Anda di halaman 1dari 3

HAK KEBENDAAN

Hak kebendaan : suatu hak absolute, hak yang melekat pada suatu benda,memberikan kekuasaan
langsung atas benda tersebut dan dapat dipertahankan terhadap tuntutan oleh setiap orang.

Ciri – ciri hak kebendaan :

1. Bersifat absolute, dapat dipertahankan terhadap tuntutan setiap orang


2. Droit de suite : suatu hak yang terus mengikuti pemilik benda, atau hak yang mengikat bendanya
di tangan siapa pun
3. Droit de preference : hak yang didahulukan atau diutamakan.

Jika pemegang hak kebendaan PAILIT hak kebendaan lain yang melekat di atasnya dapat
dipertahankan dari kepailitan artinya hak kebendaan lain tersebut dapat dituntut seratus persen karena
tidak dipengaruhi oleh kepailitan.

Kalau hak perorangan, jika terjadi PAILIT maka para pemegang hak perorangan harus puas menerima,
jika ada, sebagian dari tagihannya seimbang dengan besarnya hak masing – masing.

kalau terjadi benturan antara hak kebendaan dengan hak perorangan, maka hak kebendaan yang
didahulukan tanpa memperhatikan apakah ada hak kebendaan tersebut terjadi lebih dulu atau sesudah
terjadinya hak perorangan.

1. Hak menuntut kebendaan : Hak menuntut/menggugat pengembalian haknya dalam keadaan


semula (Pasal 574 KUHPer)
2. Hak sepenuhnya untuk memindahkan

Perbedaan Hak Kebendaan dengan Hak Perorangan

1. Sifatnya

• Hak kebendaan : absolute


• Hak perorangan : relatif, hanya dapat dipertahankan terhadap tuntutan orang tertentu
yaitu pihak lawannya dalam suatu perjanjian

2. Hubungan hukum

• Hak kebendaan : secara langsung, antara seseorang dengan benda


• Hak perorangan : antara 2 pihak atau lebih berkaitan dengan suatu benda atau suatu hal
tertentu

3. Prioritas
• Hak kebendaan : sifatnya diutamakan atau didahulukan
• Hak perorangan : asas kesamaan/keseimbangan, yang lebih dulu atau lebih baru, sama
saja, tidak mempedulikan urutan terjadinya
4. Hal tuntutan/gugatan

• Hak kebendaan : gugat kebendaan, dilakukan terhadap siapa saja yang mengganggu
haknya
• Hak perorangan : gugat perorangan, hanya dapat dilakukan terhadap pihak lawannya

5. Hal hak pemindahan

• Hak kebendaan : dapat dilakukan sepenuhnya


• Hak perorangan : hak pemindahan terbatas

6. Asas perlindungan

• Hak kebendaan : dikenal asas perlindungan (pasal 1977 ayat 1 KUHPer)


• Hak perorangan : tidak dikenal

*Asas perlindungan : seseorang yang secara jujur menguasai benda – benda bergerak dilindugi

PEMBEDAAN HAK KEBENDAAN

 Hak kebendaan yang memberi kenikmatan

Atas benda sendiri:

• Bezit
• Eigendom

Atas benda orang lain

• Erfpacht (Hak usaha – Pasal 720 KUHPer) : Hak kebendaan yang memberi kepada
pemegangnya, hak untuk menikmati secara penuh benda milik orang lain dengan membayar
kepada pemiliknya sejumlah uang sewa, canon. Hak erfpacht dapat dialihkan dan dapat dijadikan
jaminan pelunasan hutang. Diberikan waktu 75 tahun dan dapat diperpanjang.
• Opstal (Hak numpang karang – Pasal 711 KUHPer) : Hak kebendaan yang memberi kepada
pemegangnya hak untuk memiliki bangunan atau tanaman di atas tanah milik orang lain.
• Vruchtgebruik (Hak pakai / hak menikmati hasil – Pasal 756 KUHPer) :Hak kebendaan yang
memberi kepada pemegangnya hak untuk menarik hasil dari benda milik orang lain seolah – olah
benda tersebut miliknya sendiri.
• Servituut (Pengabdian pekarangan – Pasal 674 KUHPer) : Suatu beban yang diletakkan atas
suatu pekarangan guna keperluan atau kepentingan pekarangan yang berbatasan.
 Hak Kebendaan yang memberikan jaminan :

Hak atas tanah UUPA (Pasal 16 UUPA)

(hak – hak barat berkaitan dengan tanah tidak berlaku lagi) :

• Hak milik (Pasal 20 UUPA)

Hak turun menurun, terkuat dan terpenih yang dapat dimiliki orang atas tanah serta mempunyai
fungsi social

• Hak Guna Usaha (Pasal 28 UUPA)

Hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu paling
lama 25 tahun guna perusahaan pertanian, perikanan atau peternakan. Hak ini dapat beralih dan
dapat dialihkan kepada pihak lain dan dapat dijadikan jaminan utang dengan dibebani hak
tanggungan.

• Hak Guna Bangunan (Pasal 35 UUPA)

Hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan – bangunan di atas tanah yang bukan miliknya
sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun, dapat diperpanjang paling lama 20 tahun.
Dapat dijadikan utang dengan dibebani hak tanggungan

• Hak Pakai (Pasal 41 UUPA)

Hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara
atau tanah milik orang lain.

• Hak sewa (Pasal 44 UUPA)