Anda di halaman 1dari 6

I.

PENGERTIAN HIDROSEFALUS
Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang
berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan
"kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak(cairan
serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang
subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah
banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat
saraf yang vital.

II.

KLASIFIKASI HIDROSEFALUS
Klasifikasi Hidrosefalus cukup beragam, bergantung pada faktor yang berkaitan
dengannya. Berikut ini klasifikasi Hidrosefalus yang sering dijumpai :
1 Menurut catatan klinik dikenal Hidrosefalus yang manifes (overt Hidrosefalus) dan
Hidrosefalus yang tersembunyi (occult Hidrosefalus). Hidrosefalus yang tampak jelas
dengan tanda-tanda klinis yang khas disebut Hidrosefalus yang manifest. Sementara
itu Hidrosefalus dengan ukuran kepala yang normal disebut sebagai Hidrosefalus
yang tersembunyi.
2 Menurut waktu pembentukan, disebut Hidrosefalus kongenital dan Hidrosefalus
aquista. Hidrosefalus yang terjadi pada neonatus atau yang berkembang selama intrauterin disebut Hidrosefalus kongenital. Hidrosefalus yang terjadi karena cedera
kepala selama proses kelahiran disebut Hidrosefalus infantil. Hidrosefalus aquista
adalah Hidrosefalus yang terjadi setelah masa neonatus atau disebabkan oleh faktorfaktor lain setelah masa neonatus.
3 Menurut proses terbentuknya Hidrosefalus, dikenal Hidrosefalus akut dan
Hidrosefalus kronik. Hidrosefalus akut adalah Hidrosefalus yang terjadi secara
mendadak sebagai akibat obstruksi atau gangguan absorbsi CSS.
Disebut
Hidrosefalus kronik apabila perkembangan Hidrosefalus terjadi setelah aliran CSS
mengalami obstruksi beberapa minggu.
4 Menurut sirkulasi CSS, dikenal Hidrosefalus komunikans dan Hidrosefalus nonkomunikans. Hidrosefalus non-komunikans berarti CSS sistem ventrikulus tidak
berhubungan dengan CSS ruang subarakhnoid misalnya yang terjadi apabila
akuaduktus sylvil atau foramina luschka dan magendie tersumbat. Hidrosefalus
komuniians adalah Hidrosefalus yang memperlihatkan adanya hubungan antara CSS
sistem ventrikulus dan CSS dari ruang subarakhnoid; contohnya, terjadi bila
penyerapan CSS didalam vili arakhnoidalis terhambat.
5 PseudoHidrosefalus dan Hidrosefalus tekanan normal (normal pressure
hydrocephalus). PseudoHidrosefalus adalah disproporsi kepala dan badan bayi.
Kepala bayi tumbuh cepat selama bulan kedua sampai bulan kedelapan. Sesudah itu
disproporsinya berkurang dan kemudian menghilang sebelum berumur 3 tahun.
Hidrosefalus tekanan normal ditandai oleh pelebaran sistem ventrikulus otak tetapi
tekanan CSS dalam batas normal

III.

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI HIDROSEFALUS


Kepala AP Projection
Patologi yang ditampakkan :
o Fracture, kongenital anomalies dari cranium yang mencakup sutura dan atau
frontonel, ukuran kepala, tumor tulang, dll.
Faktor Teknik :
o IR size : infant dan anak kecil : 18 x 24 cm memanjang, anak umur 2 tahun
keatas 24x 30 cm memanjang.
o Grid atau lysolm jika ukurannya lebih dari 9cm (ketebalan)
o Gunakan focal spot kecil Waktu eksposi sesingkat mungkin.
Posisi Pasien :
o Tutupi tubuh dan lims pasien dengan selimut (seperti mummy) sehingga tidak
akan ada gerakan pada daerah tersebut.
o Pasien supine, atur kepala berada pada pertengahan meja/grid.
o Jika dibutuhkan letakkan sandbag pada kaki pasien. Gunakan pengikat kepala.
Posisi Obyek :
o Tidak ada rotasi pada kepala
o Atur dagu sehingga OML tegak lurus kaset
o Immobilisasi kepala dengan pengikat kepala atau head support (penyangga
kepala).
Central Ray & CP : pada glabella
AP Skull : pararel OML
Kriteria radiographic (Struktur yang ditampakkan) :
o Keseluruhan kepala mencakup cranial dan tulang facial.
Position :
o Tidak ada rotasi, yang ditunjukkan oleh jarak bagian lateral orbit yang simetris
antara kanan dan kiri dengan bagian kepala lateral.
o AP 0 derajat : petrous ridge superimposisi dengan superior orbital margin
o AP dengan 15 derajat cephalad angle : petrous pyramid dan internal auditorius
canal tampak di bagian bawah orbita sebesar atau 1/3 .
o AP Towne dengan sudut 30 derajat caudad angle : petrous pyramid tampak
dibagian bawah inferior orbital rim. Dorsum sella dan posterior clinoid tampak
didalam foramen magnum
Kepala Lateral Projection
Patology yang ditampakkan :
o Fracture, kongenital anomalies dari cranium yang mencakup sutura dan atau
frontonel, ukuran kepala, tumor tulang, dll.
Faktor teknis :
o IR size : infant dan anak kecil : 18 x 24 cm memanjang, anak umur 2 tahun
keatas 24x 30 cm memanjang.
o Grid atau lysolm jika ukurannya lebih dari 9cm (ketebalan)
o Gunakan focal spot kecil Waktu eksposi sesingkat mungkin.

IV.

Posisi Pasien :
o Bungkus rata tubuh dan limb pasien (seperti mummy).
o Pasien diposisikan semiprone , atur kepala berada pada pertengahan meja
pemeriksaan
Posisi Obyek :
o Rotasikan kepala agar true lateral dengan meletakkan spon atau handuk
dibawah mandibula.
o Letakkan pengganjal dibelakang kepala pasien untuk mencegah pergerakan
kepala ke belakang.
o Gunakan pengikat kepala.
o Central Ray tegak lurus terhadap IR, atur pertengahan glabella dan occipital
protuberance atau onion, 2 inchi (5 cm) diatas MAE.
o FFD : 100 cm
Kriteria Radiografi :
o Struktur yang ditampakkan ;Tampak keseluruhan cranium dan bagian atas
cervical.
o POSISI : Tidak ada rotasi yang ditunjukkan dari superimposisi ramus
mandibula, orbital roofs dan greater dan lesser wings sphenoid. Sella tursica
dan clivus tampak dengan baik jika tidak ada rotasi.

CONTOH KASUS HIDROSEFALUS


A. ANAMNESIS
Identitas
Nama : By. SN
Jenis Kelamin : perempuan
Usia : 4 bulan
Alamat : Desa Rantau Panjang, Kec: Simpang Hilir, Kab: Kayong Utara
Agama : Islam
Suku : melayu
Nomor RM : 692874
Tanggal Masuk RS : 22 Juli 2010
Berat badan : 8,6 Kg
Alloanamnesis dilakukan dengan ibu pasien pada tanggal 30 Juli 2010, pukul 09.30
WIB
Keluhan utama
Kepala membesar sejak 2 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
Orang Sakit (OS) mengalami pembesaran kepala sejak 2 bulan yang lalu. Kepala
membesar perlahan-lahan dengan bentuk berbenjol pada bagian atas dan dahi. Kepala
membesar diawali di bagian dahi dan diikuti dengan bagian yang lain. OS tidak
pernah mengalami demam, kejang, batuk, pilek maupun mencret-mencret

sebelumnya. OS juga tidak pernah muntah. Gerakan kedua tangan dan kaki baik. OS
buang air kecil 6-7x sehari dan buang air besar 2-3x sehari. OS sudah dirawat selama
seminggu di RS Agoes Djam, tetapi tidak ada perbaikan kemudian OS dirujuk ke RS
dr. Soedarso, Pontianak.
Riwayat Kehamilan
Pada saat hamil, Ibu OS memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas sebanyak 6 kali.
Riwayat sakit pada saat hamil disangkal.
Riwayat Kelahiran
OS lahir normal, di rumah, ditolong dukun,cukup bulan dan langsung menangis. Berat
badan lahir 4 kg, sedangkan panjang badan dan lingkar kepala tidak diukur.
Riwayat Perkembangan
Sampai saat ini OS hanya bisa baring terlentang, belum bisa memiringkan tubuhnya.
Saat diajak bermain, Os juga tidak memberikan respon.
B. PEMERIKSAAN FISIK (dilakukan pada tanggal 30 Juli 2010)
Status Generalis
Keadaan umum : tampak sakit berat
Kesadaran : kompos mentis
Panjang badan : 65cm
Berat Badan : 8,6 kg
Lingkar Kepala : 67cm
Status gizi : tampak kurus
Nadi : 102x/ menit, teratur, isi cukup
Nafas : 46x/ menit, teratur
Suhu : 36,60C
Kepala : tampak membesar, asimetris, berbenjol pada bagian parietal dan frontal.
Ubun-ubun besar menonjol, terbuka. Sutura melebar, Pada benjolan teraba fluktuasi,
Perkusi: cracked pot sign.
Mata : Mata kearah bawah (sunset phenomena), konjungtiva pucat -/-, sklera tidak
ikterik. Pupil bulat isokor, diameter 3mm/3mm, reflek cahaya +/+. Nistagmus -/-.
Telinga : sekret (-)
Hidung : sekret (-)
Mulut : tidak ada kelainan (TAK)
Leher : TAK
Thorak : bentuk dan gerak simetris
Paru : sonor, suara dasar vesikuler, suara tambahan (-)
Jantung : bunyi jantung I/II tunggal, reguler.
Abdomen : perut datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, bising usus (+) Normal
Anus dan Genitalia : TAK

Status Neurologik
PCS 15, E4M6V5
Tidak ada gerakan abnormal
Kepala : tampak membesar, asimetris, berbenjol pada bagian parietal dan frontal.
Ubun-ubun besar menonjol, terbuka. Sutura melebar, Pada benjolan teraba fluktuasi,
Perkusi: cracked pot sign. Mata: kearah bawah (sunset phenomena), konjungtiva
pucat -/-, sklera tidak ikterik. Pupil bulat isokor, diameter 3mm/3mm, reflek cahaya +/
+. Nistagmus -/-.
Sikap leher statis, bisa memalingkan kepala ke kiri dan ke kanan
Kaku kuduk dan tanda rangsang meningeal tidak ditemukan
Nervus kranialis: sulit dinilai
Sensorik: Eksteroseptif: - Ekstremitas atas: baik
- Ekstremitas bawah: baik
Refleks fisiologis: bisep (+/+); trisep (+/+); patella (++/++)
Refleks patologis: Babinsky (-/-),
Otonom : BAK dan BAB baik
C. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium ( hasil pemeriksaan tgl 24 Juli 2010)
Hb : 13,3 g/dL
Ht : 40,7 %
Leukosit : 11.700/L
Trombosit : 602.000 /L
Pemeriksaan Photo torak : Jantung dan Paru tak tampak kelainan
Pemeriksaan CT-Scan Kepala
- tampak pelebaran berat ventrikel kana-kiri dan ventrikel III
- tampak massa di ventrikel IV dengan pelebaran fosa posterior
- tampak LCS mendesak 5cm area ventrikel lateral kanan
kesan: hidrosefalus berat dengan pelebaran fosa posterior (sindrom dandy walker) +
massa di ventrikel IV
D. DIAGNOSIS
Hidrosefalus non komunikan dengan tumor otak
E. PENETALAKSANAAN:
Non-Operatif : ceftriaxon 1x250 mg.
Operatif : pemasangan VP Shunt (Konsul Spesialis Bedah Saraf)
F. PROGNOSIS
Ad vitam : dubia ad malam
Ad functionam :ad malam
Ad sanationam :ad malam

TUGAS
TEKNIK RADIOGRAFI PEDIATRIK
HIDROSEFALUS

Dosen Pengajar:
Dra. Hj. Gando Sari, M.Kes

Disusun Oleh: Kelompok 4


Hatfan Fadillah

P231300150

Lidia Kristin

P23130015023

M.Ihsan Sutisna

P231300150

Sarah Fahira Rahman

P231300150

Yupi Septiani

P231300150

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
2015