Anda di halaman 1dari 5

TEORI

URBAN DESIGN

Definisi Urban Desain

Urban design merupakan suatu hasil perpaduan kegiatan antara


profesi perencana kota, arsitektur, lansekap, rekayasa sipil, dan
transportasi dalam wujud fisik.
History
Urban design mulai dipraktekkan secara professional pada
pertengahan abad 20. Namun,sebelumnya telah dikenal pada
zaman Cina,Romawi dan Yunani kuno bangunannya masih belum
tertata,namun ini adalah contoh yang jelas. Penggunaan urban
design di Eropa berhubungan dengan renaissance.
Pada masa ini urban design tidak dilaksanakan oleh tenaga
ahli,seperti: sculpture,arsitektur,garden design,surveying,astronomy
dan military engineering. Pada abad 18 dan 19, tenaga surveyor dan
arsitek sebagian besar tidak terjun ke urban design. Akhir abad
19,urban design modern menjadi salah satu cabang ilmu urban
planning. Terbitnya sebuah buku Camillo sitte yang berjudul City
Planning According to Artistic Principles(1889),dengan konsep City
Beautiful.
Urban design pertama kali di gunakan sebagai contoh,ketika
Harvard University menjadi tuan rumah Urban Design Conferences
dari tahun 1956. Konferensi ini menyediakan sebuah platform bagi
program urban design Harvard pada 1956-1960. Pada saat itu yang
menjadi tentor ahlinya(authoritative works) adalah nama-nama
beken,seperti Jane Jobs,Kevin lycnh,Gordon cullen,dan Christopher
Alexander.
Gordon Cullen meluncurkan The Consice Townscape(1961),yang
banyak menjadi inspirasi bagi pendesain kota. Sedangkan Jane Jobs
mengeluarkan The Death and Life of Great Americans cities(1961)
Jane mengkritik paham modern dari CIAM,sebagai penyebab
meningkatnya angka criminal.
Kevin Lynch, The Image of the City(1961), juga merupakan bagian
awal dari perubahan. Dia mereduksi teori urban design menjadi 5
dasar yaitu:paths, districts, edges, nodes, landmarks. Dia juga
membuat pemetaan yang populer,lebih baik dari konsep 2 dimensi
fisik 50 tahun sebelumnya.

TEORI TEORI URBAN DESAIN

Path : Pembatas antara dua bangunan;contoh : jalan, rel


kereta api, dll
Edge : Untuk pemutus linear; contoh :dinding
Distrct : Memiliki ciri khas tertentu;contoh : ruang publik,
perdagangan, dll
Node : Pertemuan beberapa path, pusatkeramaian; contoh :
simpang lima
Landmark : untuk mengetahui suatu daerah

Selain itu ada juga kriteria tak terukur, yaitu


View : Aspek kejelasan, untuk daya tarik
Akses : Jasa dan informasi
Compability : Aktivitas yang berlangsung
Identity : Sebagai identitas
Sense : Segala sesuatu agar dapat dilihat,sumber kebudayaan
Livability : Kenyamanan
Menurut Shirvani (1985) terdapat beberapa elemen fisik Urban
Design, yaitu:
1. Tata Guna Lahan (Land Use)
Prinsip Land Use adalah pengaturan penggunaan lahan untuk
menentukan pilihan yang terbaik dalam mengalokasikan fungsi
tertentu, sehingga kawasan tersebut berfungsi dengan seharusnya.

2. Bentuk dan Massa Bangunan (Building Formand Massing)


Bentuk dan massa bangunan ditentukan oleh tinggi dan besarnya
bangunan, massa bangunan, KDB, KLB, sempadan, skala, material,
warna, dan sebagainya
Prinsip-prinsip dan teknik Urban Design yang berkaitan dengan
bentuk dan massabangunan meliputi:
- Scale, berkaitan dengan sudut pandang manusia, sirkulasi dan
dimensi bangunan sekitar
- Urban Space, sirkulasi ruang yangdisebabkan bentuk kota, batas,
dan tipe-ripe ruang

- Urban Mass, meliputi bangunan,permukaan tanah dan obyek


dalam ruang yang dapat tersusun untuk membentuk urban space
dan pola aktifitas dalam skala besar dan kecil
3. Sirkulasi dan Parkir (Circulation and Parking)
- Sirkulasi kota meliputi prasarana jalan yang tersedia, bentuk
struktur kota, fasilitas pelayanan umum, dan jumlah kendaraan
bermotor yang semakin meningkat.
- Semakin meningkatnya transportasi maka area parkir sangat
dibutuhkan terutama di pusat-pusat kegiatan kota (CBD).
4. Ruang Terbuka (Open Space)
- Open Space selalu berhubungan dengan lansekap. Lansekap terdiri
dari elemen keras dan elemen lunak.
- Open space biasanya berupa lapangan, jalan,sempadan sung
ai,taman,makam,
5. Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian)
Sistem pejalan kaki yang baik adalah:
- Mengurangi ketergantungan dari kendaraan bermotor dalam areal
kota
- Meningkatkan kualitas lingkungan dengan memprioritaskan skala
manusia
- Lebih mengekspresikan aktifitas PKL dan mampu menyajikan
kualitas udara
6. Simbol dan Tanda (Signages)
- Simbol dan tanda digunakan untuk petunjuk jalan, arah ke suatu
kawasan tertentu pada jalan tol atau di jalan kawasan kota.
- Tanda yang didesain dengan baik menyumbangkan karakter pada
fasade bangunan dan menghidupkan street space dan memberikan
informasi bisnis
7. Pendukung Kegiatan (Activity Support)
- Pendukung kegiatan adalah semua fungsi bangunan dan kegiatankegiatan yang mendukung ruang publik suatu kawasan kota.
- Bentuk activity support antara lain taman kota, taman rekreasi,
pusat perbelanjaan, taman budaya, perpustakaan, pusat
perkantoran, kawasan PKL dan pedestrian, dan sebagainya.

8. Preservasi (Preservation)

Preservasi harus diarahkan pada perlindungan permukiman yang


ada dan urban place, hal ini untuk mempertahankan kegiatan yang
berlangsung di tempat itu.