Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

ANALISIS PABRIK PEMBUATAN NIKOTINAMIDA


DARI NIKOTINONTRIL

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Mahesa (F34060277)
2. Risa Asriyani (F34070019)
3. Anisa Rahmi Utami (F34070043)
4. Imam M. Wahidin (F34070060)
5. Hanna Rina P (F34070065)
6. Eva Arifah (F34070085)
7. Eko Nopianto S. (F34070102)
8. Sri Dewi Yanti (F34070105)
9. Muhammad JSP (F34070131)

2009
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
PABRIK PEMBUATAN NIKOTINAMIDA DARI NIKOTINONTRIL
DENGAN KAPASITAS 60.000 TON/TAHUN

A. Nikotinamida
Nikotinamida adalah nama lain dari vitamin B-3 dan populer sekitar tahun
1867, dimana eksperimen pertama pembuatannya dilakukan oleh Huber melalui
reaksi oksidasi nikotin dengan kalium dikromat, senyawa ini mempunyai nama
lain niacinamida, vitamin pp (pelalgra preveting),nikotinamidum dan piridin -3
carbonxamida dan mempunyai rumus kimia C6H6N2O.
Nikotinamida menjadi senyawa yang sangat penting ketika pada tahun
1735, penyakit pellgra (penyakit yang menyebabkan kerusakan pada kulit dan
sisitem syaraf) menyerang berbagai negara. Kemudian dilakukan berbagai
penelitian untuk menemukan obat anti pellgra dan pada tahun 1937 oleh Spies,
nikotinamida ditemukan dan dapat digunakan sebagai obat anti pellagra. Untuk
kebutuhan tersebut, maka sejak tahun 1938 Amerika Serikat mulai memperkaya
produk-produk serealnya (seperti jagung dan terigu) dengan nikotinamida, (Kirk
an Othmer, 1949)
Nikotinamida (C6H6N2O) adalah berupa kristal padat berwarna putih, tidak
berbau dan rasanya pahit dan merupakan senyawa penting bagi pertumbuhan
tubuh dan berfungsi untuk merubah makanan menjadi energi (proses
metabolisme). Nikotinamida juga telah digunakan untuk pengobatan (terapi)
lever, anemia dan tuberculosis. Juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan
untuk anti oksidan, anti peradangan, anti karsinogenik dan bahkan saat ini telah
digunakan untuk sintesa asam lemak, kolesterol, dan steroid. Dampak akibat
kekurangan nikotinamida dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti dermatis
dan pellagra (penyakit yang menyebabkan kerusakan pada kulit dan susunan
syaraf) dan dapat menyebabkan penyakit diabetes, katarak, dermatis dan
sebagainya.
B. Nikotinonitril
Nikotinonitril adalah suatu senyawa piridin yang bersifat mudah terbakar
dan berbau tidak enak. Senyawa ini banyak digunakan dalam pembuatan produk-
produk minuman dan bahan lanjutan dalam pembuatan insektisida, obat-obatan,
vitamin dan pelezat makanan. Nikotinonitril mempunyai rumus kimia C 6H4N2 dan
merupakan senyawa pendahuluan yang sangat penting dalam pembuatan
Nikotinamida.
Nama lain dari nikotinonitril adalah 3- Cynopiridin, pikolinonitirl, 3-
piridin nitril dan asam nikotinik nitril. Senyawa ini diproduksi dengan cara
merubah 3-metil piperidin menjadi 3-metil piridin dengan mengunakan katalis
vanadium untuk menghasilkan nikotinonitril.(hhtp://patft.uspto.gov/netacgi/nph)
C. Proses Pembuatan Nikotinamida
Secara komersil, nikotinamida diproduksi dengan dua cara, (Kirk and
Othmer, 1949) yaitu;
1. Amidasi dari asam nikotinat (Proses Lonza)
Pada proses ini asam nikotinat yang diperoleh dari 3-metil piridin
kemudian direaksikan dengan amoniak berlebih didalam suatu Plug
Flow Reaktor (PFR) yang dilengkapi dengan sparger. Reaksi ini terjadi
pada temperatur 180-230 oC dan tekanan sebesar 10 atm.
Reaksi : C6H5NO2 + NH3 C6H6N2O + H2O
Nikotinamida yang dihasilkan dikirim ke unit pemurnian produk, dan
kemurnian produk yang dihasilkan rendah (< 90%)

asam nikotinat
Unit Pemurnian &
NH3 REAKTOR
Pengiringan Produk

2. Amidasi dari hidrolisa nikotinonitril (Proses Lumnus)


Proses pembuatan nikotinamida dari nikotinonitril berlangsung dalam
beberapa tahapan proses;
- Tahap Persiapan
Bahan baku nikotinotril dari gudang penyimpanan (GP-01)
dimasukkan kedalam tangki pelehan (MT-01) yang selanjutnya
dipompakan ke tangki umpan (FT-01). Kemudian air yang telah
mengalami penglohan pada unit utilitas, dikumpulkan didalam tangki
panyimpanan air (T-01)
- Tahap Reaksi
Larutan nikotinonitril dari tangki umpan (FT-01) dan air dari tangki
penyimpanan air (T-01) dimasukkan kedalam suatu Batch Stirre Tank
Reactor (RC-01), Pada tahap ini berlangsung reaksi hidrolisa dimana
kondisi proses pada temperatur 100- 125 oC selama 6 jam, dengan
tekanan sebesar 4,08 atm dan konversi sebesar nikotinonitril sebesar
46%, dan reaksi berlangsung secara eksoterm (melepas panas).
C6H4N2 + H2O C6H6N2O

- Tahap Pemisahan
Hasil keluaran (hidrolisa) reaktor (RC-01) dimasukkan ke stripper
(SR-01) untuk memisahkan produk (nikotinamida dari nikotinonitril
yang tidak bereaksi dengan menguanakan NH3 sebagai zat penyetrip.
Produk bawah stripper yang mengandung sebahagian kecil
nikotinonitril ke unti pemurnian produk, sedangkan produk atas
stripper yang mengandung sebahagian besar nikotinonitril dan air yang
terbawa oleh gas penyetrip amoniak, dikembalikan ke tangki umpan
untuk direaksikan kembali di batch Stirrer Tank Reaktor (FT-01) untuk
digunakan kembali sebagai bahan umpan ke reaktor (RC-01).
- Tahap Permunian Bahan Baku
Produk atas stripper (SR-01) yang terdiri dari nikotononitril yang tidak
bereaksi, air dan gas penyetrip amoniak, diembunkan dengan
mengunakan condensor (CN-01) dan mengunakan peralatan splitter
(SP-01), larutan nikotinonitril dan air dipisahkan gas penyetrip.
Larutan nikotininitril dan air dikirim kembali ketangki umpan (FT-01),
sedangkan gas penyetrip amoniak dikembalikan lagi ke stipper (SR-
01) untuk dijadikan kembali sebagai gas penyetrip.
- Tahap Permunian Produk
Produk bawah stripper (SR-01) yang terdiri dari larutan nikotinamida
dan sebahagian kecil nikotinonitril dan air, dilewatkan melalui kolom
adsorber (AD-01) yang berisi karbon aktif, yang berfungsi untuk
menyerap warna larutan (proses dekolorisasi). Larutan yang
mengalami dekolorisasi, dimasukkan kedalam crystallizer (CR-01)
yang beroperasi pada temperatur 10 oC untuk pembentukan kristal
nikotonamida dengan mengunakan refrigan udara pendingin. Kristal
nikotinamida yang berhasil terbentuk adalah sekitar 81% dari yang
masuk dan selanjutnya dikirim ke centrifuge (CF-01) untuk
memisahkan kristal dari larutan nikotinamida yang tak terkristalkan.
Larutan induk nikotinamida yang tak terkristalkan direycle ke
crystallizer (KZ-01), untuk mengurangi kandungan air dan kotoran lain
yang terikut dengan mengunakan udara panas. Kemudian kristal
nikotinamida dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan produk (GP-
02) dan siap dipasarkan. Kemurnian produk nikotinamida yang
dihasilkan mencapai ≥ 95%, (http://patft.uspto.gov/netacgi/nph).
Dan pada kesempatan ini maka proses yang dipilih yaitu dengan
proses Hidrolisa Nikotinamida dengan larutan amoniak (Proses Lunmus), karena
secara ekonomis produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual yang tinggi karena
kemurnian dari produk yang dihasilkan mencapai ≥ 95%.
DIAGRAM ALIR PROSES PRODUKSI
PABRIK PEMBUATAN NIKOTINAMIDA DARI NIKOTINOTIL

JOB DESCRIPTION
( Uraian Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab )

1. Dewan Komisaris dan Direktur


Direktur merupakan pimpinan tertinggi perusahaan yang diangkat oleh dewan
komisaris, adapun tugas-tugas direktur adalah;
- Memimpin dan membina perusahaan secara efektif dan efisien
- Menyusun dan melaksanakan kebijaksanaan umum perusahaan
- Mengadakan kerjasama dengan pihak luar mengadakan hubungan
maupun kepentingan perusahaan.
- Mewakili perusahaan dalam mengadakan hubungan maupun
perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga.
- Merencanakan dan mengawasi pelaksaan tugas setiap personalia yang
bekerja pada perusahaan.
Dalam melaksanakan tugasnya, direktur dibantu oleh manager pemasaran, manager
keungan, manager personalia, manager teknik dan manger produksi, (Berbasconi, 1987).
2. Sekretaris
Sekretaris diangkat oleh direktur utama untuk menangani masalah surat-menyurat
untuk pihak perusahaan, menangani kearsipan dan pekerjaan lainnya untuk membantu
direktur utama dalam menangani administrasi perusahaan, (Handoko, 1984)
3. Manager Pemasaran
Manager Pemasaran bertanggung jawab langsung kepada direktur. Tugasnya
mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Manager ini
dibantu oleh dua kepala bagian, yaitu kepala bagian penjualan dan kapala bagian
promosi, (Handoko, 1984).
4. Manager Keuangan
Manager Keuangan bertanggung jawab lagsung kepada direktur dalam mengawasi
dan mengatur keuangan, dalam menjalankan tugasnya, manager keuangan dibantu oleh
dua kepala bagian, yaitu kepala bagian pembukuan dan kepala bagian perpajakan,
(Berbasconi, 1987).
5. Manager Personalia
Manager persoanalia bertanggung jawab langsung kepada direktur dalam mengawasi
dan mengatur karyawan. Dalam menjalankan tugasnya, manager personalia dibantu oleh
dua kepala bagian, yaitu kepala bagian kepegawaian dan kepala bagian humas, (Handoko,
1984).
6. Manager Teknik
Manager Teknik bertanggung jawab langsung kepada direktur dalam mengkoordinir
segala kegiatan yang berhubungan dengan masalah teknik baik dilapangan maupun
dikantor. Dalam menjalankan tugasnya, manager teknik dibantu oleh dua kepala bagian,
yaitu kepala bagian mesin dan kepala bagian listrik, (Berbasconi, 1987).
7. Manager Produksi
Manager Produksi bertanggung jawab langsung kepada direktur dalam
mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan proses, baik dibagian produksi
maupun utilitas. Dalam menjalankan tugasnya manager produksi dibantu oleh dua kepala
bagian, yaitu kepala bagian proses dan kepala bagian utilitas.
8. Kepala Bagian Penjualan
Kepala bagian penjualan bertanggung jawab kepada manager pemasaran. Tugasnya
adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan promosi.
9. Kepala Bagian Promosi
Kepala bagian promosi bertanggung jawab kepada manager pemasaran. Tugasnya
adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan promosi.
10. Kepala Bagian Pembukuan
Kepala bagian pembukuan bertanggung jawab kepada manager keuangan. Tugasnya
adalah untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan pembukuan baik
administrasi maupun akutansi. Dalam melaksanakan tugasnya kepala pembukuan dibantu
oleh dua kepala seksi, yaitu seksi administrasi dan seksi akutansi.
11. Kepala Bagian Perpajakan
Kepala bagian perpajakan bertanggung jawab kepada manager keuangan. Kepala
bagian ini bertugas mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan perpajakan.
12. Kepala Bagian Kepegawaian
Kepala bagian kepegawaian bertanggung jawab kepada manager personalia.
Tugasnya adalah mengawasi dan memperhatikan kinerja kerja serta kesejahteraan
karyawan. Dalam melaksanakan tugasnya kepala bagian ini dibantu oleh dua kepala seksi
kesehatan dan seksi keamanan.
13. Kepala Bagian Humas
Kepala bagian humas bertanggung jawab kepada manager personalia. Tugasnya
adalah unutk menjalin hubungan anatara perusahaan dengan masyarakat setempat
hubungan perusahaan dengan karyawan.
14. Kepala Bagian Mesin
Kepala bagian mesin bertanggung jawab kepada manager teknik. Tugasnya adalah
menyusun program perawatan, pemeliharaan serta pengantian peralatan proses. Dalam
melaksanakan tugasnya kepala bagian mesin dibantuoleh dua kepala seksi, yaitu seksi
instrumentasi dan seksi pemeliharaan pabrik.
15. Kepala Bagian Listrik
Kepala bagian listrik bertanggung jawab kepada manager teknik. Tugasnya adalah
mengkoordinir segala pemliharaan, pengamanan, perawatan dan perbaikan peralatan
listrik.
16. Kepala Bagian Proses
Kepala bagian proses bertanggung jawab kepada manager produksi. Tugasnya adalah
untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan proses meliputi operasi, research &
development dan laboratorium. Dalam melaksanakan tugasnya kepala bagian proses
dibantu oleh tiga kepala seksi; seksi operasi, seksi research & development, dan seksi
laboratorium.
17. Kepala bagian Utilitas
Kepala bagian utilitas bertanggung jawab kepada manager produksi. Tugasnya adalah
untuk mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan utilitas meliputi pengolahan air dan
limbah. Dalam melaksanakan tugasnya kepala bagian utilitas dibantu oleh dua kepala
seksi yaitu seksi pengolahan air dan seksi pengolahan limbah, (Handoko, 1984).
18. Tenaga Kerja / Karyawan
Karyawan tiap-tiap departemen atau bagian bertanggung jawab kepada kepala seksi
atau kepala bagian. Tugasnya melaksanakan setiap perintah kerja yang berhubungan
instruksi kerja.
Jumlah tenaga kerja pada pabrik ini direncanakan kurang lebih 200 orang, dimana
status tenaga kerja dibagi atas;
1. Tenaga kerja bulanan dengan pembayaran gaji sebulan sekali
2. Tenaga kerja harian dengan upah yang dibayar 2 minggu sekali
3. Tenaga kerja honorer/kontrak dengan upah dibayar sesuai perjanjian
kontrak.
Besarnya gaji dan fasilitas kesejahteraan tenaga kerja bergantung pada tingkat
pendidikan, jumlah jam kerja dan resiko kerja serta ditambah fasilitas-fasilitas tambahan
yang diberikan oleh perusahaan.
Pabrik ini direncanakan beroperasi selama 350 hari pertahun secara kontinu 24 jam
sehari, untuk pengaturan jam kerja karyawan digolongkan menjadi dua bagian, yaitu;
- Karyawan Non-Shift; karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi, misalnya bagian administrasi, bagian gudang dengan jam kerja
seminggu selama 45 jam dan selebihnya dianggap lembur.
- Karyawan Shift; karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi
yang memerlukan pengawasan secara terus-menerus selama 24 jam, yaitu bagian
proses/operasi, utilitas, kamar listrik (genset), keamanan, laboratorium /QC, dan
supir.

JOB SPECIFICATION
Dewan Komisaris dan direksi:

- Pendidikan minimal S2
- Berpengalaman dalam mengadakan perjanjian antar perusahaan
- Mampu bekerja sama dengan seluruh unit pekerja dengan baik
- Bertanggung jawab, jujur serta loyal terhadap perusahaan

Sekretaris:

- Pendidikan minimal S1
- Wanita
- Berpenampilan menarik
- Berpengalaman dan mampu membantu direktur dalam urusan administrasi
- Jujur, bertanggung jawab, dan loyal terhadap perusahaan

Manager Pemasaran:

- Berpendidikan min. S2 bidang marketing


- Berpengalaman dalam pemasaran dan promosi
- Sehat jasmani dan rohani
- Jujur, mampu berkomunikasi dengan baik
- Professional

Manajer Keuangan

- Berpendidikan minimal S2 Bidang Akutansi


- Jujur
- Bertanggungjawab
- Maksimal berusia 45 tahun
- Berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan

Manajer Personalia

- Pendidikan minimal S2
- Mampu berkomunikasi dengan baik terhadap karyawan
- Bertanggungjawab
- Berkelakuan baik

Manajer Teknik

- Berpendidikan minimal S2 Bidang Teknik


- Menguasai mesin dengan baik
- Mampu mengkoordinir dan mengatasi permasalahan mesin
- Bertanggung jawab

Manajer Produksi

- Berpendidikan minimal S2 Bidang Industri


- Mengerti jalannya proses produksi dengan baik
- Memahami peralatan dan kebutuhan produksi
- Bertanggungjawab

Kepala Bagian Penjualan

- Berpendidikan minimal S1 Bagian Marketing


- Mampu mengkoordinir dan mengawasi segala kegiatan penjualan
- Berdedikasi tinggi dan bertanggungjawab

Kepala Bagian promosi

- Berpendidikan minimal S1 bidang marketing


- Mampu mengkoordir dan mengawasi segala kegiatan promosi dan
periklanan
- Mampu berkomunikasi dengan baik

Kepala Bagian Pembukuan

- Minimal berpendidkan S1 bidang Akutansi


- Dapat menyusun laporan pembukuan perusahaan dengan baik
- Jujur, bertanggungjawab
- Mampu mengkoordinir dan mengawasi pembukuan baik administrasi
maupun akutansi
-

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN


PABRIK PEMBUATAN NIKOTINAMIDA
DARI NIKOTINONITRIL

RAPAT UMUM PEMEGANG


SAHAM

DEWAN
KOMISARIS

DIREKTUR

SEKRETARIS

MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER


PEMASARAN KEUANGAN PERSONALIA TEKNIK PRODUKSI

Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala Kepala

Penjualan Promosi Pembukuan Perpajakan Kepegawaian Humas Mesin Listrik Operasi Utilitas

Kasie Kasie Kasie Kasie Kasie Kasie Kasie Kasi Kasie Kasi Kasie
Pem. e QC/ e Lim-
adm Akutansi Kesehatan Keamanan Instrumentasi Pabrik Operasi Lab Air bah
R&D

K A R Y A W A N

Anda mungkin juga menyukai