Anda di halaman 1dari 17

Cara membuat obat nyamuk organik sendiri / anti nyamuk yang ramah lingkungan.

Keberadaan nyamuk memang sangat mengganggu dan menjengkelkan kenyamanan hidup manusia. Karena dari gigitan nyamuk dapat berpotensi timbulnya beberapa macam penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

Nyamuk malaria atau Anopheles merupakan nyamuk penyebar parasit Plasmodium. Parasit ini lah yang menyebabkan manusia terjangkit malaria.

Ada 4 jenis plasmodium yang dapat menginfeksi manusia, diantaranya yaitu:

  • 1. Plasmodium ovale

  • 2. Plasmodium malariae

  • 3. Plasmodium falciparum

  • 4. Plasmodium vivax

Namun dari hasil penyebarannya hanya jenis Plasmodium vivax yang sering menginfeksi

manusia.

Nyamuk demam berdarah atau Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue A dan virus demam kuning atau yellow fever. Penyebaran nyamuk aedes aegypti meliputi semua wilayah tropis di dunia. Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina.

Obat nyamuk terbuat dari bahan kimia memang sangat sukses mengusir nyamuk dengan waktu tertentu. Namun residu kimia yang tertinggal di ruangan bisa membahayakan keberadaan manusia yang ada diruangan tersebut.

Tanpa disadari obat nyamuk berbahan yang lebih aman bisa dibuat sendiri tanpa beresiko bagi manusia dan lingkungan. Berikut adalah ulasannya.

Alat - alat ; Botol air mineral bekas, Cutter atau pisau, Selotip atau isolasi, Plastik atau kertas hitam , Karet gelang.

Bahan - bahan ; 50 gram gula merah cair, 5 gram bubuk ragi.

Cara membuat ; Potong botol hampir setengah bagian. Fungsi bawah botol sebagai wadah. Setelah itu masukan gula merah cair dan bubuk ragi kedalam wadah.

Kemudian balik bagian atas botol yang sudah dibuang tutupnya, agar terlihat seperti corong. Setelah semua selesai rekatkan bagian potongan botol tadi dengan selotip dan kemudian tutup semua botol dengan plastik hitam, lalu ikat dengannya karet gelang tadi. Usahakan semua dinding botol tertutup rapat agar tidak terlihat bagian dalamnya.

Setelah semua proses pembuatan jebakan nyamuk selesai dibuat. Lalu diamkan selama 1 sampai 2 minggu agar ragi bereaksi dan mengeluarkan gas karbon dioksida.

Cara pengaplikasiannya letakkan jebakan ditempat yang biasa di hinggapi nyamuk seperti disudut - sudut ruangan atau di tumpukan pakaian yang kotor.

Hasil percobaan sederhana ini memanfaatkan kebiasaan nyamuk yang menyukai benda benda hitam, tempat - tempat gelap dan gas karbondioksida.

Jika dirujuk dari desa - desa yang memiliki hewan - hewan ternak. Nyamuk lebih menyukai hinggap di tubuh hewan ternak dari pada hinggap ditubuh manusia. Karena tubuh hewan mengeluarkan gas karbondioksida lebih banyak dari pada tubuh manusia. Jika dikota jumblah hewan semakin sedikit, maka dari itu nyamuk akhirnya hinggap ditubuh manusia.

Fungsi dari ragi mengandung mikro organisme yang melakukan fermentasi pada media pembiakan dimana mereka disebar.

Fungsi gula merah sebagai media pembiakan mikro organisme.

Hasil fermentasi bubuk ragi dan gula mengandung beberapa jenis bakteri dan fungi seperti ; Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces dan masih banyak lagi.

Hasil dari fermentasi atau metabolisme organisme pada ragi akan menghasilkan Alkohol dan gas karbondioksida atau co². Gas karbondioksida akan menghasilkan aroma yang disukai oleh nyamuk dan serangga lain serta menariknya untuk datang. Fermentasi selama 2 minggu akan menghasilkan gas karbondioksida yang cukup banyak untuk mengundang nyamuk untuk datang. Setelah nyamuk dan serangga sudah masuk kedalam botol, Maka nyamuk dan serangga lain akan terperangkap kedalam botol dan kekurangan oksigen, lalu kemudian pun mati didalam botol.

Perangkap nyamuk ini sangat aman diletakkan di dalam rumah. Karena tidak ada racun kimia yang terhirup. Jika khawatir menggunakan obat nyamuk yang dijual di pasaran, Karena racun yang dihasilkan. Perangkap nyamuk ini bisa menjadi solusi pilihan yang sangat aman diletakkan disudut - sudut ruangan rumah

http://bertani1.blogspot.co.id/2015/12/cara-membuat-anti-nyamuk-organik.html

http://bertani1.blogspot.co.id/2015/12/cara-membuat-anti-nyamuk-organik.html http://pic.cerpen.co.id/bloguploads/20150108/1420431417234403.jpg

http://pic.cerpen.co.id/bloguploads/20150108/1420431417234403.jpg

Limbah Sawit menjadi Obat Nyamuk - KIR SMAN 1 Cileles Juara 1 Kategori Kimia di Jakarta

  • A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki kekayaan alam yang banyak, Letak astronomis Indonesia berada di garis khatulistiwa. Selain itu Indonesia juga mempunyai dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Karena memiliki iklim dua musim maka negara Indonesia termasuk ke dalam negara beriklim tropis, sehingga memiliki berbagai macam keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna. Selain kekayaan flora Indonesia juga memiliki kekayaan fauna. Kekayaan faunapun banyak sekali misalnya serangga (insekta). Salah satu jenis serangga atau insekta yang banyak ditemukan di Indonesia adalah nyamuk. Nyamuk merupakan jenis serangga yang memiliki banyak jenis, seperti nyamuk malaria, nyamuk aedes, nyamuk anopheles dan nyamuk culek. Jenis-jenis nyamuk ini merupakan vektor berbagai jenis penyakit seperti malaria, demam berdarah dan kaki gajah.

Umumnya nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu manusia sejak dulu sudah memikirkan cara untuk membasmi nyamuk. Seiring dengan perkembangan zaman manusia mulai menemukan berbagai senyawa kimia yang dapat digunakan untuk membunuh nyamuk, senyawa ini dikenal dengan istilah insektisida. Insektisida merupakan zat yang di gunakan masyarakat umum sebagai pembasmi serangga seperti : lalat, nyamuk, semut dan lain-lain. Contoh insektisida yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah racun serangga bakar, racun serangga semprot, dan racun serangga oles. Insektisida tersebut merupakan insektisida yang mengandung komposisi zat kimia sintetis yang beracun dan efektif dalam membasmi berbagai macam serangga. Banyak iklan jenis insektisida di media cetak ataupun elektronik yang efektif membunuh

nyamuk , akan tetapi tidak ada yang berani mengatakan bahwa produk yang di gunakan ramah lingkungan (Intisari, 2007). Penggunaan insektisida buatan dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, sehingga diperlukan produk insektisida yang berbahan alami dan ramah lingkungan. Oleh karena itu kami mengangkat judul “Efektivitas Limbah Bunga Sawit Sebagai Bioinsektisida Nyamuk”.

  • B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah :

  • 1. Apakah limbah bunga sawit dapat dimanfaatkan untuk mengusir dan membunuh nyamuk ?

  • 2. Bagaimana efektivitas limbah bunga sawit dalam mengusir dan membunuh nyamuk?

  • 3. Bagaimana cara pembuatan bioinsektisida nyamuk dari limbah bunga sawit ?

    • C. Batasan Masalah

Penelitian yang dilakukan dibatasi pada pembuatan limbah serbuk bunga sawit dan pengujian mortalitas nyamuk pada lingkup ruangan skala kecil, tidak pada lingkup ruangan skala besar.

  • D. Tujuan

Berdasarkan pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian yang dilakukan :

  • 1. Untuk mengetahui pemanfaatan limbah bunga sawit sebagai bionsektisida nyamuk.

  • 2. Untuk mengetahui efektivitas limbah bunga sawit dalam mengusir dan membunuh nyamuk.

  • E. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian yang sudah ada, maka dapat dibuat hasil pemikiran sementara yang bersifat rasional yang disebut sebagai hipotesis. Selanjutnya, dilakukan uji kebenaran terhadap hipotesis tersebut dengan melakukan penelitian. Adapun hipotesis penelitian ini

adalah “limbah bunga sawit berpotensi mengusir dan membunuh nyamuk dengan efektif.”

  • F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini sebagai berikut:

  • 1. Bagi Masyarakat

    • a. Dapat memanfaatkan limbah bunga sawit sebagai bioinsektisida nyamuk.

    • b. Membantu masyarakat untuk mengurangi gangguan dari nyamuk pada saat musim panas tiba.

  • 2. Bagi Peneliti

    • a. Dapat menjadi pembelajaran dan pengetahuan tentang bioinsektisida nabati, yaitu mengetahui cara penanggulangan serangga secara efektif dan aman serta ramah lingkungan.

    • b. Dapat menjadi daya tarik untuk dilakukan penelitian lanjutan yang bisa menambah manfaat dan nilai guna dari limbah bunga sawit.

  • 3. Bagi Pemerintah

    • a. Dapat menjadi informasi tambahan dari nilai guna limbah bunga sawit sebagai bioinsektisida nyamuk yang ramah lingkungan.

    • b. Dapat mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam mengembangkan penelitian di kalangan pelajar.

  • BAB II TELAAH PUSTAKA

    • A. Morfologi Bunga Kelapa Sawit

    Klasifikasi kelapa sawit adalah sebagai berikut :

    Divisi

    : Spermatophyta

    Sub divisi

    : Angiospermae

    Kelas

    : Monocotyledonae

    Keluarga

    : Palmaceae

    Genus

    : Elaeis

    Spesies

    : Elaeis guineensis Jacq

    Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyerbukan silang (cross pollination). Artinya, bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk. Bunga kelapa sawit berumah satu, artinya pada satu batang terdapat bunga jantan dan bunga betina yang letaknya terpisah pada tandan bunga yang berbeda. Tandan bunga terletak di ketiak daun, mulai tumbuh setelah tanaman berumur sekitar satu tahun. Primordia (bakal) bunga terbentuk sekitar 33 sampai 34 bulan sebelum bunga matang (siap melaksanakan penyerbukan). Letak bunga jantan yang satu dengan lainnya sangat rapat dan membentuk cabang-cabang bunga yang panjangnya antara 10 sampai 20 cm. Pada tanaman dewasa, satu tandan mempunyai kurang lebih 200 cabang bunga. Setiap cabang mengandung 700 sampai 1200 bunga jantan. Bunga jantan ini terdiri dari 6 helai benangsari dan 6 perhiasan bunga. Satu tandan bunga jantan dapat menghasilkan 25 sampai 50 gram tepungsari. Bunga betina terletak dalam tandan bunga, tiap tandan bunga mempunyai 100-200 cabang dan setiap cabang terdapat paling banyak 30 bunga betina. Dalam satu tandan terdapat 3.000 sampai 6.000 bunga betina. Bunga betina memiliki 3 putik dan 6 perhiasan bunga. Bunga jantan maupun bunga betina biasanya terbuka selama 2 hari (jika dalam musim hujan bisa sampai 4 hari). Tepung sari dapat menyerbuki selama 2-3 hari, tetapi makin lama daya hidup viabilitasnya makin menurun.

     

    (a)

    (b)

    (a)

    (b)

    (c)

    (d)

    Gambar 2.1 Bunga jantan dan bunga betina kelapa sawit

    Keterangan :

    a). bunga jantan c). bunga betina masa anthesis

    b). bunga betina d). bunga jantan masa anthesis

    Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman monoecius, dimana bunga jantan dan bunga betina tumbuh secara terpisah pada satu tanaman. Masa masak atau “anthesis” dari kedua jenis bunga tersebut sangat jarang atau tidak pernah bersamaan. Ini berarti bahwa proses pembuahan bunga betina dengan diperolehnya tepung sari dari tanaman lainnya. Proses penyerbukan dapat terlaksana apabila ada perantara yang mampu memindahkan tepung sari dari satu tanaman ke tanaman lain yang mempunyai bunga betina yang sedang mekar atau “receptive”. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses penyerbukan tersebut sebagian besar berlangsung dengan bantuan serangga dan sebagian kecil oleh angin (Siregar, 2006). Bunga kelapa sawit yang sedang mekar, baik itu bunga jantan maupun bunga betina sama-sama mengeluarkan bau yang menyengat. Bunga jantan yang sedang anthesis memiliki bau yang kebih kuat dibandingkan dengan bunga betina. Ini disebabkan oleh senyawa volatil yang dikeluarkan oleh bunga jantan lebih banyak. Senyawa volatil yang dihasilkan oleh bunga kelapa sawit pada umumnya diketahui sebagai kairomon. Senyawa volatil yang dproduksi dan dilepaskan oleh bunga kelapa sawit berfungsi untuk menarik serangga yang menguntungkan untuk reproduksi kelapa sawit, yakni agar serangga penyerbuk berkunjung

    dan menyerbuki kelapa sawit (Susanto et al., 2007). Kairomon berfungsi sebagai atraktan (penarik), arestan (menghentikan pergerakan serangga), dan exitan yaitu senyawa yang merangsang serangga dalam seleksi inang. Hasil analisis GC-MS memperlihatkan bahwa jenis dan kandungan volatil pada bunga sawit yang mengandung indol, asam undekanoat, asam palmitat, estragole, asam 2-oninnoat asam chloroacetic, 4 tetra decyl ester, estragol,1-dodesin, farnesol dan squalen (Suci

     

    Rahayu,2006).

    B.

    Nyamuk

    Hidup di daerah tropis memang selalu direpotkan dengan kehadiran nyamuk. Nyamuk

    adalah serangga yang tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies (Wapedia, 2008). Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang,

    antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm seperti yang terlihat pada gambar 2.2.

    (Sumber : Yahya, 2004)

    Gambar 2.2 Nyamuk

    Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah). Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah (Yahya, 2004).

    C.

    Bioinsektisida

    Masa sekarang ini adalah masa serba instan. Tak sedikit insektisida yang ditawarkan dalam bentuk praktis, mudah dan ampuh. Namun tanpa disadari jika penggunaannya sembarang akan terdapat berbagai ancaman, baik terhadap kesehatan maupun terhadap alam dan lingkungan. Hal itu dikarenakan, banyak insektisida sintesis mengandung bahan kimia yang berbahaya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara (Intisari, 2006), yaitu:

    • 1. Termakan atau terminum bersama makanan atau minuman yang tercemar.

    • 2. Terhirup dalam bentuk gas dan uap, termasuk yang langsung menuju paru-paru lalu masuk ke dalam aliran darah.

    • 3. Terserap melalui kulit dengan atau tanpa terlebih dahulu menyebabkan luka pada kulit.

    Bila racun anti nyamuk termasuk kelompok insektisida sintesis yang mengandung bahan kimia, artinya obat anti nyamuk tersebut mengandung racun. Hal itu dibuktikan dalam Penelitian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) yang menemukan tiga bahan aktif di dalam obat anti nyamuk yaitu jenis dichlorvos, propoxur, pyrethroid, dan diethyltoluamide serta bahan kombinasi dari ketiganya (Intisari, 2006). Berberapa contoh obat anti nyamuk dalam berbagai bentuk yang terdapat di pasaran dapat dilihat pada gambar 2.1.

    (Sumber : wordpress, 2008)

    Gambar 2.3 Contoh Obat Anti Nyamuk di Pasaran

    Menurut WHO, Grade Class, dichlorvos atau DVDP (dichlorovynill dimetyl phosphat) termasuk berdaya racun tinggi. Jenis bahan aktif ini dapat merusak sistem saraf, mengganggu sistem pernapasan, dan jantung (Intisari, 2006). Lembaga di Amerika yang bergerak dalam perlindungan lingkungan yakni Environment Protection Authority (US EPA) dan New Jersey Department of Health merekomendasikan hal sama. Dichlorvos sangat berpotensi menyebabkan kanker, menghambat pertumbuhan organ serta kematian prenatal, merusak kemampuan reproduksi dan kemampuan menghasilkan air susu. Bagi lingkungan, bahan aktif jenis ini menimbulkan gangguan cukup serius bagi hewan dan tumbuhan, sebab bahan ini memerlukan waktu yang lumayan lama untuk dapat terurai baik di udara, air, dan tanah.

    Penggunaan pestisida berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi pengguna, konsumen, lingkungan, serta dampak sosial ekonomi. Oleh karena itu, penggunaan pestisida harus digunakan hati-hati. Penggunan pestisida bisa mengontaminasi pengguna secara langsung sehingga mengakibatkan keracunan. Keracunan tersebut dapat bersifat akut ringan, akut berat, dan kronis. Keracunan akut ringan menimbulkan pusing, sakit kepala, iritasi kulit ringan, badan terasa sakit, dan diare. Keracunan akut bert menimbulkan gejala mual, menggigil, kejang perut, sulit bernafas, keluar air liur, pupil mata mengecil, dan denyut nadi meningkat. Dapat juga

    mengakibatkan pingsan, kejang-kejang, bahkan mengakibatkan kematian. Keracunan kronis lebih sulit dideteksi karena tidak segera terasa dan tidak menimbulkan gejala serta tanda yang spesifik. Namun, keracunan kronis dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata dan kulit, kanker, keguguran, cacat pada bayi, serta gangguan saraf, hati, ginjal, dan pernafasen (Djojosumarto, 2006).

    Sementara, propoxur termasuk racun kelas menengah. Jika terhirup maupun terserap tubuh manusia dapat mengaburkan penglihatan, keringat berlebih, pusing, sakit kepala, dan badan lemah. Propoxur juga dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi, dan berpengaruh buruk pada hati dan reproduksi. Pyrethroid, oleh WHO juga dikelompokkan dalam racun kelas menengah. Efeknya, mengiritasi mata maupun kulit yang sensitif, dan menyebabkan penyakit asma. Pada obat anti nyamuk, pyrethroid yang digunakan berupa d-allethrin, transflutrin, bioallethrin, pralethrin, d-phenothrin, cyphenothrin, atau esbiothrin. Dengan demikian, untuk mengusir serangga sebaiknya dipergunakan bioinsektisida dan pengusir hama dari tumbuh-tumbuhan yang mudah terurai di alam. Bioinsektisida adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu (Suhaya, 2008). Bioinsektisida ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya. Secara umum bioinsektisida diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam karena terbuat dari bahan alami/nabati sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan.

    http://nandarthulo.blogspot.co.id/2012/03/limbah-sawit-menjadi-obat-nyamuk-kir.html

    17 Cara Mengusir Nyamuk Secara Tradisional Alami Yang Ampuh

    Ikuti Panduan 17 Cara Mengusir Nyamuk Secara Tradisional Dengan Obat Pembasmi Alami dan Alat Pengusir Nyamuk Sederhana Yang Ampuh Dan Simpel Pembuatanya Bersama

    [nextpage title=”Mengusir Nyamuk” ]

    Seperti Yang kita Tahu Bahwa Nyamuk adalah Serangga Yang banyak membawa Penyakit Bahkan berdasarkan Penelitian ilmiah Hewan ini Merupakan Pembawa Penyakit berbahaya Yang menyebabkan Banyak Angka kematian Manusia. Beberapa Penyakit yang Disebabkan Oleh Nyamuk Adalah Demam Berdarah, Malaria, Chikungunya Dan Banyak Lagi Jenis Penyakit Parah lainya. Cara Mengusir Nyamuk sebenarnya Bisa dilakukan Dengan berbagai Cara Misalnya Dengan kapur barus, Suara MP3, Download Software Pengusir Nyamuk Di HP, Komputer, Aplikasi Android, Laptop dan Iphone Bahkan Kebanyakan Kita menggunakan Lotion, Obat Nyamuk Bakar, Semprot Dan Elektrik Untuk Membasmi Nyamuk Di Rumah Kita.

    Padahal Alat Pembasmi Nyamuk Itu Jelas Berbahaya Bagi Manusia Karena mereka Menggunakan Racun Untuk Mengusir Nyamuk. Hal ini Jelas Akan memberikan Efek Samping Berbahaya Bagi Kesehatan Bahkan Bisa Menimbulkan Aneka Penyakit Kronis dan Berbahaya. Makanya Saya Lebih Suka Menggunakan Obat Pembasmi Nyamuk Alami Untuk Mengatasi masalah ini. Nah Yuk Langsung Kita Coba Aneka herbal Obat Pengusir Nyamuk Alami Yang Mudah Kita Buat Dirumah Sendiri.

    Cara Mengusir Nyamuk Secara Tradisional Alami Yang Ampuh

    1. Minyak Kayu Putih Sebagai Obat Pembasmi Nyamuk Yang Ampuh Silakan Buat Campuran 100ml( 1/2 Gelas ) Air Dengan Minyak Kayu Putih Asli Lalu Anda Semprotkan Ke ruangan Misalnya Kamar, ruang tamu, Mobil Dan lainya.

    2. Cara mengusir nyamuk Dengan Minyak Lavender dan Ragi – Silakan Beli Minyak Lavender Di Toko Obat Terdekat, Biasanya Berbentuk Cairan, – LArutkan Minyak ini Dengan Tambahan air sekitar 10% dari Minyak Lavender lalu beri Tambahan ragi Seperlunya

    – Nah Kalau Sudah Siap Larutanya Biarkan terbuka dan Simpan Di Ruangan Yang Ingin Anda Usir Nyamuknya

    • 3. Vitamin C dan B2 Sebagai Obat Nyamuk Alami

    Larutkan Vitamin B2 dan Vitamin C Menggunakan Air, Buatlah Mirip larutan kalau Sudah jadi Silakan Oleskan Larutanya Ke Tangan, Kaki Atau Semua Kulit Anda. Ini merupakan

    Lotion pengusir Nyamuk Alami Yang Lebih Ampuh daripada Lotion Beracun Yang dijual Di Pasaran

    • 4. Warna Kuning Sebagai Alat Pengusir Nyamuk

    Silakan Gantungkan Tirai Atau Kain Yang Berwarna Orange, Kalau Lebih Simpel Silakan Tempelkan Kertas plastik Di lampu Ruangan anda. Nyamuk Itu Takut Dengan Warna Orange

    • 5. Lada Dan Minyak Nimba Untuk Membasmi Nyamuk

    – Campurkan Merica Bubuk Dan Minyak Nimba Dengan Air hangat Lalu Biarkan Cukup Dingin – Silakan masukan Kedalam wadah Lalu Di Tambahkan ragi Kedalamnya. Jangan Lupa Ditutup Dan Beri Lubang Udara agar meguap lalu Letakan ke dalam ruangan

    Nah Itulah Beberapa Obat Alami Yang Bisa Dipakai Untuk Mengusir Nyamuk dari Dalam rumah Kita. Masih ada Cara Yang Mudah Untuk Membasmi Nyamuk Yang lebih Efektif Yaitu Dengan Aneka jenis Tanaman. Pengin Tahu kan ? Yuk Langsung Baca Dibawah ini[/nextpage]

    [nextpage title=”Tanaman Pengusir Nyamuk” ]Ada Banyak Jenis Tanaman Pengusir Nyamuk Yang Bisa anda Gunakan Untuk Membasmi Nyamuk dari rumah anda. Silakan Coba Menanam Tumbuhan ini Di Sekitar Area rumah anda Agar Bisa terhindar dari Segala Potensi Penyakit Yang Diakibatkan Oleh Nyamuk.

    Cara Mengusir Nyamuk Dengan Aneka Jenis Tanaman Obat Alami

    • 6. Tanaman Marygold (Bunga Tai Kotok)

    Bunga Marygold ini memiliki 2 jenis, Yaitu Bunga tagetes erecta dan Bunga tagetes patula.

    Aroma Yang Tidak Enak dari Bunga ini Akan Membuat NyamuK mabuk dan Tidak Mendekati Rumah anda.

    • 7. Tanaman Geranium / Tapak Dara

    Kandungan geraniol dan sitronelol Yang ada Di Geranium ini Akan membuat Nyamuk Pusing dan Tidak mau Mendekati rumah anda. nah Silakan Coba Tanamkan Geranium Dengan Pot Atau Bisa Juga Langsung Dengan media Tanah

    • 8. Tanaman Zodia Untuk Membasmi Nyamuk

    Zodia Merupakan Flora Khas papua Yang Sering Digunakan Untuk Mengusir Nyamuk dan aneka serangga. nah Makanya Silakan anda tanam Zodia ini Di Area Yang banyak angin

    Sehingga Akan ada Gesekan Di Daunya. Hal ini Yang Akan Membuat Nyamuk Lari karena Aroma Dari Gesekan Daunya

    9. Bunga Lavender Sebagai Obat Nyamuk Alami zat Linalool dan Lynalyl acetate Yang terkandung Dalam Bunga Lavender ini Akan Membuat Nyamuk Kocar kacir. Makanya Silakan Tanam Bunya Lavender di Sekitar Rumah anda

    • 10. Bunga rosemary Untuk Membasmi Nyamuk

    Aroma Minyak Kayu Putih Yang Di Hasilkan Tanaman ini Akan Membuat Nyamuk Pergi Menjauh dari anda. Silakan Tanam Bunga ini Di Dekat Jendela Agar Nyamuk Segera pergi

    Nah Masih Banyak Jenis Tanaman Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Membasmi Nyamuk Dari rumah Anda. Beberapa Diantaranya adalah :

    • 11. Serai Wangi Sebagai Obat Pengusir Nyamuk

    • 12. Bunga Kecombrang

    • 13. Tanaman Citrosa Mosquito ( dari belanda )

    • 14. Tanaman Mintrosa of Lady Diana

    • 15. Selasih Sebagai Obat Nyamuk Herbal

    • 16. Tanaman Akar wangi dan Daun Sirih

    • 17. Suren Dan Bunga Teratai

    Nah itulah beberapa Tanaman Yang Bisa anda Gunakan Untuk Membasmi Nyamuk. Selain Aneka Cara Diatas masih ada Cara Lagi Mengusir Nyamuk Yaitu Dengan Membuat Alat Pengusir Nyamuk Sendiri. Silakan Baca Panduanya Dibawah ini[/nextpage]

    Morfologi Bunga Kelapa Sawit

    Bunga Jantan Kelapa Sawit

    Tanimedia

    ~

    Kelapa

    sawit

    tergolong

    tumbuhan

    berumah

    satu

    (monoceous) yang berarti bunga betina dan bunga jantan terdapat dalam

    satu

    pohon,

    namun

    tidak

    berada

    pada

    tandan

    yang

    sama.

    Walau

    demikian, kadang-kadang dijumpai pada satu tandan terdapat bunga

    jantan

    dan

    juga

    bunga

    betina

    (hermafrodit).

    Bunga sawit muncul dari ketiak daun. Setiap ketiak daun hanya menghasilkan satu infloresen (bunga majemuk). Biasanya, beberapa bakal infloresen gugur pada fase-fase awal perkembangannya sehingga pada individu tanaman terlihat beberapa ketiak daun tidak menghasilkan infloresens.Perkembangan infloresen dari proses inisiasi awal sampai membentuk infloresen lengkap pada ketiak daun memerlukan waktu 2.5— 3 tahun. Infloresen akan muncul dari ketiak daun beberapa saat menjelang antesis (penyerbukan). Pada tanaman muda (2—4 tahun), anthesis biasanya terjadi pada infloresen diketiak daun nomor 20, sedangkan pada tanamn tua (> 12 tahun ) biasanya terjadi pada daun lebih muda, yaitu sekitar infloresen pada daun nomor 15.

    Bunga kelapa sawit merupakan bunga mejemuk yang terdiri dari kumpulan spikelet dan tersusun dalam infloresen yang berbentuk spiral. Bunga jantan maupun bunga betina mempunyai ibu tangkai bunga (peduncle/rachis) yang merupakan struktur pendukung spikelet. Umumnya dari pangkal rachis muncul sepasang daun pelindung spikelet. Umumnya, dari pangkal rachis muncul sepasang daun pelindung (spathes) yang membungkus infloresen sampai dengan saat-saat menjelang terjadinya antesis. Dari rachis ini, terbentuk struktur triangular bract yang kemudian membentuk tangkai-tangkai bunga (spikelets).

    Infloresen dibedakan berdasar morfologi spikelet. Walaupun infloresen digolongkan sebagai “jantan” dan “betina”, kenyataannya infloresen betina juga menghasilkan bunga-bunga jantan; sedangkan infloresen jantan biasanyamempunyai beberapa bunga betina pada bagian dasar spikelet. Berdasarkan irisan pada bunga yang belum mekar (immature), infloresen jantan dan infloresen betina berasal dari satu struktur yang sama. Inisiasi primordia stamen (organ jantan) dan karpel (organ betina) terbentuk secara bersamaan. Pada masa 3 bulan sebelum antesis,

    pertumbuhan salah satu bagian dari eklamin bunga akan terhenti sehingga satu jenis bunga yang dihasilkan dalam inflouresen. Dalam beberapa kejadian, kadang-kadang gynoecium (organ betina) dapat berkembang bersama-sama dengan androecioum (organ jantan) pada spikelet jantan. Infloresen tersebut dinamakan infloresen andromorphous. Hal ini terutama terjadi pada tanaman-tanaman muda. Tipe infloresen hermafrodit yang lain kadang-kadang ditemukan pada spikelet jantan meupun spiket betina. Selain itu, infloresen hermaflodit juga bisa berupa infloresen yang membentuk spikelet betina pada bagian bawah, sedangkan pada bagian ujungnya berupa spikelet jantan. Infloresen campuran hanya terjadi selama perubahan siklus pembungaandari fase betina ke fase jantan, di mana infloresen andromorphous biasanya muncul. Infloresen campuran dapat terjadi baik pada akhir fase jantan maupun fase betina.

    http://tanimedia.blogspot.co.id/2013/01/morfologi-bunga-kelapa-sawit.html