Anda di halaman 1dari 18

Kasus Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi

PELANGGARAN ETIKA BISNIS-PRODUKSI : Studi Kasus Pada PT. Megasari Makmur


Perjalanan obat nyamuk bermula pada tahun 1996, diproduksi oleh PT Megasari
Makmur yang terletak di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. PT Megasari
Makmur juga memproduksi banyak produk seperti tisu basah, dan berbagai jenis
pengharum ruangan. Obat nyamuk HIT juga mengenalkan dirinya sebagai obat
nyamuk yang murah dan lebih tangguh untuk kelasnya. Selain di Indonesia HIT juga
mengekspor produknya ke luar Indonesia.
Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik
dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat
mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian,
dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan
menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan manusia seperti
keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan
terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.
HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat
berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat
turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat
anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot)
dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan
melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada
tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang
mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara
yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.
Namun demikian, karyawan perusahaan-perusahaan besar tidak dapat dikatakan
dengan sengaja dan dengan bebas turut dalam tindakan bersama itu untuk
menghasilkan tindakan perusahaan atau untuk mengejar tujuan perusahaan.
Seseorang yang bekerja dalam struktur birokrasi organisasi besar tidak harus
bertanggung jawab secara moral atas setiap tindakan perusahaan yang turut dia
bantu. Faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan yang meringankan dalam
organisasi perusahaan birokrasi berskala besar, sepenuhnya akan menghilangkan
tanggung jawab moral orang itu.
Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan melakukan pelanggaran etika bisnis
terhadap prinsip kejujuran. Perusahaan besarpun berani untuk mengambil tindakan
kecurangan untuk menekan biaya produksi produk. Mereka melakukannya hanya
untuk mendapatkan laba yang besar dan ongkos produksi yang minimal.
Mengenyampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat
berbahaya dalam produknya. Dalam kasus HIT sengaja menambahkan zat diklorvos
untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat
tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan
lambung.
Dan walaupun perusahaan sudah meminta maaf dan juga mengganti barang dengan
memproduksi barang baru yang tidak mengandung zat berbahaya tapi seharusnya
perusahaan juga memikirkan efek buruk apa saja yang akan konsumen rasakan bila
dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai produsen memberikan kualitas produk
yang baik dan aman bagi kesehatan konsumen selain memberikan harga yang
murah yang dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.
Kesimpulan. Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis yang dilakukan oleh PT. Megarsari
Makmur yaitu Prinsip Kejujuran dimana perusahaan tidak memberikan peringatan

kepada konsumennya mengenai kandungan yang ada pada produk mereka yang
sangat berbahaya untuk kesehatan dan perusahaan juga tidak memberi tahu
penggunaan dari produk tersebut yaitu setelah suatu ruangan disemprot oleh
produk itu semestinya ditunggu 30 menit terlebih dahulu baru kemudian dapat
dimasuki /digunakan ruangan tersebut.
Saran. Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh
dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya.
Disini perusahaan seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang
menggunakan produknya karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas
kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap
produk itu sendiri. PT Megarsari harusnya memberikan ganti rugi kepada konsumen
karena telah merugikan para konsumen. PT Megarsari harusnya menarik semua
produk HIT yang telah dipasarkan dan mengajukan izin baru untuk memproduksi
produk HIT Aerosol Baru dengan formula yang bebas dari bahan kimia berbahaya.

1. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi yang dilakukan oleh
Produk HIT di Indonesia
Produk HIT dianggap merupakan anti nyamuk yang efektif dan murah untuk
menjauhkan nyamuk dari kita Tetapi, ternyata murahnya harga tersebut juga membawa
dampak negatif bagi konsumen HIT.
Telah ditemukan zat kimia berbahaya di dalam kandungan kimia HIT yang dapat
membahayakan kesehatan konsumennya, yaitu Propoxur dan Diklorvos. 2 zat ini berakibat
buruk bagi manusia, antara lain keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan
pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.
Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis
semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Departemen Pertanian juga telah mengeluarkan
larangan penggunaan Diklorvos untuk pestisida dalam rumah tangga sejak awal 2004
(sumber : Republika Online). Hal itu membuat kita dapat melihat dengan jelas bahwa
pemerintah tidak sungguh-sungguh berusaha melindungi masyarakat umum sebagai
konsumen. Produsen masih dapat menciptakan produk baru yang berbahaya bagi konsumen
tanpa inspeksi pemerintah.
Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, yaitu :
1. Pasal 4, hak konsumen adalah :
Ayat 1 : hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau
jasa
Ayat 3 : hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa
PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zatzat berbahaya di dalam produk mereka. Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan
mengurangi biaya produksi HIT.
2. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :

Ayat 2 : memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan
PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana
seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam
sebelum boleh dimasuki lagi.
3. Pasal 8
Ayat 1 : Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa
yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
peraturan perundang-undangan
Ayat 4 : Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang
memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran
PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk HIT tersebut tidak
memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut. Seharusnya, produk HIT
tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi
mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.
4. Pasal 19 :
Ayat 1 : Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran,
dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau
diperdagangkan
Ayat 2 : Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau
penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan
dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
Ayat 3 : Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal
transaksi
Menurut pasal tersebut, PT Megarsari harus memberikan ganti rugi kepada konsumen karena telah
merugikan para konsumen
Komentar dan saran mengenai artikel diatas :
PT. Megarsari Makmur sudah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan
memasukkan 2 zat berbahaya pada produk mereka yang berdampak buruk pada konsumen yang
menggunakan produk mereka. Salah satu sumber mengatakan bahwa meskipun perusahaan sudah
melakukan permintaan maaf dan berjanji menarik produknya, Namun permintaan maaf itu hanyalah
sebuah klise dan penarikan produk tersebut seperti tidak di lakukan secara sungguh sungguh
karena produk tersebut masih ada dipasaran.
Pelanggaran Prinsip Etika Pemasaran yang dilakukan oleh PT. Megarsari Makmur yaitu Prinsip
Kejujuran dimana perusahaan tidak memberikan peringatan kepada konsumennya mengenai
kandungan yang ada pada produk mereka yang sangat berbahaya untuk kesehatan dan perusahaan
juga tidak memberi tahu penggunaan dari produk tersebut yaitu setelah suatu ruangan disemprot
oleh produk itu semestinya ditunggu 30 menit terlebih dahulu baru kemudian dapat dimasuki
/digunakan ruangan tersebut.
Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal
tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan seharusnya lebih
mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya karena dengan meletakkan
keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan
mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap
produk itu sendiri.

Sumber : http://adey-am20.blogspot.com/2010/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-bisnis.html

2. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi yang dilakukan Power
Balance pada kasus Internasional
Pada tahun 2010, kita sering melihat orang baik anak-anak, remaja maupun dewasa
mengenakan gelang yang kelihatan berbahan dari karet dan bertuliskan power balance. saya tidak
mengerti untuk apa..? katanya sih untuk kesehatan dan banyak juga dijual di kaki lima, harganya
juga cukup mahal. Pada saat berselancar dan masuk ke situs yahoo.com. Ada berita yang cukup
menarik judulnya Akal-akalan Gelang Keseimbangan . ini saya kitipkan kembali :
Situs Power Balance mendadak kebanjiran pengunjung hari ini. Akibatnya, situs produsen
gelang keseimbangan yang mahal itu sulit dibuka. Ada apa gerangan?
Adalah halaman iklan berisi koreksi di http://powerbalance.com/australia/ca, yang
dibanjiri tautan dari mana-mana, seperti situs Gizmodo, Reddit, hingga berbagai forum di berbagai
negara. Pasalnya, di halaman itu, Power Balance membuat pengakuan bahwa klaim ajaib gelang
tangan itu adalah bohong belaka.
Dalam iklan, kami menyatakan bahwa gelang tangan Power Balance meningkatkan
kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas anda. Kami mengakui bahwa tak ada bukti ilmiah kredibel
yang mendukung klaim kami, demikian pernyataan di situs itu, yang dilanjutkan dengan mengakui
pelanggaran undang-undang praktek perdagangan.
Power Balance juga menawarkan opsi pemulangan uang yang sudah dibayarkan untuk
produk mereka. Caranya, kunjungi situs mereka (yang masih sulit diakses), atau menghubungi
nomor tertentu. Penawaran (pengembalian uang) berlaku hingga 30 Juni 2011.
Pengakuan Power Balance itu diumumkan setelah tekanan dari Komisi Konsumen dan
Kompetisi Australia, Desember lalu. Selain di situs sendiri, mereka juga mengumumkannya di media
Australia. Sebelum ini, produsen gelang itu diserang oleh asosiasi konsumen di berbagai negara
Eropa karena klaim tak masuk akal tadi. Menurut situs Gizmodo.com, agaknya ini adalah pertama
kalinya sebuah badan berwenang memaksa mereka mengakui bohongnya klaim itu.
Di Italia pun, otoritas mendenda Power Balance sebesar 300 ribu Euro karena tak punya
bukti ilmiah atas klaim mereka. Gelang Power Balance mengklaim menggunakan teknologi
holografik yang mempengaruhi energi alamiah tubuh. Terdengar aneh, memang. Tapi tampaknya itu
terhapus oleh pemasaran viral dan tren yang dimulai dari atlet dan seleb. Meski harganya ratusan
ribu rupiah, tetap saja laku.
Nah, buat Anda yang memakai gelang Power Balance di tangan, segera copot gelang itu
sebelum ditertawakan lebih banyak orang. Jangan lupa, ada opsi uang kembali. Manfaatkan segera!
Ini juga bisa kembali menjadi peringatan bagi Anda yang memakai kalung-kalung maupun gelanggelang tertentu dengan klaim serupa. Mari, gunakan akal sehat.
-

Komentar dan saran mengenai artikel diatas :


Laba dan kepuasan konsumen berjalan pararel. Jika kepuasan konsumen tercapai maka laba
akan datang dengan sendirinya. Tetapi dalam definisi nilai konsumen berkaitan dengan kepuasan
konsumen, manfaat yang dirasakan oleh setiap konsumen berbeda-beda. Asumsi konsumen dan
produsen tidak dalam posisi yang sama karena berbagai faktor. Karena keahlian dan
pengetahuannya, produsen cenderung berada dalam posisi lebih menguntungkan dibanding
konsumen. Permasalahan pokok produsen dan konsumen dari produk power balance yaitu :
Kemasan sering menyesatkan dan tidak menggambarkan kualitas produk yang sesungguhnya.
Konsumen sangat variatif, tetapi kebanyakan tidak paham dengan isi produk (karena keterbatasan
pengetahuannya).

Produsen wajib memperhatikan kepentingan konsumen dan dilarang secara sengaja melukai atau
menipu konsumen.
Dan pihak power balance harus melakukan tindakan dengan cara :
1. Mempublikasikan iklan yang benar dengan biaya sendiri
2. Berhenti untuk mengklaim bahwa produk Power Balance:
a. Akan meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas
b. Dirancang untuk bekerja dengan medan energi alami dalam tubuh
c. Membuat klaim bahwa "Power Balance adalah Performance Technology"
3. Berhenti memproduksi produk yang mengandung kata Performance Technology
4. Mengganti materi promosi dan pemasaran
5. Menawarkan pengembalian dana penuh, ditambah ongkos kirim.
Sumber : http://elmudunya.wordpress.com/2011/01/05/power-balance-membuat-pengakuanbahwa-klaim-ajaib-gelang-tangan-itu-adalah-bohong-belaka/

3. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi yang dilakukan oleh
Produk Indomie dari Indonesia di Taiwan
Menjelang dibukanya persaingan pasar bebas, Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan
perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis atau etika dalam berbisnis. Hal ini sangat penting
diperhatikan dalam melakukan kegiatan bisnis dan mengembangkan diri dalam pembangunan
ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme
pasar.Dalam kegiatan bisnis ini persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam
memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar
peraturan yang berlaku.
Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang
ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk
lainnya.Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut
mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang
terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat).
Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat
(08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari
peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan
produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil
Kepala BPOM Kustantinah. Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk
Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini, kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan
tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu
akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di
dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan
pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini
umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri
pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia
dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang
juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada
dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg
per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali

daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan
sangat berisiko terkena penyakit kanker.
Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision,
produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan
kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang
dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua
negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.
-

Komentar dan saran dari artikel di atas :


Dari pembahasan diatas terdapat beberapa faktor yang menjadikan produk indomie dilarang
dipasarkan dinegara Taiwan. Beberapa faktor dianataranya adalah harga yang di tawarkan, bahan
dasar atau zat pengawet yang digunakan dan aturan standarisasi. Jika dari harga, harga yang
ditawarkan indomie lebih murah dibanding dengan makanan sejenis dengan kualitas yang sama,
serta zat pengawet atau bahan pengawet yang digunakan indomie dikatakan berbahaya karena
telah melebihi standar pemakaian di Taiwan,namun menurut Ketua BPOM Kustantinah kadar kimia
yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan aturan
Negara masing-masing yang memiliki pandangan berbeda, indonesia yang merupakan anggota Codex
Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang
regulasi mutu , gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota
Codec.
Jadi jelas etika dalam berbisnis sangat perlu diperhatikan sehingga masalah yang sekiranya
akan terjadi dapat di selesaikan dengan baik tanpa harus ada salah satu pihak yang dirugikan.
Sumber
taiwan/

http://pandji99.wordpress.com/2011/09/24/etika-bisnis-contoh-kasus-indomie-di-

4. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi dari PT Nissan Motor Indonesia
Akibat pengelasan yang tidak baik, tempat duduk belakang Nissan Juke rentan terlepas saat
terjadi kecelakaan. Kondisi ini akan membuat penumpang rentan cedera. Alhasil, sebanyak 400 unit
Juke di Indonesia ditarik (recall) dari peredaran. Kondisi ini tentu saja membuat masyarakat
berpikir ulang untuk membeli mobil tersebut. Apalagi, Nissan Juke pernah mengalami mesin
terbakar yang menyebabkan kematian sang pengemudi pada 11 Maret lalu di kawasan Sudirman,
Jakarta.
Wakil Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan meminta ma syarakat
tidak perlu khawatir terkait penarikan mobil ini. Penarikan tersebut merupakan komitmen Nissan
untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya dari segi keamanan maupun
kenyaman.Kami akan memperbaiki semua masalah ini tanpa dipungut biaya sedikit pun dan
penarikan mobil ini adalah hal yang wajar dalam industri mobil, ujar Teddy saat dihubungi Rakyat
Merdeka, kemarin.
Teddy menjelaskan, populasi terbanyak kendaraan Juke (60 persen) yang
terkenarecall berada di wilayah Jakarta. Populasi terbanyak ada di Jakarta. Karena penjualan
Juke paling banyak di Jakarta dan sekitarnya, katanya.Teddy menambahkan, Juke yang ditarik
merupakan hasil rakitan pabrik di Indonesia. Namun, untuk komponen jok bagian belakangnya
diimpor langsung dari Jepang.
Produksinya lokal, tapi komponen jok belakang diimpor langsung dari Jepang. Sejauh ini
belum ada penambahan unit, jumlahnya tetap 400 unit. Sebab, dari Maret hingga Juli 2012 total
produksinya hanya 400 unit, ungkap Teddy.Nissan tetap optimistis target penjualan tahun ini
sebanyak 100.000 lebih unit bisa tercapai. Kami berharap dengan adanya recall ini hubungan
perusahaan dengan konsumen masih dapat terjaga dan berjalan baik. Kami optimis bahwa recall ini
tidak akan mempengaruhi minat pasar terhadap produk Nissan, katanya pede.

General Manager Marketing and Communications Strategy Division Nissan Indrie Hadiwidjaja
mengatakan, penarikan ini sudah dilakukan ke semua pelanggan Nissan. Dan bagi yang belum,
pelanggan diminta mendatangi workshop-workshop Nissan terdekat untuk segera diperbaiki.
Perbaikan akan dilakukan secara bertahap di semua workshop-workshop Nissan tanpa dipungut biaya dan penarikan ini tidak akan mengganggu pasar Juke di Indonesia, tegas Indrie.Nissan
Juke merupakan salah satu mobil sport yang cukup laris di Indonesia. Pada semester pertama tahun
ini, Nissan telah menjual sebanyak 5.401 unit Juke. Mobil bermesin HR15DE 1.500 cc itu
menyumbang 15,6 persen dari pendapatan Nissan Motor Indonesia. Penarikan Nissan Juke terkait
dengan temuan kerusakan oleh Otoritas Keselamatan Lalu Lintas dan Transportasi Amerika Serikat
(NHTSA). Di Amerika Serikat sebanyak 11.076 unit Nissan Juke buatan 3 Februari - 26 Mei 2012
ditarik lantaran jok belakangnya tidak dilas dengan baik.
Selain jok belakang yang bermasalah, sebelumnya pun mobil dengan desain unik ini pernah
bermasalah saat terjadinya kecelakaan hingga terbakar di jalan protokol di Jakarta, yang digunakan
oleh seorang artis. Pada kecelakaan tersebut disinyalir Juke yang digunakan mengalami kerusakan
pada bagian pintu dan mesinnya.
Sepanjang tahun ini selain Nissan, beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) lainnya
juga melakukan recall terhadap kendaraannya. Sebut saja, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang
pada Mei lalu, menarik 51 ribu Gran Max Pick Up, Gran Max Mini Bus, dan Gran Max Blind Van dika renakan adanya keretakan dudukan ban cadangan. Sedangkan pada pertengahan Maret 2012, PT
Toyota Astra Motor menarik 363 unit Toyota All New Avanza akibat kerusakan pada suspensi rodanya.
-

Komentar dan saran dari artikel diatas :

PT Nissan harus memperketat proses pengujian dan proses re-evaluasi ulang, serta
memperbaiki standart kualitas produksi mobil dengan sistem keamanan mobil yang lebih
baik. Agar dapat meningkatkan kualitas dari produk akhir tersebut dan meminimalisir
kemungkinan terjadinya cacat produk. Sehingga perusahaan juga dapat menjalin rasa
kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh PT Nissan.
Sumber : http://otomotif.rmol.co/read/2012/07/23/71950/400-Unit-Nissan-Juke-Ditarik-Di- Indonesia5. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi dari Produk Smartphone Apple di
China
Setelah iPhone 5 menghadapi banyak masalah di Cina, Apple memberi peringatan kepada
konsumennya melalui website Apple versi Cina. Perusahaan raksasa itu menegaskan kepada
konsumen untuk selalu menggunakan pengisi daya (charger) yang asli. Namun,iPhone 5 yang
meledak di Cina kali ini bukan disebabkan karena charger.
Kepada media Cina, seorang wanita bernama Li mengaku membeli ponsel buatan Apple itu
pada September 2012. Dia pernah menjatuhkan iPhone 5 miliknya itu sekali yang menyebabkan
penyok kecil di sudut kanan atas layar yang juga menjadi asal meledaknya ponsel tersebut. Li
menggunakan iPhone 5 untuk menghubungi salah seorang temannya. Percakapan Li dan temannya
itu berlangsung sekitar 40 menit. Li kemudian merasa layar ponselnya menjadi panas. Ia mencoba
mengakhiri panggilan, tapi ketika layar disentuh,handphone tidak memberikan respon. Tanpa ia
sadari,
iPhone
5
miliknya
tiba-tiba
meledak.
Li mengatakan kalau dia tidak bisa membuka salah satu matanya setelah ledakan. Ia
merasakan serpihan materi perangkat tersebut masuk ke dalam matanya. Dokter yang
memeriksanya melihat ada tanda pada mata Li akibat goresan materi benda padat. Beruntung Li
tidak mengalami kebutaan. Salah satu matanya itu hanya iritasi dan inflamasi, seperti dilansir situs,
Phone Arena , Minggu, 11 Agustus 2013.
Atas kejadian yang menimpanya itu, Li tidak mengharapkan kompensasi apa pun dari Apple.
Namun, ia mempertanyakan kualitas iPhone dan membandingkan dengan ponsel teman-temannya
yang jauh lebih murah dengan masalah layar yang sama, tapi tidak pernah meledak.
Sementara itu, bagian layanan Apple di Cina berjanji akan menyelidiki kasus yang menimpa Li,

seperti yang diungkapkan kepada Da Lian Evening News. Akan tetapi, masalah ledakan umumnya
tidak tertera dalam garansi perangkat Apple.
-

Komentar dan Saran dari artikel diatas :


Dari situasi diatas Pihak Apple justru tidak terlalu cepat dalam melakukan klarifikasi.
Sehingga kasus ini dianggap bahwa pihak apple tidak terlalu mensupport konsumen mereka sendiri.
Seharusnya pihak apple melakukan ganti rugi dan memberikan kompensasai kepada konsumen
mereka. Agar image dari produk apple tetap terjaga di mata konsumen. Apalagi apple sering
dianggap menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi. Dan fans-fans dari apple sendiri
terkenal sebagai salah satu konsumen yang paling loyal.
Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/08/08/174503157/Rata-rata-Anak-Usia-7-TahunSudah-Mempunyai-Ponsel-

6. Contoh Pelanggaran Etika Pemasaran dan Etika Produksi dari Kentucky Fried Chicken di China
Dan semoga tidak mengandung bahan-bahan yang aneh untuk di Indonesia ya, dan label
halal MUI memang benar-benar menjamin KFC Berbahaya di China, Kalau di Indonesia?
Skandal
terkuak saat stasiun televisi negara China Central Television melaporkan pada akhir Desember,
beberapa ayam KFC dan McDonald Corp mengandung obat antiviral dan hormon perangsang
pertumbuhan. Hal ini berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap restoran cepat saji asal
AS di China.Beberapa blogger dalam situs micro blogging Weibo mengkritik keras KFC. Saya tidak
akan makan KFC lagi, kata seorang pengguna dengan nama akun Neverbunny.
Kita harus keluarkan KFC dari China, kata pengguna lainnya yang bernama
nininbababa. Seperti diberitakan Kantor Berita Antara, Perusahaan induk KFC, Yum Brands Inc,
memiliki 5.100 restoran di China dan salah satu restoran Barat terbesar di China. Sejak laporan
adanya penggunaan bahan berbahaya untuk mempercepat pertumbuhan ayam di KFC China, saham
KFC turun sebanyak 4,2% pada Selasa (8/1).
Sebelumnya, Yum menarik beberapa produk pada 2005 karena mengandung pewarna Sudan
Red, yang dilarang sebagai bahan makanan karena dapat meningkatkan risiko kanker. Adanya
laporan tentang bahan berbahaya yang terdapat pada ayam di China ternyata berdampak positif
bagi beberapa brand restoran cepat saji lainnya. Misalnya, Country Style Cooking Restaurant,
sebuah restoran lokal cepat saji yang bermarkas di barat daya kota Chongqing, semakin populer dan
meningkat penjualannya.
Yum Brands Inc, perusahaan induk jaringan restoran cepat saji KFC, meminta maaf kepada
pelanggan di China atas penanganan terhadap isu penggunaan bahan terlarang untuk mempercepat
pertumbuhan ayam.Kami menyesalkan kecerobohan dalam proses pemeriksaan internal dan
kurangnya komunikasi, kata Direktur Eksekutif Yum Brands, Su Jingshi, dalam akun media sosial
Weibo. Shanghai Food and Drug Administration menemukan 1 dari 8 ayam sampel yang diteliti
mengandung level obat-obatan antiviral dalam level yang mencurigakan.
Juru bicara Yum mengatakan pada Kamis (10/1) bahwa perusahaan telah menghentikan
kerjasa sama dengan dua penyedia ayam sebelum penyelidikan resmi diumumkan. Penghentian
tersebut dilakukan setelah dua uji acak menunjukkan bahwa dua penyuplai itu tidak memenuhi
standar Yum. Kasus ini telah memukul citra KFC di China, di mana merek dari negara barat
dianggap lebih aman dan lebih berkualitas dibanding milik negara sendiri. Keamanan makanan
adalah perhatian utama bagi konsumen.
Mereka akhirnya meminta maaf sekarang, namun ini sudah terlambat. Saya tidak tahu
apakah orang lain dapat memaafkan mereka atau tidak, namun yang jelas saya tidak! tulis Jackson
Dong dalam akun Weibo.Itu terjadi di Cina, bagaimana dengan KFC di Indonesia?? Apakah sudah
betul-betul melindungi hak-hak konsumen untuk tidak menggunakan bahan berbahaya ?
-

Komentar dan Saran dari artikel di atas :

Kfc seharusnya memperhatikan imagenya di mata konsumen karena akan mempengaruhi


persepsi pelanggan yang berada di kfc. Dan pihak kfc juga seharusnya membuktikan dengan
melakukan riset bahwa produk ayamnya tidak menyebabkan kanker. Sehingga produk kfc masih
tetap mendapatkan respon yang baik dari konsumennya yang akan membeli hidangannya tanpa
memperdulikan isu-isu yang ada di publik.
Sumber :

https://www.facebook.com/SudahTahukahAnda.New/posts/593598703987454

CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA


PEMASARAN dan ETIKA PRODUKSI
Diposkan oleh Calista Fredlina di Senin, Maret 31, 2014

A.

CONTOH

DINAS

KASUS

KESEHATAN

DKI

PELANGGARAN

LARANG

IKLAN

ETIKA

KLINIK

PEMASARAN

TONG

FANG

Merdeka.com - Iklan Klinik Tong Fang, menawarkan pengobatan alternatif yang berasal dari Cina,
namun materi iklan yang menayangkan testimoni pasien telah melanggar peraturan menteri
kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, pihaknya sudah
menyatakan

pelarangan

terhadap

iklan

tersebut.

"Beberapa waktu lalu, hasil rapat dari beberapa asosiasi klinik kesehatan, iklan (Klinik Tong Fang) itu
sudah

tidak

boleh

diiklankan,"

ujar

Dien

saat

dihubungi

merdeka.com,

Rabu

(8/8).

Pihaknya sudah dipanggil oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan pembinaan kepada Klinik
Tong Fang. "Kemenkes sudah memanggil kami, kami sudah memanggil Sudin Kes Jakarta Utara
karena dia yang mengeluarkan izinnya dan pihak klinik itu untuk dilakukan pembinaan," kata Dien.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengakui pernah menegur Klinik Tong Fang atas iklannya di
televisi yang memuat testimoni pasien. Hal ini karena pengakuan pasien dalam iklan melanggar
Peraturan Menteri kesehatan Nomor 1787 Tahun 2012 mengenai Iklan dan Publikasi Pelayanan
Kesehatan.

Melihat iklan Tong Fang yang masih terus tayang di televisi, Kemenkes segera memikirkan tindakan
lanjutan

agar

iklan

yang

melanggar

itu

disetop.

"Ini baru ya, umumnya mereka (Tong Fang) mengikuti (teguran). Kami sedang memikirkan langkahlangkah lebih lanjut," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, Murti Utami, saat dihubungi
merdeka.com,

beberapa

waktu

lalu.

Selain itu, kata Murti, pihaknya juga akan mempelajari bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
untuk

IKLAN

menegur

"MIE

lembaga

penyiaran

SEDAP"

yang

menayangkan

MELECEHKAN

iklan

PROFESI

tersebut.

GURU

Jakarta KPI Pusat mengimbau semua stasiun televisi untuk memperbaiki adegan dalam tayangan
iklan

Mie

Sedap

sebelum

tayang

kembali.

Menurut KPI tayangan yang terdapat dalam iklan tersebut tidak memperhatikan norma dan nilai
yang berlaku dalam lingkungan sekolah, memperolok tenaga pendidik (guru) dan merendahkan
sekolah

sebagai

lembaga

pendidikan.

Teguran dan penjelasan tersebut tertuang dalam surat imbauan KPI Pusat yang ditandatangani Ketua
KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, kepada semua stasiun televisi, Rabu, 28 Desember 2011.

Adapun adegan pelanggaran yang dimaksud dalam iklan Mie Sedap yakni adegan seorang guru yang
memegang sebuah produk mie dan di kepalanya bertengger seekor ayam. Dalam surat imbauan itu,

KPI meminta kepada semua stasiun televisi untuk menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan
Standar Program Siaran (SPS) KPI tahun 2009 sebagai acuan utama dalam menayangkan sebuah
program

siaran.

KPI akan terus melakukan pemantauan terhadap iklan tersebut. Bila ditemukan adanya pelanggaran,
KPI

IKLAN

akan

DISKON

memberikan

TKW

sanksi

INDONESIA

DISEBAR

administratif.

DI

MALAYSIA

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis tenaga kerja Indonesia di Malaysia gerah dengan kemunculan
iklan diskon penempatan tenaga kerja wanita di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam iklan tersebut,
disebutkan

adanya

diskon

penempatan

tenaga

kerja

hingga

40

persen.

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, Minggu (28/10/2012) di Kuala Lumpur mengatakan,
iklan berupa selebaran itu ditempelkan di pohon atau di tempat-tempat lain pada ruang publik di
Kuala Lumpur. Dalam iklan tersebut dinyatakan bahwa para TKW dari Indonesia "now on sale".

"Indonesian maids now on SALE. Fast and Easy Application!! Now your housework and cooking come
easy. You can rest and relax, Deposit only RM 3,500! Price RM 7,500 nett," bunyi petikan iklan
tersebut.

Anis menuturkan, selama ini seorang majikan diwajibkan membayar biaya penempatan TKW sebesar
12.000 ringgit atau sekitar Rp 36 juta kepada agen tenaga kerja. Adapun iklan di atas hanya
menawarkan

biaya

penempatan

sebesar

7.500

ringgit

atau

hampir

Rp

27

juta.

"Begitu kami melihat itu, makanya kami naik darah. Ini bentuk pelecehan," kata Anis saat dihubungi
Kompas.com dari Jakarta, Minggu malam. Melalui akun @anishidayah di Twitter, Anis
menyampaikan kekesalannya atas kemunculan iklan yang ia temukan di kawasan Chow Kit tersebut.

Anis menduga iklan tersebut disebarkan oleh seorang calo yang bekerja sama dengan agen tenaga
kerja. Ia mengatakan bahwa cara seperti ini biasa dilakukan untuk memudahkan warga Malaysia

mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia setelah pemerintah Indonesia memberlakukan


pemberhentian

sementara

(moratorium)

pengiriman

tenaga

kerja

ke

Malaysia.

Anis menyebutkan, sebetulnya moratorium pengiriman tenaga kerja itu hanya dilakukan secara
sepihak oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Malaysia, kata Anis, tetap membuka jalur-jalur
pengiriman

komentar

TKI

dan

dan

berlaku

secara

saran

legal.

1. Menurut saya untuk iklan klinik tong fang sendiri memang sangat berlebihan dimana pada adegan
testimoni para pasien terkesan sangat dibuat-buat dan direncanakan. Bagi kalangan kedokteran atau
mereka yang melek kesehatan, boleh jadi semua itu hanyalah informasi yang tidak penting dan
terkesan konyol. Tapi, bagi banyak orang awam, tayangan atau iklan yang dimuat berulang-ulang itu
bisa dianggap sebagai kebenaran. Selain itu, dengan adanya pemberian diskon bila pasien melakukan
pengobatan di klinik tersebut juga saya rasa tidak etis untuk sebuah iklan jasa kesehatan. Hal ini pula
tidak diperbolehkan dalam Peraturan Menteri kesehatan No. 1787 Tahun 2010 mengenai Iklan dan
Publikasi Pelayanan Kesehatan. Dalam PerMenKes tersebut, di pasal 5 disebutkan hal-hal yang tidak
diperbolehkan dalam iklan kesehatan, seperti memberikan pengharapan yang tidak tepat,
membandingkan dengan mutu pelayanan kesehatan tempat lain, mempublikasikan metode yang
belum diterima oleh masyarakat kedokteran, mengiklankan potongan harga, serta memberikan
testimoni. Memang saat ini iklan klinik TCM seperti ini sudah tidak ada lagi di stasiun tv swasta.
Namun, pada kenyataannya di stasiun tv lokal iklan-iklan seperti ini masih sangat menjamur. Perlu
adanya perhatian dari pemerintah untuk penayangan iklan jasa kesehatan di tv lokal saat ini.

2. Untuk iklan mie sedap sendiri saya rasa juga tidak layak untuk ditayangkan karena melecehkan
dunia pendidikan khususnya tenaga pendidik yakni Guru. Guru yang semestinya memiliki wibawa
dan berjasa memberikan ilmu di iklan tersebut malah ditampilkan dengan di atas kepalanya
bertengger seekor ayam. Selain itu, iklan tersebut menampilkan contoh sekolah yang terkesan kotor
dan tidak terjaga hingga hewan unggas seperti ayam bisa leluasa berada di dalam kelas, padahal
semestinya sekolah dan kelas haruslah bersih dan nyaman untuk kelancaran proses belajar mengajar.
Seharusnya iklan produk aman untuk disaksikan oleh seluruh kalangan usia tak terkecuali anak-anak.
Apalagi usia anak anak sangat rentan untuk menirukan segala apa yang dilihatnya, bukan tidak
mungkin dengan adanya iklan seperti ini dapat mengubah cara pandang anak-anak sekolah bahwa
sosok guru bukanlah sosok yang patut dihormati atau sekolah kotor bukanlah masalah.

3. Untuk contoh kasus ketiga yakni iklan diskon TKW indonesia di malaysia ini saya rasa benar-benar

keterlaluan. Ini sudah bukan merupakan iklan produk melainkan iklan perdagangan manusia. Seolaholah dalam iklan tersebut tkw-tkw yang berasal dari Indonesia ini tidak dimanusiakan dan
diperlakukan selayaknya komoditi dagang yang bisa seenaknya di diskon dan dipergunakan jasanya.
Dilihat dari segi etika pemasaran tentunya ini merupakan iklan yang sangat tidak manusiawi dan
tidak

memiliki

B.

tata

CONTOH

krama.

Tidak

KASUS

KONTROVERSI

layak

untuk

disebarkan

PELANGGARAN

dan

ETIKA

PRODUK

disaksikan.

PRODUKSI

AJINOMOTO

PT Ajinomoto Indonesia merupakan produsen bumbu masak merek Ajinomoto. Perusahaan ini
memiliki kantor pusat di Jepang dimana Ajinomoto pusat merupakan salah satu dari 36 perusahaan
makanan

dan

minuman

terbesar

di

dunia.

Sehubungan dengan akan berakhirnya sertifikat Halal dari MUI untuk AJI-NO-MOTO pada
September 2000, maka PT Ajinomoto Indonesia mengajukan perpanjangan sertifikat Halalnya pada
akhir Juni 2000. Audit kemudian dilakukan oleh LPPOMMUI Pusat (2 orang), LPPOMMUI Jatim,
BPOM, Balai POM Surabaya dan dari Departemen Agama pada tanggal 7 Agustus 2000.

Pada 7 Oktober 2000, Komisi Fatwa memutuskan bahwa Bactosoytone tidak dapat digunakan sebagai
bahan dalam media pembiakan mikroba untuk menghasilkan MSG. PT Ajinomoto Indonesia diminta
untuk

mencari

alternatif

bahan

pengganti

Bactosoytone.

Sesuai dengan instruksi Komisi Fatwa, PT Ajinomoto Indonesia mengganti Bactosoytone dengan
Mameno

dalam

tempo

bulan.

LPPOMMUI melakukan audit sehubungan dengan penggantian Bactosoytone dengan Mameno pada 4
Desember 2000. Mereka memutuskan Mameno dapat digunakan dalam proses pembiakan mikroba
untuk

menghasilkan

MSG.

Komisi Fatwa melakukan rapat kedua pada 16 November 2000. LPPOMMUI menyampaikan hasil

rapat tersebut kepada PT Ajinomoto Indonesia pada 18 Desember 2000, bahwa produk yang
menggunakan

Bactosoytone

dinyatakan

Haram.

MUI mengirim surat kepada PT Ajinomoto Indonesia pada 19 Desember 2000 untuk menarik semua
produk Ajinomoto yang diproduksi dan diedarkan sebelum tanggal 23 November 2000 (Produk yang
dihasilkan setelah 23 November 2000 sudah menggunakan Mameno). Namun, pada tanggal tersebut
perusahaan

sudah

memasuki

libur

bersama

Natal

dan

Tahun

Baru.

Sekertaris Umum MUI mengumumkan di media massa pada 24 Desember 2000, bahwa produk AJINO-MOTO mengandung babi dan masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi bumbu masak AJINO-MOTO

yang

diproduksi

pada

periode

13

Oktober

hingga

16

November

2000.

Pengumuman MUI ini lalu ditindaklanjuti dengan pertemuan antara jajaran Deperindag, Depag,
MUI, GPMI (Pengusaha Makanan dan Minuman), Dirjen POM, dan YLKI pada 2 & 5 Januari 2001
yang menghasilkan keputusan bahwa PT. Ajinomoto Indonesia harus menarik seluruh produknya di
pasaran dalam negeri termasuk produk lain yang tidak bermasalah dalam jangka waktu 3 minggu
terhitung

dari

PEMBASMI

NYAMUK

HIT

Januari

2001.

MULAI

DITARIK

Liputan6.com, Jakarta: PT Megasari Makmur, produsen HIT menarik seluruh produknya yang
mengandung pestisida berbahan aktif berbahaya klorpirifos dan diklorvos mulai Kamis kemarin.
Produk

obat

antinyamuk

yang

ditarik

berbentuk

cair

dan

semprot.

Dari pemantauan SCTV di sebuah supermarket, Jumat (9/6), produk tersebut sudah tak dipajang.
Pihak manajemen mengaku langsung menarik HIT begitu ada permintaan dari PT Megasari Makmur.
"Begitu dapet e-mail (surat elektronik) langsung kita tarik," ujar Meiyanti, sales marketing pasar
swalayan

tersebut.

Namun penarikan produk tersebut ternyata belum merata. Sejumlah toko di Jakarta masih menjual
bebas produk obat nyamuk HIT yang mengandung bahan aktif berbahaya itu. Selain belum
mengetahui adanya perintah penarikan, mereka tak mau merugi jika produk yang laku keras itu tak

ditarik produsennya sendiri. Hal serupa dijumpai di Pasar Kasih, Naikoten di Kupang, Nusatenggara
Timur.

Penggunaan klorpirifos dan diklorvos pada obat nyamuk HIT ditemukan setelah Badan Pupuk dan
Obat-obatan pihak Departemen Pertanian melakukan inspeksi mendadak ke PT Megasari Makmur di
kawasan Gunungputri, Bogor, Jawa Barat. Deptan memberi waktu dua bulan untuk menarik produk
tersebut. Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, PT
Megasari terancam sanksi berupa denda sebesar Rp 2 miliar dan atau kurungan penjara lima tahun.

KASUS

PENARIKAN

PRODUK

INDOMIE

DI

TAIWAN

Mi instan merek Indomie dinyatakan dilarang di Taiwan. Alasannya, makanan populer di kalangan
menengah ini ditengarai mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, yaitu methyl phydroxybenzoate

dan

benzoic

acid.

Menurut pihak berwenang Taiwan, kedua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik.
Konsekuensinya, sejak Jumat, 8 Oktober 2010 pekan lalu, Taiwan mengumumkan penarikan semua
produk Indomie dari pasaran. Selain di Taiwan, dua jaringan supermarket terkemuka di Hong Kong
untuk

sementara

waktu

juga

tidak

menjual

Indomie

yang

populer

di

Indonesia

itu.

Zat yang menghebohkan itu, methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat), menurut
praktisi kosmetik, A Dessy Ratnaningtyas, adalah bahan pengawet agar produk tahan lama atau tidak
cepat membusuk. Umumnya dikenal pula dengan nama nipagin yang merupakan salah satu nama
dagang yang terkenal. "Kalau kita analogikan dengan kamera, itu sama dengan Kodak," katanya.

Di dunia kosmetik, batas penggunaan nipagin tidak boleh lebih dari 0,15%. "Keduanya adalah bahan
kimia. Jadi memang untuk tubuh pasti dianggap benda asing, jika terakumulasi bisa berbahaya."

Hal yang sama diungkapkan Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah. Dia
membenarkan zat yang dipersoalkan di Taiwan, juga dikenal dengan nama nipagin. Indomie,
menurut dia, memang mengandung zat kimia tersebut. Zat pengawet Nipagin itu juga ada di kecap

yang

merupakan

bagian

dari

mi

instan.

"Kadar bahan kimia di Indomie masih dalam batas wajar sehingga aman untuk dikonsumsi," katanya.
Saat ini ada sekitar 663 mi instan lokal yang terdaftar di BPOM. Sedang mi impor ada 466 item.
Semua

itu

dinyatakan

aman

dikonsumsi.

Tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, menurut Kustantinah, dapat muntah-muntah dan risiko
berat bisa terkena penyakit kanker. "Apapun yang terkandung bila dikonsumsi berlebihan berbahaya
bagi

kesehatan,"

katanya.

Pertanyaannya, mengapa zat tersebut dilarang di Taiwan, namun diizinkan di Indonesia?

Menurut Kustantinah, Nipagin dalam kecap dari produk mi instan memang diizinkan dengan batasan
250 mg per kilogram. Dalam makanan lain kecuali daging, ikan, dan unggas, batas maksimal adalah
1.000

mg

per

kilogram.

Di Indonesia, kata dia, regulasi keamanan mutu dan gizi produk pangan olahan sudah mengacu
kepada persyaratan internasional, yaitu 'Codex Alimentarius Commission' yang dibuat berdasarkan
kajian risiko. Indonesia adalah anggota Codex. Sedangkan, Taiwan bukan anggota Codex," ujarnya.

Nah, rupanya produk Indomie yang beredar di Taiwan adalah produk yang seharusnya dikonsumsi
untuk masyarakat Indonesia. "Iya, seperti itu. Barang (Indomie) yang ditemukan di sana adalah
produk yang harusnya dikonsumsi di Indonesia," kata Bambang Mulyano, Kepala Bidang
Perdagangan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei di gedung DPR, Senin 11
Oktober

2010.

Menurutnya, Indomie yang dikonsumsi di Taiwan seharusnya berbeda dengan di Indonesia. Namun,
produk di Indonesia juga dijual di Taiwan. Bahkan, laporan kasus Indomie ini sudah masuk sekitar
empat bulan lalu. "Laporannya dari sana (Taiwan). Isinya, mohon klarifikasi, ada produk Indomie
berbahan

pengawet

tidak

sesuai

dengan

standar

Taiwan,"

terang

Bambang.

Ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dedi Fardiaz membenarkan dua bahan pengawet
yang diributkan Taiwan dan Hong Kong sebenarnya bahan umum yang biasa digunakan. "Itu bukan
bahan berbahaya. Itu bahan tambahan pangan. Dua bahan itu diizinkan," kata Dedi Fardiaz.

Persoalannya, kata dia, bisa saja kedua negara menerapkan standar yang berbeda. Menurut pria

peraih Phd ilmu pangan dari Michigan State University, Amerika Serikat ini, yang perlu diperhatikan
apakah negara itu melarang dua jenis bahan pengawet itu atau menetapkan batas atas yang rendah.

"Penggunaan bahan itu tetap harus ada batasnya," kata mantan Kepala Deputi Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (POM) ini. Untuk pasar Indonesia, sepanjang sudah mendapat sertifikat identitas
MD

(makanan

dalam

negeri)

berarti

produk

itu

aman

dan

lolos

uji.

Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Franky Sibarani, ketika
ditanya VIVAnews, persoalan bahwa Indomie mengandung bahan pengawet E218 (Methyl PHydroxybenzoate)

sudah

terdengar

sebelum

Lebaran

awal

September

2010.

Menurut Franky, dalam laporan yang diterima saat itu, Taiwan sudah melansir soal temuan itu dan
waktu dilakukan pengecekan sejumlah fakta ditemukan. "Kuat dugaan yang terjadi adalah adanya
paralel impor, yakni barang yang diimpor oleh importir Taiwan ternyata bukan langsung dari
produsen

(produk

khusus

Taiwan),

katanya.

Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Franky Welirang membenarkan adanya perbedaan
spesifikasi dari masing-masing negara. Menurut Komisaris di PT ICBP, kemungkinan memang terjadi
paralel impor untuk konsumen Taiwan. Bisa saja tapi kami tidak bisa mengontrol soal itu, katanya.

Menanggapi kehebohan produk Indomie, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengaku
belum mengeluarkan imbauan apapun atas penarikan produk mi instan itu. "Kami sedang
menelusuri. Karena kami belum tahu, apakah Indomie yang sama yang dijual di Indonesia atau
bagaimana,"

kata

dia.

Sedangkan, Kamar Dagang dan Indonesia (Kadin) akan mengkaji upaya mempersulit masuknya
produk asing ke Indonesia sebagai balasan atas larangan produk Indonesia beredar di sana.

"Kalau produk-produk Indonesia di luar negeri dilarang, Indonesia harus mengambil sikap juga.
Apakah perlu mempersulit produk-produk luar yang akan masuk ke dalam negeri? Ini semua terkait
dengan non tariffs barriers (hambatan non tarif)," kata Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto,
di

HIPMI

Komentar

Centre,

Jakarta,

Senin

dan

11

Oktober

2010.

Saran:

1. Untuk produk ajinomoto memang sudah selayaknya ditarik dari pasaran pada saat itu dikarenakan
positif mengandung babi. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam yang tidak

diperbolehkan memakan babi. Menurut saya perusahaan besar sekelas Ajinomoto harus lebih
transparan lagi dalam menjelaskan komposisi produk mereka kepada publik agar tidak merugikan
konsumen. Jangan hanya semata-mata demi profit saja hingga akhirnya mengesampingkan hak
konsumen. Selain itu kasus ini juga merupakan sebuah pembelajaran dan LPPOMMUI juga perlu
untuk secara berkala mengecek produk-produk dengan sertifikat halal. Dengan adanya kasus seperti
ini tentunya juga merugikan warung-warung dan restoran dikarenakan masyarakat takut makanan
yang mereka beli dari luar mengandung produk ajinomoto. Selain itu untuk jangka panjangnya kasus
ini telah merusak nama baik ajinomoto dan pastinya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat
untuk

kembali

memekai

produk

ini

akan

jauh

lebih

sulit.

2. Untuk kasus produk obat nyamuk HIT ini juga sangat memprihatinkan. bahan-bahan seperti
pestisida, bahan aktif berbahaya klorpirifos dan diklorvos ini sangat merugikan para konsumen yang
memakai produk hit. Selain itu kasus ini juga sudah pasti merusak nama baik dan menghilangkan
kepercayaan masyarakat untuk membeli kembali produk ini. tentunya PT Megasari Makmur sudah
selayaknya bertanggung jawab atas kelalaiannya atau mungkin kesengajaannya yang sangat
membahayakan konsumen. untuk ke depannya mereka harus lebih memperhatikan keselamatan
konsumen dan merevisi kembali komposisi produk mereka. jangan hanya demi profit dan uang
namun

mengesampingkan

keselaatan

konsumen.

3. Untuk kasus dilarangnya indomie di taiwan ini dikarenakan adanya perbedaan spesifikasi dari
masing-masing negara. Dimana taiwan dan hongkong melarang penggunaan zat nipagin yang
terkandung dalam makanan dan Indonesia tidak melarang penggunaan zat tersebut. Namun ahli
pangan telah menyebutkan bahwa zat ini aman aman saja asal tidak melebihi ambang batas. Jadi
produsen perlu memperhatikan produk mereka lagi sebelum mengekspornya disesuaikan dengan
negara yang dituju. Tapi disamping ini semua, Mie Instant sendiri memang tidak seharusnya untuk
dimakan dengan frekuensi yang sering/setiap hari dikarenakan banyak mengandung bahan
pengawet.

http://calistafredlina.blogspot.co.id/2014/03/kasus-pelanggaran-etika-pemasaran.html

Beri Nilai