Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli


Berikut adalah pengertian lingkungan hidup yang dipaparkan oleh beberapa ahli :
1. Munajat Danasaputra : Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di
dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada
dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup
lainnya.
2. Emil Salim : Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh
yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup
termasuk kehidupan manusia.
3. Jonny Purba : Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat
berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta
pranatanya dengan simbol dan nilai.
4. Sri Hayati : Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan
makhluk hidup. Termasuk di dalamnya adalah manusia dan perilakunya yang
melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
B. Lingkungan Hidup Menurut UU No. 32 Tahun 2009
Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 1997 Pasal 1 yang kemudian
disempurnakan oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, keduanya mendefinisikan
pengertian lingkungan hidup sebagai berikut:
"Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan
dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain."
C. Pengertian Pendidikan Lingkungan Hidup
PLH adalah program pendidikan untuk membina anak didik agar memiliki pengertian,
kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap alam dan
terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan. (Mustofa).
D. Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup :
Tujuan adanya Pendidikan Lingkungan Hidup adalah agar siswa memiliki pengetahuan,
sikap dan perilaku rasional dan bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dan
lingkungan hidup. PLH bukan mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan mata
pelajaran yang di integrasikan keberbagai mata pelajaran dalam kurikulum.
E. Faktor pendukung berjalannya Pendidikan Lingkungan Hidup

1. Perpaduan harus dilakukan secara tepat agar pengetahuan mata pelajaran yang dijadikan
perpaduan tidak mengalami perubahan susunan.
2. Susunan pengetahuan yang jadi perpaduan berdasarkan kurikulum yang ada pada system
persekolahan yang sedang berlaku.
3. Mata pelajaran induk yang dipilih sebagai wadah perpaduan memiliki daya serap yang
cukup. Adapun mata pelajaran yang utama sebagai wadah perpaduan adalah Pendidikan
Agama, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PENJAS dan Pendidikan Kewarga Negaraan.
F. Peran Pendidikan Lingkungan Hidup :
Proses belajar mengajar sebaiknya dilakukan dengan pendekatan lingkungan alam sekitar
(PLAS). Dasar filosofis mengajar dengan mengimpelementasikan pendekatan lingkungan alam
sekitar adalah dari Rousseau dan Pestalozzi.
Jean Jacques Rousseau (1712-1788), mengatakan bahwa kesehatan dan aktifitas fisik adalah
faktor utama dalam pendidikan anak-anak. Rousseau percaya bahwa anak harus belajar
langsung dari pengalaman sendiri, dari pada harus mendengarkan dari penjelasan buku. Disini
lingkungan sangat berperan penting dalam proses pembelajaran.
Johann Heinrich Pestalozzi (1716-1827), seorang pendidik berkebangsaan Swiss, dengan konsef
Home Schoolnya, menjadikan lingkungan alam sekitar sebagai objek nyata untuk memberikan
pengalaman pertama bagi anak-anak. Pestalozzi juga mengajarkan ilmu bumi dan alam sekitar
kepada anak didiknya dengan fasilitas yang ada dilingkungan sekitarnya dan menanamkan rasa
tanggung jawab pada diri anak akan dirinya sendiri juga lingkungan agar tetap seimbang.
Tanpa adanya campur tangan manusia, lingkungan hidup belum tentu dapat terawat. Maka dari
itu, penduduk mesti berperan aktif dalam upaya menyelamatkan lingkungan.
Dalam rangka berperan aktif dalam menyelamatkan lingkungan di antaranya adalah:
1. Peran
sebagai
pengelola,
bukan
penghancur
lingkungan.
Saat ini, banyak sekali penduduk yang perannya tidak sesuai dengan kenyataan. Yang
mestinya menjadi pengelola, malah yang menjadi pengrusaknya. Pohon ditebang, lahan
dieksporitasi dan udara dibuat mengandung penyakit.
2. Peran
sebagai
penjaga,
bukan
perusak
lingkungan.
Kalau dalam diri penduduk sudah sadar akan pentingnya lingkungan hidup untuk
kehidupannya. Maka, mereka akan menjadi penjaga, bukan menjadi perusak demi
kepentingan pribadinya.
G. Manfaat Adanya Pendidikan Lingkungan Hidup
Karena langsung mengkaji masalah yang nyata, Pendidikan Lingkungan Hidup dapat
mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti :

1. Siswa dapat berpikir kritis, kreatif, dan secara integrative sehingga mampu memecahkan
masalah.
2. Dapat memberikan informasi-informasi kepada siswa-siswa tentang pentingnya menjaga
lingkungan hidup.
3. Dapat memberikan kesadaran kepada siswa-siswa akan pentingnya lingkungan hidup.
4. Dapat mengetahui seberapa besar rasa sensitifitas siswa-siswa terhadap kondisi lingkungan
sekitarnya.
5. Memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan,
sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu.