Anda di halaman 1dari 43

PENGGUNAAN VENTILATOR / ALAT BANTU NAPAS

NO. DOKUMEN
TANGGAL TERBIT

NO.REVISI

HALAMAN
1/2
DITETAPKAN OLEH :

MANUAL / TEKNISI

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

Dr. Yanuar Jak SPOG

A. PENGERTIAN

: Ventilator adalah suatu alat bantu napas (ABN) yang berfungsi untuk
mengontrol, membantu atau mengambil alih fungsi paru-paru pasien.

B. TUJUAN

: - Merperbaiki kebutuhan oksigen dan pembuangan CO2


- Memperbaiki sirkulasi oksigen pada jaringan
- Memperbaiki keadaan patologis yang akut

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak mendapat


penanganan pertama dari dokter yang dapat dilaksanakan oleh dokter
umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani sesuai
manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung
pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP : Prosedur ini mengatur penggunaan ABN pada pasien dengan indikasi :
1.

klinis
a. Penderita dengan resiko tinggi
- Penderita tidak sadar
- Penderita trauma dan shock
- Penderita bedah mayor
- Aspirasi, tenggelam
b. Apnoe
c. RR meningkat diatas normal
d. Volume tidak atau pressure menurun dari pada normal

2.

Laboratorium
a. Pa02 < 55 60 mmHg dengan oksigen 21 %
< 55 60 mmHg dengan oksigen 40 %
b. PaCo2 > 45 -55 Hg
c. PH < 7,25

PENGGUNAAN VENTILATOR / ALAT BANTU NAPAS

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

E. PROSEDUR

NO. DOKUMEN
01. 04. 01
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
2/2
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

: 1. Ventilator pressure cycle


a. Persiapkan alat :
- Ventilator, O2 dan udara tekan
- Air viva ( amubag )
- Persiapan untuk menghisap secret
- Regulator
b. Hubungkan ventilator dengan sumber listrik
c. Hubungkan ventilator dengan O2 dan udara tekan
d. Isi humidifier dengan air aquades sesuai kebutuhan
e. Putar tombol kearah IMV/ON
f. Setting awal yang sering dipakai di ICU
- PIP
: 20-25 mmHG
- CPAP / PEEP : 5 cm H20
- FLOW GAS : 8-10 liter/menit
- RATE
: 40-60 x/menit
- Waktu inspirasi : 0,25-0,3 detik
- FiO2 disesuiakan kebutuhan
g. Hubungkan ventilator dengan pasien melalui konektor NTT/OTT
2. Ventilator volume cycle
a. Setelah ventilator dilakukan SET
b. Tekan tombol ON
c. Setting ventilator
- Hitung tidal volume 7-8 x BB ( berat badan )
- RR = 20-24 x/menit
- FiO2 Disesuaikan dengan kebutuhan
- Peak flow minimal 10 liter/menit
- Settingan yang lain akan menyesuaikan diri
d. Hubungkan ventilator dengan pasien melalui NTT/OTT

F. UNIT TERKAIT

: - Dokter
- Perawat
- Teknisi

PENGGUNAAN SUCTION PUMP

NO. DOKUMEN
01. 04. 02
TANGGAL TERBIT

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Suction Pump adalah alat yang dipergunakan untuk menghisap


cairan yang tidak dibutuhkan pada tubuh manusia

B. TUJUAN

: - Untuk membersihkan lender dengan cara dihisap


- Untuk menghisap cairan dari hidung dan rongga mulut

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan alat penghisap


lender elektrik untuk membersihkan cairan di daerah hidung dan
mulut

F. PROSEDUR

: a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik


Sambungkan kabel power ke sumber tegangan listrik
Tekan switch ON pada alat
Atur besar kecilnya tekanan sesuai kebutuhan
Masukan catheter kedalam mulut / hidung secara perlahan
Setelah selesai, matikan alat kemudian buang cairan yang ada
di dalam tabung.

G. UNIT TERKAIT

:-

Kebidanan
ICU
NICU
IMC
UGD
OK

PENGGUNAAN BABY INCUBATOR

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 03
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Baby incubator adalah alat yang digunakan untuk merawat bayi


prematur atau bayi yang mempunyai berat badan lahir rendah
( BBLR ) dengan cara memberikan temperature dan kelembaban
stabil, sesuai dengan kondisi dalam kandungan ibu

B. TUJUAN

: Bayi ditempatkan di lingkungan yang ideal

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara penggunaan baby incubator pada


bayi premature, BBLR dan bayi hipotermi

E. PROSEDUR

: - Sambungkan kabel power dengan sumber tegangan listrik


- Tekan switch ON untuk menyalakan alat
- Atur suhu dan kelembaban sesuai dengan kebutuhan bayi
- Setelah itu, masukan bayi ke dalam baby incubator

F. UNIT TERKAIT

: - UGD
- Perinatologi
- NICU

PENGGUNAAN SYRINGE PUMP

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 04
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Syringe pump adalah alat yang bekerja dengan pompa elektrik


dengan tujuan untuk menjaga kecepatan tetesan air infuse
sehingga jumlah cairan yang masuk kedalam pembuluh darah
pasien sesuai dengan yang dibutuhkan

B. TUJUAN

: Pemberian obat, cairan infuse atau tranfusi darah dapat


diperhitungkan jumlah dalam satu waktu tertentu
Memberikan keakurasian cairan yang masuk sesuai kebutuhan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara penggunaan Syringe atau


infusion pump sewaktu dipergunakan untuk memasukan cairan
kedalam pembuluh arah vena atau lambung

E. PROSEDUR

: - Siapkan alat
- Pasang infus
- Pasang Syringe pump pada standar infuse
- Hubungan adaptor pada Syringe pump dan hubungkan dengan
kabel listrik / stop kontak
- Masukan cairan yang dibutuhkan kedalam spuit 30cc / 50cc,
sambung dengan extention tube lalu hubungkan dengan IV
Catheter yang terpasang
- Tekan tombol On dan tunggu sampai lampu menyala
- Tekan tombol pengatur tetesan yang dibutuhkan untuk
menentukan jumlah cc/jam
- Tekan tombol start
- Catat waktu dan jenis cairan yang diberikan

F. UNIT TERKAIT

: - IMC
- ICU

PENGGUNAAN VERTICAL STEAM STERILIZER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 05
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Vertical steam sterilizer adalah alat yang berfungsi untuk


mensterilkan bahan dengan media uap air yang dipanaskan
hingga mencapai 120 C, bahan bahan yang akan di sterilkan
seperti : sarung tangan, perlengkapan operasi, linen dan
instrumen logam maupun glassware.

B. TUJUAN

: - Supaya alat alat tersebut steril dari bakteri dan siap untuk
dipakai

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Ruang lingkup ini menerangkan bagaimana caranya


mensterilkan bahan-bahan atau alat-alat medis agar steril dan
terhindar dari kuman atau bakteri

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Hidupkan alat dengan menekan / memutar ON/OFF switch ke
posisi ON
- Masukan bahan yang akan di sterilkan ke dalam chamber
- Tutup sterilizer dan kunci
- Atur temperature selector sesuai dengan kebutuhan
- Tutup ventilasi udara
- Lakukan sterilisasi
- Setelah proses sterilisasi, matikan alat dengan menekan /
memutar tombol ON/OFF ke posisi OFF, perhatikan tekanan
uap dan temperatur sampai menunjukan angka nol
- Keluarkan bahan yang telah di sterilkan, periksa hasil
sterilisasi dan simpan bahan di ruang steril khusus

F. UNIT TERKAIT

: - Perawat
- Pekarya kesehatan

PENGGUNAAN PATIENT MONITOR

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 06
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Patient monitor adalah alat yang digunakan untuk memonitor


vital sign pasien, yang berupa detak jantung, nadi, tekanan darah,
temperature, saturasi oksigen dalam bentuk pulsa atau digital
secara terus menerus

B. TUJUAN

: Untuk memonitor keadaan pasien


terjadi kelainan-kelainan.

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menggambarkan cara menggunakan patient minitor


terutama pada pasien :
- Pasien resiko tinggi tingkat III
- Semua pasien yang memerlukan perawatan ICU

E. PROSEDUR

: - Sambungkan kabel power dengan sumber tegangan listrik


- Pasang elektroda-elektroda ke tubuh pasien yang meliputi :
- EKG
- SPO2
- NIBP
- Dll
- Setelah semua terpasang, tekan tombol ON
- Hasil akan terlihat pada monitor

F. UNIT TERKAIT

: -

agar tetap terkontrol bila

UGD
ICU
NICU
IMC
OK

PENGGUNAAN ULTRASONOGRAPH ( USG )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 07
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: USG adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi bagian alam


tubuh dengan memanfaatkan frekuensi ultrasound

B. TUJUAN

: Untuk melihat keadaan didalam tubuh pasien misalkan jantung,


paru dan janin

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Alat USG ini untuk melihat kondisi janin di dalam perut ibunya

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Tekan switch On/Off ke posisi On
- Tekan selector untuk pemilihan probe yang meliputi :
- Probe liner
- Probe transvaginal
- Probe 3 dimensi
- Probe 4 dimensi
- Dll
- Pergunakan probe sesuai pemeriksaan
- Tekan switch On/Off ke posisi Off

F. UNIT TERKAIT

: - Kebidanan
- Radiologi

PENGGUNAAN X-RAY UNIT DIAGNOSTIK DAN X-RAY MOBILE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 08
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: - X-ray unit adalah suatu alat yang menghasilkan energi radiasi


dan dipergunakan untuk tindakan Radiography dan
Fluoroscopy bertujuan mendiagnose gangguan dalam tubuh
pasien
- X-ray mobile adalah alat yang menghasilkan gelombang
elektromagnetik berupa sinar x, dipergunakan untuk tindakan
radiography dari satu ruang ke ruangan yang lain

B. TUJUAN

: Untuk mendiagnostik penyakit dalam yang di derita oleh pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Untuk memberikan pelayanan diagnostic penyakit dalam secara


teliti dan akurat

E. PROSEDUR

:-

F. UNIT TERKAIT

: - Dokter
- Radiologi

Tekan tombol On/Off ke posisi On


Atur selector pemilihan KV meter dan MA meter
Masukan film x-ray
Atur selector pemilihan Radiography atau Fluoroscopy
Setelah alat digunakan tekan tombol On/Off ke posisi Off

PENGGUNAAN CARDIOTOCOGRAFI ( CTG )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 09
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/2
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Cardiotocografi ( CTG ) adalah suatu alat yang di gunakan untuk


memeriksa keadaan janin didalam rahim

B. TUJUAN

: 1. Merekam gambar kesejahteraan janin dalam suatu grafik


bentuk : - Nilai frekuensi detak jantung janin
- Frekuensi dan kekuatan kontraksi rahim
- Frekuensi gerakan janin
2. Sebagai dasar menentukan tindak lanjut penanganan
kehamilan dan persalinan resiko tinggi

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara melakukan CTG pada ibu


hamil / bersalin terutama kehamilan resiko tinggi

E. PROSEDUR

: - Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan


- mendekatkan alat disamping pasien ( yakinkan bahwa alat
tersebut siap pakai )
- Menghubungkan alat CTG dengan sumber listrik dan
memasang arde ketempat yang tersedia
- Mengatur posisi pada pasien berbaring terlentang
- Membuka pakaian daerah perut dan menutup daerah kaki
dengan selimut
- Menentukan kira kiran 3 jari bawah fundus uteri, beri jeli,
pasang probe U.P pada dinding perut, ikat dengan sabuk
elastis untuk merekam frekuensi dan kekuatan kontraksi rahim
- Tentukan daerah skapula janin, beri jeli pasang probe DOP
ikat dengan sabuk elastis pada dinding perut unuk merekam
frekuensi detak jantung janin
- Memberi tombol probe pada pasien dan menganjurkan untuk
memijit pada saat janin bergerak selama perekaman
- Tekan tombol On untuk mengoperasikan alat ( lampu menyala
hijau ) dan pada layar muncul angka frekuensi detak jantung
janin, lampu hijau bergambar hati, terdengar suara dukdu,
sesuai irama detak jantung janin atur skala kontraksi mulai
dengan angka 10

PENGGUNAAN CARDIOTOCOGRAFI ( CTG )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 09
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
2/2
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

- Tekan RECORD sampai bunyi nyit tanda mulai perekaman,


lakukan selama 20 menit ( 2-3 kotak kertas rekaman ), kalau
hasil rekaman meragukan lakukan sampai 30 menit
- Tekan Printer potong kertas rekaman
- Tekan tombol Off untuk menghentikan operasional alat
- Lepaskan alat dari dinding perut pasien dan bersihkan bekas
jeli pada pasien serta merapikan alat
F. UNIT TERKAIT

: - Kebidanan
- Vk

PENGGUNAAN DOPPLER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04.10
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Doppler adalah suatu alatyang berfungsi untuk mendeteksi detak


jantung janin dalam kandungan

B. TUJUAN

: 1. Merekam gambar kesejahteraan janin dalam suatu grafik


bentuk : - Nilai frekuensi detak jantung janin
- Frekuensi dan kekuatan kontraksi rahim
- Frekuensi gerakan janin
2. Sebagai dasar menentukan tindak lanjut penanganan
kehamilan dan persalinan resiko tinggi

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara melakukan CTG pada ibu


hamil / bersalin terutama kehamilan resiko tinggi

E. PROSEDUR

: - Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan


- mendekatkan alat disamping pasien ( yakinkan bahwa alat
tersebut siap pakai )
- Tekan switch ON
- Hubungkan alat dengan tegangan listrik bila back-up battrey
sudah tidak kuat lagi
- Mengatur posisi pada pasien berbaring terlentang
- Membuka pakaian daerah perut dan menutup daerah kaki
dengan selimut
- Tentukan daerah skapula janin, beri jeli pasang probe
- Tempelkan probe ke daerah yang diinginkan

F. UNIT TERKAIT

: Kebidanan dan anak

PENGGUNAAN ELECTRO SURGERY UNIT ( ESU )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 11
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/2
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: ESU adalah suatu alat yang menghasilkan frekuensi tinggi untuk


melakukan
pembedahan
dengan
keuntungan
dapat
meminimalkan pendarahan dan meningkatkan sterilisasi pada
jaringan

B. TUJUAN

: Agar tindakan operasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan


meminimalkan pendarahan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan ESU dalam


tindakan operasi

E. PROSEDUR

: 1. Hubungkan kabel badan cauter kesumber listrik


2. Pasang kabel elektroda pada tubuh pasien
3.Masukan kabel arde ke neutral elektroda pada badan cauter.
4.Monopolar :
- Hubungkan kabel pada ujung cauter kemono polar pada
badan cauter
- Tekan tombol untuk menyalakan cauter ( lampu hijau
menyala)
5. Bipolar :
- Hubungkan kabel foot switch ke fusschalter pada badan
cauter.
- Hubungkan kabel bipolar ke bipolar elekroda pada bagian
cauter.
- Tekan tombol power / hijau.
- Tekan tombol biru pertama untuk monopolar dan biru
kedua untuk bipolar pada badan cauter.
- Tekan tombol abu-abu jika ingin menggunakan monopolar
atau bipolar secara otomatis.
- Foot switch diinjak, warna biru untuk pembakaran
( koagulasi ) dan warna kuning untuk memotong / cutting.

PENGGUNAAN ELECTRO SURGERY UNIT ( ESU )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 11
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
2/2
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

5. Atur koagulasi atau cutting.


6. Lampu kuning atau cutting akan menyala untuk itu periksa
kembali pemasangan arade atau fungsi ujung cauter.
7. Setelah cauter selesai digunakan tekan kembali tombol hijau
untuk mematikan fungsi cauter ( lampu hijau akan mati )
8. Lepaskan arde dan semua alat dirapihkan.
9. Lepaskan badan cauter dari sumber listrik.
F. UNIT TERKAIT

: - Perawat OK
- Dokter

PENGGUNAAN ELECTROCARDIOGRAPH ( ECG )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 12
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: ECG adalah suatui alat yang dipergunakan untuk mendeteksi


sinyal biolistrik jantung dan menghasilkan rekaman berupa
grafik pada kertasperekam. Pada rekaman dapat didiagnosa
variasi ketidaknormalan jantung

B. TUJUAN

: Untuk mendeteksi tekanan pada jantung pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan ECG pada


pasien.

E. PROSEDUR

: - Sambungkan kabel power dengan tegangan listrik


- Cek baterai untuk alat yang menggunakan catu daya DC
- Hidupkan alat deng memutar / menekan tombol ON
- Atur selector pada posisi STD, lakukan kalibrasi engan
menekan tombol kalibrasi berulang-ulang dan atur switch Run
paper speed pada posisi RUN, kemudian amati bentuk pulsa
pada kertas rekam ( bentuk pulsa segi empat / square wave )
- Oleskan jelly pada pasien secukupnya
- Pasang strap electrode, chest electrode pada patient cabel
- Pasang strap electrode, chest electrode pada pasien
- Masukan data pasien
- Pilih program ( automatic / manual )
- Lakukan pemeriksaan

F. UNIT TERKAIT

: - Perawat
- Dokter

PENGGUNAAN BABY SCALE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

A. PENGERTIAN

NO. DOKUMEN
01. 04. 13
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

: Baby Scale adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


menimbang berat bayi sehingga dapat diketahui berat
sesungguhnya dengan kapasitas 5 Kg.

B. TUJUAN

: Untuk mengetahui berat badan bayi

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan baby scale pada


pasien

E. PROSEDUR

: - Letakan baby scale pada tempat yang rata ( datar )


- Pastikan jarum penunjuk pada angka nol
- Tempatkan bayi pada posisi telentang
- Lihat jarum penunjuk pada hasil pengukuran

F. UNIT TERKAIT

: - Kebidanan
- Perinatology

PENGGUNAAN BLOOD BANK

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04.14
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Blood Bank adalah suatu alat poendingin untukmenyimpan dan


menjaga kondisi darah yang berada dalam kantong darah pada
suhu tertentu

B. TUJUAN

: Untuk menyimpan darah agar tetap sesuai dengan suhu yang


diinginkan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan Blood Bank

E. PROSEDUR

:-

F. UNIT TERKAIT

: - Laboratorium
- ICU
- IMC

Letakan Blood bank pada posisi yang aman


Sambungkan steker dengan tegangan listrik
Atur suhu sesuai yang diinginkan
Tunggu beberapa saat sampai ruangan terasa dingin
Masukan darah pada Blood Bank
Tutup rapat agar suhu tetap dingin

PENGGUNAAN INFANT WARMER

NO. DOKUMEN
01. 04.15
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

Infant warmer adalah suatu alat yang digunakan untuk


menghangatkan bayi agar suhu tubuh bayi sesuai yang
diinginkan

B. TUJUAN

: Agar suhu bayi tetap stabil sesuai dengan yang diinginkan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan infant warmer

E. PROSEDUR

:-

F. UNIT TERKAIT

: - NICU
- Perinatology

Sambungkan steker dengan tegangan listrik


Tekan switch ON untuk menghidupkan alat
Atur setting suhu sesuai yang diinginkan
Tempatkan bayi sesuai dengan tempatnya

PENGGUNAAN LAPAROSCOPE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04.16
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Laparoscope adalah suatu alat yang digunakan untuk


pemeriksaan bagian dalam tubuh pasien dengan memasukan
fiber optic melalui mulut atau bagian yang sengaja di bedah

B. TUJUAN

: Untuk penerangan dalam pemeriksaan bagian dalam tubuh


pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan laparoscope

E. PROSEDUR

: - Pilih bentuk laparoscope sesuai kebutuhan


- Tekan switch ON untuk menghidupkan lampu laparoscope
- Masukan laparoscope ke dalam mulut atau bagian tubuh yang
lain
- Lakukan pemeriksaan pada pasien

F. UNIT TERKAIT

: - Perawat
- Dokter

PENGGUNAAN NEONATAL MONITOR

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 17
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Neonatal Monitor adalah suatu alat yang digunakan untuk


mendeteksi signal jantung, heart rate dan suhu bayi dalam
tampilan

B. TUJUAN

: Untuk mengontrol keadaan tubuh pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan neonatal monitor

E. PROSEDUR

: - Monitor dalam keadaan mati


- Pasang elektroda ECG, finger probe SPO2, dan cuff NIBP
pada pasien.
- Hidupkan monitor dengan menekan tombol " Power Switch "
pada posisi ON.
- Putar knop pada posisi MENU kemudian arahkan pada
"Patient set-up".
- Tulis data pasien dengan memilih huruf/angka yang tersedia
dengan memutar
- Tulis data pasien dengan memilih huruf/angka yang tersedia
dengan memutar knop sesuai huruf/angka yang dikehendaki.
- Setelah data pasien tertulis, monitor pasien siap digunakan

F. UNIT TERKAIT

: - Perawat
- Dokter

PENGGUNAAN OBGYN EXAMINATION TABLE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 18
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Obgyn Examination table adalah suatu alat yang digunakan


sebagai meja periksa pasien kebidanan

B. TUJUAN

: Untuk memudahkan dalam melakukan tindakan pada saat


melahirkan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini digunakan pada saat perawat / bidan akan


melakukan tindakan

E. PROSEDUR

: - Lepaskan penutup debu


- Siapkan alat pada posisi tindakan
- Tekan rem agar meja dalam keadaan terkunci
- Siapkan aksesoris
- Lakukan tindakan

F. UNIT TERKAIT

: Kebidanan
Vk

PENGGUNAAN OPERATING LAMP

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 19
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Operating lamp adalah suatu alat yang digunakan untuk


menerangi objek pada saat dilakukan operasi

B. TUJUAN

: Untuk penerangan dalam pemeriksaan bagian dalam tubuih


pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara mengoperasikan lampu operasi


pada saat melakukan tindakan

E. PROSEDUR

: - Hidupkan alat dengan cara menekan tombol ON / Off pada


posisi ON
- Cek regulator intensitas cahaya dari posisi minimum sdampai
posisi maksimum
- Cek pengatur focus penyinaran

F. UNIT TERKAIT

: OK

PENGGUNAAN SPECTROPHOTOMETER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 20
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Spectrophotometer adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


mengukur kepekatan suatu larutan ( urine dan darah )

B. TUJUAN

: Untuk mengukur kepekata suatu larutan dalam darah pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan bagaimana cara mengoperasikan


spectrophotometer dengan baik dan benar

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Hidupkan alat dengan menekan tombol ON
- Lakukan pemanasan secukupnya
- Lakukan kalibrasi transmitance 100% dan absorbance 0% pada
kuvet blank
- Lakukan kalibrasi absorbance 100% dan transmitance 0% pada
kuvet blok

F. UNIT TERKAIT

: Laboratorium

PENGGUNAAN INFUS PUMP

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 21
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Infus Pump adalah suatu alat untuk mengatur jumlah cairan /


obat yang dimasukan ke dalam sirkulasi aliran darah pasien
secara langsung melalui vena

B. TUJUAN

: Untuk memberikan obat atau cairan infuse agar dapat


diperhitungkan jumlah dalam satu waktu tertentu
Memberikan keakurasian cairan yang masuk sesuai kebutuhan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian infus pump

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Hidupkan mesin dengan cara menekan / memutar tombol
ON/OFF ke posisi ON
- Pasang cairan infuse dengan baik dan benar
- Tentukan jumlah tetesan permenit
- Alirkan cairan infus ke infusion set sampai tidak ada
gelembung udara
- Set alarm pada posisi ON
- Lakukan tindakan

F. UNIT TERKAIT

: ICU
IMC

PENGGUNAAN LAMPU UV ( ULTRA VIOLET )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 22
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Lampu UV adalah suatu alat untuk mensterilkan ruangan dengan


pancaran sinar UV langsung melalui vena

B. TUJUAN

: Untuk membunuh kuman-kuman / firus yang tertinggal di kamar


pasien setelah pasien pulang

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian lampu UV

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Hidupkan mesin dengan cara menekan / memutar tombol
ON/OFF ke posisi ON
- Atur lamanya waktu pemakain
- Tekan switch untuk pengoperasian alat
- Alat akan bekerja sesaat kemudian

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN CENTRIFUGE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 23
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Centrifuge adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


memisahkan dan mengendapkan partikel padat pada darah dan
urine

B. TUJUAN

: Untuk memeriksa partikel-partikel yang ada di dalam darah dan


urine

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian centrifuge

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Masukan kuvet ke dalam lubang pada centrifuge
- Atur timer sesuai dengan kebutuhan
- Tekan switch ON untuk pengoperasian alat

F. UNIT TERKAIT

: Laboratorium

PENGGUNAAN ANALYTICAL BALANCE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 24
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Analytical Balance adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


menimbang sampel / preparat yang akan diperiksa, sehingga
dapat diketahui berat swesungguhnya terhadap mata timbangan
standar

B. TUJUAN

: Untuk mengetahui berat sample dengan akurat sesuai dengan


timbangan yang standar

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian analytical balance

E. PROSEDUR

: - Tempatkan alat pada tempat yang datar


- Masukan sample / preparat pada tempatnya
- Lihat hasil pengukuran pada jarum penunjuk

F. UNIT TERKAIT

: Laboratorium
Farmasi

PENGGUNAAN BLUE LAMP

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 25
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Blue lamp adalah suatu alat yang dipergunakan untuk terapi


pasien penyakit kuning dengan menggunakan sinar lampu biru

B. TUJUAN

: Untuk melakukan penyinaran pada pasien ( bayi ) dengan


kondisi berpenyakit kuning

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian blue lamp

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Atur lamanya waktu penyinaran sesuai dengan kebutuhan
- Masukan bayi dengan kindisi mata tertutup
- Tekan tombol ON untuk pengopersaian alat

F. UNIT TERKAIT

: Kebidanan
Perinatology

PENGGUNAAN AUTOCLAVE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 26
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Autoclave adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


mensterilkan instrumen-instrumen dengan cara pemanasan
dengan suhu yang tinggi

B. TUJUAN

: Untuk mensterilkan instrument-instrumen / alat-alat dengan cara


dipemanaskan menggunakan suhu yang tinggi

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian autoclave

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Masukan instrument-instrumen ke dalam autoclave
- Tutup rapat jangan sampai ada kebocoran
- Atur lamanya waktu sesuai dengan kebutuhan
- Tekan tombol ON untuk pengopersaian alat

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN EXAMINATION LAMP ( LAMPU SOROT )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 27
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Examination lamp ( lampu sorot ) adalah suatu alat yang


dipergunakan untuk menerangi objek pada saat melakukan
tindakan / pemeriksaan dan bersifat mobile

B. TUJUAN

: Untuk membantu / menambah penerangan pada saat melakukan


tindakan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian lampu sorot

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Tempatkan alat sesuai dengan kebutuhan
- Tekan tombol ON untuk menghidupkan alat

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN DEFIBRILLATOR

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 28
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Defibrillator adalah alat resusitasi jantung pada saat jantung


pasien mengaalmi fibrilasi, dengan memberikan energi kejut
listrik untuk mengaktifkan kembali aktifitas jantung baik secara
invasive maupun non invasive

B. TUJUAN

: Untuk membantu / memancing jantung pasien yang mengalami


fibrasi agar dapat bekerja kembali dengan energi kejut listrik

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian defibrillator

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan catu daya


- Tempatkan pasien pada posisi telentang
- Tekan tombol ON untuk menghidupkan alat
- Tempelkan elektroda ke dada pasien dengan berulang-ulang

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN TIMBANGAN DEWASA

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 29
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Timbangan dewasa adalah suatu alat yang digunakan untuk


mengukur berat badan dan juga tinggi badan pada pasien

B. TUJUAN

: Untuk mengetahui berat badan dan juga tinggi badan seseorang (


pasien )

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian timbangan dewasa

E. PROSEDUR

: - Tempatkan alat pada tempat yang rata ( datar )


- Pastikan jarum penunjuk pada angka nol
- Tempatkan pasien dengan posisi berdiri
- Jarum akan menunjuk sesuai berat badan pasien

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN DENTAL UNIT

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 30
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Dental unit adalah suatu alat yang digunakan untuk pemeriksaan


dan perawatan gigi

B. TUJUAN

: Untuk melekukan pemeriksaan dan perawatan gigi

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian dental unit

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan sumber listrik


- Pastikan compressor air dalam keadaan tidak bermasalah
- Tempatkan pasien dengan posisi duduk
- Pastikan semua tombol berfungsi dengan baik
- Lakukan pemeriksaan

F. UNIT TERKAIT

: Poli gigi

PENGGUNAAN MICROSCOPE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 31
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Microscope adalah alat pemeriksaan yang berfungsi untuk


memperbesar suatu objek yang tiak dapat dilihat oleh mata
secara langsung

B. TUJUAN

: Untuk melihat objek yang sangat kecil dengan system


penyinaran dan lensa

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian microscope

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan sumber listrik


- Tempatkan objek pada tempat yang telah tersedia
- Tekan switch ON untuk menghidupkan alat
- Atur intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan
- Atur jauh dekatnya lensa sesuai dengan kebutuhan
- Lakukan pemeriksaan

F. UNIT TERKAIT

: Laboratorium

PENGGUNAAN WASHING MACHINE

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 32
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Washing machine adalah suatu alat yang digunakan untuk


mencuci bahan bahan linen yang telah digunakan atau yang
kotor

B. TUJUAN

: Untuk membersihkan bahan bahan linen agar siap di pakai


kembali

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian washing machine

E. PROSEDUR

: - Hubungkan alat dengan sumber listrik


- Pisahkan bahan bahan yang akan dicuci
- Pisahkan bahan bahan yang harus disterilkan dahulu dan
tidak
- Siapkan sabun / detergent
- Masukan air dan sabun sesuai dengan kebutuhan
- Masukan bahan bahan yang akan dicuci sesuai dengan
jenisnya ke dalam chamber
- Tutup mesin dan kunci
- Atur temperature selector sesuai dengan kbutuhan
- Lakukan pencucian dengan menekan tombol ON ( wash )
- Setelah proses pencucian, matikan mesin dengan menekan
tombol ON / OFF ke posisi OF
- Keluarkan bahan yang telah dicuci, periksa hasil cucian dan
simpan di ruang linen

F. UNIT TERKAIT

: Laundry

PENGGUNAAN TOP TABLE STERILIZER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 33
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Top table sterilizer adalah suatu alat yang berfungsi untuk


mensterilkan bahan dengan media air yang dipanaskan hingga
mencapai 120C, bahan bahan yang disteril seperti : sarung
tangan, perlengkapan operasi dan instrumen instrumen logam
maupun gelas

B. TUJUAN

: Untuk mensterilkan bahan bahan maupun perlengkapan operasi


agar terbebas dari kuman atau virus

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian top table sterilizer

E. PROSEDUR

: - Lepaskan penutup debu


- Isi air pada penampung pada batas tertentu
- Siapkan bahan yang akan disterilkan
- Tempelkan magnetic tape pada bahan bahan yang akan
disterilkan
- Hubungkan alat dengan sumber listrik
- Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON
- Masukan bahan yang akan disteril ke dalam chamber
- Tutup sterilizer dan kunci
- Atur timer selector sesuai dengan kebutuhan
- Lakukan sterilisasi
- Setelah proses sterilisasi, matikan alat dan perhatikan tekanan
uap dan temperature sampai menunjuk angka nol ( 0 )
- Keluarkan bahan yang telah disteril, periksa dan taruh di ruang
steril khusus

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN FLOW METER O2 ( DINDING )

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 34
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Flow meter O2 adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur


pemberian oksigen kepada pasien sesuai dengan yang
dibutuhkan

B. TUJUAN

: Untuk mengatur tekanan oksigen yang akan diberikan ke pasien

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara pengoperasian flow meter

E. PROSEDUR

: - Pasang flow meter pada outlet yang telah terpasang pada


dinding dengan cara memutar pada kea rah kanan
- Isi tabung flowmeter dengan air aquades
- Sambungkan slang O2 yang akan menghudung ke pasien
- Atur volume oksigen dengan cara memutar tombol pada
setingan

F. UNIT TERKAIT

: Keperawatan

PENGGUNAAN SUCTION DINDING

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 35
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Suction dinding adalah suatu alat yang sudah terpasang di outlet


( dinding ) yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang
tidak dibutuhkan pada tubuh manusia

B. TUJUAN

: - Untuk membersihkan lender dengan cara dihisap


- Untuk menghisap cairan dari hidung dan rongga mulut

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan alat penghisap


lender elektrik untuk membersihkan cairan di daerah hidung dan
mulut

F. PROSEDUR

:-

Pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik


Sambungkan slang dengan rapat dan tidak ada kebocoran
Atur besar kecilnya tekanan sesuai kebutuhan
Masukan catheter kedalam mulut / hidung secara perlahan
Setelah selesai, mtikan alat kemudian buang cairan yang ada
di dalam tabung.

G. UNIT TERKAIT

:-

Kebidanan
ICU
NICU
IMC
UGD
OK

PENGGUNAAN OUTLET COMPRESSOR AIR

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 36
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Outlet Compressor air adalah suatu alat yang dipergunakan untuk


memberikan suplay udara tekan untuk kebutuhan alat alat
kesehatan seperti Fentilator dll

B. TUJUAN

: - Untuk memberikan suplay udara tekan ke alat kesehatan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan outlet compressor


air dengan benar

F. PROSEDUR

: - Pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik


- Sambungkan slang dengan rapat dan tidak ada kebocoran
- Atur besar kecilnya tekanan sesuai kebutuhan

G. UNIT TERKAIT

:-

ICU
NICU
IMC
UGD
OK

PENGGUNAAN ALAT NEBULIZER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 37
TANGGAL TERBIT
10-09-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk melembabkan atau


menghantarkan obat / cairan steril ke saluran pernafasan secara
inhalasi ( pemberian obat-obatan dengan cara penghirupan,
setelah obat-obat tersebutterlebih dahulu dipisahkan menjadi
partikel yang lebih kecil

B. TUJUAN

: Untuk memudahkan pemberian obat-obatan dan dapat bekerja


secara langsung pada saluran pernafasan

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan nebulizer pada


pasien dengan indikasi :
- Penyakit saluran nafas atas ( akut dan kronik )
- Penyakit saluran nafas bawah ( akut dan kronik )
- Penyakit jaringan paru,cmfisema
- Alergi
- Bayi dengan secret berlebihan

F. PROSEDUR

: - Buka bagian atas nebulizer


- Masukan air aquades sebatas garis yang ditentukan
- Masukan obat inhalasi ke dalam medicine cup melalui lubang
obat di bagian atas / dapat juga dimasukan langsung ke dalam
medicine cup dengn membuka tutup bagian atasnya
- Hubungkan kabel power dengan sumber listrik
- Tekan tombol ON untuk menghidupkan alat
- Seting timer sesuai dengan kebutuhan pasien
- Tunggu sampai uap keluar, bila uap sudah keluar pasang
masker cup pada pasien
- Selama tewrapi dilihat apakah ada tanda tanda pasien pusing /
mual pada pasien, jika ada segera hentikan penguapan dan
tunggu beberapa saat

G. UNIT TERKAIT

: - Fisioterapi

PENGGUNAAN AUTOMATIC ANALYZER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 38
TANGGAL TERBIT
17-10-2008
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Automatic analyzer adalah alat yang digunakan untuk melakukan


pemeriksaan cairan, baik berupa darah maupun urine dengan
campuran reagent sehingga dihasilkan hasil yang akurat

B. TUJUAN

: Untuk memudahkan dalam melakukan pemeriksaan pasien


melalui darah maupun urine

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan Automatic


analyzer

F. PROSEDUR

: - Bersihkan alat terlebih dahulu


- Pastikan washing cleaner dalam keadaan penuh
- Isi wash station dan botol diluent dengan aquabides
- Pastikan well dalam keadaan kosong
- Setelah semua siap, nyalakan UPS, power monitor dan alat
automatic analyzer
- Setelah layar monitor menyala, pilihlah menu Fully main
- Pilihlah menu Utulity pada tampilan Fully main
- Kemudian lakukan inisialize, prime deluter, wash kuvet dan
pump calibration. Bila hasil sesuai dengan rance, klik tombol ok
- Lakukan pemeriksaan

G. UNIT TERKAIT

: - Laboratorium

PENGGUNAAN TENSIMETER

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL ( SPO )

NO. DOKUMEN
01. 04. 39
TANGGAL TERBIT
17-10-2007
MANUAL / TEKNISI

NO.REVISI

HALAMAN
1/1
DITETAPKAN OLEH :

Dra. Hj. Neneng D. Nurman MARS

A. PENGERTIAN

: Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan


darah ( sistolik / diastolik )

B. TUJUAN

: Untuk mengetahui tekanan darah pada pasien ataupun orang


sehat

C. KEBIJAKAN

: - Pada saat pasien datang berobat ke Rumah Sakit berhak


mendapat penanganan pertama dari dokter yang dapat
dilaksanakan oleh dokter umum atau spesialis
- Setiap pasien dengan tindakan tersebut diatas akan ditangani
sesuai manual prosedur yang sesuai
- Rumah sakit akan memberikan sarana dan prasarana untuk
mendukung pelayanan kesehatan

D. RUANG LINGKUP

: Prosedur ini menerangkan cara menggunakan tensimeter baik


untuk pasien maupun orang sehat

F. PROSEDUR

: - Buka box penutup pada posisi tegak lurus


- Putar klep pada tangki ke posisi ON
- Air raksa akan keluar dari tangki dan akan terlihat pada angka
0 yang berarti alat siap untuk digunakan
- Untuk menghindari kebocoran air raksa setelah selesai
pemakaian, miringkan alat 45 kea rah container sampai air
raksa masuk ke dalam container
- Putar klep tangki pada posisi OFF
- Tempatkan bulb pada penyanggayang berada di tengah box
- Putar knob air release valve untuk penguncian di posisi
tersebut
- Perhatikan latek tubing dan manset jangan sampai terjepit
tutup tensimeter

G. UNIT TERKAIT

: - Keperawatan