Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

MESIN PENGGILING
( JOB II )

Oleh :
Kelompok 2
AGIP WIJAYA S

(2D)

DONI ANWARIANTO

(2D)

NARENDRA RANGGA K (2D)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI
MALANG
2007

I Tujuan
Tujuan dari latihan ini adalah:
1. Merencanakan rangkaian control dan daya untuk mesin pemindah biji-bijian
dengan tiupan angina
2. Membuat

sket

dan

merakit

kerangka

panel

control

berdasarkan

komponen/peralatan control
3. Menyusun komponen pada kerangka control dan memasang pengawatan
rangkaian sesuai denga gambar rencana
4. Mengecek/meneliti rangkaian control dari instalasi daya pada panel dan pada
peralatan

II Diskrilsi kerja
Instalasi ini terdiri dari dua buah motor induksi tiga fasa. Motor M1 sebagai
peniup udara yang ON star delta (Y - starter), dan motor M2 sebagai
pengatur/vibrator ON DOL (D.O.L starter ), pengiriman signal penuh ( b 10 ) dan
pengontrol aliran ( b 8 ).
Instalasi ini harus diawasi dan dioperasikan oleh seorang operator dari dalam
ruangan control. Untuk men-start instalasi ini, operator harus menekan tombol
tekan, mesin akan ON. Dengan system penguncian (interlocking) menolak
kemungkinan ON-nya penggetar M2 lebih dahulu sebelum motor peniup udara M1
berputar pada kecepatan penuh dan pengontrol aliran tidak mengunci penggetar.
Penuhnya bahan pada bagian atas dari bak penampungan (silo), atau menekan
tombol tekan OFF, maka motor penggetar akan segera OFF, selagi motor peniup
udara M1 masih tetap bekerja sampai kosongnya bahan-bahan pada pipa.
Untuk memperbaiki/perawatan atau membersihkan komponen-komponen, saklar
pemindah (selector switch) dipindah dari posisi otomatis keposisi manual. Apada
posisi ini masing-masing motor dapat dioperasikan sendiri-sendiri. Dalam posisi
hand, signal akan memberi tanda pada operator.

III Cara Kerja


Posisi Otomatis
3.1 Putar selector switch pada posisi automatis
3.2 Tekan tombol start (S2) untuk normal ON. Maka kontaktor K1 jalur 10 bekerja
dan kontak bantu NO K1 (13-14 pada jalur 11 dan 43-44 pada jalur 16 menutup)
serta kontak bantu Off delay K1 NO (57-58 pada jalur 12 menutup) sehingga
kontaktor K3 jalur 12 dan kontaktor K2 jalur 14 ON sehingga motor M1 bekerja

star, setelah timer on delay pada kontaktor K2 habis maka kontaktor ayang
bekerja adalah kontaktor K2 dan K4, kondisi tersebut motor M1 bekerja secara
penuh. Dan kontak bantu K4 NO (53-54 pada jalur 16 menutup) dan flow switch
pada posis ON dan kontaktor K5 yang mengerjakan motor M2 dengan starter
DOL bekerja.
3.3 Apabila tombol staop S1 (off-normal) ditekan , atau bahan biji-bijian pada silo 2
penuh ( yang dikontrol oleh level switch F10), maka kontaktor K1 yang
berfungsi sebagai control OFF, dan kontaktor K5 yang mengerjakan motor M2
OFF, setelah beberapa saat kemudian setelah timer dari off delay habis maka
kontaktor K4 dan K2 OFF yang mengerjakan motor M1.
Posisi Manual
3.4 Putar selector switch pada posisi manual
3.5 Untuk meng-ONkan motor M1 dan M2 dapat dioperasikan secara terpisah
3.6 Untuk motor M1 dapat menekan tombol start (S4). Sehingga kontaktok K3 dan
K2 yang bekerja secara star delta dan setelah beberapa kemudian setelah timer
on delay habis maka kontaktor yang bekerja adalah K4 dan K2 sehingga motor
bekerja secara penuh. Untuk mematikan motor menekan tombol stop (S3).
3.7 Untuk motor M2 meng-ONkan menekan tombol start (S6). Sehingga kontaktor
K5 yang bekerja DOL untuk motor M2. untuk mematikan dengan menekan
tombol stop (S5).

VI Langkah Kerja
1. Memahami diskripsi kerja dan menggambar diagram rangkaian daya dan
rangkaian kontrol mesin Mesin Pemindah Biji-bijian dengan Tiupan Angim
2. Menyiapkan komponen dan peralatan yang akan digunakn sesuai dengan daftar
komponen.
3. Mengecek kondisi komponen dan peralatan sebelum digunakan atau dipasang
pada panel.
4. Memasang komponen-komponen pada panel.
5. Mengerjakan pengawatan pada panel sesuai dengan gambar yang telah disetujui
oleh dosen pengajar baik untuk rangkaian daya dan rangkaian kontrolnya.
6. Mengecek dan mencoba rangkaian tanpa sumber tegangan.

7. Apabila pengecekan sudah dianggap benar, hubungkan rangkaian kontrol pada


sumber tegangan 1 fasa 220 V/50 Hz.
8. Bila rangkaian kontrol sudah benar maka hubungkan rangkaian daya pada
sumber tegangan 380 V dan hubungkan rangkaian dengan beban/motor.
9. Mencoba rangkaian dengan motor sesuai dengan urutan kerja dari motor baik
secara Manual dan Otomatis.
10. Memeriksakan hasil rangkaian pada dosen pengajar untuk dinilai.
11. Membongkar rangkaian dalam panel dan mengembalikan semua komponen dan
peralatan.

VI Daftar Peralatan
Kontaktor Utama ( 3 kontak utama NO + 1 kontak bantu NO)

4 buah

Kontaktor Bantu ( 2 kontak bantu NO + 2 kontak bantu NC )

2 buah

MCB 3 Fasa

3 buah

MCB 1 Fasa

1 buah

Kontak bantu

( 2 kontak bantu NO + 2 kontak bantu NC )

1 buah

Overload Relay

2 buah

Selector Switch

1 buah

Push button NO

3 buah

Push button NC

3 buah

Timer off delay

1 buah

Timer on delay

1 buah

Lampu tanda

6 buah

Level switch

1 buah

Flow switch

1 buah

Terminal block

5 buah

Kotak Panel

1 buah

Motor 3 Fasa 220/380 V

1 buah

Motor 3 fasa 380/660 V

1 buah

Kabel

secukupnya

V Analisa
Untuk rangkaian star delta yang memiliki banyak cara, dalam pemilihan cara
untuk merangkai star delta maka dipilih rangkaian yang sederhana dan handal
yang tidak memerlukan banyak kontaktor
Pengujian overload harus dilakukan untuk mengetahui apakah overload
tersebut berfungsi ndengan baik sesuai dengan fungsinya sebagai pengaman
beban lebih
Penggunaan MCB untuk masing-masin beban pada rangkaian dayanya perlu
dilakukan untuk mengamankan tiap-tiap beban dan pemasangan MCB utama
perlu perlu dipasang karena jika MCB pada masing-masing beban tidak dapat
mengamankan maka MCB utama harus mampu mengamankan beban.
Penempatan peralatan/penataan peralatan ysng baik akan memudahkan kita
dalam penagwatan dan pengecekekan alur rangkaian jika tejadi kesalahan
Merubah rangkaian haruslah dilakukan setelah pembenahan dalam sketsa
rangkaian dan dinyatakan rangkaian tersebut dapar berfungsi
Pengecekan komponen sebelum dirangkai sangatlah diperlukan, karena jika
terjadi masalah pada peralatan akan menyebabkan rangkaian tidak akan
bekerja atau mengalami troubel