Anda di halaman 1dari 11

Nama

: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
COOLER PADA INDUSTRI
1.

Pengertian Cooler
Cooler adalah suatu alat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya over

heating (panas berlebihan) dengan cara mendinginkan suatu fraksi panas dengan
menggunakan media cairan dingin, sehingga akan terjadi perpindahan panas dari
fluida yang panas ke media pendingin tanpa adanya perubahan suhu . Alat
pendingin biasanya menggunakan media air, dalam prosesnya air pendingin tidak
mengalami kontak langsung dengan fraksi panas tersebut, karena fraksi panas
mengalir di dalam pipa sedangkan air pendingin berada di luar pipa.
2.

Sistem Pendingin
Panas yang dihasilkan mesin dari proses pembakaran menghasilkan panas

yang terlalu tinggi (over heating) hal ini berisiko terjadinya pemuaian yang
mengakibatkan mengecilnya lubang silinder dan membengkoknya kepala silinder
(silinder head) tetapi mesin yang terlalu dingin bisa mengurangi kemampuan
bekerja mesin. Oleh karena itu mesin perlu dilengkapi sistem pendingin yang
menjaga suhu kerja mesin (engine). Sistem pendingin pada engine terbagi atas dua
media yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.
2.1.

Sistem Pendingin Air


Berdasarkan cara kerja sistem pendingin air dibedakan menjadi dua

macam yakni sirkulasi alami dan sirkulasi tekan . Sistem pendingin sirkulasi
alami,sistem pendingin ini bekerja berdasarkan masa jenis air air yang panas akan
berada di atas dan air yang dingin akan berada di bawah. Komponen sistem
pendingin air sirkulasi alami adalah radiator, waterjacket, housing, fan (kipas
pendingin), fan belt (sabuk kipas pendingin). Cara kerja sistem pendingin alami
dengan cara panas yang dihasilkan blok silinder diserap oleh air pendingin (water
cooling) yang ada dalam water jacket. Air yang panas akan mengalir ke bagian
atas radiator dan mengalir melalui mantel (inti radiator) pendingin sehingga panas
diserap oleh sirkulasi udara yang dihasilkan kipas pendingin (fan). Air tesebut
mengalir ke bagian bawah radiator dan masuk kembali ke water Jacket.
Sedangkan komponen sistem pendingin air sirkulasi tekan adalah water jacket,

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
thermostat, fan (kipas pendingin), radiator, tangki ekspansi, water pomp, fan belt,
preser cap (tutup radiator), housing (selang karet).
2.2.

Sistem Pendingin Udara


Sistem pendingin udara terdiri sirif-sirif pendingin dan kipas pendingin

(fan). Cara kerja sistem pendingin ini sangat sederhana. Sirif-sirif pendingin
dipasang pada blog silinder guna memindahkan panas dari blog silinder ke sirifsirif pendingin tersebut. Cara kerja sistem pendingin udara yaitu ketika mesin
dihidupkan kipas pendingin (fan) yang dipasang pada poros engkol (crean shaft)
ikut berputar, sehingga udara dihembuskan ke sirif-sirif pendingin. Sirkulasi udara
pada sirif pendingin mengakibatkan panas terika oleh udara. Maka panas dari sirfsirif pendingin berpindah ke udara bebas yang berada di sekitar.

Gambar 1. Sitem Pendingin Udara


(Sumber: Rahman,Hidayatul. 2009)

3.

Cooler pada Industri Migas

3.1.

Jenis-Jenis Cooler pada Industri Migas


Cooler terdiri dari beberapa jenis, dengan proses yang berbeda-beda,

khusus pada industri migas jenis cooler yang biasa digunakan ialah Shell dan
Tube Cooler dan Box Cooler. Jenis pertama adalah sheel dan tube cooler. Pada
cooler jenis ini, proses pendinginan fraksi dilakukan dengan cara mengalirkan
fraksi panas melalui pipa, sedangkan air pendingin dialirkan melalui shell
sehingga akan mengalami kontak langsung dengan dengan permukaan pipa yang
berisi fraksi panas dan panas dari fraksi tersebut akan diserap oleh aliran air.
Jenis kedua adalah box cooler. Jenis cooler ini sangat efisien karena
prosesnya yang cukup mudah, di dalam alat ini terdapat coil ( sejenis pipa tetapi

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
memiliki banyak lubang-lubang kecil) yang digunakan untuk mengalirkan fluida
panas, sedangkan air pendingin akan mengisi box cooler dan menutupi coil
tersebut, maka akan terjadi penyerapan panas oleh air pendingin, sehingga fraksi
yang keluar dari box cooler telah sesuai dengan panas yang diinginkan.
3.2.

Masalah Air Pendingin Cooler pada Industri Migas


Alat pendingin pada industri migas ini sering mengalami masalah,

permasalahan yang sering muncul biasanya disebabkan oleh sumber bahan baku
air pendingin tersebut, misalnya saja dari laut maupun dari waduk. Apabila
pengontrolan sumber air bahan baku tidak dilakukan dengan efektif makan akan
menimbulkan efek negatif pada proses seperti kerusakan pada alat, meningkatnya
biaya perawatan alat dan dapat mengurangi transfer panas. Berikut beberapa
masalah yang disebabkan oleh air pendingin pada Industri Migas:
3.3.1. Korosi
Korosi merupakan proses elektrokimia dimana logam kembali ke bentuk
alaminya sebagai oksida. Kerusakan yang disebabkan oleh korosi pada sistem
pendingin ialah terjadinya penyumbatan pada pipa, adanya kontaminasi terhadap
fraksi yang diinginkan akibat dari kebocoran karena korosi dan menurunnya
proses perpindahan panas. Cara untuk mengatasi korosi ini bisa dilakukan dengan
penambahan bahan kimia ke dalam aliran seperti kromat, silikat dan nitrat
ferosianida yang dapat meleberkuan lapisan penyebab korosi sehingga terbawa
keluar oleh arus aliran.
3.3.2. Scale
Scale ialah munculnya lapisan padat berupa materi inorganik seperti
magnesium silicate, calsium carbonat dan silica yang terbentuk karena adanya
pengendapan. Penyebab dari adanya pengendapan ini yaitu terhambatnya proses
pengaliran dalam pipa dan menghambat perpindahan panas. Cara untuk mengatasi
scale yaitu dengan menambah kuat arus aliran dan dapat juga ditambahkan bahan
kimia seperti calsium carbonat.
3.3.3. Fouling
Yaitu adanya akumulasi material solid atau pembentukan lapisan deposit
pada permukaan pipa seperti lapisan kristal dan lapisan sedimen yang tentunya

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
dapat menghambat proses perpindahan panas. Fouling ini dapat dicegah maupun
dikendalikan dengan menggunakan klorin, garam arganometal dan ammonium
kuartener.
3.3.4. Biological Contamination
Masalah ini disebabkan oleh pertumbuhan mikroba yang tidak terkontrol
yang dapat menyebabkan pembentukan deposit padat. Mikroba dapat masuk
kedalam alat melalui makeup water atau bisa juga melalui udara. Cara mengatasi
masalah ini ialah dengan melakukan steriliasi untuk merendahkan potensi
melekatnya mikrooganisme seperti lumut serta membuuh mikroorganisme
tersebut menggunakan bahan kimia misalnya saja dengan klor, peroksida dan
senyawa amina yang dapat mengikis lumut tersebut.
4.

Penggunaan Cooler Dalam Industri Migas


Dalam indutri migas terutama pada unit pengolahanm minyak bumi,

Cooler digunakan untuk mendinginkan fraksi-fraksi minyak bumi yang telah


diolah. Pada dasarnya fraksi minyak bumi yang telah diolah terutama pada kolom
destilasi memiliki panas yang cukup tinggis sehingga panasnya perlu diturunkan
sebelum dimasukkan ke dalam tanki penyimpanan karena umumnya setiap jenis
tanki memiliki karakteristik khusus dalam hal penyimpanan fluida.

Gambar 2. Coller dalam Industri Migas


(Sumber: Admin. 2015)

5.

Grate Cooler pada Pabrik Semen

5.1.

Gambaran Umum Grate Cooler pada Pabrik Semen


Proses pendinginan klinker di dalam grate cooler merupakan salah satu

proses yang cukup penting mendapat perhatian dalam produksi semen. Hal ini

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
disebabkan karena proses pendinginan klinker setelah melewati pemanasan di
dalam rotary kiln, merupakan salah satu faktor dalam upaya menghasilkan klinker
dengan kualitas yang diharapkan. Dalam proses pembuatan semen, klinker yang
sudah diproses dari awal sampai dipanaskan pada rotary kiln dengan temperatur
1800 C selanjutnya akan diturunkan dari suhu 1450 C sampai klinker bersuhu
90-100 C untuk selanjutnya akan dipecahkan oleh hammer crusher. Untuk
keperluan pendinginan klinker digunakan alat yang disebut grate cooler. Pada
grate cooler proses pendinginan klinker dilakukan dengan mengalirkan udara dari
fan yang berjumlah kurang lebih 14 buah yang selanjutnya dihembuskan pada plat
yang bergerak mengantarkan klinker menuju ke hammer crusher untuk proses
selanjutnya. Udara panas hasil pendinginan klinker akan masuk kembali ke kiln
sebagai udara kedua (sekunder), kemudian ke ILC dan SLC (calciner) melalui
saluran tersier (tertiery duct) sebagai udara tersier. Aliran udara panas tersebut
terjadi oleh karena adanya 2 fan pengisap, yang selanjutnya akan dimanfaatkan
pada proses lain. Udara panas pada bagian ujung grate cooler akan dikeluarkan
oleh cooler vent fan yang akan melewati cyclone dengan efisiensi tinggi yang
memungkinkan debu-debu pada udara tersebut dapat dipisahkan. Sehingga aman
untuk dilepaskan ke udara bebas dan tidak menimbulkan polusi.

Gambar 3. Skema Umum Grate Cooler


(Sumber: Anwar,Khairil. 2011)

5.2.
1)
2)

Fungsi Grate Cooler Reciprocating


Memberikan pendinginan yang cepat pada klinker.
Mendinginkan klinker dengan cara, panas material diserap oleh udara yang
dihembuskan oleh fan dimana udara ini kemudian disebut sebagai udara

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
sekunder, hal ini efektif secara ekonomi dan stabilisasi kiln atau operasi
3)

tungku ruang bakar.


Mendinginkan klinker hingga temperaturnya menjadi kurang lebih 100 C
sehingga aman ketika material tersebut akan ditangani oleh hammer

4)

crusher.
Mengantarkan klinker ke hammer crusher dimana selanjutnya akan

5)

diteruskan ke conveyor bertemperatur rendah.


Mengatur ukuran dari suatu material yang akan melalui hammer crusher.

5.3.

Tipe-Tipe Clinker Cooler pada Industri Semen


Pendinginan klinker sangat penting untuk konsumsi panas pada kiln dan

kualitas semen. Proses ini dilakukan oleh sebuah alat pendingin. Ada tiga tipe dari
pendingin yang umum digunakan: rotary coolers, planetary coolers dan grate
coolers. Grate cooler yang paling umum digunakan karena alat tersebut menjamin
temperatur terendah klinker dan kapasitas tertinggi kiln. Untuk pendinginan
clinker dan menghasilkan udara secondary dan tertiary yang cukup tinggi.
Sehingga bisa membantu proses udara pembakaran didalam kiln maupun di
precalciner system. Temperature udara Secondary yang dihasilkan 950 1100 C
dan temperature clinker yang keluar cooler < 100 C. Pemakaian power untuk
cooling fan jenis grate cooler ini antara 3 6 kwh/ton clinker.

Gambar 4. Planetary cooler


(Sumber: Maulhidayat. 2015)

Planetary coolers pada posisi kedua, di mana alat tersebut menjulang


pada kiln dan udara untuk pendinginan diperoleh dari fan kiln. Planetory cooler
bentuknya seperti rotary cooler namun jumlahnya banyak dan kecil-kecil
mengelilingi shell outlet kiln yang ikut berputar bersama kiln menggunakan main

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
drive kiln. Pemakaian power untuk cooler tidak ada karena bebannya jadi satu
dengan kiln drive. Bagian dalamnya dipasang lifter-lifter untuk mengangkat
clinker. Pendinginan clinker kurang optimal dan temperature clinker yang keluar
dari cooler masih >150 C. Jenis ini sudah banyak yang dimodifikasi menjadi
grate cooler. Rotary cooler yang paling jarang digunakan. superioritas dari grate
cooler oleh karena pemamfaatan sebaik-baiknya (efisien) dari udara tersier yang
disuplai ke calciner. Efisiensi dari rotary dan planetary coolers berhubungan erat
dengan perpindahan panas, yang meningkat melalui konfigurasi geometrik dari
cooler dan penyusunan dari internal fittings. Sistem spesial dengan elbow dan
different lifter, dari planetary dan rotary cooler telah dikembangkan oleh
Magotteaux dan Estanda.

Gambar 5. Rotary Cooler


(Sumber: Dylan,Moore. 2011)

Planetary dan rotary cooler memiliki batasan laju udara, biasanya 0,85
0,95 Nm3/kg dari klinker, tergantung pada konsumsi bahan bakar dari kiln dan
diatur oleh kiln ID fan. Untuk alasan ini, tempertur klinker melebihi 150 C dan
digunakan injeksi air. Kebalikannya, kuantitas dari udara pada grate cooler yang
disuplai oleh fan khusus adalah lebih besar sampai 2,5 Nm3/kg dari klinker dan
temperatur klinker menjadi rendah, biasanya kurang lebih 50 C temperatur
lingkungan. Meskipun demikian, masalah yang umum adalah udara keluar harus
diselesaikan. Solusinya adalah menggunakan udara keluar untuk mengeringkan
raw material, slag dan batu bara. Pada kasus lain diproduksi energi listrik. Untuk
dedusting udara keluar, electrofilter dari gravel bed digunakan.
5.4.

Fungsi Cooler pada Pabrik Semen

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
1)

Mendinginkan clinker yang keluar kiln dari temperature 1200 oC menjadi


< 200 oC keluar sistem cooler, dengan cara mengalirkan udara dari cooling

2)

fan secara proporsional.


Pendinginan clinker secara quenching atau secepat mungkin untuk

3)

mendapatkan kualitas clinker yang terbaik (clinker mudah pecah).


Heat recuperation dengan memanfaatkan udara panas hasil pendinginan
clinker yang keluar dari kiln dan diperoleh dua jenis udara yaitu udara
secondary untuk pembakaran main burner dan udara tertiary untuk
pembakaran di calciner.

5.5.

Alasan Clinker Perlu di Dinginkan

1)
2)

Clinker panas sangat sulit untuk ditransportasikan.


Clinker panas berpengaruh tidak baik terhadap proses penggilingan

3)
4)
5)
6)
7)

selanjutnya.
Agar diperoleh clinker yang bersifat amorf.
Recovery panas.
Mengurangi biaya Produksi.
Pendinginan clinker yang baik dapat meningkatkan kualitas semen.
Agar C3S tidak terdekomposisi kembali menjadi C2S dan C.

5.6.

Tipe Grate Plate yang Digunakan pada Grate Cooler


Tipe pertama adalah Grate cooler air through dan prinsip kerjanya.

Pemakaian cooling air flow relatif lebih besar, karena cooling air sealing
chamber menjadi satu dengan cooling fan grate. Rata-rata pemakaian cooling air
flow total grate 1, 2 dan 3: > 2,5 Nm3/kg clinker. Tipe kedua adalah grate cooler
tipe CFG dan prinsip kerja. Cooling air sealing chamber terpisah sehingga
pemakaian cooling air grate lebih kecil dan lebih focus pada pendinginan clinker
diatas grate plate. Rata-rata pemakaian cooling air flow total grate 1, 2 dan 3: <
2,3 Nm3/kg clinker. Pengoperasian kedua tipe grate diatas sama yaitu menjaga
kestabilan ketebalan clinker diatas grate ( terutama grate 1 ), dengan mengatur
pemakaian udara cooling dan speed grate.

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4

Gambar 6. Grate Cooler Tipe Air Through


(Sumber: Maulana. 2013)

Gambar 7. Prinsip Kerja Grate Cooler Tipe Air Through


(Sumber: Maulana. 2013)

Gambar 8. Grate Cooler Tipe CFG


(Sumber: Maulana. 2013)

Grate cooler terdiri dari baris/ row grate plate tetap dan baris/row plate
bergerak dengan panjang stroke 11-15 cm. Penggeraknya menggunakan motor
drive atau hydraulic drive, kecepatan maximum 24 stroke/menit. Dimensi grate
Cooler tergantung dari kapasitas produksi clinker, kapasitas : 4600 t/d panjang:
36m, lebar: 3,6m. 8000 t/d, panjang: 36m, lebar: 4,8m. Grate cooler dilengkapi
dengan clinker crusher untuk menghancurkan clinker ukuran besar menjadi
ukuran < 30mm. Clinker crusher dipasang antara grate 2 dan grate 3, tetapi ada
yang dipasang di outlet grate 3. Perbedaannya clinker crusher yang dipasang

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
dioutlet grate 3 temperature clinkernya lebih tinggi dibanding yang dipasang
ditengah antara grate 2 dan grate 3.

Gambar 9. Prinsip Kerja Grate Cooler Tipe CFG


(Sumber: Maulana. 2013)

5.7.
1)
2)

Pengoperasian Grate Cooler yang Ideal


Quenching cooling; pendinginan clinker secepat mungkin.
Heat recuperation; menghasilkan panas recupery yang cukup tinggi,
sehingga bisa membantu proses pembakaran didalam kiln maupun di

3)
4)
5)

calciner.
Low waste air; temperature waste air keluar cooler rendah.
Clinker keluar grate cooler temperature rendah < 100 oC.
Rendah power consumption dengan pengaturan cooling fan sesuai dengan
kapasitas produksi clinker.

5.8.

Parameter dan Variabel Kontrol


Tinggi clinker bed dan speed grate. Tinggi clinker bed harus dikontrol

sehingga mendapatkan tinggi bed yang optimum dan relatif konstan. Tinggi
clinker bed ditunjukkan melalui parameter pressure chamber grate. Untuk
menentukan tinggi clinker bed adalah variabel untuk mengontrol tinggi clinker
bed adalah kecepatan/ speed grate, semakin cepat speed grate makin tipis clinker
bed. Pressure Chamber Grate Cooler. Parameter ini menunjukkan beban clinker
terhadap grate menunjukkan bahwa material bed di lokasi tersebut bertambah.
DAFTAR PUSTAKA

Nama
: Ulfa Fitrializa
NIM
: 03031181419061
Shift
: Rabu 13.00-15.00
Kelompok: 4
Admin. 2015. Cooler Atau Alat Pendingin Pada Industri Migas. (Online). http://
www. Proses industri.com/2015/01/ cooler- atau-alat-pendingin-pada.html.
(Diakses pada tanggal 25 September 2016).
Dylan,Moore. 2011. Cement Kilns. (Online). http://www .cementkilns .co.uk /
cooler_ rotary.html. (Diakses pada tanggal 25 September 2016).
Lachigau. 2009. Grate Cooler Pabrik Semen. (Online). https://lachigau.
Wordpres .com /2009/02/24/grate-cooler-pabrik-semen/. (Diakses pada
tanggal 25 September 2016).
Maulhidayat. 2013. Cooler System. (Online) . https://maulhidayat. wordpress. com
/2013/01/15/cooler- system/. (Diakses pada tanggal 25 September 2016).
Putri,Anggi. 2014. Grate Cooler Proses Semen Cooling. (Online) . https://www.
academia.edu/9194430/GRATECOOLER_PROSES_SEMENCOOLING_
(Diakses pada tanggal 25 September 2016).
Rahman,Hidayatul. 2009. Sistem Pendingin (cooling system).. (Online). http://
rahman informatika. blogspot.co.id /2009/05/ sistem- pendingin-coolingsystem . html. (Diakses pada tanggal 25 September 2016).