Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha peningkatan pendidikan bisa ditempuh dengan peningkatan kualitas
pembelajaran dan sistem evaluasi yang baik. Keduanya saling berkaitan sistem
pembelajaran yang baik akan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik, selanjutnya
sistem penilaian yang baik akan mendorong guru untuk menentukan strategi mengajar
yang baik dan memotivasi siswa untuk belajar yang lebih baik (Mardapi, 2003).
Sehubungan dengan itu, maka di dalam pembelajaran dibutuhkan guru yang tidak
hanya mengajar dengan baik, namun mampu melakukan evaluasi dengan baik.
Kegiatan evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan.
Evaluasi tidak hanya bertumpu pada penilaian hasil belajar, namun perlu penilaian
terhadap input, output dan kualitas proses pembelajaran itu sendiri.
Penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan cara tes, tetapi dapat juga
dilakukan dengan teknik non-tes seperti pedoman observasi, skala sikap, daftar cek,
dan catatan anecdotal. Karena pada umumnya hasil belajar yang bersifat keterampilan
sukar diukur dengan tes, maka digunakan teknik pengukuran lain yang dapat
memberikan hasil yang lebih akurat. Dalam makalah ini, akan disajikan mengenai
teknik non-tes yang merupakan salah satu teknik yang sangat membantu dalam
penilaian terhadap hal-hal yang bersangkutan dengan siswa.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Teknik Non-Tes?
2. Bagaimana penggolongan Teknik Non-Tes?
3. Seperti apakah Penilaian Kinerja, Penilaian Produk, Penilaian Proyek, Penilaian
Portofolio dan Wawancara itu?
1.3 Tujuan
1. Untuk memahami pengertian teknik non-tes .
2. Untuk memahami penggolongan teknik non-tes .
3. Untuk memahami apa itu Penilaian Kinerja, Penilaian Produk, Penilaian Proyek,
Penilaian Portofolio dan Wawancara.
BAB II
ISI

2.1 Pengertian Teknik Non-Tes


Teknik evaluasi non-tes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak mengunakan
tes. Teknik penilaian ini umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh
meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat hidup dan lain-lain
yang berhubungan dengan kegiatan belajar dalam pendidikan, baik secara individu
maupun secara kelompok. Adapun macam-macam penilaian non tes di antaranya
adalah observasi (baik dengan cara langsung, tak langsung, maupun partisipasi),
wawancara (terstruktur atau bebas), angket (tertutup atau terbuka), sosiometri,
checklist, concept map, portfolio, student journal, pertanyaan-pertanyaan, dan
sebagainya.
2.2 Penggolongan Teknik Non-Tes
1. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja (penilaian unjuk kerja) dilakukan untuk menilai tugas-tugas
yang dilakukan oleh siswa, sehingga guru dapat memiliki informasi yang lengkap
tentang siswa. Komponen pertama asesmen kinerja adalah tersedianya tugas-tugas
yang akan diberikan kepada siswa. Agar mendapatkan alat evaluasi yang valid,
tugas-tugas kinerja harus memiliki kriteria berikut: (1) Memusatkan pada elemenelemen pengajaran yang penting (2) Sesuai dengan isi kurikulum yang diacu (3)
Mengintegrasikan informasi, konsep, keterampilan, dan kebiasaan kerja (4)
Melibatkan siswa (5) Mengaktifkan kemauan siswa untuk bekerja (6) Layak dan
pantas untuk seluruh siswa (7) Ada keseimbangan antara kerja kelompok dan kerja
individu (8) Terstruktur dengan baik untuk memudahkan pemahaman (9) Memiliki
produk yang autentik (dunia nyata) (10) Memiliki proses yang autentik (11)
Memasukkan penilaian diri (12) Memungkinkan umpan balik dan orang lain (Nur
dalam Ibrahim, 2002).
Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk membuat penilaian
kinerja yang baik antara lain :
a. Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan.
b. Tuliskan kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan
c.
d.
e.
f.

untuk

menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir yang terbaik.


Membuat kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur tidak terlalu banyak.
Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur.
Urutkan kriteria kemampuan yang akan diukur.
Periksa kembali dan bandingkan kriteria kemampuan yang ada dengan yang
sudah dibuat sebelumnya oleh orang lain.
2

Apabila menggunakan asesmen kinerja ada beberapa hal yang harus


diperhatikan yaitu cara mengamati dan menskor kemampuan keterampilan atau
kemampuan kinerja siswa. Untuk meminimumkan faktor subjektifitas dan
memaksimumkan faktor keadilan dalam menilai atau menskor kemampuan
keterampilan dan kemampuan kinerja peserta tes, biasanya orang yang menilai atau
menskor kemampuan keterampilan atau kemampuan kinerja jumlahnya lebih dari
satu orang sehingga diharapkan hasil penilaian mereka menjadi lebih valid dan
reliabel. Perlu juga untuk memperhatikan cara mengamati dan menskor kemampuan
keterampilan atau kemampuan kinerja siswa.
Dalam penialain unjuk kerja, tedapat elemen-elemen yang dapat diukur : (1)
kualitas penyelesaian pekerjaan, (2) keterampilan dalam menggunakan berbagai
alat, (3) kemampuan menganailisis dan merencanakan prosedur kerja samapi
selesai, (4) kemampuan mengambil keputusan berdasarkan aplikasi informasi yang
diberikan, (5) kemampuan membaca, menggunakan diagram, gambar-gambar, dan
symbol-simbol. Pengembangan elemen-elemen tersebut dapat dikemas dalam
format sebagai berikut.
FORMAT PENILAIAN UNJUK KERJA
N
O
1.
2.
3.
4.
5.

Kriteria yang didnilai

Tanggapa
n guru

Tanggapan
orang tua

Simpula
n

Kualitas penyelesaian pekerjaan


Keterampilan menggunakan alat
kemampuan menganailisis dan
merencanakan prosedur kerja
Kemampuan mengambil keputusan
kemampuan membaca,
menggunakan diagram, gambar,
dan symbol
Simpulan

Keterangan :

Tanggapan guru : Tangapan dan penialain guru terhadapa kompetensi peserta


didik, berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang diukur.
Tangapan orang tua : Tanggapan dan penialaina orang tua atau wali, berkaitan
dengan aspek-aspek keterampilan yang diukur.
Simpulan : Penialaian guru dengan memperhatikan pendapat orang tua terhadap
setiap aspek keterampilan yang diukur, bias secara kualitatif (baik, cukup,
kurang) atau secara kuantitatif atau dikuantifikasi (9, 8, 7)
3

Simpulan akhir : Hasil kumulatif peserta didik dalam pembelajaran yang


dilakukan atau kompetensi yang dikuasai. Simpulan akhir ini merupakan
akumulasi dari setiap aspek kertemapilan yang diukur.

2. Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus
diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi
sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan
penyajian data. Kegiatan projek adalah cara yang amat baik untuk melibatkan siswa
dalam pemecahan masalah karena bersifat sangat ilmiah apalagi ditunjang dengan
kegiatan yang berhubungan dengan dunia nyata. Projek dapat melibatkan siswa
secara aktif dan menemukan situasi baru yang dapat mendorong siswa menemukan
suatu masalah sehingga dapat menuntun mereka merumuskan hipotesis yang
membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
Untuk sekolah dasar projek dapat menyediakan peluang bagi siswa untuk
mengeksplorasi ide-ide ilmiah dengan menggunakan materi fisik atau teknologi
baru. Siswa dapat diarahkan untuk melakukan investigasi permasalahan yang ada di
sekitar kehidupan siswa baik lingkungan sekolah maupun tempat tinggal siswa.
Projek yang diberikan dalam konten (isi) pemecahan masalah, dapat digunakan
siswa untuk melakukan eksplorasi belajar dan berpikir tantang ide yang
mengembangkan pemahaman mereka dalam berbagai area isi kurikulum.
Dengan menggunakan proyek, guru dapat menggunakan proses dalam proyek
tersebut untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan siswa dalam
merencanakan, menyelidiki, dan menganalisis proyek. Selain itu, produk suatu
proyek

dapat

dijadikan

mengkomunikasikan

untuk

temuan-temuan

menilai
dengan

kemampuan
bentuk

yang

siswa
tepat

dalam
dan

mempresentasikannya. Apabila guru akan mengambil nilai proyek pada penilaian


sumatif, fokus biasanya terletak pada produknya.
Disamping itu, melalui proyek juga dapat dilakukan penilaian terhadap
keterampilan tertentu maupun pengetahuan di dalam konteks yang memerlukan
aplikasi dari keterampilan yang lebih umum (proses dari proyek dan produk akhir),
seperti: perencanaan dan organisasi dari suatu investigasi, bekerja dalam kelompok,
penyelesaian masalah, evaluasi terhadap temuan yang signifikan, dan arahan diri.

Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan


mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan, dan kemampuan menginformasikan
peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Beberapa contoh kegiatan
peserta didik dalam penilaian proyek yaitu penelitian sederhana tentang air di
rumah atau perkembangan harga sembako.
Ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian proyek :
a. Kemampuan pengelolaan (kemampuan dalam memilih topik, mencari informasi
dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan).
b. Relevansi (kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran).
c. Keaslian (proyek yang dilakukan merupakan hasil karyanya

dengan

mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan).


Contoh Penilaian Proyek
Mata Pelajaran

: Sains

Nama Proyek

: Pertumbuhan Kecambah

Alokasi Waktu

: Satu Semester

Nama Siswa

Aspek *

o
1

Perencanaan

a. Persiapan
b. Rumusan Judul
Pelaksanaan
a.
b.
c.
d.
e.

Kelas :
Skor (1-5)**

Sistematika Penulisan
Keakurata Sumber Data /Informasi
Kuantitas Sumber Data
Analisis Data
Penarikan Kesimpulan
Laporan Proyek

a. Performa
b. Presentasi/Penguasaan
Total Skor
*Aspek yang dimulai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa/sekolah
** Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan
jawaban yang diberikan.Semakin lengkap dan tepat jawabanmu, semakin tinggi
perolehan skor.

3. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu
produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari
hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi
penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi
dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar),
barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.
Adapun 3 tahapan dalam penilaian produk yaitu :
1. Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan,
menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
2. Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik
menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3. Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik
membuat produk sesuai kegunaannya, memenuhi kriteria keindahan/presisi dsb.
Selanjutnya terdapat 2 teknik dalam Penilaian Produk, yaitu :
a. Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya
dilakukan pada tahap appraisal.
b. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan
terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.
Contoh Penilaian Produk
Mata Pelajaran

: Membordir

Nama Proyek

: Menghias blus wanita

Alokasi Waktu

:4 kali pertemuan

Nama Siswa :
Kelas
No
1

: XI/1
Aspek*
Perencanaan
1.

2.
Pelaksanaan

Skor (1-5)**
Persiapan Alat dan Bahan
Pembuatan desain

a. Sikap Kerja
b. Mengutip desain pada bahan
c. Membordir dengan mesin
3

d. Finishing
Laporan Proyek
6

a. Performans
b. Hasil Akhir Bordir
1.

Kerapian

2.

Kebersihan

3.

Bahan tidak bergelombang


Total Skor

*Aspek yang dinilai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa/sekolah


** Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan
jawaban yang diberikan.Semakin lengkap dan tepat jawaban, semakin tinggi perolehan
skor.
4. Penilaian Portofolio
Portofolio adalah kumpulan tugas-tugas yang dikerjakan siswa. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa penilaian portofolio adalah penilaian terhadap
seluruh tugas yang dikerjakan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian
portofolio dapat dilakukan bersama-sama oleh guru dan siswa, melalui suatu diskusi
untuk membahas hasil kerja siswa, kemudian menentukan hasil penilaian atau skor.
Penilaian portofolio dalam K13 harus dilakukan secara utuh dan berkesinambungan,
serta mencakup seluruh kompetensi inti yang dikembangkan. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam mealakukan penilaian portofolio adalah sebagai berikut :
1. karya yang dikumpulkan asli karya yang bersangkutan
2. menentukan contoh pekerjaan yang harus dilakukan
3. mengumpulkan dan menyimpan sample karya
4. menentukan criteria penilaian portofolio
5. meminta siswa untuk menilai secara terus-menerus hasil portofolionya
6. merencanakan pertemuan dengan siswa untuk membicarakan hasil portofolio
7. melibatkan orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas penilaian
portofolio.
FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO I
Mata Pelajaran:
Kelas 7:
Kompetensi:

Nama:.
Tanggal: ..
PENILAIAN

Prosedur kegiatan

Jelek / cukup / baik / sangat baik


1.
7

2.
3.
4.
5.
6.
Dicapai melalui:

Komentar guru

1. Diri sendiri
2. Bantuan guru
3. Seluruh kelas
4. Kelompok besar
5. Kelompok kecil
Komentar orang tua

Tanggapan siswa

FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO 2


Kompetensi
Dasar

Karakter

Materi Pokok

Jenis Tugas

Keterangan

Dalam format penilaian 1, tampak adanya prosedur kerja yang dinilai, dan dalam prosedur
kerja tersebut secara tersirat sudah menggambarkan karakter siswa. Sedangkan dalam
format penilaian 2, karakter siswa yang dibentuk dituliskan secara langsung setelah
kompetensi dasar. Format-format tersebut bias dikembangkan sesuai dengan kompetensi
yangakan dinilai, dan jenis tugas yang diberikan.
CONTOH PENILAIAN PORTOFOLIO FORMAT 1
Mata pelajaran: IPA

Kelas

:7

Kompetensi dasar:
Menggunakan mikroskop dan peralatan lain

Nama: Rany Larasati

untuk mengamati gejala-gejala kehidupan


Indicator

Tanggal: .
PENILAIAN
Jelek / cukup/ baik/ sangat baik

1. Mengenal bagian-bagian mikriskop


2. Menggunakan mikroskop dengan
benar (focus, cahaya, objek)
3. Membuat prediksi bangun tiga
dimensi apabila tersedia hasil
pengamatan dua dimensi (horizontal
dan vertical)
Dicapai melalui:
1. Bantuan guru
2. Seluruh kelas
3. Kelompok besar
4. Kelompok kecil
5. Diri sendiri
Komentar orang tua

Tanggapan siswa

Gunakan waktumu untuk belajar lebih

Stress nih, banyak tugas.

teratur lagi
5. Wawancara
Wawancara

adalah

cara

menghimpun

bahan-bahan

keterangan

yang

dilaksanakan dengan tanya jawab baik secara lisan, sepihak, berhadapan muka,
maupun dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Kelebihan wawancara
adalah dapat kontak langsung dengan siswa sehingga siswa dapat mengungkapkan
jawaban secara bebas dan mendalam.
Ada 2 jenis wawancara, yaitu wawancara berstruktur dan wawancara tidak
berstruktur (bebas). Dalam wawancara berstruktur kemungkinan jawaban telah
disiapkan sehingga siswa tinggal mengkatogerikan dalam alternative jawaban yang
telah dibuat. Keuntungannya adalah mudah diolah dan diananlisis untuk dibuat
kesimpulan. Sedangkan pada wawancara bebas, jawaban tidak perlu disiapkan
sehingga siswa bebas mengemukakakn pendapatnya. Keuntungannya adalah
informasi yang didapatkan bias lebih padat dan lengkap sekalipun kita harus bekerja
keras untuk menganalisis jawaban yang beraneka ragam.

Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam melaksanakan wawancara yaitu,


tahap awal pelaksanaan wawancara, penggunaan pertanyaan dan pencatatan hasil
wawancara.
1. Tahap awal wawancara,bertujuan untuk mengkondisikan situasi wawancara.
Situasi yang membangun suasana keakraban perlu dibuat, agar siswa tidak
merasa takut, dan ia terdorong untuk mengemukakan jawabannya secara bebas,
benar, dan jujur.
2. Setelah kondisi awal cukup baik, barulah diajukan pertanyaan yang sesuai
denagn tujuan wawancara. Pertanyaan diajukan secara bertahap, sistematis,
berdasar kisi-kisi yang telah dibuat sebelumnya.
3. Mencatat hasil wawancara penting agar tidak lupa dengan jawaban siswa.
Mencatat hasil wawancara berstruktur cukup mudah sebab tinggal memberikan
tanda pada alternatif jawaban. Sedang untuk wawancara terbuka dilakukan
dengan mencatat pokok-pokok isi jawaban siswa. Yang dicatat adalah jawaban
apa adanya dari siswa, bukan tafsiran pewawancara atau ditambah dan
dikurangi.
Berikut ini adalah pedoman sebelum melaksanakan wawancara :
a. Tentukan tujuan yang ingin dicapai dari wawancara.
b. Tentukan aspek-aspek yang akan diungkap dari wawancara tersebut.
c. Tentukan bentuk pertanyaan yang akan digunakan (berstruktur atau terbuka).
d. Membuat pertanyaan.
e. Membuat pedoman mengolah dan menafsirkan hasil wawancara.
Contoh pedoman wawancara terbuka
Tujuan : Memperoleh informasi mengenai cara belajar yang dilakukan siswa di rumah
Bentuk : Wawancara bebas
Responden : Siswa yang memperoleh prestasi belajar cukup tinggi
Nama siswa

Kelas/Semster:.
Jenis kelamin :.
Pertanyaan guru

Jawaban siswa

Komentar dan kesimpulan


hasil wawancara

1. Kapan dan berapa lama


Anda belajar di rumah?
10

2. Bagaimana cara Anda


mempersiapkan diri
belajar secara efektif?
3. Kegiatan apa yang Anda
lakukan pada waktu
mempelajari mata
pelajaran tertentu?
4. Dst
, 20..
Pewawancara

BAB III
PENUTUP
11

3.1 Kesimpulan
Ada beberapa jenis penggolongan dalam teknik non tes, diantaranya adalah
Penilaian Kinerja, Penilaian Produk, Penilaian Proyek, Penilaian Portofolio dan
Wawancara. Penilaian kinerja (penilaian unjuk kerja) dilakukan untuk menilai tugastugas yang dilakukan oleh siswa, sehingga guru dapat memiliki informasi yang
lengkap tentang siswa. Komponen pertama asesmen kinerja adalah tersedianya tugastugas yang akan diberikan kepada siswa. Penilaian proyek merupakan kegiatan
penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu.
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu
produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil
akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian portofolio adalah penilaian
terhadap seluruh tugas yang dikerjakan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian
portofolio dapat dilakukan bersama-sama oleh guru dan siswa, melalui suatu diskusi
untuk membahas hasil kerja siswa, kemudian menentukan hasil penilaian atau skor.
Kemudian, Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang
dilaksanakan dengan tanya jawab baik secara lisan, sepihak, berhadapan muka,
maupun dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan.
3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca yang ingin mencari
atau memperdalam mengenai Penilaian Kinerja, Penilaian Produk, Penilaian Proyek,
Penilaian Portofolio dan Wawancara. Kami penulis juga mengharapkan kritikan atau
masukan dari pembaca mengenai makalah ini dan apabila ada salah-salah dalam materi
atau penulisan kami mohon maaf.

DAFTAR PUSTAKA

Poerwanti, Endang, dkk. 2008 . Bahan Ajar Cetak Asesmen Pembelajaran SD 3


SKS. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya
12

http://seramoe-printstation.blogspot.co.id/2013/02/langkah-langkahpengembangan-instrumen.html diakses pada Sabtu,10 September 2016, 19:56


https://zaimwahid.wordpress.com/2011/09/17/pengembangan-instrumen-non-tes/
diakses pada Sabtu,10 September 2016, 20:00
http://somiyatun123.blogspot.co.id/2015/04/pengembangan-instrumen-evaluasijenis.html diakses pada Sabtu,10 September 2016, 20:10
https://disnawati.files.wordpress.com/2012/03/makalah-instrumen-penilaiandengan-teknik-non-tes.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dra.%20Emy%20Budiastuti,
%20M.Pd./MODUL%20PENILAIAN%20NON%20TES.pdf
http://conf.unnes.ac.id/index.php/snep/I/paper/viewFile/7/2

13