Anda di halaman 1dari 5

PERKEMBANGAN MANDIBULA

Mandibula terbentuk dari ossificatio intramembranosis pada bagian bawah atau


bagian dalam arcus pharyngeus primus atau arcus viscera (mandibularis).
Pertumbuhan mandibula biasanya didahului dengan pertumbuhan cartilago Meckel
yang mewakili rahang bawah hewan-hewan vertebrata primitif. Pada embrio
manusia cartilago Meckel akan berkembang ke bentuk sempurnanya pada tahap
pengukuran C.R. 15 mm (minggu ke-6) dan kemudian akan meregang ke bawah dan
ke depan sebagai suatu batangan yang terlepas dari cartilago capsula otica ke garis
median. Di sini ujung ventralnya akan meluas ke atas, berkontak dengan cartilago
dari sisi yang berlawanan, melalui mesenchyma. Seluruh panjang cartilago ini
biasanya terbungkus oleh jaringan fibrocellulanis yang tebal. Ujung dorsal cartilago
akan membentuk malleus dari telinga tengah; sedangkan bagian cartilago lainnya
umumnya berhubungan dengan perkembangan tulang membranosis, yang nantinya
akan membentuk struktur skeletal pengganti, dikenal sebagai mandibula. Cartilago
Meckel pada tahap perkembangan ini berhubungan erat terhadap n. mandibularis,
saraf arcus pharyngeus primus, cabang-cabangnya akan berfungsi sebagai
pendukung skeletal. Truncus nervus keluar dan bagian medial cranium dan bagian
ventral ujung dorsal cartilago, saling berhubungan langsung pada daerah
pertemuan dan sepertiga dorsal dan sepertiga tengah. Di sini, setelah
mengeluarkan percabangan lainnya, akan terbagi menjadi n. lingualis dan n.
alveolaris. N.lingualis meluas ke depan pada sisi medial cartilago, sedangkan n.
alveolaris inferior terletak di sebelah lateral ujung atasnya, dan berjalan ke depan
sejajar terhadap cartilago untuk berakhir dengan membelah menjadi rami mentales
dan rami incisivus akan terus melanjutkan perjalanannya sejajar terhadap cartilago.

Gambar 1. Skema asal mandibula. Pusat osifikasi terletak disamping tulang rawan
Meckel pads bifurkasi saraf alveolar inferior.
CORPUS MANDIBULAE
Riwayat perkembangan selanjutnya dari cartilago Meckel umumnya berhubungan
dengan perkembangan corpus mandibulae yang sedikit peranannya. Mandibulae

terlihat mula-mula sebagai pita jaringan fibrocellular mesenchyma yang padat pada
sisi lateral n. alveolaris inferior dan n. incisivus. Penulangan berlangsung pada
tahap pengukuran C.R. 17-18 mm (minggu perkembangan ke-7) pada sudut yang
terbentuk dari incisivus dan n. mentalis yaitu pada regio bakal foramen mentale,
dan daerah ini pusat pembentukan tulang tunggal akan meluas dengan cepat ke
belakang bawah n. mentalis kemudian akan terletak pada incisura tulang dan pada
sisi lateral n. alveolaris inferior. Pada tahap pengukuran C.R. 19 mm tulang di regio
incisura yang berhubungan dengan n. mentalis umumnya sudah bertumbuh ke
medial ke bawah n. incisivus dan akan segera meluas ke atas diantara n. incisivus
dan cartilago Meckel; dengan cara ini n. incisivus akan terselubung di dalam tulang
yang dibentuk oleh lamina lateralis dan lamina medialis, bergabung di balik saraf
tersebut. Pada tahap tersebut incisura yang mengandung n. mentalis juga akan
berubah menjadi foramen mentale melalui perluasan tulang ke atas daerah saraf
dan ujung anterior menuju ujung posterior incisura. Saluran tulang tersebut akan
bertumbuh dengan cepat ke depan menuju garis median, di daerah ini tulang akan
berhubungan erat dengan pembentukan tulang serupa pada sisi berlawanan tetapi
kedua tulang tersebut tidak saling bergabung dan dipisahkan oleh jaringan ikat.
Penggabungan antara kedua bagian os mandibula akan berlangsung sebelum akhir
tahun pertama. Pertumbuhan tulang ke atas n. incisivus dan lamina lateralis dan
lamina medialis akan merubah saluran tulang menjadi canalis incisivus. Perluasan
serupa dari penulangan ke arah belakang mula-mula akan menghasilkan sebuah
lamina tulang dalam hubungannya dengan seluruh permukaan lateral n. alveolaris
inferior, kemudian membentuk saluran tulang tempat terletaknya saraf dan bahkan
nantinya akan membentuk canalis saraf. Jadi, melalui proses pertumbuhan ini pusat
penulangan primer akan dapat membentuk corpus mandibulae sejauh mungkin ke
belakang sampai ke daerah foramen mandibulae dan sejauh mungkin ke depan
sampai ke daerah symphisis; ini adalah bagian dari mandibulae yang mengelilingi n.
alveolanis inferior dan n. incisivus - elemen neuralis. Pada tahap ini benih gigi yang
sedang berkembang biasanya terletak agak superficial dari mandibula dan tidak
terkandung di dalam mandibula itu sendiri.
Pada saat organ-organ benih gigi susu mulai berdeferensiasi, mandibula akan mulai
membentuk hubungan dengan benih gigi tersebut. Keadaan ini dapat berlangsung
melalui perluasan ke atas pada kedua sisi benih gigi, dari lamina lateralis dan
lammna medialis mandibula setinggi n. incisivus dan n. alveolanis inferior, untuk
membentuk lamina alveolaris ateraI dan medial. Melalui proses pertumbuhan ini
gigi-gigi yang sedang berkembang akan tenletak di dalam saluran tulang. Saluran
ini nantinya akan terbagi menjadi bagian-bagian kecil yang saling terpisah atau
disebut alveolus untuk tempat gigi geligi melalui pembentukan septum tulang
antara dinding medial dan lateral.

+++ Deposisi tulang


--- Resorpsi tulang
Gambar 2. Skema pertumbuhan mandibula fetus yang dibandingkan dengan
mandibula dewasa

Gambar 3. Sisi lateral dan mandibula pada masa bayi, dewasa dan tua
menunjukkan pengaruh tulang alveolar pada kontur tubuh mandibula. Perhatikan
perubahan obliksitas sudut mandibula. Perhatikan juga letak foramen mentalis yang
bervariasi dalam hubungannya dengan tepi atas tubuh mandibula.
Perkembangan Cartilago Mackel
Kecuali bagian ventral terminal cartilago Meckel pada daerah garis median,
substansi bgian anterior mandibula pada regio incisivus kaninus biasanya
mengandung cartilago. Bagian cartilago ini mula-mula dikelilingi oleh perluasan
tulang dan lamina medialis dan lambat laun akan teresorbsi, digantikan dengan
perluasan pusat penulangan dan tulang membranosis yang terletak di sekitarnya.
Selama periode akhir perkembangan fetus, sekurang-kurangnya sampai saat bayi
dilahirkan dapat dijumpai adanya satu atau dua nodula cartilago di dalam jaringan

fibrosa symphysis; nodula- nodula ini merupakan sisa-sisa dan ujung ventral
cartilago Meckel. Sisa cartilago Meckel akan menghilang seluruhnya kecuali
sebagian kecil dan selubung fibrosanya, akan tetap tinggal dan membentuk
ligamentum sphenomandibularis serta ligamentum sphenomalleolaris. Bagian
paling dorsal dan cartilago ini akan berosifikasi untuk membentuk malleus dan akan
melekat
pada
spina
ossis
sphenoidalis
dengan
bantuan
ligamentum
sphenomalleolaris yang meluas melalui fissura tympanosquaittosa ossis temporalis.
Organ ini akan membentuk ligamentum anterior dan malleus pada individu manusia
dewasa. Ramus Perluasan ke belakang dari mandibula untuk membentuk ramous
mandibulae berlangsung melalui perluasan corpus mandibulae di belakang dan di
atas foramen mandibulae. Dari regio ini mandibula akan menjadi divergen ke lateral
dari garis cartilage Meckel. Tepat pada daerah dimana corpus mandibulae pertama
kali terbentuk melalui kondensasi fibrocellular, akan terbentuk ramus mandibulae
dan processus-processusnya melalui perluasan ke belakang dan kondensasi
tersebut. Pembentukan tulang pada jaringan ini berlangsung sangat cepat sehingga
processus coronoideus dan processus condylaris mandibulae regio angulus
mandibulae sebagian besar sudah berosifikasi pada tahap pengukuran C.R. 40 mm
(minggu perkembangan kesepuluh). Tahap pertumbuhan selanjutnya dari processus
primer dan processus sekunder ini umumnya termodifikasi oleh munculnya cartilago
sekunder. Cartilago ini yang terbentuk pada berbagai daerah di regio pembentukan
tulang membranosus disebut sebagai cartilago sekunder atau cartilago accessonius,
karena bukan merupakan bagian dan tidak mempunyai hubungan dengan rangka
cantilago primer (tempat asal cantilago Meckel). Sifat dan gambaran histologisnya
juga berbeda dengan cartilago hyalina tipikal yang membentuk rangka cartilago
primer. Cartilage sekunder akan bertambah besar melalui proliferasi dan perubahan
sel-sel dan lapisan jaringan fibrosellular yang tebal, yang menyelubunginya.
Cartilage ini umumnya mempunyai sel-sel yang lebih besar dan matriks intraselular
yang Iebih sedikit daripada cartilago hyalina, berhubungan dengan perkembangan
tumor-tumor cartilago pada tahap perkembangan dewasa. Pembentukan processus
coronoideus dan processus angularis dan ramus mandibuale dimulai dengan
terbentuknya otot-otot pengunyahan utama M. temporalis akan melekat pada
daerah bakal processus coronoideus sedangkan serabut diferensiasi dan m.
masseter dan m. pterygoideus medialis berhubungan dengan regio matriks tulang
sedang berkembang yang nantinya akan membentuk angulus mandibulae.
Primordia m. temporalis dan m. masseter mulai terbentuk. Processus coronoideus
akan berdiferensiasi sebagai terpisah di dalam m. temporalis embryonicus pada
minggu perkembangan ketujuh. Kira-kira satu minggu kemudian processus ini akan
bergabung dengan ramus mandibuale. Cartilago condylaris Pada mandibula
terdapat tiga daerah pembentukan cartilago sekunder yang utama. Yang pertama
dan terbesar adalah cartilage condylaris, berperan penting pada pertumbuhan
mandibula. Cartilage ini muncul pertama kali pada tahap pengukuran C.R. 50 mm
(minggu keduabelas). Pada tahap ini terlihat berupa potongan cartilago pada aspek
superior dan lateral tulang pada processus condylanis, akan bersatu membentuk
tulang dan bergabung ke lapisan fibrocellular yang akan membatasi regio condylus.

Melalui proses adisi dan sel-sel jaringan fibroselullar, cartilago akan segera
membentuk massa berbentuk konus yang tidak hanya menduduki seluruh
processus condylaris tetapi juga meluas ke depan dan ke bawah menuju ramus
sampai foramen mandibulae. Pada bulan kelima masa kehidupan fetus, semua
konus cartilago sudah digantikan (sebagian besar) oleh trabekula tulang, meluas
melalui ramus, benkontraksi bersama dengan membrana tulang dan ramus. Zona
cartilage yang terletak dibalik pars articularis processus condylaris di balik selubung
fibrosanya