manusia:
manusia
dianggap
sebagai
manusia
yang
pesimistik,
deterministik,
mekanik,reduksionistik. Menekan
pada kekuatan irrasional, biologis,
ketidaksadaran dan naluri
c. Kesadaran dan ketidaksadaran
d. Kecemasan
adalah
suatu
ketegangan untuk memotivasi
melakukan sesuatu. Fungsinya:
memperingatkan akan adanya
bahaya. Ada 3 macam kecemasan:
1. Kecemasan realistis adalah
ketakutan terhadap bahaya dari
dunia eksternal
2. Kecemasan neurotik adalah
ketakutan
terhadap
tidak
12

terkendalinya naluri yang dapat


menyebabkan hukuman bagi
dirinya
3. Kecemasan moral adalah
ketakutan pada hati nurani
e. Mekanisme pertahanan ego
f. Perkembangan kepribadian
Proses terapiutik
a. Tujuan
terapi:
membentuk
struktur karakter individual dengan
menyadarkan hal-hal yang tidak
disadari oleh klien
b. Fokus:
- pada pengalaman dengan mengalami
kembali masa kanak-kanak
- dimensi afeksi (pemahaman diri)
- Pengalaman masa lalu dikonstruksi
untuk
dibahas,
dianalisa
dan
ditafsirkan
c. Fungsi dan peran terapis:
13

- Bersifat anonim sehingga klien dapat


berproyeksi
- Fungsi utama terapis: mengartikan
proses-proses yang dialami klien
sehingga
klien
memperoleh
pemahaman terhadap masalah dan
meningkatkan kesadaran
d. Hubungan terapis - klien :
mengembangkan proses transferensis
yaitu katarsis
Tehnik terapi
1. Assosiasi bebas
2. Penafsiran
3. Analisis mimpi
4. analisis dan penafsiran resistensi
5. analisis
dan
penafsiran
transferensi
Fase-fase terapi
1. Opening phase;
14

- observasi
- interview awal
2. The development of transference
- assosiasi bebas
3. Working through
Analisa tranference: repetition,
elaboration dan amplification
4. Resolution of transference
- Fase akhir

Psikoterapi Asian/Timur
Pada awalnya psikog barat memandang
rendah psikolog dari negeri lain namun
berkat kegigihan ahli terapi dari negeri
Timur akhirnya mereka mengakui
keberadaan
psikog
dari
Timur.
Sumbangan psikologi timur adalah
memberikan perspektif baru dalam
15

potensial, fungsi dan patologi demikian


juga dengan pendekatan dan tehniknya.
Ada
3
level
kesehatan
dan
perkembangan psikoterapi
1. Patologis
:
fokus
pada
pengelompokan
patologis
dan
tehniknya
2. Eksistensial
:
fokus
pada
ketidakberartian,
isolasi
dan
kebebasan
3. Transpersonal : Fokus pada
dukungan dan otentisitas yang
ditransformasikan ke kesadaran dan
sense of identity
Pada psikologi timur memfokuskan pada
level eksistensi dan tranpersonal sedikit
level patologi. Psikologi timur kurang
berpengalaman dalam pemahaman dan
analisa secara detail.
16

Ada 2 tehnik tradisional psikologi timur:


1. Meditasi: melatih perhatian untuk
membawa proses mental di bawah
kontrol kesadaran. Kontrol ini untuk
mengolah kwalitas mental yang
spesifik
seperti
kesadaran,
konsentrasi, kegembiraan, cinta dan
rasa haru. Tujuannya: pemahaman
yang mendalam ke dalam alam pikir,
kesadaran dan identitas serta
psikologis yang optimal
2. Yoga: suatu disiplin yang meliputi
etika, life, postur tubuh, kontrol
pernafasan dan intelektual. Tujuan
sama dengan meditasi.
Kedudukan psikologi Timur sekarang
Beberapa ahli berpendapat bahwa 2
tehnik diatas bukan psikoterapi karena
esensi dari psikoterapi ( difinisi dari
17

psikologi
barat)
adalah
helping
interaction. 2 Tehnik diatas lebih banyak
dilakukan sendiri tanpa melalui interaksi.
Namun
pendapat
ahli
lainnya
mengatakan
bahwa
tehnik-tehnik
tersebut dapat juga disebut psikoterapi
karena proses terapi dapat dilakukan
hubungan satu arah (self theraphy).
Inti Teori: ada pada keadaan alami
manusia, pikiran, psikis dan kesadaran
Model:
1. Kesadaran
:
perceptual
sensitivity
&
clarity,
concentration, sense of identity
dan emotional cognitive
2. Psikopatologi:
apa
yang
dikatakan
normal
dalam
psikologi adalah psikopatologi
yang bersifat average.
18

Akar dari patologi adalah individu


sendiri,
lingkungan
social
termasuk adiktif, aversi dan
ketidaksadaran. Adiktif bukan
saja dari makanan dan obat, tetapi
hal-hal praktis seperti eksternal
possessive dan internal emotion,
belief dan self image. Jadi segala
penderitaan itu adalah adiktif;
untuk mencari sakit pada
kehidupan kita sendiri
3. Psychological health
- Keterangan jiwa dan kemerdekaan
- Mengurangi faktor patogenic
Mekanisme terapi
1. Memperhatikan dengan cermat
apa yang terjadi pada pikiran kita
2. Menemukan fantasi yang seakanakan nyata

19

3. mengembangkan konsentrasi dan


kesadaran untuk mengetahui bahwa
fantasi adalah fantasi
4. Lanjutkan
sampai
mencapai
titiktertinggi yaitu ketenangan jiwa

20

HANDOUT
PSIKOTERAPI

OLEH
DRA. IGAA NOVIEKAYATI, MSi

FAKULTAS PSIKOLOGI

21

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA


2006

22

Anda mungkin juga menyukai